Articles
SOSIALISASI PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING (HOMEMADE) DARI DAUN PANDAN WANGI (PANDAMUS AMMARYLLIFOLIUS ROXB) DI DESA PASAR LAMA
Meliza, Meliza;
Faridah Lubis, Nenni;
Mutiara, Mutiara;
Sari Harahap, Wilda
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37081/adam.v3i1.1747
Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali (natrium atau kalium hidroksida), dan trigliserida dari asam lemak rantai karbon. Bahan pembusa yang paling umum digunakan adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Dampak negatif dari SLS dapat menyebabkan iritasi kulit ringan maupun berat. Oleh karena itu perlu diformulasikan sabun cuci piring yang ramah lingkungan dan tidak mengandung SLS. Daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb) merupakan tanaman yang tumbuh liar, termasuk dalam suku Pandanaceae yang dimanfaatkan sebagai obat alami. Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius Roxb) memiliki kandungan alkaloid, saponin, flavonoid, polifenol dan tanin. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa daun pandan dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Kandungan saponin dalam daun pandan tersebut berfungsi sebagai penghasil busa jika di kocok pada air dan juga memiliki zat antibakteri. Tujuan dari sosialisasi ini untuk memberi edukasi pemanfaatan bahan alam untuk pembuatan sabun cuci piring yang ramah lingkungan. Metode Yang digunakan participatory action research dengan melibatkan partisipasi aktif warga masyarakat di desa Pasar Lama. Hal ini akan berpotensi untuk menjadi peluang usaha untuk masyarakat Desa Pasar Lama.
SOSIALISASI PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING (HOMEMADE) DARI DAUN PANDAN WANGI (PANDAMUS AMMARYLLIFOLIUS ROXB) DI DESA PASAR LAMA
Meliza, Meliza;
Faridah Lubis, Nenni;
Sari Harahap, Wilda;
Mutiara, Mutiara
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37081/adam.v3i1.1781
Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali (natrium atau kalium hidroksida), dan trigliserida dari asam lemak rantai karbon. Bahan pembusa yang paling umum digunakan adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Dampak negatif dari SLS dapat menyebabkan iritasi kulit ringan maupun berat. Oleh karena itu perlu diformulasikan sabun cuci piring yang ramah lingkungan dan tidak mengandung SLS. Daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb) merupakan tanaman yang tumbuh liar, termasuk dalam suku Pandanaceae yang dimanfaatkan sebagai obat alami. Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius Roxb) memiliki kandungan alkaloid, saponin, flavonoid, polifenol dan tanin. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa daun pandan dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Kandungan saponin dalam daun pandan tersebut berfungsi sebagai penghasil busa jika di kocok pada air dan juga memiliki zat antibakteri. Tujuan dari sosialisasi ini untuk memberi edukasi pemanfaatan bahan alam untuk pembuatan sabun cuci piring yang ramah lingkungan. Metode Yang digunakan participatory action research dengan melibatkan partisipasi aktif warga masyarakat di desa Pasar Lama. Hal ini akan berpotensi untuk menjadi peluang usaha untuk masyarakat Desa Pasar Lama
PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DARI SERAI WANGI (CYMPBOPOGON NARDUS L.) SEBAGAI USAHA KREATIF MASYARAKAT DESA SIAMPORIK DOLOK
Meliza, Meliza;
Faridah Lubis, Nenni;
Mutiara, Mutiara;
Dongoran, Julpahmi
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Vol. 4 No. 2 Edisi Agustus 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37081/adam.v4i2.2202
Aromaterapi merupakan terapi menggunakan senyawa aroma atau volatile untuk mengobati, mengurangi, atau mencegah suatu penyakit, infeksi, dan kegelisahan. Lilin aromaterapi dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat dalam upaya peningkatan imun tubuh. Pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang terapi komplementer menggunakan lilin aromaterapi masih sedikit, sehingga perlu dilakukan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dengan penambahan minyak atsiri, salah satunya dengan minyak serai. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan pemanfaatan serai wangi (Cympogon Nardus) menjadi lilin aromaterapi sebagai usaha kreatif masyarakat desa Siamporik Dolok. Adapun metode yang digunakan dalam bentuk pelatihan dan edukasi kepada segenap masyarakat desa Siamporik Dolok. Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 32 orang. Untuk data dilakukan evaluasi kegiatan pembuatan produk lilin aromaterapi dari pemanfaatan serai wangi (Cympogon Nardus) yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil kegiatan pembuatan lilin aromaterapi dari serai wangi (Cympogon Nardus) dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respon yang baik sebagai peningkatan usaha kreatif masyarakat desa Siamporik Dolok. Melalui kegiatan ini, pengetahuan masyarakat semakin meningkat mengenai pemanfaatan serai wangi lilin (Cympogon Nardus) sebagai aromaterapi.
