p-Index From 2021 - 2026
14.82
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL SAINS PEMASARAN INDONESIA ELKHA : Jurnal Teknik Elektro Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Komputer dan Informatika (JITEKI) PIKSEL : Penelitian Ilmu Komputer Sistem Embedded and Logic Althea Medical Journal Journal The Winners Prosiding SNATIF Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Madura Scientific Journal of Informatics Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Unversitas Muhammadiyah Aceh Jurnal Kedokteran ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Jurnal Deformasi PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jurnal Penelitian Karet Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Sinkron : Jurnal dan Penelitian Teknik Informatika JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Geografi IT JOURNAL RESEARCH AND DEVELOPMENT Indonesian Journal of Artificial Intelligence and Data Mining JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) INOVTEK Polbeng - Seri Informatika Jurnal Organisasi Dan Manajemen Jurnal Laut Khatulistiwa Jurnal Ulul Albab Scientific Journal of Reflection : Economic, Accounting, Management and Business SEIKO : Journal of Management & Business Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi Jurnal RESISTOR (Rekayasa Sistem Komputer) Patria Artha Technological Journal Jurnal Kreativitas PKM Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal JURNAL AGRICA Jurnal Rekayasa Hijau Dewa Ruci : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Gelar : Jurnal Seni Budaya JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Jurnal Sehat Mandiri EDUMATIC: Jurnal Pendidikan Informatika Journal Of Management Science (JMAS) Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan Building of Informatics, Technology and Science Syntax Idea Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Agro Bali: Agricultural Journal Jurnal Vokasi Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) JURNAL ABDIMAS TRIDHARMA MANAJEMEN Tax Literacy and Leadership Agility: Indigenous Peoples Awareness in Paying Taxes Fokus Elektroda: Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Abdimas Bina Bangsa Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Jurnal Agristan Jurnal Ekonomi Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Indonesian Collaboration Journal of Community Services (ICJCS) Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Jurnal Minfo Polgan (JMP) Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis) TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Tameh : Journal of Civil Engineering Jurnal Pengabdian Masyarakat Tjut Nyak Dhien Asian Journal of Healthcare Analytics CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Jurnal Smart Hukum (JSH) Experimental Student Experiences TELL - US JOURNAL Jurnal Kebidanan, Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Jurnal Manajemen Sistem Informasi Jurnal Pelangi Linguistika Kultura: Jurnal Linguistik Sastra Berdimensi Cultural Studies Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat: EDUABDIMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Baileo: Jurnal Sosial Humaniora Journal of Community Services: Sustainability and Empowerment Jurnal Menara Pengabmas Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri Jurnal Keadaban: Jurnal Sosial dan Humaniora Jurnal Wasatiyah: Jurnal Hukum JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal CSRID Masile:Jurnal Studi Ilmu Keislaman Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Elementary Education Research Sahur Journal JIM Sendratasik
Claim Missing Document
Check
Articles

MAKNA PELAMINAN KAMAR PENGANTIN SUKU ANEUK JAMEE DI KECAMATAN TAPAKTUAN Septiana, Ardilla; Ramdiana, Ramdiana; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i1.15682

