Articles
Konsep Tri Hita Karana untuk Pengembangan Budaya Harmoni melalui Pendidikan Karakter
Amalia Puspayanti;
I Wayan Lasmawan;
I Gusti Putu Suharta
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 11 No 1 (2023): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36052/andragogi.v11i1.314
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep Tri Hita Karana untuk membangun harmoni melalui pendidikan karakter. Hubungan harmonis antara manusia dan manusia sudah tidak ada lagi seperti dulu. Konsep Tri Hita Karana dalam agama Hindu mengajarkan bahwa hubungan kerjasama harus diciptakan agar ada kebahagiaan di dunia ini. Keharmonisan ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia dan lingkungannya, serta keberlangsungan kehidupan manusia dan lingkungannya menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian pustaka menggunakan sumber data dari beberapa jurnal dan buku. Berdasarkan kajian pustaka yang dikumpulkan dapat dideskripsikan secara kualitatif gambaran tentang ajaran Tri Hita Karana yang dapat dijadikan landasan dalam membangun harmoni melalui pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah pembangunan pendidikan Indonesia telah sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Salah satu prioritas pembangunan adalah pendidikan karakter. Pendidikan karakter fokus pada pembentukan generasi Indonesia yang berakhlak mulia dan berilmu, bersumber pada agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional. Generasi berkarakter diharapkan mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup tertinggi yakni di dunia dan di akhirat. Tujuan tersebut selaras dengan konsep harmoni dalam ajaran Tri Hita Karana. Tri Hita Karana mengajarkan untuk menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan). Proses belajar dan interaksi sosial yang terjadi dalam membangun karakter melibatkan ketiga konsep yang ada dalam ajaran Tri Hita Karana. Implementasi pendidikan karakter dijalankan dalam bentuk projek penguatan profil pelajar sebagai sarana enkulturasi dan sosialisasi nilai-nilai.
Inovasi Kearifan Pesisir dalam Memperkaya Pembelajaran IPS Sekolah Dasar
Muhammad Sururuddin;
I Wayan Lasmawan;
I Wayan Kertih
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 6 No 2 (2023): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31539/kaganga.v6i2.6457
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi lingkungan berbasis kearifan lokal di Desa Labuhan Haji dan implikasinya terhadap pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Desa Labuhan Haji telah mengembangkan aturan adaptasi lingkungan dengan sanksi bagi pelanggar. Strategi adaptasi lingkungan juga berlaku bagi masyarakat nelayan dari luar daerah, dengan partisipasi aktif masyarakat dan badan pelaksana. Integrasi pengetahuan tentang lingkungan laut dan kearifan lokal dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar dapat dilakukan melalui metode pembelajaran lapangan, observasi lingkungan, dan interaksi dengan masyarakat nelayan. Simpulan penelitian ini adalah Desa Labuhan Haji memiliki strategi adaptasi lingkungan berbasis kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya laut. Kontribusinya pada pembelajaran IPS di Sekolah Dasar dengan integrasi pengetahuan tentang lingkungan laut dan kearifan lokal dalam kurikulum, melalui metode pembelajaran lapangan dan interaksi dengan masyarakat nelayan. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Perubahan Lingkungan, Strategi Adaptasi.
Legal Protection for People with Disabilities in Indonesia in the Perspective of Justice Theory
Dewa Gede Sudika Mangku;
Ni Putu Rai Yuliartini;
I Wayan Lasmawan
Unnes Law Journal Vol 8 No 2 (2022): Various Issues on Crime, Justice, and Human Rights
Publisher : Faculty of Law Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ulj.v8i2.52406
Respect, protection and fulfillment of the rights of persons with disabilities are the obligations of the state. This is also confirmed in Law Number 39 of 1999 concerning Human Rights, so that society has the responsibility to respect the rights of Persons with Disabilities. During this time, Persons with Disabilities have experienced a lot of discrimination which results in not fulfilling the implementation of the rights of persons with disabilities. The passing of Law Number 19 of 2011 concerning the Ratification of the Convention on the Rights of Persons with Disabilities on November 10, 2011, showed that the commitment and seriousness of the Indonesian Government to respect, protect and fulfill the rights of persons with disabilities which in turn are expected to improve the welfare of persons with disabilities. This study confirmed and highlighted that legal protection for people with disabilities has been provided in several laws and regulation both national and international legal system. The implementation and fulfillment of the rights of persons with disabilities is aimed at realizing a higher quality, fairer, physically and mentally prosperous, and dignified standard of life for persons with disabilities. In addition, the implementation and fulfillment of rights are also aimed at protecting persons with disabilities from neglect and exploitation, harassment and all discriminatory acts, as well as human rights violations.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA BALI SEBAGAI KEARIFAN LOKAL PADA SISWA YANG BERASAL DARI LUAR BALI KELAS IV SD NO. 2 DALUNG
