p-Index From 2021 - 2026
12.456
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medula Jurnal Berkala Epidemiologi Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Kesehatan Komunitas JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Kesehatan Manarang Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kesehatan Global JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Jurnal Sehat Mandiri Jurnal Bidan Cerdas Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Gema Wiralodra Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Peduli Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Journal of Educational Analytics International Journal of Health Science (IJHS) Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Jurnal Kesehatan Amanah International Journal of Health, Engineering and Technology Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Gema Kesehatan JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns Journal of Public Health and Pharmacy An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Journal Hygeia Public Health Jurnal Bidan Cerdas Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi International Journal of Health Science
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Dermatitis Kontak Akibat Kerja Pada Pekerja Cuci Mobil Di Bandar Lampung Syukri, Muhammad; Sjahriani, Tessa; Kheru, Akhmad; Panonsih, Resati Nando
Medula Vol 14 No 9 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i9.1170

Abstract

Skin is the separator organ between the environmental parts of the body outside the body. Skin continuously is exposed to environmental factors in the form of physical, chemical, and biological. Therefore, if there is disease. This skin disease is caused by work (occupational dermatitis) namely a skin inflammation that results in a person’s activities. Contact dermatitis due to work is (DKAK) is skin inflammation that occurs due to the interaction between workers and the substance in the work environment. Objective: to find out the risk factors related to the occurrence of contact dermatitis due to work for car washing workers in Bandar Lampung. Method: The type of research used is analytic with cross sectional design. The sample in this study car washing workers in 5 sub-district area Rajabasa, Enggal, Labuhan Ratu, Way Halim, and Sukarame. Results: The distribution of frequency on the working shift in car washing workers who work more than 2 hours by 30 (75%) of workers, at a more contact order on 5x in a day 35 (87,5%) for workers, in the characteristics of chemicals that contain surfactant as much as 37 (92,5%) of workers, and get 22 (55%) of workers experience contact dermatitis due to work. Conclusion: There is a significant relationship between working shift with dkak with the results of the chi-square test 0,001, there is a significant relationship in the speed condition with dkak with the results of the chi-square 0,008. And there is a significance relationship between the chemical charateristics with the results of the chi-square test 0,046.
Pembentukan Posbindu dan Sosialisasi Health Promoting University di STIKES Harapan Ibu Jambi Kalsum, Ummi; Nasution, Helmi Suryani; Syukri, Muhammad; Butar Butar, Marta; Wardiah, Rizalia
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i1.968

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) meningkat pada masyarakat dan akademisi seperti dosen. PTM menyumbang 71% dari kematian di dunia dan sebagai penyebab kematian dini. Dosen berisiko terkena PTM yang mengakibatkan kematian dini karena beban kerja, stres, dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyebab PTM selain karakteristik individu ada pola istirahat, kurangnya aktivitas fisik, pola makan, gaya hidup tidak sehat, beban kerja dan stres. Upaya pencegahan PTM adalah implementasi perilaku CERDIK melalui penerapan Posbindu PTM, dan implementasi Health Promoting University (HPU). Tujuan pengabdian ini untuk mensosialisasikan dan menginisiasi pembentukan Posbindu PTM dan HPU di STIKes Harapan Ibu, serta membentuk kader dan mensimulasikan pelaksanaan kegiatan Posbindu PTM. Pelatihan kader dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Pakuan Baru dan Dinas Kesehatan Kota Jambi. Kegiatan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa berjumlah 50 orang. Peserta skrining berjumlah 100 orang dan telah terbentuk kader Posbindu PTM dan Pengelola HPU dengan Surat Keputusan dari Ketua STIKes Harapan Ibu Jambi. Ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan sosialisasi dan literasi. Disimpulkan bahwa kegiatan menghasilkan luaran berupa terbentuknya satu Posbindu PTM dan HPU dengan kader terlatih serta memiliki pengetahuan tentang Posbindu PTM dan HPU yang baik. Dibutuhkan komitmen kepemimpinan yang kuat untuk mendorong pelaksanaan Posbindu PTM secara rutin dan berkoordinasi dengan Puskesmas pemangku wilayah.
Determinan Dermatitis Kontak Pekerja pada Perusahaan Pembuatan Slat Pensil Amelya Karnefi; Rd Halim; Muhammad Syukri; Sri Astuti Siregar; Fahrul Islam
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 8 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v8i1.466

