p-Index From 2021 - 2026
23.302
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Manuju : Malahayati Nursing Journal SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Science Midwifery Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Tambusai MAHESA : Malahayati Health Student Journal Archives of The Medicine and Case Reports Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Community Medicine and Education Journal Journal Of Human And Education (JAHE) Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Suara Pengabdian 45 NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Tarumanagara Medical Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Amanah Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Jurnal Keperawatan Bunda Delima Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Jurnal Pengabdian West Science Jurnal Abdimas Indonesia Ebers Papyrus Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Journal of Community Service and Society Empowerment Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Jurnal Pengabdian Sosial Compromise Journal : Community Proffesional Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Health Community Service Gotong Royong Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian Kepada Masyarakat Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat ALMURTADO: Journal of Social Innovation and Community Service Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Kusuma : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Serina Abdimas
Claim Missing Document
Check
Articles

KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM RANGKA EDUKASI DAN SKRINING OBESITAS, DIABETES MELLITUS TIPE II, DAN HIPERURISEMIA PADA MASYARAKAT DI COMMUNITY CENTER RW 08, CIPONDOH TANGERANG METABOLIK PADA LANJUT USIA Santoso, Alexander Halim; Setia, Nicholas; Jaya, I Made Satya Pramana; Setiawan, Fiona Valencia; Fransisco, Melkior Michael
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29756

Abstract

Obesitas, Diabetes Mellitus tipe 2 (DM II), dan hiperurisemia merupakan penyakit tidak menular yang umum dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan secara global. Obesitas dapat diukur menggunakan indeks massa tubuh (BMI) dan persentase lemak tubuh, dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. DM II ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang berhubungan erat dengan gaya hidup tidak sehat dan obesitas, serta memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia. Hiperurisemia, yang disebabkan oleh kadar asam urat tinggi, terkait dengan konsumsi makanan tinggi purin dan dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan disfungsi ginjal. Kegiatan pengabdian masyarakat di Community Center RW 08, Cipondoh, Tangerang menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA) untuk edukasi dan skrining kesehatan. Hasil skrining menunjukkan prevalensi obesitas sebesar 61%, diabetes 9%, dan hiperurisemia 4% di antara 100 peserta. Program ini menekankan pentingnya edukasi dan skrining kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, deteksi dini, dan pengelolaan efektif kondisi ini. Inisiatif ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan dengan menyediakan layanan kesehatan yang sesuai budaya dan mempromosikan perubahan perilaku positif.
PENAPISAN ANEMIA PADA GURU DAN KARYAWAN SMA SANTO YOSEPH CAKUNG JAKARTA TIMUR Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Kasvana, Kasvana; Enike, Syilvia Cendy; Destra, Edwin; Gunaidi, Farell Christian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37653

Abstract

Anemia adalah masalah kesehatan global yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin atau hematokrit, yang dapat mengganggu kemampuan darah mengangkut oksigen dan nutrisi. Kondisi ini berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup individu, khususnya pada populasi pekerja. Di lingkungan kerja, anemia dapat menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, dan mengganggu efektivitas kerja. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining anemia pada guru dan karyawan SMA Santo Yoseph Cakung Jakarta Timur. Kegiatan ini disusun menggunakan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA). Pengukuran hemoglobin dilakukan dengan alat POCT. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 1 orang (1,45%) mengalami anemia sangat berat, 2 orang (2,9%) mengalami anemia berat, 8 orang (11,59%) mengalami anemia sedang, 33 orang (47,83%) mengalami anemia ringan, dan 25 orang (36,23%) normal. Asupan nutrisi yang cukup, terutama zat besi, vitamin B12, dan folat, serta pengendalian faktor risiko seperti kebiasaan makan dan pola hidup sehat sangat penting untuk mencegah anemia. Pengukuran kadar hemoglobin secara rutin efektif untuk deteksi dini terjadinya anemia, sehingga memungkinkan intervensi yang cepat. Hal ini dapat mengurangi risiko komplikasi anemia serta meningkatkan kesejahteraan guru dan karyawan secara keseluruhan.
Ketogenic Keys to Body Composition: Nutritional Insights and Comparative Dietary Effects Kelnia Mellenia; Santoso, Alexander Halim
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 8 No. 6 (2024): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v8i6.1012

