Articles
Mengintegrasikan Kearifan Lokal dalam Implementasi Program Adiwiyata: Studi pada Sekolah Berbasis Budaya Sunda di Jawa Barat
Amalia, Nur;
Gunadi , Gugun
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20616
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi kearifan lokal budaya Sunda dalam implementasi Program Adiwiyata di sekolah-sekolah berbasis budaya di Jawa Barat. Program Adiwiyata sebagai kebijakan pendidikan lingkungan hidup nasional dinilai akan lebih efektif apabila disinergikan dengan nilai-nilai lokal yang hidup dalam masyarakat. Budaya Sunda memiliki prinsip ekologis yang kuat, seperti silih asah, silih asih, silih asuh, serta falsafah hidup harmonis dengan alam, yang sejalan dengan tujuan pendidikan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan instrumen berupa wawancara, angket, observasi, dan tes tertulis. Sampel penelitian adalah 20 siswa kelas X di SMA Amaliyah yang telah mengikuti program Adiwiyata lebih dari satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai lokal dilakukan melalui kurikulum muatan lokal, kegiatan ekstrakurikuler, tradisi sekolah, dan penggunaan simbol budaya Sunda dalam komunikasi lingkungan. Integrasi ini berdampak positif terhadap peningkatan kesadaran dan perilaku ramah lingkungan warga sekolah. Namun demikian, tantangan seperti minimnya dokumentasi kearifan lokal dan keterbatasan pelatihan guru masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan program. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pendidikan lingkungan yang adaptif terhadap budaya lokal guna memperkuat karakter ekologis peserta didik dan menjadikan sekolah sebagai agen pelestarian budaya dan lingkungan secara berkelanjutan.
Kajian Sistem Dekolonisasi dalam Pembelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA
Amalia, Nur;
Gunadi , Gugun
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.21394
Pembelajaran sejarah sering kali mencerminkan perspektif dominan, baik dalam struktur kurikulum, narasi sejarah, maupun tokoh-tokoh yang diangkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan dominasi narasi kolonial dalam pendidikan sejarah di sekolah serta mengeksplorasi bagaimana pendekatan dekolonisasi dapat diterapkan secara efektif dalam kurikulum dan metode pembelajaran. Melalui pendekatan ini, penelitian berusaha memahami dampak dekolonisasi terhadap pemahaman siswa tentang identitas nasional, kesadaran sosio-politik, dan keterampilan berpikir kritis Penelitian ini berhasil mengembangkan instrumen kuesioner menggunakan skala Likert untuk mengukur kemajuan proses dekolonisasi dalam pembelajaran sejarah di sekolah, sekaligus peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan melakukan uji-t parametrik yang membandingkan kelas kontrol dan kelas eksperimen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang mengukur makna esensial dekolonisasi, khususnya dekolonisasi dalam pembelajaran sejarah yang telah diterapkan di kelas. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t parametrik dengan membandingkan dua variabel, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimenPenelitian ini menawarkan pendekatan baru dengan mengukur secara kuantitatif proses dekolonisasi dalam pendidikan sejarah, menganalisis hubungan antara proses tersebut dengan perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa, serta mengintegrasikan penggunaan teknologi sebagai bagian dari strategi dekolonisasi. Pendekatan ini berbeda dari penelitian sebelumnya yang dominan menggunakan metode kualitatif dan fokus pada analisis narasi, sehingga memberikan perspektif inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan sejarah di tingkat sekolah menengah.
