p-Index From 2021 - 2026
15.768
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Hama dan Penyakit Tumbuhan Katalogis Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Media Teknologi Hasil Perikanan JURNAL ILMIAH PLATAX CHEMISTRY PROGRESS JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI Jurnal Ilmu Ternak JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN Jurnal Natur Indonesia Teknika Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Indonesian Journal of Forestry Research Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam DEDIKASI JURNAL MAHASISWA Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Journal of Agromedicine and Medical Sciences Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan JEA17: Jurnal Ekonomi Akuntansi IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) BERITA BIOLOGI Majalah Kedokteran Sriwijaya Biomedical Journal of Indonesia AGROLAND: The Agricultural Sciences Journal JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Al-Kimia Indonesian Journal of Chemistry Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat EKOLOGIA : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Jurnal Entomologi Indonesia Economics and Finance in Indonesia Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Riset Akuntansi Aksioma JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK Jurnal 'Aisyiyah Medika Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Akuntansi Barelang Jurnal STEI Ekonomi Jurnal Akuntansi dan Manajemen Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Serambi Journal of Agricultural Technology Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer (JAKK) Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Bisnis Net : Jurnal Ekonomi dan Bisnis International Journal of Global Accounting, Management, Education, and Entrepreneurship (IJGAME2) Warta AKAB Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Community Research Of Epidemiology (CORE) INSECTA: Integrative Science Education and Teaching Activity Journal Jurnal Bisnis Mahasiswa International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research, and Technology (IJSET) Golden Ratio of Mapping Idea and Literature Format Jurnal Akuntansi, Manajemen Dan Ekonomi Islam (JAM-EKIS) Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis KINDAI : Kumpulan Informasi dan Artikel Ilmiah Manajamen dan Akuntansi GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Makara Journal of Science Journal of Accounting and Finance Management (JAFM) Jurnal Akuntansi Syariah (JAkSya) Unisia Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Eastasouth Journal of Impactive Community Services Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Jurnal Kabar Masyarakat Nusantara Community Empowerment Review Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Jurnal Teknologi Lingkungan Molekul: Jurnal Ilmiah Kimia Journal of Planning and Research in Civil Engineering Jurnal Pendidikan Islam Anggaran: Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Jurnal ABDIMAS MUTIARA Nusantara Entrepreneurship and Management Review Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Jurnal Medika: Medika Tali Jagad Jurnal Ilmiah Manajemen ROCE : Jurnal Pertanian Terapan WISDOM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Wisdom LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI Jurnal Lentera Edukasi Jurnal Pengabdian Bakti Akademisi Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Praktek Kerja Lapang Akuntansi JURNAL INSAN CENDEKIA JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Akuntansi Syariah (JAkSya) Jurnal Sipil Sains Terapan (JISCO) Journal of Information System and Computing Scientific Contributions Oil and Gas Jurnal Akuntansi dan Bisnis Krisnadwipayana Jurnal Kesehatan Analit: Analytical And Environmental Chemistry
Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi spesies nyamuk genus Mansonia dan deteksi molekuler terhadap mikrofilaria/larva cacing Brugia malayi pada nyamuk genus Mansonia Dalilah Dalilah; Chairil Anwar; Theodorus Theodorus; Irsan Saleh
