p-Index From 2021 - 2026
25.104
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurnal Diskursus Islam Inspiratif Pendidikan Jurnal Pilar JICSA Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies TSAQAFAH Al-Qalam Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Hikmah Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan Dirasat Islamiah: Jurnal Kajian Keislaman Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia Journal of Comprehensive Science Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial ADIBA: Journal of Education Kasta: Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan PAIDA: Jurnal Pendidikan Agama Islam UNIMUDA PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Socius: Social Sciences Research Journal PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Quality : Journal of Education, Arabic and Islamic Studies Diplomasi : Jurnal Demokrasi, Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum IQRA : Jurnal Magister Pendidikan Islam TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara JOP JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vifada Journal of Education Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Agency Journal of Management and Business Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Jurnal Cendekia Ilmiah Ulil Albab PESHUM Jurnal Pendidikan Agama Islam JREP Jurnal Kajian Budaya & Media Annujum: Journal of Humaniora and Law Al Urwatul Wutsqa Edumaspul: Jurnal Pendidikan Journal of Pedagogi Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam TARQIYAH: Jurnal Pendidikan dan Literasi Jurnal Pendidikan dan Keguruan Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kearifan Lokal (JIPKL) Humanitis (Jurnal Humaniora Sosial dan Bisnis) Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu
Claim Missing Document
Check
Articles

AL-Ghazali (1058-1111 M): Kritik terhadap Filsafat Yunani dalam Islam serta Teologi Asy ‘Ariyah dan Pengaruhnya dalam Sufisme Nasrul Nurdin; Dwi Cahya Oktavianto; Jihan Fahira; Nurwahida Ahmad; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6441

Abstract

Al-Ghazali (1058–1111 M) merupakan salah satu pemikir terpenting dalam sejarah pemikiran Islam, dikenal karena kritiknya yang tajam terhadap filsafat Yunani, khususnya pemikiran Aristotelian dan Neoplatonisme. Dalam karya utamanya, Tahafut al-Falasifah (Kekacauan Para Filsuf). Fokus penelitian juga mencakup Pandangan Al-Ghazali Tentang Ketuhanan Dan Iman, Serta Hubungannya Dengan Kritik Filsafat Yunani. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder terkait kritik Al-Gazali. Penelitian ini menemukan bahwa Teologi Asy‘Ariyah Membentuk Dasar Pandangan Al-Ghazali Tentang Ketuhanan Dan Iman, Serta Hubungannya Dengan Kritik Filsafat Yunani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kritik Al-Ghazali terhadap filsafat Yunani telah memberikan dampak yang signifikan dalam pemikiran Islam. Dengan menekankan batasan akal, pentingnya wahyu, dan relevansi spiritual, Al-Ghazali menawarkan alternatif yang kuat terhadap pendekatan filosofis yang dominan saat itu. Melalui karya-karyanya, ia mengajak umat Islam untuk menyadari pentingnya integrasi antara iman, pengalaman spiritual, dan pemahaman rasional dalam mencari kebenaran.
Ali bin Abi Thalib: Kebijakan Politik dan Peristiwa Tahqim antara Ali dan Mu’awiyah bin Abi Sufyan Nasrul Nurdin; Rahmad Nur Hidayat; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6443

Abstract

Ali bin Abi Thalib adalah khalifah keempat dari Khulafaur Rasyidin yang memiliki kontribusi besar bagi peradaban Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji biografi Ali bin Abi Thalib, kebijakan politik yang dijalankan, serta peristiwa tahqim antara Ali dan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Fokus penelitian juga mencakup penyebab utama terjadinya perang shiffin atau peristiwa tahqim sehingga terjadi perang persaudaraan di antara para sahabat Nabi yang ternyata pelaku utamanya dilakukan oleh Abdullah bin Saba‘ bersama pengikutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder terkait Ali bin Abi Thalib. Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan politik Khalifah Ali bin Abi Thalib yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan melakukan reformasi dalam pemerintahannya serta upaya mempersatukan umat Islam, namun peristiwa tahqim yang terjadi justru menjadi titik yang melemahkan posisi Ali sebagai khalifah dan memperparah perpecahan di tubuh umat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan Ali berbasis keadilan dan integritas menghadapi tantangan besar dari dinamika politik dan konflik internal serta menciptakan dampak mendalam terhadap sejarah peradaban Islam. Temuan ini penting untuk memahami bagaimana peradaban Islam pada masa lalu dapat menjadi inspirasi bagi pembangunan peradaban modern.
Pelantikan dan Kepemimpinan Umar bin Khattab: Analisis Biografi dan Kebijakan Politiknya selama Kekhalifahan Wa Ode Rohis Zauman; Abdurrahman, Abdurrahman; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6487

