p-Index From 2021 - 2026
15.863
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MEDIA LITBANG SULTENG Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora (JPPSH) Jurnal KOMUNIKA Jurnal Konseling dan Pendidikan Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah AGROTEKBIS Paramita: Historical Studies Journal Jurnal Pekommas Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Journal of Mechanical Engineering Education (Jurnal Pendidikan Teknik Mesin) Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah JSSF : Journal of Sport Science and Fitness Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum International Journal of Islamic Economics and Finance (IJIEF) Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam Buletin Sumber Daya Geologi At-Ta'dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam Gorontalo Accounting Journal JURNAL NUSANTARA APLIKASI MANAJEMEN BISNIS Jurnal Kreativitas PKM JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Aquacultura Indonesiana Jurnal Ilmu Dakwah HIKMAH : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung DIDAKTIKA : Jurnal Kependidikan Indonesian Journal of Community Dedication BALANCE Jurnal Akuntansi dan Bisnis Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Akuntoteknologi : Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Teknologi Exercise : Journal of Physical Education and Sport Jurnal Teknologi Elekterika Jurnal Sisfotek Global Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Manajemen Retail Universitas Muhammadiyah Sukabumi (JIMAT UMMI) JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi INVEST : Jurnal Inovasi Bisnis dan Akuntansi Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA)) Atta'dib Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal La Sociale Nusantara Hasana Journal Movere Journal Sakti Bidadari (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesian Journal of Professional Nursing (IJPN) Abditeknika - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju (JPMIM) Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Jurnal Komunikasi Islam Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) Journal Of Human And Education (JAHE) Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat JAKA (Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Auditing) Jurnal Al-Qayyimah Jurnal El-Thawalib Journal of Indonesian Sharia Economics JURNAL ECONOMINA Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST) Community Services and Social Work Bulletin Muslim Business and Economic Review Journal of Public Health Concerns Matriks JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science Innovative: Journal Of Social Science Research Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM West Science Interdisciplinary Studies Journal of Business and Political Economy: Biannual Review of The Indonesian Economy Review TOFEDU: The Future of Education Journal Jurnal Al-Fatih Global Mulia West Science Interdisciplinary Studies Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Civilization Research: Journal of Islamic Studies Jabdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat FAWAID: Sharia Economic Law Review Indonesian Journal of Islamic Education PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) AGROTEKBIS: Jurnal Ilmu Pertanian Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Marathon: Jurnal Pendidikan Jasmani Universitas Tanjungpura Jurnal Mediasas : Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Journal of Fisheries & Marine Indonesian Journal of Midwifery Today NALAR FIQH: Jurnal Hukum Islam E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Society Journal Of Therapeutic Jurnal Pendidikan Progresif Jurnal Gizi Ilmiah Jurnal El-Thawalib Journal Proxemics Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada (JIKSH)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengabdian kepada Masyarakat: Implementasi Resistance Band sebagai Media Latihan Kekuatan untuk Meningkatkan Performa Pemain Futsal Doenam Makassar Sulaeman, Sulaeman; Saharullah, Saharullah; Risan, Rahmad; Jayadilaga, Yadi; Primadi, Muhamad Baidhowi
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pemain futsal dalam menerapkan strength training berbasis resistance band sebagai solusi atas keterbatasan fasilitas latihan dan rendahnya pemahaman mengenai latihan kekuatan. Mitra dalam program ini adalah komunitas Futsal Doenam yang terdiri atas pemain futsal amatir dan pelajar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teori dan praktik, penerapan teknologi pembelajaran berupa video tutorial, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan peserta mengenai prinsip-prinsip strength training, keterampilan praktis dalam penggunaan resistance band, serta perubahan sikap terhadap pentingnya pembinaan fisik yang terstruktur. Selain itu, program menghasilkan produk IPTEKS berupa video tutorial, dan penyediaan resistance band bagi peserta sebagai sarana latihan mandiri. Faktor pendukung keberhasilan meliputi antusiasme mitra, dukungan fasilitas, serta kolaborasi dosen dan mahasiswa. Adapun faktor penghambat yang ditemui adalah keterbatasan waktu pelaksanaan, perbedaan kemampuan fisik peserta, serta variasi tingkat pengalaman latihan. Secara keseluruhan, program ini berhasil memberikan solusi praktis, ekonomis, dan aplikatif bagi peningkatan performa serta pencegahan cedera pada pemain futsal. Harapannya keberlanjutan program disarankan melalui kaderisasi pelatih lokal, evaluasi jangka panjang, serta penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan komunitas olahraga.Kata kunci: Pengabdian Masyarakat, Futsal, Resistance Band, Strength Training, IPTEKS
Teknologi Pembuatan Batik Brokat Dengan Oksidator KmNO4 Sulaeman, Sulaeman; Djiyono, Djiyono
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 8 (1988): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i8.972

