p-Index From 2021 - 2026
16.255
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Cakrawala Pendidikan TEKNIK Jurnal Reka Lingkungan SPEKTRUM INDUSTRI Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Jurnal Agroindustri Jurnal Ilmiah Teknik Industri Pharmacon Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan Journal of Governance and Public Policy Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal SOLMA Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Jurnal Pembelajaran Prospektif BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil AGRITROPICA : Journal of Agricultural Sciences Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Riset Akuakultur Media Akuakultur ENSAINS JOURNAL Jurnal Penamas Adi Buana Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Jurnal Segara FONDATIA Menara Perkebunan JISICOM (Journal of Information System, Infomatics and Computing) Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Jurnal Doktor Manajemen (JDM) Dinasti International Journal of Management Science International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Hasanuddin Journal of Animal Science (HAJAS) Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Enrichment : Journal of Management Buletin KKN Pendidikan PELAGICUS: Jurnal IPTEK Terapan Perikanan dan Kelautan Jurnal Peduli Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science) Journal La Lifesci Journal La Multiapp Jurnal Jendela Pendidikan Abditeknika - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Interdisciplinary Social Studies Jurnal Abdimas Sang Buana Journal mechanical and manufacture technology (JMMT) MASTER: Jurnal Manajemen Strategik Kewirausahaan Journal Of World Science Jurnal Abdimas Perbanas Jurnal Manajemen dan Perbankan (JUMPA) JAMAIKA: Jurnal Abdi Masyarakat Jurnal Pengabdian Mandiri Tedc Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Barakuda 45 INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Management Research Studies Journal Journal of Economics, Accounting, Tax and Management EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Jurnal Farmasetis Innovative: Journal Of Social Science Research Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development As-Syifa Journal of Islamic Studies and History RechtIdee Grimsa Journal of Science Engineering and Technology SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH journal of Renewable Engineering Journal Of Law Sciences (Legisci) Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat EKOBIS ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Branding: Jurnal Manajemen & Bisnis Jurnal Agripet Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Greenation International Journal of Law and Social Sciences IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

Biosorpsi ion tembaga dalam limbah tailing menggunakan jamur pelapuk putih amobil Biosorption of copper ion in tailing mining effluent using immobilizede white-rot fungi Firda DIMAWARNITA; . SUHARYANTO; . TRI-PANJI1; Nur RICHANA; Achmad ZAINUDIN
Menara Perkebunan Vol. 83 No. 1: 83 (1), 2015
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v83i1.11

Abstract

Abstract         Copper and gold mining industry produce large amount of tailings effluent containing heavy metals such as Cu and Hg that will polute  environment and agricultural land, if it is not properly treated.  Effort in reducing pollution level and recovery of metal in tailing could be conducted with biosorption process using microbial cell as an absorbent agent. This study aims to determine the ability of selected white rot fungi (WRF) immobilized on empty fruit bunches of oil palm (EFB)  to absorb Cu (II) metals in tailing. Based on growth rate, ligninolytic enzymes activity, and the absorption capacity of heavy metals, the superior WRF candidate was Omphalina sp. The ability of biomass Omphalina sp. to decrease the con-centrateion of Cu (II) with an initial concentration of 150 ppm, up to 63%. Omphalina sp. that immobilized on TKKS was able to reduce Cu (II) as much as 66-77% at pH 4.0 for 60 minutes. Abstrak                Eksploitasi tambang tembaga dan emas banyak menghasilkan limbah tailing yang masih me-ngandung logam berat seperti Cu (II) dan Hg (II). Limbah tersebut berpotensi mencemari perairan dan lahan pertanian bila tidak ditangani dengan baik.  Usaha untuk mengatasi limbah tailing dan sekaligus memekatkan (recovery) logam di dalam-nya dapat dilakukan dengan proses biosorpsi menggunakan sel mikroba. Penelitian ini bertujuan menetapkan kemampuan biomassa jamur pelapuk putih (JPP) yang diimobilisasi pada tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dalam mengabsorpsi ion logam Cu (II). Metode biosorpsi logam yang digunakan dengan sistem batch dengan kadar logam 300 ppm, 200 ppm,dan 150 ppm. Hasil seleksi JPP berdasarkan laju pertumbuhan, aktivitas enzim ligninolitik, dan penyerapan logam berat telah  diperoleh   kandidat   JPP   unggul  yaitu Omphalina sp. Dalam media PDB,  Omphalina sp. toleran terhadap Cu (II) hingga konsentrasi 150 ppm. Kemampuan biomassa Omphalina sp. untuk penurunan konsentrasi Cu (II) dengan konsentrasi awal 150 ppm yaitu mencapai 63%. Omphalina sp. yang diimobilisasi dengan TKKS mampu menurun- kan kandungan Cu (II) sebesar 66-77%  pada pH 4.0 selama 60 menit. 
Produksi Spirulina platensis dalam fotobioreaktor kontinyu menggunakan media limbah cair pabrik kelapa sawit Production of Spirulina platensis in continous photobioreactor using palm oil mill effluent media . SUHARYANTO; . TRI-PANJI; Shinta PERMATASARI; Khaswar SYAMSU
Menara Perkebunan Vol. 82 No. 1: 82 (1), 2014
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v82i1.25

