Articles
Model Numbered Heads Together Sebagai Strategi Meningkatkan Abilitas Akademik dan Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar
I Wayan Yudi Antara;
I Gede Margunayasa;
I Wayan Lasmawan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58230/27454312.416
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui perbedaan yang signifikan abilitas akademik siswa 2) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA, dan 3) mengetahui perbedaan yang simultan abilitas akademik dan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran numbered heads together dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian seluruh kelas V SD Gugus IV Ra. Kartini Kecamatan Denpasar Barat yang berjumlah 234 siswa. Sampel penelitian kelas eksperimen yaitu SD Negeri 27 Pemecutan berjumlah 29. Sedangkan untuk kelas kontrol SD Negeri 19 Pemecutan berjumlah 27. Desain penelitian post-test only non equivalent control group design. Data dianalisis dengan menggunakan Anava dan Manova. Hasil penelitian yakni: (1) hasil signifikansi 0,001 < 0,005 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan abilitas akademik siswa yang dibelajarkan model pembelajaran numbered heads together dengan siswa yang tidak dibelajarkan. (2) Hasil signifikansi 0,001 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran numbered heads together terhadap hasil belajar pada. (3) Hasil signifikansi 0,001 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh secara simultan model numbered heads together terhadap abilitas akademik dan hasil belajar. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran numbered heads together berpengaruh positif terhadap abilitas akademik dan hasil belajar IPA siswa.
The effectiveness of study group guidance to improve learning motivation of elementary school students
Ketut Susiani;
Nengah Suastika;
I Wayan Lasmawan
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 3 (2021): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/020211219
Guidance and counseling in elementary schools are intended to help students develop various potentials within themselves so that they are able to have good adjustments to assignments and learning activities, so as to achieve high academic achievement. Tutoring for school students one of which is oriented to develop student learning motivation. High learning motivation encourages students to achieve optimal learning achievement. This study aims to analyze the effectiveness of the use of group guidance to increase student motivation in elementary schools. This study uses pre-experimental study with one-group pre-test-posttest design. The research subjects were elementary school students with a sample of 40 students. The research data was collected through a learning motivation questionnaire. Data analysis was carried out descriptively and hypothesis testing through paired sample t-test. The results of descriptive data analysis showed that students learning motivation increased from before participating in group guidance learning which was in the medium category to high after participating in group guidance learning. These results are also supported by the results of the t-test analysis which shows that there are significant differences in learning motivation between before and after following group guidance. This shows that tutoring with group guidance techniques is effective in increasing the learning motivation of elementary school students. The implication of this results research to elementary school guidance and counseling program were discussed.
KURIKULUM MERDEKA SEBAGAI INOVASI MENJAWAB TANTANGAN ERA SOCIETY 5.0 DI SEKOLAH DASAR
Nyoman Ayu Putri Lestari;
Luh Tu Selpi Wahyuni;
I Wayan Lasmawan;
I Wayan Suastra;
Made Sri Astika Dewi;
Ni Made Ignityas Prima Astuti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v10i4.1996
Kurikulum Merdeka adalah inovasi pendidikan yang merespon perubahan zaman di era Society 5.0. Penelitian ini melakukan literatur review untuk mendalami konsep Kurikulum Merdeka dan mengidentifikasi kontribusinya terhadap pendidikan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka berupaya mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan di tengah revolusi industri 4.0. Dalam rangka memungkinkan implementasinya yang efektif, diperlukan perubahan paradigma pendidikan, pengembangan kompetensi guru, serta dukungan dari berbagai stakeholder pendidikan. Kurikulum Merdeka memberikan peluang untuk membangun siswa yang mandiri, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi di era Society 5.0. Studi literatur ini memberikan wawasan tentang esensi Kurikulum Merdeka dalam konteks pendidikan dasar yang relevan dengan tantangan zaman.