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filariasis merupakan penyakit menular menahun dengan kecacatan seumur hidup yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria. Daerah endemis filariasis di Indonesia tersebar cukup luas.  Sebanyak 70% kasus ini disebabkan oleh Brugia malayi. Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan termasuk salah satu wilayah endemis filariasis malayi. Pemutusan transmisi vektor merupakan  unsur utama program eliminasi filariasis limfatik sehingga metode deteksi untuk mengetahui ada tidaknya infeksi larva pada nyamuk adalah sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis spesises nyamuk Mansonia sebagai vektor filaria di Banyuasin dan mendeteksi DNA mikrofilaria/larvafilaria Brugia malayi pada tubuh vektor. Penelitian ini merupakan uji laboratoris yang dilaksanakan pada  tiga Rukun Tetangga (RT) di Desa Sungai Rengit Murni yang lokasinya berdekatan dengan sungai/rawa dan pemukiman. Sampel adalah semua nyamuk genus Mansonia betina. Penangkapan dilakukan dengan umpan hewan/sapi yang dimasukkan di dalam kelambu. Identifikasi nyamuk dilakukan di Lokalitbang P2B2 Baturaja dan identifikasi molekuler dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi RSMH Palembang. Populasi nyamuk yang berhasil ditangkap dengan umpan sapi sebanyak 3085 ekor dengan populasi nyamuk dominan berasal dari genus Culex dan Mansonia.Sebanyak tujuh spesies nyamuk genus Mansoniaditemukan yakni : Ma. uniformis, Ma. africana, Ma. indiana, Ma. dives, Ma. annulifera, Ma. annulata dan Ma. Bonneae. Total jumlah nyamuk Mansonia yang didapat berjumlah 906 ekor yang dibagi dalam 50 pool. Pada hasil pemeriksaan laboratorium molekuler didapat hasil tidak munculnya pita di titik 322 bp atau 644 bp yang merupakan rantai DNA dari Brugia malayi. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa ditemukan tujuh spesies nyamuk dari genus Mansonia. Pada uji molekuler tidak ditemukan larva/mikrofilaria. Sebagai saran dilakukan penelitian lebih lanjut dengan metode pemeriksaan molekuler yang lebih spesifik untuk mendeteksi keberadaan mikrofilaria dalam tubuh vektor, memperbanyak jumlah sampel sehingga peluang untuk ditemukannya akan semakin besar.
Faktor Risiko pada Dermatitis Atopik Noviyanti Eliska; M. Athuf Thaha; Chairil Anwar
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis atopik (DA) adalah penyakit kulit kronik berulang yang paling sering ditemukan semasa awal bayi dan anak. Prevalensi kejadian DA pada anak terus meningkat dari tahun ke tahun, serta belum adanya data mengenai karateristik faktor resiko DA pada anak di Departemen IKKK RSUP MH Palembang 2011-2013. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik faktor risiko pada DA di Departemen IKKK RSUP MH Palembang. Faktor risiko yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, riwayat atopi personal, riwayat atopi keluarga. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif yang menggunakan rekam medik di Departemen IKKK RSUP MH Palembang tahun 2011-2013. Ada 53 kejadian DA yang ditemukan pada penelitian ini. Berdasarkan usia pasien, DA ditemukan 43,4% pada usia 0-3 tahun, 18,8% pada usia 4-6 tahun, 9,4% pada usia 7-9 tahun, 15,1% pada usia 10-13 tahun, dan 13,2% pada usia 14-16 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, DA ditemukan pada 50,9% pasien laki-laki dan 49,1% pasien perempuan. DA ditemukan pada pasien dengan riwayat atopi rihinitis alergi (5,4%), alergi makanan (3,7%), kongjungtivitis alergi (1,9%), asma (5,7%), RA+AM (5,4%), RA+asma (5,7%), RA+asma+AM (1,9%), RA+KA (1,9%), RA+KA+AM (1,9%), dan tidak ada riwayat (58,5%). Berdasarkan riwayat atopi keluarga, dermatitis atopi (20,7%), rhinitis alergi (11,3%), asma (18,9%), asma+KA (1,9%), RA+asma (1,9%), tidak ada riwayat (41,5%). DA paling banyak pada usia 0-3 tahun dan laki-laki. Riwayat atopi personal paling banyak dimiliki adalah rhinitis alergi. Riwayat atopi keluarga yang paling banyak dimiliki adalah DA.
Identifikasi larva nyamuk di tempat penampungan air serta pengetahuan, sikap dan tindakan petugas kebersihan tentang perkembangbiakan nyamuk di taman wisata sejarah bukit siguntang palembang Melpa Yohana Sianipar; Chairil Anwar; Dwi Handayani
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.v5i2.6129

