p-Index From 2021 - 2026
14.524
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL SAINS PEMASARAN INDONESIA ELKHA : Jurnal Teknik Elektro Althea Medical Journal Journal The Winners Prosiding SNATIF Scientific Journal of Informatics Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Unversitas Muhammadiyah Aceh Jurnal Kedokteran JURNAL KONFIKS ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Jurnal Deformasi PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jurnal Penelitian Karet Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Sinkron : Jurnal dan Penelitian Teknik Informatika JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Geografi IT JOURNAL RESEARCH AND DEVELOPMENT Indonesian Journal of Artificial Intelligence and Data Mining JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) INOVTEK Polbeng - Seri Informatika Jurnal Organisasi Dan Manajemen Jurnal Laut Khatulistiwa Jurnal Ulul Albab Scientific Journal of Reflection : Economic, Accounting, Management and Business SEIKO : Journal of Management & Business Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi Jurnal RESISTOR (Rekayasa Sistem Komputer) Patria Artha Technological Journal Jurnal Kreativitas PKM Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal JURNAL AGRICA Jurnal Rekayasa Hijau Dewa Ruci : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Gelar : Jurnal Seni Budaya JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Jurnal Sehat Mandiri EDUMATIC: Jurnal Pendidikan Informatika Journal Of Management Science (JMAS) Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan Building of Informatics, Technology and Science Syntax Idea Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Agro Bali: Agricultural Journal Jurnal Vokasi Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) JURNAL SeMaRaK Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) JURNAL ABDIMAS TRIDHARMA MANAJEMEN Tax Literacy and Leadership Agility: Indigenous Peoples Awareness in Paying Taxes Fokus Elektroda: Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Abdimas Bina Bangsa Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Jurnal Agristan Jurnal Ekonomi Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Indonesian Collaboration Journal of Community Services (ICJCS) Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis) TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Tameh : Journal of Civil Engineering Jurnal Pengabdian Masyarakat Tjut Nyak Dhien Asian Journal of Healthcare Analytics CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Experimental Student Experiences TELL - US JOURNAL Jurnal Kebidanan, Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Jurnal Manajemen Sistem Informasi Jurnal Pelangi Linguistika Kultura: Jurnal Linguistik Sastra Berdimensi Cultural Studies Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat: EDUABDIMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Journal of Community Services: Sustainability and Empowerment Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri Jurnal Keadaban: Jurnal Sosial dan Humaniora Jurnal Wasatiyah: Jurnal Hukum JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal CSRID Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Cendekia Ilmiah Elementary Education Research Sahur Journal JIM Sendratasik
Claim Missing Document
Check
Articles

SENI TUTUR NANGA-NANGA DI DESA KAMPUNG AIE KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE Trianov, Rilky; Ramdiana, Ramdiana; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13123

Abstract

Penelitian yang berjudul Seni Tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue ini mengangkat masalah bagaimana fungsi dan makna yang terkandung dalam seni tutur Nanga-nanga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan makna seni tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang seni tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue. Subjek penelitian ini adalah Tokoh masyarakat Desa Kampung Aie dan organisasi PKK, sedangkan objek yang akan diteliti yaitu fungsi dan makna dari Nanga-nanga itu sendiri. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Untuk mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwasanya seni tutur Nanga-nanga adalah salah satu kesenian tradisional yang telah lama mengakar di Simeulue yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang, pada setiap lirik-lirik yang disampaikan mengandung nilai-nilai estetika antara perpaduan irama dengan makna syairnya yang mendayu-dayu. Selain itu Nanga-nanga juga memiliki makna pada setiap liriknya disesuaikan dengan fungsinya, fungsi Nanga-nanga ada beberapa, yaitu fungsi religi, pendidikan, sosial, nasehat dan hiburan.Kata Kunci: seni tutur, Nanga-nanga
BERINAI DALAM KONTEKS BUDAYA ACEH Yusnita, Emilia; Zuriana, Cut; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i3.13108

