p-Index From 2021 - 2026
18.128
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Cakrawala Pendidikan TEKNIK Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Jurnal Reka Lingkungan SPEKTRUM INDUSTRI Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Jurnal Agroindustri Jurnal Ilmiah Teknik Industri Pharmacon Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan Journal of Governance and Public Policy RACIC : Rab Construction Research Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Biodjati Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal SOLMA Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Jurnal Laut Khatulistiwa Jurnal Pembelajaran Prospektif AGRITROPICA : Journal of Agricultural Sciences Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Indonesian Aquaculture Journal Jurnal Riset Akuakultur Media Akuakultur ENSAINS JOURNAL Jurnal Penamas Adi Buana Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Jurnal Segara FONDATIA Menara Perkebunan JISICOM (Journal of Information System, Infomatics and Computing) Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Jurnal Doktor Manajemen (JDM) Dinasti International Journal of Management Science International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Hasanuddin Journal of Animal Science (HAJAS) Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Enrichment : Journal of Management Buletin KKN Pendidikan PELAGICUS: Jurnal IPTEK Terapan Perikanan dan Kelautan Jurnal Peduli Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science) Journal La Lifesci Journal La Multiapp Jurnal Jendela Pendidikan Abditeknika - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Interdisciplinary Social Studies Jurnal Abdimas Sang Buana Journal mechanical and manufacture technology (JMMT) Empowerment Society MASTER: Jurnal Manajemen Strategik Kewirausahaan Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan Journal Of World Science Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian sudo Jurnal Teknik Informatika Jurnal Talenta Sipil Jurnal Abdimas Perbanas Jurnal Manajemen dan Perbankan (JUMPA) JAMAIKA: Jurnal Abdi Masyarakat Jurnal Pengabdian Mandiri Tedc Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Barakuda 45 Management Research Studies Journal Journal of Economics, Accounting, Tax and Management EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Jurnal Farmasetis Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development As-Syifa Journal of Islamic Studies and History RechtIdee Grimsa Journal of Science Engineering and Technology SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH Journal Of Law Sciences (Legisci) Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat EDUCENTER JURNAL PENDIDIKAN EKOBIS ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Branding: Jurnal Manajemen & Bisnis Jurnal Agripet Greenation International Journal of Law and Social Sciences IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Oikonomia : Journal of Management Economics and Accounting Journal of Renewable Engineering
Claim Missing Document
Check
Articles

Isolasi dan mikroenkapsulasi vitamin E dari crude palm oil sebagai sumber antioksidan bahan pangan Isolation and microencapsulation of vitamin E from crude palm oil as source of food antioxidant Irma KRESNAWATY; Asmini BUDIANI; . TRI-PANJI; . SUHARYANTO
Menara Perkebunan Vol. 80 No. 2: 80 (2), 2012
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v80i2.38

Abstract

AbstractIn order to increase  value added  and  to support downstream industry of  palm oil, minor components of the oil such as β-carotene and vitamin E should be utilized. Vitamin E is a high value  vitamin  that could be used as material for pharmaceutical and  neutraceutical products. Technological constraints encountered in the utilization of  vitamin E from CPO are lack of optimal extraction and purification method as well as the way to stabilize of the product. The research was conducted to find optimal extraction and purification method of vitamin E from CPO and microencapsulation method of vitamin E as pharmaceutical and neutraceutical product. The research showed that vitamin E could be recovered  from CPO by several steps process including saponification using NaOH, separation of unsaponificated  solution,  followed by dissolution using 2-propanol in hexane and extraction  using methanol. Raw extract of vitamin E was then purified by coloumn chromatography with stationary phase of silica gel and mobile phase (eluent) of petroleum benzene/ diethyl ether/acetic acid 70 : 30 : 0,2. Purified vitamin E could be collected as fraction 4-8. Vitamin E obtained  had  similar antioxidant activity as in pure vitamin E (Sigma) and vitamin C. Microencapsulation method could be conducted using arabic gum as coating material followed by spray drying and resulted IC50-DPPH value 132.55  ppm which considered middle activity category.AbstrakUntuk meningkatkan nilai tambah dan mengem-bangkan industri hilir minyak kelapa sawit (CPO), komponen minor minyak tersebut seperti vitamin E dan β-karoten perlu dimanfaatkan. Vitamin E merupakan produk bernilai ekonomis tinggi sebagai bahan farmaseutikal dan neutrasetikal. Kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan vitamin E dari CPO, yaitu belum tersedianya teknik ekstraksi dan purifikasi yang optimal dan cara memper-tahankan stabilitas vitamin E. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh teknik ekstraksi dan purifikasi vitamin E dari CPO dan teknik mikroenkapsulasi vitamin E sebagai bahan farmaseutikal dan neutrasetikal.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin E dapat diproduksi dengan beberapa tahapan yakni saponifikasi dengan NaOH, pemisahan lapisan pekat tak tersabunkan, pelarutan dengan2-propanol dalam heksana, ekstraksi dengan metanol dan pelarutan ekstrak dengan 2-propanol dalam heksana. Ekstrak kasar vitamin E dimurnikan dengan kromatografi kolom dengan fasa diam silika gel dan fasa gerak petroleum benzen/dietil eter/asam asetat = 70 : 30 : 0,2. Vitamin E dapat dimurnikan pada fraksi ke-4 sampai dengan ke-8. Aktivitas antioksidan vitamin E hasil ekstraksi tersebut setara dengan vitamin E murni (Sigma). Teknik mikroenkapsulasi vitamin E hasil ekstraksi dari CPO dapat dilakukan dengan penyalut gum arab dan pengeringan dengan spray dryer  yang menghasilkan anti-oksidan dengan aktivitas IC50 DPPH = 132,55 ppm yang termasuk kategori beraktivitas sedang.
Perangkat serologi untuk deteksi dini infeksi Ganoderma sp. pada kelapa sawit Serological device kit for early detection of Ganoderma sp. infection in oil palm . SUHARYANTO; Deden Dewantara ERIS; Haryo Tejo PRAKOSO; A H SARAGIH; T W DARMONO
Menara Perkebunan Vol. 80 No. 1: 80 (1), 2012
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v80i1.42

