p-Index From 2021 - 2026
16.255
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Cakrawala Pendidikan TEKNIK Jurnal Reka Lingkungan SPEKTRUM INDUSTRI Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Jurnal Agroindustri Jurnal Ilmiah Teknik Industri Pharmacon Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan Journal of Governance and Public Policy Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal SOLMA Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Jurnal Pembelajaran Prospektif BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil AGRITROPICA : Journal of Agricultural Sciences Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Riset Akuakultur Media Akuakultur ENSAINS JOURNAL Jurnal Penamas Adi Buana Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Jurnal Segara FONDATIA Menara Perkebunan JISICOM (Journal of Information System, Infomatics and Computing) Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Jurnal Doktor Manajemen (JDM) Dinasti International Journal of Management Science International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Hasanuddin Journal of Animal Science (HAJAS) Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Enrichment : Journal of Management Buletin KKN Pendidikan PELAGICUS: Jurnal IPTEK Terapan Perikanan dan Kelautan Jurnal Peduli Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science) Journal La Lifesci Journal La Multiapp Jurnal Jendela Pendidikan Abditeknika - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Interdisciplinary Social Studies Jurnal Abdimas Sang Buana Journal mechanical and manufacture technology (JMMT) MASTER: Jurnal Manajemen Strategik Kewirausahaan Journal Of World Science Jurnal Abdimas Perbanas Jurnal Manajemen dan Perbankan (JUMPA) JAMAIKA: Jurnal Abdi Masyarakat Jurnal Pengabdian Mandiri Tedc Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Barakuda 45 INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Management Research Studies Journal Journal of Economics, Accounting, Tax and Management EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Jurnal Farmasetis Innovative: Journal Of Social Science Research Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development As-Syifa Journal of Islamic Studies and History RechtIdee Grimsa Journal of Science Engineering and Technology SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH journal of Renewable Engineering Journal Of Law Sciences (Legisci) Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat EKOBIS ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Branding: Jurnal Manajemen & Bisnis Jurnal Agripet Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Greenation International Journal of Law and Social Sciences IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

Lipase spesifik 1,3-gliserida dari fungi lokal untuk biokonversi CPO menjadi diasilgliserol Specific lipase of 1,3-glyceride from indigenous fungi for bioconversion of CPO to produce diacylglycerol . TRI-PANJI; . SUHARYANTO; Nining ARINI
Menara Perkebunan Vol. 76 No. 1: 76 (1), 2008
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v76i1.90

Abstract

SummaryDownstream industry of palm oil producing specialty oil with higher economic value compared to that of CPO in Indonesia is less developed due to technical obstacle and the availability of supporting materials. Specific lipase 1,3-glyceride for example which is used for oleochemical processing of healthy oil production is still imported with relatively high price.  Healthy oil can be made from CPO bioconversion using the enzyme that produces oil rich in diacylglycerol (DAG). Although research on the production and the use of lipase has been well studied, production of specific lipase from microbes of local source is still very limited.  This article reports one part of the series of the research activities on bioprocess and genetic engineering approaches to produce specific lipase for bioconversion of CPO i.e optimization of 1,3-glyceride-spesific lipase production from fungi selected from local sources. Based on the fluorescence zone on the screening media, of the twenty isolates collection, it was found that P6 isolate, thereafter indentified as Neurospora sitophila, has the highest activity of 1,3-glyceride-specific lipase. The lipase of N.  sitophila was able to catalyze glycerolysis of triacylglycerol (TAG) in CPO to produce DAG. The bioconversion products of lipase yielding ratio of DAG/TAG was higher than ratio of free fatty acids (FFA)/TAG (0.12 > 0.08). The optimum condition of the enzymatic bioconversion was at 40 oC, pH 6, and 10-day incubation. The primary fatty acids on the DAG were oleic (56.2%), palmitic (40.0%), and myristic (2.7%) acids. The decrease of palmitic acid on DAG compared to on TAG, indicated that the lipase of N. sitophila worked relatively specific at C1 or C3 of the TAG.Kurang berkembangnya industri hilir yang menghasilkan minyak khusus yang nilainya berlipat dibandingkan CPO antara lain karena hambatan teknis dan ketersediaan bahan pendukungnya. Lipase spesifik 1,3-gliserida misalnya, yang digunakan untuk produksi minyak kesehatan, masih diimpor dengan harga relatif tinggi. Minyak kesehatan dapat diproduksi dari biokonversi CPO dengan lipase spesifik 1,3-gliserida hingga diperoleh minyak yang kaya kandungan diasilgliserol (DAG). Tulisan ini melaporkan optimasi aktivitas lipase spesifik 1,3-gliserida dari fungi isolat lokal terpilih. Berdasarkan zona fluoresens pada medium penapis lipase, dari 20 isolat fungi yang diuji isolat P6 yang kemudian diidentifikasi sebagai Neurospora sitophila memiliki aktivitas tertinggi dan bersifat spesifik 1,3-gliserida. Lipase N. sitophilamampu mengkatalisis gliserolisis triasilgliserol (TAG) dalam CPO untuk menghasilkan DAG. Lipase tersebut menghasilkan nilai perban-dingan DAG/TAG  lebih  besar  dari nilai perbandingan asam lemak bebas (ALB)/TAG (0,12 > 0,08). Kondisi optimum biokonversi enzimatis ini terjadi pada suhu 40 oC, pH 6, dan waktu inkubasi selama 10 hari. Asam lemak utama penyusun DAG adalah asam oleat (56,2%), palmitat (40,0%), dan miristat (2,7%). Berkurangnya asam palmitat pada DAG dibanding pada TAG menunjukkan bahwa lipase N. sitophila bekerja secara relatif spesifik pada C1 atau C3 dari gliserida.
Produksi IAA oleh Rhizobium sp. dalam medium sintetik dan serum lateks dengan suplementasi triptofan Indole acetic acid production by Rhizobium sp. on synthetic and latex serum media with tryptophan supplementation . SUHARYANTO; . TRI-PANJI; . GUSNANIAR
Menara Perkebunan Vol. 77 No. 1: 77 (1), 2009
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v77i1.105

