Inequality in access to information and the representation of women in the media further reinforces their marginalization in environmental issues. Visual representation in film can serve as a tool for social critique as well as an important medium for voicing the roles and struggles of women who have long been marginalized. This study aims to analyze the representation of gender injustice and environmental degradation in the documentary Sexy Killers through an ecofeminist approach. Using a qualitative content analysis method, the research explores the narrative visual, and symbolic elements in the film to identify the relationship between women, nature, and patriarchal-capitalist power. Sexy Killers was chosen as the object of study because it explicitly presents the impact of energy industry activities on local communities, particularly women living in areas affected by coal mining and power plant development. The results show that women are the most affected by the exploitation of natural resources, in forms such as the loss of access to clean water and land, increased domestic workload, vulnerability to environmental health impacts, and marginalization from participation and decision-making spaces. The film also illustrates that women are not only victims but also play vital roles as agents of change and resistance. They emerge as community leaders in protests and public education efforts, demonstrating political and ecological capacities often overlooked in development discourse. These findings affirm that the ecofeminist approach provides a relevant and critical analytical framework for understanding the link between the domination of nature and the oppression of women. Moreover, this study emphasizes the importance of recognizing women’s roles in environmental issues and encourages their active involvement in sustainable and just development processes. AbstrakKetimpangan akses informasi dan representasi perempuan dalam media turut memperkuat marginalisasi mereka dalam isu lingkungan. Representasi visual dalam film dapat menjadi alat kritik sosial sekaligus medium penting untuk menyuarakan peran dan perjuangan perempuan yang selama ini terpinggirkan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ketidakadilan gender dan kerusakan lingkungan dalam film dokumenter Sexy Killers melalui pendekatan ecofeminisme. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi elemen naratif, visual, dan simbolik dalam film guna mengidentifikasi relasi antara perempuan, alam, dan kekuasaan patriarkalkapitalistik. Film Sexy Killers dipilih sebagai objek kajian karena secara eksplisit menampilkan dampak aktivitas industri energi terhadap komunitas lokal, khususnya perempuan yang hidup di wilayah terdampak tambang batubara dan pembangunan PLTU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan menjadi pihak yang paling terdampak dari eksploitasi sumber daya alam, baik dalam bentuk hilangnya akses terhadap air bersih dan lahan, meningkatnya beban kerja domestik, kerentanan terhadap dampak kesehatan lingkungan, hingga marginalisasi dalam ruang partisipasi dan pengambilan keputusan. Film ini juga memperlihatkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi korban, tetapi juga memainkan peran penting sebagai agen perubahan dan resistensi. Mereka tampil sebagai pemimpin komunitas dalam aksi-aksi protes dan edukasi publik, menunjukkan kapasitas politik dan ekologis yang sering kali diabaikan dalam wacana pembangunan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan ecofeminisme memberikan kerangka analisis yang relevan dan kritis untuk memahami keterkaitan antara dominasi terhadap alam dan perempuan. Lebih dari itu, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pengakuan atas peran perempuan dalam isu lingkungan, serta mendorong keterlibatan mereka secara aktif dalam proses pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.