p-Index From 2021 - 2026
15.02
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penyuluhan Tropical Medicine Journal Buletin Peternakan Jurnal Kebidanan PROSIDING SEMINAR NASIONAL MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Pendidikan Teknik Bangunan Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Wiraraja Medika: Jurnal Kesehatan LINK PREMISE: Journal of English Education and Applied Linguistics PIONIR: Jurnal Pendidikan MEDISAINS English Review: Journal of English Education Jurnal Al-Tadzkiyyah SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur TERAS Jurnal Kebidanan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional Proceeding of International Conference on Teacher Training and Education JEES (Journal of English Educators Society) Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Union: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Wacana Akademika : Majalah Ilmiah Kependidikan Indonesian Journal Of Civil Engineering Education IJoLE: International Journal of Language Education Jurnal SOLMA Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Al-Hayat: Journal of Islamic Education Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Ilmiah POTENSIA IRJE (Indonesian Research Journal in Education) Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry Journal of Maternal and Child Health Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health Pelita : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Jurnal PTK dan Pendidikan Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Media Karya Kesehatan Al Mahara: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra JURNAL MEDICAL Journal of Applied Health Management and Technology Khazanah Pendidikan Islam Journal of Telenursing (JOTING) Indonesian Journal of Global Health research SAGA: Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam English Teaching and Linguistics Journal (ETLiJ) Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PIPER Indonesian Academia Health Sciences Journal Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika International Journal of Social Learning (IJSL) Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Pendidikan Teknik Sipil (JPTS) Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Journal of Integrated Elementary Education Journal of Education Research Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Educational Sciences Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Asian Journal of Philosophy and Religion Dirasatul Ibtidaiyah Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Jurnal Multidisiplin West Science TELL - US JOURNAL Jurnal Osadhawedyah bidang Medis dan Kesehatan Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Berkala Penelitian Teknologi Kulit, Sepatu, dan Produk Kulit Global Education Journal Stairs: English Language Education Journal MENTARI : Journal Of Islamic Primary School Jurnal Pendidikan Anak JURNAL PENA PAUD ENDLESS : International Journal of Future Studies Quranic Edu Khidmat Jurnal Bidan Cerdas Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan IJELaSS: International Journal of Education, Language and Social Scince KINERJA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Jurnal Pendidikan Progresif Journal of Tourism, Hospitality and Travel Management (JTHTM) Jurnal Tarbiyatuna Jurnal Info Kesehatan International Journal of Educatio Elementaria and Psychologia Karaton: Jurnal Riset dan Inovasi Sumenep
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : PIPER

Habitat Kelelawar Pemakan Buah (Penthetor lucassi) Di Hutan Bukit Beluan Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu Sri Sumarni
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 28 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i28.294

Abstract

Kelelawar pemakan buah (Penthetor lucasii) merupakan salah satu mamalia yang ada di kawasan hutan Bukit Beluan Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu. Kelelawar memiliki peran penting dalam ekologi hutan, sehingga keberadaannya di alam harus dilindungi terutama habitatnya. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan teknik observasi. Habitat merupakan tempat hidup dan berkembangnya kelelawar, dan gua menjadi salah satu habitat tempat beristirahat pada siang hari. Gua di kawasan hutan Bukit Beluan sebagai habitat kelelawar dengan karakteristik terowongan dengan tinggi 6 m, panjang gua lebih kurang 70 m, lebar mulut gua 33,8 m dan lantai gua sedikit berkarang. Aliran sungai kecil sepanjang lebih kurang 20 m di dalam gua dan aliran sungai yang lebih pendek terdapat di mulut gua. Rata-rata suhu di dalam gua 25,23°C dengan kelembaban 90%. Vegetasi yang ada disekitar gua adalah Langsat, durian, engkuis (lengkeng hutan), puak (tampoi), jenis nangka-nangkaan, rambai, empakan (pekawai). Jenis satwa lain yang ditemui dalam gua adalah ular, cicak sedangkan di sekitar gua kura-kura, labi-labi, lele dan laba-laba.
Studi Habitat dan Pola Persebaran Belimbing Darah ( Baccaurea angulata ) Pada Kawasan Berhutan Di Desa Pelimping Kabupaten Sintang Sri Sumarni; Ria Rosdiana Hutagaol; Oki Saputra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 30 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i30.379