Abstract

Penelitian ini berjudul Berinai dalam Konteks Budaya Aceh, dengan rumusan masalah bagaimanakah fungsi berinai dalam konteks budaya Aceh dan bagaimanakah bentuk-bentuk motif inai pada masyarakat Aceh (Teunom). Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan fungsi berinai dalam konteks budaya Aceh (Teunom) dan mendeskripsikan bentuk-bentuk motif inai pada masyarakat Aceh (Teunom). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu berupa reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi berinai dalam konteks budaya Aceh (Teunom) yaitu berinai pada upacara perkawinan, berinai pada upacara khitanan dan berinai sebagai trend pada kehidupan masyarakat Aceh, prosesi disetiap upacara berbeda-beda, pada upacara perkawinan berinai dilakukan 3 hari sebelum acara puncak sedangkan pada upacara khitanan dilakukan pada malam acara puncak sedangkan untuk trend dalam sehari-hari berinai dilakukan kapanpun diperlukan. Adapun bentuk-bentuk motif yang digunakan pada inai masyarakat Aceh yaitu motif Hindia, Arab dan Aceh (motif pintoe aceh, pucok reubong, puta taloe, awan meucanek, gigoe darut, pucok paku, bungoeng meulu dan bungoeng seulanga), masyarakat Aceh (Teunom) lebih sering menggunakan motif Hindia dan Arab apalagi untuk upacara perkawinan karna dianggap lebih modern dan kekinian.Kata Kunci: Berinai, Budaya Aceh
PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP TARI LANG NGELEKAK DI KABUPATEN ACEH TAMIANG KECAMATAN SEURUWAY DESA IE MASEN Akmalia, Alfi; Hartati, Tengku; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i3.13105

Abstract

Penelitian ini berjudul Pandangan Masyarakat Terhadap Tari Lang Ngelekak di Kabupaten Aceh Tamiang desa Ie Masen mengangkat masalah bagaimana pandangan masyarakat terhadap tari Lang Ngelekak, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan masyarakat terhadap tari Lang Ngelekak di Kabupaten Aceh Tamiang desa Ie Masen. Penelitian dilakukan di desa Ie Masen Kecamatan Seuruway Kabupaten Aceh Tamiang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian adalah masyarakat yang berada di desa Ie Masen.Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data dengan mereduksi data, display data, dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian dapat diketahui bahwa tari Lang Ngelekak menceritakan tentang kisah sang raja yang kurang beruntung yang mana kisah ini dijadikan sebuah tari guna mengenang masa-masa kerajaan raja tersebut. Pandangan masyarakat terhadap tari Lang Ngelekak berbeda-beda, baik itu dalam segi mengetahui, mendengarkan maupun melihat secara langsung tari Lang Ngelekak sudah hampir tidak diketahui lagi oleh masyarakat dikarenakan sudah jarang ditampilkan. Tari Lang Ngelekak harus segera dilestarikan dan dijaga agar tidak punah.Kata kunci: Pandangan, Masyarakat, Tari Lang Ngelekak
RAGAM MOTIF DAN MAKNA YANG TERDAPAT PADA KUPIAH RIMAN DI DESA ADAN MEUNASAH DAYAH KECAMATAN MUTIARA TIMUR KABUPATEN PIDIE Am, Zakiati; Ismawan, Ismawan; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9655

