p-Index From 2021 - 2026
19.042
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar EDUKASIA Jurnal Al-Tadzkiyyah DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam AL ISHLAH Jurnal Pendidikan Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies FOKUS: Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman qolamuna : Jurnal studi islam Jurnal Pendidikan Islam Iqra' Al-Hayat: Journal of Islamic Education Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Jurnal Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL EduReligia : Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal al-Murabbi TSAQAFAH Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Edification Journal : Pendidikan Agama Islam Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Jurnal Metaedukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan PUTIH JURNAL PENGETAHUAN TENTANG ILMU DAN HIKMAH Hikmah Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Asatiza: Jurnal Pendidikan Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan JPIn : Jurnal Pendidik Indonesia Academia Open AL-MUTTAQIN : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Al Hikmah: Journal of Education HUDAN LINNAAS: JURNAL ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA An-Nidzam : Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam Al-Fikru : Jurnal Pendidikan dan Sains Journal of Education Research Jurnal Kependidikan Islam Didaktika Religia Jurnal Penelitian Agama Southeast Asian Journal of Islamic Education Jurnal Mappesona Al-Fakkaar: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Arab ELOQUENCE: Journal of Foreign Language Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Concept: Journal of Social Humanities and Education PEKERTI Journal Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti Tadris: Jurnal Pendidikan Islam JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam International Journal of Law and Society Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Alfihris: Jurnal Inspirasi Pendidikan Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Jurnal Sains Student Research Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Interdiciplinary Journal of Education QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Cendikia Pendidikan Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Muhibbul Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi AT-TABAYYUN: Journal Islamic Studies Jurnal Budi Pekerti Agama Islam JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) JOIES (Journal of Islamic Education Studies) ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Jurnal Ilmiah Nusantara Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan Hudan Linnaas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Rabbayani: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Andragogi Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Al-Tadris: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Al-Hayat: Journal of Islamic Education International Journal of Interdisciplinary Research Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan AL TADIB : Jurnal Ilmu Pendidikan Reflektika
Claim Missing Document
Check
Articles

Optimizing Human Development: The Relevance of Hasan Langgulung's Concept of Islamic Education in the 21st Century Fadlillah, Nilna; Bakar, M. Yunus Abu; Assegaf, Abd. Rachman
Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 11 No 1 (2023): Islamic Educational Studies
Publisher : Graduate Program, Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/jppi.v11i1.1525

Abstract

This article is written to explain i) the concept of fitrah and khalifah from Hasan Langgulung's perspective, ii) Hasan Langgulung's Islamic education thought, and iii) the relevance of Hasan Langgulung's Islamic education concept to the development of human potential in the 21st century. The research method used in this research is qualitative-descriptive with the type of library research, with content analysis and interpretative methods. This research is expected to be the basis for designing progressive educational policies and forming individuals who can face the dynamics of change and challenges of the 21st century. According to Hasan Langgulung, in carrying out his responsibility as caliph, humans are equipped with various potentials (fitrah, human intellect, freedom of will, spirit, qalb, nafs) that need to be developed through education. Langgulung's concept of Islamic education emphasizes the development of human potential through the optimization of human intellect, creativity, the ability to work together, continuous education, and technology in education. In the 21st century, Hasan Langgulung's Islamic concept can be applied in forming "pious human beings" who are productive innovative, and contribute positively to building a "pious society". Keywords: Hasan Langgulung, 21st-century education, human potential, fitrah, khalifah
Integration of AI Chatbots in Islamic Religious Education: Potential and Challenges from a Doctoral Student Perspective Mohammad Sholeh; Evi Fatimatur Rusydiyah; M. Yunus Abu Bakar
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.5409