Abstract

Umar bin Khattab, khalifah kedua dalam sejarah Islam, dikenal karena kebijakan politiknya yang revolusioner serta kepemimpinan yang kuat dan adil. Artikel ini mengkaji pelantikan Umar sebagai khalifah dan kebijakan politik yang ia terapkan selama masa pemerintahannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pelantikan Umar bin Khattab, mengeksplorasi kebijakan-kebijakan yang diterapkannya, serta menilai dampaknya terhadap pemerintahan Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis historis berdasarkan sumber-sumber primer dan sekunder, termasuk karya-karya klasik sejarah Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelantikan Umar sebagai khalifah bukan hanya momen transisi kepemimpinan, tetapi juga memicu reformasi besar dalam administrasi negara, sistem ekonomi, dan penegakan hukum. Kebijakan Umar dalam pengelolaan tanah, pembagian zakat, dan sistem pajak terbukti sangat efektif dalam memperkuat stabilitas politik dan sosial. Kebijakannya juga menciptakan sistem pemerintahan yang lebih terstruktur dan transparan. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Umar yang adil dan bijaksana menjadi model bagi pemimpin-pemimpin Islam berikutnya, serta memberikan kontribusi besar dalam pembentukan struktur pemerintahan Islam yang berkelanjutan. Penelitian ini juga menyoroti relevansi kebijakan Umar dalam konteks pemerintahan dan keadilan sosial yang dapat diterapkan di masa kini.
Dinasti Fatimiyah: Sebuah Tinjauan Sejarah Revalina Almusawa; Rezki Siti Hajar; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6495

