p-Index From 2021 - 2026
17.764
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Journal of Language and Literature Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Sinergitas PkM & CSR Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Abdurrab JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Jurnal Medika Malahayati Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Jurnal Kesehatan Madani Medika Jurnal Keperawatan Malang (JKM) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Keperawatan Galuh Jurnal Kesehatan Tambusai Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Buana Farma Jurnal Keperawatan Florence Nightingale JINTAN : Jurnal Ilmu Keperawatan Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Jurnal Penelitian Inovatif Jurnal Pengabdian Masyarakat PGSD GENIUS JOURNAL (General Nursing Science Journal) INDOGENIUS Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Jurnal VNUS (Vocational Nursing Science) Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat AACENDIKIA: Journal of Nursing Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Innovative: Journal Of Social Science Research JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Jurnal Pustaka Keperawatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Jurnal Medika: Medika Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Jurnal Penelitian Keperawatan Jurnal Abmas Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang mempengaruhi kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara: Literature review Nurfadhilah, Naila; Revalina, Regita Ayu; Choironissa, Nazwa Shifa; Salma, Nisrina Nabila; Nursifa, Anis Fauziah; Faulina, Allyssa Rizky; Firdaus, Muhammad Aghna; Ridwan, Heri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1994

Abstract

Background: Breast cancer is the most common cancer in women worldwide, and chemotherapy is one of the primary methods of treatment. However, the severe side effects of cytotoxic drugs often lead to poor patient adherence, which directly impacts the likelihood of recurrence and mortality. Purpose: To collect and analyze the latest scientific evidence from 2020 to 2025 to identify key factors influencing chemotherapy adherence in women with breast cancer. Method: This study employed a literature review design following the PRISMA guidelines. Articles were searched through Google Scholar, Semantic Scholar, and PubMed databases using the keywords "factors," "breast cancer," "chemotherapy," and "adherence." Following a rigorous selection process, eight research articles were selected for analysis. Results: The analysis findings indicate that chemotherapy adherence is influenced by a complex interaction between internal and external factors. Internal factors include knowledge and education, self-efficacy, adaptive coping mechanisms, anxiety levels, and perceptions of side effects. Conclusion: Patient adherence is not solely determined by physical condition but is also significantly influenced by psychological preparedness (coping mechanisms and self-efficacy) and the strength of social support. Keywords: Breast Cancer; Compliance; Chemotherapy; Factors. Pendahuluan: Kanker payudara menduduki peringkat teratas sebagai jenis kanker yang paling sering dijumpai pada perempuan di seluruh dunia dan kemoterapi menjadi salah satu metode utama pengobatannya. Namun, efek samping dari obat sitostatika yang parah sering kali mengakibatkan masalah kepatuhan dari pasien yang berdampak langsung pada kemungkinan kekambuhan dan tingkat kematian. Tujuan: Untuk mengumpulkan dan menganalisis bukti ilmiah terbaru dari tahun 2020-2025 dalam rangka mengidentifikasi berbagai faktor utama yang memengaruhi kepatuhan kemoterapi pada wanita dengan kanker payudara. Metode: Kajian ini menerapkan desain Literature Review dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, Semantic Scholar, dan PubMed dengan menggunakan kata kunci "faktor", "kanker payudara", "kemoterapi", dan "kepatuhan". Berdasarkan proses seleksi yang ketat, delapan artikel penelitian terpilih untuk dianalisis. Hasil: Temuan analisis menunjukkan bahwa kepatuhan dalam kemoterapi dipengaruhi oleh interaksi rumit antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup pengetahuan dan pendidikan, efikasi diri, mekanisme koping yang adaptif, tingkat kecemasan, serta pandangan terhadap efek samping. Simpulan: Kepatuhan pasien tidak semata-mata ditentukan oleh keadaan fisik, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh kesiapan psikologis (mekanisme koping dan efikasi diri) serta kekuatan dukungan sosial yang dimiliki. Kata Kunci : Faktor; Kanker Payudara; Kemoterapi; Kepatuhan.      
Perkembangan terapi insulin konvensional hingga insulin analog: Literatur review Khoirunnisa, Hasna; Kamilah, Putri; Adiyatma, Raditya; Syifa, Salma Nabila; Mufidah, Salwa; Nada, Zakiyyah Qothrun; Ridwan, Heri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.2054