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Ragam Motif dan Makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie ini, mengangkat masalah apa saja ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah kecamatan Mutiara Timur kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotik atau semiologi dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Badriah sebagai pemilik tempat produksi Kupiah Riman sekaligus pengrajin. Murniati juga sebagai salah satu pengrajin Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah, ia juga memasarkan hasil kerajinan Kupiah Riman tersebut. Objek dalam penelitian ini adalah Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik semiotik semantik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie yaitu, motif Pinto Aceh (terbuka), Bungong Kupula (kesuburan), Bungong Jeumpa (keharuman), Gareh Peulangi (keindahan), Pucok Reubong (adat istiadat), Pucok Meuriya (kedudukan tinggi), Mutiara (keindahan), Bintang (keindahan), Petak (keindahan), Awan (keindahan), Taloe Ie (penjaga), dan Bata Meususon (keindahan).Kata Kunci: ragam motif, makna, Kupiah Riman
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR TARI TRADISIONAL GUEL DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL DAN TANPA AUDIO-VISUAL DI SMP N 1 DARUSSALAM Triani, Susi; Fitri, Aida; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9654

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Perbandingan Hasil Belajar Tari Tradisional Guel Dengan Menggunakan Media Audio-visual dan Tanpa Audio-visual di SMPN 1 Darussalam. Mengangkat masalah bagaimanakah perbandingan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 pada materi tari tradisional Guel menggunakan media audio-visual dan tanpa audio-visual di SMPN 1 Darussalam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 pada materi tari tradisional Guel menggunakan media audio-visual dan tanpa media audio-visual. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Darussalam yang berjumlah 297 siswa. Sampel penelitian adalah kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen yang beranggotakan 21 siswa/i dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol beranggotakan 26 siswa/i. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan pertimbangan tertentu (purposive sampling).Teknik Pengumpulan data diperoleh dengan tes praktik. Teknik analisis data dilakukan dengan mentabulasi data dalam daftar distribusi frekuensi dan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa perbandingan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dengan menggunakan media audio-visual tidak lebih meningkat dikarenakan pemutaran audio-visual yang sulit dihenti-hentikan ketika sedang berlangsung, dibandingkan siswa kelas VIII-2 yang tanpa menggunakan media audio-visual dengan perbandingan nilai yaitu 76 77. Dengan kriteria pengujian hipotesis, yaitu terima H0, jika thitung ttabel dan dalam hal lain H0 ditolak. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh hasil bahwa terima H0 karena thitung ttabel yaitu 0,0002 2,05 dengan derajat kebebasan 25 dan taraf signifikan 0,05. Sehingga dapat dibuktikan bahwa hasil penelitian belajar menggunakan media audio-visual tidak sama dengan siswa yang tanpa menggunakan media audio-visual.Kata kunci: hasil belajar, media Audio-Visual.
PERUBAHAN BENTUK PADA BUSANA TRADISIONAL ADAT PERKAWINAN ACEH BESAR Hawa, Siti; Kurnita, Taat; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9652

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Perubahan Bentuk pada Busana Tradisional Adat Perkawinan Aceh Besar mengangkat masalah tentang bagaimana motif ragam hias pada baju dan celana busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, bagaimana perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, dan faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana motif ragam hias pada baju dan celana busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, bagaimana perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, dan faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Lam Alu Raya Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Subjek penelitian ini adalah Manfarisyah sebagai orang yang menjaga perlengkapan adat, Muhammad Yatim sebagai tuha pheut, Tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui tentang perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, objek penelitian ini yaitu busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif ragam hias pada baju dan celana busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar memiliki bentuk dan nama yang berbeda-beda yaitu Bungoeng Djohang, Bungoeng Puetjok Reubong, Bungoeng Keupula, Bungoeng Mantjang, Bungoeng Seumang, Bungoenng Pueta Taloe Dua, Bungoeng Aneuk Ablek, dan Bungoeng Dada Limpeun. Perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar terlihat pada bagian warna baju pengantin yang dulunya hanya memakai warna hitam, merah, kuning sekarang sudah memakai berbagai jenis macam warna lainnya, dan juga busana yang dulunya tidak menggunakan penutup kepala/kerudung bagi wanita sekarang sudah memakainya. Faktor penyebab terjadinya perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar disebabkan karena adanya faktor kebudayaan dan juga faktor globalisasi.Kata Kunci : Bentuk, Busana Tradisional, Adat Perkawinan.
KERAJINAN SANGE ACEH (TUDUNG SAJI) DI GAMPONG LUENG KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN Andila, Tria; Palawi, Ari; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i4.9609