Abstract

Background: The ketogenic diet, characterized by high fat, low carbohydrate intake, has garnered significant interest for its impact on body composition. Despite its popularity, the mechanisms and long-term effects of the diet remain subjects of ongoing research and debate within the medical and nutritional science communities. Methods: This review systematically examines peer-reviewed clinical trials, observational studies, and comparative analyses conducted from 2004 to 2024. Studies were selected based on their relevance to the ketogenic diet's effects on body composition, adherence to rigorous methodological standards, and the provision of clear outcome measures related to fat mass, lean muscle mass, and overall weight changes. Results: The review synthesizes findings to elucidate the diet's mechanisms, effects, and comparative performance against other dietary interventions. The ketogenic diet induces metabolic adaptations conducive to fat loss while potentially preserving lean muscle mass, mediated through ketosis and associated hormonal shifts. Comparative analyses suggest that the ketogenic diet may offer distinct advantages in fat reduction compared to low-fat and Mediterranean diets, attributed to its profound effects on metabolic pathways and satiety regulation. However, individual responses vary significantly, influenced by factors such as exercise, diet duration, macronutrient composition, and genetic predispositions. Conclusion: The ketogenic diet emerges as a potent intervention for altering body composition, particularly effective in reducing fat mass. Its unique metabolic and hormonal effects distinguish it from other dietary approaches. Nevertheless, considerations regarding the diet's long-term sustainability, potential risks, and individual variability underscore the need for personalized dietary planning and further research.
The Role of Subcutaneous Fat Composition on Blood Pressure: A Study on Students Aged 15-18 at Kalam Kudus II Senior High School Jakarta, Indonesia Marendra Shinery Kartolo; Santoso, Alexander Halim; Yohanes Firmansyah
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 8 No. 7 (2024): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v8i7.1031

Abstract

Background: Hypertension is one of the leading causes of death worldwide. There was an increase in the prevalence of hypertension in children and adolescents ≤19 years of age from 2000 to 2015. Body mass index (BMI) and subcutaneous fat distribution are linked to blood pressure variations. Methods: The cross-sectional study was carried out at Kalam Kudus II Senior High School Jakarta from June – August 2023. The inclusion criteria in this study included students of Kalam Kudus II Senior High School Jakarta, aged 15-18 years, registered as active students at the time the study was conducted, physically and spiritually healthy, and willing to participate in the study. The exclusion criteria for this study include students who refused participation, did not obtain permission from their parents, or students with medical disorders that affect anthropometric results and blood pressure. Data was taken from direct measurement and performed multivariate testing using the double linear regression test enter method in SPSS. The statistical significance is 0.05. Results: An analysis of 102 students found that only BMI had a significant relationship with systolic blood pressure, and no anthropometric variable had a meaningful relationship with diastolic pressure. Conclusion: There are many ways and factors for measuring body composition. It is important to test the body composition and BMI of adolescents to reduce the risk of hypertension later in the day.
EDUKASI DAN PELAYANAN PENGUKURAN TINGGI BADAN GUNA DETEKSI AWAL STUNTING PADA BAYI DAN ANAK DI RW 08 KELURAHAN TOMANG JAKARTA BARAT Santoso, Alexander Halim; Gaofman, Brian Albert; Dwicahyani, Julia Rahma; Amimah, Ranindita Maulya Ismah
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.23851

