p-Index From 2021 - 2026
12.024
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Basicedu AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) eL.Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar Journal of K6 Education and Management Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal On Teacher Education (Jote) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar Journal of Education Research Jurnal Cakrawala Ilmiah Jurnal Basicedu ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains ARZUSIN: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Dasar Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi Borobudur Educational Review Indonesian Journal of Community Services Cel ITQAN: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan JGK (Jurnal Guru Kita) Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Education Method and Learning Strategy Science and Education Journal Social Science Academic Walada: Journal of Primary Education MARAS : Jurnal Penelitian Multidisplin Jurnal Pendidikan Rafflesia Jurnal Ilmiah Multidisiplin Joyful Learning Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Model PRADIPA Berbantuan Media Misi Lentera untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Kepercayaan Diri Murid Desy Aulia Utami; Diani Ayu Pratiwi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.847

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis dan kepercayaan diri murid dalam pembelajaran Bahasa Indonesia disebabkan oleh pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah, minim penggunaan model pembelajaran inovatif, serta belum optimalnya pemanfaatan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan berpikir kritis dan kepercayaan diri murid melalui Model PRADIPA berbantuan Media Misi Lentera. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam empat pertemuan pada 16 murid kelas III SDN 4 Selat Hulu. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model PRADIPA berbantuan Media Misi Lentera mampu meningkatkan berpikir kritis dan kepercayaan diri murid secara signifikan pada setiap pertemuan. Persentase keterampilan berpikir kritis meningkat dari 38% pada pertemuan 1 menjadi 94% pada pertemuan 4, sedangkan kepercayaan diri meningkat dari 25% menjadi 88%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa murid menjadi lebih aktif dalam menganalisis informasi, mengemukakan pendapat, serta berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, Model PRADIPA berbantuan Media Misi Lentera efektif digunakan untuk meningkatkan berpikir kritis dan kepercayaan diri murid dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Adaptasi Guru Senior Di SDN Pangeran 2 Banjarmasin Terhadap Digitalisasi Pembelajaran Pada Implementasi Kurikulum Merdeka Syaima Alya Aziza; Naila Ramadhania; Rizka Amelia; Julian Dwi Maulaya Gumay; Muhammad Maulana Faqih; Diani Ayu Pratiwi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana adaptasi guru senior terhadap digitalisasi pembelajaran dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Pangeran 2 Banjarmasin, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta menganalisis upaya sekolah dalam mendukung proses adaptasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru senior beradaptasi melalui pembelajaran mandiri, pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM), pelatihan, dan kolaborasi dengan rekan sejawat. Hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya kemampuan digital, kesulitan penggunaan teknologi, resistensi terhadap perubahan, serta keterbatasan sarana dan prasarana sehingga sekolah perlu mendukung proses adaptasi melalui pendampingan, pelatihan berkelanjutan, komunitas belajar, dan penyediaan fasilitas teknologi. Dengan demikian, keberhasilan adaptasi guru senior dipengaruhi oleh motivasi individu, dukungan sekolah, dan ketersediaan fasilitas yang memadai.
Analisis Kendala Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar Pada Era Transformasi Pembelajaran Muhammad Rafli Randhika Reifan; Fika Fitria; Rusmadi Rusmadi; Najwa Nur Aulia; Elsa Elsa; Diani Ayu Pratiwi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar pada era transformasi pembelajaran. Penelitian dilakukan di SDN Kuin Selatan 1 melalui metode kualitatif dengan teknik wawancara terhadap kepala sekolah sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka menghadapi beberapa kendala, terutama pada tahap awal penerapan. Kendala tersebut meliputi kesulitan guru dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan sistem pembelajaran dari pendekatan tematik menuju pembelajaran berbasis mata pelajaran, perubahan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran yang berpusat pada murid, serta keterbatasan sarana dan prasarana seperti smartboard, jaringan internet, dan gangguan listrik. Selain itu, guru juga memerlukan proses adaptasi dalam penggunaan teknologi pembelajaran dan pengelolaan media ajar yang sesuai dengan kebutuhan murid. Untuk mengatasi kendala tersebut, sekolah menerapkan strategi kolaboratif melalui rapat rutin, diskusi, dan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai sarana berbagi pengalaman dan peningkatan kompetensi guru. Implementasi pembelajaran berbasis proyek, seperti pembuatan lilin dari minyak jelantah, menjadi salah satu bentuk penerapan Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kreativitas dan kepedulian lingkungan murid. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan fasilitas, serta kerja sama antarpendidik dalam menghadapi perubahan pembelajaran di era transformasi pendidikan.
