Articles
ANALISIS DAMPAK PENCEMARAN SUNGAI TERHADAP AKTIVITAS MASYARAKAT DI DAERAH MUARA SUNGAI JEMBER SELATAN
Almaidah;
Sudarti, Sudarti
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 9 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3785/kohesi.v1i9.969
Sungai merupakan tempat dimana air mengalir dari hulu ke hilir, sungai mememiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia maupun hewan. Muara sungai Jember Selatan merupakan hilir dari sungai bedadung sebelum sampai ke laut, muara sungai Jember Selatan biasanya digunakan sebagai berlabuhnya kapal-kapal nelayan setempat, dan berbagai aktivitas lainnya. Namun saat ini muara sungai telah tercemar oleh banyaknya sampah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran sungai terhadap aktivitas masyarakat sekitar muara sungai. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan secara langsung di muara sungai jember Selatan. Hasil penelitiannya yaitu pencemaran sungai ini berdampak negatif bagi aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar muara sungai, ditinjau dari segi bau, kekeruhan, dan banyaknya sampah, bau disebabkan dari bangkai ikan dan bau ikan yang amis mengingat mayoritas pekerjaan adalah nelayan, sedangkan tinjauan dari segi kekeruhan terlihat sekali sungai yang berwarna hijau kecoklatan, ditinjau dari segi banyaknya sampah juga terlihat sampah yang berada di setiap sisi muara sungai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pencemaran sungai berdampak negatif terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar muara sungai Jember Selatan.
ANALISIS REVOLUSI KOMUNIKASI TERKINI DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI 5G PADA JARINGAN SELULER BERBASIS GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
Fitriya Ichda Setiawati;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 10 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3785/kohesi.v1i9.1023
The 5G signal technology in electromagnetic pulse networks has triggered a revolution in wireless communication. This wireless technology is more advanced than the previous wireless (1G, 2G, 3G, and 4G). An electromagnetic pulse is a form of electromagnetic radiation made up of both electric fields and magnetic fields moving in unison. 5G operates at a higher frequency than previous cellular technology. The article's main focus is on the link between a 5G signal and an electromagnetic pulse and how the characteristics of the electromagnetic wave affect the performance and range of the signal. Here will be a discussion of 5G operating ata higher frequency range, including millimeters, which provides an extremely high data speed and large capacity. Additionally, it discusses the debate over the health effects of 5G technology and electromagnetic waves, detailed the scientific and global health organization's view of the issue. Research continues to understand and maximize the potential of 5g technologies in coming up with faster and better connections, as well as how we can overcome te's challenges.
ANALISIS PENGARUH GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK CAHAYA TAMPAK PADA PROSES FOTOSINTESIS TANAMAN HYDRILIA
Dewi Kumala Sari;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 10 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3785/kohesi.v1i10.1024
Fotosintesis adalah reaksi yang terjadi pada tumbuhan dengan cara mengubah energi cahaya dari Matahari menjadi energi kimia yang terbentuk dalam senyawa organik. Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan. Cahaya matahari sangat berperan dalam proses fotosintesis. Cahaya tampak merupakan salah satu jenis gelombang elektromagnetik. Cahaya tampak adalah cahaya yang dapat di deteksi atau dilihat oleh mata manusia. Spektrum yang dimiliki oleh gelombang elektromagnetik sangat bervariasi dan berbeda-beda mulai dari gelombang radio hingga sinar gamma. Fotosintesis dapat terjadi melalui dua reaksi yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Pada reaksi terang, Hydrilia menggunakan klorofilnya untuk menangkap cahaya matahari. Saat melakukan fotosintesis, tanaman hydrilia dalam air harus bisa menyesuaikan keadaan dan intensitas cahaya disekitarnya.
PEMANFAATAN SINAR GAMMA TERHADAP PROSES TERAPI KANKER (RADIOTERAPI STEREOTAKTIK/HIPERTERMIA)
Linda Nadia Luffianti;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 10 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3785/kohesi.v1i10.1025
Radioterapi tubuh stereotactic (SBRT) adalah jenis terapi radiasi yang terkadang digunakan untuk mengobati pasien kanker. Berdasarkan data WHO pda tahun 2020 terdapat 10 juta kematian penyebab kanker. Dari 10 juta orang yang didiagnosis menderita kanker di seluruh dunia setiap tahun, sekitar 50% membutuhkan radioterapi. Penggunaan radiasi untuk terapi kanker belum banyak digunakan dan masih terbatas di Indonesia. Tujuan penulisan review ini adalah untuk memaparkan konsep dasar terapi kanker dengan radiasi dan perkembangan radioterapi di Indonesia melalui penelusuran studi litertur. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur. Metode ini dilakukan dengan pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa RSUD Dr. Soetomo, Surabaya dari 2015 sampai 2018 terdapat 33,6% laki-laki dan 66,4% perempuan yang mengalami tumor otak. Radioterapi telah menjadi salah satu terapi yang penting dalam pengobatan kanker di Indonesia. Pemerintah Indonesia mendukung kemajuan teknologi ini dengan menerbitkan peraturan tentang standar pelayanan radioterapi di rumah sakit. Semakin banyak dan berkembangnya fasilitas radioterapi diharapkan dapat mengurangi prevalensi penyakit kanker di Indonesia.
