Articles
Platform Guru Pembelajar Dalam Kemandirian Belajar Siswa
Sekarrini, Nastiti Zahra;
Supriatna, Nana;
Ma'mur, Tarunasena
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 13, No 1 (2024): Media Pembelajaran Digital dalam Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/factum.v13i1.62105
Research on the Teacher Learner platform in independent learning is based on the findings of researchers at research locations which shows the use of learning platforms in learning history, this learning platform is used by students to learn independently. The learning teacher platform created and used by one of the history subject teachers at SMA IT Pesantren Nururrahman, the teacher created and operated this platform with the aim of being a learning tool for students in the school environment and in the home envirinment. This study will describe how students learning independence using the learning teacher platform. The learning teacher platform is one of the media that can be used by students to learn independently with learning material that have been provided by, so that the learning teacher platform can support the growth of students learning indeoendence.
Boris Yeltsin: Era Pemerintahan Transisi Pasca Jatuhnya Uni Soviet
Firdaus, Rizal Esya;
Supriatna, Nana;
Tarunasena, Tarunasena
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 12, No 1 (2023): Kearifan Lokal dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/factum.v12i1.25610
This article is entitled "Boris Yeltsin: Era of Transitional Government Post-Fall of the Soviet Union". This article describes the efforts made by President Boris Yeltsin who was elected as the first Russian president and how his leadership in running the political wheel during the transition period. policy focuses on changing and accustoming society to democratic life. like the implementation of the economic liberalization program with one of them being the granting of privatization vochers. but as is the case with an unstable transition process, the test of democracy must be faced by transitional governments such as the turmoil of regions that want to free themselves and also the readiness of the people to quickly adapt directly to major changes that occur are considered quite difficult given the seventy years of previous government that still made an impression in people's lives. The method used is a historical method which includes heuristic steps, source criticism, interpretation and historiography. The conclusion I got was that the process of democratization programmed by Boris Yeltsin led to the introduction of a top-down model, one of which was reflected in the privatization program that gave rise to the elite or oligarchy as the most prominent group resulting from the democratization. This became a blunder for the second period of Yeltsin's government, the collapse of the ruble, the non-payment of the London Club's foreign debt, and the corruption scandal of the oligarchs (Mabatex) who were in Yeltsin's circle became a bad record in his era of leadership, compounded by his health that was getting worse and worse. get worse. That fact forced him to have to resign as President of Russia on December 31, 1999
Feminisme Sosialis: Gerakan Clara Zetkin dalam Perjuangan Identitas dan Kelas Perempuan di Jerman 1891-1917
Meylawati, Nur Insani;
Supriatna, Nana;
Darmawan, Wawan
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 12, No 2 (2023): Media Pembelajaran Sejarah berbasis Keterampilan Abad 21
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/factum.v12i2.38928
This research aims to conduct an in-depth study of the role of Clara Zetkin and the women’s movement in Germany. The main problem raised in this study is “How was Clara Zetkin’s struggle in the socialist women’s movement in Germany?” The research used the historical method through four stages: heuristics, criticism, interpretation, and historiography. For a more profound analysis, this research uses three theories: socialism, feminism, and social movement. Zetkin also combined feminist and socialist ideas in her movement. She brought the feminist-socialist idea as a weapon against capitalism that oppressed women, and she was not only focused on the gender issues but also on the social class problems. In her struggle, Zetkin used Die Gleichheit as a platform to educate female workers so that they could participate in the class struggle that led to the liberation of women.
Representasi Tionghoa dalam Buku Teks Sejarah Indonesia pada Materi Masa Hindu-Buddha: Analisis Wacana Kritis
Kurniawan, Hendra;
Supriatna, Nana;
Mulyana, Agus
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/historia.v6i2.56182
Peran Tionghoa dalam sejarah masa Hindu-Buddha muncul dalam buku teks Sejarah Indonesia kelas X SMA berdasarkan Kurikulum 2013 terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Narasi tersebut diharapkan mewacanakan nilai-nilai yang diperlukan siswa. Untuk itu, penelitian ini menganalisis praktik wacana yang dibangun dari representasi Tionghoa pada materi masa Hindu-Buddha dalam buku teks tersebut. Penelitian menggunakan metode analisis wacana kritis menurut Teun A. van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan narasi pada dimensi teks menghadirkan peran Tionghoa secara lugas dalam hal relasi perdagangan, pemanfaatan sumber sejarah, dan penyebaran agama Buddha. Kognisi sosial menampilkan persepsi Tionghoa sebagai pendatang yang berpengaruh bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Konteks sosial dihadapkan dengan fakta-fakta sejarah yang memberi pengakuan bahwa Tionghoa merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Simpulan penelitian menegaskan bahwa buku teks Sejarah Indonesia pada materi zaman Hindu-Buddha menarasikan Tionghoa berikut perannya dengan mengusung nilai penghargaan terhadap kebinekaan. Agar internalisasi nilai tersebut optimal, maka peran guru sangat diperlukan.