Abstract

This article examines the application of artificial intelligence (AI), particularly chatbot technology such as ChatGPT, in higher education, with a specific focus on Islamic religious learning.  The study involved 27 doctoral students from Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya, using a survey method to explore their perceptions of ChatGPT in Islamic religious learning. Data was obtained via Google Forms using purposive and convenience sampling techniques. The survey contains 28 questions covering various aspects of ChatGPT's uses, benefits, limitations, and ethical issues. Data analysis using SPSS software, including frequency analysis, mean, and reliability. The results show a high level of reliability and reveal that using ChatGPT can improve productivity, learning quality, and personalization. However, there are limitations such as a lack of context understanding, limited personalization capabilities, and the potential to hinder human-to-human interactions. In addition, students also raised concerns about ethical issues such as plagiarism, assessment fairness, data privacy, dependency, and information bias. This article provides insights into the use of ChatGPT in higher education and emphasises the importance of considering ethical aspects in its implementation. To mitigate the ethical risks that may arise from the use of ChatGPT in educational settings, it is recommended that institutions develop policies, provide education, and ensure the availability of adequate resources. The article also emphasises the need for ethical risk mitigation measures associated with the use of ChatGPT in the educational environment.
ANALISIS CARA BELAJAR MENURUT MADZHAB TEORI BELAJAR MODERN Abdillah Mahbubi; Sinta Nailul Latifah; M. Yunus Abu Bakar
Hudan Lin Naas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Hudan Linnaas Vol 4 No. 1, 2023
Publisher : Al-Amien Prenduan University, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/hudanlinnaas.v4i1.1126

Abstract

Madzhab teori belajar merujuk pada beberapa pandangan dan pendekatan dalam menjelaskan proses pembelajaran. Terdapat beberapa madzhab teori belajar yang terkenal dan banyak digunakan dalam konteks pendidikan, seperti behavioristik, kognitifistik, konstruktivisme, generatif, dan humanistik. Setiap madzhab teori belajar memiliki prinsip dan pendekatan yang berbeda dalam menjelaskan proses pembelajaran. Dalam pengajaran di kelas, teori belajar digunakan untuk merancang strategi pengajaran yang efektif, memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, dan meningkatkan hasil belajar siswa. Teori belajar juga digunakan sebagai landasan dalam penelitian empiris untuk menguji efektivitas dari masing-masing teori belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Tulisan ini membahas tentang pembetukan madzhab – madzhab tersebut. madzhab teori belajar dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran dan membantu guru dalam merancang strategi pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Tulisan ini juga membahas tentang beberapa kritik terhadap madzhab teori belajar, seperti ketidakmampuan untuk menjelaskan perbedaan individual dalam pembelajaran dan kurangnya perhatian terhadap konteks sosial dalam pembelajaran. 
Problem Pendidikan Islam di Era Kontemporer M. Yunus Abu Bakar; Intan Dwi Safitri; Salma Novi Safitri
MISTER: Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 1 No. 3b (2024): JULI (Tambahan)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v1i3b.1751

Abstract

Artikel ini membahas problem pendidikan islam yang mencakup berbagai bidang. Sementara di era kontemporer problem pendidikan islam condong mengarah salah satu bidang yang diklarifikasi menjadi 2 faktor : yang pertama, problem internal yaitu paradigmatik, dan kualitas para tenaga pendidik. Dan faktor yang kedua, problem eksternal yaitu teknologi di era globalisasi dan akulturasi budaya. Hal ini sebagai tantangan pendidikan islam dalam beradaptasi mengenai berbagai situasi atau kondisi disetiap perkembangan zaman. Dalam mengatasi problem pendidikan islam perlu adanya pihak petinggi yang memiliki wewenang tersebut yaitu menteri pendidikan dan staf-stafnya.Selain itu pula,tenaga pendidik dan masyarakat ikut berkontribusi dalam mengatasi problem pendidikan islam. Solusi dalam menangani problem pendidikan islam dibutuhkan kerjasama berbagai pihak dalam mewujudkannya, melalui terbentuknya kebijakan-kebijakan dalam memperbaiki kualitas pendidikan islam seutuhnya.artikel ini di bahas menggunakan metode penelitian berbasis kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan pendekatan sumber literatur seperti jurnal,artikel dan sumber literatur lainya.
Tujuan Pendidikan dalam Perspektif Islam M. Faiz Ahdan Hawari; Trya Imamatul Istiqomah; M. Yunus Abu Bakar
MISTER: Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 1 No. 3c (2024): JULI (Tambahan)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v1i2c.1818