PEMANFAATAN PAPARAN SINAR ULTRAVIOLET UNTUK KESEHATAN TULANG WANITA MENOPAUSE
Ainiyatun Nadhifah;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 10 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3785/kohesi.v1i10.1026
Osteoporosis merupakan suatu kondisi penurunan kesehatan tulang para lansia yang disebabkan faktor predisposisi terjadinya fraktur. Hal ini merupakan konsekuensi dari adanya proses penuaan, terutama bagi wanita. Sebanyak 1,5 juta kejadian fraktur terjadi di United States setiap tahunnya. Populasi lansia di Indonesia cukup besar, di mana pada tahun 2013 populasi penduduk Indonesia yang berusia 50 tahun ke atas sebanyak 19% dari 251 juta penduduk. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase responden wanita yang mengalami menopause terpapar sinar UV lebih tinggi (87,5%) dibandingkan dengan wanita menopause yang tidak terpapar sinar UV yaitu 12,5%. Dari data yang di atas juga dapat diketahui bahwa wanita yang tidak menopause terkena paparan sinar UV lebih tinggi (92,5%) dibandingkan dengan wanita tidak menopause yang tidak terkena paparan sinar UV yaitu 7,5%. Dari hasil penelitian yang didapatkan, ditarik kesimpulan bahwa responden wanita menopause yang sering terkena paparan sinar UV lebih banyak daripada yang tidak terkena paparan sinar UV begitu juga pada responden wanita yang tidak menopause. Hal ini disebabkan oleh tingginya kesadaran wanita menopause dan wanita tidak menopause terhadap besarnya manfaat sinar UV bagi kesehatan tubuh terutama kesehatan tulang.
ANALISIS POTENSI ANGIN MENGGUNAKAN TURBIN ANGIN SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU ( PLTB )
Qurrotul Aini;
Sudarti, Sudarti
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 12 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3785/kohesi.v1i12.1282
Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk kelangsungan hidup. Namun seiring berjalannya waktu, sumber energi alam semakin menipis dan untuk mengatasi permasalahan tersebut, sumber energi baru terbarukan (EBT) menawarkan alternatif. . Krisis energi akibat pengurangan bahan bakar minyak mendorong pemerintah mengambil kebijakan di bidang energi, khususnya transisi energi. Maka dari itu , Alternatif lain yang diperlukan adalah penggunaan sumber energi terbarukan.Salah satu sumber energi terbarukan tersebut yaitu energi angin. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) termasuk dari salah satu Energi Baru Terbarukan (EBT). Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB) merupakan komponen dalam pembangkit tenaga listrik yang memakai energi anginuntuk sumber untuk mendapatkan energi listrik. PLTB telah menjadi pilihan utama pembangkit listrik di wilayah serta lokasi yang memilik potensi anginnya relatif baik.
Mekanisme Pemanfaatan Gelombang Mikro Navigasi Kapal dalam Pendayagunaan Sinar Radar Gelombang Elektromagnetik
Triwulandari, Ike;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
SAINTIFIK Vol 10 No 1 (2024): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31605/saintifik.v10i1.469
Gelombang mikro merupakan gelombang elektromagnetik super tinggi yang terjadi antara 3 GHz sampai 300 GHz. Keunggulan gelombang mikro adalah panjang gelombangnya yang pendek sehingga dapat mengalir dengan lebih cepat dari pada yang lain. Radar adalah contoh utama penggunaan gelombang mikro. Radiasi gelombang mikro digunakan dalam navigasi kapal untuk mengukur kedalaman laut dan mengidentifikasi ancaman seperti terumbu karang, benturan, gelombang, dan tubrukan dengan kapal lain. Selain itu, navigasi kapal menggunakan teknologi radar untuk memastikan perjalanan kapal aman. Dengan demikian, para awak kapal dapat melihat situasi yang dapat mengancam keselamatan saat kapal berlayar karena gelombang radar dapat mendeteksi sinyal peta sebagai penunjuk arah dengan media Maps (GPS).Tujuan dibuatnya artikel ini yaitu agar dapat dijadikan sumber pengetahuan bagi semua orang mengenai pemanfaatan gelombang mikro navigasi kapal dalam pendayagunaan sinar radar gelombang elektromagnetik. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi literatur yaitu dengan mencari dan mengumpulkan informasi melalui beberapa jurnal, buku, dan internet untuk memperoleh informasi yang akurat dan relavan.
