p-Index From 2021 - 2026
26.737
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Prosiding Seminar Biologi Biomedical Journal of Indonesia Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Manuju : Malahayati Nursing Journal SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE Jurnal Kesehatan Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Jurnal Ners Jurnal Medika Hutama Science Midwifery Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia International Journal of Social Science and Religion (IJSSR) Journal of Holistic and Traditional Medicine (JHTM) MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin Jurnal Mata Optik Archives of The Medicine and Case Reports Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Community Medicine and Education Journal Interdisciplinary Social Studies juremi: jurnal riset ekonomi Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Suara Pengabdian 45 KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Tarumanagara Medical Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Literacy : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Jurnal Manajemen dan Bisnis Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Jurnal Indonesia Sosial Sains Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran Prominentia Medical Journal Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Kabar Masyarakat Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Journal of Educational Innovation and Public Health Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Jurnal Abdimas Indonesia Ebers Papyrus Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Compromise Journal : Community Proffesional Jurnal Kedokteran Meditek Medicor : Journal of Health Informatics and Health Policy Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Journal of Medicine and Health Cermin Dunia Kedokteran Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Jurnal Serina Abdimas KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Vaccination In The Fight Against Covid-19 As A State Defense Michelle Angelika S; Slamet Tri Wahyudi; Yohanes Firmansyah
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.137 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i02.89

Abstract

Since the end of 2019 the world has been shocked by the emergence of the COVID- 19 virus, which spreads very quickly. Starting from the country of origin, namely the People's Republic of China, until in early March, Indonesia announced two positive cases of COVID-19. The COVID-19 pandemic is a threat to the Indonesian state. Various efforts have been made by the government to prevent and control the spread of this virus, ranging from restricting activities, maintaining distance, using masks, washing hands to developing vaccines. This effort is being carried out by the government as a form of state defense in fighting COVID-19. This research proves that COVID-19 is a social disaster that afflicts all walks of life, one of the methods for overcoming the Covid-19 outbreak by involving itself in the vaccination program organized by the authorities as a form of state defense.
Contamination In Covid-19 Sample – The Iceberg Phenomenon and Pandora Box (Law and Sociology Perspective) Yohanes Firmansyah; Imam Haryanto
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 07 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.363 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i07.199

Abstract

Infeksi Covid-19 telah menyebabkan dampak yang sangat besar di seluruh aspek kehidupan manusia, terutama dalam tatanan sistem kesehatan. Salah satu metode deteksi Covid-19 yang dikenal sebagai alat diagnosis baku (golden standar) adalah pemeriksaan molekuler berbasis amplifikasi asam nukleat. Tetapi kenyataan dilapangan, metode pemeriksaan ini pun rentan untuk terjadi kontaminasi dan menyebabkan kesalahan interpretasi dan diagnosis, serta membawa dampak lanjutan dari segi medis hingga sosial. Jurnal ini membahas tentang laporan kasus terjadinya kesalahan diagnosis akibat kontaminasi pada pemeriksaan molekuler berbasis amplifikasi asam nukleat, serta pertanggungjawaban hukum dari kesalahan tersebut. Penelitian ini berupa laporan kasus dengan metode pendekatan yuridisnormatif dari berbagai sumber primer maupun sekunder. Kejadian kontaminasi pada pemeriksaan molekuler berbasis amplifikasi asam nukleat khususnya pada kasus Covid-19, bukan semata-mata kesalahan dari tenaga kesehatan, tetapi merupakan serangkaian dampak dari permasalahan regulasi rumah sakit, pemerintah, dan masyarakat. Disisi lain, pertanggungjawaban hukum akibat kesalahan dan kelalaian ini tidak dapat dihindari, oleh karena dampaknya yang cukup besar bagi masyarakat di kemudian hari. Infeksi covid-19 tidak hanya berhubungan erat dengan masalah medis. Tapi lebih jauh sangat berhubungan erat dengan masalah sosial dan hukum, serta hubungan sebab akibat antara berbagai faktor menyebabkan konsekuensi hukum dan sosial yang dapat menyerang siapapun yang terlibat, baik tenaga kesehatan, rumah sakit, pemerintah, hingga masyarakat
Laporan Kasus: Manajemen Anestesi Umum dengan Intubasi Nasotrakeal pada Fraktur Maxilla Dextra dan Fraktur Dentoalveolar Sarijuwita, Alicia; Yudihart, Subhan; Firmansyah, Yohanes
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24665

