p-Index From 2021 - 2026
23.302
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Manuju : Malahayati Nursing Journal SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Science Midwifery Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Tambusai MAHESA : Malahayati Health Student Journal Archives of The Medicine and Case Reports Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Community Medicine and Education Journal Journal Of Human And Education (JAHE) Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Suara Pengabdian 45 NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Tarumanagara Medical Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Amanah Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Jurnal Keperawatan Bunda Delima Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Jurnal Pengabdian West Science Jurnal Abdimas Indonesia Ebers Papyrus Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Journal of Community Service and Society Empowerment Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Jurnal Pengabdian Sosial Compromise Journal : Community Proffesional Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Health Community Service Gotong Royong Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian Kepada Masyarakat Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat ALMURTADO: Journal of Social Innovation and Community Service Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Kusuma : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Serina Abdimas
Claim Missing Document
Check
Articles

CORRELATION OF SIMPLE ANTHROPOMETRY AND BODY COMPOSITION WITH HANDGRIP STRENGTH IN OLDER ADULTS: CROSS-SECTIONAL STUDY Ernawati, Ernawati; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Hartono, Vincent Aditya Budi; Syarifah, Andini Ghina; Warsito, Jonathan Hadi; Firmansyah, Yohanes
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v4i1.34313

Abstract

Latar Belakang: Kekuatan genggam tangan (Handgrip Strength/HGS) merupakan indikator kesehatan fisik secara umum pada lansia. HGS mencerminkan keseimbangan antara massa otot dan lemak serta membantu dalam diagnosis sarkopenia. Memahami hubungan antara ukuran antropometri, komposisi tubuh, dan HGS penting untuk mengatasi penurunan kesehatan otot akibat penuaan. Tujuan: Studi ini mengevaluasi korelasi antara parameter antropometri sederhana, komposisi tubuh, dan HGS pada lansia, guna mendukung deteksi dan intervensi dini sarkopenia. Metode: Studi potong lintang dilakukan pada 31 lansia (≥60 tahun) di Panti Wreda Santa Anna tahun 2024. Pengukuran antropometri mencakup lingkar pinggang, pinggul, betis, leher, dan lengan atas. Komposisi tubuh seperti distribusi lemak dan otot rangka dianalisis menggunakan Omron Karada Scan HBF 375. HGS diukur dengan dinamometer terkalibrasi. Uji korelasi Spearman’s Rho digunakan dengan signifikansi p<0,05. Hasil: Terdapat korelasi signifikan antara HGS dan beberapa parameter, terutama berat badan, tinggi badan, lingkar betis, lemak viseral, dan indeks otot rangka. Otot rangka tungkai menunjukkan korelasi kuat dengan HGS (r=0,653; p<0,001). Hasil ini menegaskan keterkaitan antara kesehatan otot, komposisi tubuh, dan perubahan terkait usia. Kesimpulan: HGS, yang dipengaruhi oleh parameter antropometri dan komposisi tubuh, merupakan indikator yang andal untuk sarkopenia pada lansia. Intervensi yang menargetkan faktor-faktor ini dapat meningkatkan fungsi otot dan kualitas hidup lansia.
ASSESSING THE PREDICTIVE ROLE OF LIPID PROFILE AND DIABETES MELLITUS PANEL ON FECAL INCONTINENCE SEVERITY Limas, Peter Ian; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Putra, Muhammad Dzakwan Dwi; Jaya, I Made Satya Pramana; Firmansyah, Yohanes
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v4i1.34328