Abstract

Dermatitis is the 2nd rank of occupational disease after headache at PT.X (Slate pencil company). Dermatitis in PT X continues to increase every year, in 2017 there were 472 cases, 2018 there were 467 cases and in 2019 it rose to 574 cases. During the last 3 months of 2020, in July there were 30 cases, August there were 35 cases and in September it rose to 38 cases.Workers who suffer from dermatitis experience discomfort at work and experience difficulties and take a long time to complete work. In addition, the number of leave due to dermatitis also increased so that the company's productivity decreased. This study aimed to determine the determinants of contact dermatitis in workers at pencil slat manufacturing companies. This study was an observational study with a cross-sectional design. The population were all workers totaling 210 people. The number of samples of 74 workers who were taken using purposive sampling method with the criteria of permanent workers. The exclusion criteria for this study were workers with contact dermatitis caused by factors other than sawdust. The data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The results of the study showed that 56.8% of workers experienced contact dermatitis. The determinant factors are the use of PPE (p=0.010), Personal Hygiene (p=0.020), and Working Period (p=0.019). The unrelated factor was Age (= 0.481). Provision of personal protective equipment and supporting equipment for cleanliness of workers in the work area, as well as supervising or monitoring and giving sanctions to workers who do not comply with the use of complete personal protective equipment as well as maintaining personal hygiene.
Analisis Upaya Pencegahan, Potensi Kecelakaan Kerja dan Gangguan Kesehatan Pada Pekerja Pengemasan Ikan Budi Aswin; Muhammad Syukri
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 4, No 2 (2020): JIK-Oktober Volume 4 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v4i2.341

Abstract

Kecelakaan kerja dan masalah kesehatan merupakan peristiwa yang tidak dikehendaki yang bisa dihindari dengan komitmen pimpinan, manajemen perusahaan yang baik, dan kemauan kuat dari pekerja untuk mencegahnya. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis upaya pencegahan, potensi kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan pada pekerja pengemasan ikan. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif yang dilakukan di Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara. Populasi penelitian adalah 32 orang pekerja yang sekaligus menjadi sampel. Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan aplikasi SPSS 23.00. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 orang (50%) pekerja melakukan upaya pencegahan dimana kategori upayanya kurang. Potensi kecelakaan kerja tertusuk duri ikan pada pekerja sebesar 81,2%, tertimpa bongkahan es sebesar 37,5%, terpeleset lantai licin sebesar 31,2%, dan tangan tergores terkena gergaji es sebesar 12,5%. Gangguan kesehatan pada pekerja disebabkan tangan terluka sebanyak 28 orang (87,5%), jari tangan mengkerut 27 orang (84,4%), dan tangan membengkak disertai gatal sebanyak 26 0rang (81,2%). Kesimpulan penelitian ini adalah  upaya pencegahan yang dilakukan pekerja pengemasan ikan mayoritas kurang baik, potensi kecelakaan kerja paling besar tertusuk duri ikan, dan gangguan kesehatan karena tangan terluka, jari tangan mengkerut, serta tangan membengkak disertai gatal.
DETERMINAN KEMATIAN BAYI DI INDONESIA BERDASARKAN ANALISIS DATA SKI 2023: DETERMINANTS OF INFANT MORTALITY IN INDONESIA: AN ANALYSIS OF 2023 SKI DATA Rahmini, Ainna; Fitri, Adelina; Suryani Nasution, Helmi; Muhammad Syukri; Nurwaqiah Ibnu, Ismi
GEMA KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v17i1.484