BLENDED-PROJECT BERBASIS SELF DIRECTED LEARNING BERMUATAN TRI HITA KARANA DALAM MERDEKA BELAJAR MEWUJUDKAN MAKING INDONESIA 4.0
I Made Aditya Dharma;
I Wayan Suastra;
I Wayan Lasmawan;
Made Padmarani Sudewiputri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2006
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran blended-project berbasis self-directed learning bermuatan Tri Hita Karana dalam merdeka belajar mewujudkan “Making Indonesia 4.0”. Blended learning adalah satu tawaran model pembelajaran di masa pandemi Covid- 19, blended-learning merupakan integrasi metode pengajaran konvensional dengan dunia digital. enam alasan mengadopsi pembelajaran blended-learning adalah (1) kekayaan pedagogis, (2) akses ke pengetahuan, (3) interaksi sosial, (4) agensi pribadi, (5) efektivitas biaya, dan (6) kemudahan revisi. Model pembelajaran ini bertujuan untuk mengubah budaya belajar mengajar yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara aktif dan interaktif serta lebih praktis daripada mendengarkan ceramah pasif di dalam kelas. Studi literatur adalah desain penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan sumber data yang berkaitan dengan suatu topik. Pengumpulan data untuk studi literatur dilakukan dengan alat pencarian database yang sebagai tahapan pencarian sumber literatur. Pengumpulan data menggunakan metode Preferred Reporting Items for Sistematic Reviews and Meta-Analysis. Hasil screening yang sesuai dan yang dibutuhkan terdapat 8 artikel Jurnal Nasional. Berdasarkan artikel yang ditemukan dan dianalisis terdapat dampak blended-project berbasis self-directed learning bermuatan Tri Hita Karana dalam merdeka belajar mewujudkan “Making Indonesia 4.0” berdasarkan kajian literatur hasil penelitian terdahulu.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN POTENSI DAERAH
Ummu Aiman;
I Wayan Lasmawan;
I Nengah Suastika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2938
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) meningkatkan kreativitas siswa pada materi kegiatan ekonomi berdasarkan potensi daerah siswa sekolah dasar. Jenis penelitian pra eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest design yang terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Dimana variabel bebas model pembelajaran project based learning sedangkan variabel terikat kreativitas siswa. Populasi dalam penelitian keseluruh siswa kelas V SD Gmit No 7 Oebufu dan sampelnya kelas V berjumlah 27 orang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Kemudian dianalisis menggunakan SPSS Versi 23,0 For windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas siswa menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih baik dari pada yang diterapkan model pembelajaran konvesional. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t didapatkan nilai Sig (2- tailed) 0,000 kurang dari 0,05. Maka disimpulkan bahwa H0 ditolak maka maka H1 diterima karena Sig (2-tailed) kurang dari 0,005. Maka disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PjBL dapat meningkatkan kreativitas siswa pada materi kegiatan ekonomi berdasarkan potensi daerah.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DAN QUANTUM TEACHING TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KEDIRI
Ni Nyoman Sari Astiti;
I Wayan Lasmawan;
Iyus Akhmad Haris
Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/ekuitas.v6i1.14241
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi berprestasi dan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran contextual teaching and learning dan quantum teaching pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kediri secara terpish maupun simultan. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan kuesioner dan tes hasil belajar IPS dan dianalisis dengan anava dengan uji F dan manova dengan uji F- Wilks' Lambda. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan motivasi berprestasi siswa antara yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Quantum Teaching dengan Fhitung = 52,613 (p = 0,000 < 0,05), (2) ada perbedaan hasil belajar IPS siswa antara yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Quantum Teaching dengan Fhitung = 30,384 (p = 0,000 < 0,05), dan (3) terdapat perbedaan motivasi berprestasi dan hasil belajar IPS siswa antara yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Quantum Teaching dengan F- Wilks' Lambda= 48,307 (p = 0,000 < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Quantum Teaching berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kediri.
Pengaruh Teknik Klarifikasi Nilai terhadap Minat dan Prestasi Belajar IPS
Sujana, Made;
Lasmawan, I W.