Abstract

AbstractThe utilization of latex effluent to producebioproduct like indole acetic acid (IAA) willreduce amount of effluent, as well as effluentprocessing cost and produce an economicallyprofitable product. IAA could be produced bysome rhizosphere microbes that could grow onlatex effluent using L-tryptophan (Trp) as itsprecursor. The aim of this research is todetermine potential growth and capability of IAAproduction by Rhizobium spp. R6 and KT onsynthetic and latex serum media supplementedwith pure Trp and with litter poultry manure as acheap source of Trp. The research coveredexamination of IAA producing Rhizobia usingliquid synthetic media supplemented with 0.07g/L and 0.14 g/L Trp. The potential Rhizobiumsp. in producing IAA was then inoculated intolatex serum media supplemented with pure Trpand Trp from litter poultry manure. Result of theresearch showed that the highest IAA productionwas reached as much as 51.08 µg/mL in syntheticmedia supplemented with 0.14 g/L Trp inoculatedwith Rhizobium sp. R6. IAA could be producedas much as 6.63 µg/mL in pasteurizedundiluted latex serum media supplemented with0.14 g/L Trp. Using latex serum mediasupplemented with Trp from litter poultry manureshowed that Rhizobium sp. R6 could produce11.91 µg/mL. Supplementation of pure syntheticTrp in IAA production could be replaced withlitter poultry manure as a cheap source of Trp.AbstrakPemanfaatan limbah lateks menjadi produkbio seperti asam indol asetat (IAA), dapatmengurangi volume limbah, menekan biayapengolahan limbah, serta menghasilkan produkyang bernilai ekonomis. IAA dapat dihasilkanoleh beberapa mikroba rhizosfer yang mamputumbuh dalam limbah lateks dengan L-triptofan(Trp) sebagai prekursor-nya. Penelitian bertujuanmenetapkan potensi pertumbuhan dan produksiIAA oleh Rhizobium spp. R6 dan KT dalammedium sintetik dan serum lateks yangdisuplementasi Trp sintetik dan kotoran ayamsebagai sumber Trp murah. Isolat potensial dalamproduksi IAA kemudian ditumbuhkan dalammedium serum lateks pekat yang disuplementasiTrp murni dan Trp dari kotoran ayam. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa produksi IAAtertinggi diperoleh dalam medium sintetik olehRhizobium sp. R6, sebesar 51,08 µg/mL. IAAdapat diproduksi sebesar 6,63 µg/mL dalammedium serum lateks 100% + Trp 0,14 g/L yangdipasteurisasi. Dalam medium serum lateks yangdisuplementasi Trp dari kotoran ayam, produksiIAA Rhizobium sp. R6 dapat mencapai 11,91µg/mL. Suplementasi Trp murni dalam produksiIAA dapat digantikan dengan kotoran ayamsebagai sumber Trp yang mura
Biokonversi CPO dengan desaturase amobil sistem kontinu pada skala semipilot untuk produksi minyak mengandung GLA Bioconversion of CPO using immobilized desaturase in continuous system at semipilot scale to produce oil containing GLA . SUHARYANTO; . TRI-PANJI; M Irfani ABDULLAH; Khaswar SYAMSU
Menara Perkebunan Vol. 74 No. 2: 74 (2), 2006
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v74i2.111

Abstract

Summary Gamma linolenic acid (GLA) is a polyunsaturated fatty acid having high economic value as healthy oil. Research at laboratory scale showed that Absidia corymbifera and Rhizopus sp. fungi have the ability to increase unsaturation level of crude palm oil (CPO) and GLA formation through enzymatic bioconversion.  Stability of desatu-rase enzyme, especially ∆6 and ∆12 having significant role in this process could be enhanced by applying immobilization technique. The current research objective was to determine optimum process of CPO bio-conversion using immobilized desaturase enzyme using continuous system at semipilot scale to produce CPO containing GLA.  Crude  desaturase enzyme of A. corymbifera biomass was immobilized with zeolite particles and used for optimization of CPO bioconversion in continuous system at semipilot scale (15,000 mL per day). Optimization of bio-conversion conditions included flow rate of substrate, size of zeolite for immobilization, and enzyme stability during process.  The result showed that desaturase immobilized in small size particles of zeolite (1-3 mm) gave higher increase unsaturation level with average desaturase activity of 7.84 U, compared to that immobilized in larger zeolite  particles (8-10 mm), which reached average desaturase activity of 4.67 U.  However, the use of small zeolite particles often caused plugging substrate flow. The activity of immobilized desaturase in continuous  system was stable for 9-18 hours. Optimum flow rate of substrate using small zeolite particles (1-3 mm) was  850 mL/min, while that of using larger zeolite particles (8-10 mm) was 875 mL/min.  The bioconversion of CPO at optimum condition yielding 1.58% (w/w) GLA from initial concentration of linolenic acid 0.29%. RingkasanAsam γ-linolenat (GLA) merupakan asam lemak takjenuh majemuk yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai minyak kesehatan. Penelitian pada skala laboratorium me-nunjukkan bahwa Absidia corymbifera dan Rhizopus sp. memiliki kemampuan untuk me-ningkatkan ketidak-jenuhan minyak sawit mentah (CPO) dan menghasilkan GLA melalui biokonversi enzimatis. Stabilitas enzim desaturase, khususnya ∆6 dan ∆12yang berperan pada proses ini dapat ditingkatkan antara lain melalui teknik amobilisasi. Penelitian lanjutan ini bertujuan menetapkan kondisi optimum biokonversi CPO untuk menghasilkan minyak yang kaya akan asam lemak takjenuh majemuk, khususnya GLA menggunakan enzim desaturase amobil sistem kontinu pada skala semipilot.  Ekstrak kasar enzim desaturase asal biomassa fungi             A. corymbifera diamobilisasi dengan butiran zeolit dan selanjutnya digunakan untuk optimasi proses biokonversi secara kontinu pada skala semipilot (15.000 mL per hari). Optimasi proses kontinu meliputi laju alir substrat, ukuran butiran zeolit, dan stabilitas enzim selama proses. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa desaturase yang diamobilisasi pada zeolit berukuran kecil (1-3 mm) memberikan peningkatan ketidakjenuhan yang lebih tinggi dengan aktivitas rata-rata 7,84 U, dibandingkan dengan yang diamobilisasi pada zeolit berukuran besar (8-10 mm) dengan aktivitas rata-rata 4,67 U. Namun, penggunaan zeolit berukuran kecil sering menimbulkan sumbatan aliran substrat. Aktivitas desaturase amobil pada proses kontinu dapat bertahan selama 9-18 jam. Laju alir optimum substrat pada penggunaan zeolit berukuran kecil (1-3 mm) adalah 850 mL/menit, sedangkan pada penggunaan zeolit besar (8-10 mm) adalah 875 mL/menit. Biokonversi CPO pada kondisi optimum menghasilkan GLA 1,58% (b/b) dari kandungan asam linolenat awal 0,29%tration of linolenic acid 0.29%.
Produksi, isolasi dan karakterisasi superoksida dismutase dari Spirulina platensis yang dibiakkan dalam serum lateks Production, isolation, and characterization of superoxyde dismutase from Spirulina platensis cultured on latex serum . TRI-PANJI; . SUHARYANTO; Marini WIJAYANTI
Menara Perkebunan Vol. 77 No. 1: 77 (1), 2009
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v77i1.113

