Articles
The Application of Milkrun to Reduce Transportation Costs For Automotive After Sales Products During Covid-19 Pandemic: Case study
Taufik, Deni Ahmad;
Setiawan, Setiawan;
Atikno, Welly
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 5 (2023): LEAN AND GREEN FOR SUSTAINABILITY DEVELOPMENT GOALS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/MBCIE.2023.009
The Covid-19 pandemic has put all businesses in a downturn. This has an impact on the After Sales business such as service parts, accessories and domestic inhouse parts due to the Covid19 pandemic. During the Covid-19 was a very difficult year for the four-wheeled automotive industry in Indonesia where sales decreased drastically from an average of not less than 1 million units to only 600 units a year. This study aims to reduce transportation costs during ongoing business processes. The method used is Milkrun. The research results found that the calculation of transportation costs, it is found that the transportation costs in FY20 are 4,809 MIDR per year because the supplier directly sends the product to the customer so that the transportation cost is based on the distance between the supplier and the customer. By using the milkrun method, transportation costs can be reduced to 3,219 MIDR because the moving transporters take parts from several suppliers that are quite close
Peningkatan Nilai OEE Pada Proses Electro Deposition (ED) Dengan Metoda PDCA Pada Proses Painting di Perusahaan Kendaraan Bermotor Roda Empat
Setiawan, Setiawan;
Setiawan, Indra
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/MBCIE.2024.042
Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah alat ukur kunci dalam evaluasi efisiensi proses produksi yang meliputi ketersediaan, performa, dan kualitas mesin atau peralatan. Studi kasus ini mengkaji penurunan signifikan pada nilai OEE dalam proses painting di industri kendaraan roda empat akibat breakdown mesin yang cukup lama di proses paint. Dengan menggunakan metoda PDCA, sistematika masalah dimulai dari mengidentifikasi akar masalah dengan menggunakan pareto diagram, menemukan akar masalah dengan diagram tulang ikan, melakukan perbaikan langsung di lapangan dan membuat standarisasi serta rencana perbaikan berikutnya. Perbaikan ini berhasil meningkatkan nilai OEE dari 82% menjadi 85% dengan menurunkan waktu breakdown sehingga didapat OEE yang sesuai dengan target yang ditetapkan perusahaan atau standar ideal perusahaan global. Studi kasus ini menunjukkan keberhasilan dalam mengurangi downtime mesin yang berdampak kepada meningkatnya efektifitas pengunaan equipment pada proses paint dan memberikan efisiensi dari ketersediaan waktu pada proses paint secara khusus dan efisiensi perusahaan secara keseluruhan
MASYARAKAT LOKAL TERHADAP BIDANG PARIWISATA BERBASIS KOMUNITAS DI DUSUN GUNUNG TIGA, DESA CINTA RATU, PANGANDARAN: MASYARAKAT LOKAL TERHADAP BIDANG PARIWISATA BERBASIS KOMUNITAS DI DUSUN GUNUNG TIGA, DESA CINTA RATU, PANGANDARAN
Setiawan, Setiawan
KABUYUTAN Vol 2 No 1 (2023): Kabuyutan, Maret 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61296/kabuyutan.v2i1.124
Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Pada Masyarakat (KKNM-PPM) Integratif merupakan mata kuliah wajib universitas yang diberlakukan oleh Universitas Padjadjaran bagi mahasiswa sarjana maupun sarjana terapan yang dalam pelaksanaan pengabdian pada masyarakatnya dilaksanakan secara luring. Selain sebagai jembatan untuk menerapkan salah satu tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan kesempatan langsung kepada mahasiswa untuk mempelajari berbagai permasalahan pada masyarakat serta upaya-upaya masyarakat dalam mengatasi berbagai permasalahan tersebut, serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mengembangkan pemikiran dalam upaya membantu mengatasi permasalahan masyarakat dengan menggunakan fasilitas Hybrid. Salah satu permasalahan yang banyak dihadapi oleh masyarakat Pangandaran adalah terkait dengan pariwisata. Pariwisata yang merupakan satu dari banyaknya sektor di Indonesia yang memiliki peranan penting dalam perkembangan pembangunan ekonomi daerah membutuhkan partisipasi-partisipasi masyarakat untuk turut menggerakkan sektor pariwisata. Sedangkan, banyak dari masyarakat yang belum sadar akan pentingnya pengembangan pariwisata sehingga pariwisata di daerahnya tidak dapat berkembang. Maka dari itu untuk turut mengembangkan pariwisata perlu ditingkatkan penanaman kesadaran masyarakat akan pentingnya pengembangan pariwisata yang dapat terwujud dengan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang nantinya akan memahami dan mengimplementasikan berbagai nilai yang ada dalam Sapta Pesona sehingga dapat mengembangkan pariwisata yang ada.
