Keterampilan motorik halus merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, terutama bagi anak-anak berusia 5-6 tahun, karena keterampilan ini erat kaitannya dengan koordinasi tangan-mata dan kesiapan sekolah. Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan di TK Islam Az-Zahra Palembang, beberapa anak di Kelompok B mengalami kesulitan dalam aktivitas motorik halus seperti memotong, menempel, melipat, dan menulis. Kesulitan ini disebabkan oleh variasi yang terbatas dalam aktivitas belajar dan kurangnya stimulasi yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak-anak melalui aktivitas montase. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri dari dua siklus yang mencakup tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 14 anak berusia 5-6 tahun di Kelompok B di TK Islam Az-Zahra Palembang. Data dikumpulkan melalui pengamatan, dokumentasi, dan wawancara, serta dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan motorik halus anak-anak dari tahap pra-siklus ke Siklus I dan peningkatan lebih lanjut pada Siklus II. Aktivitas montase secara efektif meningkatkan koordinasi tangan-mata anak-anak melalui kegiatan memotong, menempel, dan mengatur gambar, sekaligus meningkatkan fokus dan antusiasme mereka dalam belajar. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa aktivitas montase efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak-anak Kelompok B di TK Islam Az-Zahra Palembang.