Abstract

Stunting, or linear growth delay, is a global health problem. The prevalence of stunting in West Jakarta is 6.3%, while in Grogol Petamburan District, it is reported at 6.6%. Anthropometry is a measurement method used to assess the size, proportions and composition of the human body. The results of anthropometric measurements can be used to assess the nutritional status and growth trends of infants and children. This service activity is aimed at knowing the stature status of babies and children in RW 08 so that preventive measures can be taken against stunting. Implementation Method. The activity was carried out on Thursday, October 27 2022 offline at Posyandu RW 08, and was attended by 33 infants and children. The score from filling out the pre-test questionnaire obtained a low score: 29% less, sufficient: 47% and good, 24%. The score for filling out the post-test questionnaire, less than 18%, 59%, and a good 23%. The measurement results showed that 81.8% had normal stature, but 9.1% had short to very short stature. Conclusions and recommendations. Providing stunting education has succeeded in increasing the knowledge level of mothers. The results of the measurements show that the stature of infants and children is normal, but further efforts need to be made in the form of education and periodic measurements to reduce the number of stunted infants and children in RW 08 Kelurahan Tomang, West Jakarta. Stunting, atau keterlambatan pertumbuhan linier, merupakan salah satu masalah kesehatan global. Prevalensi stunting di Jakarta Barat adalah 6,3%, sedangkan di Kecamatan Grogol Petamburan, dilaporkan 6,6%. Antropometri adalah metode pengukuran yang digunakan untuk menilai ukuran, proporsi dan komposisi tubuh manusia. Hasil pengukuran antropometri dapat digunakan untuk menilai status gizi dan tren pertumbuhan bayi dan anak. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk mengetahui status perawakan bayi dan anak di RW 08 sehingga dapat dilakukan tindakan-tindakan preventif terhadap stunting. Metode Pelaksanaan. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Oktober 2022 secara luring di Posyandu RW 08, dan diikuti oleh 33 orang bayi dan anak. Skor hasil pengisian kuesioner pre-test didapatkan skor kurang: 29% kurang, cukup: 47% dan baik, 24%. Skor hasil pengisian kuesioner post-test, kurang 18%, cukup 59%, Baik 23%. Hasil pengukuran didapatkan 81,8% berperawakan normal, namun ada 9,1% berperawakan pendek hingga sangat pendek. Kesimpulan dan Saran. Pemberian edukasi stunting berhasil meningkatkan tingkat pengetahuan para ibu. Hasil pengukuran menunjukkan perawakan bayi dan anak dalam status normal, namun perlu dilakukan upaya lanjutan berupa edukasi dan pengukuran secara berkala untuk menurunkan jumlah bayi dan anak yang stunting di RW 08 Kelurahan Tomang Jakarta Barat.
SKRINING ASAM URAT PADA ORANG DEWASA DI KELURAHAN TOMANG Limanan, David; Rumawas, Marcella E; Santoso, Alexander Halim; Edbert, Bruce; Shafira Putri, Nawaika; Darma, Timothy Halomoan
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i2.29265

Abstract

One of the non-communicable diseases that is of concern to the public is gout. Gout is a disease caused by the accumulation of urate crystals in tissues, especially joint areas due to chronic hyperuricemia. Without proper treatment, hyperuricemia can develop into chronic gout, the formation of tophus, severe kidney function disorders, and result in decreased quality of life. The aim of this activity is to check uric acid levels in the adult group, so that early intervention and prevention of hyperuricemia can occur and prevent gout. The activity began with a coordination meeting with community service partners, and it was agreed that PKM activities carried out on October 14, 2023, at 08.00-14.00 WIB. PKM activities begin with registration, then filling in personal data, then checking uric acid levels, and finally consulting with a team of doctors. The PKM activity was attended by 90 participants, consisting of 20 female participants (22%) and 70 male participants (78%) with the largest group aged 20 to 29 years, namely 28 participants (31%). The number of respondents who had experienced gout disorders was 7 participants (8%), while those who had no history of gout disorders were 83 participants (92%). The results of checking uric acid levels showed that 2 participants had low uric acid levels (2%), 76 participants (85%) had normal uric acid levels, and 12 participants (13%) had high uric acid levels. There are still quite a lot of participants who experience high uric acid levels, so education and routine uric acid checks are needed.
PENCEGAHAN HIPERURESEMIA DAN OBESITAS MELALUI SKRINING KADAR ASAM URAT DAN STATUS GIZI PADA DEWASA USIA PRODUKTIF DI JAKARTA BARAT Santoso, Alexander Halim; Gunawan, Shirly; Lo, Geoffrey Christian; Pramana Jaya, I Made Satya; Lumintang, Valentino Gilbert
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i2.29277