Abstract

Background: The increasing prevalence of diabetes mellitus (DM) globally demands the development of more effective and physiological insulin therapies. Although DNA-engineered conventional human insulin has replaced animal insulin since the 1980s, conventional insulin has drawbacks, such as a pharmacokinetic profile that does not match human physiology, slow absorption, and a higher risk of nocturnal hypoglycemia. Purpose: To comprehensively assess advances in insulin therapy, highlighting key differences in pharmacokinetics, clinical efficacy, and safety between conventional and analog formulations. Method: This study employed a literature review design with a literature search of PubMed, Google Scholar, and OpenAlex databases using the keywords: "Diabetes Mellitus," "Insulin," "Insulin Analog," and "Conventional Insulin." Results: Analog insulins have a more consistent pharmacokinetic profile (such as rapid onset of action and stable duration in long-acting analogs) and potentially reduce the risk of hypoglycemia, thus improving glucose control. However, several local studies have shown that the effectiveness of analog insulins and conventional human insulin in reducing HbA1c levels and the incidence of hypoglycemia is not significantly different. Conclusion: Recent developments such as inhaled insulin, smart insulin, and artificial pancreas (closed-loop) systems offer opportunities for more personalized therapy, although cost and accessibility remain challenges.   Keywords: Analog Insulin; Conventional Insulin; Diabetes Mellitus; Insulin.                                          Pendahuluan: Meningkatnya prevalensi diabetes mellitus (DM) secara global menuntut pengembangan terapi insulin yang lebih efektif dan fisiologis. Meskipun insulin konvensional manusia yang direkayasa DNA telah menggantikan insulin hewan sejak tahun 1980-an, insulin konvensional memiliki kekurangan, seperti profil farmakokinetik yang tidak sesuai dengan fisiologi tubuh, penyerapan lambat, dan risiko hipoglikemia nokturnal yang lebih tinggi. Tujuan: Untuk menilai secara komprehensif kemajuan dalam terapi insulin, dengan menekankan perbedaan penting dalam aspek farmakokinetik, kemanjuran klinis, dan keamanan antara formulasi konvensional dan analog. Metode: Penelitian ini menggunakan desain tinjauan literatur dengan pencarian literatur dari basis data PubMed, Google Scholar, dan OpenAlex menggunakan kata kunci: "Diabetes Mellitus", "Insulin", "Insulin Analog", dan "Insulin Konvensional". Hasil: Insulin analog memiliki profil farmakokinetik yang lebih konsisten (seperti onset aksi yang cepat dan durasi yang stabil dalam analog yang bekerja lama) dan berpotensi mengurangi risiko hipoglikemia sehingga meningkatkan kontrol glukosa. Namun, beberapa studi lokal menunjukkan bahwa efektivitas insulin analog dan insulin manusia konvensional dalam menurunkan kadar HbA1c dan kejadian hipoglikemia tidak berbeda secara signifikan. Simpulan: Perkembangan terbaru seperti insulin inhalasi, insulin pintar, dan sistem artificial pancreas (closed-loop) menawarkan peluang untuk terapi yang lebih personal, meskipun kendala biaya dan aksesibilitas tetap menjadi tantangan.   Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Insulin; Insulin Analog; Insulin Konvensional.
TINJAUAN PUSTAKA : IMPLEMENTASI KEPERAWATAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP ANAK PENDERITA ASMA Ambarita, Ruth Elika; Syabini, Nisfi; Mufidah, Salwa; Ridwan, Heri; Stevie, Jihan; Caningtyas, Giacinta
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2013

Abstract

Asma pada anak merupakan masalah kesehatan global dengan gejala seperti mengi, sesak napas, dan produksi dahak berlebih. Studi ini bertujuan untuk memberi pengetahuan terkait implementasi keperawatan pada pasien anak penderita asma. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan menggunakan database Google Schoolar, PubMed, dan OpenAlex. Awal pencarian jurnal ditemukan 598 jurnal dan dianalisis berdasarkan abstrak, tujuan penelitian, membaca full text, dan kriteria tahun 2015-2025. Tahap akhir ditemukan 6 jurnal yang relevan dengan tujuan penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan batuk efektif, penggunaan nebulizer atau inhaler, edukasi kepada keluarga, dan penghindaran dari pemicu asma signifikan dalam menurunkan gejala asma. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi implementasi keperawatan serta edukasi keluarga terkait asma efektif sebagai penatalaksanaan asma anak. Kata kunci: Asma, Anak, Keperawatan Asthma in children is a global health problem with symptoms such as wheezing, shortness of breath, and excessive sputum production. This study aims to provide knowledge related to nursing implementation in pediatric patients with asthma. The method used is literature review using databases namely Google Schoolar, PubMed, and OpenAlex. Initial journal searches found 598 journals and analyzed based on abstracts, research objectives, reading full text, and criteria for 2015-2025. The final stage found 6 journals that are relevant to the purpose of writing. The results showed that effective cough exercises, the use of nebulizers or inhalers, education to families, and avoidance of asthma triggers were significant in reducing asthma symptoms. This study concluded that the combination of nursing implementation and family education related to asthma is effective as a management of pediatric asthma. Keywords: Asthma, Child, Nursing
Overuse of β₂-Agonist Medications in Patients with Asthma: A Literature Review Daffa Agustian Pujianto; Dara Anggieta Octaryani; Regina Fauziah; Kayisa Issyakirawahyu; Zahra Aqiqah; Alifa Syifa Fauziah; Heri Ridwan
AACENDIKIA: Journal of Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): AACENDIKIA: Journal of Nursing
Publisher : Althar Cendikia Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/aacendikiajon.v4i2.70