Abstract

Berdasarkan hasil Long Form SP2020 Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mencapai 16,85 per 1000 kelahiran hidup dan angka tersebut masih belum mencapai target SDG’s di tahun 2030 yaitu 12 per 1000 kelahiran hidup. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian bayi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan sekunder berupa data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang kemudian dilakukan analisis lanjutan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, serta multivariat. Hasil penelitian menujukkan bahwa proporsi kematian bayi mencapai 2,6%. Faktor yang berhubungan dengan kematian bayi di Indonesia yaitu status pekerjaan ibu (p-value = 0,000 POR = 2,64 95%CI : 1,72-4,06), usia ibu (p-value = 0,003 POR = 1,88 95%CI : 1.23 – 2.86), jarak kelahiran (p-value = 0,022 POR = 2,08 95%CI : 1.01 – 3.94), pendidikan ibu (p-value = 0,004 POR = 1,86 95%CI : 1,21-2,84), sosial ekonomi (p-value = 0,000 POR = 5,47 95%CI : 3,47 – 8,63), komplikasi kehamilan (p-value = 0,000 POR = 2,18 95%CI : 1,41-3,39), penolong persalinan (p-value = 0,000 POR = 3,37 95%CI : 1,71-6,62) dan kunjungan ANC (p-value = 0,015 POR = 1,69 95%CI : 1,10 – 2,60). Faktor yang tidak berhubungan dengan kematian bayi meliputi jaminan kesehatan dan tempat tinggal. Faktor dominan dengan kematian bayi yakni sosial ekonomi setelah dikontrol oleh variabel status pekerjaan, usia ibu, jarak kelahiran, pendidikan ibu, komplikasi kehamilan, penolong persalinan dan kunjungan ANC. Kata kunci: Angka Kematian Bayi (AKB), Determinan, Survei Kesehatan Indonesia (SKI)     Based on the results of the 2020 Long Form Population Census (SP2020), the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia reached 16.85 per 1,000 live births—still above the Sustainable Development Goals (SDGs) target of 12 per 1,000 live births by 2030. This study uses secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), which was subjected to further analysis. Data analysis was carried out univariately, bivariately, and multivariately. The results showed that the proportion of infant mortality was 2.6%. Factors significantly associated with infant mortality included maternal employment status (p-value = 0.000 POR = 2.64 95%CI: 1.72-4.06), maternal age (p-value = 0.003 POR = 1.88 95%CI: 1.23 – 2.86), birth spacing (p-value = 0.022 POR = 2.08 95%CI: 1.01 - 3.94), maternal education (p-value = 0.004 POR = 1.86 95%CI: 1.21-2.84), socio-economic (p-value = 0.000 POR = 5.47 95%CI: 3.47 – 8.63), pregnancy complications (p-value = 0.000 POR = 2.18 95%CI: 1.41-3.39), birth attendant (p-value = 0.000 POR = 3.37 95%CI: 1.71-6.62) and ANC visits (p-value = 0.015 POR = 1.69 95%CI: 1.10 – 2.60). Factors not related to infant mortality include health insurance and residence. The dominant factor in infant mortality is socio-economic after being controlled by the variables of employment status, maternal age, birth spacing, maternal education, pregnancy complications, birth attendants, and ANC visits. Keywords: Infant Mortality Rate (IMR), Determinants, Indonesian Health Survey (IHS)
Determinan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Balita di Provinsi Jambi (Analisis Data SKI tahun 2023): Determinants of the Incidence of Acute Respiratory Infection in Toddlers in Jambi Province (Analysis of SKI Data in 2023) Sembiring, Santha Remicha Br Sembiring; Sitanggang, Hendra Dhermawan; Syukri, Muhammad; Butar Butar, Marta; Fitri, Adelina
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/jitkt.v5i1.242