Abstract

AbstractCultivation of Spirulina platensis in an abundant available and inexpensive medium such as palm oil mill effluent (POME) will produce biomass and valuable active materials at competitive price.  Utilization of POME  will also reduce pollution level and support cleaned production.  The objectives of this research were to determine the dilution rate of  S. platensis and the reduction rate of pollution level of POME on continuous photobioreactor. Preliminary research was conducted by growing S. platensis on POME medium with various concentration, namely 25%, 50%, 75%, and 90% POME on batch system. The experiment was conducted in 1.2 L capacity continous photobioreactor using medium containing a mixture of POME and synthetic medium. Feeding rate was set up at 0.05 mL/5 sec. (dilution rate of  0.03 hr -1), 0,05 mL/10 sec. (dilution rate of  0.015 hr -1), and 0.05 mL/15 sec. (dilution rate of 0.01 hr -1). For optimum dilution rate, the experiment was scaled up eight times using 10 L capacity continous photobioreactor. The results showed that optimum growth rate of S. platensis (µmax) = 0.233, was achieved using medium consisting of 90% POME and 10% synthetic medium after two weeks. Dilution rate of 0.015 hr -1 on photobioreactor was the optimum dilution rate for growth of S. platensis as well as for decreasing polution level of POME. The result of the eight-times scale up photobioreactor using flow rate of 0.4 mL/10 sec and dilution rate of 0.015 hr -1 showed that the growth of S. platensis was relatively constant as reflected by the OD value of the suspension culture and the concentration of cellular biomass. At the optimum condition, production of S. platensis biomass was 0.267g/L and pollution level was decrease 24%. The rate of outflow also resulted the constant decrease of polution level based on total carbon (TC), total dissolve solid (TDS), dissolve oxygen (DO), BOD, and COD parameters indicating that  continuous photobioreactor was running at steady state.Abstrak Kultivasi S. platensis dalam media yang tersedia me-limpah dan murah seperti limbah cair pabrik kelapa sawit (LC-PKS) akan menghasilkan biomassa dan bahan aktif bernilai ekonomi tinggi dengan harga kompetitif. Pemanfaatan  LC-PKS  juga  akan  mengurangi  dampak pen-cemaran lingkungan dan membantu menciptakan sistem produksi bersih. Penelitian ini bertujuan menetapkan laju dilusi optimum per-tumbuhan S. platensis dan laju penurunan tingkat cemaran LC-PKS pada fotobioreaktor sistem kontinyu. Untuk mengukur laju alir sistem kontinyu, pertama S. platensis ditumbuhkan pada media LC-PKS 25%, 50%, 75%, dan 90% dengan sistem batch.  Pertum-buhan S. platensis  pada fotobioreaktor sistem kontinyu kapasitas 1,2 L dirancang dengan variasi laju alir umpan berupa LC-PKS yang dicampur media sintetik pada konsentrasi optimum. Variasi laju alir pengumpanan diatur pada variasi 0.05 mL/5 detik (laju dilusi 0,03 jam-1), 0,05 mL /10 detik (laju dilusi 0,015 jam -1), dan 0,05 mL/15 detik (laju dilusi 0,01 jam-1). Pada laju alir optimum, skala percobaan diperbesar delapan kali menggunakan foto-bioreaktor berkapasitas 10 L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan maksimum (µ maks) adalah 0,233 jam-1 yang diperoleh dengan campuran media LC-PKS 90% dan media sintetik 10%  selama dua minggu. Fotobioreaktor dengan laju dilusi 0,015 jam-1 merupakan laju alir umpan yang optimum untuk pertumbuhan S. platensis serta menghasilkan penurunan tingkat cemaran LC-PKS yang optimum.  Hasil penelitian dengan perbesaran skala delapan kali menggunakan laju alir pengumpan 0,4 mL/10 detik  (laju dilusi 0,015 jam-1)  menunjukkan bahwa pertumbuhan S. platensis relatif konstan. Produksi biomassa sel rata-rata sebesar 0,267g/L dan kadar cemaran limbah rata-rata menurun sebesar 24%. Laju alir keluar (outflow) juga menghasilkan kadar cemaran limbah yang konstan ber-dasarkan parameter total karbon (TC), total dissolve solid (TDS), dissolve oxygen (DO), BOD, dan COD yang menunjukkan bahwa sistem fotobioreaktor kontinyu ini berjalan dengan baik.
Eksplorasi dan karakterisasi bakteri aerob ligninolitik serta aplikasinya untuk pengomposan tandan kosong kelapa sawit Exploration and characterization of ligninolytic aerobic bacteria and its application in composting oil palm empty fruit bunch Haryo Tejo PRAKOSO; Happy WIDIASTUTI; . SUHARYANTO; . SISWANTO
Menara Perkebunan Vol. 82 No. 1: 82 (1), 2014
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v82i1.27

Abstract

AbstractLignin is a complex compounds that makes up the cell walls of plants and is quite difficult to degrade at normal ambient condition.  One of the organic materials with high  lignin content is empty fruit bunches (EFB) of oil palm. So far, the well-studied microorganism to degrade lignin is of a class of fungi. Utilization of bacteria to degrade lignin in EFB has rarely been reported although application of the bacteria is very important if it is associated with aerobic composting which requires regular turning process and supporting clean development mechanism (CDM). The objective of this study was to explore and characterize the bacteria having capability to degrade lignin in EFB. The result showed that from 14 types of sample, 12 and 11 isolates were obtained through non enrichment and enrichment methods respectively. Qualitative test was performed using a lignin derivative dye (methylene blue/MB) suspended in Luria Bertani (LB) solid media and the formation of the clear zone was observed, while quantitative assay was performed with enzyme activity assays of laccase (Lac), manganese peroxidase (Mn-P), and lignin peroxidase (Li-P). The best isolate (FS isolate) was obtained from enrichment method that able to make 0.6 cm clear zone of LB media + MB and actively produced laccase, manganese peroxidase with and without addition of Mn with an activity of 2.68, 20.02, and 0.36 U/mL, respectively. While the best isolate from non enrichment method was CRK 1, that was able to make   0.3 cm clear zone and produced Mn-peroxidase with and without addition of Mn as much as 2.09 and 0.23 U/mL, respectively. Application of the decomposer formula could speed upthe declining rate of C/N ratio and suppressing Escherichia coli and Salmonella sp.in EFB compost produced. Abstrak Lignin merupakan senyawa kompleks yang menyusun dinding sel tanaman dan cukup sulit didegradasi secara alami. Salah satu bahan organik yang mempunyai kadar lignin tinggi adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Sejauh ini, mikroorganisme yang banyak dipelajari dalam mendegradasi lignin adalah dari golongan jamur. Peng-gunaan bakteri dalam mendegradasi lignin pada TKKS belum banyak dilaporkan walaupun peran bakteri lignino-litik aerob sangat penting jika dikaitkan dengan proses pengomposan secara aerob yang membutuhkan pembalikan secara berkala danprogram clean development mechanism (CDM). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan meng-karakterisasi  bakteri  yang  berpotensi  mendegradasi lignin  dalam pengomposan TKKS. Dari 14 jenis sampel diperoleh sebanyak 12 dan 11 isolat melalui metode tanpa dan dengan pengkayaan. Uji kualitatif dilakukan dengan mengukur terbentuknya zona bening pada media Luria Bertani (LB) padat yang mengandung senyawa warna turunan lignin (biru metilen/MB).Uji kuantitatif dilakukan dengan mengukur aktivitaslakase, Mn-peroksidase, dan lignin peroksidase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat FS  merupakan isolat terbaik dari metode pengkayaan yang mampu membentuk zona bening pada medium LB + MB  0,6 cm, sedangkan isolat terbaik dari metode tanpa pengkayaan adalah CRK 1 dengan zona bening 0,3 cm pada medium yang sama setelah inkubasisemalam. Isolat FS memiliki aktivitas lakase, Mn-peroksidase dengan dan tanpa Mn berturut-turut adalah sebesar 2,68; 20,02; dan0,36 U/mL, sedangkan isolat CRK 1 memiliki aktivitas Mn-peroksidase dengan dan tanpa Mnberturut-turut adalah 2,09 dan 0,23 U/mL. Aplikasi formula dekomposer pada pengompos-an 200 ton TKKS mampu mempercepat laju penurunan nisbah C/N dan menekan populasi Escherichia coli dan Salmonella sp.
Aktivitas ligninolitik Omphalina sp. hasil isolasi dari TKKS dan aplikasinya untuk dekolorisasi limbah kosmetik Ligninolytic activity of Omphalina sp. isolated from EFB and its application for decolorization of cosmetic waste . SUHARYANTO; Irma KRESNAWATY; Haryo Tejo PRAKOSO; Deden Dewantara ERIS
Menara Perkebunan Vol. 80 No. 2: 80 (2), 2012
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v80i2.34