Abstract

Nyamuk merupakan serangga vektor utama penyebab berbagai penyakit tropis penting di Indonesia. Untuk memberantas vektor nyamuk dibutuhkan informasi mengenai tempat perindukan nyamuk serta pengetahuan dan peran petugas kebersihan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tempat-tempat penampungan air apakah terdapat larva nyamuk di dalamnya, mengidentifikasi jenis dan jumlah larva nyamuk serta mengetahui pengetahuan, sikap dan tindakan petugas kebersihan tentang perkembangbiakan nyamuk di Taman Wisata Sejarah Bukit Siguntang Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sampel penelitian adalah seluruh larva nyamuk dan TPA yang ditemukan. Pemilihan informan dengan purposive sampling. Pengetahuan, sikap dan tindakan petugas kebersihan tentang perkembangbiakan nyamuk didapatkan dengan wawancara mendalam.Dari 27 TPA, 4 TPA berada di dalam ruangan (14,81%) yang seluruhnya berisi air jernih serta 23 TPA berada di luar ruangan (85,18%), 18 TPA berisi air jernih dan 5 TPA berisi air keruh. Ditemukan larva nyamuk di enam TPA yang berisi 176 larva di luar ruangan. Larva index yang ditemukan yaitu Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 100,00%, House Index (HI) sebesar 0,00, Container Index (CI) sebesar 22,22% dan Breteau Index (BI) sebesar 0,00 Container/100 Bangunan. Genus larva nyamuk yang ditemukan adalah Aedes dengan spesies Aedesalbopictus dan Culex.Terdapat 27 TPA yang berpotensi menjadi habitat perkembangbiakan nyamuk Aedes albopictus dan Culex. Pengetahuan dan sikap petugas kebersihan tidak berpengaruh terhadap jumlah larva, sedangkan tindakan petugas kebersihan yang dilakukan berpengaruh terhadap jumlah larva.
PENDUGAAN UMUR SIMPAN EKSTRAK KERING BEKU BIJI MELINJO KERIKIL (GNETUM GNEMON L. “KERIKIL”) BERDASARKAN KADAR SENYAWA RESVERATROL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN bambang kunarto; nFN Sutardi; nFN Supriyanto; Chairil Anwar
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v16n2.2019.73-79

Abstract

Biji melinjo kerikil mengandung resveratrol yang merupakan senyawa turunan stilbenoid dan mempunyai aktivitas antioksidan. Selama penyimpanan, senyawa resveratol dapat mengalami perubahan berupa oksidasi dan degradasi yang berdampak pada aktivitas antioksidannya. Penelitian ini bertujuan menduga umur simpan ekstrak kering beku biji melinjo kerikil berdasarkan kadar resveratrol dan aktivitas antioksidan (penghambatan radikal DPPH) sebagai indikator kerusakan. Pendugaan umur simapn dilakukan dengan metoda accelerated shelf life test (ASLT). Metoda ini didasarkan pada penyimpanan pada kondisi yang direkayasa sehingga mempercepat yang terjadinya kerusakan. Penyimpanan dilakukan selama 35 hari pada suhu simpan 35°C, 45°C adn 55°C. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa parameter mutu kritis pada penyimpanan ekstrak kering beku melinjo kerikil adalah aktivitas antioksidan (penghambatan radikal DPPH) karena memiliki energi aktivasi (1301,09 kal/mol) yang lebih rendah dibandingkan energi aktivasi kadar senyawa recveratrol. Umur simpan ekstrak keirng beku biji melinjo kerikil pada penyimpanan 35; 45; 55 dan 28°C berturut-turut adalah 13,57 hari, 12,67 hari, 11,83 hari dan 14,56 hari. Shelf life estimation of melinjo kerikil seeds freeze-dried extract based on resveratrol and antioxidant activityMelinjo kerikil seeds contain resveratrol which is a stilbenoid derivative compound and has antioxidant activity. During storage, resveratrol can be dagraded which have an impact on their antioxidant activity. The aim of this study wa to estimate teh shelf life of melinjo kerikil seed freeze-dried extract based on resveratrol content and inhibition of DPPH radicals as an indicator of damage. Estimation of shelf life is carried out by the accelerated shelf life test (ASLT). This method is based on storage in conditions that are engineered so as to speed up the occurrence of damage. Storage is carried out for 35 days at the temperature of 35°C, 45°C, and 55°C. The results showed that the critical quality parameter in the storage of melinjo kerikil seed freeze-dried extracs was inhibition of DPPH radicals. This is because the activation energy of inhibition of DPPH radicals is lower than the revertrol activation energy. The Shelf life of melinjo kerikil seed freeze-dried extract at storage 35; 45; 55 and 28°C respectively were 13.57 days, 12.67 days, 11.83 days and 14.56 days. 
PENAMPILAN TANAMAN KONSERVASI EX-SITU EBONI (Diospyros celebica Bakh.) Budi Santoso; Chairil Anwar
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1506

