Articles
KONSEP INTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Moh. Hifzul Muiz;
Uus Ruswandi;
Bambang Samsul Arifin
Cross-border Vol. 4 No. 2 (2021): Cross-border
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indeed, Islamic religious education has a very important role in shaping the character and behavior of students. Because Islamic education has an important function (necessary function) to actualize Islamic values in changing attitudes and behavior of students' lives that are currently happening. If studied more deeply, it was found that Islamic religious education at all levels of education has not shown a significant success in terms of inculcating attitudes and behavior in building the morals and ethics of students. This becomes a big question mark, which must be analyzed as soon as the main cause of all this. Thus, this paper will examine how the concept of integrating Islamic values is appropriate in learning Islamic religious education.
Landasan Teori Pendidikan Karakter
Najili, Hakin;
Juhana, Hendri;
Hasanah, Aan;
Arifin, Bambang Samsul
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (663.254 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i7.675
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kajian terkait landasan teori pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka (library research). Hasil kajian menunjukan bahwa kemunculan gagasan “pendidikan karakter “(character building) terjadi karena masalah-masalah yang terjadi seperti kekerasan, korupsi, manipulasi, praktek-praktek kebohongan dalam dunia pendidikan mulai dari menyontek dalam ujian sampai plagiat dan masalah-masalah karakter lainnya. Walaupun sudah terlambat dalam menerapkan pendidikan karakter di sekolah, masih banyak generasi kita yakni para peserta didik yang duduk dibangku sekolah dan butuh pendidikan karakter agar di masa depannya menjadi orang yang tidak hanya cerdas secara intelektual tapi juga memiliki karakter. Pendidikan juga untuk membangun budi pekerti dan sopan santun dalam kehidupan. Pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah sebagai alternatif dengan formula 4M (mengetahui, mencintai, menginginkan dan mengerjakan), juga dengan metode pembiasaan. Selain itu melalui metode mengajarkan, keteladanan, menentukan prioritas dan praksis prioritas.
Pengembangan Model Evaluasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran di Sekolah
Mayasari, Annisa;
Sopian, Asep;
Ridwan, Wawan;
Hasanah, Aan;
Arifin, Bambang Samsul
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (661.725 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i7.676
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan model evaluasi pendidikan karakter dalam pembelajaran di sekolah ditinjau dari sifat siswa dan teknik evaluasi pembelajaran. Fokus penelitian ini mengenai implementasi dan efektivitas penggunaan model pendidikan karakter di sekolah. Selain itu, pembahasan akan dijabarkan melalui skala efektivitas, persepsi staf, inventarisasi masalah sekolah, evaluasi oleh masyarakat umum, inventarisasi perilaku siswa, portofolio siswa, penilaian pandangan siswa, dan polling pendapat orang tua siswa. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka dan observasi online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan model evaluasi pendidikan karakter dalam pembelajaran di sekolah berjalan efektif dan dapat diterima oleh siswa di sekolah, dengan demikian pengembangan model evaluasi pendidikan karakter dalam pembelajaran di sekolah dapat digunakan sebagai model pendidikan di sekolah.
Pengembangan Model Pengelolaan Pendidikan Karakter di Sekolah: Haruskah Belajar dari Jepang?
Raup, Abdul;
Rosanti, Atik;
Kardi, Kardi;
Hasanah, Aan;
Arifin, Bambang Samsul
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.855 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i9.915
Penelitian ini membahas terkait dengan pengembangan model pengelolaan pendidikan karakter di Sekolah. Melalui telaah pemahaman secara tekstual dan kontekstual. Permasalahan yang ada dijawab melalui penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada era globalisasi sekarang ini lemahnya karakter bangsa dirasakan pada tata kehidupan masyarakat yang berubah. Sikap individualisme yang semakin marak menyebabkan berkurangnya rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar karena lebih mementingkan kepentingan pribadi. Sikap tersebut tentunya sangat bertentangan dengan budaya di Indonesia, yang selalu menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Bentuk lain dari rusaknya karakter bangs akita adalah menjamurnya sikap Hedonisme. Sikap ini mendorong seseorang melakukan kegiatan yang menghabiskan uang dan waktu untuk berfoya-foya. Dampak serius dari globalisasi lainnya adalah Sekularisme karena memisahkan urusan dunia dengan agama, masyarakat menganggap bahwa urusan agama sebagai ritual yang bertentangan dengan kesenangan dunia. Selanjutnya adalah konsumerisme yakni menggunakan uang demi membeli barang yang tidak diperlukan. Semua ekses negatif tersebut harus diatasi dengan sungguh-sungguh agar masyarakat memiliki kesungguhan dalam menumbuhkembangkan karakter dan budaya asli Indonesia. Guna mendapatkan model-model penanaman nilai karakter, kita perlu belajar dari bangsa-bangsa yang telah berhasil membangun karakter yang kuat. Satu di antaranya adalah Bangsa Jepang.