Abstract

       Serat selulosa dapat rusak oleh asam kuat dan zat-zat pengelantang yang bersifat oksidator atau pun reduktor. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk pembuatan batik brokat (yaitu batik yang mempunyai penampilan seperti kain brokat) dari kain campuran polyamida dan selulosa dengan cara perusakan salah satu jenis seratnya yang dikerjakan secara rendaman dengan lilin batik sebagai zat perintangnya.       Proses pembuatan batik brokat dilakukan secara “lorodan” dengan teknik pengerjaan seperti pada pembuatan batik pada umumnya. Menjelang akhir proses pengerjaan, dilakukan proses perusakan serat selulosa. Bagian kain yang tertutup lilin batik tetap tebal, sedang bagian kain yang terbuka (tak tertutup lilin batik) akan menjadi tipis, sehingga diperoleh efek tebal-tipis seperti pada kain brokat.       Zat perusak yang dipergunakan adalah: asam sulfat, kalium permanganat, kostik soda, dan natrium hidrosulfit. Dengan membuat bermacam-macam konsentrasi zat-zat tersebut diperoleh konsentrasi terkecil yang menghasilkan perusakan sempurna seperti berikut:Rendaman I selama 30 menit dalam larutan KMnO4 5 g/1 dan H2SO4 93% 25 cc/1Rendaman II selama 30 menit dalam larutan NaOH 20 g/1Rendaman III selama 30 menit dalam larutan Na2S2O4 20 g/1
Penelitian Pengaruh Beberapa Pelarut Organik Dalam Pembuatan Lilin Batik Cair Terhadap Proses Pembatikan Sulaeman, Sulaeman; Suhartini, Tien
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 8 (1988): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i8.973

Abstract

       Pembuatan lilin batik pasta merupakan salah satu langkah untuk mendapatkan lilin batik cair pada suhu kamar yang siap pakai sehingga dapat dipergunakan seperti lilin batik tradisional.       Dalam menelitian ini lilin batik pasta diencerkan dengan berbagai variasi komposisi di dalam beberapa pelarut organik seperti: Aceton, Toluen, n-Hexana, Terpentin, sehingga diperoleh lilin batik cair. Selanjutnya lilin batik cair tersebut dicoba dibatik tuliskan, dan hasilnya dievaluasi.       Pada percobaan ini campuran 25,0 gram Toluen dan 15,5 gram Aceton yang dipergunakan untuk mengencerkan 100,0 gram lilin batik cair, lilin batik cair yang dihasilkan: lancar pada pembatikanya, tapak cantingnya tajam, tembus dan tak patah-patah, cukup tahan terhadap alkali yang dipergunakan pada proses pencelupan batik, mudah dilorod (dilepas kembali dari kain) tanpa meninggalkan noda, serta waktu pengeringannya 22,5 jam. 
Efektivitas Pengolahan Air Limbah Batik dengan Cara Kimia dan Biologi Eskani, Istihanah Nurul; Sulaeman, Sulaeman
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 22 (2005): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v22i1.975

Abstract

Kebanyakan industri batik membuang air limbah ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu dengan alasan keterbatasan tempat, dana dan penguasaan teknologi. Beberapa cara pengolahan air limbah telah dilakukan untuk mengatasi penurunan mutunlingkungan akibat pembuangan air limbah.Telah dilakukan penelitian proses pengolahan air limbah batik secara kimia, biologi aerob dan biologi anaerob. Proses kimia dilaksanakan dengan menambahkan koagulan tawas dan kapur ke dalam air limbah batik. Proses biologi aerob dijalankan dalam reaktor terbuka selama 5 hari, sedang proses biologi anaerob  dijalankan dalam reaktor tertutup selama 12 hari. Hasil proses kemudian diukur parameter warna, COD dan alkalinitasnya.Hasil penelitian pengolahan air limbah batik secara kimia dapat menurunkan parameter warna yang berasal dari zat warna Naphtol sebesar 83,15 %, COD sebesar 28,82% dan pH hasil proses 7. Proses biologi anaerob menurunkan parameter warna sebesar 94,95%, COD sebesar 59,89% dan pH hasil proses 5. Proses biologi aerob dapat menurunkan parameter warna yang berasal dari zat warna Naphtol sebesar 97,82%, COD sebesar 72, 88% dan pH hasil proses 6,5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengolahan limbah cair batik secara biologi aerob lebih efektif daripada pengolahan secara biologi anaerob maupaun secara kimia. Kata kunci : pengolahan air limbah batik, proses kimia, proses biologi
Penelitian Penggunaan Zat Warna Prada Sulaeman, Sulaeman; Suhartini, Tien
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 10 (1992): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i10.982