Abstract

Asthma is a chronic inflammatory disease of the airways characterized by reversible bronchial obstruction and airway hyperresponsiveness. β₂-agonists, especially short-acting β₂-agonists (SABA), act as quick-relief medications because they do not address the underlying inflammation of asthma. However, excessive use of β₂-agonists increases the risk of severe exacerbations, reduced asthma control, and increased mortality. This study aims to review the characteristics of β₂-agonists and the phenomenon of overuse in asthma patients. A literature review was conducted by searching articles in the Google Scholar, ScienceDirect, and PubMed databases using the keywords “asthma,” “β₂-agonist,” “Short-acting β₂-agonists (SABA),” and “overuse,” covering the period from 2015 to 2025. Selection was performed using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) method, through a process of screening titles, abstracts, and full-text based on inclusion criteria. SABA overuse was defined as the use of ≥3 canisters per year or exceeding the reasonable limit of reliever use for symptom control. Several countries reported high prevalence of overuse, namely 15.9% in Taiwan, 30% in Sweden, 36–38% in Germany, and 44.8% in Canada. Excessive use of β₂-agonists is associated with an increase in recurrent exacerbations, the need for oral corticosteroids, decreased lung function, and an increased risk of mortality. Therefore, controlling inflammation through the use of inhaled corticosteroids (ICS) remains the mainstay of asthma therapy to prevent complications and reduce dependence on SABA.
PERAN TERAPI BRONKODILATOR DALAM MENINGKATKAN FUNGSI PARU PADA PENDERITA PPOK Wardiani, Zahraisyya; Dewi, Wulan Permata; Gumilang, Sekar; Rhomanti, Kheisya Ilza; Salam, Furqon Rizki; Nurpadilah, Adilka; Ridwan, Heri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52875

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan kondisi inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang mengakibatkan hambatan aliran udara secara progresif dan persisten. Sebagai salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas global, pengelolaan gejala menjadi krusial karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis peran strategis terapi bronkodilator dalam meningkatkan fungsi paru serta kualitas hidup penderita PPOK. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif melalui pencarian sistematis terhadap lima artikel penelitian relevan dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dalam rentang waktu 2020–2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa terapi bronkodilator tetap menjadi pilihan utama dalam manajemen farmakologis PPOK. Mekanisme kerjanya melalui relaksasi otot polos saluran napas terbukti efektif membuka bronkus, mengurangi resistensi aliran udara, dan menurunkan frekuensi eksaserbasi akut secara signifikan. Selain perbaikan parameter fungsi paru, penggunaan bronkodilator berdampak positif pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pengurangan gejala sesak napas (dyspnea) serta peningkatan toleransi terhadap aktivitas fisik harian. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa bronkodilator merupakan pilar utama penanganan PPOK yang tidak hanya berfungsi memperbaiki kondisi fisiologis paru, tetapi juga berperan penting dalam menstabilkan kondisi pernapasan pasien dan memperlambat laju progresivitas penyakit dalam jangka panjang. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan kondisi inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang mengakibatkan hambatan aliran udara secara progresif dan persisten. Sebagai salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas global, pengelolaan gejala menjadi krusial karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis peran strategis terapi bronkodilator dalam meningkatkan fungsi paru serta kualitas hidup penderita PPOK. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif melalui pencarian sistematis terhadap lima artikel penelitian relevan dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dalam rentang waktu 2020–2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa terapi bronkodilator tetap menjadi pilihan utama dalam manajemen farmakologis PPOK. Mekanisme kerjanya melalui relaksasi otot polos saluran napas terbukti efektif membuka bronkus, mengurangi resistensi aliran udara, dan menurunkan frekuensi eksaserbasi akut secara signifikan. Selain perbaikan parameter fungsi paru, penggunaan bronkodilator berdampak positif pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pengurangan gejala sesak napas (dyspnea) serta peningkatan toleransi terhadap aktivitas fisik harian. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa bronkodilator merupakan pilar utama penanganan PPOK yang tidak hanya berfungsi memperbaiki kondisi fisiologis paru, tetapi juga berperan penting dalam menstabilkan kondisi pernapasan pasien dan memperlambat laju progresivitas penyakit dalam jangka panjang.
Obat antiepilepsi yang paling sering diresepkan ditinjau dari segi efektivitas: The most commonly prescribed antiepileptic drugs reviewed from an effectiveness perspective Risha Meidian Shabirah; Prima Rahayu Ningtyas; Laily Nurul Latifah; Lenni Rahmadani; Raisha Risdiansyah Putri; Nys. Faradilla Salsabila; Heri Ridwan
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.3007