Nawa Cita Sebagai Core Value Pendidikan Karakter Berbasis Budaya
Supriyadi, Asep;
Ningsih, Indah Wahyu;
Alawi, Dindin;
Hasanah, Aan;
Arifin, Bambang Samsul
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.345 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i9.916
Penelitian ini membahas terkait dengan nawa cita sebagai core value pendidikan karakter berbasis budaya. Melalui telaah pemahaman secara tekstual dan kontekstual. Permasalahan yang ada dijawab melalui penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada praktiknya di sekolah, nawa cita diimplementasikan dengan penguatan pendidikan karakter (PPK) dengan adanya perpres no 87 tahun 2017 dan permendikbud no 20 tahun 2018. Secara Implementasi PPK di sekolah menunjukan variasi yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan kearifan lokal satuan pendidikan di sekolah. Kehadiran nawa cita sebagai core value dari kebijakan pemerintah diadaptasikan dengan budaya lokal di lingkungan dimana penguatan pendidikan karakter diterapkan. Kebijakan ini menjadi core value dari kebijakan pemerintah yang dilaksanakan secara struktural untuk mewujudkan pembudayaan pada tri pusat pendidikan: Keluarga, Sekolah dan masyarakat.
Proyeksi dan Kritik terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar, Menengah dan Perguruan Tinggi
Sopian, Asep;
Najili, Hakin;
Arifin, Bambang Samsul;
Ruswandi, Uus
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (242.302 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i11.1199
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kajian terkait fenomena pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah tingkat dasar, menengah dan perguruan tinggi umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Hasil kajian menunjukan bahwa Pendidikan agama Islam memiliki peran yang sangat penting sebagai pelaksanaan amanat Undang-Undang Nasional nomor 20 tahun 2003. Fenomena hasil pendidikan agama Islam yang terjadi dalam lembaga pendidikan tingkat dasar, menengah dan tinggi sehingga menemukan beberapa permasalahan dan problematika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat serta respon masyarakat terhadap hasil pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi. Dengan adanya fenomena terjadi di masyarakat lembaga-lembaga pendidikan perlu meninjau ulang model pembelajaran agama Islam yang lebih inovatif dan kreatif sehingga bisa diterima di tengah-tengah masyarakat.
Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Dasar dan Menengah
Irawati, Dini;
Anwar, Andi Saefulloh;
Ruswandi, Uus;
Arifin, Bambang Samsul
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.35 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i12.1279
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh sekolah dalam menghasilkan pembelajaran PAI yang bermutu. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan problematika pembelajaran pendidikan agama Islam dan solusi pemecahan permasalahan pembelajaran agama Islam yang ada di SMPN 47 dan 67 Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa problem yang dihadapi dalam pengajaran bidang studi pendidikan agama Islam di SMPN 47 dan 67 yakni siswa banyak yang belum bisa membaca dan menulis Al-Quran dengan baik, sehingga kemampuan siswa dalam memahami pendidikan agama Islam kurang, siswa yang belum siap mendukung dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, kemampuan guru PAI dalam hal pengelolaan pembelajaran dan pengenalan karakteristik peserta didik masih rendah. Solusi terhadap permasalahan yang dilakukan di SMPN 47 dan 67 Kota Bandung yaitu memotivasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, memberikan bimbingan khusus membaca alquran dengan metode iqro di sela-sela pembelajaran, metode tutor sebaya, melakukan pembiasaan membaca alquran sebelum memulai pembelajaran. Selain itu juga dari faktor pendidik secara intensif guru melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kemampuan pedagogik khususnya dalam mengelola pembelajaran.
