Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Green Packaging dan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Brand Trust pada produk kosmetik ramah lingkungan di Kota Bandar Lampung. Fenomena meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu keberlanjutan mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan praktik ramah lingkungan dan tanggung jawab sosial sebagai strategi membangun kepercayaan merek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, di mana data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dari 100 responden pengguna kosmetik ramah lingkungan berusia 18–35 tahun. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Packaging dan CSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Trust, baik secara parsial maupun simultan, dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,540. Persamaan regresi yang diperoleh, Y = 17,000 + 0,340X₁ + 0,399X₂, mengindikasikan bahwa peningkatan penerapan kemasan ramah lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek kosmetik. Secara parsial, variabel CSR memiliki pengaruh paling kuat terhadap Brand Trust. Temuan ini memperkuat Commitment-Trust Theory (Morgan & Hunt, 1994) serta konsep Triple Bottom Line (Elkington, 1997), yang menegaskan pentingnya integrasi nilai etika, sosial, dan lingkungan dalam strategi merek berkelanjutan. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada integrasi simultan Green Packaging dan CSR dalam model empiris pada konteks kosmetik ramah lingkungan di Indonesia, yang sebelumnya jarang dikaji. Hasil ini memperluas pemahaman akademik tentang pembentukan brand trust berbasis keberlanjutan dan memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk memperkuat kredibilitas merek melalui inovasi kemasan dan tanggung jawab sosial yang autentik.