Abstract

Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang membutuhkan terapi obat antiepilepsi (OAE) untuk mencapai kontrol kejang yang optimal. Studi ini bertujuan mengeksplorasi dan membandingkan pola peresepan serta efektivitas OAE pada kejang umum maupun kejang fokal. Metode yang digunakan adalah literature review sistematis. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, dan OpenAlex dengan kriteria inklusi berupa artikel full text, open access, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta dipublikasikan pada tahun 2015–2025. Kata kunci meliputi “jenis obat antiepilepsi”, “diresepkan dokter”, dan “efektivitas”. Tahap awal pencarian menemukan 210 jurnal (Google Scholar 158, PubMed 20, OpenAlex 32). Setelah seleksi diperoleh 8 jurnal yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa obat antiepilepsi yang paling sering diresepkan adalah natrium valproat, diikuti oleh carbamazepine dan levetiracetam. Natrium valproat umumnya digunakan pada kejang umum, sedangkan carbamazepine lebih banyak diresepkan pada kejang fokal. Levetiracetam dilaporkan memiliki spektrum penggunaan yang luas pada berbagai tipe kejang dengan profil keamanan yang relatif lebih baik. Selain monoterapi, penggunaan politerapi terutama kombinasi berbasis valproat atau carbamazepine dengan benzodiazepine sering ditemukan pada pasien dengan kontrol kejang yang belum optimal. Penelitian ini menggambarkan pola peresepan obat antiepilepsi serta implikasinya terhadap efektivitas dan keamanan terapi.
Optimizing the role of Puskesos-SLRT facilitators through capacity building training Maulana Maulana; Encep Sudirjo; Dadan Nugraha; Enjang Yusup Ali; Heri Ridwan
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.63225

Abstract

The Social Welfare Center-Integrated Service and Referral System (Puskesos-SLRT) is a community-based institution designed to improve access to social welfare services for poor and vulnerable populations at the village and sub-district levels. In practice, the implementation of Puskesos-SLRT services has encountered major challenges, particularly the limited capacity of facilitators in managerial skills, social service delivery, and social data management. Therefore, this community service program aimed to enhance the capacity of Puskesos-SLRT facilitators in Sumedang Regency to enable them to perform their roles more effectively. The program was implemented through structured training, continuous mentoring, and capacity-building activities involving facilitators from 277 villages and sub-districts. The evaluation of capacity improvement was conducted using a descriptive qualitative approach through observation, reflective discussions, and assessments of facilitators’ understanding of their roles and service functions before and after the program. The results indicate an improvement in facilitators’ understanding of social welfare service management, increased responsiveness to community needs, and strengthened coordination with local government institutions. Overall, this community service activity contributed to optimizing the role of Puskesos-SLRT facilitators in delivering more effective and integrated social welfare services at the local level   Abstrak Pusat Kesejahteraan Sosial-Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (Puskesos-SLRT) merupakan lembaga berbasis masyarakat yang berperan dalam mendekatkan layanan kesejahteraan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan di tingkat desa dan kelurahan. Dalam praktiknya, pelaksanaan layanan Puskesos-SLRT masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan kapasitas sumber daya manusia fasilitator, khususnya pada aspek manajerial, keterampilan pelayanan sosial, dan pengelolaan data. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas fasilitator Puskesos-SLRT di Kabupaten Sumedang agar mampu menjalankan perannya secara lebih optimal. Pengabdian dilaksanakan melalui pelatihan terstruktur, pendampingan, dan pembinaan berkelanjutan yang melibatkan fasilitator dari 277 desa dan kelurahan. Metode evaluasi peningkatan kapasitas fasilitator dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui observasi, diskusi reflektif, serta evaluasi pemahaman terhadap tugas dan fungsi layanan sebelum dan setelah kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman fasilitator terhadap manajemen layanan kesejahteraan sosial, meningkatnya responsivitas dalam menangani kebutuhan masyarakat, serta penguatan koordinasi dengan perangkat pemerintah daerah. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada optimalisasi peran fasilitator Puskesos-SLRT dalam penyelenggaraan layanan kesejahteraan sosial yang lebih efektif dan terpadu di tingkat lokal. Kata Kunci: fasilitator; peningkatan kapasitas SDM; pusat kesejahteraan sosial
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Ketidakberhasilan Toilet Training Pada Anak Prasekolah Di PAUD Sumedang Ghina Nurilmiwati; Iis Aisyah; Heri Ridwan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.685

