Articles
KONSELING TRAUMA PASCA BENCANA
Herman Nirwana
Ta'dib Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31958/jt.v15i2.224
As a country with thousands of islands, geographically Indonesia is very potential to natural disasters which cause great lost, environmental damage and psychological effects. Besides, violence, such robbery, rapes, and bombing frequently took place in Indonesia. It is estimated that 1.50 % of population suffered from Post Traumatic Stress Disorder (PSTD) due to the violence. Studies show in America that 15 up to 43 % of females and 14 up to 43 % of males experience trauma in their lives. Great numbers of individuals suffer from deep misery, uncertainty and desperation after natural disaster or violence and in turn leave them in stress, depression and trauma. One of services recommended to help those people go through with psychological problems is counseling, particularly relaxation and desensitization techniques.Kata kunci: trauma, konseling trauma
Efektivitas Layanan Informasi untuk Meningkatkan Kebersyukuran Siswa Etnis Minangkabau
Fitria Umami;
Herman Nirwana;
Syuryani Syuryani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.5363
Kebersyukuran remaja bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah budaya. Keterkaitan kebersyukuran dengan budaya berhubungan dengan filososfi hidup yang ada pada masyarakat tersebut. Masyarakat Minangkabau menganut sistem kekerabatan matrilineal dimana perempuan lebih dihargai dari laki-laki. Tujuan penelitian ini untuk menguji efektivitas layanan informasi dalam meningkatkan kebersyukuran siswa yang berlatar belakang etnis Minangkabau. Jenis penelitian eksperimen yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan rancangan penelitian one group design. Teknik pemilihan subjek menggunakan stratified random sampling, dengan jumlah subjek sebanyak 93 orang terdiri dari 35 pria dan 58 wanita. Instrumen yang digunakan berupa Daftar Isian Kebersyukuran dengan model likert. Penelitian ini menggunakan uji statistik t-test (independent sample t-test dan paired sampel t-test). Menemukan hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kebersyukuran pria dan wanita sebelum dan sesudah diberikan perlakukan menggunakan layanan informasi yang telah dikembangkan sebelumnya. Oleh karena itu, layanan informasi yang telah dikembangkan efektif digunakan oleh guru BK/Konselor untuk meningkatkatkan kebersyukuran siswa Minangkabau.
Analysis on Part of Popular Learning Theory
Meezy Indriyansyah;
Neviyarni Neviyarni;
Herman Nirwana
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0630cons
Learning theory is a collection of general principles that are interrelated and explain a number of facts and findings related to learning events. Learning theory is one of the keys to the success of the learning process carried out by educators. In popular learning theory, there are several things that can be discussed, namely related to intelligent character education, quantum learning, accelerated learning, active learning and Hypno teaching. This popular learning theory has implications for effective and efficient learning.
Hubungan Kepercayaan Diri dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas
Mila Risnanda Wati;
Herman Nirwana
Consilium Vol 2, No 1 (2022): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0821cons
Prokrastinasi akademik adalah penundaan dalam mengerjakan tugas. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi prokrastinasi akademik adalah kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) kepercayaan diri siswa (2) prokrastinasi akademik siswa, serta (3) menguji dan menganalisis hubungan kepercayaan diri dengan prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini sebanyak 1.153 siswa yang terdaftar di kelas X, XI dan XII SMA Negeri 2 Dumai pada semester Juli-Desember Tahun ajaran 2023/2024 dengan sampel berjumlah 297 yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah “Daftar Isian Kepercayaan Diri” dan “Daftar Isian Prokrastinasi Akademik” dengan menggunakan skala model likert. Pengolahan data menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment melalui program statistic statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 20.0. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) kepercayaan diri siswa pada umumnya berada pada kategori rendah, (2) prokrastinasi akademik pada umumnya berada pada kategori sedang, (3) terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan prokrastinasi akademik dengan koefisien korelasi sebesar -0,327 dan signifikan 0.000.Keywords: Kepercayaan Diri, Prokrastinasi Akademik
Efektivitas Konseling Kelompok dengan pendekatan REBT untuk mengurangi perilaku menyontek siswa
Marianna Harahap;
Netrawati Netrawati;
Herman Nirwana;
Rezki Hariko
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 8, No 2 (2022): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202222409
Perilaku menyontek merupakan perbuatan melanggar aturan dalam pendidikan karena menggunakan cara-cara yang tidak jujur dalam pencapaian nilai akademik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tentang gambaran mengenai perilaku menyontek serta cara penanggulangannya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif, menggunakan alat pengumpulan data berupa angket perilaku menyontek. Sampel penelitian ini adalah siswa SMAN 6 Padang dan SMA N 3 Padang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku menyontek terdiri dari berbagai aspek. Pada setiap aspek memiliki besaran persentase yang tidak sama‚ pada aspek social active yang memiliki presentase terbesar pada kategori sedang yaitu 38,25 %, aspek social passive memiliki presentase terbesar pada kategori sedang yaitu 56,25%, aspek individual opportunistic memiliki presentase terbesar pada kategori sedang yaitu 44,25 %, sedangkan individual planned memiliki presentase terbesar pada kategori sangat tinggi yaitu 43,75% . Hasil ini menunjukkan bahwa banyaknya responden yang melakukan perilaku menyontek. Sehingga penelitian ini dapat dijadikan informasi bagi Guru BK/Konselor sebagai dasar dalam upaya mengatasi serta mencegah perilaku menyontek
Kontribusi Motivasi Menyelesaikan Masalah dan Komunikasi Interpersonal terhadap Strategi Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Menengah
Minarsi Minarsi;
Herman Nirwana;
Yarmis Syukur
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 2 (2017): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/02017113