Abstract

Kegiatan konservasi ex-situ dilaksanakan sejak tahun 1996.Materi konservasi berasal dari 7 tempat asal (Karaenta, Barru, Duapitue,Kaluku, Malili dan Maleali) dengan rancangan penanaman menggunakan rancangan acak lengkap berblok.Hasil pengamatan pada umur 3 tahun di antara tanaman eboni yang berasal dari berbagai tempat asal, tidak cukup bukti untuk mendeteksi adanya keragaman antara tempat asal untuk parameter persentase tumbuhan.Sedang untuk pertumbuhan tinggi dan diameter keragaman antara tempat tumbuh nampak jelas dan ada kecenderungan tempat asal yang lebih tinggi (dpi) menunjukkan lebih baik.Ruas tanaman eboni berbeda nyata di antara tempat asal, yang berarti ada indikasi faktor genetika memberikan konstribusi cukup besar terhadap munculnya keragaman jumlah ruas.
Preterm Labor Predictors: Maternal Characteristics, Ultrasound Findings, Biomarker, and Artificial Intelligence Nuswil Bernolian; Chairil Anwar; Cindy Kesty
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 1 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v52i1.11429

Abstract

The identification of risk factors for preterm labor is an important predictor. The risk factors for preterm labor can be maternal characteristics, namely maternal obstetric history, maternal body mass index and weight gain, multiple pregnancy, maternal infections, periodontal disease, maternal vitamin D deficiency, and lifestyle. Nowadays, various accurate diagnostic methods have been developed to diagnose preterm labor, namely ultrasound (cervical length, cervical consistency, uterocervical angle, and fetal adrenal gland) and biomarkers (IL-6 and IL-8 in cervicovaginal fluid, Placental Alpha Microglobulin-1 (PAMG-1), and Insulin-Like Growth Factor Binding Protein-1 (IGFBP-1), Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), Placental Growth Factor (PGF), Soluble VEGF Receptor-1 (sFlt-1), High Mobility Group Box-1 (HMGB1), and calponin. Artificial Intelligence was developed to predict preterm labor, namely in the form of ultrasound software which is capable of detecting cervical funneling processes ranging from resembling the T, Y, V, and U-shaped. This software is expected to be easily used by general practitioners and obstetricians and gynecologists, especially those who work in rural areas.  
Identifikasi dan Distribusi Nyamuk Aedes Sp. Sebagai Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue di Beberapa Daerah di Sumatera Selatan Chairil Anwar; Rizki Amy Lavita; Dwi Handayani
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 2 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i2.2691

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit infeksi yang ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes sp. Distribusi nyamuk Aedes sp. dipengaruhi oleh perubahan lingkungan. Sumatera Selatan memiliki potensi mengalami perubahan lingkungan yang dapat mengganggu karakteristik habitat normal nyamuk Aedes sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi nyamuk Aedes sp. di Sumatera Selatan berdasarkan karakteristik habitatnya. Sampel penelitian adalah nyamuk genus Aedes sp. yang ditemukan di dalam perangkap yang dipasang di beberapa lokasi penelitian di Sumatera Selatan, yaitu Palembang, Banyuasin, Ogan Ilir, Lahat, Pagaralam, dan Gunung Dempo. Variabel yang diteliti adalah genus nyamuk Aedes sp., ketinggian lokasi, suhu udara lokasi, dan keadaan lingkungan. Hasil penangkapan nyamuk Aedes sp di seluruh lokasi penangkapan diperoleh 38 ekor nyamuk yang terdiri dari 2 spesies, yaitu Ae. albopictus 37 ekor (97 %) dan Ae. laniger 1 ekor (3%). Nyamuk Aedes sp. paling banyak ditemukan di lokasi dengan ketinggian 22 m dpl, yaitu sebanyak 18 ekor (47%), dan tidak ditemukan lagi nyamuk tersebut di ketinggian >1458 m dpl, suhu udara rata-rata 28-28,2 oC, yaitu 32 ekor (84%), dan di lokasi yang banyak terdapat genangan air, yaitu di Gandus dan Indralaya.
The Dominant Factors of High Scabies Incidence In Indralaya Islamic Boarding School Students South Sumatera, Indonesia Salvari Gusti Ayu Dwi Putri; Ahmad Ghiffari; Chairil Anwar; Rico Januar Sitorus
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 4 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i4.10237