Abstract

AbstractBasal stem rot caused by Ganoderma sp. is the most destructive disease in oil palm that difficult to control because its early symptom could not be detected easily. Serological technique that could detect early Ganoderma sp. infection in quick, simple, and cheap manner should be developed as one component for integrated disease management. A diagnostic device based on dot immunobinding assay (DIBA) for early detection of Ganoderma sp. infection in oil palm had been observed at laboratory, greenhouse and field experiment. Study result revealed that serological technique could detect antigen protein extract of Ganoderma mycelium as much as 138 µg/mL. Basal stem of young seedling that artificially be inoculated by the pathogen could also be clearly detected. At field experiment, Ganoderma sp. infection in oil palm plantation was marked with colour marking based on its infection stadium level to the palm oil. The colours are green, yellow, red, black, and white stating that the plant are healthy, mild infection, heavy infection, very heavy infection, and dead, respectively. Field experiment result showed that serological device kit gave strong reaction to antigen extracted from root and stem at red marking plant. The antigen extracted from healthy plant (green marking plant) was the weak one indicating that the plant is starting to be infected although the symptoms are not yet visually observed. AbstrakBusuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh Ganoderma sp. merupakan penyakit paling penting yang sulit ditanggulangi pada tanaman kelapa sawit karena gejala dini serangan sulit diketahui. Teknik serologi yang mampu mendeteksi dini infeksi Ganoderma sp. secara cepat, sederhana dan murah perlu dikembangkan sebagai salah satu komponen dalam pengelolaan penyakit secara terpadu. Teknik serologi dalam bentuk perangkat diagnostik berbasis dot immunobinding assay (DIBA) telah dirakit untuk mendeteksi infeksi Ganoderma sp. pada skala laboratorium, rumah kaca, dan lapang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat diagnostik tersebut dapat mendeteksi ekstrak protein dari miselium Ganoderma sp sebesar 138 µg/mL. Keberadaan patogen pada bibit kelapa sawit yang diinfeksi buatan dapat dideteksi secara jelas dengan perangkat serologi tersebut. Deteksi tingkat infeksi Ganoderma sp. pada kebun kelapa sawit TM (skala lapang) dilakukan dengan mengambil sampel berdasarkan stadium infeksi (sehat, ringan, berat, sangat berat, mati) yang diberi kriteria warna hijau, kuning, merah, hitam, dan putih. Hasil uji di kebun kelapa sawit menunjukkan bahwa teknik serologi ini memberikan reaksi paling kuat terhadap antigen yang diekstraksi dari akar dan batang tanaman kriteria merah. Sedangkan reaksi paling lemah ditunjukkan oleh antigen yang diekstraksi dari tanaman kelapa sawit kode hijau yang mengindikasikan bahwa tanaman tanaman kelapa sawit di lapangan tersebut mulai terserang walaupun gejala penyakit belum terlihat secara visual.
Optimasi produksi diasilgliserol dari crude palm oil menggunakan lipase spesifik 1,3-gliserida dari Rhizopus oryzae TP-2 Optimation of diacylglycerol production from crude palm oil using specific lipase of 1,3-glyceride from Rhizopus oryzae TP-2 . SUHARYANTO; . TRI-PANJI; Urip PERWITASARI
Menara Perkebunan Vol. 79 No. 1: 79 (1), 2011
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v79i1.69

Abstract

AbstractModern lifestyle caused the increasing prevalence ofobesity that precedes degenerative disease such as coronarycardiovascular disease, hypercholesterolemia, stroke, anddiabetes mellitus. Use of healthy oil in the daily food diet couldreduce the risk of the disease. One of healthy oils that proved tobe useful for human health is diacylglycerol (DAG).Unfortunately, production of DAG in Indonesia is hampered bythe relatively high price of the lipase enzyme. To overcome theprovision of costly imported lipase in producing DAG, aresearch was conducted by employing crude extract of lipaseenzyme from an indigenous mold namely Rhizopus oryzaeTP-2. Crude extract of lipase enzyme from mycelium culturefiltrate was freeze dryed and used for crude palm oil (CPO)bioconversion through glycerolysis at various processcondition. The objective of this research was to determineoptimum variable of temperature, incubation time, amount ofsubstrate and pH in producing DAG from CPO using lipase ofR. oryzae TP-2. The reseach result showed that lipase fromR. oryzae TP-2 was proved to be specific at position of 1,3-glyceride as indicated by glycerolysis products i.e DAG/TAGratio 0.48 higher than that of FFA/TAG ratio 0.06. Optimumconditions for glycerolysis were at temperature 37 o C, pH 7,3 g of CPO substrate, and 18 hours of incubation time. DAGyield by this optimum condition reach as much as 20.76 % w/w.The lipase derived from this experiment produced DAG betterthan that of using imported commercially lipase enzyme ofRhizomucor meihei.AbstrakGaya hidup modern telah menyebabkan meningkatnyakasus kegemukan yang berdampak timbulnya berbagaipenyakit degeneratif seperti jantung koroner, hiper-kolesterolemia, stroke dan diabetes mellitus. Penggunaanminyak sehat (healthy oil) sebagai menu diet sehari-hari dapatmengurangi faktor risiko penyakit tersebut. Salah satu jenisminyak sehat yang terbukti berdampak positif pada kesehatanmanusia adalah diasilgliserol (DAG). Sayangnya, produksiDAG di Indonesia terkendala oleh mahalnya enzim lipasespesifik 1,3-gliserida yang masih harus diimpor. Untukmengatasi mahalnya enzim lipase impor dalam produksi DAGdari CPO, penelitian penggunaan ekstrak kasar lipase darikapang lokal Rhizopus oryzae TP-2 telah dilakukan. Ekstrakkasar lipase dari filtrat kultur miselium R. oryzae TP-2dikeringbekukan dan digunakan untuk biokonversi CPOmelalui proses gliserolisis pada berbagai kondisi reaksi.Penelitian bertujuan menetapkan peubah suhu, waktu, jumlahsubstrat dan pH optimum dalam produksi DAG menggunakanlipase dari R. oryzae TP-2. Hasil penelitian menunjukkanbahwa enzim lipase R. oryzae TP-2 bersifat spesifik1,3-gliserida yang ditunjukkan oleh nisbah DAG/TAG, yaitu0,48 lebih besar dari nisbah ALB/TAG yaitu sebesar 0,06.Kondisi optimum untuk gliserolisis CPO adalah waktu inkubasiselama 18 jam, suhu reaksi 37°C, jumlah substrat CPO 3 g, danpH reaksi 7. Hasil DAG pada kondisi optimum gliserolisisadalah 20,76 %. (b/b). Lipase R. oryzae TP-2 yang digunakandalam penelitian ini menghasilkan DAG lebih tinggi dari padalipase impor asal Rhizomucor meihei.
Pemurnian diasilgliserol dari produk gliserolisis minyak sawit mentah dengan kromatografi kolom Purification of diacylglycerol from glycerolysis products of crude palm oil using column chromatography . TRI-PANJI; . SUHARYANTO; Urip PERWITASAR
Menara Perkebunan Vol. 79 No. 1: 79 (1), 2011
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v79i1.71