OPTIMALISASI POTENSI WISATA BERBASIS HEALTH COMMUNITY TOURISM MELALUI SISTEM BUDIDAYA HONEYBEE-COFFEEPLANTATION SEBAGAI EXPERIENTIAL TOURISM DI DUSUN GUNUNG TIGA PANGANDARAN: OPTIMALISASI POTENSI WISATA BERBASIS HEALTH COMMUNITY TOURISM MELALUI SISTEM BUDIDAYA HONEYBEE-COFFEEPLANTATION SEBAGAI EXPERIENTIAL TOURISM DI DUSUN GUNUNG TIGA PANGANDARAN
Setiawan, Setiawan
KABUYUTAN Vol 2 No 3 (2023): Kabuyutan, Nopember 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61296/kabuyutan.v2i3.207
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi wisata berbasis Community Based Tourism (CBT) melalui pemanfaatan sistem budidaya honeybee-coffee plantation sebagai bentuk Experiential Tourism di Dusun Gunung Tiga, Pangandaran. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan metode pengumpulan data yang melibatkan wawancara, survei, observasi, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan honeybee-coffee plantation sebagai salah satu bentuk Experiential Tourism di Dusun Gunung Tiga memiliki potensi besar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat setempat dalam sektor pariwisata, serta mendukung kesejahteraan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Dengan memanfaatkan potensi alam, tradisi lokal, dan kearifan lokal, program ini mampu memberikan pengalaman wisata yang berkesan bagi wisatawan sambil memberikan manfaat sosial dan ekonomi kepada komunitas setempat. Pemanfaatan honeybee-coffee plantation juga mendorong kesadaran lingkungan dan pelestarian alam di antara wisatawan dan komunitas setempat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan dan inspirasi bagi pengembangan potensi wisata berbasis CBT di daerah lain dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal serta nasional.
GAMBARAN TINGKAT KEMANDIRIAN EMOSIONAL PADA REMAJA AWAL TUNARUNGU YANG BERSEKOLAH DI SMPLB NEGERI CICENDO KOTA BANDUNG: GAMBARAN TINGKAT KEMANDIRIAN EMOSIONAL PADA REMAJA AWAL TUNARUNGU YANG BERSEKOLAH DI SMPLB NEGERI CICENDO KOTA BANDUNG
Setiawan, Setiawan;
Nur Fazriah, Diva Lutfia;
Mardiah, Ai;
Aat, Aat;
Purnama, Dadang
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.254
Remaja awal tunarungu menghadapi tantangan dalam perkembangan kemandirian emosionalnya dikarenakan dampak ketulian yang menghambat komunikasi. Kemandirian emosional adalah aspek penting bagi remaja dalam dalam mencapai kedewasaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kemandirian emosional pada remaja awal tunarungu. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan alat ukur Emotional Autonomy Scale (EAS). Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden mayoritas adalah laki-laki dan merupakan anak kedua serta seluruhnya tinggal bersama orang tua. Tingkat kemandirian emosional mayoritas responden berada pada kategori sedang. Berdasarkan dimensinya, dimensi non-dependency, perceive parent as people dan individuation berada pada kategori sedang, sementara dimensi de-idealized berada pada kategori rendah.
Response of Long-Term Memory to Molecular Changes of BDNF in Hippocampus in Various Intensities of Physical Activity
Lubis, Leonardo;
Setiawan, Setiawan
International Journal of Integrated Health Sciences Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (92.072 KB)
Objective: To analyze the physiological response of long-term memory (LTM) to the molecular changes of brain-derived neurotrophic factor (BDNF) in the hippocampus by the treatment of various intensities of physical activity. Methods: Subjects were 7–8 week old male Wistar rats weighed between 201–250 grams. This study was an experimental study with pre-(day-1) and post-(day-14) design. Molecular changes reflected by the changes in the expression of mRNA and protein of BDNF in the hippocampus. Treatment of physical activity on the subjects was running on the Animal Treadmill by grouping of the physical activity: light intensity at a speed of 10 m/min, moderate intensity at a speed of 20 m/min and heavy intensity at a speed of 30 m/min. The treatment’s duration was 30 minutes.Then, analysis of data on pre (day-1) and post (day-14) which were: LTM response based on travel time swimming test, the expression of mRNA (Ct) and protein (%) of BDNF in hippocampus based on RT-PCR and immunohistochemistry. Results: The results showed that moderate intensity group caused the better physiological and molecular responses than the other groups, as follows: travel time (0.6260 vs 0.7270 vs 0.9400 vs. 1.4000 seconds (p<0.05)), mRNA BDNF expression (17.2320 vs 18.8800 vs 19.7540 vs 20.7750 Ct (p<0.05)), and hippocampal BDNF protein expression. Conclusions: The study conclude that the moderate intensity is the best physical activity to improve LTM as showed by the BDNF mRNA expression as well as BDNF protein in hippocampus. Keywords: Intensity, long-term memory, brain-derived neurotrophic factor, hippocampus DOI: 10.15850/ijihs.v4n2.839
PROTOTIPE SISTEM INFORMASI INVENTORI DENGAN PENDEKATAN BERORIENTASI OBJEK (STUDI KASUS POLITEKNIK LP3I JAKARTA)
Setiawan, Setiawan
JURNAL LENTERA ICT Vol. 3 No. 1 (2016): JURNAL LENTERA ICT
