Virtualisasi merupakan komponen kunci dalam arsitektur komputasi awan maupun tepi karena memungkinkan pemanfaatan perangkat keras secara lebih efisien. Meski demikian, agar teknologi ini dapat bekerja optimal pada perangkat berdaya rendah yang umum digunakan dalam lingkungan terdistribusi, diperlukan strategi konfigurasi yang bersifat adaptif. Sampai saat ini, penelitian yang mengkaji performa virtualisasi secara menyeluruh pada platform Intel N100 dengan penyimpanan eMMC masih sangat minim, sehingga muncul celah riset terkait konfigurasi optimal untuk perangkat edge computing kelas entry-level. Melalui desain eksperimen one-group pretest–posttest, penelitian ini menilai efektivitas beberapa strategi konfigurasi pada Oracle VM VirtualBox yang dijalankan pada platform Intel N100 berbasis eMMC yang mencerminkan karakteristik tipikal node komputasi tepi. Evaluasi performa dilakukan menggunakan FIO dan Sysbench untuk mengukur kinerja I/O disk, CPU, serta memori. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan driver VirtIO memberikan peningkatan signifikan pada operasi I/O acak, dengan peningkatan performa mencapai sekitar 227,4%. Temuan ini penting bagi implementasi layanan mikro dan mekanisme komputasi adaptif yang membutuhkan respons cepat pada lingkungan tepi. Namun, peningkatan tersebut diikuti penurunan performa pembacaan sekuensial, sehingga konfigurasi sistem perlu mempertimbangkan konteks dan karakteristik beban kerja. Penerapan rule-based adaptive configuration dapat menjadi solusi yang lebih sesuai. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi perancang sistem dalam menyeimbangkan efisiensi dan kinerja pada ekosistem cloud-to-edge yang memiliki keterbatasan daya maupun kapasitas.