Abstract

Abstract White-rot fungi (WRF) are belong to Basidiomycetes group that capable to degrade lignin, because they produce extracelullar ligninolytic enzymes such as lignin peroxsidase (Li-P), mangan peroxidase (Mn-P) and laccase. The ligninolytic activity can be used in bioprocess oxidation system such as biopulping, biobleaching and bioremediation.  The purposes of this research were to determine the optimum conditions of growth and ligni-nolytic activity of  Omphalina and to observe its potential to decolorize cosmetics wastewater.  Omphalina sp. was grown on media of PDA-Remazol Brilliant Blue R (RBBR) and PDA-Guaiacol (GU) at various pH and temperature conditions. The decolorization of cosmetic effluent was conducted by applying Omphalina sp. at various dose of inoculum.  Decolorization rate and change of COD were observed for eight days. The  results  showed that Ompha-lina sp. could grow and produce peroxidase enzyme both on RBBR and GU media at pH 4.5-8.5  and temperature 23-350C. Optimum dose of inoculum was as much as 5%  w/v at which the fungus was able to  decolorize cosmetic factory effluent up to 92.79% and to decrease COD value up to  48.57 % after eight days of incubation.Abstrak Jamur pelapuk putih (JPP) merupakan jamur kelompok Basidiomycetes yang mampu mendegradasi lignin karena memproduksi enzim-enzim ligninolitik ekstraseluler seperti lignin peroksidase (Li-P), mangan peroksidase (Mn-P) dan lakase.  Kemampuan ligninolitik JPP dapat dimanfaatkan dalam sistem oksidasi bioproses seperti biopulping, biobleaching dan bioremediasi. Pene-litian bertujuan menetapkan kondisi optimum pertumbuhan Omphalina sp. dan aktivitas ligninolitik yang dihasilkan-nya serta mempelajari potensinya dalam mendekolorisasi limbah cair kosmetik. Omphalina sp. ditumbuhkan dalam media PDA-Remazol Brilliant Blue R (RBBR) dan PDA-Guaiakol (GU)  pada  berbagai variasi pH dan suhu. Percobaan dekolorisasi limbah cair kosmetik dilakukan dengan aplikasi inokulum dalam berbagai dosis. Laju dekolorisasi dan perubahan COD diamati selama delapan hari. Hasil penelitian menunjukkan Omphalina sp. tumbuh dan menghasilkan enzim peroksidase, baik pada  media RBBR maupun GU pada pH 4,5-8,5 dan suhu 25-350C. Dosis optimum aplikasi Omphalina sp. adalah 5% (b/v) yang mampu mendekolorisasi limbah cair pabrik kosmetik hingga 92,79%  dan menurunkan COD 48,57% setelah delapan hari.
Isolasi dan mikroenkapsulasi vitamin E dari crude palm oil sebagai sumber antioksidan bahan pangan Isolation and microencapsulation of vitamin E from crude palm oil as source of food antioxidant Irma KRESNAWATY; Asmini BUDIANI; . TRI-PANJI; . SUHARYANTO
Menara Perkebunan Vol. 80 No. 2: 80 (2), 2012
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v80i2.38

Abstract

AbstractIn order to increase  value added  and  to support downstream industry of  palm oil, minor components of the oil such as β-carotene and vitamin E should be utilized. Vitamin E is a high value  vitamin  that could be used as material for pharmaceutical and  neutraceutical products. Technological constraints encountered in the utilization of  vitamin E from CPO are lack of optimal extraction and purification method as well as the way to stabilize of the product. The research was conducted to find optimal extraction and purification method of vitamin E from CPO and microencapsulation method of vitamin E as pharmaceutical and neutraceutical product. The research showed that vitamin E could be recovered  from CPO by several steps process including saponification using NaOH, separation of unsaponificated  solution,  followed by dissolution using 2-propanol in hexane and extraction  using methanol. Raw extract of vitamin E was then purified by coloumn chromatography with stationary phase of silica gel and mobile phase (eluent) of petroleum benzene/ diethyl ether/acetic acid 70 : 30 : 0,2. Purified vitamin E could be collected as fraction 4-8. Vitamin E obtained  had  similar antioxidant activity as in pure vitamin E (Sigma) and vitamin C. Microencapsulation method could be conducted using arabic gum as coating material followed by spray drying and resulted IC50-DPPH value 132.55  ppm which considered middle activity category.AbstrakUntuk meningkatkan nilai tambah dan mengem-bangkan industri hilir minyak kelapa sawit (CPO), komponen minor minyak tersebut seperti vitamin E dan β-karoten perlu dimanfaatkan. Vitamin E merupakan produk bernilai ekonomis tinggi sebagai bahan farmaseutikal dan neutrasetikal. Kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan vitamin E dari CPO, yaitu belum tersedianya teknik ekstraksi dan purifikasi yang optimal dan cara memper-tahankan stabilitas vitamin E. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh teknik ekstraksi dan purifikasi vitamin E dari CPO dan teknik mikroenkapsulasi vitamin E sebagai bahan farmaseutikal dan neutrasetikal.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin E dapat diproduksi dengan beberapa tahapan yakni saponifikasi dengan NaOH, pemisahan lapisan pekat tak tersabunkan, pelarutan dengan2-propanol dalam heksana, ekstraksi dengan metanol dan pelarutan ekstrak dengan 2-propanol dalam heksana. Ekstrak kasar vitamin E dimurnikan dengan kromatografi kolom dengan fasa diam silika gel dan fasa gerak petroleum benzen/dietil eter/asam asetat = 70 : 30 : 0,2. Vitamin E dapat dimurnikan pada fraksi ke-4 sampai dengan ke-8. Aktivitas antioksidan vitamin E hasil ekstraksi tersebut setara dengan vitamin E murni (Sigma). Teknik mikroenkapsulasi vitamin E hasil ekstraksi dari CPO dapat dilakukan dengan penyalut gum arab dan pengeringan dengan spray dryer  yang menghasilkan anti-oksidan dengan aktivitas IC50 DPPH = 132,55 ppm yang termasuk kategori beraktivitas sedang.
Perangkat serologi untuk deteksi dini infeksi Ganoderma sp. pada kelapa sawit Serological device kit for early detection of Ganoderma sp. infection in oil palm . SUHARYANTO; Deden Dewantara ERIS; Haryo Tejo PRAKOSO; A H SARAGIH; T W DARMONO
Menara Perkebunan Vol. 80 No. 1: 80 (1), 2012
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v80i1.42