Eksistensi dan Urgensi Kurikulum Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum
Juhana, Hendri;
Yamin, Mohammad;
Arifin, Bambang Samsul;
Ruswandi, Uus
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.28 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i12.1290
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana eksistensi dan urgensi kurikulum pembelajaran Pendidikan Agama Islam diPerguruan Tinggi Umum menghadapi era modern saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan adanya upaya pengembangan dan penerapan pembelajaran PAI di PTU sebagai mata kuliah terapan yang mana Dosen PAI lebih ditekankan harapan kepada mahasiswa supaya mampu dan konsisten dalam pengimplementasian nilai-nilai ajaran Islam baik ajaran Ibadah maupun ajaran moral yang ditujukan untuk mencari keridhoan Allah SWT. Pola internalisasi nilai-nilai kurikulum PAI berkorelasi dengan pembentukan karakter mahasiswa moderat. Konten kurikulum menjelaskan metodologi memahami Islam, ijtihad sebagai proses pengembangan hukum Islam, ragam persoalan khilafiyah dalam Islam, konsep akhlak dan pengaplikasiannya dalam berperilaku, konsep dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar dalam Islam, konsep jihad dalam Islam dan perwujudannya. Terkait eksistensi, Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi umum sejak era reformasi hingga saat ini telah mengalami perubahan sebanyak tiga kali. Kurikulum PAI Tahun 2000 merupakan kelanjutan dari paradigma kurikulum era Orde Baru, yang berorientasi murni pada akidah, syariah, dan akhlak. Adapun Kurikulum PAI Tahun 2002 mengindikasikan pergeseran paradigma dan perubahan materi secara radikal di mana agama diletakkan dalam konteks realitas yang selalu dinamis. Sedangkan Kurikulum PAI Tahun 2013 itu lebih menonjolkan pendekatan pembelajaran berbasis proses keilmuan dan aktivitas.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN PAI DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Rifqi Rohmatulloh;
Bambang Samsul Arifin
Al-Mubin Jurnal Ilmiah Islam
Publisher : Department of Research and Community Service at the Ummul Quro Al-Islami Bogor Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51192/almubin.v6i01.431
The Islamic religion is required to produce good ethical behavior for students, and educators are also required to organize students cognitively and effectively to prevent the transfer of knowledge outside the corridors of students and religion. This is proposed as a research problem to be applied in learning activities. The purpose of this study was to find out the various approaches from the perspective of educational psychology, approaches that are generally carried out and applied by educators, to generalize effective approaches to the educational process which in this case boils down to Islamic religious education. Educators, of course, in this case, get a value that is worth worship to be accountable for it apart from horizontally, namely vertically to Allah SWT. So that the learning approach to religious education, especially the Islamic religion, is felt to be very effective and efficient, namely the religious approach, because educators need and must master religious teachings through religious corridors. Islam prioritizes freedom of thought to obtain the widest possible knowledge with Islamic principles themselves so that minor corrections are made in learning
MENCIPTAKAN LINGKUNGAN PEMBELAJARAN PAI YANG EFEKTIF
Muhammad Heri Numaeri;
Bambang Samsul Arifin
Al-Mubin Jurnal Ilmiah Islam
Publisher : Department of Research and Community Service at the Ummul Quro Al-Islami Bogor Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51192/almubin.v6i01.432
Learning strives for students to transform behavior that is not stagnant, this can be seen in changes in students who show a better and positive direction, by Islamic religious teachings to produce good ethical behavior for students. This research is philosophical or literature-based research that is descriptive and analytic, to generalize an effective learning environment in this case leading to Islamic religious education. The learning environment greatly influences the effectiveness of the transformation of knowledge from educators to students, because it contains adequate or inadequate facilities and infrastructure to support the learning process. In Islamic religious learning, educators must correlate and pay attention to the backgrounds of students both in cognition, affection, and the cultures possessed by students, to prevent things that are not coherent with the established national education standards, due to the differentiation of means infrastructure and the number of student ratios, of course, greatly affect the conclusions about the quality produced by students