Abstract

ABSTRACT Maxillofacial trauma, particularly maxillary fractures, poses significant challenges in anesthetic management due to potential airway compromise, bleeding, and anatomical distortion. Adequate airway control is critical to ensure patient safety while allowing optimal surgical access during maxillofacial procedures. Nasotracheal intubation is commonly employed in such cases; however, its use requires careful evaluation to avoid complications, especially in patients with midface trauma. We report a case of a 17-year-old male patient who presented following a motorcycle traffic accident with complaints of facial pain, right periorbital swelling, epistaxis, and intraoral bleeding. Computed tomography imaging revealed a right maxillary fracture extending to the nasal bone accompanied by a dentoalveolar fracture. The patient was scheduled for open reduction and internal fixation (ORIF). General anesthesia was administered using nasotracheal intubation with controlled ventilation. Intraoperative monitoring demonstrated stable hemodynamic and respiratory parameters throughout the approximately two-hour surgical procedure, with no anesthetic-related complications observed. Maxillary fractures, particularly those involving the midfacial region, are associated with an increased risk of airway obstruction and bleeding, making airway management a major concern in anesthetic practice. Nasotracheal intubation provides unobstructed access to the oral cavity and is advantageous for maxillofacial surgery when contraindications such as skull base fractures are excluded. This case highlights the importance of comprehensive preoperative airway assessment, appropriate anesthetic planning, and close intraoperative monitoring to ensure safe perioperative management in patients with maxillofacial trauma. This case emphasizes that nasotracheal intubation under general anesthesia is a safe and effective airway management strategy in selected patients with maxillary and dentoalveolar fractures. Early assessment and multidisciplinary coordination play a vital role in optimizing perioperative outcomes and minimizing complications. Keywords: Maxillofacial Trauma, Maxillary Fracture, Dentoalveolar Fracture, Nasotracheal Intubation, Airway Management, General Anesthesia.   ABSTRAK Trauma maksilofasial, khususnya fraktur maksila, merupakan tantangan tersendiri dalam praktik anestesi karena berpotensi menyebabkan gangguan jalan napas, perdarahan, serta perubahan anatomi yang dapat menyulitkan pengelolaan jalan napas. Pengamanan jalan napas yang adekuat sangat krusial untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus memungkinkan akses bedah yang optimal selama prosedur maksilofasial. Kami melaporkan suatu kasus pasien laki-laki berusia 17 tahun yang datang pascakecelakaan lalu lintas sepeda motor dengan keluhan nyeri wajah, pembengkakan periorbital kanan, epistaksis, dan perdarahan intraoral. Evaluasi klinis dan pemeriksaan tomografi terkomputasi menunjukkan fraktur maksila dextra yang meluas hingga os nasal disertai fraktur dentoalveolar. Pasien direncanakan menjalani tindakan open reduction and internal fixation (ORIF) dan dilakukan anestesi umum dengan teknik intubasi nasotrakeal serta ventilasi terkontrol. Selama prosedur pembedahan yang berlangsung sekitar dua jam, parameter hemodinamik dan respirasi pasien terpantau stabil tanpa ditemukannya komplikasi terkait anestesi. Fraktur maksila, terutama yang melibatkan regio midfasial, memiliki risiko tinggi terhadap obstruksi jalan napas dan perdarahan, sehingga manajemen jalan napas menjadi aspek krusial dalam tatalaksana anestesi. Intubasi nasotrakeal memberikan keuntungan berupa akses bebas ke rongga mulut dan lapangan operasi yang lebih optimal, serta dapat digunakan secara aman apabila kontraindikasi seperti fraktur dasar tengkorak telah disingkirkan melalui evaluasi praoperatif yang menyeluruh. Kasus ini menegaskan pentingnya penilaian jalan napas yang komprehensif, perencanaan anestesi yang tepat, serta pemantauan intraoperatif yang ketat dalam menangani pasien dengan trauma maksilofasial. Dengan pendekatan tersebut, intubasi nasotrakeal pada anestesi umum dapat menjadi pilihan yang aman dan efektif pada pembedahan fraktur maksila dan dentoalveolar untuk mencapai luaran perioperatif yang optimal. Kata Kunci: Trauma Maksilofasial, Fraktur Maksila, Fraktur Dentoalveolar, Intubasi Nasotrakeal, Manajemen Jalan Napas, Anestesi Umum.
Laporan Kasus : Sindrom Aspirasi Mekonium Pada Neonatus Tamaro, Anggita; Firmansyah, Yohanes; Tunggadewi, Dian Emiria
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24424