Abstract

AbstractBasal stem rot caused by Ganoderma sp. is the most destructive disease in oil palm that difficult to control because its early symptom could not be detected easily. Serological technique that could detect early Ganoderma sp. infection in quick, simple, and cheap manner should be developed as one component for integrated disease management. A diagnostic device based on dot immunobinding assay (DIBA) for early detection of Ganoderma sp. infection in oil palm had been observed at laboratory, greenhouse and field experiment. Study result revealed that serological technique could detect antigen protein extract of Ganoderma mycelium as much as 138 µg/mL. Basal stem of young seedling that artificially be inoculated by the pathogen could also be clearly detected. At field experiment, Ganoderma sp. infection in oil palm plantation was marked with colour marking based on its infection stadium level to the palm oil. The colours are green, yellow, red, black, and white stating that the plant are healthy, mild infection, heavy infection, very heavy infection, and dead, respectively. Field experiment result showed that serological device kit gave strong reaction to antigen extracted from root and stem at red marking plant. The antigen extracted from healthy plant (green marking plant) was the weak one indicating that the plant is starting to be infected although the symptoms are not yet visually observed. AbstrakBusuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh Ganoderma sp. merupakan penyakit paling penting yang sulit ditanggulangi pada tanaman kelapa sawit karena gejala dini serangan sulit diketahui. Teknik serologi yang mampu mendeteksi dini infeksi Ganoderma sp. secara cepat, sederhana dan murah perlu dikembangkan sebagai salah satu komponen dalam pengelolaan penyakit secara terpadu. Teknik serologi dalam bentuk perangkat diagnostik berbasis dot immunobinding assay (DIBA) telah dirakit untuk mendeteksi infeksi Ganoderma sp. pada skala laboratorium, rumah kaca, dan lapang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat diagnostik tersebut dapat mendeteksi ekstrak protein dari miselium Ganoderma sp sebesar 138 µg/mL. Keberadaan patogen pada bibit kelapa sawit yang diinfeksi buatan dapat dideteksi secara jelas dengan perangkat serologi tersebut. Deteksi tingkat infeksi Ganoderma sp. pada kebun kelapa sawit TM (skala lapang) dilakukan dengan mengambil sampel berdasarkan stadium infeksi (sehat, ringan, berat, sangat berat, mati) yang diberi kriteria warna hijau, kuning, merah, hitam, dan putih. Hasil uji di kebun kelapa sawit menunjukkan bahwa teknik serologi ini memberikan reaksi paling kuat terhadap antigen yang diekstraksi dari akar dan batang tanaman kriteria merah. Sedangkan reaksi paling lemah ditunjukkan oleh antigen yang diekstraksi dari tanaman kelapa sawit kode hijau yang mengindikasikan bahwa tanaman tanaman kelapa sawit di lapangan tersebut mulai terserang walaupun gejala penyakit belum terlihat secara visual.
Optimasi produksi diasilgliserol dari crude palm oil menggunakan lipase spesifik 1,3-gliserida dari Rhizopus oryzae TP-2 Optimation of diacylglycerol production from crude palm oil using specific lipase of 1,3-glyceride from Rhizopus oryzae TP-2 . SUHARYANTO; . TRI-PANJI; Urip PERWITASARI
Menara Perkebunan Vol. 79 No. 1: 79 (1), 2011
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v79i1.69