Abstract

     Zat warna prada adalah sejenis zat warna metal. Di pasaran terdapat dua bentuk zat warna prada yaitu bentuk bubuk dan bentuk apsta, sedang warnanya terdiri dari dua macam warna yaitu warna eemas dan warna perak. Penggunaan zat warna prada selain  untuk batik juga digunakan untuk bahan sandang lainnya misalnya tekstil kerajinan seperti sasirangan, jumputan dan tenun ikat dengan maksud untuk mendapatkan diversifikasi produk serta meningkatkan nilai tambahnya.            Di dalam penelitian ini pasta dibuat dari zat wana prada bentuk pasta warna emas, zat warna prada bentuk bubuk warna emas dan warna perak. Sedangkan zat pembantu yang digunakan adala binder metalik, katalis DAP dan polysol. Pasta prada kemudian dilekatkan pada kain dengan menggunakan canting tulis. Keenceran pasta prada diatur dengan penambahan air.            Dari hasil evaluasi terlihat bahwa pasta prada yang dibuat dari zat warna prada emas berbentuk pasta zat warna prada bentuk zat warna emas dan perak dan binder dengan perbandingan 1:5, atau campuran keduanya dengan perbandingan 1:1 sampai 1:2 merupakan pasta prada yang cukup baik digunakan, baik dalam kelancaran pelekatan maupun ketahanan luntur terhadao pencucian, gosokan dan sinar.            Di dalam penelitian ini pasta dibuat dari zat wana prada bentuk pasta warna emas, zat warna prada bentuk bubuk warna emas dan warna perak. Sedangkan zat pembantu yang digunakan adala binder metalik, katalis DAP dan polysol. Pasta prada kemudian dilekatkan pada kain dengan menggunakan canting tulis. Keenceran pasta prada diatur dengan penambahan air.            Dari hasil evaluasi terlihat bahwa pasta prada yang dibuat dari zat warna prada emas berbentuk pasta zat warna prada bentuk zat warna emas dan perak dan binder dengan perbandingan 1:5, atau campuran keduanya dengan perbandingan 1:1 sampai 1:2 merupakan pasta prada yang cukup baik digunakan, baik dalam kelancaran pelekatan maupun ketahanan luntur terhadao pencucian, gosokan dan sinar.  
Penelitian Pemanfaatan Larutan Bekas Pencelupan Batik Sulaeman, Sulaeman
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 23 (2006): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v23i1.991

Abstract

Batik dapat diwarnai dengan dua cara pencelupan yaitu cara rendaman dan cara padding.  Larutan bekas pencelupan batik biasanya langsung dibuang ke lingkungan sehingga sangat mencemari. Telah dilakukan penelitian pemanfaatan larutan bekas pencelupan batik. Hasil yang diperoleh adalah larutan bekas pencelupan batik dapat digunakan kembali untuk pencelupan meskipun sudah tersimpan beberapa hari. Dengan pemanfaatan larutan bekas pencelupan batik diperoleh tiga keuntungan yaitu keuntungan secara ekonomis, lingkungan dan organisasi. Kata kunci: pencelupan cara rendaman, pencelupan cara padding, larutan bekas pencelupan batik
Pengolahan Limbah Cair Batik Proses Pencelupan Naphtol Untuk Memperkecil Kadar Pencemar Sulaeman, Sulaeman; Lestari, Kun; Sutadi, Sutadi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 15 (1996): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v15i1.1054

