Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan media PhET simulation dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dalam belajar fisika dan melihat perbedaan motivasi belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep dan motivasi belajar siswa setelah dilakukan penerapan model pembelajaran iquiri terbimbing dengan menggunakan PhET Simulation. Pengukuran penguasaan konsep menggunakan soal tes untuk pretest dan posttest sedangkan motivasi belajar siswa menggunakan instrumen angket motivasi setelah penerpan model pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Non equivalent control group Design atau desain penelitian kuasi-eksperimental dengan desain faktorial 1x2. Penelitian ini melibatkan semua siswa di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Teluk Batang. Sampel diambil dua kelas: kelas eksperimen, yang menerapkan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan bantuan PhET simulasi, dan kelas kontrol, yang menerapkan pembelajaran konvensional. Test penguasaan konsep dan Angket motivasi belajar adalah alat penelitian untuk menganalisis data penguasaan konsep digunakan pada uji Wilcoxon Signed Rank Test,Mann-Whitney dan Uji N-Gain, sedangkan motivasi belajar siswa menggubakan uji Mann-Whitney dan perhitungan effect size, dua jalur dengan taraf signifikansi 0,05 . Hasil dari penguasaan konsep peningkatan nilai pretest dan postest pada kelas eksperimen sedangkan perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas montrol terjadi perbedaan yang signifikan dengan signifikasi Sig (2-Tailet) < α. Untuk Motivasi belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan yang signifikan dengan tingkat perbedaan yang besar. Penelitian ini menentukan : (1) Bagaimana peningkatan penguasaan konsep siswa pada materi gelombang cahaya melalui penerapan model inkuiri terbimbing menggunakan media PhET simulation? (2) Apakah terdapat perbedaan motivasi belajar siswa pada materi gelombang cahaya melalui penerapan model inkuiri terbimbing menggunakan media PhET simulation dengan penerapan model konvensional?