Abstract

Belimbing Darah (Baccaurea angulata) atau umin merupakan salah satu jenis endemik yang ada di Kalimantan. Manfaat dari belimbing darah yaitu selain buah sebagai edible , bagian lain dari tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Habitat dan Pola Persebaran Belimbing Darah (Baccaurea angulata) pada kawasan Berhutan di Desa Pelimping Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan wawasan tentang habitat dan pola persebaran Belimbing Darah yang terdapat pada kawasan Berhutan di Desa Pelimping Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang khususnya, serta menjadi database dalam upaya memanfaatkan dan melestarikan Belimbing Darah umumnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Jalur. Penentuan jalur dilakukan dengan sytematis sampling with random start. Adapun jumlah jalur dibuat sebanyak 4 buah, berjarak 200 m pada tiap jalur dengan panjang jalur disesuaikan dengan kondisi dilapangan. Pengamatan analisa vegetasi digunakan petak pengamatan ukuran 20 m x 20 m secara kontinyu. Hasil penelitian diketahui 24 jenis tumbuhan yang tumbuh di sekitar Belimbing Darah yaitu Omak/Tampoi, Mentawak, Jambu Monyet/ Jambu Tengkalak, Kemayau, Manggis Hutan, Asam Kandis, Kelampai, Keranji, Petai, Kepuak/Benda, Tapang/Menggiris, Pelaik/Pulai, Gaharu/Engkaras, Mawang, Langsat/Duku, Bungkang/Buah Ubah, Asam Pelam, Kemantan/Bacang, Lilinang, Durian, Kapur, Cempedak, Kedondong Hutan, Meranti, dan Nyatoh. Jenis tanah pada lokasi penelitian tergolong tanah Debu/Lempung berpasir. Rerata curah hujan bulanan pada saat penelitian adalah 226,60 mm, suhu udara bulanan 27 °C, rerata Kelembaban Relatif bulanan 89 %. Pola persebaran Belimbing Darah dari perhitungan Indeks Morisia dari seluruh jalur pengamatan didapatkan hasil indeks yang < 1 , dari hasil tersebut maka diketahui bahwa pola persebaran Belimbing Darah adalah acak. Belimbing Darah yang tumbuh secara acak menunjukkan adanya interaksi yang saling menguntungkan diantara individu-individu yang ada, namun demikian tumbuhan dengan pola pertumbuhan acak justru dapat meningkatkan kompetisi dalam hal unsur hara, cahaya matahari, dan air. Sehingga faktor lingkungan tempat tumbuh menjadi hal yang penting dalam pola penyebaran yang secara acak ini. Hal ini menjadi informasi bagi masyarakat setempat guna menjaga kawasan berhutan di Desa Pelimping ini untuk tetap lestari dan menjadi habitat yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan Belimbing Darah di wilayahnya.
HABITAT TENGKAWANG BUKIT (Shorea beccariana Burck) PADA KAWASAN BERHUTAN BUKIT RUYUNG DESA SUNGAI SINTANG KECAMATAN KAYAN HILIR KABUPATEN SINTANG Sri Sumarni
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 27 (2018): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i27.203

