Articles
ANALISIS DISRIMINAN DAN KLASIFIKASI KETEPATAN MASA STUDI MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA
Duden Saepuzaman;
Heri Retnawati
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 9 No 2 (2021): September 2021
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpf.v9i2.20576
Perguruan tinggi memegang peranan yang penting dalam mencetak sumber daya manuasia yang unggul, kompeten dan berdaya saing tinggi. Salah satu aspek penilaian di perguruan tinggi adalah akreditasi. Kelulusan tepat waktu mahasiswa merupakan bagian dari penilaian akreditasi. Studi ini difokuskan pada analisis diskriminan dan klasifikasi ketepatan masa studi mahasiswa Pendidikan fisika di FPMIPA UPI pada tahun angkatan masuk 2011-2015 atau yang mulai lulus 2015 sampai 2019. Jumlah total responden sebanyak 120 dengan komposisi 64 lulusan tepat waktu dan 56 lulusan tidak tepat waktu. Instrumen yang digunakan berupa kuiosoner yang disebar melalui google form ke alumni. Variabel yang dipandang mempengaruhi ketepatan masa studi meliputi skor Fisika Dasar I, IPK semester II, semester dimana mahasiswa mengontrak skripsi, semester dimana mahasiswa mengontrak PPL, frekuensi bimbingan dengan pembimbing akademik, dan frekuensi bimbingan dengan pembimbing skripsi. Hasil analisis diskriminan menunjukkan bahwa faktor-faktor yang membedakan kelulusan tepat waktu/ ketepatan masa studi meliputi, skor Fisika Dasar 1 ( ), semester saat mahasiswa kontrak skripsi ( ) , frekuensi Bimbingan Akademik per semester ( ) dan lama/waktu penyusunan skripsi ( ) dengan fungsi diksriminan, . Sedangkan untuk analisis klasifikasi sebagai prediksi menghasilkan nilai kritis di Hasil lainnya menunjukkan bahwa model /fungsi diskriminan yang dihasilkan memiliki ketepatan yang sangat tinggi yaitu 95,83 %. Hasil ini diharapkan dapat membantu meningkatkan jumlah lulusan tepat waktu dan mengantisipasi persoalan-persoalan yang berpotensi menghambat penyelesaian studi mahasiswa.
DISPOSISI MATEMATIS MAHASISWA PGSD/PGMI, SEPERTI APAKAH DI ERA PANDEMI COVID-19?
Wanda Tri Utami;
Marsigit Marsigit;
Heri Retnawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (448.451 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3852
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengupas bagaimanakah disposisi matematis mahasiswa PGSD/PGMI di era pandemic covid-19 yang menjadikan mahasiswa harus melakukan perkuliahan secara daring. Penelitian ini merupakan kuantitatif survei jenis cross-sectional dengan analisis deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket secara online menggunakan google form dengan adaptasi instrumen dan disebarkan pada partisipan mahasiswa PGSD/PGMI. Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 22 universitas negeri dan swasta dengan 165 mahasiswa. Untuk melihat hasil dari penelitian tersebut peneliti melakukan konversi data agar dapat mengklasifikasikan hasil dari penelitian. Pembagian klasifikasi terbagi atas 5 bagian yaitu sangat baik, baik, cukup baik, kurang, dan sangat kurang. Berdasarkan dari hasil analisis data diperoleh hasil penelitian yang menunjukan bahwa disposisi matematis mahasiswa PGSD/PGMI Indonesia secara keseluruhan adalah sebagai berikut: 23,64% sangat baik (A), 30,91% baik (B), 44,85% cukup baik (C), 0,6% kurang (D), dan 0% sangat kurang (E). Hal ini dikarenakan indikator tentang emosi dan perilaku mempengaruhi hasil akhir dengan kriteria cukup baik (C) dengan masing-masing persentase 60,61% dan 56,36%. Sehingga, kesimpulan dari analisis data tersebut bahwa disposisi matematis secara keseluruhan mahasiswa PGSD/PGMI di era pandemi covid-19 tergolong dalam kriteria cukup rendah yaitu 44,85% yang termasuk dalam kategori cukup baik (C).