This research was conducted from the student low level toward student problem solving strategies. The student problem solving strategies were affected by motivation problem to resolve and interpersonal communication. This research was intended to describe: (1) the motivation of students in problem solving, (2) student interpersonal communication, (3) the student problem solving strategies, (4) the contribution of the motivation problem to resolve toward student problem solving strategies (5) the contribution of the interpersonal communication toward student problem solving strategies, and (6) the contribution of the motivation problem to resolve and interpersonal communication toward student problem solving strategies.This correlational descriptive research applied quantitative methods. The population of this research were 601 students of SMA Negeri 2 Pariaman on grade XI and XII, also 240 students there were chosen by proportional stratified random sampling technique.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Kesulitan Belajar
Alya Eresti;
Herman Nirwana
MISTER: Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 1 No. 3 (2024): MEI-JULI
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32672/mister.v1i3.1696
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar di sekolah, Banyak faktor yang menyebabkan kesulitan belajar pada siswa salah satunya yaitu teman sebaya yang nakal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kesulitan belajar siswa 2) mendeskripsikan dukungan sosial teman sebaya 3) Mendeskripsikan hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kesulitan belajar yang dialami siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini sebanyak 626 orang siswa yang terdaftar di kelas X, XI di SMAN 1 Lubuk Basung Tahun Ajaran 2023/2024 yang dipilih dengan menggunakan teknik teknik Proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah “Angket Dukungan Sosial Teman Sebaya” dan “Angket Kesulitan Belajar”. Data dianalisis dengan deskriptif korelaional Pearson Product Moment. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) dukungan sosial teman sebaya di SMAN 1 Lubuk Basung berada pada kategori sedang, (2) kesulitan belajar siswa SMAN 1 Lubuk Basung berada pada kategori sedang, dan (3) terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kesulitan belajar siswa dengan nilai koefisien korelasi -0,606 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Artinya, semakin besar dukungan sosial teman sebaya, maka kesulitan belajarnya akan cenderung lebih rendah, begitupun sebaliknya semakin rendah dukungan sosial teman sebaya maka kesulitan belajar nya akan cenderung tinggi.
Development of Information Service Modul to Enhance Meaning of Life: A Study on Minangkabau Adolescents
Yuli Permatasari;
Herman Nirwana;
Hanifah Usman
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 13 No 2 June 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jehcp.v13i2.28927
This study examined the development of informational service materials aimed at enhancing the meaning of life among Minangkabau ethnic students in secondary schools. "Meaning of life" is a psychological concept referring to an individual's sense of purpose, significance, and life satisfaction. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, and data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results indicate that the developed informational service materials are valid in terms of content and design, practical, and effective in improving the students' meaning of life. These materials were tested on a small group using a limited trial method, which demonstrated an increase in the meaning of life before and after the informational service was provided. The implications of this study suggest that the use of informational services to enhance the meaning of life can be effectively applied to students, as it has a positive psychological impact.
How multicultural counseling based on social capital in a plural society?
Fadli, Rima Pratiwi;
Nirwana, Herman;
Mudjiran, Mudjiran
Journal of Counseling, Education and Society Vol 4, No 2 (2023): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/08jces147500
Social capital is directly linked to the phenomenon that occurs in the community. Multicultural counseling based on social capital can help with these issues. Social capital is a way of forming a strong link between people in order to establish a society. Social capital is divided into two categories: those that focus on the network of social contacts and those that focus on the inherent traits of individuals involved in social interactions. Multicultural counseling is still underserved in guidance and counseling services. One of the reasons why the service isn't up to par is because the counselor lacks certain talents, particularly when it comes to counseling approaches. As a result, a separate study on intercultural counseling is required. As a result, the author delivers a concept paper on multicultural counseling in a plural society in Indonesia based on social capital. After reviewing a variety of scientific sources, this manuscript was created. With this document, it is intended that counselors will be able to use it as a resource for implementing intercultural counseling based on social capital in Indonesia's plural society.
Peranan konselor dalam konseling keluarga untuk meningkatkan keharmonisan keluarga
Putri, Julia Eva;
Mudjiran, Mudjiran;
Nirwana, Herman;
Karneli, Yeni
Journal of Counseling, Education and Society Vol 3, No 1 (2022): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/08jces189000
Kehidupan berkeluarga merupakan perjalanan yang dibentuk oleh dua insan yang terikat dalam pernikahan. Dalam perjalanan kehidupan tersebut akan selalu ada masalah yang menghampiri baik itu bersumber dari dalam ataupun dari luar diri individu yang menjalaninya. Berbagai permasalahan permasalahan keluarga tersebut dapat di selesaikan melalui konseling keluarga. Konseling keluarga efektif untuk mengatasi masalah dalam keluarga. Konseling keluarga dapat membantu anggota keluarga mendapatkan keharmonisan dalam keluarga karena dalam proses konseling, konseli akan berupaya mengetahui, mengenali, memperhatikan, menerima dan berusaha untuk mempertahankan keluarganya. Konseling keluarga dapat membantu mencegah dan mengatasi masalah dalam keluarga sehingga konseli dapat mempertahankan keharmonisan keluarganya.