Abstract

AbstractModern lifestyle caused the increasing prevalence ofobesity that precedes degenerative disease such as coronarycardiovascular disease, hypercholesterolemia, stroke, anddiabetes mellitus. Use of healthy oil in the daily food diet couldreduce the risk of the disease. One of healthy oils that proved tobe useful for human health is diacylglycerol (DAG).Unfortunately, production of DAG in Indonesia is hampered bythe relatively high price of the lipase enzyme. To overcome theprovision of costly imported lipase in producing DAG, aresearch was conducted by employing crude extract of lipaseenzyme from an indigenous mold namely Rhizopus oryzaeTP-2. Crude extract of lipase enzyme from mycelium culturefiltrate was freeze dryed and used for crude palm oil (CPO)bioconversion through glycerolysis at various processcondition. The objective of this research was to determineoptimum variable of temperature, incubation time, amount ofsubstrate and pH in producing DAG from CPO using lipase ofR. oryzae TP-2. The reseach result showed that lipase fromR. oryzae TP-2 was proved to be specific at position of 1,3-glyceride as indicated by glycerolysis products i.e DAG/TAGratio 0.48 higher than that of FFA/TAG ratio 0.06. Optimumconditions for glycerolysis were at temperature 37 o C, pH 7,3 g of CPO substrate, and 18 hours of incubation time. DAGyield by this optimum condition reach as much as 20.76 % w/w.The lipase derived from this experiment produced DAG betterthan that of using imported commercially lipase enzyme ofRhizomucor meihei.AbstrakGaya hidup modern telah menyebabkan meningkatnyakasus kegemukan yang berdampak timbulnya berbagaipenyakit degeneratif seperti jantung koroner, hiper-kolesterolemia, stroke dan diabetes mellitus. Penggunaanminyak sehat (healthy oil) sebagai menu diet sehari-hari dapatmengurangi faktor risiko penyakit tersebut. Salah satu jenisminyak sehat yang terbukti berdampak positif pada kesehatanmanusia adalah diasilgliserol (DAG). Sayangnya, produksiDAG di Indonesia terkendala oleh mahalnya enzim lipasespesifik 1,3-gliserida yang masih harus diimpor. Untukmengatasi mahalnya enzim lipase impor dalam produksi DAGdari CPO, penelitian penggunaan ekstrak kasar lipase darikapang lokal Rhizopus oryzae TP-2 telah dilakukan. Ekstrakkasar lipase dari filtrat kultur miselium R. oryzae TP-2dikeringbekukan dan digunakan untuk biokonversi CPOmelalui proses gliserolisis pada berbagai kondisi reaksi.Penelitian bertujuan menetapkan peubah suhu, waktu, jumlahsubstrat dan pH optimum dalam produksi DAG menggunakanlipase dari R. oryzae TP-2. Hasil penelitian menunjukkanbahwa enzim lipase R. oryzae TP-2 bersifat spesifik1,3-gliserida yang ditunjukkan oleh nisbah DAG/TAG, yaitu0,48 lebih besar dari nisbah ALB/TAG yaitu sebesar 0,06.Kondisi optimum untuk gliserolisis CPO adalah waktu inkubasiselama 18 jam, suhu reaksi 37°C, jumlah substrat CPO 3 g, danpH reaksi 7. Hasil DAG pada kondisi optimum gliserolisisadalah 20,76 %. (b/b). Lipase R. oryzae TP-2 yang digunakandalam penelitian ini menghasilkan DAG lebih tinggi dari padalipase impor asal Rhizomucor meihei.
Pemurnian diasilgliserol dari produk gliserolisis minyak sawit mentah dengan kromatografi kolom Purification of diacylglycerol from glycerolysis products of crude palm oil using column chromatography . TRI-PANJI; . SUHARYANTO; Urip PERWITASAR
Menara Perkebunan Vol. 79 No. 1: 79 (1), 2011
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v79i1.71

Abstract

AbstractVegetable oil enriched with diacylglycerol (DAG) isknown as healthy oil. This oil is much more expensive thancooking oil. Production of DAG could be performed byglycerolysis process of CPO using specific lipase of 1,3-glyceride from Rhizopus oryzae mold. Product derived fromglycerolysis process of CPO is a mixture of DAG, mono-acylglycerol (MAG), free fatty acid (FFA) and residual ofunglycerolysed triacylglyserol (TAG). Therefore the DAGproduct has to be isolated from other components in order toget high purity of DAG. The objective of the research was topurify and to find out optimal concentration of DAG derivedfrom a mixture product of CPO glycerolysis at laboratoryscale experiment (total reactant for glycerolysis was93.8 mL) and semipilot scale experiment (10 times oflaboratory scale) using column chromatography with silicagel as stationary phase. The research showed that thehighest DAG content could be collected at fraction of 26 th i.e65%, while at semipilot scale experiment the highest contentof DAG (97%) was achieved at 64 to 66th fraction.Reglycerolysis of residual CPO only yielded 8.24%glycerolysis product which was much lower than that of thefirst glycerolysis reaching 46.67%. The highest DAG derivedfrom the second reglycerolysis product was achieved at 24 thfraction reaching 35.71 % .AbstrakMinyak nabati kaya kandungan diasilgliserol (DAG)dikenal sebagai minyak sehat (healthy oil). Minyak ini jauhlebih mahal dari minyak makan biasa. Produksi DAG dapatdilakukan dengan proses gliserolisis CPO menggunakanenzim lipase spesifik 1,3-gliserida dari kapang Rhizopusoryzae. Produk gliserolisis CPO triasilgliserol adalahcampuran DAG, monoasilgliserol (MAG) dan asam lemakbebas (ALB) serta residu triasilgliserol (TAG) yang tidaktergliserolisis. Oleh karena itu DAG yang terbentuk harusdipisahkan dari komponen lainnya agar diperoleh fraksi DAGdengan kemurnian tinggi. Penelitian ini bertujuan untukmemurnikan dan menetapkan konsentrasi DAG yang dapatdiperoleh dari gliserolisis CPO skala lab (total reaktan93,8 mL) dan skala semipilot (10 kali skala laboratorium)dengan kromatografi kolom menggunakan fase padat silikagel. Residu TAG dari gliserolisis pertama digunakan untukgliserolisis kedua atau gliserolisis ulang. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa fraksi DAG dengan konsentrasitertinggi diperoleh pada fraksi ke-26 yaitu sebesar 65%,sedangkan pada percobaan dengan skala semipilot (10 kaliskala laboratorium) diketahui bahwa konsentrasi DAGtertinggi (97%) diperoleh pada fraksi ke-64 sampai denganke-66. Gliserolisis kedua dari residu CPO hanya mampumenghidrolisis TAG menjadi campuran DAG, MAG danALB sekitar 8,24%, lebih kecil dari reaksi gliserolisispertama yaitu sebesar 46,67%. DAG tertinggi yang berhasildikumpulkan dari produk gliserolisis kedua adalah padafraksi ke-24 yaitu sebesar 35,71% .
Penggunaan enzim protease pada pengolahan lateks pekat DPNR sebagai bahan pembuatan sphygmomanometer Use of protease on the processing of concentrated latex DPNR as material for sphygmomanometer manufacturing . SISWANTO; . SUHARYANTO; Yoharmus SYAMSU
Menara Perkebunan Vol. 77 No. 2: 77 (2), 2009
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v77i2.82