Abstract

Pendidikan merupakan proses sistematis yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik untuk mencapai kematangan pribadi dan kemampuan berpikir. Fungsi utama pendidikan meliputi penyampaian pengetahuan, pembentukan karakter, dan persiapan peserta didik untuk berkontribusi pada masyarakat. Tujuan pendidikan mencakup pengembangan keterampilan, peningkatan pengetahuan, dan pembentukan nilai-nilai moral, sehingga menciptakan individu yang mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi positif dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentuk sikap kritis dan kreatif peserta didik, memfasilitasi pemahaman terhadap berbagai budaya, serta mengajarkan keterampilan sosial untuk berinteraksi secara efektif dalam masyarakat. Tujuan pendidikan mencerminkan aspirasi untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, memajukan keadilan sosial, dan menghasilkan individu yang memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai kehidupan. Dengan demikian, pendidikan menjadi landasan penting dalam mencapai perkembangan holistik dan pemberdayaan manusia. Pendidikan dalam perspektif Islam bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga merupakan upaya untuk membentuk akhlak dan karakter yang sejalan dengan ajaran agama. Fungsi utama pendidikan Islam adalah mendidik manusia agar menjadi insan yang bertakwa, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Tujuan pendidikan Islam melibatkan pembentukan akal, nurani, dan keterampilan praktis untuk mengarahkan individu menuju kesempurnaan spiritual dan sosial, sejalan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Dalam konteks Islam, pendidikan juga berperan sebagai wahana pengembangan intelektualitas dan pengetahuan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Tujuan pendidikan Islam mencakup pembentukan kepribadian yang adil, bijaksana, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pendidikan Islam juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan sebagai bentuk ibadah kepada Allah, serta mendidik individu untuk menjadi pemimpin yang berintegritas dan mampu memberikan kontribusi positif dalam membangun masyarakat yang berkeadilan. Pendidikan dalam perspektif Islam bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga merupakan upaya untuk membentuk akhlak dan karakter yang sejalan dengan ajaran agama. Fungsi utama pendidikan Islam adalah mendidik manusia agar menjadi insan yang bertakwa, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Tujuan pendidikan Islam melibatkan pembentukan akal, nurani, dan keterampilan praktis untuk mengarahkan individu menuju kesempurnaan spiritual dan sosial, sejalan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Dalam konteks Islam, pendidikan juga berperan sebagai wahana pengembangan intelektualitas dan pengetahuan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Tujuan pendidikan dalam perspektif Islam mencakup pengembangan individu secara holistik, dengan fokus pada aspek spiritual, intelektual, sosial, dan moral. Pendidikan Islam bertujuan untuk menciptakan manusia yang bertakwa, berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Selain itu, tujuan pendidikan Islam juga mencakup pembentukan kepemimpinan yang adil, pembangunan kemandirian, dan pemberdayaan umat melalui pengetahuan dan amal yang bermanfaat. Dalam esensinya, tujuan pendidikan dalam perspektif Islam adalah untuk menciptakan manusia yang menjadi khalifah di bumi, mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat.
Metode Pembelajaran dalam Perspektif Islam Rahma Sekar Nigrum; Athaya Yulidian; M. Yunus Abu Bakar
MISTER: Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 1 No. 3c (2024): JULI (Tambahan)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v1i2c.1821

Abstract

Metode pembelajaran menekankan pada pentingnya memahami konsep pembelajaran dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Selain itu, asas-asas dalam memilih metode pembelajaran dari perspektif Islam juga diperinci, termasuk asas teologi, filosofis, psikologis, sosial dan budaya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini mengkaji metode pembelajaran dalam perspektif Islam dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metodologi penelitian ini mencakup desain penelitian, sumber data primer, analisis data, dan kesimpulan. Penelitian ini diharap memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang pentingnya memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dalam konteks pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini menjadi rujukan bagi para akademisi dan pendidik Islam dalam memperkuat praktik pembelajaran yang berbasis nilai-nilai Islam.
Blended Literacy: Post-Pandemic Literacy Strategies at Integrated Madrasah Tsanawiyah Redite Kurniawan; Muhammad Yunus Abu Bakar; Ah. Zakki Fuad
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol. 6 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES)
Publisher : Faculty of Tarbiyah Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijies.v6i1.3326