Abstract

Hyperuricemia is a pathophysiological condition associated with chronic inflammatory diseases such as rheumatoid arthritis, diabetes, and cardiovascular and renal diseases. Hyperuricemia is related to lifestyle. Elevated serum uric acid levels can be a marker for metabolic syndrome which generally occurs in adults. So far it is not known what the prevalence of hyperuremia and obesity is among members of the Kodim XXX team and adults of productive age in West Jakarta. Promotion of healthy lifestyles and prevention of disease are fundamental principles behind public health and improving public health. Measuring uric acid levels can prevent acute attacks of gout. Anthropometry is a measurement method used to assess the size, proportions and composition of the human body. The results of anthropometric measurements can be used to assess nutritional status. The target of this activity is the XXX Kodim Team and the adult community of productive age in West Jakarta. The aim of this service is to obtain an overview of uric acid and nutritional status in the Kodim XXX team and adults of productive age so that they can prevent the occurrence of metabolic syndrome in the future.
EDUKASI DAN DETEKSI DINI KEKUATAN OTOT SEBAGAI PREDIKTOR KEJADIAN SARKOPENIA PADA KELOMPOK LANJUT USIA Lontoh, Susy Olivia; Santoso, Alexander Halim; Jaya, I Made Satya Pramana; Gunaidi, Farell Christian; Kurniawan, Joshua; Nathaniel, Fernando
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32000

Abstract

Aging results in significant changes in body composition, including decreased muscle mass and increased fat mass. Muscle mass decreases by about 3–8% per decade after age 30, with the decline accelerating after age 60. This decrease in muscle strength, especially in women, is associated with various health problems, such as decreased physical function, decreased quality of life, weakness, and cognitive impairment. Clinical practice and public health research use Handgrip strength (HGS) as a simple, rapid, and cost-effective measure to assess musculoskeletal function and evaluate weakness and disability. This activity uses the PDCA (Plan-Do-Check-Act) methodology to educate and screen elderly participants at St. Mary's Church, Francis of Assisi, Jakarta. All participants took part in physical hand grip strength examination activities. This activity involved 35 participants, and it was found that the average grip strength for the left hand was 19.2% and 15.7% for the right hand. HGS screening is very important for the early detection of sarcopenia, a condition common in the elderly that causes a significant decline in health. Implementing preventive strategies based on HGS results can help maintain muscle mass and strength, thereby reducing the risk of dependency and limited mobility. Abstrak Penuaan mengakibatkan perubahan signifikan pada komposisi tubuh, termasuk penurunan massa otot dan peningkatan massa lemak. Massa otot menurun sekitar 3-8% per dekade setelah usia 30 tahun, dengan penurunan yang semakin cepat setelah usia 60 tahun. Penurunan kekuatan otot ini, terutama terjadi pada wanita, dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti penurunan fungsi fisik, penurunan kualitas hidup, kelemahan, serta gangguan kognitif. Kekuatan genggaman tangan (HGS) adalah ukuran sederhana, cepat, dan hemat biaya yang digunakan dalam praktik klinis dan penelitian kesehatan masyarakat untuk menilai fungsi muskuloskeletal dan mengevaluasi kelemahan dan kecacatan. Kegiatan ini menggunakan metodologi PDCA (Plan-Do-Check-Act) untuk mendidik dan menyaring peserta lanjut usia di Gereja St. Fransiskus Asisi, Jakarta. Seluruh peserta mengikuti kegiatan pemeriksaan kekuatan fisik genggaman tangan. Kegiatan ini mengikutsertakan 35 peserta dan didapatkan rerata kekuatan genggaman tangan kiri adalah 19,2% dan 15,7% untuk tangan kanan. Pemeriskaan HGS sangat penting untuk deteksi dini sarkopenia, suatu kondisi yang umum terjadi pada lansia yang menyebabkan penurunan kesehatan secara signifikan. Penerapan strategi pencegahan berdasarkan hasil HGS dapat membantu menjaga massa dan kekuatan otot, sehingga dapat mengurangi risiko ketergantungan dan keterbatasan mobilitas.  
The Association Between Vitamin D Levels and Glycemic Control Parameters in Elderly Populations Gunawan, Shirly; Kosasih, Robert; Wijaya, Bryan Anna; Santoso, Alexander Halim; Firmansyah, Yohanes
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 8 No. 3 (2025): Vol 8, No 3, 2025 (Issue In Progress)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v8i3.357