Internalizing the Values of the PNO Adat Kerinci as a Source of Social Studies Learning
Asnimawati, Asnimawati;
Supriatna, Nana;
Saripudin, Didin;
Ruhimat, Mamat
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33258/birci.v4i4.2966
This article aims to provide an overview of the results of research on the internalization of local wisdom values of the Kerinci community as a source of social studies learning in junior high schools. The method used is ethnography and action research. The results show that in the Kerinci Pno Adat there are 1) the Kerinci Pno adat contains the meaning of character education values which are used as guidelines for behavior by the community, 2) The values in the adat pno include religious values, social care and environmental care, 3) values in Pno adat can be used as a source of social studies learning. The important meaning contained in each traditional pno expression is very important to make social studies learning more meaningful. The importance of values in the Kerinci Pno Adat can be seen in two important things to students. First, the students' interest and passion for learning has increased. Second, teachers and books are no longer the main source of learning.
Pembelajaran sejarah maritim melalui media Banten harbour untuk peningkatan kesadaran multikultural
Nuhiyah, N;
Supriatna, Nana;
Yulifar, Leli
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v14i1.14698
Pembelajaran Sejarah maritim dapat menjadi sebuah langkah startegis bagi Indonesia untuk memahami dan menghargai keberagaman di Indonesia. Hadirnya Aplikasi Banten Harbour menjadi sebuah inovasi guna membumikan multiklturalisme Indonesia melalui sudut pandang historis serta penyajiannya melalui media pembelajaran yang kekinian, yaitu aplikasi android yang kini tengah digandrungi oleh siswa dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita di era revolusi 4.0. Artikel ini membahas bagaimana efektivitas aplikasi banten Harbour dalam meningkatkan kesadaran multikultural siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain The one group pre-test post-test design. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa terdapat penggunaan Aplikasi Banten Harbour selama 12 pertemuan telah memengaruhi perubahan hasil pre-test dan post-test kesadaran multikultural siswa dan penggunaan Aplikasi Banten Harbour terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran multikultural siswa dibuktikan melalui Uji Wilxocon dan Uji N Gain. Peningkatan kesadaran multikultural siswa juga terlihat pada perubahan siswa yang mengurangi sikap diskriminasi terhadap sesame teman, saling menghargai Bahasa daerah masing-masing dan semakin memahami berbagai perbedaan budaya melalui pembelajaran berbasis Aplikasi Banten Harbour ini. Selain itu, Aplikasi Banten Harbour juga dapat memotivasi siswa dalam belajar sejarah dan menjadikan pembelajaran sejarah lebih menyenangkan.