Made Agus Dwi Pradnyana Dita;
I Wayan Lasmawan;
I Gede Margunayasa
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.22940
Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman salah satunya adalah keberagaman bahasa daerah Bali. Pendidikan Bahasa Bali diberikan ke seluruh jenjang yang ada di SD mulai dari kelas I hingga kelas VI termasuk siswa yang berasal dari luar Bali yang mengenyam pendidikan di Bali. Tujuan dari penelitian ini yaitu : (1) Untuk mengetahui pemahaman siswa yang berasal dari luar Bali terhadap Bahasa Bali, (2) Untuk mengetahui kesan siswa yang berasal dari luar Bali dalam menerima bahasa Bali sebagai kearifan lokal, dan (3) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi siswa yang berasal dari luar Bali tertarik dalam mempelajari bahasa Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah observasi, kuesioner, wawancara, dan pencatatan dokumen. Berdasarkan observasi siswa yang berasal dari luar Bali pada kelas IV di SD No. 2 Dalung cenderung pasif dalam mengikuti proses pembelajaran Bahasa Bali padahal nilai rata-rata siswa tersebut di atas KKM. Kesan siswa mengikuti pembelajaran Bahasa Bali adalah senang, tidak terpaksa, dan menganggap bahwa pelajaran Bahasa Bali cukup sulit. Selain itu, terdapat dua faktor yang mempengaruhi siswa yang berasal dari luar Bali mau mempelajari Bahasa Bali yaitu faktor internal (motivasi) dan faktor eksternal (kurikulum, lingkungan, dan keluarga).
Model Numbered Heads Together Sebagai Strategi Meningkatkan Abilitas Akademik dan Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar
I Wayan Yudi Antara;
I Gede Margunayasa;
I Wayan Lasmawan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2024): DIDAKTIKA Februari 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58230/27454312.416
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui perbedaan yang signifikan abilitas akademik siswa 2) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA, dan 3) mengetahui perbedaan yang simultan abilitas akademik dan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran numbered heads together dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian seluruh kelas V SD Gugus IV Ra. Kartini Kecamatan Denpasar Barat yang berjumlah 234 siswa. Sampel penelitian kelas eksperimen yaitu SD Negeri 27 Pemecutan berjumlah 29. Sedangkan untuk kelas kontrol SD Negeri 19 Pemecutan berjumlah 27. Desain penelitian post-test only non equivalent control group design. Data dianalisis dengan menggunakan Anava dan Manova. Hasil penelitian yakni: (1) hasil signifikansi 0,001 < 0,005 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan abilitas akademik siswa yang dibelajarkan model pembelajaran numbered heads together dengan siswa yang tidak dibelajarkan. (2) Hasil signifikansi 0,001 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran numbered heads together terhadap hasil belajar pada. (3) Hasil signifikansi 0,001 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh secara simultan model numbered heads together terhadap abilitas akademik dan hasil belajar. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran numbered heads together berpengaruh positif terhadap abilitas akademik dan hasil belajar IPA siswa.
The effectiveness of study group guidance to improve learning motivation of elementary school students
Ketut Susiani;
Nengah Suastika;
I Wayan Lasmawan
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 3 (2021): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/020211219
Guidance and counseling in elementary schools are intended to help students develop various potentials within themselves so that they are able to have good adjustments to assignments and learning activities, so as to achieve high academic achievement. Tutoring for school students one of which is oriented to develop student learning motivation. High learning motivation encourages students to achieve optimal learning achievement. This study aims to analyze the effectiveness of the use of group guidance to increase student motivation in elementary schools. This study uses pre-experimental study with one-group pre-test-posttest design. The research subjects were elementary school students with a sample of 40 students. The research data was collected through a learning motivation questionnaire. Data analysis was carried out descriptively and hypothesis testing through paired sample t-test. The results of descriptive data analysis showed that students learning motivation increased from before participating in group guidance learning which was in the medium category to high after participating in group guidance learning. These results are also supported by the results of the t-test analysis which shows that there are significant differences in learning motivation between before and after following group guidance. This shows that tutoring with group guidance techniques is effective in increasing the learning motivation of elementary school students. The implication of this results research to elementary school guidance and counseling program were discussed.
