Background: Hypertension (high blood pressure) remains a very serious public health problem, a major disease burden, and one of the leading causes of premature death worldwide, including in Indonesia. Data shows that 59.1% of disabilities (seeing, hearing, walking) in the population aged 15 years and over are acquired diseases, of which 53.5% are non-communicable diseases, primarily hypertension (22.2%). Socializing the importance of a healthy lifestyle, early detection, and the provision of quality health services to the community to control hypertension. Activities and programs focus on human resource development, integration of all systems/applications within SATU SEHAT, community empowerment, and support for innovative research. Purpose: To increase knowledge about hypertension and complementary therapies to lower blood pressure using boiled bay leaf water. Method: This community service activity was conducted on February 17, 2025, in the hall of the Carebbu Village Office, Awampone District, Bone Regency. Twelve elderly people with hypertension participated as respondents. Educational material was delivered through lectures and leaflets. A questionnaire was used to measure respondents' knowledge before and after the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). The level of knowledge was evaluated by comparing the scores before the educational activity (pre-test) with the scores after the educational activity (post-test). Results: The health education program went well. Five respondents (41.7%) had good knowledge about hypertension before the education session, five respondents (41.7%) had sufficient knowledge, and two respondents (16.6%) had poor knowledge. After the educational session, the number of respondents with good knowledge increased to 10 (83.4%), and two respondents (16.6%) had sufficient knowledge. Conclusion: Community service activities involving education on blood pressure-lowering therapy using boiled bay leaves have proven effective in increasing the knowledge of hypertension sufferers in managing their condition. This increased knowledge contributes positively to their psychological well-being and boosts their self-confidence in adopting a healthy lifestyle with natural, easy, and affordable therapy. Keywords: Bay leaves; Health education; Hypertension; Non-pharmacological therapy Pendahuluan:: Hipertensi (tekanan darah tinggi) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius, beban penyakit utama, dan salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Secara data menunjukkan bahwa 59.1% penyebab disabilitas (melihat, mendengar, berjalan) pada penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah penyakit yang didapat, di mana 53.5% penyakit tersebut adalah penyakit tidak menular, terutama hipertensi (22.2%). Melakukan sosialisasi pentingnya gaya hidup sehat, deteksi dini, penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat agar hiperetensi terkendali. Kegiatan dan program berfokus pada pengembangan SDM, melakukan integrasi terhadap semua sistem/aplikasi dalam SATU SEHAT, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan terhadap riset-riset inovatif. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi dan terapi komplementer menurunkan tekanan darah menggunakan air rebusan daun salam. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2025 bertempat di aula Kantor Desa Carebbu Kecamatan Awampone Kabupaten Bone. Melibatkan 12 orang lansia dengan hipertensi menjadi responden. Penyampaian materi edukasi dilakukan dengan ceramah dan disertai media leaflet. Instrumen pengukuran tingkat pengetahuan responden menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test). Evaluasi tingkat pengetahuan responden dengan melihat perbandingan nilai sebelum kegiatan edukasi (pre-test) terhadap nilai sesudah kegiatan edukasi (post-test). Hasil: Pelaksanaan edukasi kesehatan berjalan dengan baik. Terdapat 5 responden (41.7%) yang berpengetahuan dalam kategori baik tentang hipertensi sebelum diberikan edukasi, 5 responden (41.7%) dalam kategori cukup, dan yang dalam kategori kurang sebanyak 2 responden (16.6%). Setelah kegiatan edukasi terjadi peningkatan jumlah responden dengan pengetahuan dalam kategori baik menjadi sebanyak 10 responden (83.4%) dan yang berpengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 2 responden (16.6%). Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi mengenai terapi menurunkan tekanan darah dengan menggunakan air rebusan daun salam, terbukti efektif meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi dalam mengelola penyakitnya. Meningkatnya pengetahuan penderita hipertensi memberikan kontribusi positif secara psikologis dan juga meningkatkan kepercayaan diri penderita hipertensi untuk berperilaku hidup sehat dengan terapi alami, mudah dan ekonomis.