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengembangan Sistem informasi Inventori dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama atau memperbaiki sistem yang ada terahadap sistem pada suatu Perguruan Tinggi, Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Terapan (Applied Research).Metode prototipe sistem informasi menggunakan model waterfall.Teknik pengujian sistem dengan pendekatan black box testing. Pengujian validasi menggunakan Focus Group Discussion. Kualitas perangkat lunak yang dihasilkan diuji berdasarkan empat karakteristik kualitas perangkat lunak model ISO 9126 yaitu: functionality, reliability, usability dan efficient. Hasil penelitian berupa perangkat lunak Sistem Informasi Inventori yang memiliki tingkat kualitas Sangat Baik serta dapat berfungsi menyediakan data Inventori terintegrasi dan meningkatkan kecepatan informasi/pembuatan laporan Inventori.Kata Kunci: PenelitianTerapan, Waterfall, Analisis dan Perancangan Berorientasi Obyek, ISO 9126
SISTEM ADMINISTRASI RAWAT JALAN PADA KLINIK SILIWANGI
Setiawan, Setiawan
JURNAL LENTERA ICT Vol. 2 No. 1 (2014): JURNAL LENTERA ICT
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sistem Komputerisasi Merupakan Salah satu elemen yang sangat penting di dalam suatu perusahaan, karena system komputerisasi dapat meningkatkan atau mempermudah proses kerja serta pelayanan.Pada saat ini proses yang terjadi di klinik medika siliwangi umumnya masih menggunakan system secara manual, sehingga di butuhkan suatu system yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi seperti lambatnya pengecekan data dan pembuatan laporan. Maka penulis membuat suatu rancangan system yang terkomputerisasi mulai dari pendaftaran pasien baru, pembuatan kartu pasien dan transaksi dengan menggunakan program Visual Basic sebagai media untuk merancang system tersebut.Dengan sistem yang penulis buat diharapkan bisa diterapkan di Klinik Siliwangi sebagai alat untuk memecahkan kendala dari system yang masih manual. Kata kunci : Sistem Komputerisasi
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN LAPANGAN FUTSAL PADA PARUNG FUTSAL
Setiawan, Setiawan
JURNAL LENTERA ICT Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL LENTERA ICT
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstractComputerized system is one of the most important elements in a company, because the computerized system can improve or simplify the process of ordering and service. At this time the ordering process is happening in Parung Futsal, still using manual systems, so in need of a system that can solve the problems such as slow checking data and preparing reports. The author makes a computerized system design from ordering field (booking), indoor soccer field rental transaction process and preparing reports, using a Web program base of PHP as a medium for designing the system. With a system that the authors make is expected to be implemented in Parung Futsal as a tool to solve the constraints of the system that is still manual.Keywords: Computerized System, Online Booking, Footsal Booking.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PPIC
Setiawan, Setiawan;
Bahari, Muhamad Syaiful
JURNAL LENTERA ICT Vol. 1 No. 1 (2013): JURNAL LENTERA ICT
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
PPIC (Production Planning Inventory Control) merupakan bagian dari organisasi perusahaan yang menjembatani 2 department yaitu marketing dan produksi. PPIC menterjemahkan kebutuhan pengadaan produk jadi untuk marketing kedalam bentuk rencana produksi dan ketersediaan bahan baku serta bahan pengemas. PPIC demikian penting peranannya dalam operasional perusahaan karena berkaitan erat dengan “cash flow atau aliran dana” dan kinerja bagian produksi secara umum.Penelitian juga hanya membatasi kajian pada bagian PPIC untuk pembuatan SPK (Surat Perintah Kerja) ke bagian Produksi pada produksi Smartcard dengan implant chip dan Marketing hanya pada pembuatan Sales Order saja dalam hal yang terkait pada prosedur, fungsi yang terkait, dokumen yang digunakan, catatan transaksi yang diperlukan serta pengendalian intern. Kelemahan dari sistem manual ini yaitu sulitnya pengawasan terhadap proses administrasi Product Plan yang dilakukan perusahaan. Selain itu sistem manual memerlukan tempat penyimpanan yang besar dan bila perusahaan tidak memilikinya maka akan terjadi penumpukan dokumen.Oleh sebab itu aplikasi sistem administrasi PPIC sangat diperlukan agar proses perencanaan produksi dapat berjalan cepat dan lancar. Sehingga perusahaan dapat berjalan lebih efektif dan efisien dalam menghadapi persaingan. Hal ini yang menarik untuk dijadikan suatu penelitian pada perancangan sistem informasi administrasi PPIC pada PT. Sandipala Arthaputra di Bekasi, dengan mengidentifikasikan masalah pada : Bagaimana sistem berjalan administrasi PPIC pada PT. Sandipala Arthaputra ?, Apakah terdapat masalah atau kendala pada sistem berjalan tersebut yang dilakukan oleh PT. Sandipala Arthaputra? dan Bagaimanakah SOlusi pemecahan masalah terhadap kendala-kendala yang ada tersebut dengan perancangan sistem informasi ?Keywords : Product Plan, Dokumen, Administrasi dan Sistem