Abstract

Latar Belakang: Inkontinensia fekal (FI) adalah masalah umum di kalangan lansia yang secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup mereka. Ini terkait dengan tantangan fisik dan psikologis. Disregulasi kadar glukosa dan lipid telah terlibat dalam FI, dengan obesitas dan hiperlipidemia berkontribusi pada peradangan sistemik dan kerusakan jaringan. Memahami faktor metabolik yang mempengaruhi FI dapat membantu dalam mengembangkan intervensi yang ditargetkan. Tujuan: Studi ini mengeksplorasi hubungan antara profil lipid, indikator diabetes mellitus, dan tingkat keparahan FI pada individu lanjut usia. Metode: Studi analitik cross-sectional dilakukan dengan 93 orang lanjut usia dari Panti Jompo Bina Bhakti. Indeks Keparahan Inkontinensia Fekal (FISI) digunakan untuk menilai keparahan FI. Profil lipid dan panel diabetes mellitus diperoleh melalui tes darah vena. Analisis statistik termasuk Spearman's Rho dan analisis regresi berganda. Hasil: Studi ini menemukan korelasi negatif yang signifikan antara kadar LDL dan keparahan FI, menunjukkan peran protektif LDL dalam menjaga integritas jaringan anorektal. Demikian pula, kadar HbA1c berhubungan terbalik dengan keparahan FI, menunjukkan bahwa kontrol glikemik yang lebih baik terkait dengan gejala FI yang berkurang. Parameter lipid dan indikator glikemik lainnya tidak menunjukkan dampak signifikan pada keparahan FI. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen lipid dan kontrol glikemik sangat penting dalam mengelola FI pada lansia. LDL dan HbA1c muncul sebagai penanda potensial untuk menilai risiko dan keparahan FI. Untuk meningkatkan hasil bagi pasien lanjut usia dengan FI, pendekatan multifaktorial, termasuk intervensi diet dan farmakologis, harus diprioritaskan.
EVALUATING THE PREDICTIVE ACCURACY OF 4-SITE FAT CALIPER MEASUREMENTS TOTAL BODY FAT AND VISCERAL FAT ESTIMATION Atzmardina, Zita; Drew, Clement; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Firmansyah, Yohanes
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v4i1.34333

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Penilaian komposisi tubuh, khususnya lemak total dan visceral, sangat penting dalam menentukan risiko kesehatan. Lemak visceral berhubungan erat dengan masalah metabolik dan penyakit kardiovaskular, tetapi pengukurannya sering memerlukan teknik pencitraan yang mahal seperti CT atau MRI. Metode kaliper lemak 4-titik merupakan alat sederhana dan hemat biaya untuk menilai lemak tubuh total, namun efektivitasnya dalam memprediksi lemak visceral masih belum diketahui. Studi ini membandingkan estimasi metode kaliper 4-titik dengan teknik pencitraan standar emas untuk menilai akurasi prediktifnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi reproduksibilitas pengukuran berbasis kaliper terhadap lemak total dan visceral serta memberikan wawasan tentang penggunaannya dalam konteks klinis dan sumber daya terbatas. Hasil penelitian ini akan membantu praktisi dalam menerapkan teknik yang realistis untuk evaluasi kesehatan yang efektif. Metode: Studi cross-sectional ini dilakukan di Krendang (November 2024) dengan melibatkan 155 orang dewasa (18–60 tahun), dengan pengecualian individu dengan penyakit kronis, kehamilan, atau data yang tidak lengkap. Hasil: Kaliper triseps dan suprailiaka secara signifikan memprediksi lemak total dan subkutan regional (p < 0,001), tetapi tidak lemak visceral (p = 0,777; p = 0,745). Kaliper suprailiaka menunjukkan hubungan marginal dengan lemak lengan (p = 0,050). Hasil ini mendukung penggunaan pengukuran lipatan kulit sebagai alat yang andal untuk estimasi lemak subkutan. Kesimpulan: Kaliper triseps dan suprailiaka secara akurat memprediksi lemak subkutan tetapi tidak lemak visceral. Temuan ini menyoroti manfaatnya dalam pengaturan dengan sumber daya terbatas untuk memantau distribusi lemak, sekaligus menekankan perlunya pencitraan canggih untuk penilaian lemak visceral yang lebih akurat. ABSTRACT Introduction: Assessing body composition, particularly total and visceral fat, is critical for determining health risks. Visceral fat is highly associated with metabolic problems and cardiovascular diseases, but measuring it often necessitates the use of costly imaging techniques such as CT or MRI. The 4-site fat caliper method, a simple and cost-effective tool for assessing total body fat, is extensively used, although its effectiveness in predicting visceral fat is unknown. This study compares the 4-site fat caliper method's estimates to gold-standard imaging techniques to assess their predictive accuracy. The study's goal is to assess the reproducibility of caliper-derived measurements for total and visceral fat, as well as to provide insights into their use in clinical and resource-limited contexts. These findings will assist practitioners in implementing realistic techniques for conducting effective health evaluations. Methods: This cross-sectional study, conducted in Krendang (November 2024), involved 155 adults (18–60 years), excluding those with chronic conditions, pregnancy, or incomplete data. Results: Tricep and suprailiac fat calipers significantly predicted total and regional subcutaneous fat (p < 0.001) but not visceral fat (p = 0.777; p = 0.745, respectively). Suprailiac calipers showed marginal association with arm fat (p = 0.050). These findings support skinfold measurements as reliable tools for subcutaneous fat estimation. Conclusion: Tricep and suprailiac fat calipers reliably predict subcutaneous fat but not visceral fat. These findings highlight their utility in resource-limited settings for monitoring fat distribution, while emphasizing the need for advanced imaging to assess visceral fat accurately.
ASSOCIATION OF GLOMERULAR FILTRATION RATE AND DIABETES PARAMETERS WITH SYMPTOMATIC GERD IN THE ELDERLY POPULATION Martin, Alfianto; Limas, Peter Ian; Santoso, Alexander Halim; Setiawan, Fiona Valencia; Khoto, Anthon Eka Prayoga; Cendi, Sylvia; Firmansyah, Yohanes
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v4i1.34339