Abstract

Dinasti Fatimiyah adalah salah satu kekhalifahan Islam yang berdiri pada tahun 909 M dan berpusat di Mesir setelah mendirikan kota Kairo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah Dinasti Fatimiyah, termasuk proses berdirinya, pencapaian dalam bidang politik, ekonomi, dan budaya, serta faktor-faktor yang menyebabkan kejatuhannya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder terkait Dinasti Fatimiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinasti Fatimiyah mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan al-Mu’izz li-Dinillah, terutama melalui pembangunan Masjid al-Azhar yang menjadi pusat keilmuan Islam hingga saat ini. Namun, konflik internal, tekanan eksternal, dan krisis ekonomi menjadi penyebab utama kejatuhan mereka pada tahun 1171 M. Warisan budaya dan intelektual Dinasti Fatimiyah, seperti toleransi agama dan pengembangan keilmuan, tetap relevan dalam perkembangan peradaban Islam modern. Kesimpulannya, Dinasti Fatimiyah memberikan kontribusi signifikan terhadap sejarah Islam dan menjadi studi penting untuk memahami dinamika kekuasaan dan keberagaman dalam Islam.
Pemikiran Filsafat AL-Kindi Aiman Abu Khair; Adji Saputra; Nurmiani; Rezki Siti Hajar; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi Al-Kindi, pemikiran filsafat Al-Kindi serta pengaruh filsafat Yunani di dunia Islam. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, penulis mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan pembahasan yang penulis lakukan. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini bahwa Al-Kindi merupakan filosof pertama yang menyelami disiplin filsafat dengan menggunakan bahasa Arab sebagai media pengantarnya. Kesulitan yang dihadapi Al-Kindi dalam mengenalkan sesuatu yang masih asing pada kolega-kolega cendekiawan dan orang-orang di zamannya, semakin memotivasinya untuk selalu berupaya menemukan istilah-istilah filsafat Yunani dalam kosa kata bahasa Arab yang memadai. Kontribusi terbesar yang diberikan Al-Kindi adalah terbukanya pintu-pintu filsafat bagi para ilmuwan muslim. Umat muslim pada zaman dahulu amat menentang untuk mempelajari ilmu filsafat, karena dikhawatirkan akan menyebabkan berkurangnya rasa hormat kepada Tuhan. Dasar pemikiran filsafat Al-Kindi berasal dari teks-teks Yunani klasik yang dipadukan dengan keyakinan agama Islam sebagai agama yang dianutnya. Secara umum, dasar pemikiran filsafat Al-Kindi termuat dalam risalah Fi al-Hudud al-Asyya. Berbagai macam pengaruh dari penyebaran filsafat yunani di dalam agama islam itu sendiri, serta berbagai sikap para ulama dan cendikiawan muslim dalam menaggapi fenomena tersebut. Namun dalam masalah ini, tentu perlu dibagi terkait pengaruh positif maupun negatif nya.
Abdurrahman Ad-Dakhil dan Thariq bin Ziyad: Kebijakan Politiknya Serta Khalifah yang Berpengaruh di Andalusia Aiman Abu Khair; Jihan Fahira; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi Abdurrahman Ad-Dakhil dan Thariq bin Ziyad, kebijakan politik yang dijalankan serta khalifah yang berpengaruh dalam perkembangan Islam di Andalusia. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah studi pustaka, penulis mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan pembahasan yang penulis lakukan. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini bahwa Islam di Andalusia berawal dari ekspansi Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair atas perintah Khalifah Umayyah VI Al-Walid. Keberhasilan mereka menandai awal mula penyebaran Islam di Benua Eropa. Abdurrahman Ad-Dakhil memerintah Andalusia selama tiga puluh tiga tahun. Pada saat Abdurrahman Ad-Dakhil menetap di Cordova, di sana ia membangun istana dan masjid. Ia melarang propaganda bagi kepentingan kaum Abbasi di seluruh wilayah Andalusia. Di sana ia membangun kerajaan besar dan kembali menghidupkan jejak kekhalifahan. Sebelum penaklukan Andalusia oleh Thariq bin Ziyad, Andalusia dihuni oleh mayoritas besar dari kaum Kristen yang dikuasai oleh Kerajaan Visigoth. Saat menuju kehancurannya ditangan pasukan Islam, Andalusia berada dalam keadaan memprihatinkan, karena terjadinya konflik internal perebutan kekuasaan dalam kerajaan, ditambah lagi adanya sistem kelas yang memarjinalkan kaum proletar atau rakyat kecil di Andalusia.
Pendidikan Islam Pada Lembaga Pendidikan Formal, Non Formal dan Informal Lutfi, M; Rama, Bahaking; S, Syamsuddin
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan potensi individu, serta dalam pengembangan masyarakat secara keseluruhan. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan Islam dalam konteks lembaga pendidikan informal, formal, dan nonformal di Indonesia. Tiga jalur pendidikan ini diakui secara resmi dan masing-masing memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang saling melengkapi. Pendidikan formal, yang diselenggarakan oleh madrasah, berfungsi sebagai lembaga resmi yang terstruktur dan diatur oleh pemerintah, memberikan pendidikan yang mencakup ilmu agama dan pengetahuan umum. Pendidikan nonformal, seperti Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan berbagai kursus, menawarkan alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan di luar jalur formal. Pendidikan ini sering kali lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, terutama bagi anak usia dini. Melalui pendidikan nonformal, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan. Selain itu, makalah ini juga membahas perbedaan mendasar antara pendidikan formal, nonformal, dan informal. Pendidikan informal, yang berlangsung di lingkungan keluarga atau masyarakat, memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan individu. Jenis pendidikan ketiga ini saling melengkapi dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia dan berpengetahuan. Dengan demikian, makalah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran dan pentingnya pendidikan Islam dalam berbagai lembaga pendidikan di Indonesia. Penelitian ini juga mendorong pembaca untuk lebih menghargai dan memanfaatkan setiap jalur pendidikan yang ada, guna mendukung pengembangan diri dan masyarakat yang lebih baik. Melalui pemahaman yang komprehensif tentang pendidikan Islam, diharapkan generasi mendatang dapat menjadi individu yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Pendidikan Islam pada zaman Abbasyiah (Masa keemasan pendidikan Islam 750-1258 M) Vera, Andi Ana; Rama, Bahaking; S, Syamsuddin
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14550860