Abstract

AbstractSpirulina platensis is a blue-green microalgawhich is frequently used for food and feedsupplements and cosmetic active agent. Thismicroalga also produces a strong antioxidantnamely superoxide dismutase (SOD) used ascosmetic active agent for anti aging and anti freeradicals. SOD was isolated from S. platensis cellbiomass from local isolate grown on latex serumon semipilot (3.5 m 3 ) and pilot scale (40 m 3 )then dried with spray drying or sun drying andcharacterized. SOD was purified with sequentialtwo-stage sedimentation using ammoniumsulphate and fractionated in chromatographiccolumn containing Sephadex G 200. Thefractions were analysed to determine the activity,cofactor metal and amino acid composition of theantioxidant. The results showed thatsedimentation of SOD extract with 80%ammonium sulphate produced SOD with higheractivity compared to that of SOD fromcommercial S. platensis biomass. This SOD wassuccessfully isolated and purified. MetaloenzymeSOD was composed of subunits with molecularweight of 77.78; 71.74; and 19.2 kDa, whichcontained nine types of amino acids with tyrosineand lysine as the major amino acid components.Zn was the most predominant metal on SOD, thenfollowed by Fe and Mn. The main subunitcofactors consisted of Zn 72%, Fe 25%, Mn 2%,and Cu 1%, which were different from thesmall subunit that contained of Zn 55%, Mn 31%,Fe 14%, and Cu 4%. The stability of SOD wasachieved on pH 7.5 and temperature below 25 o C.AbstrakSpirulina platensis adalah mikroalga hijaubiru yang banyak digunakan sebagai suplemenpangan, pakan, dan bahan aktif kosmetika.Mikroalga ini juga menghasilkan antioksidankuat yaitu superoksida dismutase (SOD), yangmerupakan bahan aktif kosmetika anti penuaandini dan pencegah efek radikal bebas. SODdiisolasi dari biomassa sel S. platensis isolat lokalyang dibiakkan dalam serum lateks skalasemipilot (3,5 m 3 ) dan pilot (40 m 3 ) sertadikeringkan dengan cara pengeringan kabut(spray drying) atau penjemuran untuk kemudiandikarakterisasi. SOD dimurnikan dengan peng-endapan bertingkat menggunakan ammoniumsulfat dan dipisahkan dengan kolom kromatografiberisi Sephadex G 200. Hasil pemisahankemudian dianalisis untuk menentukan aktivitas,logam kofaktor serta komposisi asam amino antioksidan tersebut. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pengendapan ekstrak SOD denganSOD lebih tinggi dari SOD asal biomassaS. platensis komersial. SOD tersebut telahberhasil diisolasi dan dimurnikan. MetaloenzimSOD tersusun atas subunit dengan BM 77,78;71,74; dan 19,2 kDa, yang mengandungsembilan jenis asam amino dengan tirosin danlisin sebagai komponen asam amino utama.Logam yang dominan pada SOD adalah Zn,disusul kemudian Fe dan Mn. Kofaktor sub unitbesar terdiri dari Zn 72%, Fe 25%, Mn 2%, danCu 1%, berbeda dengan sub unit kecil yangmengandung Zn 55%, Mn 31%, Fe 14%, dan Cu4%. Stabilitas SOD S. platensis dicapai pada pH7,5 dan suhu di bawah 25 o Cammonium sulfat 80% menghasilkan aktivitas
Karakterisasi gen penyandi lipase dari kapang Rhizopus oryzae dan Absidia corymbifera Characterization of gene encoding lipase from fungus Rhizopus oryzae and Absidia corymbifera Riza A PUTRANTO; Djoko SANTOSO; . TRI-PANJI; . SUHARYANTO; Asmini BUDIANI
Menara Perkebunan Vol. 74 No. 1: 74 (1), 2006
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v74i1.118

Abstract

SummaryLipase is a group of enzymes which catalyze fat hydrolysis. Lipase is recently used to produce diacylglycerol (DAG) from triacylglycerol (TAG). Lipase  can be used to produce healthy oil. Having a rich biodiversity, Indonesia has the opportunity to produce lipase using indigenous microbes, such as molds. This research aimed to detect  LIPASE  gene on several strains of molds employing PCR technique. Genomic DNAs were isolated from four strains of molds (M. sitophila, R. oryzae, R. microsporus, and A. corymbifera). Heterologous primers for LIPASE  were designed based on the conserved region of 12 LIPASE  sequences accessed from GenBank and used to amplify the genomic DNA resulted in a 466 bp fragmen. BLAST analysis showed that the bands of DNAs have high homology with common lipase protein in several strains of  Rhizopus.Ringkasan Lipase merupakan kelompok enzim yang berfungsi sebagai biokatalis hidrolisis lemak. Lipase banyak digunakan untuk konversi triasilgliserol (TAG) menjadi diasilgliserol (DAG). Penggunaan lipase penting untuk produksi minyak sehat (healthy oil). Indonesia dengan keanekaragaman hayati tinggi berpeluang besar   mengembangkan   produksi   lipase   dari mikroba lokal, salah satunya adalah kapang. Deteksi gen merupakan langkah awal dalam upaya peningkatan produksi lipase melalui rekayasa genetika. DNA genomik empat galur kapang (M. sitophila, R. oryzae, R. microsporus, dan A. corymbifera) telah berhasil diisolasi. Sepasang primer heterologous telah berhasil dirancang berdasarkan daerah terkonservasi 12 sekuen gen LIPASE dari GenBank. Amplikon DNA yang diperoleh pada PCR menggunakan pasangan primer RLP memiliki panjang 466 bp. Analisis BLAST memperlihatkan bahwa amplikon PCR memiliki homologi yang tinggi dengan protein LIPASE  beberapa galur Rhizopus. 
Produksi dan stabilisasi desaturase dari Absidia corymbifera Production and stabilization of desaturases from Absidia corymbifera . TRI-PANJI; . SUHARYANTO; A W PAULUS; K SYAMSU; A M FAUZI
Menara Perkebunan Vol. 70 No. 2: 70 (2), 2002
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v70i2.129