Abstract

Due to the post-pandemic, madrasahs need effective literacy strategies to cope with the challenges posed by the situation. While some madrasahs may have implemented these strategies, they may be constrained by common issues. This study aims to analyze blended literacy activities to improve the literacy program at Integrated Madrasah Tsanawiyah after the Covid-19 pandemic. This research used a qualitative approach with a case study type. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data was analyzed by organizing, reducing, and interpreting data. Based on the study results, it is evident that the blended literacy strategy used at Integrated Madrasah Tsanawiyah combines offline activities (print-based and face-to-face) and online activities (technology and internet-based) in student literacy activities, both within and outside the madrasah to improve the quality of madrasah literacy. This study can provide a framework for other madrasahs or educational institutions to develop their blended activities literacy programs, particularly during times of crisis when traditional teaching methods may not be feasible.
Political Islam in the Old and New Orders: Actions and Reactions of Islamic Figures Versus the State (1945-1973) Imam Ibnu Hajar; M. Yunus Abu Bakar; Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol. 10 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/islam_realitas.v10i1.8103

Abstract

This article examines the political landscape during Soekarno's rule (referred to as the Old Order/Orde Lama) and the early years of Soeharto's regime (New Order/Orde Baru). For Islamic political activists, the period from 1945 to 1973 was particularly challenging. Both the Old and New Orders governments were wary of Islamic parties, often blacklisting and marginalizing them. Employing historical research methods, including source collection (heuristic), source criticism, interpretation, and historiography, this article is a type of qualitative research conducted through literature study. The sources used include books from various libraries and the author's personal collection, as well as journal articles and proceedings accessed online via Google Scholar. The study is further supported by theories and political approaches, this article explores the struggle of Islamic activists during the 1955 elections, which were the first in Indonesia's history. Despite their efforts, they faced defeat rather than success, particularly in their attempts to establish Islam as the state foundation. During the New Order, Islamic groups continued to struggle. The government's strict political stance viewed the continuous criticism from Islamic parties as rebellious, leading to further suppression and their restriction to a single party, the United Development Party (Partai Persatuan Pembangunan/PPP). Additionally, this article highlights the challenges faced by Islamic activists in advocating for political participation under the pressure of an authoritarian regime. Artikel ini mengkaji lanskap politik selama masa pemerintahan Soekarno (dikenal sebagai Orde Lama) dan tahun-tahun awal rezim Soeharto (Orde Baru). Bagi aktivis politik Islam, periode dari tahun 1945 hingga 1973 sangat menantang. Baik pemerintahan Orde Lama maupun Orde Baru berhati-hati terhadap partai-partai Islam, seringkali memasukkan mereka ke daftar hitam dan meminggirkan mereka. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, artikel ini merupakan jenis penelitian kualitatif melalui studi pustaka, sumber yang digunakan adalah buku-buku dari berbagai perpustakaan maupun milik penulis pribadi, serta artikel jurnal dan prosiding yang diakses secara online pada Google Scholar. Selanjutnya diperkuat teori dan pendekatan politik, artikel ini mengeksplorasi perjuangan para aktivis Islam selama pemilu 1955, yang merupakan pemilu pertama dalam sejarah Indonesia. Meskipun upaya mereka pada akhirnya harus menuai kekalahan ketimbang keberhasilan, terutama dalam upaya untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara. Selama Orde Baru, kelompok-kelompok Islam terus berjuang. Sikap politik pemerintah yang ketat menganggap kritik berkelanjutan dari partai-partai Islam sebagai pemberontakan, yang menyebabkan penindasan lebih lanjut dan pembatasan mereka pada satu partai tunggal, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Selain itu, artikel ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi aktivis Islam dalam memperjuangkan partisipasi politik mereka di tengah tekanan rezim yang otoriter.
Implementasi Teori Generatif Transformatif Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Abdillah Mahbubi; Nur Aqilah L. R. Opier; Arroyyanah F; M. Yunus Abu Bakar
An-Nidzam : Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/an-nidzam.v10i2.1127

Abstract

The implementation of transformative generative theory in learning Arabic is an interesting approach in developing Arabic understanding and skills. The transformative generative theory, developed by Noam Chomsky, provides a solid foundation for studying the syntactic structure and transformation of sentences in Arabic. This article reviews the implementation of transformative generative theory in the context of learning Arabic. We explain how this approach can help learners understand the rules of Arabic syntax in a systematic and structured manner. By studying the transformation patterns in Arabic, learners can recognize and apply the correct sentence structure. In addition, the implementation of transformative generative theory in learning Arabic can also help learners expand their vocabulary and improve communication skills. With a deeper understanding of Arabic grammar, learners can construct more complex and accurate sentences. However, it is important to consider individual needs and learning styles in implementing this approach. Every learner has different needs, therefore, teachers and instructors need to provide a learning environment that is supportive and relevant to maximize learner potential
Memahami Keterampilan dan Nilai Sebagai Materi Pendidikan dalam Perspektif Islam Andhin Sabrina Zahra; Alfi Manzilatur Rokhmah; M. Yunus Abu Bakar
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v2i3.914