PEMBELAJARAN ARUMBA DI SANGGAR MUSIK BAMBU AWISADA KABUPATEN BANDUNG
Hakim, Agam Sri Maqnul;
Supriatna, Nanang;
Sutanto, Toni Setiawan
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 3, No 3 (2023): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/swara.v3i3.50430
Penelitian ini berjudul “Pembelajaran Arumba di Sanggar Musik Bambu Awisada Kabupaten Bandung” fokus permasalahan yang dikaji meliputi metode pembelajaran yang di terapkan, pemilihan media dan materi yang dilakukan dan hasil yang diperoleh dari kegiatan Pembelajaran Arumba di Sanggar Musik Bambu Awisada. penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan temuan penelitian, pembelajaran Arumba di sanggar Awisada mengacu pada tiga materi utama yakni teori dan harmoni musik, perawatan alat dan keterampilan bermain alat. Manfaat penelitian ini yaitu dapat memberikan inovasi dalam pembalajaran arumba.Kata kunci: pembelajaran, arumba, Sanggar Awisada
Penggunaan Quipper School Dalam Pembelajaran Apresiasi Seni Musik Barat Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Tasikmalaya (Penelitian Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Mata Pelajaran Seni Musik Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021)
Nurfitriani, Senni Agis;
Supriatna, Nanang
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 2, No 3 (2022): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/swara.v2i3.38405
Quipper School sebagai salah satu aplikasipenyedia konten edukasi secara digital memilikikeunggulan dalam mempertemukan guru dan siswauntuk belajar secara digital sehingga mempermudahproses belajar. Quipper school diharapkan mampumenjadi jembatan proses edukasi dimasa pandemicovid-19 ini, dalam hal ini dalam pengajaran apresiasi pertunjukan seni musik barat. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui peningkatan kompetensi apresiasiseni musik barat siswa menggunakan media pembelajaran quipper School di SMA Negeri 8 Tasikmalaya.Alasan penelitian ini adalah dikarenakan rendahnya apresiasi siswa terhadap pertunjukan musik barat yang ditunjukan dengan rendahnya nilai siswa dalam pertunjukan musik barat. Dengan demikian, diperlukan adanya perbaikan dalam proses pembelajaran, diantaranya dengan pemanfaatan media pembelajaran quipper school. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakanmetode classroom action research dengan 2 siklus. Temuan dalam penelitian ini berdasaarkan format observasi untuk mengukur keaktifan, keseriusan dandisiplin siswa serta tes. Rata-rata nilai untuk materiapresiasi seni musik tentang pertunjukan musik baratpada siklus I sebesar 76,8, dan siklus II sebesar 82,8 Dengan demikian, skor perolehan siswa diatas nilaiKKM yakni 75,00. Ini berarti hipotesis penelitianditerima maka penggunaan media pembelajaranquipper school dapat memberikan pengaruh yang efektif terhadap materi apresiasi seni musik tentangpertunjukan musik barat, dan proses pembelajarandengan menggunakan penggunaan media pembelajaran quipper school telah berlangsungdengan baik.
PELESTARIAN KESENIAN GEMBYUNG DI PADEPOKAN DANGIANG DONGDO KABUPATEN SUBANG
Supriatna, Rica Nanda;
Supriatna, Nanang
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 3, No 3 (2023): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/swara.v3i3.31407
Penelitian yang berjudul “Pelestarian Kesenian Gembyung di Padepokan Dangiang Dongdo Kabupaten Subang” merupakan penelitian mengenai bagaimana sistem pewarisan yang terdapat pada kesenian tersebut khususnya di Padepokan Dangiang Dongdo Kabupaten Subang. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dekumentasi. Hasil temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa adanya kekhawatiran dari pendiri kesenian gembyung dangiang dongdo terhadap apresiasi masyarakat terhadap keseniann tradisional khususnya gembyung yang mulai mengalami penurunan sehingga terbentuknya tekad yang kuat untuk terus mempertahankan kesenian gembyung tersebut. Tidak hanya itu melakukan pengembangan namun tetap menjaga keaslian terhadap kesenian tersebut juga merupakan upaya agar kesenian gembyung ini dapat dikenal dan dapat terus dilestarikan.
METODE TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM MEMAINKAN GAMELAN DEGUNG KREASI DI SMPN 1 BAREGBEG
Novianti, Rahyuni;
Supriatna, Nanang;
Karwati, Uus
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 3, No 2 (2023): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/swara.v3i2.50432
Problems that occur in class VIII-A have difficulty playing the gamelan creations of the flower implengan song, then there are still many students who are less active and hesitate to ask the teacher so that students' skills are less focused. The purpose of this study was to determine the results of the application of the peer tutor method on students' skills in playing the waditra gamelan. The criteria for students who become tutors are students who have skills that are superior to others and have a friendly personality and a high sense of responsibility. The method used in this classroom action research is a descriptive method with a qualitative approach. The research subjects were all students of class VIII-A, totaling 28 students. The material taught is the song flower implengan created by Nano s. The positive impact of the application of the peer tutoring method is that students become confident, become active, friendships become more intimate, while the negative impact of the application of the peer tutoring method is that some tutors are not good friends with students. Thus, it is concluded that the peer tutoring method can improve the learning of gamelan gamelan creations in class VIII-A students of SMPN 1 Baregbeg.Keywords: skills, peer tutor method, degung gamelan creations