Inovasi Pembelajaran IPAS Melalui Model POTENSI Dan Media HOOPWALL Untuk Meningkatkan Critical Thinking Dan Naturalist intelligence Murid Sekolah Dasar Laila Nur Ummi; Diani Ayu Pratiwi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.718

Abstract

Keterampilan berpikir kritis dan kecerdasan naturalis murid sekolah dasar pada pembelajaran IPAS masih belum berkermbang optimal. Hasil observasi awal di kelas IVA SDN Teluk Tiram 1 Banjarmasin menunjukkan bahwa 59% murid belum mencapai KKTP, masih kesulitan memahami dan menganalisis masalah, serta kurang peduli terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis penerapan model POTENSI dan media HOOPWALL dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kecerdasan naturalis murid. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif pada 22 murid kelas IVA tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model POTENSI (Problem Based Learning (PBL), Team Game Tournament (TGT), dan Game Based Learning (GBL)) dan media HOOPWALL mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kecerdasan naturalis. Analisis kecenderungan menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis dari 41% menjadi 91% dan kecerdasan naturalis dari 64% menjadi 95%. Penelitian ini digunakan sebagai inovasi pembelajaran IPAS untuk mendukung keterampilan abad ke-21 murid sekolah dasar.
Model PROVIDER Dengan Media Smart Flip-Book: Meningkatkan Critical Thinking Dan Kolaborasi Murid Sekolah Dasar Eliza Dea Firnanda; Diani Ayu Pratiwi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.719

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis (critical thinking) dan kolaborasi murid pada pembelajaran IPAS menjadi salah satu tantanggan yang perlu mendapat perhatian karena kedua keterampilan tersebut merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model PROVIDER berbantuan media Smart Flip-Book dalam meningkatkan keterampilan critical thinking dan kolaborasi murid kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada 19 murid kelas IV UPTD SD Negeri 2 Damit  pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 selama empat pertemuan. Penelitian dilaksanakan mengikuti model Kemmis & McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dilakukan melalui observasi dan evaluasi hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan critical thinking mengalami peningkatan dari 42% pada pertemuan pertama menjadi 95% pada periode keempat, sedangkan keterampilan kolaborasi juga meningkat dari 47% pada pertemuan pertama menjadi 95%. Dengan demikian, model PROVIDER berbantuan Smart Flip-Book efektif meningkatkan keterampilan critical thinking dan kolaborasi murid. Temuan ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mendukung peningkatan abad ke-21 pada pembelajaran IPAS.