Abstract

ABSTRACT Meconium Aspiration Syndrome (MAS) remains a significant cause of respiratory distress in term and post-term neonates, contributing to neonatal morbidity and mortality. The condition results from aspiration of meconium-stained amniotic fluid, leading to airway obstruction, inflammatory lung injury, surfactant inactivation, and impaired gas exchange. Differentiating MAS from other causes of early neonatal respiratory distress, particularly neonatal pneumonia and early-onset sepsis, remains clinically challenging. We report a case of a term female neonate born at 39 weeks of gestation via cesarean section, who developed respiratory distress immediately after birth following exposure to meconium-stained amniotic fluid. The infant presented with weak crying, central cyanosis, grunting, and subcostal retractions, requiring positive pressure ventilation and supplemental oxygen. Laboratory evaluation revealed leukocytosis without other significant hematologic abnormalities. Chest radiography demonstrated findings consistent with neonatal pneumonia. Supportive respiratory management and empiric antibiotic therapy were initiated while further evaluation for infection was conducted. Discussion: The clinical presentation, laboratory findings, and radiographic features supported the diagnosis of mild to moderate MAS, with neonatal pneumonia and early-onset sepsis considered as differential diagnoses. The case highlights the inflammatory pathophysiology of MAS and the overlap of clinical and radiological features with neonatal infection. Evidence from current literature emphasizes that supportive respiratory care remains the cornerstone of management, while the use of empiric antibiotics should be guided by serial clinical and laboratory assessment. Conclusion: This case underscores the importance of integrated clinical, laboratory, and radiological evaluation in the diagnosis and management of MAS. Early recognition and appropriate supportive care are essential to optimize neonatal outcomes and avoid unnecessary interventions. Keywords: Meconium Aspiration Syndrome, Neonatal Respiratory Distress, Meconium-Stained Amniotic Fluid, Neonatal Pneumonia, Term Neonate.  ABSTRAK Sindrom Aspirasi Mekonium (SAM) masih merupakan salah satu penyebab penting distres pernapasan pada neonatus cukup bulan dan post-term, serta berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas neonatal. Kondisi ini terjadi akibat aspirasi cairan ketuban bercampur mekonium yang menyebabkan obstruksi jalan napas, cedera paru akibat inflamasi, inaktivasi surfaktan, dan gangguan pertukaran gas. Secara klinis, membedakan SAM dari penyebab lain distres pernapasan neonatal dini, khususnya pneumonia neonatal dan sepsis onset dini, masih menjadi tantangan. Kami melaporkan suatu kasus neonatus perempuan cukup bulan, lahir pada usia kehamilan 39 minggu melalui seksio sesarea, yang mengalami distres pernapasan segera setelah lahir dengan riwayat paparan cairan ketuban bercampur mekonium. Bayi lahir dengan tangisan lemah, sianosis sentral, disertai grunting dan retraksi subkostal, sehingga memerlukan ventilasi tekanan positif dan suplementasi oksigen. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis tanpa kelainan hematologis bermakna lainnya. Pemeriksaan radiografi toraks memperlihatkan gambaran yang konsisten dengan pneumonia neonatal. Terapi suportif pernapasan serta antibiotik empiris diberikan sambil dilakukan evaluasi lanjutan terhadap kemungkinan infeksi. Gambaran klinis, hasil pemeriksaan laboratorium, dan temuan radiologis mendukung diagnosis MAS derajat ringan hingga sedang, dengan pneumonia neonatal dan sepsis onset dini sebagai diagnosis banding. Kasus ini menyoroti mekanisme patofisiologi inflamasi pada MAS serta adanya tumpang tindih manifestasi klinis dan radiologis dengan infeksi neonatal. Bukti dari literatur terkini menegaskan bahwa terapi suportif pernapasan merupakan pilar utama penatalaksanaan MAS, sedangkan pemberian antibiotik empiris sebaiknya dipertimbangkan berdasarkan evaluasi klinis dan pemeriksaan laboratorium serial. Kasus ini menegaskan pentingnya pendekatan terpadu melalui evaluasi klinis, laboratorium, dan radiologis dalam menegakkan diagnosis dan menentukan tatalaksana MAS. Pengenalan dini dan pemberian terapi suportif yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan luaran neonatal serta mencegah intervensi yang tidak diperlukan. Kata Kunci: Sindrom Aspirasi Mekonium, Distres Pernapasan Neonatal, Cairan Ketuban Bercampur Mekonium, Pneumonia Neonatal, Neonatus Cukup Bulan.
GAMBARAN KUANTITAS TIDUR PADA SISWA-SISWI DI SMA KATOLIK YOS SUDARSO BATAM Fidelis Samudra Kadang; Yohanes Firmansyah
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/zyz6pn17