Abstract

Diabetes is common in the elderly, and routine monitoring of HbA1c and blood glucose is required to prevent complications. HOMA-IR assesses insulin resistance, while vitamin D may influence glucose metabolism by enhancing insulin sensitivity. This study examines the relationship between vitamin D levels and glycemic control, including HbA1c, fasting glucose, insulin, and HOMA-IR. This cross-sectional observational study included 91 elderly residents of Panti Wreda Bina Bhakti, excluding those with acute illness or chronic conditions affecting Vitamin D and diabetes parameters. All participants provided informed consent. The study measured serum Vitamin D-25(OH) and insulin using ELISA, while fasting blood glucose and HbA1c were assessed via blood chemistry analysis. HbA1c control was categorized as good (<6.5%), moderate (6.5–8.0%), or poor (>8%). HOMA-IR was calculated using a standard formula. Pearson correlation analysis determined the relationship between Vitamin D levels and glycemic parameters, with statistical significance at p < 0.05. The correlation analysis found a significant negative relationship between vitamin D levels and HbA1c (r: -0.211; p: 0.044). However, no significant correlation was found between vitamin D and fasting blood glucose levels (r: 0.057; p: 0.590), insulin (r: -0.083; p: 0.432), and HOMA-IR (r: -0.040; p: 0.704).  Vitamin D levels show a significant negative correlation with HbA1c in the elderly, indicating its role in long-term glycemic control. Although no significant relationship was found with other glycemic parameters, these findings suggest that monitoring vitamin D status may be considered as part of a more comprehensive approach to diabetes management in the geriatric population.
EVALUASI PARAMETER ANTROPOMETRI DAN BIOKIMIA SEBAGAI PREDIKTOR KOMPOSISI LEMAK TUBUH PADA LAKI-LAKI DEWASA Purnomo, Yonathan Adi; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.35876

