Pemulung merupakan kelompok pekerja informal yang memiliki risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan, khususnya penyakit kulit, akibat paparan langsung terhadap sampah dan lingkungan kerja yang tidak higienis. Personal hygiene menjadi salah satu faktor penting dalam pencegahan penyakit kulit. Prevalensi penyakit kulit di Indonesia pada tahun 2022 sebesar 22.46%, dan pada tahun 2023 sebesar 4.60–12.95%, sedangkan pada tahun 2024 angka kejadian penyakit kulit sebesar 6.78%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan gejala penyakit kulit pada pemulung di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Puuwatu Kota Kendari tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional dan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebersihan kulit (p=0.027), kebersihan tangan, kaki dan kuku (p=0.031), kebersihan pakaian (p=0.021), dan penggunaan APD (p=0.040) dengan gejala penyakit kulit pada pemulung. Sedangkan kebersihan rambut (p=0.307) tidak menunjukkan hubungan dengan gejala penyakit kulit. Berdasarkan hasil uji statistik, dapat disimpulkan bahwa kebersihan kulit, kebersihan tangan, kaki dan kuku, kebersihan pakaian, dan penggunaan APD berhubungan dengan gejala penyakit kulit pada pemulung di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Puuwatu Kota Kendari Tahun 2025.