Abstract

ARI is an acute infection found in the upper respiratory tract, which includes the nose, sinuses, and throat, and the lower respiratory tract, which includes the bronchi and lungs. Bacteria, viruses, and fungi can cause it. This study used a cross-sectional design with an analytic approach and used secondary data from the SKI in 2023. Analysis was carried out univariate, bivariate, and multivariate. The prevalence of ARI among children under five was 11,95%. Factors associated with the incidence of ARI among children under five in Jambi Province were smoking (p-value = 0,000, PR= 1,89 95% CI: 1,38 – 2,58). Factors not associated with ARI were age, sex, birth weight, immunization status, nutritional status, floor type cooking fuel, maternal education, mother's occupation, and economic status. The dominant factor with ARI incidence was immunization status after controlling for the variables of nutritional status, maternal occupation and the presence of smokers. Therefore, more effective prevention efforts are needed, such as educating parents about the importance of adequate basic immunization and implementing a no-smoking policy in the residential environment.
ANALISIS FAKTOR RISIKO DAN PEMETAAN KASUS DIABETES MELLITUS DI PULAU SUMATERA (ANALISIS DATA SKI 2023) Siagian, Adelia Debora; Halim, Rd.; Fitri, Adelina; Syukri, Muhammad; Nasution, Helmi Suryani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43909

Abstract

Prevalensi Diabetes Mellitus terus meningkat di Indonesia, menunjukkan peningkatan di wilayah Pulau Sumatera. Proyeksi IDF menunjukkan bahwa pada tahun 2045, 1 dari 8 orang dewasa, atau sekitar 783 juta orang, akan hidup dengan diabetes, dengan peningkatan sebesar 46%. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran faktor risiko antara variabel konsumsi makanan manis, aktivitas fisik, obesitas sentral dan Pemetaan Kasus kejadian DM di Pulau Sumatera berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebesar 195.249 individu yang dipilih melalui teknik complex sampling, mencakup 154 kabupaten/kota di Pulau Sumatera. Analisis data menggunakan SPSS. Uji statistik menggunakan Chi-Square dan Regresi Logistik. Pemetaan dilakukan dengan Qgis. Hasil penelitian menunjukan proporsi penderita Diabetes Mellitus pada penduduk usia ≥15 tahun sebesar 1,6% (95% CI: 1,5–1,7%). Tiga variabel menunjukkan hubungan signifikan dengan DM, yaitu konsumsi makanan manis [POR = 0,39 (95% CI: 0,355–0,439)], aktivitas fisik [POR = 1,34 (95% CI: 1,054–1,717)], dan obesitas sentral [POR = 2,68 (95% CI: 2,416–2,987)]. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan signifikan antara konsumsi makanan manis, aktivitas fisik, dan obesitas sentral dengan kejadian DM. Oleh karena itu, variabel Konsumsi makanan manis, Aktivitas fisik, dan Obesitas sentral berperan dalam jumlah kasus DM dan diperlukan upaya yang efektif dalam penanganannya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PERILAKU PENGENDALIAN DBD DI KELURAHAN MAYANG MANGURAI KOTA JAMBI Albari, Rahmat Rafi; Lesmana, Oka; Syukri, Muhammad; Hidayati, Fajrina; Sari, Puspita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43910

Abstract

Infeksi Dengue dapat menyebabkan berbagai manifestasi klinis, mulai dari demam ringan hingga kondisi serius seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Sindrom Syok Dengue (SSD), yang berpotensi fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Kelurahan Mayang Mangurai di Kota Jambi merupakan salah satu wilayah dengan angka kejadian DBD yang tinggi, dengan peningkatan kasus dari 12 pada tahun 2022 menjadi 18 pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap kejadian DBD di wilayah tersebut dengan menggunakan metode kuantitatif dan desain cross-sectional serta teknik Systematic Random Sampling terhadap 96 responden. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan pencegahan DBD (p-value = 0.000, PR = 3.253; 95% CI = 2.034–5.203) dan antara sikap masyarakat dengan pencegahan DBD (p-value = 0.014, PR = 1.867; 95% CI = 1.152–3.026). Sebanyak 63,5% responden memiliki pengetahuan yang baik, namun 50% menunjukkan sikap negatif dan 44,8% memiliki perilaku pencegahan DBD yang tidak baik. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan DBD di Kelurahan Mayang Mangurai, Kota Jambi
HUBUNGAN FAKTOR HOST DAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAAL V KOTA JAMBI Sipahutar, Tia Anggita; Hidayati, Fajrina; Lanita, Usi; Lesmana, Oka; Syukri, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43990