Abstract

AbstractIn order to increase competitiveness in the international market especially in USA, the domestic industrial manufactures of latex dipping products have to meet the FDA requirement for protein standard that is 150 g protein/g. Use of cheap protease from an effective local sources will support the production of concentrated latex with low protein so that the end product will meet FDA prerequisite of standard protein. Local source of proteases from Bacillus sp. isolated from latex coagula serum (LCS), papain and bromeline were examinated their proteolytic activity using casein and casein mixed with LCS (1:1) as substrate. The best protease source will be applied to produce deproteinized natural rubber (DPNR) of concentrated latex, and furthermore used as raw material in producing sphygmomanometer at commercial scale. The objective of this research is to determine the best protease source and condition of optimum activity and its effectiveness for producing DPNR of concentrated latex as raw material for sphygmomanometer production. The result showed that Bacillus sp. K3 is the best isolate for protease producer with protease activity of 0.438 U/mL under room temperature (28-30oC) for three days. Of three sources of protease tested, papain was the most active one when casein was used as substrate. The used of LCS as substrate was not efficient because of the presence of protease inhibitor which could not be removed by heating at 100C for five minutes. The proteolytic activity of papain was optimum at room temperature 37C and pH 7.7-11 i.e achieved 0.6-0.7 U/mL. Sphygmomanometers component produced by concentrated latex non DPNR containing 0,27-0.31% total N and 445-710 g extractable protein/g, whereas sphygmo-manometers component produced by latex DPNR containing 0.18-0.28% total N and 79-103 extractable protein thus pass its protein content prerequisite of FDA (<150 g /g). Sphygmo-manometers component produced by con-centrated latex DPNR have physical properties such as tensile strength, modulus 300% and elongation at break better than conventional concentrated latex.AbstrakUntuk meningkatkan daya saing di pasar internasional khususnya Amerika Serikat, barang celup lateks alam produksi dalam negeri harus memenuhi standar protein yang ditetapkan oleh FDA yaitu 150 g protein/g. Penggunaan enzim protease dari sumber lokal yang murah dan efektif akan membantu dalam pembuatan lateks pekat rendah protein sehingga produk yang dihasilkan memenuhi standar protein yang disyaratkan FDA. Sumber enzim protease lokaldari isolat Bacillus sp. yang diisolasi dari serum bekuan lateks (SBL), papain dan bromelin diuji aktivitas proteo-litiknya dengan substrat kasein dan campuran kasein dan SBL (1:1). Sumber enzim protease terbaik digunakan untuk produksi lateks pekat deproteinized natural rubber (DPNR) dan selanjutnya lateks tersebut digunakan untuk percobaan produksi komponen sphygmomanometer skala komersial. Penelitian bertujuan menetapkan sumber protease terbaik dan kondisi optimum aktivitasnya untuk pembuatan lateks pekat DPNR dan komponen sphygmomanometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus sp. K3 adalah isolat terbaik dalam menghasilkan enzim protease yaitu mencapai 0,438 U/mL pada inkubasi suhu ruang (28-30oC) selama tiga hari. Dari ketiga sumber protease yang diuji, enzim papain menujukkan aktivitas terbaik ketika diuji dengan substrat kasein. Penggunaan subtrat SBL kurang sesuai untuk produksi protease karena adanya inhibit orprotease yang tidak bisa dihilangkan dengan cara pemanasan pada suhu 100C selama lima menit. Aktivitas enzim papain optimum pada suhu 37C dan antara pH 7,7-11, yaitu mencapai 0,6- 0,7 U/mL. Komponen sphygmomanometer konvensional yang dibuat dengan bahan baku lateks pekat non DPNR memiliki kadar N total 0,27-0,31% dan kadar protein terekstrak 445- 710 g/g, sedangkan komponen sphygmomanometer yang diproduksi dengan lateks pekat DPNR memiliki kadar N total 0,18-0,28% dan protein terekstrak 79-103 g/g sehingga memenuhi ambang batas yang ditetapkan oleh FDA yaitu <150 μg/g. Sifat fisika seperti tegangan putus, modulus 300%, dan perpanjangan putus komponen sphygmomanometer yang dibuat dari lateks pekat DPNR lebih baik dari pada lateks pekat non DPNR.
Optimisasi dan pemurnian IAA yang dihasilkan Rhizobium sp. dalam medium serum lateks dengan suplementasi triptofan dari pupuk kandang Optimization and purification of IAA produced by Rhizobium sp. in latex serum media supplemented with tryptophan from chicken manure Irma KRESNAWATY; Syeda ANDANAWARIH; . SUHARYANTO; . TRI-PANJI
Menara Perkebunan Vol. 76 No. 2: 76 (2), 2008
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v76i2.83