Abstract

AbstractVegetable oil enriched with diacylglycerol (DAG) isknown as healthy oil. This oil is much more expensive thancooking oil. Production of DAG could be performed byglycerolysis process of CPO using specific lipase of 1,3-glyceride from Rhizopus oryzae mold. Product derived fromglycerolysis process of CPO is a mixture of DAG, mono-acylglycerol (MAG), free fatty acid (FFA) and residual ofunglycerolysed triacylglyserol (TAG). Therefore the DAGproduct has to be isolated from other components in order toget high purity of DAG. The objective of the research was topurify and to find out optimal concentration of DAG derivedfrom a mixture product of CPO glycerolysis at laboratoryscale experiment (total reactant for glycerolysis was93.8 mL) and semipilot scale experiment (10 times oflaboratory scale) using column chromatography with silicagel as stationary phase. The research showed that thehighest DAG content could be collected at fraction of 26 th i.e65%, while at semipilot scale experiment the highest contentof DAG (97%) was achieved at 64 to 66th fraction.Reglycerolysis of residual CPO only yielded 8.24%glycerolysis product which was much lower than that of thefirst glycerolysis reaching 46.67%. The highest DAG derivedfrom the second reglycerolysis product was achieved at 24 thfraction reaching 35.71 % .AbstrakMinyak nabati kaya kandungan diasilgliserol (DAG)dikenal sebagai minyak sehat (healthy oil). Minyak ini jauhlebih mahal dari minyak makan biasa. Produksi DAG dapatdilakukan dengan proses gliserolisis CPO menggunakanenzim lipase spesifik 1,3-gliserida dari kapang Rhizopusoryzae. Produk gliserolisis CPO triasilgliserol adalahcampuran DAG, monoasilgliserol (MAG) dan asam lemakbebas (ALB) serta residu triasilgliserol (TAG) yang tidaktergliserolisis. Oleh karena itu DAG yang terbentuk harusdipisahkan dari komponen lainnya agar diperoleh fraksi DAGdengan kemurnian tinggi. Penelitian ini bertujuan untukmemurnikan dan menetapkan konsentrasi DAG yang dapatdiperoleh dari gliserolisis CPO skala lab (total reaktan93,8 mL) dan skala semipilot (10 kali skala laboratorium)dengan kromatografi kolom menggunakan fase padat silikagel. Residu TAG dari gliserolisis pertama digunakan untukgliserolisis kedua atau gliserolisis ulang. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa fraksi DAG dengan konsentrasitertinggi diperoleh pada fraksi ke-26 yaitu sebesar 65%,sedangkan pada percobaan dengan skala semipilot (10 kaliskala laboratorium) diketahui bahwa konsentrasi DAGtertinggi (97%) diperoleh pada fraksi ke-64 sampai denganke-66. Gliserolisis kedua dari residu CPO hanya mampumenghidrolisis TAG menjadi campuran DAG, MAG danALB sekitar 8,24%, lebih kecil dari reaksi gliserolisispertama yaitu sebesar 46,67%. DAG tertinggi yang berhasildikumpulkan dari produk gliserolisis kedua adalah padafraksi ke-24 yaitu sebesar 35,71% .
Penggunaan enzim protease pada pengolahan lateks pekat DPNR sebagai bahan pembuatan sphygmomanometer Use of protease on the processing of concentrated latex DPNR as material for sphygmomanometer manufacturing . SISWANTO; . SUHARYANTO; Yoharmus SYAMSU
Menara Perkebunan Vol. 77 No. 2: 77 (2), 2009
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v77i2.82

Abstract

AbstractIn order to increase competitiveness in the international market especially in USA, the domestic industrial manufactures of latex dipping products have to meet the FDA requirement for protein standard that is 150 g protein/g. Use of cheap protease from an effective local sources will support the production of concentrated latex with low protein so that the end product will meet FDA prerequisite of standard protein. Local source of proteases from Bacillus sp. isolated from latex coagula serum (LCS), papain and bromeline were examinated their proteolytic activity using casein and casein mixed with LCS (1:1) as substrate. The best protease source will be applied to produce deproteinized natural rubber (DPNR) of concentrated latex, and furthermore used as raw material in producing sphygmomanometer at commercial scale. The objective of this research is to determine the best protease source and condition of optimum activity and its effectiveness for producing DPNR of concentrated latex as raw material for sphygmomanometer production. The result showed that Bacillus sp. K3 is the best isolate for protease producer with protease activity of 0.438 U/mL under room temperature (28-30oC) for three days. Of three sources of protease tested, papain was the most active one when casein was used as substrate. The used of LCS as substrate was not efficient because of the presence of protease inhibitor which could not be removed by heating at 100C for five minutes. The proteolytic activity of papain was optimum at room temperature 37C and pH 7.7-11 i.e achieved 0.6-0.7 U/mL. Sphygmomanometers component produced by concentrated latex non DPNR containing 0,27-0.31% total N and 445-710 g extractable protein/g, whereas sphygmo-manometers component produced by latex DPNR containing 0.18-0.28% total N and 79-103 extractable protein thus pass its protein content prerequisite of FDA (<150 g /g). Sphygmo-manometers component produced by con-centrated latex DPNR have physical properties such as tensile strength, modulus 300% and elongation at break better than conventional concentrated latex.AbstrakUntuk meningkatkan daya saing di pasar internasional khususnya Amerika Serikat, barang celup lateks alam produksi dalam negeri harus memenuhi standar protein yang ditetapkan oleh FDA yaitu 150 g protein/g. Penggunaan enzim protease dari sumber lokal yang murah dan efektif akan membantu dalam pembuatan lateks pekat rendah protein sehingga produk yang dihasilkan memenuhi standar protein yang disyaratkan FDA. Sumber enzim protease lokaldari isolat Bacillus sp. yang diisolasi dari serum bekuan lateks (SBL), papain dan bromelin diuji aktivitas proteo-litiknya dengan substrat kasein dan campuran kasein dan SBL (1:1). Sumber enzim protease terbaik digunakan untuk produksi lateks pekat deproteinized natural rubber (DPNR) dan selanjutnya lateks tersebut digunakan untuk percobaan produksi komponen sphygmomanometer skala komersial. Penelitian bertujuan menetapkan sumber protease terbaik dan kondisi optimum aktivitasnya untuk pembuatan lateks pekat DPNR dan komponen sphygmomanometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus sp. K3 adalah isolat terbaik dalam menghasilkan enzim protease yaitu mencapai 0,438 U/mL pada inkubasi suhu ruang (28-30oC) selama tiga hari. Dari ketiga sumber protease yang diuji, enzim papain menujukkan aktivitas terbaik ketika diuji dengan substrat kasein. Penggunaan subtrat SBL kurang sesuai untuk produksi protease karena adanya inhibit orprotease yang tidak bisa dihilangkan dengan cara pemanasan pada suhu 100C selama lima menit. Aktivitas enzim papain optimum pada suhu 37C dan antara pH 7,7-11, yaitu mencapai 0,6- 0,7 U/mL. Komponen sphygmomanometer konvensional yang dibuat dengan bahan baku lateks pekat non DPNR memiliki kadar N total 0,27-0,31% dan kadar protein terekstrak 445- 710 g/g, sedangkan komponen sphygmomanometer yang diproduksi dengan lateks pekat DPNR memiliki kadar N total 0,18-0,28% dan protein terekstrak 79-103 g/g sehingga memenuhi ambang batas yang ditetapkan oleh FDA yaitu <150 μg/g. Sifat fisika seperti tegangan putus, modulus 300%, dan perpanjangan putus komponen sphygmomanometer yang dibuat dari lateks pekat DPNR lebih baik dari pada lateks pekat non DPNR.
Optimisasi dan pemurnian IAA yang dihasilkan Rhizobium sp. dalam medium serum lateks dengan suplementasi triptofan dari pupuk kandang Optimization and purification of IAA produced by Rhizobium sp. in latex serum media supplemented with tryptophan from chicken manure Irma KRESNAWATY; Syeda ANDANAWARIH; . SUHARYANTO; . TRI-PANJI
Menara Perkebunan Vol. 76 No. 2: 76 (2), 2008
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v76i2.83