Implementasi Nilai-Nilai Kesetaraan Gender dalam Pembelajaran Sejarah dan Pengaruhnya terhadap Sikap Siswa di Sekolah Menengah Atas
Amalia, Nur;
Gunadi , Gugun
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21395
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai kesetaraan gender dalam pembelajaran sejarah serta pengaruhnya terhadap sikap siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Latar belakang penelitian didasari oleh kenyataan bahwa kurikulum sejarah masih banyak menekankan peran laki-laki, sementara kontribusi perempuan kerap terpinggirkan. Situasi tersebut berpotensi mempertahankan bias gender dan membentuk cara pandang yang tidak seimbang di kalangan peserta didik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang dipadukan dengan studi literatur, penyebaran angket, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui uji-t (One Sample t-Test) serta desain kuasi-eksperimen untuk menilai dampak integrasi perspektif gender dalam pembelajaran sejarah terhadap perubahan sikap siswa. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan nilai-nilai kesetaraan gender dapat memperluas pemahaman siswa mengenai peran laki-laki dan perempuan secara lebih seimbang, sekaligus menumbuhkan sikap egaliter, kritis, dan toleran. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi hambatan, antara lain keterbatasan pengetahuan guru, kurangnya ketersediaan materi ajar, serta dominasi budaya patriarkal. Dengan demikian, penelitian ini menekankan bahwa pembelajaran sejarah yang berorientasi gender berkontribusi penting dalam membangun kesadaran kritis siswa serta mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Analisis Yuridis Putusan Hakim Pengadilan Negeri Surabaya No.474/Pdt.G/2017/Pn.Sby Tentang Perjanjian Jual Beli Tanah Dengan Klausul Kuasa Menjual
Amalia, Nur
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 1 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sengketa terkait jual beli tanah yang masih menggunakan akta ikatan jual beli yang dibuat di hadapan Notaris terjadi di dalam Putusan Pengadilan No.474/Pdt.G/2017/PN.SBY. Kasus tersebut terjadi karena pembeli ingin membalik namakan sertifikat yang semula atas nama penjual sehingga dapat menjadi atas nama pembeli, namun ketika hendak melakukan tanda tangan di hadapan PPAT penjual tidak pernah datang menghadap sehingga pembeli tidak dapat melakukan proses tanda tangan untuk membalik namakan sertifikat. Akta ikatan jual beli yang dibuat para pihak terdapat juga kuasa menjual, kuasa menjual tersebut berisikan memberi izin kepada pembeli untuk bertindak sebagai 2 kapasitas yaitu penjual dan pembeli untuk melakukan perbuatan hukum. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui dan memahami pertimbangan hakim dalam memutus perkara terkait proses peralihan dan pendaftaran hak atas tanah menggunakan klausul kuasa penjual kepada pembeli dan juga untuk mengetahui akibat hukum bagi para pihak terkait dengan putusan tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif, yang mengkaji terkait pertimbangan hakim dalam memutus perkara No. 474/Pdt.G/2017/PN.SBY tentang perjanjian jual beli tanah menggunakan klausul kuasa menjual. Dalam penelitian ini penulis menggunakan tiga macam pendekatan yaitu pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Hasil dari penelitian ini, pertimbangan hakim dalam putusan hakim no 474/Pdt.G/2017/PN.SBY adalah kabur, karena di dalam kuasa menjual yang terdapat di dalam akta ikatan jual beli telah jelas memberi izin kepada pembeli bertindak sebagai penjual maupun pembeli untuk melakukan suatu perbuatan hukum yaitu salah satunya proses pembuatan akta jual beli yang dilakukan di hadapan PPAT. Kata Kunci : sengketa, jual beli, dan akta ikatan jual beli.