Abstract

Habitat Tengkawang Bukit (Shorea beccariana Burck) Pada Kawasan Berhutan Bukit Ruyung Desa Sungai Sintang Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor biotik (vegetasi sekitar) dan faktor abiotik pada habitat Tengkawang Bukit pada kawasan berhutan Bukit Ruyung Desa Sungai Sintang Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa menjadi informasi tentang habitat Tengkawang Bukit yang terdapat pada kawasan berhutan Bukit Ruyung desa Sungai Sintang Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang serta dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam upaya pengelolaan dan penjagaan kelestarian pada kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah petak tunggal. Penentuan petak pengamatan dilakukan secara purposive sampling pada areal yang banyak terdapat pohon Tengkawang Bukit. Petak tunggal yang digunakan berukuran 100 m x 60 m, yang didalamnya terdapat masing-masing 15 plot pengamatan untuk tingkat semai, pancang, tiang dan pohon. Pada hasil penelitian diketahui ada 23 jenis vegetasi yang ditemukan tumbuh di sekitar pohon Tengkawang Bukit, 5 (lima) jenis yang paling dominan yaitu Menyatuk, Keladan, Tekam, Markubung dan Merantik. Kandungan tanah pada lokasi penelitian dengan pH 6,12 (Agak Masam), Karbon Organik sebesar 2,29 % (Sedang), N Total 0,25 % (Sedang), C/N rasio 9,16 % (Rendah), K 0,36 (Sedang), Ca 1,56 (Sangat Rendah), Mg 0,15 (Sangat Rendah), P tersedia 37,25 (Sangat Tingi) dan tergolong tanah Debu liat berpasir dan iiklim yang sesuai bagi pertumbuhan Tengkawang Bukit yaitu rata-rata curah hujan bulanan adalah 266,95, rerata suhu udara bulanan 27,20 OC, rerata Kelembaban Relatif bulanan 85,92 (%) dan Lamanya Penyinaran rerata bulanan adalah 57,25 (%). Mengingat kawasan berhutan tempat penelitian dekat dengan pemukiman dan terdapat banyak aktivitas masyarakat, maka diperlukan upaya yang sungguhsungguh oleh pemerintah melalui instansi terkait dan masyarakat untuk menjaga dan menjamin kelestarian pohon Tengkawang Bukit.
Studi Jenis Kelelawar (Chiroptera) Di Gua Kelelawar Pada Kawasan Bukit Beluan Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu Sri Sumarni; Sarief Fathurrachman
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 29 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i29.342

Abstract

Kelelawar (Chiroptera) merupakan satwa yang memiliki fungsi penting secara ekologis, antara lain membantu penyerbukan bunga, penyebaran biji, dan pengendalian populasi serangga dan proses regenerasi hutan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis Kelelawar di Bukit Beluan Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitan ini dilaksanakan dengan metode tangkap lepas dengan menggunakan jaring kabut (mist net). lokasi pengamatan mist net sebanyak 3 buah, dengan pemasangan 3 buah mist net dilakukan secara purposive, yaitu dengan memperhatikan jalur lintas kelelawar, mist net tersebut dipasang disekitar aliran sungai, mulut gua dan pohon berbuah, pada setiap lokasi penelitian dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali, dan kelelawar yang tertangkap dilakukan pengamatan dan identifikasi. Hasil penelitian kelelawar yang tertangkap tergolong dalam 4 suku (Pteropodidae, Hipposideridae, Emballonuridae, Vespertlionidae) dan 7 jenis (Penthetor lucasii, Eonycteris spelea, Macroglossus minimus, Hipposiderus cineraceus, Tylonycteris pachypus, Tylonycteris robustula, Saccolaimus saccolaimus). Berdasarkan jenis pakannya, terdapat 3 jenis pemakan buah (Megachirotera) yaitu codot kecil kelabu (Penthetor lucasii), Codot Pisang coklat ( Macroglossus minimus ), codot fajar gua kecil ( Eonycteris spelea ) dan 4 jenis pemakan serangga (Microchiroptera) yaitu Barong Kelabu ( Hipposiderus cineraceus ), kelelawar Buluh kecil ( Tylonycteris pachypus ), kelelawar buluh besar ( Tylonycteris robustula ) dan Kelelawar Makam Kantung Dagu ( Saccolaimus sacolaimus ).
PENGARUH PEMBERIAN ATONIK TERHADAP PERTUMBUHAN STEK AKAR PELUNTAN (Artocarpus sericicarpus) DI PERSEMAIAN Sri Sumarni
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.7