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Kerajinan Sange Aceh di gampong Lueng Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen ini mengangkat masalah bagaimana proses pembuatan kerajinan sange Aceh dan bagaimana bentuk serta motif kerajinan sange Aceh di gampong Lueng Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembuatan kerajinan sange Aceh, dan bagaimana bentuk serta motif kerajinan sange Aceh di gampong Lueng Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian yaitu pengrajin kerajinan sange Aceh dan objek yaitu sange Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi nonpartisipan, wawancara tidak berstruktur, dan dokumentasi dengan memanfaatkan penulis sebagai instrumen utama. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis induktif yaitu dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: tahapan pembuatan sange Aceh diawali dengan 1) menyiapkan alat dan bahan, 2) proses pembentukan bruek sange Aceh dengan cara menganyam daun, 3) proses menjahit motif dengan menggunakan kain perca, selanjutnya 4) finishing dengan melapisi plastik bening kepermukaan sange Aceh, yang terakhir 5) menjahit pegangan di atas permukaan sange Aceh.Kata Kunci: kerajinan sange Aceh, proses pembuatan, bentuk dan motif
SYAIR DAN MAKNA SALI-WALE PADA UPACARA ADAT PERKAWINAN DI GAMPONG PULO LUENG TEUGA KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Saharani, Saharani; Supadmi, Tri; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i4.9606

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Syair dan Makna Sali-Wale pada Upacara Adat Perkawinan di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie Rumusan masalah ini bagaimana syair dan makna Sali-Wale pada upacara adat perkawinan di gampong Pulo Lueng Teuga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana syair dan makna Sali-Wale pada upacara adat perkawinan di gampong Pulo Lueng Teuga kecamatan Glumpang Tiga kabupaten Pidie. Pendekataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair Sali-Wale terdari dari 7 bait dimulai dengan salawat kepada nabi Muhammad SAW kemudian dilanjutkan dengan isi-isi syair dan penutup dengan makna secara garis besar adalah pesan-pesan kepada kedua calon mempelai agar dalam mengarungi rumah tangga harus saling menerima dalam keadaan apapun tetap kuat apabila ada badai menerpa dalam. Sali-Wale merupakan syair yang diciptakan oleh Teungku Syiek Di Lapang dengan tujuan memberikan semangat kepada pengantin baru yang hendak melangkah ke rumah calon Peurumoh (calon istri), syair Sali-Wale ini sekilas terlihat seperti Hikayat karena menggunakan bahasa Aceh Endatu. Syair tersebut berupa pujian kepada aulia Allah dan panglima prang dan berisikan pesan-pesan tersirat yang di dalamnya mengandung semangat jiwa ulama pada zaman dahulu pada saat perang sabi.Kata kunci: syair, makna, Sali-Wale, adat perkawinan.
KAJIAN PERTUNJUKAN REPERTOAR GAJAH PUTIH KARYA NURUL HAYATI PADA ACARA WARISAN BUDAYA TAK BENDA KOTA BANDA ACEH Mutmainnah, Mutmainnah; Supadmi, Tri; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i4.9602

