Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan penggunaan media sosial TikTok dengan keterampilan berbahasa lisan pada murid kelas V SDN 158 Palembang yang berada pada rentang usia sekolah dasar dengan karakteristik penggunaan digital yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan seluruh 27 murid kelas V sebagai populasi sekaligus sampel melalui teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan terdiri atas angket penggunaan TikTok, tes bercerita untuk mengukur keterampilan berbahasa lisan, observasi, serta dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas Shapiro‑Wilk, uji linearitas, serta uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan TikTok murid berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan keterampilan berbahasa lisan secara umum berada pada kategori baik, dengan korelasi positif sedang sebesar 0,413 (p = 0,032) antara penggunaan TikTok dan keterampilan berbahasa lisan. Temuan ini menyimpulkan bahwa penggunaan TikTok yang terarah cenderung berdampak positif terhadap keterampilan berbahasa, namun perlu didukung pengawasan dan pengarahan guru serta orang tua agar konten yang dikonsumsi bersifat edukatif dan tidak menggeser penggunaan bahasa baku dalam komunikasi formal.