Tantangan Dan Solusi Implementasi Kurikulum Merdeka: Studi Kasus Pada Salah Satu Sekolah Dasar Di Kota Banjarmasin Apriliani Apriliani; Nazwa Khalisa; Ahmad Busyairi Muslim; Latif Firdaus; Dhea Adella; Diani Ayu Pratiwi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.722

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Meskipun demikian, implementasinya di tingkat sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan strategi penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menganalisis solusi dan strategi yang diterapkan dalam pelaksanaannya di SDN Belitung Utara 3 Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan operator sekolah sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka telah diimplementasikan melalui pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik dengan mengintegrasikan pendekatan deep learning yang berlandaskan prinsip mindful, joyful, dan meaningful. Implementasi kurikulum didukung oleh kegiatan literasi, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta berbagai program pengembangan karakter. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman guru pada tahap awal implementasi, keberagaman kemampuan peserta didik termasuk siswa berkebutuhan khusus, keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran, tingginya tuntutan adaptasi guru, serta persepsi masyarakat yang belum sepenuhnya memahami Kurikulum Merdeka. Untuk mengatasi tantangan tersebut, sekolah menerapkan berbagai strategi seperti In House Training (IHT), Kelompok Kerja Guru (KKG), Komunitas Belajar (Kombel), pembelajaran berdiferensiasi, pemanfaatan media digital, serta penguatan komunikasi dengan orang tua. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan kolaborasi seluruh warga sekolah, dukungan sarana yang memadai, dan pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Pemerataan Pengalaman Belajar Berbasis Teknologi Pada Implementasii Kurikulum Merdeka Anadhita Setia Pradiska; Helvina Helvina; Syahida Nabila Arrifa; Ziska Auliya Azizah; Diani Ayu Pratiwi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.730

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut satuan pendidikan untuk menyelenggarakan pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta responsif terhadap perkembangan teknologi digital. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama berkaitan dengan kesiapan guru, pemanfaatan teknologi, dan pemerataan pengalaman belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis teknologi, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi sekolah, serta menganalisis strategi yang dilakukan dalam mewujudkan pemerataan pengalaman belajar di SD Negeri Tatah Pemangkih Baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara semi terstruktur. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan komite sekolah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah berupaya mengintegrasikan teknologi melalui penyediaan fasilitas digital, pelaksanaan komunitas belajar, pelatihan guru, serta kolaborasi antarguru. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa perbedaan kompetensi digital guru dan keterbatasan jaringan internet. Berbagai strategi yang diterapkan terbukti mendukung pemerataan pengalaman belajar berbasis teknologi bagi peserta didik. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru, evaluasi berkelanjutan, dan optimalisasi sarana prasarana teknologi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di era digital.
Kesiapan Sekolah Dasar Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Analisis Sarana, Kompetensi Guru, Dan Administrasi Digital Vina Niswatul Jannah; Noor Hidayah Safitri; Iin Seri Handayani; Fahmiyah Ilma Nafiah; Nor Elma; Diani Ayu Pratiwi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif tingkat kesiapan SDN Antasan Kecil Timur 3 Banjarmasin dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada dimensi kompetensi pedagogik guru, ketersediaan sarana prasarana, serta efektivitas administrasi digital. Di tengah upaya pemulihan pembelajaran (learning recovery) pascapandemi, transisi kurikulum menjadi tantangan krusial bagi institusi pendidikan di daerah urban untuk memulihkan ketertinggalan pembelajaran (Learning loss) (Akrimna et al., 2024). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kasus. Data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap Kepala Sekolah, Guru Kelas, dan Operator Sekolah sebagai informan kunci (Amanda et al., 2024). Teknik analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman (Safitri et al., 2025). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa SDN Antasan Kecil Timur 3 telah menunjukkan kesiapan strategis melalui penerapan pendekatan deep learning dan pembentukan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) untuk merancang Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) (Akrimna et al., 2024). Namun, kendala substansial ditemukan pada keterbatasan sarana prasarana fisik, rendahnya literasi digital guru senior yang memicu kecemasan teknologi (techno-anxiety),  serta hambatan teknis pada platform administrasi digital seperti Dapodik dan E-Rapor (Fauziyah et al., 2025; Triwahyuni et al., 2025). Upaya mitigasi dilakukan melalui optimalisasi Komunitas Belajar (Kombel) internal dan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) (Triwahyuni et al., 2025). Kesimpulannya, keberhasilan implementasi kurikulum memerlukan sinergi sistemik antara pengembangan SDM, pemenuhan sarana, dan stabilitas infrastruktur teknologi (Amanda et al., 2024).
Upaya Sekolah Dalam Mengoptimalkan Implementasi Kurikulum Merdeka Di Tengah Keterbatasan Sarana Siti Mahdalena Zahra; Neza Amalia; Ardella Juliawati Arifin; Aufa Salsabila Mufit; Ahmad Ahmad; Diani Ayu Pratiwi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya optimalisasi penerapan Kurikulum Mandiri di Sekolah Dasar Negeri Sungai Bilu 1, Banjarmasin, di tengah keterbatasan infrastruktur. Masalah utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK), rendahnya pemahaman guru tentang pembelajaran yang dibedakan, serta hambatan terhadap kemandirian belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun menghadapi kendala infrastruktur, sekolah telah berhasil mengoptimalkan kurikulum melalui berbagai strategi adaptif sejak tahun 2024, dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam. Strategi-strategi tersebut meliputi penyelenggaraan lokakarya rutin, penguatan komunitas belajar internal dan eksternal, pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar kontekstual, serta pembuatan alat bantu pembelajaran sederhana oleh para guru. Implementasi difokuskan pada pembelajaran berbasis proyek dan pengembangan keterampilan abad ke-21. Kesimpulannya, komitmen kepemimpinan sekolah, kreativitas pendidik, dan dukungan komunitas belajar merupakan faktor kunci yang memungkinkan keberhasilan implementasi Kurikulum Mandiri di sekolah-sekolah dengan sumber daya terbatas.