Abstract

Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Jambi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2024, Puskesmas Paal V melaporkan 66 kasus, menjadikannya sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi kedua di kota ini. Dalam tiga tahun terakhir, Puskesmas Paal V secara konsisten berada dalam tiga besar fasilitas kesehatan dengan angka kasus DBD tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan, tindakan pencegahan, keberadaan tempat penampungan air, sistem pengelolaan sampah, serta keberadaan jentik nyamuk dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Paal V pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain studi Case Control dengan total 62 responden, yang terdiri dari 31 individu dalam kelompok kasus dan 31 dalam kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tindakan pencegahan (p-value = 0,000; OR = 0,022), keberadaan tempat penampungan air (p-value = 0,000; OR = 23,143), sistem pengelolaan sampah (p-value = 0,000; OR = 0,037), serta keberadaan jentik nyamuk (p = 0,000; OR = 48,533) dengan kejadian DBD. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian DBD (p-value = 0,772; OR = 0,713). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tindakan pencegahan DBD, keberadaan tempat penampungan air, sistem pengelolaan sampah, dan keberadaan jentik nyamuk dengan kejadian DBD. Namun, tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Paal V Kota Jambi pada tahun 2025
DETERMINAN ISPA PADA BALITA DENGAN EKONOMI RENDAH DI INDONESIA (SKI 2023) Aprilianti, Dewi; Sitanggang, Hendra Dhermawan; Syukri, Muhammad; Butar, Marta Butar; Fitri, Adelina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44224

