Articles
Problematika Layanan Bimbingan dan Konseling Di Sekolah Dasar
Rahmi, Tysa Sufia;
Mudjiran, Mudjiran;
Neviyarni S., Neviyarni S.;
Nirwana, Herman
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69896/modeling.v10i3.1753
This study is motivated by the problems found by elementary school teachers during the implementation of guidance and counseling services in elementary schools. This study aims to look at guidance and counseling services in elementary schools and describe the problems experienced by teachers in their implementation and the solutions that can be given to solve these problems. This research uses descriptive qualitative research. The researcher determined SDN 13 Parit Putus as the research location and the teacher as the research subject. Researchers collected research data through in-depth interviews, observations, and documentation of teachers at SDN 13 Parit Putus. The results of the study show that the problems of guidance and counseling services in elementary schools are the absence of guidance and counseling teachers, the absence of training on guidance and counseling services, teachers do not have an understanding of designing administration, and inadequate guidance and counseling service facilities at SDN 13 Parit Putus. The solutions provided by researchers are to procure counseling teachers in elementary schools, provide training through gifted counselors, complete the administration of counseling services, and facilitate the needs of guidance and counseling.
Pengaruh Bimbingan Konseling dan Program Parenting untuk Meningkatkan Pemahaman Orangtua tentang Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pendidikan
Arsilawita, Arsilawita;
Suhaili, Neviyarni;
Mudjiran, Mudjiran;
Nirwana, Herman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan yang maju adalah pendidikan yang memiliki program yang mampu memberikan pendampingan dan pasilitas kepada peserta didik untuk dapat mengikuti proses pembelajran yang bermaknah. Hal ini akan mampu terwujudkan apabila ada kerjasama anatara orangtua dan guru. Guru memainkan perannya sebagai konselor untuk memahami dan mencarai solusi dari permasahan dari peserta didik, sedangkan orangtua memiliki peran memberikan pendidikan dalam rumah tangga dengan memperhatikan perkembangan anak, sehingga apa yang diberikan di rumah akan menjadikan proses dalam pembentukan karakter anak. Karakter yang terbentuk akan menjadi dasar untuk penyelesaian permasalahan yang terjadi. Permasalahan akan dapat diatasi karena orangtua dan guru sudah memiliki hubungan yang baik dalam kegiatan parenting dan guru menyelesaikan permasalahan di sekolah karena permasalahan yang dialami oleh peserta didik tidak terlepas dari permaslahan dari lingkungan dan keluarga. Bimbingan konseling memiliki pengaru dengan bimbingan konseling karena peran orangtua dalam pola asuh anak akan memebntuk karakter anak, dalam perkembangan sehingga guru lebih muda untuk menyelesaikan permasalahan peserta didik.
Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Pendidikan Keluarga Dalam Pendidikan Nasional
Sandowil, Oktatul;
Yusuf, A.Mury;
Nirwana, Herman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i2.1498
Padaiartikeliini membahasitentang membentukipendidikan karakter disetiap individu melalui pendidikan keluarga dalam pendidikan nasional, untuk membentuk karakter pada siswa, bukan hanya siswaiyang akan terbentuk karakternnya, tetapi juga harus guru, alasannya seketikai mendidikidan mengajar itu semua akan tertular dari bentuk akrakter gurunya. Materi artikel ini diampu oleh dosen A.Mury Yusuf, Herman Nirwana yang berasal dari FIP Bimbingan Konseling Universitas Negeri Padang.
THE ROLE OF COUNSELING TEACHERS BASED ON THE CURRICULUM FREEDOM TO LEARN
Elfira, Yenni;
Mudjiran, Mudjiran;
Nirwana, Herman;
Karneli, Yeni
Widyagogik Vol 10, No 1 (2022): Widyagogik
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/widyagogik.v10i1.15262
This paper aims to determine the role of guidance and counseling teachers based on the “Merdeka Belajar” curriculum. This writing uses a qualitative research method which is a literature study. The concept of the curriculum "Merdeka Belajar" is the freedom of learning for BK teachers to be free to think, innovate, and be creative. The expected evaluation is that it can provide comfort in the learning process.
Increase Student Learning Motivation with Quantum Learning Model
Kamirsa Amria, Alnetia Dwi;
Neviyarni, Neviyarni;
Nirwana, Herman
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0638cons
The lack of interest or motivation for student learning is due to several things. Including; The learning media used by teachers is less than optimal, the low motivation for student learning makes achievement decrease. This article discusses about increasing student learning motivation with the quantum learning method using relevant literature studies, in the concept Quantum learning is a learning that has the main mission to design a fun learning process that is adjusted to the level of student development. These interactions include elements for effective learning that influence student success. The purpose of this study is to increase student learning motivation. The benefits in quantum learning are that it makes the learning process more enjoyable and comfortable and stimulates students to actively observe, align theories with real events, and try to do work independently.
Hubungan Motivasi Belajar Siswa dengan Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika.