Abstract

Perlindungan hewan merupakan isu yang semakin penting dalam kehidupan masyarakat seiring meningkatnya kasus kekerasan, penelantaran, dan eksploitasi terhadap hewan yang masih sering terjadi di lingkungan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan dan kesejahteraan hewan serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang mengatur perlindungan hewan di Indonesia. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif berupa penyuluhan hukum, sosialisasi, diskusi interaktif, dan pemberian media edukasi kepada masyarakat mengenai bentuk perlakuan yang layak terhadap hewan dan konsekuensi hukum terhadap tindakan penganiayaan hewan. Kegiatan ini melibatkan masyarakat umum, komunitas pecinta hewan, dan generasi muda sebagai sasaran utama edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesejahteraan hewan, tumbuhnya kesadaran hukum terkait larangan penganiayaan hewan, serta meningkatnya kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya perlindungan hewan di lingkungan sekitar. Edukasi perlindungan hewan juga terbukti mampu membangun sikap empati, tanggung jawab sosial, dan budaya hukum yang lebih humanis dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam mengurangi tindakan kekerasan terhadap hewan melalui pendekatan edukasi dan kesadaran hukum masyarakat.
The Correlation Between Reflection on Action and Academic Burnout in Nursing Professional Students Evrilia Sabella Fatikha; Iyos Sutresna; Heri Ridwan
Jurnal Vocational Nursing Sciences (VNUS) Vol 8 No 1 (2026): JURNAL VNUS (Vocational Nursing Science)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jvnus.v8i1.939

Abstract

Nursing professional education represents a transitional period from academic learning to clinical practice, The high academic and clinical demands place students under significant pressure, increasing the risk of academic burnout. Addressing academic burnout requires effective coping strategies, including reflective practices such as reflection on action. This study aimed to determine the level of reflection on action, the level of academic burnout, and the relationship between the two variabels. A quantitative method with a descriptive correlational approach was used. Data were analyzed using univariate analysis and Pearson correlation, as the data were normally distributed. The results showed that both reflection on action and academic burnout were at a moderate level. A significant negative correlation was found between reflection on action and academic burnout (p = 0.005; r = -0.378). This indicates that higher levels of reflection on action are associated with lower levels of academic burnout among students. Future studies are recommended to include larger sample sizes and more comprehensive research design.
Analysis of Nurse Competence in Prevention of Nosocomial Infections in Inpatient Ward Umar Wirahadikusumah Hospital Jesika Theresia Sagala; Iyos Sutresna; Heri Ridwan
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.1008