Abstract

Penelitian ini berjudul Makna Pelaminan Kamar Pengantin Suku Aneuk Jamee di Kecamatan Tapaktuan, mengankat masalah bagaimana fungsi dan makna simbolik pelaminan kamar pengantin suku Anauk Jamee. Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan fungsi dan makna simbolik pelaminan kamar pengantin suku Aneuk Jamee di kecamatan Tapaktuan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan Semiotika, jenis penelitian ini yaitu deskriptif. Subjek penelitian ini ialah suku Aneuk Jamee dan objek penelitian ialah kamar pengantin suku Aneuk Jamee. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, fungsi keseluruhan dari pelaminan kamar pengantin ialah tempat pelaksanaan ritual adat pernikahan suku Aneuk Jamee dan di kamar itulah mempelai wanita akan melepaskan keperwanannya untuk dipersembahkan kepada sang suami. Makna simbolik yang terdapat di pelaminan kamar pengantin suku Aneuk Jamee di kecamatan Tapaktuan ialah (1) Labah Mangirok (lebah hinggap) yang bermaknakan seorang raja dan rakyat yang saling tolong-menolong, (2) Banta Gadang Tagak (bantal besar berdiri) bermaknakan seorang perempuan yang akan melahirkan keturunan, (3) Meracu dan Tapak diibaratkan seorang raja dan ratu, (4) Kipas Berwarna Warni yang memiliki tiga warna yaitu kuning, merah, dan hijau, (5) Banta Basusun (bantal bersusun) bermakna empat pihak delapan kaum, (6) Tilam Pandak adalah tempat duduk pengantin yang diumpamakan sebagai singgasana kehormatan untuk pengantin yang disandingkan di pelaminan, (7) Renda Putih yang bermaknakan suatu kesucian, (8) Langik-langik (langit-langit), (9) Buah Butun Kuning di Bangku yang berjumlah lima ruas mengartikan rukun islam ada lima perkara, (10) Pancuang Soa Kelambu (kelambu tujuh lapis) bagian utama yang terdapat pada pelaminan kamar pengantin, Bii (kening kelambu) maknanya kesucian hati suami istri dalam menjalankan bahtera rumah tangga, (11) Seprai Berlapis Tujuh, (12) Sampang Kain berfungsi tempat penyampangan kain yang dibawa oleh mempelai laki-laki, (13) Tikar Jajakan. Selain itu properti yang juga terdapat di kamar pengantin yaitu Ceurano (tempat sirih), Tuduang saji (tudung saji). Pelaminan Kamar Pengantin Suku Aneuk Jamee di Kecamatan Tapaktuan hanya dapat digunakan oleh perempuan yang bisa menjaga kehormatannya.Kata Kunci: Fungsi, makna simbolik, pelaminan kamar pengantin, Suku Aneuk Jame
PEMBELAJARAN TARI RATOH JAROE DAN TARI LIKOK PULO DI SANGGAR POCUT BAREN BANDA ACEH Arifani, Rizka; Hartati, Tengku; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i4.15296

Abstract

Penelitian ini berjudul Proses Pembelajaran Tari Ratoh Jaroe dan Tari Likok Pulo di Sanggar Pocut Baren Banda Aceh, bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tari Ratoh Jaroe dan tari Likok Pulo di sanggar Pocut Baren Banda Aceh, dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam pembelajaran tari Ratoh Jaroe dan Likok Pulo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini bertempat di sanggar Pocut Baren MAN Model Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran tari Ratoh Jaroe dan Likok Pulo dilaksanakan dalam beberapa tahapan kegiatan yaitu, kegiatan pra instruksional meliputi kegiatan awal dan kegiatan inti. Kegiatan instruksional meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan evaluasi tindak lanjut. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, dan metode latihan atau latihan praktik. Faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam mempelajari tari Ratoh Jaroe dan tari Likok Pulo yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang terdapat dalam diri individu yang sedang belajar, meliputi faktor jasmaniah dan faktor psikologis. Sedangkan faktor ekstrern adalah faktor yang terdapat di luar diri individu yang sedang belajar, meliputi keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat.Kata Kunci : Pembelajaran, Tari Ratoh Jaroe, Likok Pulo
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH PADA MATERI TARI KREASI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION Septina, Phuja Tawilla; Zuriana, Cut; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i3.15292

Abstract

Penelitian yang berjudul Perbandingan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 11 Banda Aceh pada Materi Tari Kreasi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Direct Instruction. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Direct Instruction dan yang tidak menggunakan model pembelajaran Direct Instruction di SMA Negeri 11 Banda Aceh. Pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IA 3 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IA 4 sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IA 3 dan XI IA 4 dengan tingkat kemampuan siswa yang hampir sama. Menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi dan tes praktik. Metode analisis data uji-t dan uji dua pihak. Berdasarkan hasil yang telah diperolehdimanapadatarafsignifikan denganderajatkebebasan makasesuaidengan hipotesis yang diajukan dengan ketentuan. kriteria pengujian yang berlaku adalah terima H0 jika dan dalam hal ini H0 ditolak. Berarti tolak H0 dengan demikian perbandingan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Direct Instruction lebih baik dengan hasil belajar tanpa menggunakan model pembelajaran Direct Instruction.Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, tari kreasi, Direct Instruction
TANTANGAN POPULARITAS MUSIK ACEH DALAM INDUSTRI MUSIK NASIONAL Iswanda, Odi; Palawi, Ari; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13144