Abstract

Background: Gastroesophageal reflux disease (GERD) is common in the elderly, with diabetes and impaired kidney function being potential contributing factors. Poor blood glucose control and declining glomerular filtration rate (GFR) may influence GERD symptoms through metabolic disturbances, delayed gastric emptying, and esophageal dysfunction. Purpose: This study aims to analyze the relationship between GFR, diabetes parameters, and symptomatic GERD in the elderly population to provide insights into their clinical significance. Methods: A cross-sectional study was conducted in 2024 with 93 elderly residents of Bina Bhakti Nursing Home, recruited through total sampling. Symptomatic GERD was assessed using the GERD-Q questionnaire, while GFR was estimated using the CKD-EPI equation. diabetes parameters, including fasting blood glucose, HbA1c, and fasting insulin, were measured via venous blood sampling. Spearman’s correlation test was used to determine associations between these variables. Results: Fasting blood glucose significantly correlated with GERD-Q scores (r = 0.223, p = 0.031), indicating that higher glucose levels were associated with more severe GERD symptoms. However, eGFR (r = 0.034, p = 0.750), HbA1c (r = 0.106, p = 0.310), and fasting insulin (r = -0.075, p = 0.475) demonstrated weak and statistically insignificant correlations with GERD severity. Age also had no significant relationship with GERD-Q scores (r = 0.015, p = 0.884). Conclusion: Poor blood glucose control is significantly associated with GERD severity in the elderly, whereas kidney function and other diabetes parameters show weaker correlations. Optimizing glycemic control may help reduce GERD symptoms and improve overall health outcomes in the elderly population.
Upaya Pengendalian Hiperurisemia melalui Skrining dan Edukasi pada Populasi Dewasa di Gereja Asisi Jakarta Tambunan, Nicholas Albert; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Johan, Richver Framanto; Haryanto, Ines
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v3i2.189

Abstract

Hyperuricemia is a medical condition characterized by an increase in uric acid levels in the blood above normal limits, which can trigger various metabolic complications such as gouty arthritis, urate nephropathy, and cardiovascular disease. In the early stages, hyperuricemia is often asymptomatic, therefore routine investigation of uric acid level are an important step in early detection. The Community Service Program (PKM) implemented at the Asisi Church, Tebet District, aims to increase public awareness of the importance of early detection of hyperuricemia through blood uric acid level screening activities. This activity uses the Plan-Do-Check-Act (PDCA) approach, which includes capillary blood tests with Point-of-Care Testing (POCT) tools and education on risk factors, symptoms, and prevention of hyperuricemia. Of the 68 participants, all participants showed uric acid levels within the normal range. These results emphasize the importance of education and routine screening efforts to maintain uric acid levels within normal limits, prevent complications in the future, and build public awareness of the importance of a healthy lifestyle to maintain quality of life sustainably.
Peningkatan Kesehatan melalui Penapisan Kadar Hemoglobin dan Hematokrit di Yayasan Baptis Cengkareng Wijaya, Christian; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Soebrata, Linginda; Setia, Nicholas; Pratama, Aditya
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v3i2.190