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Self Control untuk Mengurangi Perilaku Agresif Siswa
Mutiara, Mutiara;
Asbi, Asbi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i3.503
Agresif adalah suatu cara untuk melawan dengan sangat kuat, berkelahi, melukai, menyerang, membunuh, atau menghukum orang lain atau secara singkatnya agresif adalah tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain ataumerusak milik orang lain. Perilaku agresif merupakan bagian dari kenakalan remaja yang perlu ditekan dan kendalikan secara bersama, baik oleh orang tua, guru, remaja itu sendiri pemerintah maupun masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi perilaku agresif siswa kelas VIII SMP Tamora Tanjung Morawa. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan objek penelitian sebanyak 7 orang siswa. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan observasi, angket pemahaman dan wawancara yang sesuai dengan permasalahan self control untuk mengurangi perilaku agresif siswa. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan reduksi data, memaparkan data dan mengambil kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa bimbingan kelompok dapat mengurangi perilaku agresif siswa yang awalnya cukup tinggi dan cenderung menyakiti teman-temannya sekarang sudah mulai mampu mengendalikan diri dan tidak lagi menyakiti dan melukai teman di sekolah.
Cita rasa khas kopi Topidi melalui proses panen hingga metode pengolahan dry process dan full wash
Mutiara, Mutiara;
Rustam, Aswar;
Nurindah, Nurindah
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 1 (2023): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (420.456 KB)
|
DOI: 10.24252/filogeni.v3i1.20678
There are three types of coffee that are commonly cultivated, namely arabica coffee (Coffea arabica), robusta coffee (Coffea robusta), and liberica coffee (Coffea liberica). Topidi is one of the largest C. arabica and C. robusta producing areas in South Sulawesi. Topidi coffee is known for its distinctive taste. Coffee processing methods that are widely used by the community are the dry process and full wash methods. Based on the results of field work practices, it was found that the distinctive taste of Topidi coffee comes from the consistency of farmers to a good level of maturity at harvest to processing. Only superior coffee will be processed, as well as the selection of the dry method to produce coffee with a full body, a variety of fruity flavors, low bitter and sour taste, and low caffeine content and meet the value of coffee quality standards powder
Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas VII di SMP IT Nurul Fajar Desa Patumbak
Mutiara, Mutiara;
Naimi, Nadlah
Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56114/edu.v2i3.10673
This community service aims to enhance the understanding of 7th-grade students at Nurul Fajar Islamic Junior High School in Patumbak Village in the subject of Islamic Jurisprudence (Fiqih) through the application of the demonstration method. The demonstration method is employed as an interactive and participatory teaching approach to address students' difficulties in comprehending complex Fiqih concepts. Through this approach, we hope to achieve two main objectives: improving students' understanding of Fiqih teachings and motivating them to actively engage in the learning process. This research employs the qualitative Classroom Action Research method, utilizing data collection techniques such as research observation and interviews. This method involves Fiqih teachers who provide direct practical demonstrations related to challenging Fiqih concepts. Students actively participate in these demonstrations by asking questions and engaging in discussions. Additionally, the use of multimedia, such as visually-based presentations, supports the learning process. The results of this community service project indicate that the implementation of the demonstration method effectively enhances students' understanding of the Fiqih subject. Students demonstrate improvements in their grasp of Fiqih concepts and an increased motivation to learn. These findings are further supported by higher test scores and increased student participation in class discussions.
Edukasi Program Stimulasi Sosial dan Emosi Anak Usia Dini Terhadap Orangtua di TK Insan Cemerlang
Ansar, Wilda;
Jalal, Novita Maulidya;
Rifani, Rohma;
Mutiara, Mutiara;
Salinding, Novita
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 8 (2024): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/m62ha966
Anak usia dini belajar dan mengembangkan kemampuan sosial dan emosional melalui berbagai interaksi dengan orang lain dan lingkungan sekitar mereka. Tujuan penelitian ini adalah Untuk memberikan informasi mengenai tahapan perkembangan anak, stimulasi anak aspek pada aspek sosial dan emosi, serta memperkenalkan program stimulasi untuk mengembangkan aspek sosial dan emosi anak usia dini pada orangtua., Metode yang digunakan berupa pemberian psikoedukasi terkait stimulasi aspek perkembangan sosial dan emosi. Adapun hasil dari feedback terhadap responden disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman orangtua dalam melakukan stimulasi aspek sosial emosi pada anak usia dini. Hasil pengabdian ini diharpkan dapat menjadi sumber informasi mengenai pentingnya stimulasi melalui metode mendongeng dalam upaya stimulasi apek sosial dan emosi pada anak.