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan prevalensi obesitas dan gangguan metabolik menekankan perlunya pendekatan skrining yang praktis, efektif, dan berbasis risiko. Peningkatan lemak subkutan berpotensi meningkatkan risiko penyakit-penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi, sehingga evaluasi parameter antropometri dan biokimia pada laki-laki dewasa memiliki nilai penting dalam memprediksi lemak subkutan  Tujuan: Evaluasi antropometri dan biokimia darah metabolik dengan komposisi lemak tubuh pada laki-laki dewasa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Data dikumpulkan dari laki-laki dewasa yang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Ujung Menteng, Cengkareng Timur, Grogol, Duri Kosambi, Tanjung Duren Selatan, dan Menteng Dalam periode Juni 2024 – Juni 2025. Parameter yang dinilai meliputi lingkar perut, lingkar panggul, rasio pinggang-pinggul (waist-to-hip ratio/WHR), tekanan darah, serta parameter biokimia seperti trigliserida, asam urat, HDL, dan LDL. Komposisi lemak subkutan diukur berdasarkan segmentasi tubuh melalui metode antropometri standar. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk mengevaluasi hubungan antarvariabel. Hasil: Lingkar perut menunjukkan korelasi yang sangat kuat terhadap total lemak subkutan (r = 0,783; p < 0,001), menegaskan perannya sebagai indikator utama akumulasi lemak perifer. WHR dan lingkar panggul juga menunjukkan korelasi signifikan terhadap distribusi lemak tubuh. Parameter biokimia seperti kadar trigliserida menunjukkan korelasi positif terhadap seluruh area lemak subkutan (r = 0,280; p = 0,002), sedangkan tekanan darah diastolik berasosiasi signifikan dengan semua segmen lemak subkutan. Sebaliknya, asam urat, HDL, dan LDL tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kesimpulan: Lingkar perut dan parameter biokimia dapat digunakan sebagai prediktor praktis terhadap komposisi lemak subkutan pada laki-laki dewasa. Implementasi skrining multifaktorial berbasis antropometri dan biokimia dapat menjadi pendekatan klinis yang efektif dalam deteksi dini risiko metabolik.
Co-Authors Abizar Rafi, Muhammad Adam Adhim, Laudza Al Aditya Pratama Aditya, Raden Seliwat Agung Aditya, Vincent Adjie, Eko Kristanto Kunta Agustina Akhmad, Fariz Azril Khaidar Alexandro, Cristian Alexin, Corry Calista Alifa, Tosya Putri Alifia, Khalisya Alifia, Tosya Putri Alkarni, Muhammad Dedy Alvianto, Fidelia Alwini, Muhammad Rifat Umar Amanda, Shelma Tria Amertha, Anak Agung Ngurah Putrayoga Amimah, Ranindita Maulya Ismah Andersan, Jonathan Andria Priyana Anggraeni, Natasha Anthony, Louis Aqila, Fitri Atzmardina, Zita Aurellya, Najwa Averina, Friliesa Averina, Frilliesa Aziel, Disya Gwyneth Bachri, Fiqi Afrizal Biromo, Anastasia Ratnawati Bryan Anna Wijaya Bustam, Steve Geraldo Cahyadi, Stanley Surya Cendi, Sylvia Charissa, Olivia Chian, Sung Christiana, Catherine Chua, Jimmy Daniel Goh Darma, Timothy Halomoan Dava Pratama, Muhammad Kevin David Limanan Destra, Edwin Dewanto, Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, Paulus Gegana Thery Dewi, Andriana Kumala Dewi, Fransiska Iriani Roesmala Dinali, Diana Drew, Clement Dwiana, Alya Dwicahyani, Julia Rahma Dzakwan, Muhammad Fikri Edbert, Bruce Edbert, Juan Edwin Destra Emilda, Emilda Enike, Syilvia Cendy Enike, Sylvia Cendy Erdiana, Grace Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Evelyn EVELYN EVELYN Evelyn Evelyn Ezra, Pasuarja Jeranding Fajarivaldi, Kresna Bambang Febriana, Nafrisca Febriastuti, Abebi