Abstract

Summary Concentrated latex effluent had not been economically utilized, consequently it had become source of environmental pollution and conflicts with surrounding community. Whereas, the concentrated latex effluent could be used as substrate for microbes growth media due to its high concentration of carbon and nitrogen. One of the economical benefits of growing Rhizobium sp. in this waste is the production of  indole acetic acid (IAA) that  can be used for plant promotion growth. The aims of this research were to get the optimal IAA production of Rhizobium sp. by optimizing its tryptophan supplementation through hydrolysis of chicken manure and to purify IAA produced using chromatographic method. The use of chicken manure directly caused the browning effect, therefore these experiments were carried out the variation of NaOH 2 N hydrolysis treatments to reduce the effect. Direct hydrolysis as the first media  was obtained by mixing latex serum and manure, and then this mixture was hydrolyzed. Meanwhile, separated hydrolysis was done by adding water to manure, being hydrolyzed, and divided to become second and third media. The second media  was made by mixing manure hydrolysate and latex serum directly, whereas in third media, hydrolisate was added with alum as coagulating agent. Rhizobium sp. was then inoculated to all media and incubated for 24, 48, and 72 hours in 27-30oC. IAA was analyzed by spectrophotometric method with Salkowsky reagent and Thin Layer Chromatography (TLC). IAA was then extracted with ethyl acetate and purified with silica gel column chromatography. The separated hydrolysis without coagulation (second media) produced the highest IAA concentration, that is 14.40 mg/mL, whereas IAA produced by direct hydrolysis (first media) was 14.13 mg/mL and 0.90 mg/mL for third media  during 48 hours. The fractionation result  for each mediums showed that the highest IAA distribution in first media  was the 12th fraction (38.70%), meanwhile in second media  was the 15th fraction (50.25%) and in the third  media was the 13th fraction (26.16%). Ringkasan Limbah lateks pekat saat ini belum di-manfaatkan secara ekonomis, bahkan menjadi sumber pencemaran lingkungan dan konflik dengan masyarakat sekitarnya. Padahal limbah lateks pekat dapat digunakan sebagai substrat pertumbuhan mikroba karena memiliki kandungan karbon dan nitrogen yang cukup tinggi.  Salah  satu  nilai  ekonomis yang dapat diperoleh dengan ditumbuhkannya Rhizobium sp. pada limbah tersebut, yaitu dihasilkannya asam indol asetat (indol acetic acid/IAA) yang dapat digunakan untuk memacu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan memperoleh produksi IAA optimal yang dihasilkan Rhizobium sp. dengan asupan triptofan dari hidrolisis pupuk kandang dan memurnikan IAA yang dihasilkan tersebut dengan metode kromatografi. Penggunaan pupuk kandang secara langsung menyebabkan efek pen-cokelatan, maka dilakukan variasi perlakuan hidrolisis dengan NaOH 2 N untuk mengurangi efek tersebut. Hidrolisis langsung sebagai medium pertama diperoleh dengan mencampur serum lateks dan pupuk kandang, sedangkan hidrolisis terpisah dilakukan dengan menambah pupuk kandang dengan air,  dan dibagi menjadi medium kedua dan ketiga. Medium kedua dibuat dengan cara  langsung mencampur hidrolisat dan serum lateks, sedangkan pada medium ketiga, hidrolisat diendapkan dengan alum sebagai bahan pengendap.  Kemudian ke dalam masing-masing medium diinokulasi  Rhizobium sp. dan diinkubasi selama 24 ,48, dan 72 jam pada suhu 27-30oC. Analisis IAA dilakukan secara spektrofotometri dengan metode Salkowski dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). IAA diekstraksi menggunakan etil asetat dan dimurnikan dengan kromatografi kolom silika gel. Hidrolisis terpisah tanpa pengendapan (medium kedua) menghasilkan IAA tertinggi, yaitu 14,40 mg/mL, sedangkan hidrolis langsung (medium pertama) menghasilkan IAA sebesar 14,13 mg/mL dan medium ketiga sebesar 0,90 mg/mL selama 48 jam. Hasil fraksinasi untuk masing-masing medium menunjukkan sebaran IAA tertinggi pada medium pertama berada pada fraksi ke-12 (38,70%), sedangkan pada medium kedua pada fraksi ke-15 (50,25%), dan pada medium ketiga ialah fraksi ke-13 (26,16%). 
Lipase spesifik 1,3-gliserida dari fungi lokal untuk biokonversi CPO menjadi diasilgliserol Specific lipase of 1,3-glyceride from indigenous fungi for bioconversion of CPO to produce diacylglycerol . TRI-PANJI; . SUHARYANTO; Nining ARINI
Menara Perkebunan Vol. 76 No. 1: 76 (1), 2008
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v76i1.90