Abstract

SummaryDesaturases are enzymes which catalyze desaturation process on carbon chain of fatty acids into unsaturated fatty acids useful for healthy oil. Desaturases could be produced from Absidia corymbifera and applied for increasing unsaturation level and crude palm oil (CPO) quality. Desaturases have been known as very unstable enzymes. The objective this research was to determine carbon sources and culture time for optimum desaturase production, fatty acid composition resulted from desaturase bioconversion, and methods for stabilization of desaturase from A. corymbifera. Results showed that desaturases from A. corymbifera are intracellular enzymes that reached the highest activity in Serrano-Careon medium with C sources of a mixture of sucrose and paraffin (0.14 U/mL) and C sources of molasses (0.11 U/mL) incubated for 76 and 120 hours respectively. Activity of ∆6 and ∆12 desaturases have been detected in culture filtrate of A. corymbifera. Activiy of ∆12 desaturase was confirmed by increasing of linoleic acid in CPO incubated with culture filtrate and biomass extract, while activity of ∆6 was detected by its conversion as much as 66.48 % linoleic acid into gamma linolenic acid (GLA) that having high economic value. Precipitation of culture filtrate and lipid extraction of biomass were unable to stabilize desaturases. Desaturase degradation rate could be inhibited by isolation and washing of microsome fraction using high salt buffer. This method could stabilize desaturases 70-80% from initial activity at storage temperature 25o C and 50 o C for 6 hours. RingkasanDesaturase merupakan enzim yang berperan dalam proses desaturasi rantai karbon asam lemak menjadi asam lemak tak jenuh yang banyak manfaatnya bagi kesehatan. Desaturase dapat dihasilkan dari Absidia corymbifera dan diamplifikasikan untuk peningkatan ketidakjenuhan dan kualitas minyak sawit mentah (CPO). Enzim desaturase dikenal sangat tidak stabil. Penelitian bertujuan menetapkan sumber karbon dan waktu kultur yang memberikan aktivitas desaturase tertinggi, komposisi asam lemak hasil konversi desaturase dan cara menstabilkan desaturase dari A. corymbifera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desaturase dari A. corymbifera merupakan enzim intraselular yang mencapai aktivitas tertinggi pada medium Serrano-Careon dengan sumber karbon campuran sukrosa dan parafin (0,14 U/mL) dan sumber karbon molases (0,11 U/mL) masingmasing pada inkubasi selama 76 dan 120 jam. Aktivitas ∆6 dan ∆12 desaturase terdeteksi pada cairan fermentasi A. corymbifera. Aktivitas ∆12 desaturase terdeteksi dari peningkatan persentase asam linoleat pada CPO yang telah diinkubasi dengan cairan fermentasi atau ekstrak biomassa, sedangkan aktivitas ∆6 desaturase terdeteksi dari dikonversinya sebesar 66,48% asam linoleat menjadi asam gamma linolenat (GLA) yang memiliki potensi nilai ekonomis lebih tinggi. Pengendapan filtrat kultur fermentasi dan ekstraksi lipida biomassa tidak mampu menstabilkan desaturase. Laju degradasi desaturase dapat dihambat dengan cara isolasi dan pencucian fraksi mikrosom dengan bufer garam. Cara tersebut dapat mempertahankan aktivitas desaturase 70–80% pada penyimpanan suhu 25o C dan 50o C selama enam jam.
Optimasi pertumbuhan dan aktivitas enzim ligninolitik Omphalina sp. dan Pleurotus ostreatus pada fermentasi padat Optimization of growth and ligninolytic enzymes activity of Omphalina sp. and Pleurotus ostreatus using solid state fermentation Happy WIDIASTUTI; . SISWANTO; . SUHARYANTO
Menara Perkebunan Vol. 75 No. 2: 75 (2), 2007
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v75i2.146