Indonesian Values and Character Education Journal Vol. 1 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/ivcej.v1i1.20307
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik klarifikasi nilai terhadap minat belajar dan hasil belajar IPS pada siswa kelas VI SD. Rancangan penelitian ini menggunakan pola dasar The Posttest Only Control Group dengan jenis eksperimen semu. Sampel penelitian berjumlah 80 siswa. Data yang dikumpulkan adalah minat belajar dan hasil belajar IPS. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, minat belajar siswa yang mengikuti teknik klarifikasi nilai secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional (F = 60,474; p < 0,05). Kedua, hasil belajar IPS siswa yang mengikuti teknik klarifikasi nilai secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional (F = 18,344; p < 0,05). Ketiga, secara simultan minat belajar dan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti teknik klarifikasi nilai secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.
Integrating Character Education and Social Studies in Elementary School: Prospective Professional Teachers’ Experiences
Antara, I Gede Wahyu Suwela;
Swadnyana, Ida Bagus Yoga;
Yudiana, Kadek;
Arini, Ni Putu Piki Pia;
Lasmawan, I Wayan;
Kertih, I Wayan
Indonesian Values and Character Education Journal Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/ivcej.v7i1.81005
Character education in elementary school is an important aspect in forming morale and students' ethics at their stage of development. This study aims to explore the understanding and experiences of pre-service professional teachers in integrating character education with social studies instruction in elementary schools. Employing a mixed-method approach, data were collected through structured questionnaires and in-depth interviews with 124 student teachers enrolled in the teacher education program. The findings indicate that pre-service teachers possess a solid understanding of character education concepts and the importance of their integration into social studies instruction. The researcher implements various strategies such as thematic approaches, project-based learning, and group discussions to instill moral values. However, challenges include time constraints, lack of resources, and insufficient specialized training. The necessary support includes continuous training, access to adequate resources, and mentoring from experienced educators. The study concludes that although pre-service teachers have a strong theoretical understanding, a holistic approach involving training support, resources, and policies is required to enhance the effectiveness of character education integration in social studies instruction. Recommendations for future research include expanding the sample size and employing longitudinal methods for more in-depth and sustained observations.
GOOD PRACTICES OF TEACHERS IN LEARNING SCIENCES IN PRIMARY SCHOOLS
Lasmawan, I Wayan;
Kertih, I Wayan;
Anggreni, Ni Luh Putu Yesy;
Astuti, Ni Wayan Widi;
Cahayani, Ni Luh Putu;
Liska, Luh De
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 4 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59672/ijed.v4i3.3204
Social studies education as a field of study given at the educational level in the school environment, not only provides knowledge, but also provides values, attitudes and skills in the lives of students in society, nation and state in various characteristics. To make social studies learning enjoyable for students, there needs to be teacher innovation and creativity in delivering learning in class. Because even now, social studies still seems to be neglected and is considered rote. Through the application of virtual classroom learning media with the help of e-modules and learning videos in social studies learning for class VI students at SD Negeri 7 Sesetan, it can have a positive impact on students. In accordance with data collection carried out by distributing questionnaires to 31 students in class VI of SD Negeri 7 Sesetan, the results obtained were that 95% of students gave positive responses and enjoyed participating in the learning carried out by the teacher.
GURU DAN TANTANGAN KURIKULUM BARU: ANALISIS PERAN GURU DALAM KEBIJAKAN KURIKULUM BARU
Wardani, Iwan Usma;
Lasmawan, I Wayan;
Suastra, I Wayan
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 5 (2023): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46930/ojsuda.v31i5.3708
Perkembangan Pendidikan selalu berjalan searah dengan perkembangan zaman yang disertai dengan adanya perubahan kebijakan kurikulum yang selalu berubah sesuai kebutuhan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pendidikan melalui perubahan kebijakan kurikulum dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis kajian pustaka. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan dan menelaah data berdasar sumber yang terkait dengan pembahasan. Setelah terkumpulnya data kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan sumber yang diteliti, fakta kejadian yang telah ditulis dalam pernyataan-pernyataan diungkap. Hasil penelitian ini adalah perubahan yang terjadi karena adanya kebijakan kurikulum baru yang mempengaruhi peran guru serta tantangan pendidikan yang menuntut guru untuk menumbuhkan beberapa kompetensi diri dalam mengembangkan pembelajaran dengan beradaptasi pada kurikulum baru ini.