Abstract

Summary Concentrated latex effluent had not been economically utilized, consequently it had become source of environmental pollution and conflicts with surrounding community. Whereas, the concentrated latex effluent could be used as substrate for microbes growth media due to its high concentration of carbon and nitrogen. One of the economical benefits of growing Rhizobium sp. in this waste is the production of  indole acetic acid (IAA) that  can be used for plant promotion growth. The aims of this research were to get the optimal IAA production of Rhizobium sp. by optimizing its tryptophan supplementation through hydrolysis of chicken manure and to purify IAA produced using chromatographic method. The use of chicken manure directly caused the browning effect, therefore these experiments were carried out the variation of NaOH 2 N hydrolysis treatments to reduce the effect. Direct hydrolysis as the first media  was obtained by mixing latex serum and manure, and then this mixture was hydrolyzed. Meanwhile, separated hydrolysis was done by adding water to manure, being hydrolyzed, and divided to become second and third media. The second media  was made by mixing manure hydrolysate and latex serum directly, whereas in third media, hydrolisate was added with alum as coagulating agent. Rhizobium sp. was then inoculated to all media and incubated for 24, 48, and 72 hours in 27-30oC. IAA was analyzed by spectrophotometric method with Salkowsky reagent and Thin Layer Chromatography (TLC). IAA was then extracted with ethyl acetate and purified with silica gel column chromatography. The separated hydrolysis without coagulation (second media) produced the highest IAA concentration, that is 14.40 mg/mL, whereas IAA produced by direct hydrolysis (first media) was 14.13 mg/mL and 0.90 mg/mL for third media  during 48 hours. The fractionation result  for each mediums showed that the highest IAA distribution in first media  was the 12th fraction (38.70%), meanwhile in second media  was the 15th fraction (50.25%) and in the third  media was the 13th fraction (26.16%). Ringkasan Limbah lateks pekat saat ini belum di-manfaatkan secara ekonomis, bahkan menjadi sumber pencemaran lingkungan dan konflik dengan masyarakat sekitarnya. Padahal limbah lateks pekat dapat digunakan sebagai substrat pertumbuhan mikroba karena memiliki kandungan karbon dan nitrogen yang cukup tinggi.  Salah  satu  nilai  ekonomis yang dapat diperoleh dengan ditumbuhkannya Rhizobium sp. pada limbah tersebut, yaitu dihasilkannya asam indol asetat (indol acetic acid/IAA) yang dapat digunakan untuk memacu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan memperoleh produksi IAA optimal yang dihasilkan Rhizobium sp. dengan asupan triptofan dari hidrolisis pupuk kandang dan memurnikan IAA yang dihasilkan tersebut dengan metode kromatografi. Penggunaan pupuk kandang secara langsung menyebabkan efek pen-cokelatan, maka dilakukan variasi perlakuan hidrolisis dengan NaOH 2 N untuk mengurangi efek tersebut. Hidrolisis langsung sebagai medium pertama diperoleh dengan mencampur serum lateks dan pupuk kandang, sedangkan hidrolisis terpisah dilakukan dengan menambah pupuk kandang dengan air,  dan dibagi menjadi medium kedua dan ketiga. Medium kedua dibuat dengan cara  langsung mencampur hidrolisat dan serum lateks, sedangkan pada medium ketiga, hidrolisat diendapkan dengan alum sebagai bahan pengendap.  Kemudian ke dalam masing-masing medium diinokulasi  Rhizobium sp. dan diinkubasi selama 24 ,48, dan 72 jam pada suhu 27-30oC. Analisis IAA dilakukan secara spektrofotometri dengan metode Salkowski dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). IAA diekstraksi menggunakan etil asetat dan dimurnikan dengan kromatografi kolom silika gel. Hidrolisis terpisah tanpa pengendapan (medium kedua) menghasilkan IAA tertinggi, yaitu 14,40 mg/mL, sedangkan hidrolis langsung (medium pertama) menghasilkan IAA sebesar 14,13 mg/mL dan medium ketiga sebesar 0,90 mg/mL selama 48 jam. Hasil fraksinasi untuk masing-masing medium menunjukkan sebaran IAA tertinggi pada medium pertama berada pada fraksi ke-12 (38,70%), sedangkan pada medium kedua pada fraksi ke-15 (50,25%), dan pada medium ketiga ialah fraksi ke-13 (26,16%). 
Co-Authors . Gunawan . Gunawan . GUSNANIAR . SISWANTO A H SARAGIH A M Fauzi A W PAULUS Abdul Basith Abdul Latif Abdul Qadir Jailani, Abdul Qadir Abdullah, Agung Sobri Abdussomad, Abdussomad Achmad Sumbaryadi, Achmad Achmad Zainudin Achmad Zaki Adang Sutisna Adi Mulyana Adi, Catur Pramono Afrianti, Widia Agustiani, Sarifah Ahmadi, Muhamamad Airlangga Ahmadi, Nurdin Ainsani, Dinda Alya Aji Prasetyo, Aji Akbar, Mohamad Adha Akbar, R. Mohamad Adha Akhmad Fauzi Al-Farisi, Rifqi Ali Mustopa, Ali Alie, Angga Hermawan Amaly, Norsyam Ameliaratri, Rizky Amir Husaini Karim Amrullah Analius Giawa Andhika Cahyono Putra Andryani, Novi Anggraini, Truly ANNISA MAULIDYA Anthon, Tino Asprilla Anwar, Aslam Nurdin Aprillia, Cindi Ariatmi, Siti Zuhriah Arief, I. I. Arifin, Ardimas Ariyanti, Nova Syafira Arrizki, Tria Aryanda, Rico Evan Asep Saefulloh Asj’ari, Fachrudy Asma, Wan Izatul Asmini Budiani Avantie, Chevia Altika Avid Inang Rum Ayu Ambarsari, Diah Ayu Wijayanti, Astrid Bakri, Reza Fauzi beny firman, beny Bieng Brata Bisma Arianto Boyke Nugrahanto Cahyati, Jeni Nur Carika, Berliana Ninda Putri Cep Adiwiharja Chandra Wijaya Chaterina Agusta Paulus Christina Menuk Sri Handayani Dadang Suherman Daifa Al Quthni, Muhammad Dede Firmansyah Saefudin Deden Dewantara ERIS Demas YogoPranoto, Demas Deni Suprihadi Desmar Panji Suryananto Desmiwati, Desmiwati Dewi, Mutiara Indah Nirmala Dewi, Priyantini Dharmawantho, Listio Dian Sutono, Dian Didik Ariyanto