Abstract

SummarySolid wastes of bagasse and empty fruitbunch (EFB) respectively from sugarcane andpalm oil mill in Indonesia are abundant. Nowdays, up to now these solid wastes have not yetbeen optimally utilized so that the added valueis still very low and even cause an environ-mental problem. Research on bioconversion ofbagasse and EFB with two culture of white-rotfungi (WRF) i.e., Omphalina sp. and Pleurotusostreatus to produce ligninolytic enzymes wasconducted to provide added value to thislignocellulosic waste. Production of extracellular enzymes from WRF was not onlydetermined by the type of isolate but also theculture condition. This research was aimed todetermine the optimum culture condition ofsolid state fermentation in producing lignino-lytic enzymes at laboratory scale. In thisresearch, WRF was examined for ligninolyticproducing enzymes (laccase, lignin peroxidase/ LiP and Mn-peroxidase / MnP), using mediaconsisting of bagasse and EFB separately asmain substrate with supplementation of ricebran, Cu 2+ with or without rice bran. Theobservation was based on their growth andligninolytic enzyme activities. Characteristicsof optimum pH of LiP, MnP and laccaseactivity were also determined. The resultsshowed that addition of supplement was notable to increase the Cu 2+ growth of myceliaespecially in the first and second months but inthe third month the addition of supplementenhanced the mycelia growth. The growth ofmycelia on the addition of Cu 2+ with or withoutrice bran significantly lower compared to thecontrols both of Omphalina sp. and P. ostreatusin bagasse and EFB. The optimum pH oflaccase, MnP, and LiP activities was five bothfor Omphalina sp. and P. ostreatus at EFBand bagasse. Omphalina sp. was better thanP. ostreatus in producing laccase on bagasseand EFB without any supplementations. Thehighest laccase activity showed by P. ostreatuswith bagasse and EFB media treated with Cuand Cu + rice bran. Supplementation withCu 2+ was more effective in increasing laccaseactivity than rice bran. Activities of Li-P onbagasse and EFB for the two WRF cultureswere significantly influenced by supple-mentation of both of rice bran and Cu 2+ . Li-Pactivity on EFB was slightly higher than thaton bagasse. Mn-P activity was not influencedby rice bran, Cu 2+ or the combination of both.However, these enzymes activities on EFBwere higher compared to bagasse especiallyfor P. ostreatus. Suplementation of Cu wasenhance the activity of laccase and LiP both ofP. ostreatus and Omphalina sp in baggasse andEFB though inhibited the growth of those fungiespecially in the initial growth.RingkasanLimbah padat bagas tebu dan tandankosong kelapa sawit (TKKS) masing-masingdari proses pengolahan gula tebu dan minyaksawit di Indonesia jumlahnya melimpah dansampai saat ini belum mendapat penangananyang efektif sehingga nilai tambahnya masihsangat rendah dan bahkan mengganggulingkungan. Penelitian biokonversi limbahpadat bagas tebu dan TKKS menggunakan duaisolat fungi pelapuk putih (FPP) yaituOmphalina sp. dan Pleurotus ostreatus untukproduksi enzim ligninolitik dilakukan untukmeningkatkan nilai tambah limbah ligno-selulosa tersebut. Penelitian ini, mengujiaktivitas enzim ekstraseluler dari FPP antaralain lakase, lignin peroksidase (LiP), dan Mn-peroksidase (MnP) dari dua spesies FPP yaituOmphalina sp. dan P. ostreatus. Penelitianbertujuan menetapkan kondisi optimum mediafermentasi untuk produksi enzim ligninolitikdari bagas tebu dan TKKS sebagai substrat dankarakterisasi pH optimum enzim ligninolitikdari dua FPP yaitu Omphalina sp. danP. ostreatus. Pengamatan dilakukan berdasar-kan laju pertumbuhan dan aktivitas enzimligninolitik. Enzim lakase, MnP, dan LiPdiekstraksi dan dikarakterisasi pH optimumaktivitasnya. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pemberian suplemen menghambatpertumbuhan miselia pada satu dan dua bulanpertama inkubasi, namun laju pertumbuhanmiselium khususnya pada perlakuan pemberianCu 2+ dan Cu 2+ + dedak meningkat tajam padabulan ketiga setelah inkubasi. Pertumbuhanmiselium Omphalina sp dan P. ostreatus padamedium yang ditambah Cu 2+ dan Cu 2+ +dedaklebih rendah dibandingkan dengan kontrol.Pada inkubasi tiga bulan, aktivitas optimumlakase, MnP dan LiP diperoleh pada pH 5, baikuntuk Omphalina sp. maupun P. ostreatusyang diekstrak dari bahan lignoselulosa bagastebu dan TKKS. Aktivitas lakase dariOmphalina sp. lebih tinggi daripadaP. ostreatus pada substrat TKKS dan bagastebu tanpa suplementasi. Pemberian suplemenberupa Cu 2+ dan dedak atau kombinasinyameningkatkan aktivitas lakase baik pada bagastebu maupun pada TKKS. Aktivitas lakasetertinggi ditunjukkan oleh isolat P. ostreatuspada medium bagas tebu dan TKKS padaperlakuan pemberian Cu 2+ dengan atau tanpadedak. Aktivitas lakase nampaknya lebihdipengaruhi oleh penambahan Cu 2+ dibanding-kan dengan pemberian dedak. Aktivitas LiPbaik pada bagas tebu maupun TKKS untukkedua FPP yang diuji pada perlakuanpenambahan dedak dan Cu nyata lebih tinggidibandingkan dengan aktivitas LiP yangdiekstrak dari medium tanpa penambahansuplemen. Aktivitas LiP pada TKKS lebihtinggi dibandingkan dengan pada bagas tebukhususnya untuk P. ostreatus. Sedangkanaktivitas MnP tidak dipengaruhi penambahandedak dan Cu 2+ demikian pula kombinasikeduanya. Aktivitas MnP yang diekstrak dariTKKS lebih tinggi dibandingkan denganaktivitas MnP yang diekstrak dari bagas tebukhususnya untuk P. ostreatus. PenambahanCu 2+ meningkatkan aktivitas lakase dan LiPP. ostreatus dan Omphalina sp yang ditum-buhkan pada bagas dan TKKS walaupun ionlogam ini menghambat pertumbuhan keduaJPP ini khususnya pada awal pertumbuhan.
Biokonversi minyak sawit kasar menggunakan desaturase amobil sistem curah pada skala semipilot Bioconversion of crude palm oil using immobilized desaturase in batch system at semi pilot scale . TRI-PANJI; . SUHARYANTO; . GUNAWAN; Khaswar SYAMSU
Menara Perkebunan Vol. 73 No. 2: 73 (2), 2005
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v73i2.154

Abstract

SummaryIncreasing unsaturation level of crude oilpalm (CPO) could be carried out by usingdesaturase enzyme of Absidia corymbifera. Thisbiocatalyst could also produce polyunsaturatedfatty acids (PUFA) such as gamma linolenic acidthat beneficial for healthy oil. The objective ofthis research was to determine the optimumcontact time and ratio of immobilized desaturaseenzyme-substrate in batch system at semi pilotscale (5,000-15,000 mL). Desaturase wasextracted from A. corymbifera biomass andimmobilized on activated zeolite (3-6 mm).Immobilized enzymes were then used forbioconversion process in batch system by mixingthe enzyme with CPO in a bottle placedhorizontally then rotated using a rotator machineat room temperature (25-30 o C). The resultshowed that optimum contact time with ratioimmobilized enzyme-substrate 1:1; 1:2; and 1:3were 30, 40, and 50 min resulted in increasingiodine number 2.84; 3.94; and 4.46 g I 2 /100 gCPO, respectively. An optimum enzyme-subtrateratio was achieved at 1:2, resulted in increasingof iodine number 9-11 g I 2 /100 g CPO, productrecovery of 17,000 mL (21 batches) up to 18 hours. It was detected that active desaturasesduring CPO bioconversion were  6 ,  9 , and  12 desaturases as shown by the increase of oleic(4.5%), linoleic (0,85%) and linolenic acids(60.7%).RingkasanPeningkatan ketidakjenuhan minyak sawitkasar (crude palm oil, CPO) dapat dilakukandengan enzim desaturase Absidia corymbifera.Biokatalis ini juga mampu menghasilkan asamlemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturatedfatty acids, PUFA) yang bermanfaat untukkesehatan seperti asam gamma linolenat (GLA).Tujuan penelitian adalah menetapkan waktukontak dan nisbah enzim desaturase amobil-substrat optimum dalam sistem curah pada skalasemipilot (5.000-15.000 mL). Desaturase di-ekstraksi dari biomassa A. corymbifera dandiamobilisasi pada zeolite (3-6 mm) yang telahdiaktivasi. Enzim amobil kemudian digunakanuntuk proses biokonversi dalam sistem curahdengan cara mencampurkan dengan CPO dalambotol yang diletakkan secara horizontal kemudiandiputar dengan mesin rotator pada suhu ruang(25-30 o C). Hasil penelitian menunjukkan bahwawaktu kontak optimum enzim desaturase-substratdengan nisbah 1:1; 1:2; dan 1:3 adalah 30, 40,dan 50 menit dan menghasilkan peningkatanbilangan iod berturut-turut sebesar 2,84; 3,94;dan 4,46 g I 2 /100 g CPO. Nisbah enzim-substratoptimum dalam proses biokonversi CPO adalah1:2 yang menghasilkan peningkatan bilangan iod9-11 g I 2 /100 g CPO dan perolehan produk17.000 mL (21 kali curah) selama 18 jampemakaian. Penelitian juga dapat mendeteksibahwa desaturase yang aktif selama prosesbiokonversi CPO adalah  6 ,  9 , dan  12desaturase yang ditunjukkan oleh peningkatanasam oleat (4,5%), linoleat (0,85%) dan linolenat(60,7%).
Optimization media from low-cost nutrient sources for growing Spirulina platensis and carotenoid production Optimasi media dengan sumber nutrisi murah untuk pertumbuhan dan produksi karotenoid Spirulina platensis . TRI-PANJI; . SUHARYANTO
Menara Perkebunan Vol. 69 No. 1: 69 (1), 2001
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v69i1.175