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Kajian Pertunjukan Repertoar Gajah Putih Karya Nurul Hayati pada Acara Warisan Budaya Takbenda Kota Banda Aceh. Rumusan penelitian ini bagaimanakah kajian pertunjukan repertoar Gajah Putih karya Nurul Hayati pada acara warisan budaya Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertunjukan repertoar Gajah Putih karya Nurul Hayati pada acara warisan budaya takbenda Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi, display dan verifikasi. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa repertoar Gajah Putih merupakan drama yang diadaptasi dari legenda Gajah Putih asal Gayo. Dalam karya reportoar Gajah Putih tidak sepenuhnya menampilkan cerita aslinya, namun di cerita Gajah Putih diangkat sebagai cerita dasar dalam karya reportoar Gajah Putih karena cerita ini berhubungan dengan warisan budaya Aceh. Warisan budaya tersebut yaitu Seni tari, seperti tari Meuneuteukeun Inei, Guel, Likok Pulo. Tidak hanya Seni tari, warisan budaya lainnya juga ada yaitu seni rupa seperti Kasap, seni musik yaitu Canang Kayu, serta seni sastra yaitu Nandong, selain dari itu ada pula permainan rakyat yang sudah menjadi tradisi masyarakat setempat sehingga menjadi suatu budaya yaitu Pacu Kude serta Mak Meugang yaitu tradisi masyarakat Aceh pada saat menjelang bulan ramadahan. Panggung yang digunakan yaitu panggung prosenium, kemudian busana yang digunakan disesuaikan dengan peran pemain dan riasan tampan bagi pria dan riasan cantik bagi wanita. Alat musik yang digunakan dalam iringan musik yaitu alat musik Floor, Flute, Gitar Bass, Gitar Melodi, Tamborin, Rapai, Cymbal dan Serune Kalee, yang dimainkan secara live.Kata Kunci: pertunjukan, repertoar Gajah Putih
FUNGSI TARI DAN MAKNA GERAK TARI TRADISIONAL LANDOK SAMPOT DI DESA LAWE SAWAH KECAMATAN KLUET TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN Marlina, Leni; Supadmi, Tri; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i3.8912