Abstract

Scabies is a skin disease caused by infestation towards Sarcoptes scabiei, the condition locally known as "kudis", occurring easily in moist and densely populated vicinities. Kudis was classified into one of the top 10 most prevalent diseases of Ogan Ilir District in 2014. This research was conducted to analyse the relation between air quality and personal hygiene towards the incidences of scabies among students of boarding school Al Ittifaqiah, Indralaya. This research was an epidemiological method using cross-sectional analytic approach, conducted in March 2016. The population were all students of boarding school (1.859 individuals) and the samples selected were 200 respondents with proportional stratified random sampling. The measuring instruments were cardinal scabies physical diagnostic and questionnaire of demographic interviewing, and air quality observation. Obtained results were then analysed with Chi-Square, Logistic Regression Statistical Tests, and correspondence analysis. The result of scabies prevalence was 74.0%. The statistical test has shown that all free variables present relation towards the occurrence of scabies with the p-value < 0.05 except for the variables of temperature and humidity. Logistic Regression testing result yielded the free variable bearing the most dominant influence towards scabies incidence, which was the residential density (OR: 8.117; 95% CI: 3.176-20.745), ventilation (6.712; 1.323-34.066) and age (3.246; 1.555-6.775). The significant relationship of residential density, ventilation, and age towards the occurrence of scabies should be further investigated in order to prepare for elimination programs. 
Hubungan Infeksi Cacing Soil Transmitted Helminths (STH) dengan Status Gizi pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 200 Kelurahan Kemasrindo Kecamatan Kertapati Kota Palembang Saraswati Annisa; Dalilah Dalilah; Chairil Anwar
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 2 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v50i2.8553

Abstract

Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di dunia, termasuk Indonesia. Infeksi ini disebabkan oleh cacing golongan nematoda usus yang dalam siklus hidupnya membutuhkan media tanah untuk proses pematangan telur atau larva menjadi bentuk yang infektif, terjadi terutama pada anak usia prasekolah dan anak usia sekolah. Infeksi ini adalah salah satu penyebab dari kekurangan gizi pada anak karena dapat menyebabkan menurunnya nafsu makan dan asupan makanan sehingga dapat menyebabkan konsekuensi yang merugikan seperti penurunan kecepatan pertumbuhan, lemahnya kesehatan fisik, lemahnya fungsi kognitif, hingga malnutrisi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan infeksi cacing STH dengan status gizi pada siswa Sekolah Dasar Negeri 200 Kelurahan Kemasrindo Kecamatan Kertapati Kota Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 107 siswa yang dipilih dengan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner, pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk mendapatkan satus gizi yang kemudian diklasifikasikan dengan menggunakan kurva pertumbuhan CDC 2000, dan pemeriksaan feses menggunakan metode Kato Katz dan Harada Mori modifikasi yang dilakukan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian didapatkan dari 107 siswa, proporsi infeksi STH sebesar 27,1% (29 siswa) dengan rincian infeksi tunggal A. lumbricoides ditemukan pada 6 (20,7%) siswa dan infeksi tunggal T. trichiura pada 23 (79,3%) siswa. Proporsi status gizi kurang ditemukan sebesar 43,9%. Dari hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara infeksi STH dan status gizi (p=0,036; OR=3,167; CI 95%: 1,163-15,237). Terdapat hubungan antara infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) dan status gizi pada siswa SDN 200 Kelurahan Kemasrindo Kecamatan Kertapati Kota Palembang.
Association of Sharing Materials with Pediculosis Capitis in Students of Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an Yayasan Tijarotal Lan Tabur Palembang Dewi Arsinta; Chairil Anwar; Muhaimin Ramdja
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 3 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i3.9208