Strategi Adaptif SDN Pasar Lama 3 Dalam Mengatasi Keterbatasan Sarana Digital Pada Implementasi Kurikulum Merdeka Miftahul Fitriah; Nameira Melati Puteri; Niken Nur Aisyah; Riska Afini; Muhammad Rifa Adhitya; Diani Ayu Pratiwi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Pasar Lama 3 sebagai sekolah dasar inklusi yang memiliki keterbatasan fasilitas digital. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui strategi adaptif dan inovatif, seperti sistem penjadwalan bergiliran penggunaan papan interaktif digital, pemanfaatan media pembelajaran digital dan konkret secara hibrid, serta penguatan komunitas belajar antarguru. Pelaksanaan Program Pembelajaran Individual (PPI) bagi anak yang berkebutuhan khusus juga menunjukkan fleksibilitas kurikulum dalam memenuhi kebutuhan peserta didik yang sangat beragam. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek dan kontekstual mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah berperan penting dalam pengelolaan sumber daya, penguatan kolaborasi, serta pendampingan guru dalam implementasi kurikulum. Meskipun sekolah masih menghadapi tantangan berupa perubahan kebijakan kurikulum yang terus berlangsung dan keterbatasan fasilitas, penelitian ini menyimpulkan bahwa kreativitas, kolaborasi, dan kepemimpinan adaptif menjadi faktor yang paling penting dalam mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah inklusi.
Co-Authors A, Nurlaili Fitriyah AA Sudharmawan, AA Abdi, Muhammad Surya Ade Rahma Al Khafi Afiyanti, Irma Noor Agusta, Akhmad Riandy Agusta, Akhmad Riyandi Agustin, Ila Agustina, Fajariah AHMAD AHMAD Ahmad Busyairi Muslim Ahmad Ridho Ahmad Sauqi Ahmad Suriansyah Aina Aina Ainun Nafisah Ainun Nafisah, Ainun Aisa Kamila Putri Aisyah Aisyah Aisyah, Della Akhmad Riandy Agusta Akrimna Akyela, Nadya Pramesti Al-Qibthia, Vidianata Alfisyah Alfitri Neisya Almadani, Muhammad Seman Alpadhila, Gina Amalia Fitri Amalia, Fadhila Amalia, Rosida Amaliah, Nahdiatun Amalinda, Sry Amanda, Larasati Anadhita Setia Pradiska Anastasia Anastasia Andini, Mina Angela Ani Yulianti Anita Anita Aniyah, Naila Anshari, Muhammad Hafiz Apriliani Apriliani Apriliani, Alya Apriliani, Eka Diah Nur Ardella Juliawati Arifin Arifin Nur Budiono Arifina, Lutfi Azzah Arizky Zahra Arta Mulya Budi Harsono Aryanti, Maulida Aslamiah Aslamiah Aslamiah Aslamiah Asyifa, Tiara Nur Aufa Salsabila Mufit Aulia, Syifa Ayuningtias, Nan Ayuningtias, Nanda Aulia Aziza, Naila Azkiyah, Nur Azzahra, Dina Rizky Azzahra, Putri Natasya Bagus Aulia Iskandar Budi Harsono, Arta Mulya Budianti, Selvany Ayu Bulkis, Putri Damayanti, Putri Dwiyana Damayanti, Salsabilla Putri Damayanti, Sri Kurnia Darmawan, Muhammad Rifky Dessy Fendiyani Putri Desy Aulia Utami Dewi Kurniawati Dewi, Ratri Nur Kusuma