Abstract

Tidur merupakan komponen vital bagi kesejahteraan dan fungsi fisiologis individu, khususnya pada remaja yang sedang berada dalam fase pertumbuhan aktif. Kuantitas tidur yang tidak mencukupi berpotensi menimbulkan gangguan kognitif, penurunan performa akademik, serta gangguan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kuantitas tidur siswa-siswi SMA Katolik Yos Sudarso Batam dan mengidentifikasi tingkat kecukupannya berdasarkan standar American Academy of Sleep Medicine. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang, yang melibatkan 192 responden dari kelas X dan XI melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kuantitas tidur berbasis daring yang mencakup parameter waktu mulai tidur, durasi tidur, waktu bangun, serta stabilitas waktu tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata durasi tidur siswa adalah 7,24 jam per hari. Sebanyak 90 siswa (46,9%) memiliki kuantitas tidur yang tergolong cukup (>7 jam), 64 siswa (33,3%) berada pada kategori sedang (6–7 jam), dan 38 siswa (19,8%) mengalami kekurangan tidur (<6 jam). Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa memiliki kuantitas tidur yang tergolong cukup, proporsi siswa dengan durasi tidur suboptimal masih cukup signifikan. Oleh karena itu, faktor-faktor penyebab kurangnya kuantitas tidur dikalangan remaja sekolah menengah perlu dieksplorasi lebih lanjut.
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER SLCQ-I PADA SISWA TINGKAT SMA/SEDERAJAT Rafif, Akhtar Nawfal; Firmansyah, Yohanes
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/4zbwgf55