Abstract

Penelitian ini berjudul Tantangan Popularitas Musik Aceh dalam Industri Musik Nasional. Penelitian ini mengangkat masalah tentang apa saja hambatan musik populer Aceh menuju industri musik nasional, bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja hambatan musik populer Aceh menuju industri musik nasional. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik dan produser Kasga Record, produser IMM Production, band-band terkenal di Aceh dan seniman-seniman Aceh. Penelitian ini dilakukan di Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa musik industri pertama kali berkembang di Aceh yaitu pada tahun 80-an yaitu dimana pada era itu Abu Bakar AR mengeluarkan album Jen Jen Jok setelah album itu beredar dan diterima di pasar Aceh, selanjutnya lahirlah musik-musik sejenis yang diindustrikan. Namun pada era (90-an) mulai masuklah musik etnis kolaborasi moderan yang mana musik Aceh ini memperkuat tradisi sehingga masyarakat juga tidak kehilangan musik tradisi. Kemudian masuk kembali musik moderen, namun tidak meninggalkan musik tradisi. Banyak band yang beraliran moderen namun banyak juga band etnis kolaborasi moderen. Band-band/musisi setelah terkenal di daerah, mereka pun ingin lebih populer dan ingin beranjak menuju nasional. Kebdala-kendala dan hambatan-hambatan menuju kesuksesan pun harus mereka lalui dan mereka jalani, untuk menjadi sukses harus mempunyai kualitas yang terbaik dan mempunyai karakter musik yang kuat sehingga tidak kalah bagus dibandingkan band-band ternama Indonesia. Kualitas musik mereka pun harus ditingkatkan sehingga lebel-lebel ternama nasional tertarik. Terdapat 2 tahapan kendala yang harus dilalui yaitu 1) Hambatan non musikal yaitu hambatan kerja sama, hambatan dalam bidang produksi, hambatan dalam bidang persaingan, hambatan dalam bidang artistik dan hambatan dalam bidang fasilitas. 2) Hambatan musikal dimana menunjukan kualitas dan kuantitas yang musik telah diciptakan.Kata kunci: tantangan, popularitas musik Aceh, industri musik
MAKNA MOTIF RAGAM HIAS PADA RUMAH TRADISIONAL ACEH DI MUSEUM ACEH Maulin, Siti; Zuriana, Cut; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13136

Abstract

Penelitian yang berjudul, Makna Motif Ragam Hias pada Rumah Tradisional Aceh di Museum Aceh, penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana makna motif ragam hias pada bagian luar rumah tradisional Aceh di Museum Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna motif ragam hias pada bagian luar rumah tradisional Aceh di Museum Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan semiotika dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Nurdin. AR selaku tokoh adat dan sejarah serta merupakan staff di MAA (Majelis Adat Aceh) yang memahami bagian dari berbagai macam bentuk motif pada rumah tradisional Aceh di Museum Aceh. Objek dalam penelitian ini adalah rumah tradisional Aceh yang ada di Museum Aceh. Teknik Pengumpulan data digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik semiotik sintaktik, semantik dan pragmatik. Hasil analisis data menggunakan teori semiotik sintaktik tersebut menunjukan bahwa, makna motif ragam hias pada rumah tradisional Aceh di Museum Aceh yaitu, Motif Bungong Seumanga (Adat Keharuman), Bungong Seuleupok (Kesuburuan), Bungong Geulima (Kesuburan), Bungong Meulu (Adat Kesuburan), Bungong Sagoe (Keindahan), Bungong Kalimah (Azimat Penyangkal), Awan-awan (Keindahan), Awan sitangke (Keindahan), Bungong Tabue (Pluralisme), Puta Taloe (Penjaga), Bungong Lampu Gantung (Keindahan), Tapak catoe (Sosial), Bungong Kala (Keindahan), Bungong Mata uroe (Keindahan), Bungong Ayu-ayu (Keindahan), dan Bungong Apeng (Kesuburan). Untuk mengetahui makna dari motif tersebut maka analisis selanjutnya menggunakan teori semiotik semantik, dimana setiap motif dimaknai dengan dua cara yaitu makna secara denotasi dan makna secara konotasi. Analisis makna motif selanjutnya menggunakan teori semiotik pragmatik yaitu menjelaskan hubungan antara tanda dengan penggunanya.Kata kunci: makna, motif, ragam hias, rumah tradisional Aceh
NOTASI LABAN TARI RATEB MEUSEUKAT DI SANGGAR SENI CUT NYAK DHIEN BANDA ACEH Wilyuza, Wilyuza; Supadmi, Tri; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13126