Abstract

SummarySpirulina platensis is a cyanobacteriaproducing several bioactive compounds such ascarotenoids which are economically valuable. Toproduce carotenoids in S. platensis biomassefficiently, it is necessary to define an optimummedium composition consisting of mineral saltand organic complex derived from low-costnutrient sources. Spirulina platensis grown oncomplex media containing latex serum fromconcentrated latex factory, supplemented withsalt minerals might produce high yieldingcarotenoids. The objective of this research is todefine media composition for optimum growthand carotenoid production of S. platensis and toidentify carotenoid compounds from biomass ofthe algae. S. platensis was grown on mediacontaining latex serum from latex concentratefactory (5%, v/v), macroelements andmicroelements, for 10 weeks at a room aeratedand illuminated by 20 W TL lamp at 50 cmdistance. Microelements were formulatedat a certain amount to give eleven combinationsof C: N: P: Mg. The Aiba & Ogawa syntheticmedium was used as a reference medium. Theoptimum growth of S. platensis had reachedafter eight-week incubation. Among elevenmedia composition containing latex serumexamined, best growth on a formulated mediumwith a ratio of C: N: P: Mg = 1:3:0.3:0.2 yielding0.350 g biomass/L This amount was slightlylesser than those on synthetic Aiba & Ogawamedium that yields 0.407 g biomass/L, aftereight-week incubation. Although the biomassproduction was lower than that of synthetic Aiba & Ogawa medium, the formulated mediagave higher carotenoid content. The highestcarotenoid content in biomass was 2.866 mg/kgbiomass obtained from a medium with ratio ofC: N: P: Mg = 1: 2: 0.3: 0. Thin layerchromatography (TLC) analysis of biomassextract showed the presence of two-six carotenoidcompounds, in which one of them is β- carotene.RingkasanSpirulina platensis adalah sianobakteria yangmenghasilkan berbagai senyawa bioaktif bernilaiekonomi tinggi antara lain karotenoida. Untukmemproduksi karotenoida dari biomassa selS. platensis secara efisien, perlu ditetapkankomposisi media mineral dan bahan organikkompleks yang optimal dari sumber nutrisi yangmurah. Spirulina platensis yang ditumbuhkandalam media serum lateks dari pabrik latekspekat dengan suplemen garam-garam mineraltertentu diharapkan produktif dalammenghasilkan karotenoida. Tujuan penelitianadalah menetapkan komposisi media yangoptimal untuk pertumbuhan dan produksikarotenoid serta mengidentifikasi jenis senyawakarotenoid dalam biomassa sel S. platensis.Sianobakteria ini ditumbuhkan dalam mediakompleks mengandung serum lateks pekat(5%, v/v) dengan suplemen nutrisi berupamakronutrien dan mikronutrien selama10 minggu di dalam ruangan dengan aerasi danpenyinaran lampu TL 20 W pada jarak 50 cm.Komposisi makronutrien diformulasi untukmemberikan sebelas macam variasi nisbahC:N:P:Mg. Sebagai pembanding digunakanmedia sintetik Aiba & Ogawa. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pertumbuhan S. platensismencapai puncak setelah diinkubasikan selamadelapan minggu. Dari 11 komposisi mediamengandung lateks yang diuji, pertumbuhanS. platensis terbaik adalah yang ditumbuhkandalam media formula dengan nisbah C:N:P:Mg=1:3:0.3:0.2 menghasilkan 0,350 g biomassa/L,sedikit lebih rendah dibandingkan denganmenggunakan media sintetik Aiba & Ogawa yangmenghasilkan 0,407 g biomassa/L selama8 minggu. Walaupun kandungan biomassanyalebih rendah, media formula tersebut meng-hasilkan karotenoid lebih tinggi dibandingkandengan media sintetik Aiba & Ogawa.Kandungan karotenoid tertinggi pada biomassayaitu sebesar 2.866 mg/kg diperoleh pada mediadengan nisbah C:N:P:Mg=1:2:0.3:0. Analisisekstrak biomassa dengan TLC menunjukkanadanya dua-enam jenis karotenoida, salahsatunya adalah β - karotena.
Produksi dan karakterisasi lakase Omphalina sp. Production and characterization of Omphalina sp. laccase . SISWANTO; . SUHARYANTO; Rossy FITRIA
Menara Perkebunan Vol. 75 No. 2: 75 (2), 2007
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v75i2.177