Abstract

Telah dilakukan cara pengolahan limbah cair batik hasil proses pencelupan dengan zat warna Naphtol secara laboratoris. Limbah cair diidentifikasi dan kemudian diolah dengan cara koagulasi, pengendapan, penyaringan dan absorpsi.Lima contoh-uji masing-masing 500 ml limbah cair dikoagulasikan dengan menggunakan: larutan tawas 10% 35,0 ml, larutan tawas 10% 40,0 ml, campuran larutan tawas 10% dan H2SO4 teknis masing-masing 20,0 ml dan 1,5 ml, campuran larutan tawas 10% dan H2SO4 teknis 20,0 ml dan 2,0 ml serta campuran larutan tawas 10% dan kaporit 5% 25,0 ml dan 12,5 ml. Kelima contoh-uji kemudian diaduk, diendapkan, disaring dan diabsorpsi dengan karbon aktif.Dari hasil penelitian, penggunaan larutan tawas 10% sebanyak 40,0 ml pada 500 ml limbah cair atau penggunaan tawas padt sebanyak 8 g/1 limbah cair dengan waktu pengendapan selama 24 jam dan waktu kontak dengan karbon aktif selama 5 menit merupakan kondisi terbaik yang dapat menurunkan nilai parameter pencemar atau efisiensi pengolahan sebesar 95 – 98%.Telah dilakukan cara pengolahan limbah cair batik hasil proses pencelupan dengan zat warna Naphtol secara laboratoris. Limbah cair diidentifikasi dan kemudian diolah dengan cara koagulasi, pengendapan, penyaringan dan absorpsi.Lima contoh-uji masing-masing 500 ml limbah cair dikoagulasikan dengan menggunakan: larutan tawas 10% 35,0 ml, larutan tawas 10% 40,0 ml, campuran larutan tawas 10% dan H2SO4 teknis masing-masing 20,0 ml dan 1,5 ml, campuran larutan tawas 10% dan H2SO4 teknis 20,0 ml dan 2,0 ml serta campuran larutan tawas 10% dan kaporit 5% 25,0 ml dan 12,5 ml. Kelima contoh-uji kemudian diaduk, diendapkan, disaring dan diabsorpsi dengan karbon aktif.Dari hasil penelitian, penggunaan larutan tawas 10% sebanyak 40,0 ml pada 500 ml limbah cair atau penggunaan tawas padt sebanyak 8 g/1 limbah cair dengan waktu pengendapan selama 24 jam dan waktu kontak dengan karbon aktif selama 5 menit merupakan kondisi terbaik yang dapat menurunkan nilai parameter pencemar atau efisiensi pengolahan sebesar 95 – 98%.
Unggulan Proses Pengelantangan dan Pewarnaan Akar Keladi Air untuk Bahan Baku Barang Kerajinan Sulaeman, Sulaeman; Haryanto, Tri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 16 (1997): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i16.1064

Abstract

Percobaan proses pengelantangan dan pewarnaan akar keladi air (Caladium aquatile) dilakukan secara laboratoris untuk memperoleh bahan baku yang dapat mendukung mutu barang kerajinan.Pengelantangan menggunakan larutan hidrogen peroksida dilakukan dengan cara perendaman pada suhu kamar selama 48 jam dan pada suhu 85°C selama 1 jam. Konsentrasi larutan H2O2 divariasi 5, 10, 15, 20 dan 25 cc/l. pewarnaan pada akar keladi air yang telah dikelantang dilakukan dengan menggunakan zat warna direk, basis dan reaktif. Terhadap contoh uji dilakukan pengujian derajat putih dan kecerahan warna secara visual serta pengujian ketahanan luntur warna terhadap sinar.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengelantangan menggunakna larutan hidrogen peroksida 15cc/l cara dingin maupun cara panas menghasilkan derajat putih yang paling baik. Kecerahan hasil pewarnaan yang paling baik diperoleh pada akar keladi air hasil pengelantangan cara dingin menggunakan larutan hidrogen peroksida 15 cc/l atau cara panas menggunakn larutan hidrogen peroksida 20cc/l.Percobaan proses pengelantangan dan pewarnaan akar keladi air (Caladium aquatile) dilakukan secara laboratoris untuk memperoleh bahan baku yang dapat mendukung mutu barang kerajinan.Pengelantangan menggunakan larutan hidrogen peroksida dilakukan dengan cara perendaman pada suhu kamar selama 48 jam dan pada suhu 85°C selama 1 jam. Konsentrasi larutan H2O2 divariasi 5, 10, 15, 20 dan 25 cc/l. pewarnaan pada akar keladi air yang telah dikelantang dilakukan dengan menggunakan zat warna direk, basis dan reaktif. Terhadap contoh uji dilakukan pengujian derajat putih dan kecerahan warna secara visual serta pengujian ketahanan luntur warna terhadap sinar.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengelantangan menggunakna larutan hidrogen peroksida 15cc/l cara dingin maupun cara panas menghasilkan derajat putih yang paling baik. Kecerahan hasil pewarnaan yang paling baik diperoleh pada akar keladi air hasil pengelantangan cara dingin menggunakan larutan hidrogen peroksida 15 cc/l atau cara panas menggunakn larutan hidrogen peroksida 20cc/l.
Penggunaan Kembali Larutan Bekas Pencelupan Padding Metoda Pencelupan Tunggal Menggunakan Zat Warna Remasol pada Salah Satu IKM Batik Cap Sulaeman, Sulaeman
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 31 No. 1 (2012): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v31i0.1086