Dewi, Ruspita Dhea Adella Diana Safitri Dina Fauziah Dwi Indah Lestari Eisy, Majdina Rakha El Eka Yuliana Eliza Dea Firnanda Elsa Elsa Fadhila, Hanum Istiqomah Azhar Fadhillah, Muhammad Hafiz Fahmiyah Ilma Nafiah Fathonah, Sharida Ratri Fathul Jannah, Fathul Faznur, Rakhmadaniati Febrianasari, Dewi Febrianti, Nadia Ferda, Selma Fika Fitria Firda Salsabilla Firlana, Hanif Firnanda, Eliza Dea Firza, Muhammad Fitriah Fitriah Fitriani, Agnesia Habibah, Noor Hafizah, Noor Hafizah, Rini Hafizhah, Hafizhah Hairina, Rasyida Fauzia Halisa, Siti Noor Haliza, Nur Hana Aisyah Khumairo Hartati Hartati Hayati, Hikmah Hayati, Miswar Hayati, Rusyifa Aina Helna, Hijjatul Helnisa, Nida Helvina Helvina Helwa Ayuni Herdayanti, Siti Herliani Hidayati, Ernita Rizka Hidayatul Afifah Hidayatullah, Muhammad Humaira, Nazwa Nanda Husniyah, Husniyah Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ifan Anom Bintoro Aji Iin Seri Handayani Ilami, Nur Ilmi, Muhammad Zainal Indriyati Irjus Indrawan Jariah, Siti Ainun Jati, Danang Kuncoro Johar Putriani Julian Dwi Maulaya Gumay Jum’ah, Jum’ah Kamil, Muhammad Fadhil Karmilla Ramadhanty Khairina, Najma Khairiyati, Nurlaila Dwe Khalisa, Najmi Nazarni Khalizah, Nur Kholillah, Siti Khomaeroh, Dewi Hosnul Khotimah Khusnul Hatimah Laila Nur Ummi Laila Salatiah Latif Firdaus Latifatunnisa, Latifatunnisa Lestari, Evi Maulidia M. Ziyan Takhqiqi Arsyad Madina, Raudhatul Maharani, Jihan Milanda Maharani, Sofie Dhiya Mahmudah, Nur Annisa Maidah, Titania Qhaifa Mailani, Eka Maulida Majidah, Nurul Malanita, Evatriana Marini, Fika Marliah Marsanda, Annisa Maulana, Akhmad Maulana, Muhammad Rasyid Maulida Irmayanti Maulida, Nadia Maulida, Rahmi Maulida, Ridhna Maulidah, Maulidah Maulidina, Dwi Meilana Mawaly, Nanda Khairul Mawardah, Novia Alifah Meldy Nursyalima Meylia Tiara Putri Miftahul Fitriah Miliyawati, Dina Mubarokati, Sari Mudah Mudah Muhammad Ahyat Rahliannor Muhammad Baqi Muhammad Fadhil Kamil Muhammad Firdaus Muhammad Idris Bakti Genprasetya Muhammad Iqbal Muhammad Maulana Faqih Muhammad Nabil Muhammad Rafli Randhika Reifan Muhammad Rifa Adhitya Muhammad Rizki Akbar, Muhammad Rizki Muhammad Tata Andriawan Muhsin Muhsin Mukhyar Mukhyar Mulpina Mulpina Munir, Muhammad Misbahul Musdalifah Musdalifah Muti, Syafrial Mutia Mutia, Mutia Nabila, Alya Nadia, Ira Naila Ramadhania Najwa Nur Aulia Nameira Melati Puteri Nashir, Muhammad Ajmul Nazira, Nazwa Nazmiatun, Siti Purida Nazwa Aprina Nazwa Khalisa Neza Amalia Ni Kadek Sabna Monika Niken Nur Aisyah Nisa, Hafidzatun Ni’mah, Wahidatun Noor Hidayah Safitri Noor Widad Aulia Rizky Noor, Maulida Kamaratih Nooraida, Dea Noorhapizah Noorkhalisah, Noorkhalisah Nor Elma Noraisyah, Noraisyah Norhayat Norhayat Norhayati Norhayati, Norhayati Nova Fitria