Abstract

Penelitian tentang Notasi Laban Tari Rateb Meuseukat di Sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh ini mengangkat masalah bagaimana bentuk Notasi Laban Tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh, yang bertujuan untuk mendeskripsikan Notasi Laban sebagai sarana pemahaman gerak tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang Tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Subjek penelitian adalah pemimpin sanggar beserta penari sanggar Cut Nyak Dhien Banda Aceh, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah Tari Rateb Meuseukat. Data diperoleh dengan tehnik observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Untuk mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan tehnik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Rateb Meuseukat ini biasanya didominasi oleh gerakan tangan para penari. Selain itu diselingi juga dengan gerakan kepala, dan bahu saat menoleh ke kanan dan ke kiri. Dalam bentuk pencatatan Notasi Laban tari Rateb Meuseukat, Penari juga melakukan gerakan secara berselang-seling yaitu atas dan bawah, Tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh memiliki 12 macam ragam gerak dengan tempo yang berbeda.Kata Kunci: tari Rateb Meuseukat, notasi laban
SENI TUTUR NANGA-NANGA DI DESA KAMPUNG AIE KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE Trianov, Rilky; Ramdiana, Ramdiana; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13123

Abstract

Penelitian yang berjudul Seni Tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue ini mengangkat masalah bagaimana fungsi dan makna yang terkandung dalam seni tutur Nanga-nanga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan makna seni tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang seni tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue. Subjek penelitian ini adalah Tokoh masyarakat Desa Kampung Aie dan organisasi PKK, sedangkan objek yang akan diteliti yaitu fungsi dan makna dari Nanga-nanga itu sendiri. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Untuk mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwasanya seni tutur Nanga-nanga adalah salah satu kesenian tradisional yang telah lama mengakar di Simeulue yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang, pada setiap lirik-lirik yang disampaikan mengandung nilai-nilai estetika antara perpaduan irama dengan makna syairnya yang mendayu-dayu. Selain itu Nanga-nanga juga memiliki makna pada setiap liriknya disesuaikan dengan fungsinya, fungsi Nanga-nanga ada beberapa, yaitu fungsi religi, pendidikan, sosial, nasehat dan hiburan.Kata Kunci: seni tutur, Nanga-nanga
BERINAI DALAM KONTEKS BUDAYA ACEH Yusnita, Emilia; Zuriana, Cut; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i3.13108

Abstract

Penelitian ini berjudul Berinai dalam Konteks Budaya Aceh, dengan rumusan masalah bagaimanakah fungsi berinai dalam konteks budaya Aceh dan bagaimanakah bentuk-bentuk motif inai pada masyarakat Aceh (Teunom). Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan fungsi berinai dalam konteks budaya Aceh (Teunom) dan mendeskripsikan bentuk-bentuk motif inai pada masyarakat Aceh (Teunom). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu berupa reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi berinai dalam konteks budaya Aceh (Teunom) yaitu berinai pada upacara perkawinan, berinai pada upacara khitanan dan berinai sebagai trend pada kehidupan masyarakat Aceh, prosesi disetiap upacara berbeda-beda, pada upacara perkawinan berinai dilakukan 3 hari sebelum acara puncak sedangkan pada upacara khitanan dilakukan pada malam acara puncak sedangkan untuk trend dalam sehari-hari berinai dilakukan kapanpun diperlukan. Adapun bentuk-bentuk motif yang digunakan pada inai masyarakat Aceh yaitu motif Hindia, Arab dan Aceh (motif pintoe aceh, pucok reubong, puta taloe, awan meucanek, gigoe darut, pucok paku, bungoeng meulu dan bungoeng seulanga), masyarakat Aceh (Teunom) lebih sering menggunakan motif Hindia dan Arab apalagi untuk upacara perkawinan karna dianggap lebih modern dan kekinian.Kata Kunci: Berinai, Budaya Aceh
PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP TARI LANG NGELEKAK DI KABUPATEN ACEH TAMIANG KECAMATAN SEURUWAY DESA IE MASEN Akmalia, Alfi; Hartati, Tengku; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i3.13105