TNF-α and IL-10 as paracrine effect of encapsulated mesenchymal stem cells coating by platelet lysate
Sibuea, Christine Verawaty;
Sitanggang, Ervina Julien;
Simaremare, Ade Pryta;
Silaen, Rachel Teodora;
Kuara , Glenessa;
Samosir, Sarah Christina;
Ginting, Kharnis Marsha Madora;
Yana, Hiqmah Yusi;
Pratama, Gita;
Mutiara, Mutiara;
Angeline, Wiedya Kristianti
Science Midwifery Vol 11 No 6 (2024): February: Midwifery and Health Sciences
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35335/midwifery.v11i6.1427
Mesenchymal stem cells (MSCs) have been used as a cellular therapy for infectious and degenerative diseases due to their paracrine effect, immunomodulatory capability, high ability differentiation, and high plasticity. The paracrine effect of MSCs releases many growth factors and pro-inflammatory cytokines such as tumor necrosis factor-α (TNF-α) and interleukin-10 (IL-10), enabling them to modulate the immune system. Nevertheless, there are many obstacles to maintaining paracrine effects in cellular therapy due to a shortage of cellular retention. MSC encapsulation provides a favourable environment for the enhanced viability of MSCs. Platelet lysate is comprised of many growth factors that support the paracrine effect of mesenchymal stem cells (MSCs). In this study, MSCs were encapsulated within alginate, crosslinked using calcium chloride (CaCl2), and subsequently coated with platelet lysate. Encapsulated MSCs coated by platelet lysate were cultured for 21 days and analyzed for IL-10 and TNF-α levels. The findings of our study performed that TNF-α in encapsulated mesenchymal stem cells (MSCs) coated with platelet lysate increased until day 21. IL-10 was retained within the capsule and detected very in day 14. This study showed that encapsulated MSCs coated with platelet lysate affected paracrine effect TNF-α of MSC and retained IL-10 inside the capsule
Metode Dakwah Dalam Kajian Tematik Surat An-Nahl 125 (Perspektif Tafsir Al-Alusi Dan As-Sya’rawi)
Mutiara, Mutiara
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): March
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69693/ijim.v3i1.308
Beragamnya penafsiran dalam memaknai tahapan dakwah dalam Qs. An-Nahl 125 yang biasanya digunakan sebagai tolak ukur berdakwah menjadi perhatian yang manarik untuk dikaji para peneliti sebelumnya. Pada kesempatan kali ini, penulis menggunakan tafsir As-Alusi dan As-Sya’rawi sebagai sumber penelitian. Adapun tujuan penelitian ini adalah menelusuri penafsiran kedua mufassir tersebut terkait tahapan dakwah dalam surat An-Nahl 125. Penelitian ini termasuk library research dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data atau bahan-bahan yang berkaitan dengan tema pembahasan dan permasalahannya yang di ambil dari sumber-sumber kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dakwah yang terkandung dalam surat An-Nahl 125 berdasarkan perspektif As-Alusi ada 3 kondisi orang ketika didakwahi diantaranya kalangan terpelajar atau khawas (bil hikmah), orang awam (mauizah), dan orang yang keras kepala (mujadalah). Sedangkan As-Sya’rawi menafsirkan ayat tersebut lebih mengarahkannya kepada peran penda’i itu sendiri yakni (bil hikmah) keteladanan seorang pendai, (mauizah) etika yang harus diperhatikan, (mujadalah) adu argumentasi.
Peran Pesan Nonverbal Dalam Diplomasi Budaya Pada Era Jalur Rempah
Hariman, Hariman;
Mutiara, Mutiara;
Roberto, Roberto;
Paskah, Paskah;
Tobing, Melati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7488
Jalur Rempah merupakan salah satu jaringan perdagangan maritim terbesar yang tidak hanya memfasilitasi pertukaran komoditas, tetapi juga interaksi antar budaya. Pesan nonverbal, seperti simbol, gestur, dan artefak, memiliki peran penting dalam membangun diplomasi budaya pada era tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pesan nonverbal yang digunakan serta menganalisis perannya dalam memperkuat hubungan budaya dan perdagangan di sepanjang Jalur Rempah. Metode yang digunakan adalah analisis historis dan kualitatif berbasis literatur, dengan pendekatan teori komunikasi antar budaya dan analisis artefak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol pada barang dagangan, gestur dalam negosiasi, dan artefak budaya digunakan sebagai media komunikasi nonverbal yang efektif untuk menjembatani perbedaan bahasa dan budaya. Pesan nonverbal ini terbukti berkontribusi dalam menciptakan harmoni antar bangsa serta memperkuat hubungan diplomasi pada masa itu. Penelitian ini menunjukkan pentingnya komunikasi nonverbal dalam membangun hubungan multikultural, yang relevan dalam konteks diplomasi budaya saat ini.