OPTIMALISASI MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MENGGUNAKAN MOODLE BERBANTUAN COMPUTER ALGEBRA SYSTEM (CAS)
Kamhar Ngado;
Rosnawati Rosnawati;
Heri Retnawati;
Sri Andayani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (396.51 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v9i1.2657
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh website eLearning Moodle berbantuan Computer Algebra System (CAS) Maxima terhadap motivasi dan prestasi belajar pada pokok bahasan matriks pada siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta. Proses pengumpulan data dilaksanakan melalui dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan website eLearning Moodle berbantuan CAS Maxima mampu meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa ditunjukkan dengan sebelum menggunakan media website eLearning Moodle berbantuan CAS Maxima menunjukkan hasil yang kurang memuaskan hanya sebesar 39% yang memenuhi KKM, siklus I ketuntasan mencapai 84,375%, siklus II ketuntasan mencapai 100%. Motivasi belajar pada tindakan pra siklus memperoleh persentase 18% atau sangat rendah pada indikator rasa ingin tahu, tekun dan ulet dalam menghadapi kesulitan memperoleh persentase 26% atau kategori rendah, tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi memperoleh persentase 20% atau kategori sangat rendah dan senang dan rajin belajar 30% berada pada kategori rendah. Pada siklus 1 terjadi peningkatan motivasi belajar yaitu semua indikator berada pada kategori sedang. Sedangkan pada siklus 2 terjadi peningkatan motivasi belajar semua indikator berada pada kategori tinggi. AbstractThe purpose of this study was to determine whether the influence of Maxima's Computer Algebra System (CAS) eLearning Moodle website on motivation and learning achievement on the subject matter of the matrix on students of Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta. The data collection process is carried out through two cycles. The results showed the Moodle eLearning website assisted by CAS Maxima able to improve students' motivation and learning achievement indicated by using the CAS Maxima-assisted eLearning website media showed unsatisfactory results of only 39% that met the KKM, the first cycle of completeness reached 84.375%, the second cycle of completeness reached 100% Motivation to learn in pre-cycle actions get a percentage of 18% or very low on indicators of curiosity, perseverance and resilience in the face of difficulty obtaining a percentage of 26% or low category, does not require outside encouragement to achieve achievement percentage of 20% or very low and happy categories and 30% study diligently in the low category. In cycle 1 an increase in motivation to learn that all indicators are in the medium category. Whereas in cycle 2 an increase in motivation to learn all the indicators are in the high category.
DAPATKAH MODEL BLENDED LEARNING MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA?
Budi Yanto;
Heri Retnawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (546.768 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v7i3.1559
This study aims to determine the effect of blended learning models to self-regulated learning of mathematics in eight-grade student in West Lampung. This study uses a quasi-experimental design with a population of all eighth-grade students of SMP Negeri 1 Way Tenong. Classes are randomly selected and treated with blended learning models. The instrument used is a self-regulated learning questionnaire. The results of this study indicate that blended learning models can improve self-regulated learning of mathematics.
STUDENTS’ DIFFICULTIES IN ONLINE MATH LEARNING DURING PANDEMIC COVID 19
Delyanti Azzumarito Pulungan;
Heri Retnawati;
Amat Jaedun
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.43 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4421
Students' Mathematical Resilience when learning mathematics online during the Covid 19 pandemic must be identified. The goal is to ensure online learning does not harm students' mathematics learning outcomes. Various studies on students' mathematical resilience in offline mathematics learning have identified that mathematical resilience affects students' mathematical performance. This study investigated the resilience of students perceived by students, as well as those observed by teachers during online mathematics learning during the covid 19 pandemic. Research data were obtained from 22 students who studied math online. Using an open questionnaire and interviews, the data were analyzed. It was revealed that students had difficulties in understanding math material and completing tasks given by the teacher. It was also revealed that teachers had difficulty assessing students' mathematics learning outcomes objectively and transparently. Students also find it difficult to get support in online mathematics learning from teachers and families. Students find it difficult to adapt, low interest and motivation during online mathematics learning, even the teacher's limitations in controlling students' online learning strategies.