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Atonik terhadap pertumbuhan dan dosis yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan stek akar Peluntan di persemaian. Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan ilmu dan pengetahuan terutama mengenai pengaruh pemberian Atonik terhadap pertumbuhan stek akar Peluntan dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam upaya pembibitan  di persemaian.Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode eksperimen lapangan alam bentuk faktor tunggal dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) ini terdiri dari satu faktor dan 4 (empat) level perlakuan yaitu A0  (Tanpa Atonik), A1 (Dosis 0,25 ml Atonik per liter  air per 9  stek akar), A2  (Dosis 0,50 ml Atonik  per liter air per (stek akar), dan A3 (Dosis 0,75 ml Atonik  per liter air per 9 stek akar). Setiap level perlakuan diulang 4  empat) kali dan setiap ulangan terdapat 9 stek akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian Atonik memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun, tinggi tunas, jumlah akar dan panjang akar stek akar Peluntan di persemaian, tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah tunas. Perlakuan pemberian Atonik dengan dosis 0,5 ml per liter air  (A2) menunjukkan hasil yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah daun, tinggi tunas, dan panjang akar stek akar Peluntan di persemaian, sedangkan untuk meningkatkan jumlah akar yang terbaik adalah perlakuan 0,75 ml per liter air (A3). Perlu kajian yang lebih mendalam untuk dapat memastikan pengaruh pemberian Atonik terhadap pertumbuhan stek akar Peluntan, yaitu dengan cara menambah lamanya waktu penelitian dan teknis pengambilan akar yang akan dijadikan bahan stek, sehingga didapatkan  kesimpulan yang komprehensif. Perlu kajian yang lebih mendalam untuk dapat memastikan pengaruh pemberian Atonik terhadap pertumbuhan stek akar Peluntan, yaitu dengan cara menambah lamanya waktu penelitian dan teknis pengambilan akar yang akan dijadikan bahan stek, sehingga didapatkan  kesimpulan yang komprehensif.
KEANEKARAGAMAN JENIS HERPETOFAUNA DI KAWASAN TELUK RIBAS RESOR MENTATAI SPTN WILAYAH I TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA BUKIT RAYA Sumarni, Sri; Krispin, Charles
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 1 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i1.1528

Abstract

Kawasan hutan Teluk Ribas yang termasuk dalam kawasan kerja Resor Mentatai mempunyai keanekaragaman hayati tinggi, satu diantaranya kelompok herpetofauna yang memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai pengendali hama dan bio indikator terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui spesies-spesies herpetofauna yang ada di kawasan hutan Teluk Ribas Resor Mentatai SPTN Wilayah I Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Penelitian menggunakan metode survei perjumpaan visual (VES) yang dikombinasikan dengan teknik transek sampling pada dua jenis habitat, yaitu akuatik dan terestrial. Hasil penelitian ini menunjukkan keberadaan 31 spesies dari 11 famili Herpetofauna. Indeks keanekaragaman (H') tercatat sebesar 2,6 untuk habitat akuatik dan 2,4  untuk habitat terestrial. Indeks keanekaragaman ini mengindikasikan tingkat keanekaragaman dalam kategori sedang, dan juga menggambarkan kondisi habitat yang cukup mendukung keberagaman spesies di wilayah tersebut. Keadaan ini perlu dipertahankan untuk kelestarian fungsi kawasan dalam menjaga kelestarian jenis herpetofauna.
JENIS IKTIOFAUNA RAWA GAMBUT BERNILAI EKONOMI TINGGI DI KELURAHAN KAPUAS KIRI HULU KABUPATEN SINTANG Syukur, Muhammad; Sumarni, Sri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 1 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i1.1534