Abstract

Penelitian ini berjudul Pandangan Masyarakat Terhadap Tari Lang Ngelekak di Kabupaten Aceh Tamiang desa Ie Masen mengangkat masalah bagaimana pandangan masyarakat terhadap tari Lang Ngelekak, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan masyarakat terhadap tari Lang Ngelekak di Kabupaten Aceh Tamiang desa Ie Masen. Penelitian dilakukan di desa Ie Masen Kecamatan Seuruway Kabupaten Aceh Tamiang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian adalah masyarakat yang berada di desa Ie Masen.Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data dengan mereduksi data, display data, dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian dapat diketahui bahwa tari Lang Ngelekak menceritakan tentang kisah sang raja yang kurang beruntung yang mana kisah ini dijadikan sebuah tari guna mengenang masa-masa kerajaan raja tersebut. Pandangan masyarakat terhadap tari Lang Ngelekak berbeda-beda, baik itu dalam segi mengetahui, mendengarkan maupun melihat secara langsung tari Lang Ngelekak sudah hampir tidak diketahui lagi oleh masyarakat dikarenakan sudah jarang ditampilkan. Tari Lang Ngelekak harus segera dilestarikan dan dijaga agar tidak punah.Kata kunci: Pandangan, Masyarakat, Tari Lang Ngelekak
RAGAM MOTIF DAN MAKNA YANG TERDAPAT PADA KUPIAH RIMAN DI DESA ADAN MEUNASAH DAYAH KECAMATAN MUTIARA TIMUR KABUPATEN PIDIE Am, Zakiati; Ismawan, Ismawan; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9655