Felicia, Ivana Fiona Valencia Setiawan Fransisca I. R. Dewi Fransisco, Melkior Michael Frisca Frisca Frisca Gaofman, Brian Albert Ghina, Andini Goh, Daniel Gracienne Gracienne Gracienne Gracienne, Gracienne Gunaid, Farell Christian Gunaidi, Farell Christian Gunawan, Paskalis Andrew Hardjanto, Kevin Angga Hardjanto, Kevin Shen Angga Harsono, Axsel Hartono, Eric Hartono, Vincent Aditya Budi Haryanto, Ines Hekmatyar, Haritsyah Hendrianto, Rafindra Raja Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi Herdiman, Alicia Herdiman, Julia Heri Yanto Putra Hidayat, Fadil Huang, Daniel Irawaty Hawari Ismi, Arni Istikanto, Ferdian Harum Jap, Ayleen Nathalie Jasmine, Angelia Jaya, I Made Satya Pramana Jeri Johan Johan Johan, Richver Framanto Kadang, Fidelis Samudra Kaminto, Eric Raditya Karjadidjaja, Idawati Karjadidjaja, Idawati Kartolo, Marendra Shinery Kartolo, Marenra Shinery Kasvana Kasvana Kasvana Kasvana, Kasvana Kelnia Mellenia Khoto, Anthon Eka Prayoga Kosasih, Robert Krezentian, Amelci Kristianto, Angeline Florencia Grace Kurniawan, Joshua Kurniawan, Junius Kusuma, Kanaya Fide Lo, Geoffrey Christian Lontoh, Susi Olivia Lontoh, Susy Olivia Lucius, Steven Hizkia Lumintang, Valentino Gilbert Mahendri, Ryan Dafano Putra Mahendri, Ryan Daffano Putra Mandalika, Astin Marcella, Agnes Marcellino, Marcellino Marendra Shinery Kartolo Martin, Alfianto Mashadi, Fladys Jashinta Massie, Andrew Christian Mayvians, Tizander Moniaga, Catharina Sagita Monika, Sesilia Natalie, Michelle Ruth Nathanael, Fernando Nathaniel, Fernandho Nathaniel, Fernando Nicholas Setia Nikita Noer Saelan Tadjudin Normala, Ajeng Permatasari, Nabila Jingga Peter Ian Limas Philo, Andrew Pramana Jaya, I Made Satya Pranata, Catherine Christiana Pratama, Muhammad Kevin Dava Pratomo, Farhan Prayogo Khoto, Anthon Eka Purnomo, Yonathan Adi Putra, Feri Yanto Putra, Muhammad Dzakwan Dwi Putri, Tiara Aulia R Dewi, Fransisca Iriani Rafi, Muhammad Adam Abizar Rafif, Akhtar Nawfal Raharjo, Anthony Jason Raharjo, Budiarjo Notonagoro Ramadhani, Kenzie Rafif Ranonto, Steve Vallery Rayhan , Naufal Rayhan, Naufal Riadi, Seravin Janet Riantyarni, Tinezia Allia Rosadi Putra, Rosadi Rumawas, Marcella E Rumawas, Marcella E. Ruslim, Daniel Ruslim, Welly Hartono Ryan Dafano Putra Mahendri S, Donatila Mano Saerang, Stefanus Hnady Santoso, Frisca Sari, Triyana Sarijuwita, Alicia Sartono, Stefanny Satyanegara, William Gilbert Satyo, Timothy Satyo, Yovian Timothy Setia, Nicholas Setiawan, Fiona Valencia Shafira Putri, Nawaika Shirly Gunawan Sidarta, Erick Sidharta, Erik Sim, Alfred Sutrisno Singh, Arwinder Sitorus, Ribka Anggelline Hariesti Sitorus, Ribkha Anggeline Hariesti Siufui Hendrawan Soebrata, Linginda Soeltanong, Dianova Soni, Yulfitra Stanislas Kotska Marvel Mayello Teguh Su, Ernawati Sugiarto, Hans Sugiharto, Sony Sukianto, Louise Audrey Suros, Angel Sharon Susy Olivia Lontoh Sutedja, Gina Triana Syachputri, Rifi Nathaznya Syarifah, Andhini Ghina Syarifah, Andini Ghina Tamaro, Anggita Tambunan, Nicholas Albert Tan, Nikita Tan, Sukmawati Tansil Tantoso, Lidya Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello Tiranda, Wisasti Gladys Chantika Valdes, Angeline Florencia Waltoni, Bobby Marshel Ancheloti Warsito, Jonathan Hadi Widjaja, Yoanita Wijaya, Bryan Anna Wijaya, Christian Wijaya, Dean Ascha Wijaya, Dean Ascha Wijaya Wijayadi, Linda Julianti William Gilbert Satyanegara Wohangara, Victor Sepriyadi yanto, heri Yogie, Giovanno Sebastian Yohanes Firmansyah Yudhitiara, Novia Yunita, Fenny Zhalila, Zhillan