Abstract

Hemoglobin and hematocrit levels are fundamental hematological screening parameters that are relevant for identifying potential erythropoiesis disorders. An imbalance in these two parameters often reflects undiagnosed anemia, especially in adults and the elderly. The activity was carried out at the Cengkareng Baptist Foundation using the Plan–Do–Check–Act (PDCA) approach. The examination was carried out using the capillary method based on Point-of-Care Testing (POCT). Nutrition education was provided using leaflets containing information about the importance of micronutrients for blood formation. A total of 62 participants took part in this activity, with an age range of 23–76 years. Most participants were female (74.2%). Hemoglobin values ​​ranged from 7.4 to 17.3 g/dL, with a median of 11.9 g/dL. A total of 64.5% of participants had anemia. Hematocrit values ​​ranged from 22.0 to 51.0%, with a median of 35.0%. The high prevalence of anemia identified through this screening underscores the importance of preventive efforts through targeted nutritional education. Emphasis should be placed on the adequate intake of iron, vitamin B12, and folate to promote behavior change and reduce anemia risk in the community.
Upaya Pencegahan Risiko Hipertrigliseridemia melalui Penapisan Kadar Trigliserida di Sekolah Kristen Kalam Kudus 2,Jakarta Sutedja, Gina Triana; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Pratama, Aditya; Soebrata, Linginda
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v3i2.191

Abstract

Hypertriglyceridemia is a metabolic condition characterized by elevated triglyceride levels in the blood and is closely related to cardiovascular risk and metabolic syndrome. Routine blood tests play an important role in detecting unnoticed lipid disorders, especially in individuals without clinical symptoms. Triglyceride screening was performed on 91 adult participants using the point-of-care testing (POCT) method. Education was provided through leaflets containing information on lifestyle and dietary patterns that affect triglyceride levels. The results were classified and analyzed to identify risk distribution and as a basis for health education. The mean triglyceride level of participants was 137.8 ± 77.1 mg/dL (range 45–463 mg/dL). Most participants showed values ​​within the normal range, but individuals with very high levels were found, indicating hidden metabolic risks that require clinical attention. Early detection of triglyceride levels accompanied by education based on examination results is a strategic step in preventing hypertriglyceridemia. Community intervention through education and the formation of healthy habits contributes to controlling the risk of non-communicable diseases in the adult population.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Mengenai Penapisan Penyakit Kardiovaskular dengan Pemeriksaan Kadar Kolesterol dan HDL Sejak Dini pada Masyarakat Kelurahan Grogol Yudhitiara, Novia; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Riadi, Seravin Janet; Kasvana, Kasvana
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v3i2.196

Abstract

Dyslipidemia is one of the most common metabolic disorders among the productive-age population and plays a major role in increasing the risk of cardiovascular diseases, including coronary heart disease and stroke. This condition often remains asymptomatic in its early stages, making regular monitoring of cholesterol and HDL levels a critical step in the early detection of atherosclerosis risk. Community-based screening programs revealed that 42.25% of participants had elevated total cholesterol levels, while 26.76% had very low HDL levels and 43.66% had low HDL levels. These findings highlight the urgency of early detection of dyslipidemia to prevent long-term complications that may impair individual quality of life. Through timely interventions involving nutritional education, dietary modifications, and increased physical activity, blood lipid levels can be effectively managed to prevent the progression of cardiometabolic disease and support long-term heart health.
Peningkatan Kesadaran Kesehatan Pernapasan melalui Skrining Fungsi Paru dengan Spirometri di Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat Ruslim, Daniel; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Soeltanong, Dianova; Lumintang, Valentino Gilbert
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v3i2.198

Abstract

Pulmonary function disorders are commonly underdiagnosed health issues, especially in urban areas with high air pollution and prevalent smoking habits. Early detection through spirometry plays a crucial role in the promotion and prevention of respiratory diseases such as asthma and Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). However, public awareness and access to spirometry remain limited, including in the Tanjung Duren Selatan subdistrict of West Jakarta. This community service program was conducted using the Plan-Do-Check-Act (PDCA) cycle management approach. The target population consisted of productive-age residents willing to participate in health education and lung function screening. Spirometry examinations were conducted alongside interactive counseling about respiratory health and risk factors. Evaluation was carried out through spirometry results and participant satisfaction surveys. A total of 92 participants took part in the activity, consisting of 70 females (76.1%) and 22 males (23.9%), with a mean age of 43.78 years (SD ±12.93). The average Vital Capacity (VC) was 2.26 L, Forced Vital Capacity (FVC) was 2.13 L, and Forced Expiratory Volume in 1 Second (FEV1) was 1.95 L. The mean FEV1/FVC ratio was 107.12%, with 100% of participants showing normal lung function. This activity demonstrates that spirometry is an effective tool for monitoring lung function and increasing community awareness. Similar screening initiatives should be expanded to support early detection of respiratory disorders at the community level.
Sadari Penyakit Gout dan Gangguan Metabolik melalui Deteksi Dini Kadar Asam Urat di Sekolah Kalam Kudus 2, Jakarta Emilda, Emilda; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Jap, Ayleen Nathalie
Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): April : Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/bersama.v2i2.1452