Febiola, Tesha Ayu;
Nirwana, Herman
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0905cons
Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi kesulitan belajar siswa adalah motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) motivasi belajar siswa, (2) kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran matematika, (3) menguji dan menganalisis hubungan motivasi belajar siswa dengan kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasional. Populasi penelitian sebanyak 658 siswa yang terdaftar di kelas XI dan XII SMAN 1 Ampek Angkek pada semester Juli-Desember Tahun Ajaran 2023/2024 dengan sampel berjumlah 258 siswa yang dipilih dengan teknik stratified propotional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah “Daftar Isian Motivasi Belajar Siswa” dan “Daftar Isian Kesulitan Belajar Pada Mata Pelajaran Matematika”, dan teknik Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) motivasi belajar siswa pada umumnya tergolong rendah, (2) kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran matematika pada umumnya berada pada kategori tinggi, (3) terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dan kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Kesulitan Belajar, Matematika
Discovery Learning Learning Model to Improve Thinking Creativity and Problem Solving
Wahyu, Suhartati;
Neviyarni, Neviyarni;
Nirwana, Herman
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0640cons
As a teacher, it is important to be able to choose the right learning model for students. This means taking into account their current state or condition, the materials and resources available to them, and the learning style that will work best. It is also important to be aware of which learning model is most appropriate for the specific topic or content being studied. One learning model that is considered to improve creative thinking andproblem-solvingskills is discovery learning. The purpose of this literature review is to describe how a discovery learning model can improve students' creative thinking skills and problem-solving. The research method used is a literature review approach, which is to review existing journals or research articles. The result of this literature review is the contribution of the discovery learning model in improving students' creative thinking skills and problem-solving
HUBUNGAN KECERDASAN INTERPERSONAL TERHADAP KEYAKINAN DIRI SISWA SMA PERTIWI 1 PADANG
Syahadah, Fathiya;
Nirwana, Herman
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0818cons
Fenomena dilapangan terlihat peserta didik tidak percaya dengan dirinya sendiri dalam artian merasa insecure terhadap penampilannya, kurang mampu bersosialisasi dan tidak yakin terhadap dirinya sendiri sehingga mengabaikan kehidupan sosialnya, peserta didik kurang memperhatikan saat guru menjelaskan materi yang diajarkan, kurangnya keterampilan peserta didik dalam pengadaptasian diri terhadap pergaulan, dan masih ada beberapa peserta didik yang belum mempunyai tanggung jawab akan dirinya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecerdasan Interpersonal Terhadap Kepercayaan Diri Siswa SMA Pertiwi 1 Padang. Jenis penelitian kuantitatif korelasi. Populasi dalam penelitian ini siswa SMA Pertiwi I Padang berjumlah sebanyak 492 orang. Sampel di dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 221 orang. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner menggunakan skala Likert. Tekni analisis data terdiri dari deskripsi data, uii persyaratan dan uji hipotesis. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Kecerdasan Interpersonal siswa secara umum berada pada kategori sangat tinggi, Kepercayaan diri secara umum berada pada kategori sangat tinggi dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan interpersonal dengan kepercayaan diri siswa. Artinya, siswa yang memiliki tingkat kecerdasan interpersonal maka dapat menimbulkan kepercayaan diri yang tinggi, begitu pula sebaliknya jika kecerdasan interpersonal rendah maka kepercayaan diri rendah.
Hubungan self-regulation dengan penyesuaian diri siswa di sekolah menengah atas
Ningsih, Delfita;
Nirwana, Herman
Consilium Vol 2, No 2 (2022): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0870cons
Salah satu fator yang diduga mempengaruhi penyesuaian diri adalah self-regulation. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penyesuaian diri siswa (2) self-regulation siswa, serta (3) menguji hubungan self-regulation dengan penyesuaian diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini sebanyak 288 siswa yang terdaftar di kelas X SMAN N 1 Suliki pada semester Juli-Desember Tahun ajaran 2023/2024 dengan sampel berjumlah 168 yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah “Daftar Isian Self-regulation” dan “Daftar Isian Penyesuaian Diri” dengan menggunakan skala likert. Pengolahan data menggunakan teknik analisis korelasional Pearson Product Moment. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) self-reguation siswa pada umunya berada pada kategori tinggi, (2) penyesuaian diri siswa pada umumnya berada pada kategori tinggi, (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara self-regulation dengan penyesuaian diri siswa.
Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kegiatan belajar siswa
Nofiazein, Rani;
Daharnis, Daharnis;
Nirwana, Herman;
Taufik, Taufik
Consilium Vol 4, No 1 (2024): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01120cons
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegiatan belajar siswa yang berada pada kategori sedang. Diduga salah satu faktor penyebabnya yaitu dukungan sosial teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan dukungan sosial teman sebaya siswa, 2) mendeskripsikan kegiatan belajar siswa, dan 3) menguji seberapa besar hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kegiatan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi kelas X dan kelas XI siswa SMA Negeri 1 Sitiung sebanyak 636 siswa, sampel penelitian sebanyak 267 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen dukungan sosial teman sebaya dan instrumen kegiatan belajar dengan skala model Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial teman sebaya berada pada kategori baik, tingkat kegiatan belajar siswa berada pada kategori baik, dan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara dukungan sosial teman sebaya dengan kegiatan belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,748 dan signifikansi 0,000. Implikasi terhadap bimbingan dan konseling (BK) yaitu dengan memberikan layanan konseling individual, layanan konseling kelompok, dan layanan penguasaan konten.