Abstract

This paper discusses the development of Islamic education during the Abbasid Dynasty, known as the golden era of Islam. During this period, Islamic education experienced remarkable progress with the establishment of various educational institutions such as kuttabs, madrasas, libraries, and hospitals. The Abbasid caliphs not only supported religious sciences but also encouraged the advancement of knowledge and technology. The tradition of translating foreign works and conducting scientific studies became a hallmark of this era, producing many prominent Muslim scholars. This study aims to elaborate on the history of the Abbasid Dynasty, the development of educational institutions, and their influence on modern Islamic education. It is hoped that this research can contribute to understanding a comprehensive model of Islamic education that is relevant to the current context.
Lembaga Pendidikan Sekolah dan Madrasah A, Arifuddin; Rama, Bahaking; S, Syamsuddin
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of increasingly widespread globalization, every nation needs to increase its competitiveness in various fields, especially its human resources. In order to be able to compete, everyone is required to be able to develop science and technology. In order to answer the increasingly difficult challenges, educational institutions must make significant changes, in order to produce human resources who are able to respond to every change. Many things are problems and challenges in the world of education, including madrasas. All the challenges and problems faced require serious solutions, in order to produce quality human resources in terms of science, technology and good morals. In this case, madrasas as one of the Islamic educational institutions in order to meet these demands strive to make changes and developments continuously in order to produce quality graduates. This study is a literature review with a qualitative approach. The results of the study show that the educational system renewal model offered includes the contents of the curriculum and learning methods. The curriculum offered uses a combination model while still teaching Islamic lessons plus general subjects, such as reading and writing Latin letters, arithmetic, language, natural sciences, social sciences and several types of skills. While the method used applies modern learning methods to be more effective.
Pendidikan Islam Pada Masa Kemunduran Periode Pertengahan Y, Yulianti; Rama, Bahaking; S, Syamsuddin
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education during the decline of the medieval period, which lasted from the 13th to the 18th centuries, was marked by intellectual stagnation, the weakening of centers of learning, and the dominance of conservative traditions in Islamic thought. Factors that caused this decline included foreign invasions, such as the Mongol invasion that destroyed Baghdad in 1258, the weakening of Islamic political power, and reliance on traditional teaching methods such as memorization without critical understanding. Nevertheless, Islamic education continued to play an important role in maintaining the tradition of learning and spirituality through institutions such as the madrasah. Madrasahs during this period focused more on the study of Islamic jurisprudence and religious sciences, so they paid less attention to rational sciences such as philosophy, astronomy, and medicine, which had previously flourished during the Golden Age of Islam.