Abstract

SummaryDownstream industry of palm oil producing specialty oil with higher economic value compared to that of CPO in Indonesia is less developed due to technical obstacle and the availability of supporting materials. Specific lipase 1,3-glyceride for example which is used for oleochemical processing of healthy oil production is still imported with relatively high price.  Healthy oil can be made from CPO bioconversion using the enzyme that produces oil rich in diacylglycerol (DAG). Although research on the production and the use of lipase has been well studied, production of specific lipase from microbes of local source is still very limited.  This article reports one part of the series of the research activities on bioprocess and genetic engineering approaches to produce specific lipase for bioconversion of CPO i.e optimization of 1,3-glyceride-spesific lipase production from fungi selected from local sources. Based on the fluorescence zone on the screening media, of the twenty isolates collection, it was found that P6 isolate, thereafter indentified as Neurospora sitophila, has the highest activity of 1,3-glyceride-specific lipase. The lipase of N.  sitophila was able to catalyze glycerolysis of triacylglycerol (TAG) in CPO to produce DAG. The bioconversion products of lipase yielding ratio of DAG/TAG was higher than ratio of free fatty acids (FFA)/TAG (0.12 > 0.08). The optimum condition of the enzymatic bioconversion was at 40 oC, pH 6, and 10-day incubation. The primary fatty acids on the DAG were oleic (56.2%), palmitic (40.0%), and myristic (2.7%) acids. The decrease of palmitic acid on DAG compared to on TAG, indicated that the lipase of N. sitophila worked relatively specific at C1 or C3 of the TAG.Kurang berkembangnya industri hilir yang menghasilkan minyak khusus yang nilainya berlipat dibandingkan CPO antara lain karena hambatan teknis dan ketersediaan bahan pendukungnya. Lipase spesifik 1,3-gliserida misalnya, yang digunakan untuk produksi minyak kesehatan, masih diimpor dengan harga relatif tinggi. Minyak kesehatan dapat diproduksi dari biokonversi CPO dengan lipase spesifik 1,3-gliserida hingga diperoleh minyak yang kaya kandungan diasilgliserol (DAG). Tulisan ini melaporkan optimasi aktivitas lipase spesifik 1,3-gliserida dari fungi isolat lokal terpilih. Berdasarkan zona fluoresens pada medium penapis lipase, dari 20 isolat fungi yang diuji isolat P6 yang kemudian diidentifikasi sebagai Neurospora sitophila memiliki aktivitas tertinggi dan bersifat spesifik 1,3-gliserida. Lipase N. sitophilamampu mengkatalisis gliserolisis triasilgliserol (TAG) dalam CPO untuk menghasilkan DAG. Lipase tersebut menghasilkan nilai perban-dingan DAG/TAG  lebih  besar  dari nilai perbandingan asam lemak bebas (ALB)/TAG (0,12 > 0,08). Kondisi optimum biokonversi enzimatis ini terjadi pada suhu 40 oC, pH 6, dan waktu inkubasi selama 10 hari. Asam lemak utama penyusun DAG adalah asam oleat (56,2%), palmitat (40,0%), dan miristat (2,7%). Berkurangnya asam palmitat pada DAG dibanding pada TAG menunjukkan bahwa lipase N. sitophila bekerja secara relatif spesifik pada C1 atau C3 dari gliserida.
Produksi IAA oleh Rhizobium sp. dalam medium sintetik dan serum lateks dengan suplementasi triptofan Indole acetic acid production by Rhizobium sp. on synthetic and latex serum media with tryptophan supplementation . SUHARYANTO; . TRI-PANJI; . GUSNANIAR
Menara Perkebunan Vol. 77 No. 1: 77 (1), 2009
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v77i1.105

Abstract

AbstractThe utilization of latex effluent to producebioproduct like indole acetic acid (IAA) willreduce amount of effluent, as well as effluentprocessing cost and produce an economicallyprofitable product. IAA could be produced bysome rhizosphere microbes that could grow onlatex effluent using L-tryptophan (Trp) as itsprecursor. The aim of this research is todetermine potential growth and capability of IAAproduction by Rhizobium spp. R6 and KT onsynthetic and latex serum media supplementedwith pure Trp and with litter poultry manure as acheap source of Trp. The research coveredexamination of IAA producing Rhizobia usingliquid synthetic media supplemented with 0.07g/L and 0.14 g/L Trp. The potential Rhizobiumsp. in producing IAA was then inoculated intolatex serum media supplemented with pure Trpand Trp from litter poultry manure. Result of theresearch showed that the highest IAA productionwas reached as much as 51.08 µg/mL in syntheticmedia supplemented with 0.14 g/L Trp inoculatedwith Rhizobium sp. R6. IAA could be producedas much as 6.63 µg/mL in pasteurizedundiluted latex serum media supplemented with0.14 g/L Trp. Using latex serum mediasupplemented with Trp from litter poultry manureshowed that Rhizobium sp. R6 could produce11.91 µg/mL. Supplementation of pure syntheticTrp in IAA production could be replaced withlitter poultry manure as a cheap source of Trp.AbstrakPemanfaatan limbah lateks menjadi produkbio seperti asam indol asetat (IAA), dapatmengurangi volume limbah, menekan biayapengolahan limbah, serta menghasilkan produkyang bernilai ekonomis. IAA dapat dihasilkanoleh beberapa mikroba rhizosfer yang mamputumbuh dalam limbah lateks dengan L-triptofan(Trp) sebagai prekursor-nya. Penelitian bertujuanmenetapkan potensi pertumbuhan dan produksiIAA oleh Rhizobium spp. R6 dan KT dalammedium sintetik dan serum lateks yangdisuplementasi Trp sintetik dan kotoran ayamsebagai sumber Trp murah. Isolat potensial dalamproduksi IAA kemudian ditumbuhkan dalammedium serum lateks pekat yang disuplementasiTrp murni dan Trp dari kotoran ayam. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa produksi IAAtertinggi diperoleh dalam medium sintetik olehRhizobium sp. R6, sebesar 51,08 µg/mL. IAAdapat diproduksi sebesar 6,63 µg/mL dalammedium serum lateks 100% + Trp 0,14 g/L yangdipasteurisasi. Dalam medium serum lateks yangdisuplementasi Trp dari kotoran ayam, produksiIAA Rhizobium sp. R6 dapat mencapai 11,91µg/mL. Suplementasi Trp murni dalam produksiIAA dapat digantikan dengan kotoran ayamsebagai sumber Trp yang mura
Biokonversi CPO dengan desaturase amobil sistem kontinu pada skala semipilot untuk produksi minyak mengandung GLA Bioconversion of CPO using immobilized desaturase in continuous system at semipilot scale to produce oil containing GLA . SUHARYANTO; . TRI-PANJI; M Irfani ABDULLAH; Khaswar SYAMSU
Menara Perkebunan Vol. 74 No. 2: 74 (2), 2006
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v74i2.111