Abstract

Skills include a variety of mental activities, such as thinking, reasoning and problem solving. Skills can be physical, cognitive, social and emotional. Physical skills involve motor coordination, balance and flexibility, while non-physical skills involve creativity, analysis and reasoning. Social skills include interaction and communication with others, while emotional skills are concerned with recognizing and managing emotions. Skills play an important role in education, helping students prepare for the complex challenges of an ever-changing world. Global competition demands the ability to compete and innovate, while the growth of soft skills such as communication and leadership is supported by skills education. Skills education in Islam emphasizes moral and ethical values, involving religious values, character and morality in individual development. The importance of skills in education creates individuals who are ready to face the future with success, both in career and personal life. Value education in Islam includes intellectual, moral and character aspects, forming individuals who are moral and able to live their daily lives according to religious teachings.
Co-Authors A, Achmad Faisol Abd Azis Tata Pangarsa Abdeljelil, Moncef Ben Abdillah Mahbubi Abdullah zaid Abdurakhmonovich, Yuldashev Azim Abdurrohim Abdurrohim, Abdurrohim Absor, Firdaus Ulul Addin Mustaqim Ah. Zakki Fuad Ahmad Abdur Rokhim AHMAD CHAFIDUT TAMAM Ahmad Fahresi Ahmad Makinun Amin Ahmad Zidqy Azmy Hilmani Ain, Hurul Aisa, Firda Akbari, M. Yudo Agresi Al-Ulya, Naila Nafahatus Sahariyah Alberto Edmund Feliciano H. P Alfi Manzilatur Rohma Alfi Manzilatur Rokhmah Alfi, Dewi Zainul Ali Mas’ud Ali Mudlofir Ali Musthafa Almi Novita Amir Hamzah Amir Mahmud Amir Maliki Abitolkha An Nisa Rahma Andhin Sabrina Zahra Anifa Wardah Apriliani, Widia Arif Rahman Arifuddin Arifuddin Arroyyanah F Assegaf, Abd. Rachman Astutik, Lutfiani Athaya Yulidian Athaya Yulidian Aulia Salsabila Ayu Ardila Ayu Nabilla Syaputri Ayu Shaumina Mubarokah Ayuningtias Yarun Az-Zahro, Fitri Charismaullah Azizatun Nafiah Azka, Sofiyyudin azmi, izzam Baharun, Hasan Bahri, Rosidi Brian Prilliano Cahyani, Desi Yati Wulan Celine, Devi Rofidah Chikmah, Khofshoh Roichanatul Chilya Nur Hidayah Choirul Anam Dedi Junaedi Dewi Khalwatus Salwa Dwi Tantri Indrajita Eka Firmansyah Evi Fatimatur Rusydiyah Fadlillah, Nilna Falihah, Nadiyah Al Fathirah, Annisaul Fathorrohman, Fathorrohman Fatihah, Nazilatul Fiqrotul Azizah Firdasari, Auliya Adiba Rahma Furqon, M. Rully Hadi, Mochammad Nur Hafidhotur Rohmah Hamdah Hanifah Hamidatul Ula Hana Zafira Zahra S Hana Zafira Zahra Subagyo Hasan, Ali Akbar Al Hendi Sugianto Henny Rahma Maulidina Hikmawati Rahayu Ika Oktaviani Ikrimah Manjilah Auliya Ilma Luthfia Maziana Imam Ibnu Hajar Imam Karya Bakti Imam Nasa’i Inayah Inna Zulfa Muhsinin Intan Dwi Safitri Intan Dwi Safitri Isabella Auralia Salsabila