Abstract

Background & Objective: Nosocomial infections are an important indicator of hospital service quality because they increase morbidity, mortality, length of hospital stay, and healthcare costs. The success of nosocomial infection prevention is closely related to nurses’ competencies, including knowledge, skills, attitudes, and professional behavior. This study aimed to analyze nurses’ competencies in the successful prevention of nosocomial infections in the inpatient wards of RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang. Method: This study used a descriptive quantitative design with a survey approach. The population consisted of nurses working in the inpatient wards, with 134 nurses selected as samples using stratified random sampling techniques. Data were collected using an infection prevention and control competency questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were presented in the form of frequency distributions and analyzed using univariate analysis to describe the level of nurses’ competencies. Result: The findings showed that nurses’ competencies in preventing nosocomial infections were generally categorized as high, indicating that nurses possessed adequate competence to support infection prevention efforts in the inpatient wards. Conclusion: The study concludes that nurses’ competencies play an important role in supporting the successful prevention of nosocomial infections in inpatient care settings.
Co-Authors .Widyadhari, Widyadhari Aam Linda Nurfalah Abisatyo, Edwardus Bintang Mario Adawiyah, Nurosyidah Al Adilka Nurpadilah Adiyatma, Raditya Aeni , Ira Nur Afrilliani Sutaryo, Della Afrillianti , Karina Rizkia Agustin, Dita Agustin, Sabrina Dirga Agustina, Nadya Agustine Rahadian, Fakhira Ahmad Purnama Ahmad Purnama Ahmad Purnama Aidah, Dila Nur Ailsa Shakira Alya Maulani Ailsa Shakira Maulani Aisar, Tasya Rahadatul Aisyah, Iis Aji Ari Juanda Akhmad Faozi Akhmad Ryan Hidayat Al Zahra, Nazwa Al-Farisi, Muhammad Keysa Aldi Anugrah Aldira Elsavina Margi Rahayu Ali, Enjang Yusup Alia, Salma Aliem, Raihan Sienan Alifa Syifa Fauziah Aliviani, Arvi Alya Huwaida Anjani Amalia, Najwa Syifa Amanda, Revana Putri Ambarita, Ruth Ambarita, Ruth Elika Amelia Cahya Putri Amelia, Tri Amelia, Zirly Ameliawati, Bella Ayu Amelli, Destia Ana Fitrianingsih Ananda, Zihan Andri Nur Permadi Anggraeni, Shelpi Anindia, Sharfina Anis Fauziah Nursifa Anisa Adawiah Anita Nur Aziizah Muniifah Anita Nur Azizah Muniifah Anjani , Shena Ravina Anjani, Sri Ulan Annisa Nur Azizah Anshori, Muhammad Sholahuddin Antung Farah Zhafira Anugrah, Rikman Aprilia, Puput Bela Apriliani, Intan Ara Tamara Nur Syahdura Arabani, Helmalia Putri Ardian, Muhammad Enrico Ardila, Novi Hera Arinal Haaq, M. Iqbal Arundina, Desyana Rahmah Ashari, Oky Asmarani, Dea Assyfa, Nurul Astuti, Ayu Prameswai Kusuma Astuti, Ayu Prameswari Kusuma Athifah Aulia Adzra Atoriq, Dwiyanti Audyta, Rindi Aulia Rizky Ramadhania Aulia, Fajri Aulia, Layli Nur Aulia, Salwa Tri Aulia, Zahrotul Aunnie, Al Salvana Dwie Aura Khansa Zean Putri Aura Zahra, Alinda Avrisya, Arya Muhammad Ayu Andini Ayu Prameswari Kusuma Astuti Az Zahra, Hilda Az-Zahra, Raden Intania Putri Azhar, M. Raihan Fadhil Azhari, Hasbinoer Ibnu Aziz, K. Fajar Azizah, Annisa Nur Azka, Ahmad Syaril Azwaj Nailla Hasna Azzahirah, Meutya Azzahirah, Meutya Nabilah Bella, Tiara Rizkika Berliyanti, Dini Boys, Marchelya Della Vega Burhanie, Cantika Silmy Aulia Caningtyas, Giacinta Catleya Hadi, Jesica Choironissa, Nazwa Shifa Cindy Rantikal Variza Dadan Nugraha Dadan Nugraha Daffa Agustian Pujianto Dara Anggieta Octaryani Della Afrilliani Sutaryo Delli Yuliana Rahmat Depyanti, Sari Oktavia Destia Amellia Dewi, Fitriani Dewi, Kamelia Dewi, Putri Kartika Dewi, Wulan Permata Dian Tiranie Diana Herawati Dianah, Haninan Salma Diding Kelana Setiadi Diding Kelana Setiadi Difa Nafisya Rizki Dinda Azzahra Dinda Nazwa Azzahra Dolifah, Dewi Drama, Banita Ihfatun Dwi Santiawati, Isma Dwiyanti Attoriq Egi Andrian Mulyana Emilia Rosana, Marsa Encep Sudirjo Erlyna Tri Astuti Ersa Ratmi Tiara Esa Meila Nur Islami Bunyamin Evrilia Sabella Fatikha Fabialismaya, Deayu