Abstract

ABSTRAKUntuk mendapatkan kain batik bentuk panjang, sebagian IKM batik mewarnai kain batikannya menggunakan alat padder metoda pencelupan tunggal menggunakan zat warna Remasol. Pada akhir pencelupan masih tersisa larutan bekas pencelupan sebanyak sekitar dua liter. Biasanya larutan bekas pencelupan tersebut dibuang ke lingkungan pada saat padder dicuci. Telah dilakukan penelitian pencelupan padding metoda pencelupan tunggal menggunakan zat warna Remasol warna hitam, merah dan hijau dengan fiksasi menggunakan Natrium silikat. Masing-masing  larutan bekas pencelupan disimpan selama dua hari dan selanjutnya digunakan untuk pencelupan kembali dengan metoda yang sama pada kain batikan yang baru. Terhadap keenam contoh uji selanjutnya diuji dalam hal ketuaan warna secara organoleptik dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian. Hasil uji memperlihatkan bahwa ketuaan warna hasil pencelupan menggunakan larutan bekas pencelupan yang telah disimpan selama dua hari untuk warna hitam dan merah menurun sekitar 30%, sedangkan untuk warna hijau menurun sekitar 90%. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian.untuk warna hitam, merah dan hijau tetap baik. Kesimpulan dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa larutan bekas pencelupandapat dipergunakan kembali tanpa menurunkan ketahanan luntur warna terhadap pencucian. Kata kunci : Kain batikan, Padder, Pencelupan padding metoda pencelupan tunggalABSTRACTTo get the long batik cloth, partly of SMEs of batik colored white batik fabric using padder by single bath dyeing method using Remasol dyes. At the end of dyeing the remaining of dye solution was used by about two liters. Usually the former solution is discharged into the  environment when the padder is washed. The research of single bath pad-dyeing method using Remasol dyes black, red and green colour with Natrium silicate fixarion. have been done. The remaining of each dye solution is stored for 2 days and then used for dyeing again with the same method on the new white batik fabric. The six samples were then tested in terms of depth of shade in organoleptic and color fastness to washing. The test results show that the depth of shade for black and red color which was dyed respectively by a remaining solution that had been stored for two days was decreased by about 30%, while for the green color was decreased by approximately 90%. Color fastness to washing for black, red and green was still good. Conclusions from the study showed that the remaining dyeing solution can be reused without degrading the color fastness to washing.Keywords: White batik fabric, Padder, Single bath pad-dyeing method
Penelitian Nilai Beban Pencemaran Pada Beberapa Ekstrak Zat Warna Alam Lestari, Kun; Sulaeman, Sulaeman
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 18 (2001): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i18.1091

