Sanitasi lingkungan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan penyakit yang ditularkan melalui vektor. Kondisi lingkungan yang tidak terkelola dengan baik dapat mendukung berkembangnya berbagai vektor penyakit, salah satunya lalat rumah (Musca domestica) yang diketahui mampu membawa berbagai mikroorganisme patogen penyebab penyakit seperti diare, disentri, dan tifoid. Kawasan pelabuhan merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas manusia serta mobilitas barang yang tinggi sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan kebersihan lingkungan. Apabila pengelolaan sanitasi tidak dilakukan secara optimal, kondisi tersebut dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan lalat sebagai vektor penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi sanitasi lingkungan terhadap keberadaan vektor lalat di area sekitar Pelabuhan Ferry Kendari–Langara Kota Kendari tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional deskriptif dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 21 titik pengamatan yang berada dalam radius 100 meter dari area utama pelabuhan dan ditentukan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dengan menggunakan alat fly grill untuk mengukur tingkat kepadatan lalat serta lembar observasi sanitasi untuk menilai kebersihan lingkungan dan kondisi fasilitas jamban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi memiliki kondisi kebersihan lingkungan yang tergolong baik yaitu sebanyak 14 lokasi (66,67%), sedangkan 7 lokasi lainnya (33,33%) masih berada pada kategori kurang baik. Kondisi jamban yang memenuhi persyaratan sanitasi ditemukan pada 12 lokasi (57,14%), sementara 9 lokasi (42,86%) belum memenuhi standar. Pengukuran kepadatan lalat menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3,62 dengan nilai minimum 0,60 dan maksimum 7,80. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi sanitasi lingkungan, khususnya kebersihan lingkungan dan fasilitas jamban, berpotensi mempengaruhi keberadaan vektor lalat di kawasan pelabuhan.