Pupuk hayati, sebagai alternatif pupuk kimia, belum banyak digunakan di kalangan petani. Pada tahun 2023, para petani di Kedungpring, Lamongan, telah menerima pupuk hayati dari Universitas Airlangga (Unair). Namun, pupuk hayati tersebut belum digunakan secara luas oleh petani. Banyak petani yang masih ragu dalam menggunakan pupuk hayati. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan motivasi petani Desa Kedungpring Lamongan dalam pengaplikasian pupuk hayati untuk meningkatkan kepercayaan petani dalam menggunakan pupuk hayati yang ramah lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan pupuk hayati oleh anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Abadi di Kedungpring sebagai upaya untuk memperkuat motivasi petani dalam menggunakan pupuk hayati. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode diskusi, dan dibagi dalam 4 sesi, yaitu evaluasi penggunaan pupuk hayati, testimoni penggunaan pupuk hayati, sesi tanya jawab, dan evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi penggunaan pupuk hayati Unair menunjukkan bahwa 27% petani telah menggunakan pupuk hayati, penggunaan pupuk hayati oleh sebagian besar petani dikombinasikan dengan pupuk kimia, serta sebagian besar hasil panen petani meningkat setelah menggunakan pupuk hayati. Berdasarkan testimoni, petani mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan manfaat setelah menggunakan pupuk hayati. Pada sesi tanya jawab, para petani dengan antusias menanyakan keraguan mereka dalam menggunakan pupuk hayati yang kemudian dijawab oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat untuk meningkatkan motivasi petani. Motivasi petani dalam menggunakan pupuk hayati semakin kuat setelah mengikuti kegiatan ini.