Abstract

Pediculosis capitis is a disease on human’s scalp andhair caused by infestation of Pediculus capitis. Transmission of pediculosis capitis can be through with direct contact between head-to-head and indirect contact from patient’s materials. The aim of this study was to determine the association of sharingmaterials with pediculosis capitis. This study was an analytic-observational study using a cross-sectionaldesign which was done in November 2018. This research was conducted on studentswho live at Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an Yayasan Tijarotal Lan Tabur Palembang. The sampleconsisted of 117 students. Data was collected through questionnaires and directobservation from hair sample. The results were analyzed using Chi-Square, Fisher’s Exact Testand Cox Regression.The study showed that prevalance of pediculosis capitis was 48.7%. From statistical analysis there was significant relationship between shared use of beds (p=0.039), combs (p=0.012), towels (p=0.046), veils (p=0.009) and caps (p=0.021) with the occurrence of pediculosis capitis. The multivariate test results using cox regression analysis showed that there was no dominant variables that influence incidence of pediculosis capitis on female students, while on the male students the most dominant variable was the shared use of towels (p=0.032) and caps (p=0.043) with variables shared use of caps as a predictor. There was significant association between the shared use of beds, combs, towels, veils and caps with the with pediculosis capitis, and the dominant variables on male student was shared use of caps.
Co-Authors A.S. Nasution Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Adeliyah, Novita Dwi Adiwar Adiwar Adiwar Adiwar Adiwar, Adiwar Afdhilah, Nur Aini Afriyani, Hapin Agustian, Rolando Agustina Ahmad Ghiffari Ahmad Zakaria Aidil Fitriansyah Aini, Marsela Intan Nur Aini, Nehlam Nur Aji Laksono, Ilham Al Ghassani, Esty Badzlina Alifiana Rahmawati Almufidah, Evi Zahroh Alvi Ariyanti, Sindy Rosita ambartiasari, Geta Amri Amri Ananda Faridhatul Ulva anandika maharani, Azzahra ayu Anastasya Lie, Cienta Michelle Andi Hairil Alimuddin Andri Buang Andriana, Reni Andriani, Rena Angel Litaay, Queen Anggraeni, Putri Dian Anggraini, Alfira Dwi Anggraini, Rizki Maulidianti Anliyanita, Roza Aprilita Hajar Arafat, Muhammad Fathin Argentina, Fiva Arif Bimantara Arifiani Agustin Amalia Arifuddin, Maulana Rizqi Arisusanto, Wahyu Puput Artanto, Ardi aryani, Inda astri Aryani, Indah Astri Asmalia, Resy Asriani Hasanuddin Asya, Nur Aulia Zikri, Syafanissa Aulyawati, Nurwardian Aynuddin, . Aynuddin, Aynuddin Ayu Shavira, Febriana Azhari, Dalilah Bagus Widyantara, Aji BAMBANG KUNARTO Bin Amiruddin, Iponsyah Putra Bonaventura, Ridho BTAG, Noer Laelly Budi Santoso Budi Utama, Budi Busroni Bustam, Lusiana Cahyani, Khiara Asriningtias Cahyowati, Meireni Choiri, Efendi Choiriyyah, Rif’atul Cicilia Nancy, Cicilia