Sosialisasi Terkait Determinan Penyebab Kecelakaan Kerja di Panglong Kayu Kanalom Medan: Analisis Faktor Manusia dan Lingkungan
Siregar, Khoirotun Najihah;
Nur Amalia;
Ananda Apriliana;
Ervan Kristin Telaumbanua
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62358/dn2chy23
ecelakaan kerja merupakan suatu peristiwa yang tidak terduga yang terjadi ditempat kerja dan mengakibatkan cidera fisik, kerugian material atau bahkan kematian. Menurut Undang- Undang No 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, setiap kecelakaan kerja perlu dicatat dan dianalisis untuk mencegah kejadian serupa dimasa depan. Ada banyak faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja di tempat kerja demikian halnya pula penyebab kejadian kecelakaan kerja di Panglong kayu, diantaranya adalah sebagai berikut: Faktor Manusia : Kesalahan manusia, kurangnya pelatihan, dan ketidak patuhan terhadap prosedur keselamatan, penggunaan alat berat dan mesin yang tidak sesuai prosedurjuga menjadi faktor penyebab dapat meningkatnya risiko kecelakaan. Faktor Lingkungan : Kondisi tempat kerja yang tidak aman, seperti alat yang rusak, kurangnya penerangan dan lingkungan yang berbahaya bisa memicu terjadinya potensi kecelakaan kerja ditempat kerja. Tujuan PkM ini adalah untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan sosialisasi dan Penyuluhan. Dari kegiatan yang dilakukan diperoleh adanya perubahan pengetahuan dari yang semula belum mengetahui tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja menjadi tahu dan upaya pencegahan kecelakaan kerja, sehingga dapat disimpulkan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh para pekerja non-formal sebagai wadah edukasi ataupun transfer ilmu pengetahuan dan informasi yang bermanfaat bagi pekerja.
ANALISIS PROGRAM KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DI SEKOLAH TERHADAP PEMBERDAYAAN KOMUNITAS LOKAL
Purnama Syae Purrohman;
Ahmad Ruslan;
Nur Amalia;
Rafli Pasila Nasmu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Press.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i01.23394
Penelitian ini menganalisis program kewirausahaan sosial di sekolah dan dampaknya terhadap pemberdayaan komunitas lokal. Dengan menggunakan metodologi kajian pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur yang membahas konsep kewirausahaan sosial, implementasi program di lingkungan sekolah, serta keterlibatannya dalam memberdayakan masyarakat sekitar. Kewirausahaan sosial di sekolah tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang bisnis berbasis sosial, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan komunitas melalui solusi inovatif dan berkelanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa program ini memiliki potensi besar dalam menciptakan dampak positif bagi komunitas lokal, terutama dalam aspek ekonomi, pendidikan, dan sosial. Program kewirausahaan sosial di sekolah dapat menjadi strategi efektif dalam membangun keterampilan kewirausahaan generasi muda sekaligus memperkuat hubungan antara sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang lebih luas dari pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program ini.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DALAM PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK SAPI, ARANG SEKAM, DEDAK PADI SEBAGAI PUPUK BOKASHI
Mutmainna;
Ali Tahir, Muhammad;
Muhammad Irfan Taufan Asfar, Andi;
Muhamad Iqbal Akbar Asfar, Andi;
Nurannisa, Andi;
Amalia, Nur;
Widia Diningsih, Andi
JCOMMITS: Journal of Community Empowerment, Inovation, and sustainability Vol. 1 No. 1 (2023): Jcommits (The Journal of Community Empowerment, Innovation, and Sustainability)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS LANCANG KUNING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The problem of cow dung waste in Tappale Village, especially for Karang Taruna Sipabokori partners in Tappale Village, is still a crucial problem. So far, cow dung waste has only been thrown away and piled up, sometimes people even throw it in waterways, thereby polluting the environment. Therefore, with the Community Service Program (PKM-PM) activities, we will provide a solution to Karang Taruna Sipabokori partners in Tappale Village in processing cow dung waste into bokashi fertilizer as an alternative companion fertilizer. The implementation method for PKM-PM activities is carried out in three stages, namely the counseling or socialization stage, the training stage and the mentoring stage. The results of implementing PKM activities for partners showed a significant increase in knowledge and skills regarding the benefits of cow dung waste and partners were able to process cow dung waste into bokashi fertilizer with additional supporting materials, namely husk charcoal and rice bran with an increase of 90%, packaging and labeling reached 90% percentage and marketing reach 100% percentage.
