Articles
The Exploratory Factor Analysis of Zadrian-Ifdil Problem Checklist (ZIPC) High-School Version; An Alternative Assessment for Millenials Mental Health Conditions Mapping
Ardi, Zadrian;
Ifdil, Ifdil
International Journal of Research in Counseling and Education Vol 4, No 2 (2020): International Journal of Research in Counseling and Education
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (982.652 KB)
|
DOI: 10.24036/00401za0002
Adolescents face various challenges and changes in order to realize their developmental tasks. The challenges are coupled with the technological disruption that requires adolescents to face new problems that have never existed before as millennials. However, the problems experienced by adolescents are often not expressed because of various obstacles, such as reluctance to tell spontaneously to the adults around them, high social conformity, so it is difficult to find help. For this reason, an alternative assessment is needed, which serves as an effort to map the problems experienced by adolescents and their mental health conditions accurately and actually. This study aims to find the value of the construct validity that forms the ZIPC to be used more widely and measure the actual problem conditions of the assessment subject. Participants involved in this study were 978 high school adolescents from all over Indonesia. The analysis used in finding the construct validity of this instrument is Exploratory Factor Analysis (EFA). The impact of changes and instrument conditions after analysis will be discussed.
ANALISIS MENGENAI KONSELING SELF (CARL RANSOM ROGERS) DALAM KAJIAN LITERATUR
Ledita Ezy Maulany;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i1.2882
Artikel ini membahas mengenai konseling self atau sering juga disebut pendekatan konseling yang berpusat pada klien (client centered). Menggunakan rujukan yang bersumber dari buku bacaan langsung atau bacaan yang didapatkan melalui media elektronik (internet). Teori ini pertama kali diprakarsai oleh seorang psikolog bernama Carl Ransom Rogers, atas dasar penilaiannya bahwa setiap individu manusia memiliki kepercayaan diri secara positif sehingga tiap individu tersebut dapat berkembang dan maju kearah yang lebih baik daripada sebelumnya. Hal ini membuat Client Centered Rogers lebih menekankan kepada Suatu gagasan, elemen signifikan yang pada akhirnya mengungkapkan solusi untuk dilema klien adalah informasi utama atau bukti bahwa klien bertanggung jawab atas keadaan mereka.
The Relationship Of Peer Support And Self Control With Social Media Addiction
Puspita Bahridah;
Riska Ahmad;
Zadrian Ardi;
Rezki Hariko
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 03: Agustus 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v7i03.4898
Excessive use of social media is called social media addiction. The goal of this study was to find out how social media addiction and peer support for self-control affect SMA Negeri 5 Padang students. The descriptive correlational approach and quantitative approach are utilized in this study. A purposive sampling strategy is utilized in the sampling procedure. The study's findings demonstrate: 1) The moderate category includes peer support; 2) (S) self-control falls under the moderate category; 3) Social media addiction falls into the moderate category; 4) There is a correlation coefficient of 0.327 between peer support and social media addiction; 5) There is a correlation coefficient of 0.515 between self control and social media addiction; and 6) There is a correlation coefficient of 0.542 between peer support and self control and social media addiction. This demonstrates that social media addiction can be reduced with increased self-control and peer support. Keywords : peer support, self control, social media addiction
Determinant Factor Analysis of Family Psychological Resilience: A Study of Muslim University Staff in Indonesia
Yarmis Syukur;
Zadrian Ardi;
Triave Nuzila Zahri;
Ade Herdian Putra
Islamic Guidance and Counseling Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Islamic Guidance and Counseling Journal
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25217/igcj.v6i1.3626
A family is a social unit that exists in every culture. Ideally, every family has well enough psychological resilience to achieve prosperity. However, to achieve good psychological resilience, sometimes problems can arise in the family, which is also experienced by Muslim university staff in Indonesia. Three important factors are predicted to correlate with family psychological resilience: family support, economic resilience, and commitment. This study aims to reveal the factors that correlate with the family psychological resilience of Muslim university staff in Indonesia. This study uses a quantitative approach with correlational methods. This research involved 324 Muslim university staff in Indonesia as respondents. The research instruments used were the Family Support Scale, the Family Economic Resilience Scale, the Family Commitment Scale, and the Family Psychological Resilience Scale. Furthermore, the research data analysis used partial least squares structural equation modelling (PLS-SEM) analysis. The results of this study indicate that family support, family economic resilience, and family commitment have a positive correlation and a significant connection with family psychological resilience. These three factors need to be considered in improving the family psychological resilience of Muslim university staff in Indonesia.