Cindy Kesty Cut Nelly Dahlang Tahir Dalila, Dalila Dalilah Dalilah Darise, Ramla Ilham Desi Suci Handayani Desrina, R Devi Nur Anisa Dewantoro Lase Dewi Arsinta Dewi Sri Rahayu, Dewi Sri Dewi Yana Dewi Yana Dian Adhe Bianggo Naue Dian Fahriani Dinda Andini Putri Djanis, Ratnawati L. Djanis, Ratnawati Lilasari Djasmasari, Wittri Djirimu, Moh. Ahlis Djuhria Wonggo Djuhria Wonggo Dwi Budi Santoso Dwi Handayani Dwi Handayani Dwi Putra Wijaya E. Jasjfi Edi Suryanto Edo Tondas, Alexander Edy Suandi Hamid Eichi Septiani Eko Jokolelono Elvi Sunarsih Elviani, Rosyada Endang Sri Lestari Endiyani Endiyani Endiyani Endiyani, Endiyani Erlyna Tri Rohmiatun Erlyta Septa Rosa Estin Nofiyanti Eunike Mongi Fachrurrazi, Dedy Fachrurrazie, . Fachry Abda El Rahman Fadela, Dian Mira Fadilla, Azura Raihan Fahmi Fahmi Failur Rahman Fajri Fajri Faradila, Faradila Faradisha, Fahreza Eka Farida Millias Tuty Fetty Herlina Fikroh, Retno Aliyatul Fitriana, Riezca Nur Ghifari, Ahmad Gita Dwi Prasasty Gleda, Amaliaburga Gianina Gunawan, Zulfaa Gusrizal Gusrizal Hadi, Wahid Syamsul Haerul Anam Hafsah Hafsah Hafyarie Harnan Halidah Halidah, Halidah Hanapi, Hariani Hanif Hanif Hapin Afriyani Hariyanto, Widia Eka Haryanto, Didid Hasan Hasan, Afdhal Hatipah Hayati, Sakina Nur Hayatun Nufus Herizal Herizal Hernita Hernita Herry Hermansyah Hidayat, Ridhaul Hilmawan, Tanta Holisoh, Holisoh Humeira Hutagalung, Fajar Ibad, Irsyadul Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Ika Rezvani Aprita Ika Rezvani Aprita Indra Akbar Indrayani Iponsyah Putra Irfannuddin Irfannuddin Irhami Irhami Irhami Irhami Irhami Irhami, Irhami Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irmayanti, Miss Irna Nursanti Irsan Saleh Irwansyah, Abdullah Irwansyah, Defi Istanta, Qoonitah Salsabiil Putri Istiarto Istiarto Izzulhaq, Muhammad Agung Jafar, Moh. Ikram Jannah, Roudhotul Lu'luul Januar Sitorus, Rico Jhon Riswanda Jojo Hidayat Jumina Jumina Kafidin Muzakki Kalvin Albert Parinding Kamarza Mulia Kamarza Mulia, Kamarza Kemalawaty, Mulla Khamistan, Khamistan Khoiroh, Fastabiqul Kurnia Kurniawan, Muh Kurniawan, Yehezkiel Steven Kussuryani, Yanni Kussuryani, Yanni Laendatu Paembonan Lestari, Dewi Arum Lien Damayanti Lukman Martunis Lukmannulhakim Putra Lukmanul Hakim M. Athuf Thaha Magfirah MAGHFIRAH Maghfirah Maghfirah Marhawati Mappatoba Marlina Martadiansyah, Abarham Maskuri Masyitah Maulidan Firdaus Mayrena, Whindi Ayu Melpa Yohana Sianipar Miftahurrizqiyah, Miftahurrizqiyah Mirza, Muhammad Raffi Mirza, Raffi Mizar Liyanda Moh. Rasyid Ridho Mohamad Ichwan Mongi, Eunike Muammar Khaddafi Mudinillah, Adam Muh Kurniawan Muhaimin Ramdja Muhammad Afdal Muhammad Baharul Iman Muhammad Irsan Saleh Muhammad Noval Muhammad Ridho Sadewa Muhammad Syahrul Mubarok Mulla Kemalawaty Mulyaningtyas, Wishni Lestarini Mulyanti Munandar, Nurharis Munawarah, Syirqi Nijam Mustofa Mustofa Mutia, Intan Muzaffar, Anis Fikri Muzakki , Kafidin Mu’awanah, Isnin