Abstract

ISPA adalah penyakit akut yang menyerang saluran pernapasan atas dan bawah. Hampir 20% angka kematian pada balita di seluruh dunia disebabkan oleh ISPA. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis determinan yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita dengan status ekonomi rendah di Indonesia. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data SKI 2023 dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024 – Februari 2025 dengan sampel penelitian sebanyak 32.334 balita diperoleh dengan teknik Total Sampling. Analisis data menggunakan Rstudio versi 4.4.2 menggunakan uji satistik Chi-Square untuk menguji hubungan antara dua variabel kategorik, P-value < 0,05 dianggap signifikan secara statistik. Proporsi ISPA pada balita dengan status ekonomi rendah di Indonesia adalah 32,2% (95% CI: 31,3 – 33,1). Faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian ISPA: Status Gizi Underweight (p = 0,000), status gizi overweight (p = 0,013). Status Imunisasi (p = 0,000). BBLR (p = 0,002). Kepadatan Hunian (p = 0,015). Jenis Dinding (p = 0,000). Kebiassan Merokok (p = 0,013). Bahan bakar memasak (p = 0,002). Pendidikan Ibu (p = 0,001), dan pekerjaan ibu (p = 0,029). Determinan yang belum terbukti berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita dengan status ekonomi rendah di Indonesia adalah Usia, Jenis Kelamin, Status ASI dan Jenis Lantai. Determinan tersebut dapat memengaruhi risiko ISPA pada balita dengan ekonomi rendah. Intervensi kesehatan yang fokus pada perbaikan gizi, pemberian ASI eksklusif, dan peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal dapat efektif menurunkan angka kejadian ISPA pada balita.
Co-Authors . Asparian, . Adelina Fitri Ady Muzwardi Agung Aji Perdana Ahmad, Haeranah Albari, Rahmat Rafi Aldri Frinaldi Alvianda Asyila Zachrany Amanda, Tri Julia Amelya Karnefi Aminuyati Andree Aulia Rahmat Andy Amir Ansar Apriani, Lia Aprilianti, Dewi Arjuman Asrun Arnild Augina Mekarisce Arto, Jeki Asep Ririh Riswaya Ashar Nuzulul Putra Atikah Rahmah Attaqy, Fella Cika Augina M, Arnild Budi Aswin Budiman, Dheni Apriantsani Butar Butar, Marta Butar, Marta Butar Butar-butar, Marta Damayanti, Elok Deski Pratiwi Dwi Astuti, Ikes Dwi Noerjoedianto Eksadela, Monika Elisma Elisma Elisma Elisma Esra Lasmarida Evy Wisudariani Fahrul Islam Faisal Faisal Faisal Faisal Fajar Akbar Fajar Akbar Fajrina Hidayati Fajrina Hidayati Farida, Warni Fatmawati Fatmawati Fella Cika Attaqy Firman Firman Fitrianingsih Fitrianingsih Guspianto Guspianto Gustika Trisiyani Haeranah Ahmad Halim, Rd Halim, Rd. Hamonangan Pasaribu, Asrul Helda Yanti Helma Yunida Helmi Suryani Nasution Hendra Dhermawan Sitanggang Henny Pebrianti Herastifaningsih, Shahnaz Azzahra Hidayat, Sahvira Ikrimah Nafilata Ikrimah Nafilata Ismi Nurwaqiah Ibnu Kadar Ramadhan Kadijah Hamid, St. Kasman Kasman Kasyani Kasyani Khaer, Ain Kheru, Akhmad La Ode Reskiaddin Lia Nurdini Lione Alfionita Hafidz M. Dody Izhar M. Ridwan M. Ridwan M. Yusuf Marta Butar Butar Masnaeni Ahmad Mizya Sabtheca Simanjuntak Monika Eksadela Monika Eskadela Muhamad Sadli Muhammad Ihsan Muhammad Ridwan Muhammad Syahdah Majid Nadela Annisa Nalsali Ginting Nasution, Helmi Suryani Ningsih, Nining Ade Novarianti, Wiji Novita Endang Fitriyani Novitasari, Prihatini Dini Nur Alisha Nurbaya Nurbaya Nurbaya Nurcahyani, Icha Dian Nurwaqiah Ibnu, Ismi Oka Lesmana Oka Lesmana, Oka Panonsih, Resati Nando Perdana, Yulistia Ghita Pratiwi, Dessy Puspa Dwi Pratiwi Puspita Sari Puspita Sari Puspita Sari Putri Vira Nanda Putri, Chindy Ismira Putri, Fatma Az-zahrani Putri, Fitria Eka Rahma, Izza Annisa Rahmini, Ainna Ramadani, Latifa Fitri Ramadani Rd. Halim Rd. Halim Regina, Agave Resti Evita Sari Rini, Willia Novita Eka Rizaliah Wardiah Rizqa Ichlasul Akhir Rofiq Alfikri Roma Yuliana Romanti Simbolon S, Oka Lesmana Safaruddin Safitri, Kania Sani K, Fathnur Sembiring, Santha Remicha Br Sembiring Siagian, Adelia Debora Silam, Muhammad Mochtar Mandala Sipahutar, Tia Anggita Siregar, Deborah Sisca Septiani Siti Suherni Sjahriani, Tessa Solihin Sayuti Sri Astuti Siregar Suryadi, Iwan Suryani Nasution, Helmi Syafran Arrazy Syahlia Magdalena Br. Torus Syahrial Shaddiq Syamsurizal - - syamsurizal syamsurizal Syarifah Massuki Fitri Syarifah Zulfah Tarigan, ayu ipana Tessa levy Marcely Umi Fathonah Umi Fathonah Ummi Kalsum Ummi Kalsum Ummi Kalsum Usi Lanita Vinna Rahayu Ningsih, Vinna Rahayu Wardatussalma Andrini Wiji Novarianti Wiwin Astry Pasaribu Yulianti, Mega Sara Yuliawati Yuliawati Yusuf, Andi Mukramin