Novaliana, Salsabilla Novi Damayanti Novianti, Witha Nugroho, Irmawati Eko Pratiwi Nupita, Rika Nur Hanifa, Elisa Nur Inayah Nur, Siti Hasny Nurhaliza, Resty Nurhanifah, Ilma Nurkhalida, Nurkhalida Nurliani, Putri NURUL HIDAYAH Octavia , Veniy Oktavia, Reza Nur Oktaviana, Nurhaliza Perdana, Muhammad Satria Yuda Pratama, Candra Eka Pratidina, Nadiya Anisa Prishananda, Nindia Zahwa Putera Kamarul Hidayat Putra, M. Aminullah Sriyono Putri, Dela Nesia Putri, Dinda Azahra Putri, Julianor Vatika Putri, Nayna Putri, Rahma Aulia Putri, Tiara Adelya Putri, Wini Amelia Putria, Nazwani Dwi Qithy Fathul Farchana R, Irayanti Rachmayantie, Alfia Nanda Raden Mohamad Herdian Bhakti Radhaina, Jannatul Radina Radina Rahmadani, Amira Puput Rahmadani, Nurul Syafa Rahmadaniyah, Nur Rahmah, Santia Rahmah, Yunita Rahmanita Ginting Raihan, Muhammad Ramadhani, Aulia Azizah Ramadhani, Muhammad Fahrizal Ramadhani, Nazwa Azkia Ramadhani, Octavia Ramadhanie, Annisa Ramadhayanti, Novia Ramadhini, Nurlayalia Ramdhani, Susanty Raudah Raudah Refika Refika Ridhati, Noor Hidayah Rifky, Muhammad Riska Afini Riska As Sevilla Riska Khadijah Rivada, Feby Suci Amanda Rivada, Feby Suci Firly Amanda Rizka Amelia Rizki, Muhammad Zaidan Rizky Zulfa Amelia Ruhama, Algina Rusda, Arini Rusmadi Rusmadi Rusmilawati Rusmilawati Sabila, Luqie Safira, Hikmah Safitri, Deta Saida Liani Salma Salma Saputra, M. Diki Sardela, Putri Sari, Ni Putu Devi Puspita Sari, Raihanah Sari, Ruli Merliana Sartika, Yana Saskia, Yola Sa’adah, Miftahus Sa’diah, Halimatus Sella Maulida Seman, Ahmad Sembiring, Ibrena Nalsal Angelika Sepriyani, Ika Septiawati, Ririn Setiadi, Metta Caroline Shafitri, Pirda Rizki Sin, Ishak Sinulingga, Am Sinulingga, Amelia Theresia Siregar, Rima Nur Azizah Siti Aminah Siti Fatimah Siti Jamilah Siti Mahdalena Zahra Siti Mutmainah Sitti Rachmawati Yahya Siyono Siyono Sri Mulyani Suci Afrida Sugiarto, Ajeng Rahma Suriansyah, Wildiana Rifqa Surianyah, Ahmad Suryani, Susantika Syafa Nafila Ramadhani Syafira, Nida Syahida Nabila Arrifa Syaifuddin, Agus Rifani Syaifudin, Agus Rifani Syaima Alya Aziza Syarifudin, Ahmad Syawaluna, Dea Annisa Syifa, Novanda Fara syifa, Nur Tajidin, Muhammad Taufik Arrahman Tri Ayu Saptaning Putri Tri Ayu Saptaning Putri Ulya, Mery Arrizqa Ummi, Laila Nur Utami, Cici Syifa Utami, Rizki Tria vchananda, Syalsyabila alisyia Vina Niswatul Jannah Widiawati, Olivia Widodari, Rose Widyatmoko, Suryo Wihandarti, Aura Permata Willson Gustiawan Yanti, Rahma Yogi Prihandoko Yulandra, Rianty Yulianita, Riska Yuliasari Yuliasari Yuniar, Tya Zahran, Zahran Zahratul Aulia Zahratuljannah, Adisty Zahroh, Fatimah Az Zain Ahmad Fauzi Ziska Auliya Azizah Zubaidah, Syifa Layli Zulfa Huriah Dina Kazimah Zulkipli Zulkipli ‘Azizah, Nisma Aulia