Abstract

Zat Pewarna Alam (ZWA) akan direkomendasikan sebagai pewarna yang ramah baik bagi lingkungan maupun kesehatan, disebabkan karena kandungan komponen alaminya mempunyai nilai beban pencemaran yang rendah, mudah terdegradasi secara biologis dan tidak beracun. Pernyataan tersebut perlu diyakinkan kebenarannya. Telah dilakukan pengujian terhadap ekstrak pekat (0,75-1,00° Be) dari 13 jenis sumber ZWA dari beberapa daerah di Indonesia yaitu: bakau, secang. sonokeling. bayam, markisa. bengkirai, nangka, pinus, kruing, kara benguk, tingi, tegeran dan mengkudu. Bahan pencemaran dinyatakan terhadap nilai BOD5, COD dan kandungan Fe (besi) dalam ekstrak pekat yang telah tersimpan selama ±12 bulan. Dari hasil pengujian terlihat bahwa kadar BOD5 dan COD dari 13 jenis ekstrak ZWA mempunyai nilai 1700 mg/l. Tujuh jenis ekstrak ZWA yaitu ekstrak dari kayu nangka, kayu pinus. kayu kruing, kulit kara benguk, kulit kayu tingi, kayu tegeran dan akar mengkudu mempunyai nilai BOD5 dan COD 1000 mg/l, sedangkan ekstrak kulit batang bakau, kayu secang, kayu sonokeling, kayu buyam, kulit buah markisa dan kayu bengkirai mempunyai nilai BOD5 dan COD antara 1100 - 1700 mg/I. Dibandingkan dengan beban pencemaran yang diakibatkan oleh limbah cair pada pencelupan batik menggunakan zat warna sintetis (ZWS) seperti Indigosol yang mempunyai nilai BOD5 = 3.053 mg/I, COD = 10.230 mg/I, dan Naphtol yang mempunyai nilai BOD5 = 5.411 mg/I, COD= 19.921 mg/I maka beban pencemaran ekstrak pekat ZWA masih jauh lebih kecil. Melihat perbandingan COD/BOD5 (=1,3-1,6), beban pencemaran ekstrak pekat ZWA dapat dikelompokkan ke dalam golongan air limbah rumah tangga (COD/BOD5 (2).Zat Pewarna Alam (ZWA) akan direkomendasikan sebagai pewarna yang ramah baik bagi lingkungan maupun kesehatan, disebabkan karena kandungan komponen alaminya mempunyai nilai beban pencemaran yang rendah, mudah terdegradasi secara biologis dan tidak beracun. Pernyataan tersebut perlu diyakinkan kebenarannya. Telah dilakukan pengujian terhadap ekstrak pekat (0,75-1,00° Be) dari 13 jenis sumber ZWA dari beberapa daerah di Indonesia yaitu: bakau, secang. sonokeling. bayam, markisa. bengkirai, nangka, pinus, kruing, kara benguk, tingi, tegeran dan mengkudu. Bahan pencemaran dinyatakan terhadap nilai BOD5, COD dan kandungan Fe (besi) dalam ekstrak pekat yang telah tersimpan selama ±12 bulan. Dari hasil pengujian terlihat bahwa kadar BOD5 dan COD dari 13 jenis ekstrak ZWA mempunyai nilai 1700 mg/l. Tujuh jenis ekstrak ZWA yaitu ekstrak dari kayu nangka, kayu pinus. kayu kruing, kulit kara benguk, kulit kayu tingi, kayu tegeran dan akar mengkudu mempunyai nilai BOD5 dan COD 1000 mg/l, sedangkan ekstrak kulit batang bakau, kayu secang, kayu sonokeling, kayu buyam, kulit buah markisa dan kayu bengkirai mempunyai nilai BOD5 dan COD antara 1100 - 1700 mg/I. Dibandingkan dengan beban pencemaran yang diakibatkan oleh limbah cair pada pencelupan batik menggunakan zat warna sintetis (ZWS) seperti Indigosol yang mempunyai nilai BOD5 = 3.053 mg/I, COD = 10.230 mg/I, dan Naphtol yang mempunyai nilai BOD5 = 5.411 mg/I, COD= 19.921 mg/I maka beban pencemaran ekstrak pekat ZWA masih jauh lebih kecil. Melihat perbandingan COD/BOD5 (=1,3-1,6), beban pencemaran ekstrak pekat ZWA dapat dikelompokkan ke dalam golongan air limbah rumah tangga (COD/BOD5 (2).