Abstract

Kelurahan Kapuas Kiri Hulu Sintang Kabupaten Sintang terletak diantara 000 09’ LU, serta 00002’ LS dan 111021’ Bujur Timur, dengan luas wilayah 25 Km2, memiliki area  rawa gambut seluas 1.210 Ha dengan kedalaman berkisar antara 50-100 cm. Penduduknya berjumlah 1.793 jiwa, 867 jiwa lelaki dan 926 jiwa perempuan. Pada area rawa gambut terdapat iktiofauna sebagai sumber  pangan dan sumber pendapatan ekonomi bagi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jenis iktiofauna bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat setempat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada nelayan dan pengerajin ikan. Observasi dilakukan untuk menentukan titik pengamatan. Penentuan titik pengamatan secara purposive sampling. Pada titik pengamatan dilakukan penangkapan iktiofuna menggunakan alat tangkap Jala, Pukat, Pancing, Bubu dan Kelambu Ikan. Hasil penelitian disimpulkan (1) Terdapat 6 (enam) jenis iktiofauna rawa gambut bernilai ekonomi tinggi di Kelurahan Kapuas Kiri Hulu Kabupaten Sintang, yaitu Biawan (Helestoma temanncki), Patik (Mystus namurus), Seluang Bujur (Rasbora argyrotaenia), Delak (Channa striata), Lele Rawa (Clarias teijsmanni) dan Betok (Anabas testudineus); dan (2). Biawan bernilai ekonomi Rp. 260.000.,-, Patik bernilai ekonomi Rp. 245.000.,-, Seluang Bujur bernilai ekonomi Rp. 235.000.,-, Delak bernilai ekonomi Rp. 225.000.,-, Lele Rawa bernilai ekonomi Rp. 205.000.,- dan Betok bernilai ekonomi Rp. 180.000.,-. Pemanfaatan iktiofauna rawa gambut alami bernilai ekonomi tinggi terus dilakukan  masyarakat setempat dan belum ada upaya untuk membudidayakannya, sehingga terancam kelestarian jenis dan populasinya.   Oleh karena itu diperlukan komitmen dan kesungguhan semua stake holder untuk dapat bekerja secara kolaboratif dan bersinergi untuk menjamin kelestarian jenis dan populasi iktiofauna rawa gambut.
STUDI HABITAT Amorphophallus hewittii DI KAWASAN HUTAN LINDUNG BUKIT LUIT KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG Anam, Khoerul; Sumarni, Sri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER, in progress
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1689