Analysis of school principal policies regarding limited facilities and infrastructure
Barokah, Winisuda Putri;
Amalia, Nur
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202423830
This research delves into the policy analysis of the principal’s approach in dealing with the infrastructure limitations at Sumberagung 1st State Elementary School. The aim is to analyze the principal's roles and policies in overcoming the school environment's infrastructure limitations. The research method uses a qualitative approach by collecting data through in-depth interviews with the school principal, teacher, and some students. The research findings depict the strategic role of the principal in formulating policies, including resource allocation, facility maintenance, and collaborative efforts with related parties. Although implementing these policies shows positive results in overcoming the limitations of infrastructure, several challenges have been identified, such as budget limitations and coordination with external stakeholders. This research contributes to understanding the dynamics of the principal's policies in dealing with infrastructure limitations, with the hope that the results can serve as the basis for thinking about improvements and the development of more effective policies in the future.
Sustainability (Keberlanjutan) Program KKN-Dik Mahasiswa PGSD UMS Di Sekolah Mitra
Putri Rahayu, Arlina;
Amalia, Nur
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22236/solma.v13i1.14293
Pendahuluan: Kegiatan mahasiswa dalam KKN harus berperan aktif dalam pembuatan program-program yang akan dilakukan di sekolah maupun di masyarakat. KKN memberikan pengajaran yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat, mengidentifikasi permasalahan, dan mencari solusi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui keberlanjutan program KKN-Dik di MIM Girimargo dan SD Muh PK Simo. Metode: Wawancara, observasi, dan dokumentasi. Melibatkan 2 kepala sekolah, 3 guru, dan 6 siswa. Hasil: Sebagian besar program belum berhasil sukses dan bermanfaat untuk sekolah maupun warga sekolah. Berdasarkan hasil penelitian dalam pelaksanaan program-program KKN-Dik dari mahasiswa KKN-Dik tidak menunjukkan adanya keberlanjutan atau sustainability. Kesimpulan: Kegiatan KKN selanjutnya diharapkan mahasiswa bisa meningkatkan kembali program-program KKN yang lebih kreatif, lebih menonjol untuk warga sekolah, dan meninggalkan peran yang sangat penting supaya bisa memperoleh hasil keberlanjutan yang baik.
Stres kerja pada dokter internship di Rumah Sakit Mitra Sehat Tanjung Morawa
Amalia, Nur;
Salmira, Cut Saura;
Tarigan, Andini Mentari
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34012/jkpi.v7i2.3962
Stres kerja berhubungan dengan kesehatan kerja, kecelakaan ditempat kerja, organizational strain dalam bentuk absensi, penurunan performa kerja. Dokter internship adalah orang yang memilki risiko tinggi berdampak stres kerja karena selama menjalani menjalani internship terdapat perbedaan antara ekspektasi dan realita yang membuat mereka frustasi namun tidak ada dapat dilakukan untuk mengubah keadaan itu semua sehingga menyebabkan perasaan mereka tertekan (stres). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat stres dokter internship tersebut. Adapun partisipan dari penelitian ini adalah 95 orang dokter intrenship RS Mitra Sehat Tanjung Morawa yang bekerja selama minimal 3 bulan dan tempat tinggal diluar kota Tanjung Morawa. Penelitian ini menggunakan alat ukur stress kerja dengan reliabilitas 0.91. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 44,21% dokter berada pada tingkat stres sedang, artinya mereka mengalami stres yang masih dapat dihadapi sehingga tidak dapat menimbulkan gangguan fisik. Berdasarkan hasil penelitian, hal yang paling mengganggu para dokter internsip adalah upah yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang mereka kerjakan. Selain itu ketidakjelasan peran mereka di rumah sakit pun menjadi salah satu faktor yang menyebabkan stres. Terdapat 27,37% dokter internsip yang berada pada kategori agak tinggi dan 3,16% pada tingkat tinggi, artinya mereka dapat berpotensi menimbulkan gangguan fisik. Hasil penelitian dapat digunakan oleh Institusi yang berkaitan dengan dokter internsip agar memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan stress kerja.