Co-Authors A, Novitasari A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA AAN SETIAWAN Abdul Muis Abdul Rahman Abdulhadi, Abdulhadi Acep Suherman Afwanisa, Afradilah Agus Gunawan Agus Sugiarto Aini Nurul Akbar, Ananta Sidik Akib, Rezki Devi Akkase, Arfandi Alamsyah, Nur Fadly Alamsyah, Sakti Alamsyar, Al Alfia, Amriansyah Algifari, Muhammad M. Ali Akbar Ali Djamhuri Ali Nurdin Alimuddin Laapo Alimudin Laapo Alqifari, Ma’ruf Alvian Fitriyanto, A. AM, Andi Mas Jaya Amalia Amalia Amelia, Salsabila Anas, Edwar Anasufi Banawi Andardinata, Ady Andarmoyo, Sulistyo Andi Fitriani Djollong Andi Miftahul Jannah, Andi Miftahul Andi Parenrengi Andri Yanto Anggoro KR, Badawi M. Yusuf Alfian Rendra Anil, Anil Hukma Anthon Monde Anugrah, Annisa Putri Anwar Anwar Anwar, Rosyida Nurul Anwar, Zahra Laisha Arfah, Siti Yuliaty Chansa Ariawan, I Made Arifuddin Lamusa Arman Paramansyah Arsyad Arsyad Arwi, Sugandi Ascarya , Ascarya Asgar, Muhammad Asmira Asmira Asnuddin, Asnuddin Astuti, Lusia Cipto Asvika, Ayu Ayu Pratiwi, Ayu Azis, Achmad Abdul Bakar, Ihdiani Abu Bambang Priadi Basta, Irawati Burhanuddin Nasir Dafina Howara Dalim, Muhammad Dance Tangkesalu Darma, Darma Darmawan, Bambang Dermawan, Asep Desma Dwi Purnama Desvian Bandarsyah Dipatunggoro, Geni Dipatunggoro, Geni Dito Anurogo, Dito Djiyono Djiyono, Djiyono Dodi Saputra Effendy Effendy Eka Supriatna Eman Surya, Mintaraga Emma Suryati Erikayanti, Agustin Dwi Erviany, Nunung F. Farawowan, Fauziah Fadhilah, Iftitaha Fadil, Moh Fadila, Muhamad Abi Fadli Fadli Fadli Fadli, Fadli Fadlun, Fadlun fahruddin, Hamdan Faisal Amin, Ahmad Fani Rahmasari, Fani Faridah Faridah Fauzi, Muhammad Sukron Fauziah, Ari Zainal Febri Hirnawan Fidela, Erlinda Firdaus, Fauzan Firdaus, Riksa F Fitriana, Septi Fitriani Fitriani Fitriyani, Andi Flora Pasaru Fredinan Yulianda Garwautama, Paramadita Khalifa Gatot Wahyu Nugroho Godlif Sianipar Gunarto, Gunarto H Suwiryo, Darmo Hadawiah - Hadawiah Hadawiah, Hadawiah Halide, Lidemar Hanafri, Muhammad Iqbal Hanny, Rossa Putri Harahap, Anggi Purnama Hasanah Hasanah Hasanuddin, Indirwan Hasdyani Putra, Muhammad Wicaksono Hasmari Noer Hasna, Hasna Hasnidar Hasnidar Hastutik, Hastutik hasyim, hasyim Hendrilia, Yudi Heni Pujiastuti Herlinah Herlinah Husien, Azzumar Abdillah Husnul Fata, Tenggo Husnul Khatima, Husnul Husnul, Darul I Made Antara Ibnu Mubarak Ichsani, Ichsani Idang Nurodin Idham Idham Iis Kurniati Ika Novitasari, Ika Illy Yanti Ilmiah, Wardatul Imron Mawardi Inayah, Nikmatul Indriani, Resma Inu H Kusumah, Inu H Inu H. Kusumah, Inu H. Iqbal Noor Irta Sulastri Isran, Isran Istihanah Nurul Eskani, Istihanah Nurul Ivone De Carlo, Ivone Jamuddin, Fatimah Jaya, Kasman Jayadilaga, Yadi Jubaedah, Dedah Judijanto, Loso Junarta, Harbyanto Juniarta, Harbyanto Kallang, Agustang Karlina Muhsin Tondi Kartika, Eka Dewi Kassamin, Kassamin Kawaitouw, Leberina Kella, Nurida Khaerul, Khaerul Khalid, Nour Kikin H Mutaqin Kun Lestari, Kun Kusreni Hastuti, Kusreni Lagebada, Dennis Reynhard Lasaiba, Irvan Latief, Muhammad Miftah Legiani, Wika Hardika Lesmana, Galih T. Lianto, Novi Adilia Lien Damayanti Lusianawati, Hayu M Yunus M. Ridwan M. Said Zainuddin M. Yusuf M.Yusuf, M.Yusuf Madeli, Muhammad