KURIKULUM MERDEKA SEBAGAI INOVASI MENJAWAB TANTANGAN ERA SOCIETY 5.0 DI SEKOLAH DASAR
Nyoman Ayu Putri Lestari;
Luh Tu Selpi Wahyuni;
I Wayan Lasmawan;
I Wayan Suastra;
Made Sri Astika Dewi;
Ni Made Ignityas Prima Astuti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v10i4.1996
Kurikulum Merdeka adalah inovasi pendidikan yang merespon perubahan zaman di era Society 5.0. Penelitian ini melakukan literatur review untuk mendalami konsep Kurikulum Merdeka dan mengidentifikasi kontribusinya terhadap pendidikan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka berupaya mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan di tengah revolusi industri 4.0. Dalam rangka memungkinkan implementasinya yang efektif, diperlukan perubahan paradigma pendidikan, pengembangan kompetensi guru, serta dukungan dari berbagai stakeholder pendidikan. Kurikulum Merdeka memberikan peluang untuk membangun siswa yang mandiri, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi di era Society 5.0. Studi literatur ini memberikan wawasan tentang esensi Kurikulum Merdeka dalam konteks pendidikan dasar yang relevan dengan tantangan zaman.
BLENDED-PROJECT BERBASIS SELF DIRECTED LEARNING BERMUATAN TRI HITA KARANA DALAM MERDEKA BELAJAR MEWUJUDKAN MAKING INDONESIA 4.0
I Made Aditya Dharma;
I Wayan Suastra;
I Wayan Lasmawan;
Made Padmarani Sudewiputri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2006
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran blended-project berbasis self-directed learning bermuatan Tri Hita Karana dalam merdeka belajar mewujudkan “Making Indonesia 4.0”. Blended learning adalah satu tawaran model pembelajaran di masa pandemi Covid- 19, blended-learning merupakan integrasi metode pengajaran konvensional dengan dunia digital. enam alasan mengadopsi pembelajaran blended-learning adalah (1) kekayaan pedagogis, (2) akses ke pengetahuan, (3) interaksi sosial, (4) agensi pribadi, (5) efektivitas biaya, dan (6) kemudahan revisi. Model pembelajaran ini bertujuan untuk mengubah budaya belajar mengajar yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara aktif dan interaktif serta lebih praktis daripada mendengarkan ceramah pasif di dalam kelas. Studi literatur adalah desain penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan sumber data yang berkaitan dengan suatu topik. Pengumpulan data untuk studi literatur dilakukan dengan alat pencarian database yang sebagai tahapan pencarian sumber literatur. Pengumpulan data menggunakan metode Preferred Reporting Items for Sistematic Reviews and Meta-Analysis. Hasil screening yang sesuai dan yang dibutuhkan terdapat 8 artikel Jurnal Nasional. Berdasarkan artikel yang ditemukan dan dianalisis terdapat dampak blended-project berbasis self-directed learning bermuatan Tri Hita Karana dalam merdeka belajar mewujudkan “Making Indonesia 4.0” berdasarkan kajian literatur hasil penelitian terdahulu.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN POTENSI DAERAH
Ummu Aiman;
I Wayan Lasmawan;
I Nengah Suastika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2938
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) meningkatkan kreativitas siswa pada materi kegiatan ekonomi berdasarkan potensi daerah siswa sekolah dasar. Jenis penelitian pra eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest design yang terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Dimana variabel bebas model pembelajaran project based learning sedangkan variabel terikat kreativitas siswa. Populasi dalam penelitian keseluruh siswa kelas V SD Gmit No 7 Oebufu dan sampelnya kelas V berjumlah 27 orang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Kemudian dianalisis menggunakan SPSS Versi 23,0 For windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas siswa menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih baik dari pada yang diterapkan model pembelajaran konvesional. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t didapatkan nilai Sig (2- tailed) 0,000 kurang dari 0,05. Maka disimpulkan bahwa H0 ditolak maka maka H1 diterima karena Sig (2-tailed) kurang dari 0,005. Maka disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PjBL dapat meningkatkan kreativitas siswa pada materi kegiatan ekonomi berdasarkan potensi daerah.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DAN QUANTUM TEACHING TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KEDIRI
Ni Nyoman Sari Astiti;
I Wayan Lasmawan;
Iyus Akhmad Haris
Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/ekuitas.v6i1.14241
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi berprestasi dan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran contextual teaching and learning dan quantum teaching pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kediri secara terpish maupun simultan. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan kuesioner dan tes hasil belajar IPS dan dianalisis dengan anava dengan uji F dan manova dengan uji F- Wilks' Lambda. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan motivasi berprestasi siswa antara yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Quantum Teaching dengan Fhitung = 52,613 (p = 0,000 < 0,05), (2) ada perbedaan hasil belajar IPS siswa antara yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Quantum Teaching dengan Fhitung = 30,384 (p = 0,000 < 0,05), dan (3) terdapat perbedaan motivasi berprestasi dan hasil belajar IPS siswa antara yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Quantum Teaching dengan F- Wilks' Lambda= 48,307 (p = 0,000 < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Quantum Teaching berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kediri.