Abstract

Hyperuricemia is a condition of increased uric acid levels in the blood that can develop into various metabolic disorders, including gouty arthritis and kidney disease. Physical activity is known to play an important role in controlling uric acid levels by increasing excretion and inhibiting purine production. This activity uses the Plan-Do-Check-Act (PDCA) approach which includes checking uric acid levels using the Point-of-Care Testing (POCT) method in 91 productive-age individuals, as well as education about the importance of physical activity. The results were obtained directly and presented to the participants along with interpretive explanations and preventive recommendations. The average uric acid levels of the participants were recorded at 3.78 ± 0.60 mg/dL with a range of 2.5 to 5.6 mg/dL. All participants (100%) had uric acid levels within the normal range. Physical activity contributes to the regulation of uric acid levels, so proper education remains important even though the examination results show normal values. Education-based interventions play a role in strengthening primary prevention.
Co-Authors Abizar Rafi, Muhammad Adam Adhim, Laudza Al Aditya Pratama Aditya, Raden Seliwat Agung Aditya, Vincent Adjie, Eko Kristanto Kunta Agustina Akhmad, Fariz Azril Khaidar Alexandro, Cristian Alexin, Corry Calista Alifa, Tosya Putri Alifia, Khalisya Alifia, Tosya Putri Alkarni, Muhammad Dedy Alvianto, Fidelia Alwini, Muhammad Rifat Umar Amanda, Shelma Tria Amertha, Anak Agung Ngurah Putrayoga Amimah, Ranindita Maulya Ismah Andersan, Jonathan Andria Priyana Anggraeni, Natasha Anthony, Louis Aqila, Fitri Atzmardina, Zita Aurellya, Najwa Averina, Friliesa Averina, Frilliesa Aziel, Disya Gwyneth Bachri, Fiqi Afrizal Biromo, Anastasia Ratnawati Bryan Anna Wijaya Bustam, Steve Geraldo Cahyadi, Stanley Surya Cendi, Sylvia Charissa, Olivia Chian, Sung Christiana, Catherine Chua, Jimmy Daniel Goh Darma, Timothy Halomoan Dava Pratama, Muhammad Kevin David Limanan Destra, Edwin Dewanto, Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, Paulus Gegana Thery Dewi, Andriana Kumala Dewi, Fransiska Iriani Roesmala Dinali, Diana Drew, Clement Dwiana, Alya Dwicahyani, Julia Rahma Dzakwan, Muhammad Fikri Edbert, Bruce Edbert, Juan Edwin Destra Emilda, Emilda Enike, Syilvia Cendy Enike, Sylvia Cendy Erdiana, Grace Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Evelyn EVELYN EVELYN Evelyn Evelyn Ezra, Pasuarja Jeranding Fajarivaldi, Kresna Bambang Febriana, Nafrisca Febriastuti, Abebi Felicia, Ivana Fiona Valencia Setiawan Fransisca I. R. Dewi Fransisco, Melkior Michael Frisca Frisca Frisca Gaofman, Brian Albert Ghina, Andini Goh, Daniel Gracienne Gracienne Gracienne Gracienne, Gracienne Gunaid, Farell Christian Gunaidi, Farell Christian Gunawan, Paskalis Andrew Hardjanto, Kevin Angga Hardjanto, Kevin Shen Angga Harsono, Axsel Hartono, Eric Hartono, Vincent Aditya Budi Haryanto, Ines Hekmatyar, Haritsyah Hendrianto, Rafindra Raja Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi Herdiman, Alicia Herdiman, Julia Heri Yanto Putra Hidayat, Fadil Huang, Daniel Irawaty Hawari Ismi, Arni Istikanto, Ferdian Harum Jap, Ayleen Nathalie Jasmine, Angelia Jaya, I Made Satya Pramana Jeri Johan Johan Johan, Richver Framanto Kadang, Fidelis Samudra Kaminto, Eric Raditya Karjadidjaja, Idawati Karjadidjaja, Idawati Kartolo, Marendra Shinery Kartolo, Marenra Shinery Kasvana Kasvana Kasvana Kasvana, Kasvana Kelnia Mellenia Khoto, Anthon Eka Prayoga Kosasih, Robert Krezentian, Amelci Kristianto, Angeline Florencia Grace Kurniawan, Joshua Kurniawan, Junius Kusuma, Kanaya Fide Lo, Geoffrey Christian Lontoh, Susi Olivia Lontoh, Susy Olivia Lucius, Steven Hizkia Lumintang, Valentino Gilbert Mahendri, Ryan Dafano Putra Mahendri, Ryan Daffano Putra Mandalika, Astin Marcella, Agnes Marcellino, Marcellino Marendra Shinery Kartolo Martin, Alfianto Mashadi, Fladys Jashinta Massie, Andrew Christian Mayvians, Tizander Moniaga, Catharina Sagita Monika, Sesilia Natalie, Michelle Ruth Nathanael, Fernando Nathaniel, Fernandho Nathaniel, Fernando Nicholas Setia Nikita Noer Saelan Tadjudin Normala, Ajeng Permatasari, Nabila Jingga Peter Ian Limas Philo, Andrew Pramana Jaya, I Made Satya Pranata, Catherine Christiana Pratama, Muhammad Kevin Dava Pratomo, Farhan Prayogo Khoto, Anthon Eka Purnomo, Yonathan Adi Putra, Feri Yanto Putra, Muhammad Dzakwan Dwi Putri, Tiara Aulia R Dewi, Fransisca Iriani Rafi, Muhammad Adam Abizar Rafif, Akhtar Nawfal Raharjo, Anthony Jason Raharjo, Budiarjo Notonagoro Ramadhani, Kenzie Rafif Ranonto, Steve Vallery Rayhan , Naufal Rayhan, Naufal Riadi, Seravin Janet Riantyarni, Tinezia Allia Rosadi Putra, Rosadi Rumawas, Marcella E Rumawas, Marcella E. Ruslim, Daniel Ruslim, Welly Hartono Ryan Dafano Putra Mahendri S, Donatila Mano Saerang, Stefanus Hnady Santoso, Frisca Sari, Triyana Sarijuwita, Alicia Sartono, Stefanny Satyanegara, William Gilbert Satyo, Timothy Satyo, Yovian Timothy Setia, Nicholas Setiawan, Fiona Valencia Shafira Putri, Nawaika Shirly Gunawan Sidarta, Erick Sidharta, Erik Sim, Alfred Sutrisno Singh, Arwinder Sitorus, Ribka Anggelline Hariesti Sitorus, Ribkha Anggeline Hariesti Siufui Hendrawan Soebrata, Linginda Soeltanong, Dianova Soni, Yulfitra Stanislas Kotska Marvel Mayello Teguh Su, Ernawati Sugiarto, Hans Sugiharto, Sony Sukianto, Louise Audrey Suros, Angel Sharon Susy Olivia Lontoh Sutedja, Gina Triana Syachputri, Rifi Nathaznya Syarifah, Andhini Ghina Syarifah, Andini Ghina Tamaro, Anggita Tambunan, Nicholas Albert Tan, Nikita Tan, Sukmawati Tansil Tantoso, Lidya Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello Tiranda, Wisasti Gladys Chantika Valdes, Angeline Florencia Waltoni, Bobby Marshel Ancheloti Warsito, Jonathan Hadi Widjaja, Yoanita Wijaya, Bryan Anna Wijaya, Christian Wijaya, Dean Ascha Wijaya, Dean Ascha Wijaya Wijayadi, Linda Julianti William Gilbert Satyanegara Wohangara, Victor Sepriyadi yanto, heri Yogie, Giovanno Sebastian Yohanes Firmansyah Yudhitiara, Novia Yunita, Fenny Zhalila, Zhillan