Djoko Santoso Djumala Machmud, Djumala Dolah, Rahayu binti Haji Dwi Haryanti, Dwi Dwiarta, I Made Bagus Dyah Ari Wulandari Edi Soetrisno Edy Sulistiyawan, Edy Eka Firmansyah Ellianto, Mario Sariski Dwi Encep Rustandi Endang Sulistyowati Erick Nugraha Ery Nugraha Ery Nugraha, Ery Estiasih, Soffia Pudji Eustasia Sri Murwati, Eustasia Sri Fadillah, Destya Nuryandara Fahmi, Amir Hadziq Fanani, M. Zainal fariana, rina Fatma Maruddin Fattah, Zihad Al Fauzi, Rifaldi Al Febriani, Irawati Ferdinant, Agung Fikri, Dzaki Firda DIMAWARNITA Giyoto Goenaryo, Goenaryo Gymnastiar, Iman Ahmad Hadikaryana, Oscar Hadis, Aris Akhludin Hafid, Wahyu Hajrawati, Hajrawati Hakim, Khaerul Handayani, Sri Handayani, Sri Dewi Handri, Handri HAPPY WIDIASTUTI Harahap, Ahmad Saleh Hari Nugroho Harianja, Jonggi Haris, Dendi Hartanto, Soni Rudi Hartono Hartono Haryanto Haryanto Haryo Tejo PRAKOSO Hasan Basri Hedwigis Esti Riwayati Hendra Permana Hendra Permana Hendra Permana Heni Haryani Heni Haryani, Heni Herlina, R Lisye Herlina, R. Lisye Hermawan, Fajar Heru Purwanto Hidayat, R. Taufik Hutajulu, Jerry Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imron Imron, Imron Indah Lestari, Indah Indah N. D., Mutiara Indra Kurniawan Irma Badarina Irma KRESNAWATY Irma Kresnawaty Irman Hariman Ishak, Riswansi Istrianto, Kadi Jakasukmana, Munandar Jasman Jasman Jentot Tugiyono Joni Haryadi, Joni Junirmart Girsang K Syamsu Kandagasari, Nanan Karima, Syafika Katharina Oginawati Khaswar Syamsu Kukuh Nirmala Kurahmadan, Taufik Kuramadan, Taufik Kurniawati, Diaz Kusuma, Eka Wisnu Kusumawardana, Kwica Guswantoro Kusumo Efyjanto, Tonny Kusumo, Tonny Kususiyah Kususiyah Laksamana, Patria Lingga, Thomson R Listyalina, Latifah Luhulima, Martin Yermias Luky Adrianto Luluk Fauziah, Luluk Lutfiyah, Luluk M Irfani ABDULLAH M. Ali Magdalena, Pamela Mahalla, Mahalla Malinda, Martina Efri Maman Hermawan Mardiana, Sela Marheny, Titik Marini Wijayanti Mario Sarisky Dwi Ellianto Markonah, Markonah Marsia, Marsia Maryanto, Yanto Maulana Amirul Adha Mildawani, M. M. Tri Susetyaning Mokhammad Isnaeni Bambang Setyonegoro Muhaimin, Muhammad Fadhil Muhamad, Azhar Muhammad Ikhwan Muhammad Iqbal Muhandis Sidqi, Muhandis Muliawati, Intan Murwati, Eustasia Sri Nabila, Shelvia Ariesta Nainggolan, Chandra Nana Suryana Nasliya, Raisa Nasmiarta, Zhafarina Malaha Nasution, Syahrial Nazari, Afifah Khonsa Ndricenning, I Mario Ngangun, Tati Atia Nining ARINI Noerchoidah Novitanti, Linda Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Nugraha, Hendy Adiyat Nur Richana Nurfauji, Aditya Nurhasanah Nurhasanah Nurlaela, Eli Nurwijayanti Olfa Mega Oscar Hadikaryana Otremoles, Nanda P. Nababan, Sakti Pakpahan, Samuel Seprian Palimirmo, Flandrianto S. Pambudi, Wisnu Perangin-angin, Robet Permana, Agung Permana, Hendra Peronika, Tika Picaulima, Simon M. Prabowo, Primananda Prasetiyo, Didit Eko Prasetyo, Ahmad Pratiwi, Oklivia Nesia Prayogo, Arif Prayogo, Muhammad Nur Firdaus Primanita, Azizna Purwadi Purwadi Putrama, Fala Putri, Naisya Putri, Zahra Regita Amelia R Widodo Triputro, R Widodo R. Lisye Herlina R., Satrya R.Lisye Herlina Raditiyanto, Satria Rahayu, Shilfiana - Rahmadhani, Annisaa Shafaa Rahmat Hidayat Raihan, Christianto Tri Rajaminsah, Rajaminsah Rasak, A. Nurul Mutiah Ratnaningsih, Wahyu Ratung, Agustinus Apriyadi Hanggum Rawati, Sri Rebekah, Felicia Reza Ramadhan, Reza Rifqi Al-Farisi Rina Shahriyani Shahrullah Riswandi Ishak Riza A PUTRANTO Romsyah Maryam Rosa, Tina Rossy FITRIA Ruchimat, Toni Rustananda, Dani S. Suripin Sagala, Viona Apriyanti Salasah, Rosmawati Samu, Markus Samu Sanusi, Achmad Saputra, Aman Saputra, Rizki Wahyu Sari Mardiah, Ratu Sari, Ratih Purnama Saripudin Saripudin Satwikanitya, Pani Sauri, R Supyan Sembiring, Adina S Setiani, Febri Setyaningrum, Leli Setyanto, F.A. Ricky Bayu Shinta PERMATASARI Sholiha, Husna Imro’atush Simanullang, Rio Prasetyo Simbolon, Bernas Siti Khotimatul Wildah Siti Samsiyah Sitti Rahmah Soeboer, Deni Achmad Soepardi, Sugiono Sorongan, Fangky Sri Harini Sri Sangkawati Sachro Sriyana, Ignatius Styanto, F.A. Ricky Bayu Sudrajat, Danu Sugianto Sugianto Sugito - Sugriwa Husen, Eddy Suhardiyah, Martha Suharto Suharto Suherman, Asep Irwan Sukamta Sukamta Sulaiman Sulaiman Sulaiman, N. B. Sumi Hudiyono Sunarto Sunarto Suparman Suparman Suprihadi, Deni Suryadi, Ade Suryaman, Suryaman Sutisna, Adang Suwarni Suwarni Suzantry H, Yanolanda Su’udiyah, Rofiqoh Nur Syadevi, Wamida Ayu Nabila Syafia, Rima Syahbani, Muhammad Wahyu Syahruddin, A Syamsuddin Arif Syauqi Ilal Jinan, Achmad Syeda ANDANAWARIH Syifaya, Zulfa Aurellye Oldra T Haryono T W DARMONO T. Haryono Taufik Baidawi, Taufik Taufik, Cevi Mochamad Taufiq Akbar Tedy Juliandhy Tedy Juliandhy Tiku, Mathius Titis Setyabudi Tony Susilo Wibowo Tri Harningsih, Tri Tri Lestari Tri Pambudi, Tri Tri Panji Tris Akbarillah Tugiyono, Jentot Ulansari, Ramadhani Ully Wulandari, Ully Untari, Puji Rahayu Urip PERWITASAR Urip PERWITASARI Urip Santoso Usman Usman Uyuni Widiastuti Venia, Yelia Vita Budi Damayanti W, Warkianto Warkianto Widjaya Warnoto Warnoto Waryanto, Bambang Dwi Widhayani, Puri Setioningtyas Widjaja, Warkianto Widya Apriliah, Widya Widyatama, Radya Gading Wijaya, Junior Hendri Windarto, Andhang Wita, Nurul Kurnia WITRIANA ENDAH PANGESTI Woki Bilyaro Wulandari, Hesti Ulin Xiongzhi, Xue Y., Indriarto Yaser Krisnafi, Yaser Yasmiati Yasmiati Yeni Rahmawati, Yeni Yogi Himawan Yogopranoto, Demas Yohanes Ferry Cahaya Yoharmus SYAMSU Yoseph Tajul Arifin Yudi Wahyudin Yulianah Yulianah Yunia Dwie Nurchayanie Yunianto, SR Eko Yurike, Yurike Yusrizal . Yusrizal Yusrizal ZA, Sisma Zahra Zahra Zakaria, Fahri Zebua, C. K. N. Zidane, Rafli Maulana Zuhroh, Rena Sofyatus