Abstract

Seseorang membutuhkan kemampuan untuk berkonsentrasi dalam proses pembelajaran, sehingga penting untuk menjaga konsentrasi belajar tetap optimal agar mencapai hasil yang memuaskan selama proses belajar. Self-Learning Competency Questionnaire for Indonesian Students (SLCQ-I) merupakan instrumen yang dirancang untuk mengukur kompetensi belajar mandiri siswa, yang menjadi aspek penting dalam meningkatkan prestasi akademik dan kesiapan menghadapi tantangan di era pendidikan modern. Validitas kuesioner SLCQ-I perlu diuji pada siswa tingkat SMA/sederajat untuk memastikan bahwa instrumen tersebut mampu secara akurat dan konsisten mengukur keterampilan belajar mandiri yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik pada jenjang pendidikan tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian potong lintang cross sectional yang dilakukan di beberapa Siswa/i tingkat SMA/sederajat dengan media google form. Pengujuan statistik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan uji korelasi Pearson Product Moment dan pengujian reliabilitas menggunakan metode internal consistency. Hasil uji Pearson Product Moment menyatakan bahwa 19 item pertanyaan kuesioner SLCQ-I adalah valid (r-hitung > r- tabel) dan uji reliabilitas kuesioner dengan uji Cronbach’s Alpha adalah sebesar 0,911. Kesimpulan daripada penelitian ini adalah kuesioner SLCQ-I memenuhi syarat validitas dan reliabilitas sehingga dinyatakan handal
Co-Authors Adjie, Eko Kristanto Kunta Afladhanti, Putri Mahirah Agnes Marcella Agnes Marcella Agus Hadian Rahim Agustina Alda Clarissa Sunaryo Alexander Halim Santoso Alexander Halim Santoso Alfred Sutrisno Sim Alicia Herdiman Alicia Sarijuwita Alicia Sarijuwita Alicia Sarijuwita Alicia Sarjuwita Alicia Sarjuwita Alifia, Tosya Putri Alvianto, Fidelia Amanda, Shelma Tria Amelia Setiawati Soebyanto Amelia, Devi Astri Rivera Amimah, Ranindita Maulya Ismah Andi Eka Putra Andi Eka Putra Andria Priyana Andriana Kumala Dewi Angelika S, Michelle Angelika, Michelle Anggita Tamaro Anggraeni, Natasha Anna Maria Tri Anggraini Annisa Kharenina Augustine Aribowo, Aretha Sarah Atzmardina, Zita Averina, Friliesa Badruddin, Gabriella Hafidha Bambang, Kresna Baroto, Radian Tunjung Bayu Aditya Belinda Junitia Biromo, Anastasia Ratnawati Brahmana, Ririn Efranisa Sembiring Bruce Edbert Bryan Anna Wijaya Buntara, Ivan Bustam, Steve Geraldo Catharina Sagita Moniaga Catherine Christiana Pranata Cendi, Sylvia Chalishah Shifa Martiana Chandra, Cindy Christella Charissa, Olivia Charity Harlim Chau, Welhan Chesia Angelina Christian, Farell Christiani, Lidya Chua, Jimmy Clarissa Hartawan Clarissa Sunaryo , Alda Daniel Goh Daniel Ruslim Darren Gosal Darren Gosal Darren Gosal Darren Gosal Dean Ascha Wijaya Dean Ascha Wijaya Dean Ascha Wijaya Destra, Edwin Dewi, Andriana Kumala Dewi, Andriana Kumawa Dian Emiria Tunggadewi Dinali, Diana Dinata, Freddy Donatila Mano S Donatila Mano S Drew, Clement Dzakwan, Muhammad Fikri Edbert, Bruce Edwin DESTRA Edwin Destra Edwin Destra Edwin Destra Edwin Destra Edwin Destra Edwin Destra Edwin Destra Eko Kristanto Kunta Adjie Elfrida Ratnawati Elizabeth, Jessica Emilda, Emilda Erdiana, Grace Eric Hartono Ernawati Ernawati . Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Su Fadhila, Arni Ismi Fajarivaldi, Kresna Bambang Farell Christian Gunaidi Febriastuti, Abebi Fendy Wellen Fernando Nathaniel Fernando Nathaniel Fernando Nathaniel Fidelia Alvianto Fidelis Samudra Kadang Fiona Valencia Setiawan Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani R Dewi Fransisco, Melkior Michael Friliesa Averina Frisca Frisca Frisca Frisca Gabriella Hafidha Badruddin Gaofman, Brian Albert Geoffrey Christian Lo Ghina, Andini Gilda, Gilda Ginting, Desi Natalia Giovanno Sebastian Yogie Giovanno Sebastian Yogie Goh, Daniel Gosal, Darren GRACE SHALMONT, GRACE Gracieene Gracienne Gracienne Gracienne Gracienne Gracienne, Gracienne Gunaidi, Farell Christian Gunawan Widjaja Halim Santoso Halim Santoso, Alexander Hamzah Hamzah Handar Subhandi Bakhtiar Handayanti, Luthfi Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hans Sugiarto Hardjanto, Kevin Shen Angga Hari Sutanto, Hari Hariesti, Ribka Anggeline Harjono, Johan Lucas Hartono, Vincent