Abstract

Summary Gamma linolenic acid (GLA) is a polyunsaturated fatty acid having high economic value as healthy oil. Research at laboratory scale showed that Absidia corymbifera and Rhizopus sp. fungi have the ability to increase unsaturation level of crude palm oil (CPO) and GLA formation through enzymatic bioconversion.  Stability of desatu-rase enzyme, especially ∆6 and ∆12 having significant role in this process could be enhanced by applying immobilization technique. The current research objective was to determine optimum process of CPO bio-conversion using immobilized desaturase enzyme using continuous system at semipilot scale to produce CPO containing GLA.  Crude  desaturase enzyme of A. corymbifera biomass was immobilized with zeolite particles and used for optimization of CPO bioconversion in continuous system at semipilot scale (15,000 mL per day). Optimization of bio-conversion conditions included flow rate of substrate, size of zeolite for immobilization, and enzyme stability during process.  The result showed that desaturase immobilized in small size particles of zeolite (1-3 mm) gave higher increase unsaturation level with average desaturase activity of 7.84 U, compared to that immobilized in larger zeolite  particles (8-10 mm), which reached average desaturase activity of 4.67 U.  However, the use of small zeolite particles often caused plugging substrate flow. The activity of immobilized desaturase in continuous  system was stable for 9-18 hours. Optimum flow rate of substrate using small zeolite particles (1-3 mm) was  850 mL/min, while that of using larger zeolite particles (8-10 mm) was 875 mL/min.  The bioconversion of CPO at optimum condition yielding 1.58% (w/w) GLA from initial concentration of linolenic acid 0.29%. RingkasanAsam γ-linolenat (GLA) merupakan asam lemak takjenuh majemuk yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai minyak kesehatan. Penelitian pada skala laboratorium me-nunjukkan bahwa Absidia corymbifera dan Rhizopus sp. memiliki kemampuan untuk me-ningkatkan ketidak-jenuhan minyak sawit mentah (CPO) dan menghasilkan GLA melalui biokonversi enzimatis. Stabilitas enzim desaturase, khususnya ∆6 dan ∆12yang berperan pada proses ini dapat ditingkatkan antara lain melalui teknik amobilisasi. Penelitian lanjutan ini bertujuan menetapkan kondisi optimum biokonversi CPO untuk menghasilkan minyak yang kaya akan asam lemak takjenuh majemuk, khususnya GLA menggunakan enzim desaturase amobil sistem kontinu pada skala semipilot.  Ekstrak kasar enzim desaturase asal biomassa fungi             A. corymbifera diamobilisasi dengan butiran zeolit dan selanjutnya digunakan untuk optimasi proses biokonversi secara kontinu pada skala semipilot (15.000 mL per hari). Optimasi proses kontinu meliputi laju alir substrat, ukuran butiran zeolit, dan stabilitas enzim selama proses. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa desaturase yang diamobilisasi pada zeolit berukuran kecil (1-3 mm) memberikan peningkatan ketidakjenuhan yang lebih tinggi dengan aktivitas rata-rata 7,84 U, dibandingkan dengan yang diamobilisasi pada zeolit berukuran besar (8-10 mm) dengan aktivitas rata-rata 4,67 U. Namun, penggunaan zeolit berukuran kecil sering menimbulkan sumbatan aliran substrat. Aktivitas desaturase amobil pada proses kontinu dapat bertahan selama 9-18 jam. Laju alir optimum substrat pada penggunaan zeolit berukuran kecil (1-3 mm) adalah 850 mL/menit, sedangkan pada penggunaan zeolit besar (8-10 mm) adalah 875 mL/menit. Biokonversi CPO pada kondisi optimum menghasilkan GLA 1,58% (b/b) dari kandungan asam linolenat awal 0,29%tration of linolenic acid 0.29%.
Produksi, isolasi dan karakterisasi superoksida dismutase dari Spirulina platensis yang dibiakkan dalam serum lateks Production, isolation, and characterization of superoxyde dismutase from Spirulina platensis cultured on latex serum . TRI-PANJI; . SUHARYANTO; Marini WIJAYANTI
Menara Perkebunan Vol. 77 No. 1: 77 (1), 2009
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v77i1.113