Abstract

Penelitian ini berjudul Fungsi Tari dan Makna Gerak Tari Tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana fungsi tari tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur, dan bagaimana makna gerak tari tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tari tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur, dan mendeskripsikan makna gerak tari tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari para tokoh masyarakat yang mengetahui tentang tarian Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi tari Landok Sampot pada masa sekarang ini sebagai sarana komunikasi, sarana hiburan dan sarana publikasi dimana dahulunya tarian ini hanya berfungsi sebagai hiburan semata dikalangan para bangsawan dan raja-raja. Gerakan dalam tari Landok Sampot ada empat gerakan dimana masing-masing memiliki makna tersendiri. 1) Gerak Landok Kedidi (Sembar) bermakna dimana gerak penari seperti burung elang yang mengintai musuhnya dan menyambar lawannya dan juga kegagahan dan keberanian. 2) Gerak Kedayung maknanya yaitu menggambarkan masyarakat Kluet yang dahulunya masih menggunakan sampan sebagai alat tranportasi dan juga sebagai mata pencaharian masyarakat Kluet. 3) Gerak Parang memiliki makna yaitu menikam habis lawannya dengan menggunakan pedang dan juga mengadukan kehebatan masing-masing dalam memainkan pedang dan juga pertahanan diri dalam peperangan. 4) Gerak Sampot maknanya yaitu memukul lawan atau menyerang lawan dengan menggunakan pedang dan diakhiri dengan gerakan berputar-putar yang bermakna kemenangan.Kata Kunci: tari, Landok Sampot, fungsi, makna
Co-Authors . Zulfan A Halim A. Fitriani Abdul Rakhman Abdul Rauf Abelia, Dinda Dwi Ade Silvia Handayani Adeliana, Adeliana Adelita Lubis, Adelita Afdhal Afdhal Affrylia, Gita Afkar, Mufidul Afridayani, Afridayani Afridon, Afridon Agatha, Adelia Agustiar agustiar Ahmad Syai Ahmad Taqwa Ahmadin Ahmadin Ahmadin Akmalia, Alfi Alaisyi, Alaisyi Aldo, Ketut Alfharijy, Muhammad Daffa Alfiansyah, Ikhwan Alfiatun, Alfiatun Alliya, Annisa Ul Alvionita, Gusni Am, Zakiati Amalia Amalia Amelianda, Amelianda Amiza, Ibel Dwi Amri Amin Andila, Tria Anggraini, Anggun Anisah Ardelia, Naila Arifani, Rizka Arifin Soenggono, Arifin Arlinda, Sari ARMEN ZULHAM Arsella, Shendy Aryanti Aryanti Asriyadi Asriyadi Astari, Devina Atminingsih Atminingsih, Atminingsih Audina, Reka Aulia, Muhammad Rafi Awalia Gusti Az-zahra, Maudhy Azizah, Nur Putri Azwandi Azwandi Azzahra, Siti Baehaqi Bakhir , Norfarizah Mohd Bambang Pratama, Bambang Baso Intang Sappaile, Baso Intang Bunyamin Bunyamin Buulolo, Merlinus Chairunnisaak, Mariam Cucu Atikah Cut Rahmawati Cut Zuriana Damiati, Tri Darwel, Darwel Deddy Junaedi Dewi Maya Sari Dharmalau, Andy Didit Haryadi Dina Mayadiana Suwarma Effendy, Amalia Eka Pradani, Rizki Febri Eka Putri, Yuliantini Eka Susanti Eka Susanti, Eka Susanti Elmerillia, Elmerillia Elvina, Aminah Enda Kartika Sari Endang Larasati Eri Yusni Ermawati, Yuli Fadhli, Mohammad Fadmawati, Any Fadmawaty, Any Faisal Ahmadi Fatani, Muhammad Febriani, Dina Fitri Wardani, Erika Fitri, Aida Fitriadi, Nuzuli FITRIYANTI, RAMADHINA Frenica, Agnes Gameli, Cahyani Rahmi Garnita, Ria Ghodina, Aurina Willy Ghufran S., Mufti Miadi Gusdi Sastra, Gusdi Hadir Hudiyanto, Hadir Hafsaridewi, Rani Hanah, Siti Handayani, Sri Hardi Siswo, Hardi Hasmawaty, Hasmawaty Hedra Bayu, Hendi Hesniati, Hesniati Hidayah, Hidayah Hidayat, Sholeh Hikmah Hikmah Holiawati, Holiawati HS, Alicia Husin, M. Husna, Ainul Ida Zulfida, Ida Iif Rahmat Fauzi, Iif Rahmat Iin Rosini Ikhsan Yuda Pratama Indah Sari, Dewi