Implementasi pemanfaatan software penulisan laporan hasil belajar siswa SMK pada pelaksanaan Kurikulum 2013
Heri Retnawati;
Samsul Hadi;
Ariyadi Chandra Nugraha
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 7, No 1 (2017): Februari
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpv.v7i1.12599
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penulisan laporan hasil belajar siswa SMK pada pelaksanaan Kurikulum 2013 menggunakan software penulisan rapor online. Penelitian ini merupakan studi deskriptif eksploratif, yang merupakan bagian dari penelitian pengembangan dengan menggunakan model Sharma. Data dikumpulkan dengan observasi dan angket. Partisipan kegiatan pemanfaatan software di SMK sebanyak 9 SMK baik negeri dan swasta di DI Yogyakarta, dengan melibatkan wakasek kurikulum, guru kelas, dan teknisi teknologi informasi dari tiap sekolah partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56% responden menyatakan bahwa software yang dikembangkan memiliki kualitas baik dan sisanya 44% responden menyatakan bahwa bahwa software yang dikembangkan memiliki kualitas sedang. Beberapa masukan responden untuk perbaikan software yaitu (1) perlu adanya sinkronisasi sistem dengan peraturan pemerintah terbaru (2) penyempurnaan kelengkapan keterangan dalam sistem; (3) perlu adanya kerjasama dengan dinas pendidikan atau instansi terkait; dan (4) pembatasan wewenang siswa. Berdasarkan masukan-masukan tersebut dilakukan perbaikan sehingga software siap digunakan untuk membantu guru SMK di Indonesia menyusun laporan hasil belajar menggunakan Kurikulum 2013.Kata kunci: software penulisan rapor online, Kurikulum 2013, siswa SMK IMPLEMENTATION OF THE USE OF THE LEARNING OUTCOMES REPORT WRITING SOFTWARE OF VOCATIONAL STUDENT ON CURRICULUM 2013AbstractThis study aimed to describe implementation of learning outcomes report writing of vocational students on Curriculum 2013 using the online report writing software. This research was descriptive exploratory study, which was part of the research development by using Sharma’s model. Data collected by observation and questionnaire. Participants in this study involved 9 both public and private vocational school in Special Region of Yogyakarta Province, involving the vice principals of curriculum, classroom teachers, and information technology technicians from each school participants. The results showed that 56% of respondents stated that the developed software has good quality and the remaining 44% of respondents stated that the software developed has medium quality. Some respondents suggestions for improvements to the software, namely (1) the need for synchronization of the system with the newest government regulations (2) improvement of the completeness of information within the system; (3) the need for cooperation with the department of education or other related institutions; and (4) limitation the authority of the students. Based on these suggestions have been conducted improving the system so that the software was ready for use to assist vocational teachers in Indonesia to prepare the learning outcomes reports on Curriculum 2013.Keywords: the online report writing software, Curriculum 2013, vocational students
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMECAHKAN SOAL LITERASI KEUANGAN
Indra Kusuma Wijayanti;
Heri Retnawati
Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (13.364 KB)
|
DOI: 10.21831/jep.v17i1.29220
Abstrak: Kemampuan memecahkan masalah dengan menggunakan pengetahuannya, yang dikenal dengan kemampuan literasi. Salah satu aspek literasi ini adalah literasi keuangan. Kemampuan literasi keuangan adalah Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi keuangan pada peserta didik dan mengidentifikasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah yang terkait dengan literasi keuangan. Penelitian ini merupakan studi kasus. Responden penelitian ini adalah siswa SMP kelas IX sebanyak45 siswa. Data dikumpulkan dengan pemberian 5 tes uraian. Instrumen dinyatakan valid dengan nilai validitas 0.92. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Milles Huberman,dengan tahapan mengumpulkan data, mengolah dan mereduksi data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian membuktikan bahwa tingkat literasi keuangan siswa SMP di Kabupaten Sleman tergolong rendah. Sebanyak 71.11% dari total responden berada pada kategori rendah. Identifikasi kesulitan dengan ditemukan 112 kesalahan yang dilakukan oleh siswa, sebesar 38.39% kesalahan pengkodean, 24.11% kesalahan pemahaman, 19.64% melakukan kesalahan transformasi, dan 17.86% melakukan kesalahan proses.Abstract: The ability to solve problems using his knowledge, known as literacy skills. One aspect of this literacy is financial literacy. Financial literacy ability is this study aims to determine the level of financial literacy in students and identify students' difficulties in solving problems related to financial literacy. This research is a case study. The respondents of this study were 45 grade IX middle school students. Data were collected by giving 5 test descriptions. The instrument was declared valid with a validity value of 0.92. Data analysis was performed using the Milles Huberman model, with stages of collecting data, processing and reducing data, and concluding. The results of the study prove that the level of financial literacy of junior high school students in Sleman Regency is relatively low. As many as 71.11% of the total respondents were in a low category. Identification of difficulties with founding 112 errors made by students, amounting to 38.39% coding errors, 24.11% misunderstanding, 19.64% made transformation errors, and 17.86% made process errors.