Dwi Kania Fadhly Amanullah Fadila Nurlita Septiani Fadila Nurlita Septiani Fadila Septi Fadilah, Aditya Muhamad Fajar, Azzahra Larasati Fakhriyah, Adinda Putri Fandiyani, Azzahra Futri Faqih Zanik, Muhammad Fathia Qonitati Fatimah, Ayu Siti Faturahman, Fauzan Faulina, Allyssa Rizky Fauziah, Nisa Febrian, Rifky Febriana, Linda Febrianti, Annisa Ziyah Febriyanti, Ine Felania, Nanda Asty Firdaus, Muhammad Aghna Firdayanti, Rina Firmanto, Kento Fitrah, Nursabillah Fitri Nurhayati Fitriah Andriyani Ramadan Fitriani, Sandrina Fitriyani Flora Purba, Sindi Fransisca , Talia Berliana Ghaniya Afsar Ara Ayesha Ghina Nurilmiwati Gumilang, Sekar Hadi, Rizal Sofhan Hairunnisa, Putri Hajar Zulva Sakinah Hakim, Muhammad Naufal Lukmanul Halimatusyadiah Halimatusyadiah Hanastasyia, Nanda Handayani, Sifa Rini Hanifa, Aa Fadly Jihady Hanisyah Dian Farhah Haq, M. Iqbal Arinal Haryeti, Popon Hashiemah, Nur Hasipa, Hani Siti Hendrawati, Anjani Hendro, Yongki Heraz Nur Azizah Hernayanti Nurmalasari Hidayah, Hilmi Uly Ul Hidayah, Munaawarotul Hidayat, Ahmad Dendy Hidayat, Siska Cantika Hikmat Pramajati Hilfi Amalia Iis Aisyah Ilahiyani, Vinasti Ilmi, Muhamad Fadilah Ilyas Zakaria Zakaria Imaduddin, Rahadian Indah Widyaningsih Indallah, R. Dhiya Azka Indika Putri, Dinda Indri Miani Inriyana, Ria Intan Yulia Sari Intan, Tanti Iradillah Al Asadi Irawan Danismaya Iskandar, Tasya Cesarina Ismawanty, Clarissa Nala Ismi Siti Sa'adah Issyakirawahyu, Kayisa Iyos Sutresna Jaenudin, Shera Aulia Jamallulai, Jamallulai Jamalullai, Jamalullai Jamil, Fathurrohman Janah, Almaidah Januarini Maharani Putri Jayaputri, Anak Agung Salwafadya Jesica Catleya Hadi Jesica Catleya Hadi4 Hadi Jesika Olipia Jesika Shalimar Jesika Theresia Sagala Jesika Theresia Sagala Jihan Arsylla Putri Waluyo Jihan Stevie Tri Andayani Juanda, Aji Juwita, Salwa Kamilah, Putri Karina Gayatri Putri Karomah, Isti Kayisa Issyakirawahyu Kelana Setiadi, Diding Kelana, Diding Khaerunnisa, Nafa Alda khairinnisa, Risalah Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa, Musyrifah Khairunnisa, Siti Zakiah Khoerunnisa, Khoerunnisa Khoerunnisa, Lena Melinda Khoirunnisa, Hasna Khoirunnisa, Salma Khotimah, Neng Nurul Khusnul, Najwa Kosasih, Gina Sabila Kristiawan, Wianetta Nurramadhanti Kurnia, Ai Kusnadi, Rachel Nazwa Sunardita Laeli Chaerina Laila, Arina Zuhda Laily Nurul Latifah Larasati, Diah Ayu Latifah, Laily Nurul Latifah, Siti Lika Laurentina, Natasya Olga Lavina, Syifa Durryah Lenni Rahmadani Leonika, Anggi Lestari, Prima Daya Lestari, Ratika Jawi Lestari, Rosyiana Putri Lienji Amelia Linda Febriana Lindayani, Emi Maharani Maharani, Maharani Maharani, Fita Maharani, Syifa Anisa Mahdami, Mariam Maysela Maliha, Alya Rafeyfa Mandehe, Andi Ario Maolida, Nurul Mariska, Mira Marseliana, Rohayati Marsellina, Selly Marsya, Shofi Masruroh, Hilya Gina Maulana Maulana Maulana Maulana, Maulana Maulida, Natasya Kamila Maulidina, Nayla Fasya Maulina, Gerilona Mawarni, ⁠Iga Mawartika, Tiara Mega Nur Rahmawati Meidian, Risha Meirizka, Raisha Miladhiyah, Anindha Nur Mita Majdina Anugrah Moch Akhdan Mochammad Ikhbar Hafiz Mufidah, Salwa Muhammad Aqila Fadhila Nursyamsi Muhammad Keysa Al-Farisi Mukarromah, Lu’luil Mulyanti, Aisyah Munajat Saputra, Yudha Muzakky, Ahmad Muzaky, Ahmad Nabila Tiara Putri Nabila, Ersya Rahma Nabilah, Rafa Khansa Nada, Zakiyyah Qothrun Nadhira, Raisa Nailah, Intan Hana Nakita, Julia Nariswari, Raina Azhari Natasya, Anita Nathania, Levina Nabila Neng Inggri Fitriya Neng Nurul Khotimah ningrum, dedah - Ningtyas, Prima Rahayu Nisrina Nur aini Nisya Aulia Septiani Nofelinda, Shelfiana Nova - Nova Hafiza Novia Ramadhani Novia, Dian Novianisya Maharani Susanto Nugraha, Ari Nugraha, Jeri Nugraha, Yassin Akbar Nur Aidah, Dila Nur Aprilia, Annisa Nur Hanifa, Anestia Nur Laila Fauziyah Nur'aeni, Intan Nuraeni, Selma Nuraeni, Widya Nurazizah, Silvi Nurazizah, Zahra Nurfadhilah, Naila Nurfadilah, Syfa Dini Nurfalah, Aam Linda Nurfalah, Muhammad Fajar Nurfauziah, Esa Nurhayati, Aida Rahmatia Nurhayati, Tanti Intan Nurilmiwati, Ghina Nurizkiah, Riva Nurizkiyah, Riva Nurjanah, Yunisha Hunsul Nurjanah, Yunisha Husnul Nurpadilah, Adilka