Abstract

Amorphophallus hewittii atau bunga bangkai merupakan tumbuhan liar yang memiliki keunikan, keindahan, serta peran ekologis penting seperti menarik polinator dan menjadi indikator kesehatan ekosistem hutan hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi biotik dan abiotik habitat A. hewittii yang terdapat di Kawasan Hutan Lindung Bukit Luit Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan adalah petak tunggal yang diletakkan secara purposive dan representatif, dengan ukuran 100 × 60 m. Pada petak tersebut dibuat 15 subpetak pengamatan untuk mengidentifikasi vegetasi pada tingkat semai, tiang, dan pohon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 34 jenis vegetasi yang menyusun komunitas tumbuhan di sekitar A. hewittii. Struktur vegetasi yang berlapis ini mencerminkan adanya dinamika regenerasi alami dan ketersediaan naungan yang penting bagi keberlangsungan spesies pada lapisan bawah. Interaksi antara faktor biotik dan abiotik menciptakan mikrohabitat yang stabil dan sesuai bagi kelestarian A. hewittii. Selain itu dalam penelitian ini juga terlihat adanya aktivitas masyarakat di dalam kawasan hutan lindung walau saat ini bukan berupa ancaman namun harus ada pemantauan dari pihak terkait. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan terpadu oleh pemerintah, dukungan masyarakat, serta kolaborasi mitra konservasi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya hayati dan kesejahteraan masyarakat sekitar Bukit Luit.
Co-Authors A G Thamrin A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Wahid Abdul Rohman Anshory Abdul Wakhid Ali Munandar Ade Ulfa Septiana Adeng Slamet Adhitya Surya Pratama Afriani, Rachmi Afriyanto, Dwi Agus Firdaus Agustin Setianingsih, Agustin Ahmad Nurul Azhar Al Adhim Ahmad, Zaenal Arifin Ahmaniyah Ahmaniyah Akbari Akbari, Akbari Aldinda, Tharra Widadari Alimah, Isnaini Putri Laili Nur Alrefi, Alrefi Amartha, Tecky Afifah Santy Amirah, Sakinah Ananda, Addiella Fitri Andika, Windi Andika, Windi Dwi Andra Noviana Andriana Andriana Anggit Kartikasari Anggun dila Inayah Angraini, Melisa Nabima Anik Anekawati Anis Rahmawati Anwar Efendi Apri Irawan Apriadi Prmausyagi Aprilia Dwi Wulandari Aris Santjaka Arista, Sindy Agustina Arma, Merisa Restiani Arrif'aniy, Fath Fithrotu Zahrotuddina Arselatifa, Elviga Arwani Arwani Asnur, Muhammad Nur Ashar Astika, Ruri Tria Astuti, Yuni Nur Asuan, Maria Elvira Atikah Atikah Aulia, Rahma Aulia, Renata Putri Azizah Husin Azzahra, Nuri Syifa Bambang Sutomo, Bambang Basori Basori Bedjo Santoso Kadri Benedictus Kusmanto Cakrawati.R, Cakrawati.R Carisa, Aulia Caroline, Stephani Fahra Cecil Hiltrimartin chundakus Habsah Chundakus Habsya chundakus Habsyah Claudia Raynera Darmahusni Darmahusni, Darmahusni Davizar Rukman Arrumy Dellomos, Carl O Demsa Simbolon Dermawan, Heri Desi Yanita Destiya Nur Khasanah Desyandri Desyandri Dewi Andang Prastika Diah Arum Ratnawati Dian Permatasari Dimas Triananda Aji Pamungkas Diyah Fatmasari Donny Kristanto Mulyantoro Dwi Astuti Dwi Cahaya Nurani Dwi Haryanti edy susanto Ekayanti, Yesi Eko Mulyadi Eko Suprimurtiono Eko Susanto Elisa Ulfiana Emdat Suprayitno Emdat Suprayitno Endah Aryati Eko Ningtyas Endri Astuti Erisna, Maya Erna Widyastuti Ernawati Sri Ernawati Sri Sunarsih Eryan Nuzuliana Cahyanto Fadhilah, Adela Nurul Fadhilah, Ayu Fairuz, Luthfia Fajar Ayu Prabandani Farah Salsabila, Farah Farida Hanum Farkhati Nafi'ah, Eka Apriadi FATIMA, SITI Fatmawati, Happy Ika Fauzan, Fahmi Azka Febriyanti Utami, Febriyanti Firabeliya, Nanda Audry Fita Rizkika Fizmayani Fitriah, Lela Lailatul Fitriyah sofyani Guntur S, Guntur Gustiya, Sherly Dwi H. Soro , Suharyanto Hadibrata, Nabila Febriana Handayani, I Desak Gede Agung Mas Handayani, Rani Harahap, Asriana Hariyanti, Reni Hartateana, Ridanna Hartika, Yayan Hartono Hartono Hasan, Nabila Irianty HAYATUNNUFUS, ALIFA BAIDURI Herawati, Atika Hermi Yanzi