Aditya Budi Haryanto, Imam Hawari, Irawati Heiddy Chandra Sumampouw Heiddy Chandra Sumampouw Hendry Agustian Hendry Agustian Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun, Hendsun Herdiman, Alicia Hernani, Anggit Hidayat, Fadil Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imam Hartanto Imam Haryanto Irawaty Hawari Irawaty Hawari Irene Dorthy Santoso Irene Setiawan Jap, Ayleen Nathalie Jasmine Syabania Noviantri Jasmine Syabania Noviantri Jaya, I Made Satya Pramana Jeffrey ., Jeffrey Jeffry Luwito Jeffry Luwito Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Nadia Dinda Jimmy Chua Joshua Kurniawan Joshua Kurniawan Joshua Kurniawan Junius Kurniawan Juvenius Martin Kartika, Ronald Kartika, Ronald Winardi Kasvana Kasvana Kharenina Augustine, Annisa Khoto, Anthon Eka Prayoga Kosasih, Robert Kurniawan, Joshua Kurniawan, Junius Kusrini, Henni Lidya Christiani Lie, Jason Gunawan Liesia Asiku Linda Yulianti W Lo, Geoffrey Christian Lontoh, Susi Olivia Lontoh, Susy Olivia Louise Audrey Lumintang, Valentino Gilbert Mahaputera, Pramadio Mandalika, Astin Mano S, Donatila Marendra Shinery Kartolo Margaretha Pramesti Utar Martin, Alfianto Maryani, Luh Putu Endyah Santi Mashadi, Fladys Jashinta Melian Anita Meliyana Meliyana, Meliyana Michael Michael Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Moniaga, Catharina Sagita Muhamad Rizki Nanda F Muhammad Ali Hanafiah Selian Murni L Naibaho Murni L Naibaho Muslichah Muslichah Nancy Suwarna Nanda Lessi Hafni Eka Putri Natasha Anggraeni Natasha Fiorentina Kusumawati Nathaniel, Fernandho Nathaniel, Fernando Nicholas Setia Nicole Nastassja Kurniawan Nimas Berlian Betta Chantika Noer Saelan Tadjudin Noer Saelan Tadjudin Noer Saelan Tadjudin Normala, Ajeng Novendy, Novendy Novia, Elizabeth Olivia Paulus Pasuarja Jeranding Ezra Pasuarja Jeranding Ezra Pati, Vanessa Irenea Peter Ian Limas Pratomo, Farhan Prawiro, Evy Luciana Pujiono, Sheryn Purnomo, Yonathan Adi Purwadhi Purwadhi Putra, Muhammad Dzakwan Dwi Putri Bennya Aisyah Putri Mahirah Afladhanti R Dewi, Fransisca Iriani Rafif, Akhtar Nawfal Raharjo, Budiarjo Notonagoro Ramadhanty, Prajnya Kamila Ranonto, Steve Vallery Ravenska Theodora Ravenska Theodora Rayhan, Naufal Refael Alfa Budiman Rendy Singgih Rendy Singgih Ribka Anggeline Hariesti Robert Kosasih Rudi Rudi Ruslim, Welly Hartono S, Michelle Angelika S., Michelle Angelika Samara, Trisha Samuel Halim Santoso, alex Santoso, Alexander Santoso, Alexander Halim Saputra, Rio Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sari, Anna Rahmania Sarijuwita, Alicia Satyanagara, William Gilbert Satyanegara, William Gilbert Satyo, Yovian Timothy Septrisya, Shiera Setia, Nicholas Setiawan, Fiona Valencia Setiawan, Hardianto Setiyati, Pinka Nurashri Setyati, Pinka Nurashri Shafira, Ellyta Shirly Gunawan Singgih, Rendy Sitorus, Ribkha Anggeline Hariesti Siufui Hendrawan Sjaiful Bachri Slamet Tri Wahyudi Soebrata, Linginda Soni, Yulfitra St. Laksanto Utomo Stanislas Kotska Marvel Mayello Teguh Stanley Surya Cahyadi Stefanus Gardino Stefanus Gardino Setyo D Stephanie Amadea Su, Ernawati Sugiarto, Hans Sugiharto, Hans Sugiharto, Sony Sukmawati Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sung Chian Suros, Angel Sharon Susy Olivia Lontoh Sutedja, Gina Triana Sutjipto, Fiolita Indranita Syachputri, Rifi Nathaznya Syarifah, Andini Ghina Sylvana, Yana Tamaro, Anggita Tambunan, Nicholas Albert Tan, Sukmawati T Tan, Sukmawati Tansil Teguh, Stanislas Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello Tenty, Tenty Tiffany Valeri Alexandra Triyana Sari Tubagus Andri Purnama Tubagus Andri Purnama Valentino Gilbert Lumintang Valeria Saputra Velika Elaine Kangnata Vincent Aditya Budi Hartono Vini Claudya Agustine Rajagukguk Vini Claudya Agustine Rajagukguk W., Linda Julianti Warsito, Jonathan Hadi Wellen, Fendy Welly Hartono Ruslim Widjaya, Inge Friska Wijaya, Bryan Wijaya, Bryan Anna Wijaya, Christian Wijaya, Dean Ascha Wijaya, Hanna Wijayadi, Linda Julianti William Gilbert Satyanegara William Gilbert Setyanegara William Gilbert Setyanegara Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yogie, Giovanno Sebastian Yudhitiara, Novia yudihart, Subhan Yurike Indah Pratiwi Yurike Indah Pratiwi