Abstract

SummaryOmphalina sp. a white-rot fungi (WRF)originated from oil palm plantation has abilityto degrade empty fruit bunches of oil palm(EFBOP) so that it is expected to producelaccase with high activity. The ability ofOmphalina sp. to produce laccase enzyme onliquid fermentation will be studied. The enzymewill also be partially purified andcharacterized. The research result showed thatthe highest enzyme activity (1.162 U/mL) wasobtained using glucose malt yeast (GMY)medium at room temperature for four days.The addition of 2,5-xylidine as an inducerproduced laccase earlier i.e two days, but theactivity of laccase was less active afterprolonged incubation compared to that ofcontrol. The laccase produced on mediumcontaining 2% EFBOP reached optimumactivity as much as 0.38 U/mL after 10 th daysof incubation. Partial purification of laccaseon Sephacryl S-200 HR column resulted58.23% of yield recovery with twice purity thanbefore. The optimum pH of laccase was 4.5.Laccase activity was stable even after heatedon 50 o C for 30 minutes, but then decreasedwhen heated until 60 o C. The laccase has K Mand V max as much as 0.15 mM and 0.56 U/mLrespectively.RingkasanOmphalina sp., adalah fungi pelapuk putih(FPP) hasil isolasi dari kebun kelapa sawityang diketahui mampu mendegradasi tandankosong kelapa sawit (TKKS) dengan cepatsehingga diharapkan mampu menghasilkanlakase dengan aktivitas tinggi. KemampuanOmphalina sp. menghasilkan enzim lakasepada fermentasi cair akan dipelajari. Selain itu,lakase yang dihasilkan akan dimurnikan secaraparsial serta dilakukan karakterisasi pH, suhu,dan konsentrasi substrat optimum. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Omphalina sp.menghasilkan lakase dengan aktivitas tertinggi(1,162 U/mL) pada medium glucose malt yeast(GMY) yang diinkubasikan pada suhu ruangselama empat hari. Penambahan 2,5-xilidinsebagai induser mempercepat produksi lakaselebih awal yaitu dalam waktu dua hari, namunaktivitasnya masih lebih rendah dibandingkandengan kontrol pada inkubasi lebih lanjut.Lakase dari Omphalina sp. juga dapatdiproduksi pada medium yang mengandung2% TKKS dan aktivitasnya mencapai0,38 U/mL yang diinkubasi dalam suhu ruangselama 10 hari. Pemurnian parsial pada kolomSephacryl S-200 HR menghasilkan rendemensebesar 58,23% dengan kemurnian dua kalinya.Aktivitas lakase optimum pada pH 4,5 dantetap stabil setelah pemanasan selama 30 menitpada suhu ruang hingga 50 o C dan menuruntajam pada suhu 60 o C. Lakase Omphalina sp.menghasilkan nilai K M dan V maks masing-masing sebesar 0,15 mM dan 0,56 U/mL.
Co-Authors . Gunawan . Gunawan . GUSNANIAR . SISWANTO A H SARAGIH A M Fauzi A W PAULUS Abdul Basith Abdul Latif Abdul Qadir Jailani, Abdul Qadir Abdullah, Agung Sobri Abdussomad, Abdussomad Achmad Sumbaryadi, Achmad Achmad Zainudin Achmad Zaki Adang Sutisna Adi Mulyana Adi, Catur Pramono Afrianti, Widia Agustiani, Sarifah Ahmadi, Muhamamad Airlangga Ahmadi, Nurdin Ainsani, Dinda Alya Aji Prasetyo, Aji Akbar, Mohamad Adha Akbar, R. Mohamad Adha Akhmad Fauzi Al-Farisi, Rifqi Ali Mustopa, Ali Alie, Angga Hermawan Amaly, Norsyam Ameliaratri, Rizky Amir Husaini Karim Amrullah Analius Giawa Andhika Cahyono Putra Andryani, Novi Anggraini, Truly ANNISA MAULIDYA Anthon, Tino Asprilla Anwar, Aslam Nurdin Aprillia, Cindi Ariatmi, Siti Zuhriah Arief, I. I. Arifin, Ardimas Ariyanti, Nova Syafira Arrizki, Tria Aryanda, Rico Evan Asep Saefulloh Asj’ari, Fachrudy Asma, Wan Izatul Asmini Budiani Avantie, Chevia Altika Avid Inang Rum Ayu Ambarsari, Diah Ayu Wijayanti, Astrid Bakri, Reza Fauzi beny firman, beny Bieng Brata Bisma Arianto Boyke Nugrahanto Cahyati, Jeni Nur Carika, Berliana Ninda Putri Cep Adiwiharja Chandra Wijaya Chaterina Agusta Paulus Christina Menuk Sri Handayani Dadang Suherman Daifa Al Quthni, Muhammad Dede Firmansyah Saefudin Deden Dewantara ERIS Demas YogoPranoto, Demas Deni Suprihadi Desmar Panji Suryananto Desmiwati, Desmiwati Dewi, Mutiara Indah Nirmala Dewi, Priyantini Dharmawantho, Listio Dian Sutono, Dian Didik Ariyanto Djoko Santoso Djumala Machmud, Djumala Dolah, Rahayu binti Haji Dwi Haryanti, Dwi Dwiarta, I Made Bagus Dyah Ari Wulandari Edi Soetrisno Edy Sulistiyawan, Edy Eka Firmansyah Ellianto, Mario Sariski Dwi Encep Rustandi Endang Sulistyowati Erick Nugraha Ery Nugraha Ery Nugraha, Ery Estiasih, Soffia Pudji Eustasia Sri Murwati, Eustasia Sri Fadillah, Destya Nuryandara Fahmi, Amir Hadziq Fanani, M. Zainal fariana, rina Fatma Maruddin Fattah, Zihad Al Fauzi, Rifaldi Al Febriani, Irawati Ferdinant, Agung Fikri, Dzaki Firda DIMAWARNITA Giyoto Goenaryo, Goenaryo Gymnastiar, Iman Ahmad Hadikaryana, Oscar Hadis, Aris Akhludin Hafid, Wahyu Hajrawati, Hajrawati Hakim, Khaerul Handayani, Sri Handayani, Sri Dewi Handri, Handri HAPPY WIDIASTUTI Harahap, Ahmad Saleh Hari Nugroho Harianja, Jonggi Haris, Dendi Hartanto, Soni Rudi Hartono