Herri Sulaiman, Herri Herry Suseno Herry Widyastono, Herry Hiddatin Niha Hilma Triana Himawan Putranta Hoirunnisa, Fuja I Made Astra Ida N Saputro Ida Nugroho Saputro Ifan Iskandar Iim Wasliman Ika Purnama Sari Ilhami, Akmillah Indah Permata Sari Irmawati Irmawati Isnantyo, Fajar Danur Istiningsih, Istiningsih Ivan Riyadi Jannah, Adinda Mutiara Jauhary, Ermilya Restiani Kania, Refi Karimah, Nahdiyah Kartika, Wilda Isna KATNI KATNI, KATNI Khaeunisa, Ismah Khairunnisa, Refa' Khoerul Anam, Khoerul Khuzaifah Krispin, Charles Kurnianingsih Kurnianingsih, Kurnianingsih Kusyogo Cahyo Laksono Trisnantoro Laylatul Hasanah Lenny Marzulina, Lenny Leny Latifah Lestari, Bunga Wahyuni Lidiporu, Givens Rindu Magnificat Ade Listyaning Eko Martanti lndri Hermiyati Luthfi, Tasyfiah Aliya Mahalul Azam Maharani, Siti Dewi Maigoda, Tonny Cortis Makmuri Makmuri Marsum Marsum Marsum Marwah Mastiur Hutagalung, Lisdan Agave Maya Erisna MEGA NURRIZALIA, MEGA Meliya, Leza Fica Meliyanti, Meliyanti Mellynia, Windha Melyana Nurul Widyawati Merisa Restiani Arma Meta, Raharni Rosfiyanti Miftahul Hasanah, Miftahul Mubarok, Ahmad Shofi Muh. Wahyu Syabani Muhammad Akhyar Muhammad Aziz Muslim Muhammad Eka Zuwanda Muhammad Nizam Muhammad Syukur Muhammad Teguh Raharjo Mujib Hannan Mulyadi Eko Purnomo, Mulyadi Eko Munastiwi, Erni Mutiah, Mar'atu Nada, Ana Quthratun Nafi’ah, Eka Apriadi Farkhati Naili Vidya Yulistyana Naimah Naimah Naswa Putri Johan, Alica Natasya, Dian Ayu Nawawi, Rahmat Naya Fatharoni Nazarudin Nazarudin Nelyta Oktavianisya Nisfi Anisah Noviyanti, Aldila Nurhasanah, Intan Nurhayati, Riska Nurliyani (Nurliyani) Octaviani, Dhita Aulia Oki Saputra Oktarina, Rizki Oktavia, Venisa Onny Setiani Pagarwati, Lia Ayu Pagarwati, Lia Dwi Ayu Palupi, Endah Kinarya Pasaribu, Roma Satika Pasaribu Petphong, Vajee Purba, Annie Cristyana Pusporini, Dian Purwohadi Putra, Harbi putri salsabila Putri, Rizky Syahra Putriyanti, Dwi Qonita, Novi Arini Rabbani, Bariq Hammam Rahmat Fajar Asrofi Rahmawati, Wilujeng Rizki Ramadhani , Nia Ramadhanty, Fadhilah Rasyidah Rasyidah Rasyidah Ratna Dewanti Ratna Dewanti Ratu Ilma Indra Putri Reni Hariyanti Reni Nuril Komari, Reni Nuril Renny Pramitha Ria Rosdiana Hutagaol Rima Sri Agustin Rini Anggrainingsih Risca Cahya Ritonga, Joshua Rizdika Mardiana Robi Fuadi Roemin toyo Roemintoyo Roemintoyo Rohmaningsih, Ida Rosa, Evira Rosi Amelia, Angel Rovimelia, Wanda Rozikhan, Rozikhan Rukiyah Rukiyah Rukiyah Rukiyah Runjati Ruri Tria Astika Rusfi Rama Dini Saadah, Nurus Safitri , Erna Retna Sangkot Sirait, Sangkot Santi Oktarina Sari, Nopi Nopa Sari, Risca Cahya Sarief Fathurrachman Sekarkedhaton, Rhepita Hindun Pangesti Sembodo Ardi Widodo Septiana, Reva Septiani, Yin Yin Shabrina, Felicia Sholeha, Baqiyatur Rahma Siregar, Parulian Siregar, Rina Siregar, Rina Rahayu SITI DRIVOKA SULISTYANINGRUM Siti Fatimah Soeharyo Hadisaputro Soeharyo Hadisaputro Soeparwati, Soeparwati Soeyoko - Solehudin, Rifqi Solihat, Siti Maryam Soraya, Arafatul Sri Endang Windiarti Sri Wahyuni Su katiman Subekti Sudiyono Sudiyono Sugesti Aliftitah Sugiarto - Suharjono Triatmojo Suharsono Suharsono Suharyo Hadisaputro Suhendra, Ade Sukatiman Sukatiman SUNARTO Supriyana Supriyana Supriyana, Supriyana Surino, Portio O Suryadi Imran, Suryadi Suryati Kumorowulan Sutris Wahyu T U syafdaningsih syafar Syafdaningsih Syafdaningsih Syamsul Arifin Syarifuddin Syarifuddin Tamara, Erenda Titik Anggaraini Tri Mulyanto Triana, Hilma Triani, Irda Umi Chotimah USWATUN HASANAH Utami, Difa Nadila Utami, Sasti Dwi Utami, Umi Juarna Vivit Rulita Sari Wahyuni, Ayu Tri Waluyo Waluyo Waskito, Meindro Wasliman, Eva Diana Wibowo, Mufti Agung Widiastuti, Dhias Wijayanti, Krisdianan Wilanda, Alifah Wulandari, Tesa Yulike Yetty Rahelly Yin Yin Septiani Yogo Prihatono Yosef, Yosef Yuliasti Eka Purnamaningrum Yuni Dwi Suryani Yuni Kusmiyati Yusti, Adi Putra Zahirah, Ranti Zakiyah Yasin