IDENTIFIKASI KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR MATEMATIKA DAN SAINS DI SEKOLAH DASAR
Heri Retnawati;
Badrun Kartowagiran;
Samsul Hadi;
Kana Hidayati
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (489.048 KB)
|
DOI: 10.21831/jk.v41i2.2223
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan peserta didik dalam pembelajaran matematika dan sains berdasarkan daya serap dan tingkat kesulitan butir tes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Data utama yang digunakan adalah respons peserta didik terhadap tes INAP 2007 untuk mata pelajaran matematika dan sains di kelas 5 SD. Tes ini merupakan dokumentasi Puspendik Balitbang Kementrian Pendidikan Nasional untuk wilayah Yogyakarta. Data dianalisis melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan daya serap (proporsi menjawab benar) pada pendekatan teori tes klasik dan tingkat kesulitan model Rasch pada pendekatan teori respons butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kesulitan peserta didik dalam pembelajaran matematika berdasarkan daya serap meliputi 88,57% dari keseluruhan materi yang seharusnya dikuasai peserta didik; (2) materi untuk mata pelajaran matematika yang dianggap sulit yang dianalisis melalui pendekatan teori respons butir adalah perbandingan dan skala; jarak, waktu, dan kecepatan; operasi hitung campuran; serta luas bangun datar; (3) kesulitan peserta didik dalam pembelajaran sains berdasarkan daya serap meliputi 80% dari keseluruhan materi yang seharusnya dikuasai peserta didik; (4) materi untuk mata pelajaran sains yang dianggap sulit yang diketahui melalui pendekatan teori respons butir adalah proses fotosintesis tumbuhan air, magnet, katrol, perubahan wujud, sistem aliran darah, adaptasi, lapisan bumi, dan tanda gunung berapi meletus
IDENTIFIKASI KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR MATEMATIKA DAN SAINS DI SEKOLAH DASAR
Heri Retnawati;
Badrun Kartowagiran;
Samsul Hadi;
Kana Hidayati
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.328 KB)
|
DOI: 10.21831/jk.v41i2.1930
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan peserta didik dalam pembelajaran matematika dan sains berdasarkan daya serap dan tingkat kesulitan butir tes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Data utama yang digunakan adalah respons peserta didik terhadap tes INAP 2007 untuk mata pelajaran matematika dan sains di kelas 5 SD. Tes ini merupakan dokumentasi Puspendik Balitbang Kementrian Pendidikan Nasional untuk wilayah Yogyakarta. Data dianalisis melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan daya serap (proporsi menjawab benar) pada pendekatan teori tes klasik dan tingkat kesulitan model Rasch pada pendekatan teori respons butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kesulitan peserta didik dalam pembelajaran matematika berdasarkan daya serap meliputi 88,57% dari keseluruhan materi yang seharusnya dikuasai peserta didik; (2) materi untuk mata pelajaran matematika yang dianggap sulit yang dianalisis melalui pendekatan teori respons butir adalah perbandingan dan skala; jarak, waktu, dan kecepatan; operasi hitung campuran; serta luas bangun datar; (3) kesulitan peserta didik dalam pembelajaran sains berdasarkan daya serap meliputi 80% dari keseluruhan materi yang seharusnya dikuasai peserta didik; (4) materi untuk mata pelajaran sains yang dianggap sulit yang diketahui melalui pendekatan teori respons butir adalah proses fotosintesis tumbuhan air, magnet, katrol, perubahan wujud, sistem aliran darah, adaptasi, lapisan bumi, dan tanda gunung berapi meletus.
MODEL PENGEMBANGAN BANK SOAL BERBASIS GURU DAN MUTU PENDIDIKAN
Pujiati Suyata;
Djermari Mardapi;
Badrun Kartowagiran;
Heri Retnawati
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jk.v41i2.2218
Penelitian tahun kedua ini bertujuan untuk meneliti karakteristik perangkat tes buatan guru, melakukan analisis penyetaraan karakteristik butir antarwilayah sehingga karakteristik butir antarkabupaten berada pada skala yang sama, dan melakukan analisis penyetaraan karakteristik butir soal antartahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development. Data diperoleh dari dokumen, yang dianalisis dengan metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Responden adalah guru penyusun soal ujian semester bersama mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia yang tergabung dalam MGMP dari dua kabupaten, yaitu Sleman dan Gunungkidul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sejumlah butir soal buatan guru yang baik, berdasarkan teori pengukuran klasik maupun teori respons butir, yang dapat dimasukkan ke dalam tabungan bank soal, diketahuinya perbandingan kualitas karakteristik butir soal buatan guru antartahun antara Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul, terkait dengan organisasi guru dalam MGMP dan MKKS, serta keterlaksanaan ujian akhir semester bersama yang dilakukan pada setiap kabupaten, dapat disusun model pengembangan bank soal melalui penyusunan soal oleh MGMP atau MKKS, serta keterlaksanaan semua ini meningkatkan kualitas pengujian dan pendidikan di Provinsi DIY