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Ragam Motif dan Makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie ini, mengangkat masalah apa saja ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah kecamatan Mutiara Timur kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotik atau semiologi dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Badriah sebagai pemilik tempat produksi Kupiah Riman sekaligus pengrajin. Murniati juga sebagai salah satu pengrajin Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah, ia juga memasarkan hasil kerajinan Kupiah Riman tersebut. Objek dalam penelitian ini adalah Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik semiotik semantik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie yaitu, motif Pinto Aceh (terbuka), Bungong Kupula (kesuburan), Bungong Jeumpa (keharuman), Gareh Peulangi (keindahan), Pucok Reubong (adat istiadat), Pucok Meuriya (kedudukan tinggi), Mutiara (keindahan), Bintang (keindahan), Petak (keindahan), Awan (keindahan), Taloe Ie (penjaga), dan Bata Meususon (keindahan).Kata Kunci: ragam motif, makna, Kupiah Riman
Co-Authors -, Angelina . Zulfan A Halim Abdul Rakhman Abdul Rauf Abelia, Dinda Dwi Ade Silvia Handayani Adeliana, Adeliana Adelita Lubis, Adelita Adriani, Silfia Afdhal Afdhal Affrylia, Gita Afkar, Mufidul Afridayani, Afridayani Afridon, Afridon Agatha, Adelia Agustiar agustiar Ahmad Syai Ahmad Taqwa Ahmadin Ahmadin Akmalia, Alfi Alaisyi, Alaisyi Aldo, Ketut Alfharijy, Muhammad Daffa Alfiansyah, Ikhwan Alfiatun, Alfiatun Alfirdaus, Muhammad Farrel ali khaeri, imam Alliya, Annisa Ul Alvionita, Gusni Am, Zakiati Amalia Amalia Amelianda, Amelianda Amiza, Ibel Dwi Amri Amin Andi Andi Andila, Tria Anggraini, Anggun Anisah Ardelia, Naila Arifani, Rizka Arifin Soenggono, Arifin Arlinda, Sari ARMEN ZULHAM Arsella, Shendy Aryanti Aryanti Asep Irfan Asmaul Husna Asriyadi Asriyadi Asrul Asrul Astari, Devina Atminingsih Atminingsih, Atminingsih Audina, Reka Aulia, Muhammad Rafi Awalia Gusti Awaluddin Awaluddin Az-zahra, Maudhy Azizah, Nur Putri Azwandi Azwandi Azzahra, Siti Azzahrah, Ladysa Bakhir , Norfarizah Mohd Bambang Pratama, Bambang Baso Intang Sappaile, Baso Intang Bunyamin Bunyamin Chairunnisaak, Mariam Cucu Atikah Cut Rahmawati Cut Zuriana Damiati, Tri Darus, Mozard Bahauddin Darwel, Darwel Deddy Junaedi Dewi Maya Sari Dharmalau, Andy Diana Chalil Didit Haryadi Dina Mayadiana Suwarma Effendy, Amalia Eka Pradani, Rizki Febri Eka Putri, Yuliantini Eka Susanti Eka Susanti, Eka Susanti Eko Sugiarto Elmerillia, Elmerillia Elvina, Aminah Enda Kartika Sari, Enda Kartika Enda, Enda Kartika Sari Endang Larasati Eri Yusni Ermawati Ermawati Ermawati, Yuli Fadhli, Mohammad Fadmawati, Any Fadmawaty, Any Faisal Ahmadi Fatani, Muhammad Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra Febriani, Dina Fitra, Miladil Fitri Wardani, Erika Fitri, Aida Fitriadi, Nuzuli FITRIYANTI, RAMADHINA Frenica, Agnes Gameli, Cahyani Rahmi Garnita, Ria Ghodina, Aurina Willy Ghufran S., Mufti Miadi Ginanjar, Seandy Grenaldo Ginting Gusdi Sastra, Gusdi Hadir Hudiyanto, Hadir Hafsaridewi, Rani Hanah, Siti Handayani, Sri Hardi Siswo, Hardi Hasmawaty, Hasmawaty Hedra Bayu, Hendi Hesniati, Hesniati Hidayah, Hidayah Hidayat, Sholeh Hikmah Hikmah Holiawati, Holiawati HS, Alicia Husin, M. Husna, Ainul Ida Zulfida, Ida Iif Rahmat Fauzi, Iif Rahmat Ikhsan Yuda Pratama Indah Sari, Dewi Indawati, Indawati Iqbal Iqbal Iqmy, Ledy Oktaviani Irfan, Basuki Ario Seno Irma Salamah Irma Suryani Ironia Vivie Susanti, Ironia Vivie Ismawan Ismawan, Ismawan