Peningkatan efisiensi dan kualitas dalam proses produksi kacang sembunyi menjadi fokus utama penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan Operation Process Chart (OPC), Value Stream Mapping (VSM), dan diagram Fishbone untuk menganalisis waktu proses, mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah, serta menemukan penyebab utama masalah dalam produksi. Data waktu proses sebelum dan setelah penerapan metode OPC dianalisis untuk mengevaluasi perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu produksi menurun dari 13.465 menit menjadi 12.602 menit setelah penerapan OPC. Standar deviasi yang sedikit lebih kecil mengindikasikan peningkatan stabilitas proses. Proses non-value-added, seperti penyimpanan sementara dan transportasi ke area pendinginan, berhasil dikurangi, tetapi tahapan pembungkusan kacang dengan adonan (31.83 menit) dan penggorengan kacang sembunyi (27.91 menit) masih menjadi hambatan utama. Analisis dengan diagram Fishbone mengidentifikasi faktor manusia, mesin, metode kerja, dan material sebagai penyebab utama variasi waktu proses. Rekomendasi perbaikan meliputi optimalisasi proses pembungkusan dan penggorengan, pengurangan waktu non-value-added, peningkatan kompetensi operator melalui pelatihan, modernisasi mesin, dan pengawasan berkelanjutan menggunakan metode Statistical Process Control (SPC). Dengan implementasi saran ini, diharapkan proses produksi kacang sembunyi dapat menjadi lebih efisien, stabil, dan menghasilkan produk berkualitas tinggi dalam waktu yang lebih singkat.