Hartono Haryanto Haryanto Haryo Tejo PRAKOSO Hasan Basri Hedwigis Esti Riwayati Hendra Permana Hendra Permana Hendra Permana Heni Haryani Heni Haryani, Heni Herlina, R Lisye Herlina, R. Lisye Hermawan, Fajar Heru Purwanto Hidayat, R. Taufik Hutajulu, Jerry Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imron Imron, Imron Indah Lestari, Indah Indah N. D., Mutiara Indra Kurniawan Irma Badarina Irma Kresnawaty Irma KRESNAWATY Irman Hariman Ishak, Riswansi Istrianto, Kadi Jakasukmana, Munandar Jasman Jasman Jentot Tugiyono Joni Haryadi, Joni Junirmart Girsang K Syamsu Kandagasari, Nanan Karima, Syafika Katharina Oginawati Khaswar Syamsu Kukuh Nirmala Kurahmadan, Taufik Kuramadan, Taufik Kurniawati, Diaz Kusuma, Eka Wisnu Kusumawardana, Kwica Guswantoro Kusumo Efyjanto, Tonny Kusumo, Tonny Kususiyah Kususiyah Laksamana, Patria Lingga, Thomson R Listyalina, Latifah Luhulima, Martin Yermias Luky Adrianto Luluk Fauziah, Luluk Lutfiyah, Luluk M Irfani ABDULLAH M. Ali Magdalena, Pamela Mahalla, Mahalla Malinda, Martina Efri Maman Hermawan Mardiana, Sela Marheny, Titik Marini Wijayanti Mario Sarisky Dwi Ellianto Markonah, Markonah Marsia, Marsia Maryanto, Yanto Maulana Amirul Adha Mildawani, M. M. Tri Susetyaning Mokhammad Isnaeni Bambang Setyonegoro Muhaimin, Muhammad Fadhil Muhamad, Azhar Muhammad Ikhwan Muhammad Iqbal Muhandis Sidqi, Muhandis Muliawati, Intan Murwati, Eustasia Sri Nabila, Shelvia Ariesta Nainggolan, Chandra Nana Suryana Nasliya, Raisa Nasmiarta, Zhafarina Malaha Nasution, Syahrial Nazari, Afifah Khonsa Ndricenning, I Mario Ngangun, Tati Atia Nining ARINI Noerchoidah Novitanti, Linda Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Nugraha, Hendy Adiyat Nur Richana Nurfauji, Aditya Nurhasanah Nurhasanah Nurlaela, Eli Nurwijayanti Olfa Mega Oscar Hadikaryana Otremoles, Nanda P. Nababan, Sakti Pakpahan, Samuel Seprian Palimirmo, Flandrianto S. Pambudi, Wisnu Perangin-angin, Robet Permana, Agung Permana, Hendra Peronika, Tika Picaulima, Simon M. Prabowo, Primananda Prasetiyo, Didit Eko Prasetyo, Ahmad Pratiwi, Oklivia Nesia Prayogo, Arif Prayogo, Muhammad Nur Firdaus Primanita, Azizna Purwadi Purwadi Putrama, Fala Putri, Naisya Putri, Zahra Regita Amelia R Widodo Triputro, R Widodo R. Lisye Herlina R., Satrya R.Lisye Herlina Raditiyanto, Satria Rahayu, Shilfiana - Rahmadhani, Annisaa Shafaa Rahmat Hidayat Raihan, Christianto Tri Rajaminsah, Rajaminsah Rasak, A. Nurul Mutiah Ratnaningsih, Wahyu Ratung, Agustinus Apriyadi Hanggum Rawati, Sri Rebekah, Felicia Reza Ramadhan, Reza Rifqi Al-Farisi Rina Shahriyani Shahrullah Riswandi Ishak Riza A PUTRANTO Romsyah Maryam Rosa, Tina Rossy FITRIA Ruchimat, Toni Rustananda, Dani S. Suripin Sagala, Viona Apriyanti Salasah, Rosmawati Samu, Markus Samu Sanusi, Achmad Saputra, Aman Saputra, Rizki Wahyu Sari Mardiah, Ratu Sari, Ratih Purnama Saripudin Saripudin Satwikanitya, Pani Sauri, R Supyan Sembiring, Adina S Setiani, Febri Setyaningrum, Leli Setyanto, F.A. Ricky Bayu Shinta PERMATASARI Sholiha, Husna Imro’atush Simanullang, Rio Prasetyo Simbolon, Bernas Siti Khotimatul Wildah Siti Samsiyah Sitti Rahmah Soeboer, Deni Achmad Soepardi, Sugiono Sorongan, Fangky Sri Harini Sri Sangkawati Sachro Sriyana, Ignatius Styanto, F.A. Ricky Bayu Sudrajat, Danu Sugianto Sugianto Sugito - Sugriwa Husen, Eddy Suhardiyah, Martha Suharto Suharto Suherman, Asep Irwan Sukamta Sukamta Sulaiman Sulaiman Sulaiman, N. B. Sumi Hudiyono Sunarto Sunarto Suparman Suparman Suprihadi, Deni Suryadi, Ade Suryaman, Suryaman Sutisna, Adang Suwarni Suwarni Suzantry H, Yanolanda Su’udiyah, Rofiqoh Nur Syadevi, Wamida Ayu Nabila Syafia, Rima Syahbani, Muhammad Wahyu Syahruddin, A Syamsuddin Arif Syauqi Ilal Jinan, Achmad Syeda ANDANAWARIH Syifaya, Zulfa Aurellye Oldra T Haryono T W DARMONO T. Haryono Taufik Baidawi, Taufik Taufik, Cevi Mochamad Taufiq Akbar Tedy Juliandhy Tedy Juliandhy Tiku, Mathius Titis Setyabudi Tony Susilo Wibowo Tri Harningsih, Tri Tri Lestari Tri Pambudi, Tri Tri Panji Tris Akbarillah Tugiyono, Jentot Ulansari, Ramadhani Ully Wulandari, Ully Untari, Puji Rahayu Urip PERWITASAR Urip PERWITASARI Urip Santoso Usman Usman Uyuni Widiastuti Venia, Yelia Vita Budi Damayanti W, Warkianto Warkianto Widjaya Warnoto Warnoto Waryanto, Bambang Dwi Widhayani, Puri Setioningtyas Widjaja, Warkianto Widya Apriliah, Widya Widyatama, Radya Gading Wijaya, Junior Hendri Windarto, Andhang Wita, Nurul Kurnia WITRIANA ENDAH PANGESTI Woki Bilyaro Wulandari, Hesti Ulin Xiongzhi, Xue Y., Indriarto Yaser Krisnafi, Yaser Yasmiati Yasmiati Yeni Rahmawati, Yeni Yogi Himawan Yogopranoto, Demas Yohanes Ferry Cahaya Yoharmus SYAMSU Yoseph Tajul Arifin Yudi Wahyudin Yulianah Yulianah Yunia Dwie Nurchayanie Yunianto, SR Eko Yurike, Yurike Yusrizal . Yusrizal Yusrizal ZA, Sisma Zahra Zahra Zakaria, Fahri Zebua, C. K. N. Zidane, Rafli Maulana Zuhroh, Rena Sofyatus