Iswanda, Odi Ivan Suaidi Iwan Setiawan Jaifan, Muhammad Jamjuri, Endi Jamratul Ula Jannah, Syifaul Joey, Joey Jonathan Ginting juliana, Nanin Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisya, Aqilla Khie, Sak Komariah, Eneng Kurnita, Taat Lanza Pahlevi, Muhammad Lase, Yolanda Leni Marlina Lestari, Khotifah Puji Leuwol, Ferdinand Salomo Lili Dianah Lina Lina Linda Junia Ningsih Listiorini, Dewi Lucyana Lucyana, Lucyana Lukman Hakim M. Ridha Madiyoh, Abdulhakim Maharani, Ullya Dwi Mahaza Mahyuddin Mahyuddin Maisun, Maisun Maizal, Ilham Mamusung, Robby Tanod Mardiana, Dinny Mardikawati, Budi Margie, Lyandra Aisyah Marietta Shanti Marita, Tia Martianingsih, Baiq Lilik Martinus Mujur Rose Marur, Muhammad Marza, R. Firwandri Maulida, Putri Maulidin, Aula Maulin, Siti Maulisa, Ella Mayanda, Afrida Rizki Mediana, Salwa Deta Meliyana Meliyana, Meliyana Mirdayanti, Rina Monika, Sinar Monika, Sinar Mu'arif, Syamsul Muchlis, Yusrizal Muhammad Alwi Muhammad Faisal Muhammad Iqbal Muhtadin Muhtadin Mukhlis Mukhlis Mulyani, Riri Muniroh, Leny Muslim, Burhan Muslimah, Rina Mutaqin, Raihan Muthaharah, Muthaharah Mutmainnah Mutmainnah Na:am, Muh Fakhrihun Nahdudin, Nahdudin Nasution, Siti Khadijah Hidayati Novarijah, Syarifah Novianda, Nabila Rizqi Novianda, Nabila Rizqia Noviani, Fadiah Nur, Erdi Nurfi, Nurfi Nurhajar Anugraha Nurhanifa, Nurhanifa Nurjihan, Nisrina Nurlaili Nurlaili Nurwijayanti Onasis, Aidil Palawi, Ari Palin T, Yona Paryanto, Alfin Dwi Ponimin Purnamarini, Tri Ratna Putri Vandalis, Yoke Annisa Putri, Wulandari Cahyani Rabbani, Ali Rabiah, Nur Nabila Radifan, Hadyan Hilman RADITE TISTAMA Rahmanta Rahmanta, Rahmanta Rahmanta`, Rahmanta Rahmawati, Cut Raihan, Ahmad Raihanah, Adinda Rajes Ikhlas Rosaguna, Rajes Ikhlas Ramadhan, Andi Ramadhan, Muhammad Fadli Ramdiana , Ramdiana Ramdiana, Ramdiana Ratna Novita Punggeti RD Kusumanto Reo, Petrus Renol Rida Safuan Selian Rina Herawati, Augustin Riswanto, Muhammad Riviwanto, Muchsin Riviwanto, Muchsin` Rizka Fadli Wibowo, M. Roiyan, Lalu Muhammad Rosini, Iin Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Rukiyanto Rukiyanto, Rukiyanto Safitry, Yuwaffy Safriyani, Lia Saharani, Saharani Salsabila, Meidita Salsabila, Raina Saptanto, Subhechanis Saptanto, Subhechanis Sarhindi, Sarhindi Sari Wardani Sari, Rani Purnama Sari, Tengku Dede Rachma Sarjana Sarjana Sarjono Sarjono, Sarjono Sasrita, Bysmira Septiana, Ardilla Septiani, Rizka Ayu Septina, Phuja Tawilla Sholihin Sholihin Silfia Silfia, Silfia Silviana, Mery Sipasulta, Grace Carol Siregar, Nur Mawaddah Siti Hawa Sitorus, Abdoni Sopian Soim, Sopian Sopian, Adi Sri Wahyuni Suandari, Fitri Sufri, Rahmat Suksmerri Suksmerri Sume, Syahlan A. Sumilat, Rohyani Rigen Is Supadmi, Tri Suryani Suryani SURYANI, TRIA ANANDA Suyuti, Suyuti suzan zefi Syahardi, Amri Syahbana, Mahdi Syahril Syahril syakir syakir Syamsul Muarif Tengku Hartati Tengku Riza Zarzani N Tetep Tety Sriana Teuku Rizky Noviandy Tiurma, Tiurma Triani, Susi Trianov, Rilky Triasensi, Sherlya Tumilantouw, Kireina Gabriela Ul Karimah, Lulu Ummir, Badril UTAMI, FUTRI Utami, Futri Valerie, Michelle Viviani, Viviani Wahyudin, Mokhammad wahyudin, mukhammad Wardani, Happy Kusuma Wardani, Sari Wasludin, Wasludin Wibowo, Rulianda P. Widianty, Anggie Wijayantono, Wijayantono Wilyuza, Wilyuza Witomo, Cornelia Mirwantini Wulandari, Fadhilah Dwi Wulandari, Widyana Wusqa, Asy Syifa Urwatul Yanti Yanti Yulianto Yulianto Yuliasari, Dewi Yusnita, Emilia Yusrizal Yusrizal Zakka, Iqlima Sabila Zamakhari, Ahmad Zardi, Muhammad Zulprianto Zulprianto