Abstract

AbstractSpirulina platensis is a blue-green microalgawhich is frequently used for food and feedsupplements and cosmetic active agent. Thismicroalga also produces a strong antioxidantnamely superoxide dismutase (SOD) used ascosmetic active agent for anti aging and anti freeradicals. SOD was isolated from S. platensis cellbiomass from local isolate grown on latex serumon semipilot (3.5 m 3 ) and pilot scale (40 m 3 )then dried with spray drying or sun drying andcharacterized. SOD was purified with sequentialtwo-stage sedimentation using ammoniumsulphate and fractionated in chromatographiccolumn containing Sephadex G 200. Thefractions were analysed to determine the activity,cofactor metal and amino acid composition of theantioxidant. The results showed thatsedimentation of SOD extract with 80%ammonium sulphate produced SOD with higheractivity compared to that of SOD fromcommercial S. platensis biomass. This SOD wassuccessfully isolated and purified. MetaloenzymeSOD was composed of subunits with molecularweight of 77.78; 71.74; and 19.2 kDa, whichcontained nine types of amino acids with tyrosineand lysine as the major amino acid components.Zn was the most predominant metal on SOD, thenfollowed by Fe and Mn. The main subunitcofactors consisted of Zn 72%, Fe 25%, Mn 2%,and Cu 1%, which were different from thesmall subunit that contained of Zn 55%, Mn 31%,Fe 14%, and Cu 4%. The stability of SOD wasachieved on pH 7.5 and temperature below 25 o C.AbstrakSpirulina platensis adalah mikroalga hijaubiru yang banyak digunakan sebagai suplemenpangan, pakan, dan bahan aktif kosmetika.Mikroalga ini juga menghasilkan antioksidankuat yaitu superoksida dismutase (SOD), yangmerupakan bahan aktif kosmetika anti penuaandini dan pencegah efek radikal bebas. SODdiisolasi dari biomassa sel S. platensis isolat lokalyang dibiakkan dalam serum lateks skalasemipilot (3,5 m 3 ) dan pilot (40 m 3 ) sertadikeringkan dengan cara pengeringan kabut(spray drying) atau penjemuran untuk kemudiandikarakterisasi. SOD dimurnikan dengan peng-endapan bertingkat menggunakan ammoniumsulfat dan dipisahkan dengan kolom kromatografiberisi Sephadex G 200. Hasil pemisahankemudian dianalisis untuk menentukan aktivitas,logam kofaktor serta komposisi asam amino antioksidan tersebut. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pengendapan ekstrak SOD denganSOD lebih tinggi dari SOD asal biomassaS. platensis komersial. SOD tersebut telahberhasil diisolasi dan dimurnikan. MetaloenzimSOD tersusun atas subunit dengan BM 77,78;71,74; dan 19,2 kDa, yang mengandungsembilan jenis asam amino dengan tirosin danlisin sebagai komponen asam amino utama.Logam yang dominan pada SOD adalah Zn,disusul kemudian Fe dan Mn. Kofaktor sub unitbesar terdiri dari Zn 72%, Fe 25%, Mn 2%, danCu 1%, berbeda dengan sub unit kecil yangmengandung Zn 55%, Mn 31%, Fe 14%, dan Cu4%. Stabilitas SOD S. platensis dicapai pada pH7,5 dan suhu di bawah 25 o Cammonium sulfat 80% menghasilkan aktivitas
Co-Authors . Gunawan . Gunawan . GUSNANIAR . SISWANTO A H SARAGIH A M Fauzi A W PAULUS Abda Abda Abdul Basith Abdul Latif Abdul Qadir Jailani, Abdul Qadir Abdullah, Agung Sobri Abdussomad, Abdussomad Achmad Sumbaryadi, Achmad Achmad Zainudin Achmad Zaki Adi Mulyana Adi, Catur Pramono Afrianti, Widia Agustiani, Sarifah Ahmadi, Muhamamad Airlangga Ahmadi, Nurdin Ainsani, Dinda Alya Aji Prasetyo Akbar, Mohamad Adha Akbar, R. Mohamad Adha Al-Farisi, Rifqi Ali Mustopa, Ali Amaly, Norsyam Ameliaratri, Rizky Amir Husaini Karim Amrullah Analius Giawa Andhika Cahyono Putra Andi Irawan Andryani, Novi Anggraini, Truly ANNISA MAULIDYA Anthon, Tino Asprilla Anwar, Aslam Nurdin Aprillia, Cindi Arief, I. I. Arifin, Ardimas Ariyanti, Nova Syafira Arrizki, Tria Aryanda, Rico Evan Asad, Mohammad Bagus Wiratama Asep Saefulloh Asmini Budiani Avantie, Chevia Altika Avid Inang Rum Ayu Ambarsari, Diah Ayu Wijayanti, Astrid Bakri, Reza Fauzi beny firman, beny Biantoro, Yudhi Bieng Brata Bisma Arianto Boyke Nugrahanto Cahyati, Jeni Nur Candiyansah, Rivaldlli Carika, Berliana Ninda Putri Cep Adiwiharja Chandra Wijaya Christina Menuk Sri Handayani Dadang Suherman Daifa Al Quthni, Muhammad Dede Firmansyah Saefudin Deden Dewantara ERIS Demas YogoPranoto, Demas Deni Suprihadi Desmar Panji Suryananto Desmiwati, Desmiwati Dewi Nuryani, Dewi Dewi, Astrid Komala Dewi, Mutiara Indah Nirmala Dewi, Priyantini Dharmawantho, Listio Dian Sutono, Dian Didik Ariyanto Djoko Santoso Djumala Machmud, Djumala Dolah, Rahayu binti Haji Dwi Haryanti, Dwi Dwiarta, I Made Bagus Dwikusuma, Agung Dyah Ari Wulandari Dyah Ari Wulandari Edi Soetrisno Edy Sulistiyawan, Edy Eka Firmansyah Ellianto, Mario Sariski Dwi Encep Rustandi Endang Sulistyowati Erick Nugraha Ery Nugraha Ery Nugraha, Ery Estiasih, Soffia Pudji Etfanti, Sulhan Eustasia Sri Murwati, Eustasia Sri Fachrudy Asj'ari Fadillah, Destya Nuryandara Fahmi, Amir Hadziq Fanani, M. Zainal Fatma Maruddin Fattah, Zihad Al Fauzi, Rifaldi Al Febriani, Irawati Ferdinant, Agung Fikri, Dzaki Firda DIMAWARNITA Flandrianto Sih Palimirmo, Flandrianto Sih Giyoto Goenaryo, Goenaryo Gymnastiar, Iman Ahmad Hadikaryana, Oscar Hadis, Aris Akhludin Hafid, Wahyu Hajrawati, Hajrawati Hakim, Khaerul Handayani, Sri Handayani, Sri Dewi Handri, Handri HAPPY WIDIASTUTI Harahap, Ahmad Saleh Hari Nugroho Harianja, Jonggi