Jakiyem, Jakiyem Kamila, Farichatul Kamila, Khurun In Karim, Abdul Rahim Kasuwi Saiban Khabibatun Nisa Khofifah Dwi Wulandari KHOIRUN NISA Kholilullah, Mohammad Kholis, Nur Khurriyah , Nurul Kurniawan, Redite Kusaeri Lailatus Syarifah Lalu Nasrulloh Nasrulloh Lubis, Ardiansyah Luluk firdausiyah Luluk M. Ahim Sulthan Nuruddaroini M. Faiz Ahdan Hawari M. Fiqih Dwi Firmansyah M. Khoirul Huda Maghfiroh, Rohmatul Mahamid, Mochammad Nginwanun Likullil Maisyanah Maisyanah Maisyanah, Maisyanah Malika, Childa Mardiyah Mardiyah Marisa Amalia Hikmah Markus, Markus Mas'ud, Ali Masud, Ali Mas’ud, Ali Mas’udah, Laili Maulidah Syahrisyarifah Maulidatul Hasanah Maulindah, Dela Moh Asror Moh. Mahfud Moh. Zainal Abidin Aris Mohammad Mohan Mohammad Sholeh Mohammad Syamsul Maarif Mohammad ‘Ainul Fikri Mahmudi Mughni, Muhamad Syafiq Muhaemin Muhaemin Muhammad Achsin Muhammad Fatih Hidayatullah Muhammad hifdhul Islam Qur’aniy Zidna Muhammad Irfan Hasanuddin, Muhammad Irfan Muhammad Jawad Attaqy Muhammad Nurkholis Kholik Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi Muhsinin , Inna Zulfa Muniroh, Shofiyatu Zahrotil Mustain Mustain Mustofa, Moh. Ayyub Musyarofah, Umirul Nabila Nisa Azzahra Nadhief, Muhammad Ilham Nadia Ulya Wahidah Nafiah, Azizatun Nafis, Rasydan Mohammad Nailatuz Zamrudiah Najikhah, Devista Khoirun Nauroh Mahdiyyah Azhim Navisah Al Ainiyah Nawal Zahwa Dzakiyyah Nayyiroh, Azdatil Arifah Nihayatul Husna Nisa', Mas Ayu Ainun Nova Fitri Ananda Novi Mukhlishoh Novita, Almi Nur Aqilah L. R. Opier Nur Kholis Nur Silfiataun Hasanah Nuruzzaman, Muhammad Adib Oemar Muchtar Hakim Puspita Handayani Putri, Rika Triambarwati Diria Rahma Sekar Nigrum Rahma Sekarningrum Rahma Tiara Azzahra Ramdhani, Achmad Naufal Fajrur Redite Kurniawan Redite Kurniawan Rere Redjo Sasmito Ridhokusumo Rindu Amelia Ririn Inayatul Mahfudhoh Rizkika Qurroti A'yunina Rizqi, Muhammad Hadriq Ainur Rochmah, Zuliyatur Rofiqi, Rofiqi Rofiqoh, Nihayatur Roisah Maulidiyah Rohmah Roziqi, Ahmad Khoirur Rusdiyah, Evi Fatimatur Sa'adah, Nailis Salma Nabila Salma Novi Safitri Salma Novi Safitri Salsabela, Siti Nur Salma Salsabila, Nur ‘Aliyah Salwa Nala Rohmatal Izzah Salwa Zahrah Safiyah Samsul Ma'arif Savira Rahmania Sef, Widad Septa Nur Laila Ali Shofiatul Widad Sholihah, Ni'matus Shubhan Minan Nurir Rohman Shubhan Minan Nurirrohman Sinta Nailul Latifah Sirojuddin, Muhammad Siti Hanifah Siti Khoiriyah Siti Marfuah Siti Rahmatul Rizkiyah Siti Zahiroh Solikhah Mawadati Sri Bulan SRI BULAN Susilawati, Sinta Ayu Tasniem Salsabila Tobroni Tobroni Trya Imamatul Istiqomah Trya Imamatul Istiqomah Ulya, Vita Fitriatul Umar Faruq Umar, Abir Utien Kustianing Widad, Shofiatul Yarun, Ayuningtias Yeyen Afista Zahidah, Is’ad Churiyah Zahro’ Ummi Nashiifah Zai'muddin, Ahmad Kana Zainuddin Zakariyah Zuha El Widad Zuhrotus Saniyyah Zukhrufa Diana Azza Zulfa Kalimatul Fajriyyah Zuliyatur Rochmah Zulkarnain `Alin Nur Salsabila