PENGAPLIKASIAN PENDEKATAN KONSELING REALITY THERAPY DALAM MEMBANGUN RASA TANGGUNG JAWAB
Zulfikar Fadhlullah;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3276
Tanggung jawab adalah aspek penting dalam kehidupan kita. Ini melibatkan kesadaran tentang tugas dan kewajiban yang kita miliki terhadap diri sendiri, orang lain, dan masyarakat secara luas. Namun, pada kenyataannya, banyak orang tampaknya kekurangan rasa tanggung jawab dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Dalam masyarakat modern, fenomena kurangnya rasa tanggung jawab semakin merajalela. Tanggung jawab terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan merupakan komponen penting dalam membangun hubungan yang sehat dan menciptakan perubahan positif dalam kehidupan. Namun, banyak orang tampaknya kekurangan rasa tanggung jawab. Salah satu pendekatan konseling yang berfokus kepada pemebentukan sasa tanggung jawanb adalah pendekatan reality therapy. Pendekatan reality therapy adalah salah satu pendekatan dalam bidang konseling yang menekankan pada pengalaman dan tanggung jawab individu terhadap kehidupan mereka. Dalam konteks tanggung jawab, pendekatan ini berfokus pada kesadaran dan pengakuan individu terhadap peran dan tanggung jawab mereka dalam menciptakan perubahan positif dalam hidup mereka.
MEREDUKSI FOMO PADA ERA SOCIETY 5.0 MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSELING KOGNITIF BEHAVIORAL
Rizki Kurniawan;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3399
Kondisi kesehatan mental masyarakat dilaporkan memburuk dengan sangat cepat saat ini. Meningkatnya kecanduan platform media sosial adalah salah satu elemen yang berkontribusi terhadap masalah tersebut. Akibat kecanduan, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa masalah Fear of Missing Out (FOMO) semakin meluas di kalangan mahasiswa. Ketika kita memiliki akses ke perangkat seluler dan aplikasi yang disertakan dengan platform media sosial, akan ada banyak konsekuensi positif dan negatif dalam hidup kita. Ini adalah fenomena yang terjadi di masyarakat kita saat ini. Selain itu, karena dampak negatif dari kedua masalah kesehatan mental ini, banyak dari kita yang terkena dampak langsung dari penyakit ini, meskipun kita belum mengetahui fakta ini. Ini adalah kasusnya meskipun faktanya kita tidak menyadarinya. Analisis Fear of Missing Out (FOMO) adalah fokus dari proyek penelitian ini, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana model konseling terapi perilaku kognitif diterapkan untuk melakukan analisis FOMO. Pendekatan penelitian ini terdiri dari tinjauan literatur yang dilakukan sebelumnya. Sebagai hasil dari penelitian ini, dikembangkan konsep aliran kondisi personal yang mengalami fomitus, dan merupakan hal yang dapat dielaborasi pada penelitian-penelitian selanjutnya yang lebih mendalam. Berdasarkan temuan penelitian ini, model konseling cognitive behavioral treatment (CBT) berpotensi untuk dimanfaatkan dalam proses mengkategorikan perkembangan kondisi simtomatik (FoMO) pada setiap individu secara umum.
PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY DALAM MENGOPTIMALKAN KEMATANGAN EMOSI PADA PASANGAN YANG MENIKAH DI USIA DINI
Tri Ulviani;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3324
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara mengoptimalkan kematangan emosi pada pasangan yang menikah di usia dini dengan pendekatan cognitive behavioral therapy. Tinjauan literatur dan studi literatur digunakan dalam penulisan artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi cognitive behavioral therapy sangat tepat penanganan kasus ini karena terapi perilaku kognitif, suatu bentuk psikoterapi, menekankan kesadaran sosial dan pemecahan masalah dalam hubungan interpersonal sambil berfokus pada pemikiran dan tindakan yang menyertai masalah kesehatan mental. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa dalam pernikahan, suami dan istri sering berinteraksi, sehingga diperlukan kematangan emosi untuk keberhasilan interaksi. Pertimbangan dan perasaan yang salah pada akhirnya akan mempengaruhi cara berperilaku individu, sehingga mereka dianggap memerlukan membutuhkan terapi intervensi psikologis dalam siklus mental dan perilaku untuk mendapatkan perubahan dalam pemikiran, perasaan, dan perilaku. Dalam terapi perilaku kognitif (CBT), metode yang sering digunakan adalah: 1) mengendalikan keyakinan irasional; 2) biblioterapi; 3) mencoba menggunakan; 4) mengulang; 5) mengukur perasaan; dan 6) menahan pikiran Berpikir positif dan bahagia terkait dengan pendekatan terapi perilaku kognitif (CBT)
KONSELING RELITAS UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI DIRI SISWA: LITERATURE REVIEW
Rachman Hakim;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3406
Saat ini, sejumlah besar siswa masuk dalam kategori memiliki tingkat ketahanan yang rendah; Oleh karena itu, diperlukan layanan bimbingan dan konseling yang mengambil pendekatan konseling realitas. Pengembangan resiliensi yang lebih besar di kalangan siswa adalah tujuan dari implementasi konseling realitas. Dalam penelitian ini, digunakan metode studi literatur dengan pendekatan pengumpulan data yang memanfaatkan tinjauan berbagai referensi yang terhubung. Pelaksanaan treatment dengan menggunakan konseling realita dinilai efektif, berdasarkan hasil berbagai penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada diri konseli antara sebelum dan sesudah menerima treatment dengan menggunakan konseling. Berdasarkan hasil dapat disimpilkan bahwa Pelaksanaan konseling realitas sebagai sarana untuk mengatasi resiliensi individu menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pendidik BK untuk menyesuaikan dan mengembangkan kompetensinya sejalan dengan pergeseran norma budaya dan kemajuan inovasi teknologi. Serta dapat membantu siswa untuk meningkatkan resiliensi dirinya.
KONSELING INDIVIDU DENGAN PENDEKATAN PERSON CENTERED THERAPY UNTUK MENINGKATKAN IDENTITAS DIRI
Neni Elvira Z;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3340
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis identitas diri dengan memanfaatkan pendekatan person centered therapi dengan konseling individu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang menjelaskan secara rinci tentang pentingnya konseling individu dengan pendekatan person centered therapy untuk meningkatkan identitas diri. Sumber data penelitian adalah berita, artikel, dan publikasi jurnal yang dikumpulkan dengan memanfaatkan teknik dokumen. Hasil penelitian menunjukkan selama proses konseling individu, hubungan antara konselor dan klien hangat dan saling percaya, dan klien dipandang sebagai orang dewasa yang dapat mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab atas keputusannya sendiri. Ketika individu mengetahui dan memahami dirinya yang sebenarnya sesuai dengan keinginannya, konseling dengan pendekatan yang berpusat pada klien dapat membantu siswa meningkatkan identitas dirinya. Kesimpulannya bahwa konseling individual menggunakan terapi yang berpusat pada individu potensial untuk meningkatkan identitas diri klien. terapi yang berpusat pada individu memandirikan klien sehingga hasil konseling pun adalah hasil kerja keras dari klien.
MEMANFAATKAN SOLUTION-FOCUSED BRIEF THERAPY DALAM PERAWATAN KECANDUAN NARKOBA PADA REMAJA YANG PUTUS SEKOLAH: MEMBERDAYAKAN REMAJA DALAM PEMULIHAN
Denia Syapitri;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3372
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat Solution-Focused Brief Therapy dalam penanganan kecanduan narkoba pada remaja putus sekolah. Metode yang digunakan untuk pengkajian ini adalah studi literatur yang bersumber dari catatan, buku, makalah atau artikel, jurnal terkait kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, remaja putus sekolah, dan terapi singkat yang berfokus pada solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Solution-Focused Brief Therapy berpotensi untuk digunakan dalam pengobatan kecanduan narkoba pada remaja putus sekolah untuk memberdayakan remaja dalam pemulihan. Hal ini karena SFBT menggunakan serangkaian strategi tertentu untuk membuat penyesuaian kecil yang menguntungkan yang kemudian mengalir ke seluruh sistem klien untuk menghasilkan perubahan yang lebih signifikan dan tahan lama. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa remaja yang sudah putus sekolah dapat menggunakan pendekatan ini dengan bantuan seorang konselor. Teknik yang dapat digunakan seperti kalimat pengecualian, pertanyaan ajaib, pertanyaan skala, metode untuk mengalokasikan tugas ke sesi utama, dan terapi umpan balik/pujian klien.