Haris, Dendi Hartanto, Soni Rudi Hartono Hartono Haryanto Haryanto Haryo Tejo PRAKOSO Hasan Basri Hedwigis Esti Riwayati Hendra Permana Hendra Permana Hendra Permana Heni Haryani Heni Haryani, Heni Herlina, R Lisye Herlina, R. Lisye Hermawan, Fajar Heru Purwanto Hidayat, R. Taufik Hutajulu, Jerry Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imron Imron, Imron Indah Lestari, Indah Indah N. D., Mutiara Indra Kurniawan Irma Badarina Irma Kresnawaty Irma KRESNAWATY Irman Hariman Irmawati Irmawati Ishak, Riswansi Istrianto, Kadi Jakasukmana, Munandar Jasman Jasman Jenih, Jenih Jentot Tugiyono Joni Haryadi, Joni Junirmart Girsang K Syamsu Kandagasari, Nanan Karima, Syafika Katharina Oginawati Khaswar Syamsu Kukuh Nirmala Kumalasari , Tety Kurahmadan, Taufik Kuramadan, Taufik Kurniawati, Diaz Kusuma, Eka Wisnu Kusumawardana, Kwica Guswantoro Kusumo Efyjanto, Tonny Kususiyah Kususiyah Laksamana, Patria Larasati, Rakhma Fitria Lingga, Thomson R Listyalina, Latifah Ludovikus, Ludovikus Luhulima, Martin Yermias Luluk Fauziah Lutfiyah, Luluk M Irfani ABDULLAH M. Ali Magdalena, Pamela Mahalla, Mahalla Malinda, Martina Efri Maman Hermawan Manurung, Edison Hatoguan Mardiah, Ratu Sari Mardiana, Sela Marheny, Titik Marini Wijayanti Mario Sarisky Dwi Ellianto Markonah, Markonah Marsia, Marsia Martha Suhardiyah Maryani Maryani Maryanto, Yanto Maulana Amirul Adha Mildawani, M. M. Tri Susetyaning Misuari, Muhammad Nur Mokhammad Isnaeni Bambang Setyonegoro Muhaimin, Muhammad Fadhil Muhamad, Azhar Muhammad Hafiz Adilla Muhammad Ikhwan Muhammad Iqbal Muhandis Sidqi, Muhandis Muliawati, Intan Murwati, Eustasia Sri Nabila, Shelvia Ariesta Nainggolan, Chandra Nana Suryana Nasliya, Raisa Nasmiarta, Zhafarina Malaha Nasution, Syahrial Nazari, Afifah Khonsa Ndricenning, I Mario Nevrita , Nevrita Ngangun, Tati Atia Nining ARINI Noerchoidah Novitanti, Linda Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Nugraha, Hendy Adiyat Nur Richana Nuramini, Tika Morena Nurfauji, Aditya Nurhasanah Nurhasanah Nurlaela, Eli Nurwijayanti Olfa Mega Oscar Hadikaryana Otremoles, Nanda P. Nababan, Sakti Pakpahan, Samuel Seprian Palimirmo, Flandrianto S. Pambudi, Wisnu Panjaitan, Ribka Sabarina Perangin-angin, Robet Permana, Agung Permana, Hendra Peronika, Tika Picaulima, Simon M. Prabowo, Primananda Prasetiyo, Didit Eko Prasetyo, Ahmad Pratiwi, Oklivia Nesia Prayitno, Muhamad Riyono Edi Prayogo, Arif Prayogo, Muhammad Nur Firdaus Primanita, Azizna Priyadi, Hermawan Gatot Purwadi Purwadi Putrama, Fala Putri, Naisya Putri, Zahra Regita Amelia R Widodo Triputro, R Widodo R. Lisye Herlina R., Satrya R.Lisye Herlina Raditiyanto, Satria Rahayu, Shilfiana - Rahmadhani, Annisaa Shafaa Rahmat Hidayat Raihan, Christianto Tri Rajaminsah, Rajaminsah Ramadani, Ririn Rasak, A. Nurul Mutiah Ratih Pujiastuti Ratnaningsih, Wahyu Ratung, Agustinus Apriyadi Hanggum Rawati, Sri Rebekah, Felicia Reza Ramadhan, Reza Rifqi Al-Farisi Rina Fariana Rina Shahriyani Shahrullah Riswandi Ishak Riza A PUTRANTO Romsyah Maryam Rosa, Tina Rossy FITRIA Ruchimat, Toni Rustananda, Dani S. Suripin Sagala, Viona Apriyanti Salasah, Rosmawati Salim, Chaterine Hermawan Samu, Markus Samu Sanusi, Achmad Saputra, Aman Saputra, Rizki Wahyu Sari Mardiah, Ratu Sari, Ratih Purnama Saripudin Saripudin Satwikanitya, Pani Sauri, R Supyan Sembiring, Adina S Setiani, Febri Setiawan, Rizki Bangun Setyaningrum, Leli Setyanto, F.A. Ricky Bayu Shinta PERMATASARI Sholiha, Husna Imro’atush Simanullang, Rio Prasetyo Simbolon, Bernas Siti Khotimatul Wildah Siti Samsiyah Siti Zuhriah Ariatmi Sitti Rahmah Soeboer, Deni Achmad Soepardi, Sugiono Sorongan, Fangky Sri Harini Sri Sangkawati Sachro Sriyana, Ignatius Styanto, F.A Ricky Bayu Styanto, F.A. Ricky Bayu Sudrajat, Danu Sugianto Sugianto Sugito - Sugriwa Husen, Eddy Suharto Suharto Suherman, Asep Irwan Sukamta Sukamta Sulaiman Sulaiman Sulaiman, N. B. Sumi Hudiyono Sunarto Sunarto Suparman Suparman Suprihadi, Deni Supriyanto, Angga Suryadi, Ade Sutisna, Adang Suwarni Suwarni Suzantry H, Yanolanda Su’udiyah, Rofiqoh Nur Syadevi, Wamida Ayu Nabila Syafia, Rima Syahbani, Muhammad Wahyu Syahruddin, A Syamsuddin Arif Syauqi Ilal Jinan, Achmad Syeda ANDANAWARIH Syifaya, Zulfa Aurellye Oldra T Haryono T W DARMONO T. Haryono Tabita, Marsela Nayla Taufik Baidawi, Taufik Taufik, Cevi Mochamad Taufiq Akbar Tedy Juliandhy Tedy Juliandhy Tiku, Mathius Titis Setyabudi Tony Susilo Wibowo Tri Harningsih, Tri Tri Lestari Tri Pambudi, Tri Tri Panji Tris Akbarillah Tugiyono, Jentot Ulansari, Ramadhani Ully Wulandari, Ully Untari, Puji Rahayu Urip PERWITASAR Urip PERWITASARI Urip Santoso Usman Usman Utaminingsih, Utaminingsih Uyuni Widiastuti Venia, Yelia Vita Budi Damayanti W, Warkianto Warkianto Widjaya Warnoto Warnoto Waryanto, Bambang Dwi Widhayani, Puri Setioningtyas Widjaja, Warkianto Widya Apriliah, Widya Widyatama, Radya Gading Wijaya, Junior Hendri Windarto, Andhang Wita, Nurul Kurnia WITRIANA ENDAH PANGESTI Woki Bilyaro Wulandari, Hesti Ulin Y., Indriarto Yasmiati Yasmiati Yeni Rahmawati, Yeni Yogi Himawan Yogopranoto, Demas Yohanes Ferry Cahaya Yoharmus SYAMSU Yoseph Tajul Arifin Yulianah Yulianah Yunia Dwie Nurchayanie Yunianto, SR Eko Yurike, Yurike Yusrizal . ZA, Sisma Zahra Zahra Zahrotun Nisa, Riza Zakaria, Fahri Zebua, C. K. N. Zidane, Rafli Maulana Zuhroh, Rena Sofyatus