Aulia Ulfah Nadia, Syarifah Nafis, M. Azie Azizman Nahda Maidina Arifin Nahrani, Ulya Najmah, Najmah Nasliman Sani Nasrita NauE, Dian Adhe Bianggo nFN Supriyanto nFN Sutardi Niharo, Nishfu Syahrin Nolly Julfery Nompo, Sahara Novita Dwi Adeliyah Noviyanti Eliska Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Qomariyah Nur, Asya Nuraini, Kalila Nurdiani Nurdiani, Nurdiani Nurdiani, . Nurhatijah Nurhayati Nurhayati Damiri Nurjanah, Novi Nurohmah, Beta Achromi Nurul Qamariah, Nurul Nuswil Bernolian Oktarisa Nurul Mukminin Oktaviani, Suci Pambudi, Wisnu Paskual, Meity Ferdiana Permana, Adhi pian, Intan Tirsa Praciana, Yuvi Arinta Prameswarie, Thia Prasasti, Gita Dwi Pratama, Ardhya Ayu Prayitno, Tono Eko Priastomo, Yoga PUJI LESTARI Purnomo, Abdul Harits Puspianto, Endar Putra, Dimas Ananda Putra, Restu Frandana Putri Meutia Sari Putri, Dinda Andini R Desrina R. A. Leni Septiana R. Desrina Rachmi, Silvia Rachmy, Silvia Rahayu, Khoiyum Putri Rahman, Maizar Rahmatullah, Ilham Rahmiati, Tengku Mia Ramadhantri, Rizkha Ramayanti, Indri Randana, Muhammad Prima Cakra Rasidin Afsa, Rivaldi Fatwatur Ratika Febriani Reinner Ishaq Lerrick Reski Awalia Respati ., Respati Retno Aliyatul Fikroh Rico Januar Sitorus Ridhaul Hidayat Ristanti, Ririn Risti, Sanely Rita Sunartaty Rita Yunus Rizal, Faisal Rizki Amy Lavita Rosalina Rosalina Rosalina, . Rostika Flora Rostika Flora Rosyida, Riska Ainur Rotama, Bintang Armando Sabirin Matsjeh Saharani, Aliefia Enggal Saharja, Komda Salman, Nurcholis Salni Salvari Gusti Ayu Dwi Putri Saprudin Saprudin Saraswati Annisa Sari, Putri Meutia Saudah Sharfina, Diana Shiddiq, Abdul Halim Shobih Shobih Siddik, Jafar Sinung Hendratno, Sinung Siswahyudianto Siswara, Hamzah Nata Sita Dewi, Aditya Siti Rohani Sitorus, Rico J Soetrisno Hadi Sri Agustina Sri Juari Santosa Sri Raviani Styani, Erna Sudirman Sukandar Djokosuhardjo Sumardjo, Damin suparman suparman Suraiya Nazlia Suri Purnama Febri Surmin, Azalia Sabila Andi Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Susiwati, Susiwati Switha, Elfinchia Tiara Syafriyandi Syamsuddin HM Syaputra, Dadang Syarif'ah, Siti Nur Syarifah Nadia Tambunan, Jenny Anna Margaretha Taslimah Taslimah Telaumbanua, Faudunasokhi Theodorus Theodorus Titin Aryani Tri Joko Raharjo Tri Muji Susantoro Tri Muji Susantoro, Tri Muji Triyono Triyono Tutik Dwi Wahyuningsih Tyas, Khairunnisa Cahya Panglipuring Umar H A Veri Ilhadi Verly Dotulong, Verly Virna Muhardina Virna Muhardina, Virna Wadhah, Ambar Nabilah Wahab, Bakhtiar A Wahyu Hidayat WARDAH, ZAHROTUL Wardani, Anifah Tiara Kusuma Wega Trisunaryanti Wega Trisunaryanti Widiantara, Aji Bagus Widyantara, Aji Bagus Winarto Haryadi Wintona, Handri Wirda, Shafia Wulandari Widya Kusuma, Yeni Wulandari, Lucia Putri Yanuar, Ananto Yolanda, Nadhea Yulisda, Desvina Yunus, Santi Yuny Erwanto yusnita, Reni Yusran Akbar Zen Hafy Zubaidah, Tantri Risda Zulkarnain, Mohammad Zulkifli Zulkifli Zulvia Maika Letis