Hilal Mahmud, Isfawati Mahyuddin, Reza Makassar, Nur Fadly Malik, Shintami Rouwelvia Mamat Rahmat Mappatompo, Mappatompo Marcellina, Silvia Masburiyah Masburiyah Maulida, Minati Meisyaroh Syamson, Meriem Melliando, Ibrahim Purdanta Miftah Farid Adiwisastra Minhar, Iksan Miskiyah, Nafahatul Moh. Hibban Toana Moh. Iqbal, Moh. Mohammad Syaifuddin Mohammad Yunus Muhammad Ali Gunawan Muhammad Amri Muhammad Harliawan Muhammad Isa Muhammad Kahar, Muhammad Muhammad Nabil Muhammad Nur Akbar Rasyid Muhammad Ridwan Muhammad, Hasman Zhafiri Muhsin, Karlina Mujahidillah, Vidi Azzahra Mujriah Mulia, Yuliansyah Sundara Mulyanti Mulyanti Murtini Murtini, Murtini Mutahharah Hasyim, Mutahharah Nanik Setyawati Nasir, Burhanudin Norau, Mohamad Rizki Nugroho, Ischak Suryo Nugroho, Rizki A. Nuhalisa, Nuhalisa Nuhung, Sarman Nur Aisyah Nur Indra, Asep Iin Nur Khasanah Nur Khasanah nur laela Nur Sakinah Nuraini, Yustiara Nurdin, Nasrayanti Nurfatiyah, Adillah Nurhasanah Nurhasanah Nurjanna Nurjanna Nurlaelasani, Ela Nurmedika, Nurmedika Nursalam, Muhamad Nursyirwan Nursyirwan Ono Wiharna, Ono Pika, Jumiati A. Prahardik, Septian Eka Pratama, Hafidz C. Pratiwi, Andi Dewi Primadi, Muhamad Baidhowi purnama AL, Jumiarsih Purnama, Jumiarsih Putri, Agnes Aprilia Putuhena, Muh. Ihwan F. R, Rinovian Raden Mohamad Herdian Bhakti Raditya Sukmana Rahmad Risan Rahmadani, Karina Rahmatullah, Rio Akbar Rahmawati, Rahmawati Rahmi, Ainun Ramdani Ramdani Rangga Saputra Rantjendo, Destin Rilda Rasmita, Dina Ren'el, Baiti Rendi Rendi, Rendi Reskawati, Shindy Ainun Retno Anggraini Rifal, Rifal Rimawati, Anisa Riska Riska Riski, Sartini Rizki Hegia Sampurna Rizki, Muhammad F. Rodin, Ardianto rohayati rohayati Rohmalina, Rohmalina Rondonuwu, Aldri Rony, Zahara Tussoleha Rosmiati Rosmiati Safitri, Lintang Juwita Saharullah, Saharullah Said, Sayuthi Atman Saleh, Munandi Salma Laitupa Samuel Lante, Samuel Sandia, Sandi Saputra, Arya Sarina Sarina Sartika Dewi Sastradimuhtar, Rivaldi Sastria, Andi Septiana, Amanah Setya Prayoga, Anggi Setyagraha, Etno Sinta, Sinta Sirmayanti, Sirmayanti Siti Nurhayati Sitti Mania, Sitti Sophian, Rd. Ivan Sophian, Rd. Ivan Sri Anjar Lasmini Sri Mustika Sri Sudewi Sri Wahyuni Sri Yayu Ninglasari Subhan, Rizky Sudirman, Akbar Sufa, Hafizah Ilmi Sugirma, Sugirma Sukarta, Asmah Sukurinandita, Denabila Sulmi, Sulmi Suparta Suparta, Suparta Supriadi Supriadi Suratman, Calvin Nanda Susi Herlina, Susi Sutadi Sutadi Syafit, Mohd. syafitra, Ade Syahroni, Denti Firdayanti Awaliah Syamson, Meriem Meisyaroh Syamsul Anwar, Syamsul Tantu, Akbar Ishak Tatang Permana, Tatang Tauvani, A Yuli Teguh Saputra Tetulau, Muhammad Tien Suhartini, Tien Tina Kartini Titis Phiranti Rahayu Ningsih, Titis Phiranti Rahayu Tri Haryanto Triana, Lisda Tuti Alawiyah Umam , Nadziful Umar, Nuraeni Usman, Arifuddin Usu, Abdul Rahmat Utami, Aulia Ulfa Wahid, Wahyana Mujari Wahiduddin Wahiduddin Waluyo, Edy Tekat Bronto Wicaksono, Hartaja Hatta Wildani Pingkan S. Hamzens Wirawan, Amaliyah Yadi Janwari Yamtana Yamtana, Yamtana Yandy, Eza Tri Yosie Andriani Yovita Yovita Yudana, I Kadek Yudi Iskandar, Yudi Yulfita, Yulfita Yulia, Hana Yuliana, Elviani Mutiara Hoy Yuliani Yuliani Yulianti Kalaba Yundari, Yundari Yusnia, Yusnia Zainab Zainab Zaitun Zaitun Zulfa, Fitria