Nurrahman, Annisa Indah Nurrita Catharina Rosadi Nursifa, Anis Fauziah Nursyahrani, Rifqa Adistie Nurul Aini, Yasinta Nurul Azizah, Sabrina Nurul, Eli Nurulaeni, Devia Nurwahyuni, Tiara Putri Nuryani, Reni Nuryani, Tiya Nys. Faradilla Salsabila Octaviani, Tiara Oktakarita, Regita Oktavia, Nur Oktaviani, Tiara Dita Oktorra, Elsya Jaisi Oky Ashari Oriza Sativa Pamungkas, Lugita Julian Pangistu, Muhamad Agung Pasha Aprillya Andriansyah Peni Perniati Permadi, Andri Nur Permana, Dicka Trie Permata Pratiwi, Pina Pirmanto, Kento Prasasti, Cania Prasetya, Dika Eka Prima Rahayu Ningtyas Purnama, Ahmad Puspa Dewi Anggraini Puspanditaning, Amanda Puspita, Dini Aulia Puspita, Reva Sri Puspita, Reza Putra, Subhan Manggala Putri , Jans Riva Putri Andini, Neng Diana Putri Kamilah Putri Rhieyana Nur Az Zahra Putri syalistiawati Putri Syavina Putri, Aghniya Zhafira Dwi Putri, Amelia Cahya Putri, Dita Adistia Putri, Muthia Amelia Putri, Raisha Risdiansyah Putri, Sofi Amelia PUTRI, TIARA Putria, Nurlita Dheina Qonitati, Fathia R.Dhiya Azka Indallah Rachman, Lyvia Aulia Raffila Syifaun Niam Rahayu Meilani Rahayu, Liesty Kurnia Rahayu, Nadia Sri Rahma Febianti Rahmani, Nabila Rahmatin, Deviyanti Arlisa Rahmawati Putri, Amalia Dwi Rainiah Az'zahra, Aliza Raisha Risdiansyah Putri Rajagukguk, Veronica Ishabela Romaulytua Ramadani, Nur Oktavia Ramadhan, Muhamad Gilang Ramadhan, Muhammad Gilang Ramadhan, Nabila Nur Ramadhani, Novia Ramadhani, Siffa Octavia Ranti Damayanti Ratih Agustina Regina Aulia Sa’diah Regina Fauziah Regina Juia Regina Venus Yuniar revalina, Regita ayu Reza Rostika Rhomanti, Kheisya Ilza Ria Inriyana Riana, Anjaeni Inka Riani Jihan Septiani Ridha Ghina Rieke Kartika Winata Rifandini, Amelia Rifdah, Nur Rahidah Hana Rifqa Adisti Nursyahrani Rifqi, Tiara Rinaldi, Yoga Gunawan Rinda Sipa Nuraeni Ripani, Sifa Risha Meidian Shabirah Rismawati Rismawati Riza Ratna Listi Rizka Salsabila Rizkika Afrillianti, Karina Rochmah, Febby Anggraeni Rofifah, Khairunnisa Nabilatun Rohman, Zahra Marsyifa Rostika, Reza Rustandi, Kayla Salma Nazarra Sadewi, Gissty Lisviany Sad’iah, Regina Aulia Safanah, Ashila Nur Safarina, Raisya Putri Azlyna Safariyah, Salsabila Alia Safawi, Wafha Saleha Safira Putri Amelia Sagala, Jesika Theresia Salam, Furqon Rizki Salima, Rika Salma Fajrian Agustin Salma, Nisrina Nabila Salsabil, Salsa Nazala Salsabila, Syifa Aurelia Salsabilla, Intan Sampurna, Jaya Saputra, Regy Abiana Saputra, Syahla’ Khairiyah Saputra, Yudha Munajat Sarah Satria Rifqi Sayla Mega Lestari Sejati, Amanda Puspanditaning Selvia, Dina Septiani, Novia Septiani, Riani Jihan Septianisa, Riska Elora Setiadi, Diding Kelana Setyoningrum, Fatmaghita Shally Shalawati Shera Aulia Jaenudin Shofi Marsya Siallagan, Amelia Dameyanti Sihombing, Sulastri Veronika Silvany Eka Puteri Silvia Agnesti Silvia Agnesty Sinta Nurlaila Siti Fatimah Siti Lika Latifah Siti Nurjanah Siti Nuryani, Siti Siti Zulfah, Siti Sitohang, Ventia Natakris Sofa, N. Siti Nur’aeni Sofyan, Putri Amanda Sopiah, Popi Sri Mulyani, Ira Stevie, Jihan Subagja, Dwi Agung Subagja, Reva Suherman Suherman Sukaesih, Nunung Siti Sukma Ayu, Desi Sulaimah, Syifa Sumardi, Eprilia Putri Nurhaliza Supriadi, Bresya Nur Salsabila Suryani, Anggi Nabilla Susanti AO Susanti Susanti Susanto, Novianisya Maharani Syabini, Nisfi Syafira Az Hara Ariesta Syahdina Putri, Tyas Syahrul R, Syahrul Syavina, Putri Syfa Dini NurFadilah Syifa Aulia Syifa Khoirunnisa Syifa, Salma Nabila Syifaun Niam, Raffila Syiffa Nurhalimah Taofik, Rehieta Alifia Taufik Hidayat Thaofik Fauzi Nugraha Tiara Mawartika Tiranie, Dian Trisha Kania Sugandi Vapiliani, Putri Alicia Veronica Ishabela Romaulytua Rajagukguk Wahyuni, Arlita Dwi Waluyo, Jihan Arsylla Putri Wardana, Ardi Manggala Kusuma Wardiani, Zahraisyya Widyadhari Widyadhari Wijdaningtyas, Natasya Wulan Lindasari, Sri Wulandari, Anisa Wulandari, Putri Eka Yasinta Nurul Aini Yudanto, Yongki Hendro Yudha Munajat Saputra Yudha Nurfauzan Yulianti, Vina Yuningsih, Yuyun Zaenudin, Tatang Zahara, Al Zahra Aqiqah Zahra, Hilda Az Zahwan, Amalia Zakiyyah Putri Ramadhani Zalianty, Revalina Zhafira, Antung Farah Zhahra, Hilma