Mekanisme Terjadinya Kanker Kulit Akibat Radiasi Sinar Ultraviolet
Fauziah, Najma Zahiroh;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
SAINTIFIK Vol 10 No 1 (2024): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31605/saintifik.v10i1.470
Matahari adalah titik pusat tata surya yang berupa bola berisi gas. Sinar matahari dapat menghasilkan sinar ultraviolet yang memiliki dampak positif dan dampak negative bagi tubuh manusia. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan kanker kulit yang merupakan salah satu faktor kematian terbesar di dunia. Kanker kulit dapat terjadi karena terkena paparan sinar ultraviolet yang berlebih yang mengakibatkan sel kulit berkembang secara abnormal dan merusak DNA yang merupakan penyusun gen. Untuk itu, masyarakat perlu mengetahui pentingnya menjaga kulit dari paparan sinar ultraviolet serta mengetahui mekanisme terjadinya kanker kulit akibat radiasi sinar ultraviolet. Penelitian dilakukan dengan metode studi pustaka dengan mengumpulkan beberapa jurnal dan buku untuk mengumpulkan informasi.
Analisis Perbandingan Pencemaran Udara Selama dan Setelah Pandemi Covid-19 di DKI Jakarta
Fatimah, Umi;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
SAINTIFIK Vol 10 No 1 (2024): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31605/saintifik.v10i1.471
Pandemi Covid-19 memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar, terutama pada udara. DKI Jakarta termasuk salah satu kota yang terdampak adanya pandemi ini dan juga mempunyai tingkat polusi udara yang sangat tinggi. Provinsi DKI Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Indonesia yang memiliki penduduk yang sangat banyak. DKI Jakarta juga berkontribusi pada gas emisi udara yang dapat menyebabkan penurunan kualitas udara melalui aktivitas pemukiman, industri, dan transportasi. Indeks kualitas udara di DKI Jakarta didominasi oleh kondisi yang bahkan berada pada level berbahaya. Dengan adanya sistem pandemi ini dapat menyebabkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan kebijakan lockdown pada bulan Maret 2020. Menurut studi di beberapa negara, terjadi peningkatan kualitas udara akibat terhentinya mobilitas masyarakat. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan kualitas udara sebelum dan pada saat pandemi Covid-19 di DKI Jakarta serta solusi apa yang tepat dalam menangani hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan beberapa jurnal dan buku. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi udara di DKI Jakarta selama diberlakukannya sistem lockdown memiliki kualitas udara cukup sehat dibandingkan dengan tahun setelah terjadinya pandemi serta dengan adanya penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) akan menjadi solusi yang tepat dalam menangani permasalahan diatas.
Mekanisme Kinerja Pemanfaatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Sebagai Solusi Pengelolaan Air Sungai
Pitaloka, Ami Widya;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
SAINTIFIK Vol 10 No 1 (2024): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31605/saintifik.v10i1.473
Salah satu sumber daya alam yang penting bagi ekosistem dan kehidupan manusia adalah air. Beberapa variabel, termasuk limbah rumah tangga dan industri, dapat berdampak pada kualitas air sungai. Praktik pengelolaan yang baik sangat penting untuk menjaga kualitas air sungai, termasuk pengendalian air limbah sebelum dibuang ke sungai. Infrastruktur bernama Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) digunakan untuk mengolah air limbah sebelum dibuang ke sungai. IPAL memiliki beberapa tahapan pengolahan yang melibatkan berbagai mekanisme untuk memastikan kualitas air limbah yang dihasilkan memenuhi standar yang ditentukan. Salah satu tahapan penting dalam IPAL adalah kolam sedimentasi akhir. Mekanisme kerja kolam sedimentasi akhir melibatkan proses pengendapan, dimana partikel-partikel padat yang lebih berat akan turun ke dasar kolam dan membentuk lumpur atau endapan. Dengan mengendapkan partikel-partikel padat tersebut, kekeruhan air limbah dapat dikurangi sehingga kualitas air menjadi lebih baik. Dengan adanya IPAL, kualitas air limbah dapat ditingkatkan sebelum dibuang ke lingkungan. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan masyarakat yang menggunakan air sungai untuk minum dan keperluan lainnya, serta untuk kelestarian sungai dan ekosistem sekitarnya.