Indawati, Indawati Iqbal Iqbal Iqmy, Ledy Oktaviani Irma Salamah Irma Suryani Ironia Vivie Susanti, Ironia Vivie Ismawan Ismawan, Ismawan Iswanda, Odi Ivan Suaidi Iwan Setiawan Jaelani, Yunesti Jaifan, Muhammad Jamjuri, Endi Jamratul Ula Jannah, Syifaul Joey, Joey Joline, Juliana Jonathan Ginting juliana, Nanin Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisya, Aqilla Khie, Sak Komariah, Eneng Kurniasi, Dia Kurnita, Taat Lanza Pahlevi, Muhammad Lase, Yolanda Leni Marlina Lestari, Khotifah Puji Leuwol, Ferdinand Salomo Lili Dianah Lili Rahmah, Laylatul Lina Lina Linda Junia Ningsih Listiorini, Dewi Lucyana Lucyana, Lucyana Lukman Hakim M. Ridha Madiyoh, Abdulhakim Maharani, Ullya Dwi Maisun, Maisun Maizal, Ilham Mamusung, Robby Tanod Mardiana, Dinny Mardikawati, Budi Margie, Lyandra Aisyah Marietta Shanti Marita, Tia Martianingsih, Baiq Lilik Martinus Mujur Rose Marza, R. Firwandri Maulida, Putri Maulidin, Aula Maulin, Siti Maulisa, Ella Mayanda, Afrida Rizki Mediana, Salwa Deta Meliyana Meliyana, Meliyana Mirdayanti, Rina Monika, Sinar Monika, Sinar Mu'arif, Syamsul Muchlis, Yusrizal Muhammad Alwi Muhammad Faisal Muhammad Iqbal Muhtadin Muhtadin Mukhlis Mukhlis Mulyani, Riri Muniroh, Leny Muslim, Burhan Muslimah, Rina Mutaqin, Raihan Muthaharah, Muthaharah Na:am, Muh Fakhrihun Nadra, Nadra Nasution, Siti Khadijah Hidayati NETTI KARIANI MENDOFA Novarijah, Syarifah Novianda, Nabila Rizqi Novianda, Nabila Rizqia Noviani, Fadiah Nur, Erdi Nurfi, Nurfi Nurhajar Anugraha Nurhanifa, Nurhanifa Nurjihan, Nisrina Nurlaili Nurlaili Nurul Wardani Lubis Nurwijayanti Palawi, Ari Palin T, Yona Paryanto, Alfin Dwi Pratiwi, Sandy Purba, Mas Intan Purnamarini, Tri Ratna Putri Vandalis, Yoke Annisa Putri, Wulandari Cahyani Rabbani, Ali Rabbaniansyah, Kgs Muhammad Farhan Rabiah, Nur Nabila Radifan, Hadyan Hilman RADITE TISTAMA Rahayu, Novianti Dwi Rahmanta`, Rahmanta Rahmawati, Cut Raihan, Ahmad Raihanah, Adinda Rajes Ikhlas Rosaguna, Rajes Ikhlas Ramadhan, Andi Ramadhan, Muhammad Fadli Ratna Novita Punggeti RD Kusumanto Reo, Petrus Renol Rida Safuan Selian Rina Herawati, Augustin Riviwanto, Muchsin Rizka Fadli Wibowo, M. Roiyan, Lalu Muhammad Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Rufi'i Rukiyanto Rukiyanto, Rukiyanto Safitry, Yuwaffy Safriyani, Lia Saharani, Saharani Salsabila, Meidita Salsabila, Raina Saptanto, Subhechanis Saptanto, Subhechanis Sarhindi, Sarhindi Sari Wardani Sari, Rani Purnama Sarjana Sarjana Sarjono Sarjono, Sarjono Sasrita, Bysmira Septiana, Ardilla Septiani, Rizka Ayu Septina, Phuja Tawilla Sholihin Sholihin Silfia Silfia, Silfia Silviana, Mery Sipasulta, Grace Carol Siti Hawa Sitorus, Abdoni Sopian Soim, Sopian Sopian, Adi Sri Wahyuni Suandari, Fitri Sufri, Rahmat Suksmerri Suksmerri Sume, Syahlan A. Supadmi, Tri Suryani Suryani SURYANI, TRIA ANANDA Suyuti Suyuti suzan zefi Syahardi, Amri Syahbana, Mahdi Syahril Syahril Syamsul Muarif T. Sabrina Tengku Hartati Tengku Riza Zarzani N Tetep Tety Sriana Teuku Rizky Noviandy Tiurma, Tiurma Triani, Susi Trianov, Rilky Triasensi, Sherlya Tumilantouw, Kireina Gabriela Ul Karimah, Lulu Umi Salamah Ummir, Badril Utami, Futri UTAMI, FUTRI Valerie, Michelle Viviani, Viviani Wahdah Wahyudin, Mokhammad Wardani, Happy Kusuma Wardani, Sari Wasludin, Wasludin Wibowo, Rulianda P. Widianty, Anggie Wijayantono, Wijayantono Wilyuza, Wilyuza Witomo, Cornelia Mirwantini Wulandari, Fadhilah Dwi Wulandari, Widyana Wusqa, Asy Syifa Urwatul Yanti Yanti Yulianto Yulianto Yuliasari, Dewi Yusnita, Emilia Zakka, Iqlima Sabila Zamakhari, Ahmad Zardi, Muhammad Zulprianto Zulprianto