Co-Authors A, Arifuddin A. Amiruddin A. Marjuni AA Sudharmawan, AA Abd. Haris Abd. Rahim Razaq Abdul Aziz Abdul Gani Abdul Halim Abdul Kadir Abdul Pandi Abdurahman Abdurrahman Abdurrahim Supardi Usman Abdurrahman Abdurrahman Abdurrahman Abdurrahman Abubakar Abubakar Achruh, Andi Adji Saputra Adji Saputra Cendana AFRIANDI Agil Husain Abdullah Agil Husain Abdullah Agustang Ahsan Taqwim Aiman Abu Khair Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Aji, Arif Pramana Aji, Wahyu Al Azhar Al Azhar Al Husnul Khatimah Alam, Nur Alamsyah Alfiyyah Nurhidayah Aminuddin Aminuddin Amirah Mawardi, Amirah Amiruddin, A. Amri Usa Andi Achruh Andi Achruh Andi Arbaina Fariza Andi Eki Dwi Wahyuni Andi Eki Dwi Wahyuni Anita Anita Anita Anita Arif, Arif Aji Arifuddin Siraj Arifuddin Siraj Arifuddin Siraj Arifuddin Siraj Aripuddin Arsyad, Mujahid Arsyad, Mujahid Mallombasi Asgar Marzuki Asgar Marzuki Aulia Rezkyana Agus Awalia, Anggi Ria Baehaqi Baharuddin Baharuddin Bakri, Muhammad Ali Bakri, Naharuddin Budihartono Budihartono Candra Swandi Candra Swandi Danial Rahman Danial Rahman Darmanto, Lutfi Duriani Duriani Dwi Cahya Oktavianto Dwi Cahya Oktianto Dwi Cahya Oktianto Fahira, Jihan Fahmi Jalaluddin Faisal Rifqi Fathul khair fatima azzahra Ferdinan Ferdinan Ferdinan Ferdinan Ferdinan Ferdinan, Ferdinan firman Firman Firman Fitri, Ummu Nurul Getteng, Abd. Rahman Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hamdia Sayyadi Hamnar, Nur Rahmin Hamriani, Selvi Hanan Ka-Do Handrihadi, Ayub Harlinda Hasta, Muharrida Hermawansyah Hermawansyah Hijrawati Sehu Hudayani, Fiqrah Humairah, Andi Eliyah Husyin Saputra Ifriani Abdul Salam Ifriani Ifriani Ifriani, Ifriani Ilham Imam Sanusi Irma Suryani Syamsuddin Jamaluddin H Jamaluddin Jamaluddin Jeprianto Jeprianto Jihan Fahira Jumadi Jumadi Junarti Junarti Juniarti Iryani K, Khaerunnisa Kamal Karmala Karmala Karmala Karmala, Karmala Karsani, Karsani Kasban, Muhammad Zain Kasiono Khalik, Suhartini Kodina, Elce Yohana Kusnadi Umar La Adu Leni Puspitasari Lestari, Laili Tri Lutfi, M M. Ilham Muchtar M. Kasim M., Ratna Mahyaya Nur Mappigau, Ernawaty Margiono Margiono Margiono Margiono, Margiono Marjuni, H. Marni Basir Martono La Moane Maryam Maryam Masruraini Masruraini Mei, Reski Miro, Abbas Baco Misran Misran MISYKAT MALIK IBRAHIM Moch Natsir Mahmud Muchtar, Achmad Dahlan Muh Rusydi Rasyid Muh Yahdi Muh. Arsyad Muh. Darwis Muh. Farhi Muh. Kharisman Muh. Nasir Muh. Niamur Ridho Muh. Yusuf Muhamad Herman Muhamad Nuril Huda Muhammad Aminullah, Muhammad Muhammad Azmi Muhammad Hakil Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Rusdi Rasyid Muhammad Rusdi Rasyid Muhammad Rusdi Rasyid Muhammad Rusdi Rasyid Muhammad Rusydi Rasyid Muhammad Rusydi Rasyid Muhammad Rusydi Rasyid Muhammad Shabir U Muhammad Syafril Sunusi Muhammad Taufiqul Hidayat Muhammad Yahdi Muhammad Yahdi Muhammad Yahdi, Muhammad Muhammad Zain Muhammad Zain Kasban Muhammad Zain, Muhammad Muhsin Mujahid Arsyad Mujahid Mallombasi Arsyad Mukjizah Mukhtar Lutfi Mukjizah Mukjizah Muliadi Muliadi Muliadi Muljono Damopolii Munawira, Siti Munir Munir, Munir Musdalifah Muslim Muslimin, Abdul Aziz Muslimin, Rika Rahayu Mustopa, Ahmad Ali Muzakki, Muhammad Muzakkir Nabila Indana Nasrallah Nasrallah Nasrul Nurdin Nawir, M. Syukri Nur Fitrah Julianti Patta Nur Rahmin Hamnar Nur, Zulfikah Nurchalis Aziz Nurdin, Nasrul Nurfadilah Hariandani Nurfadillah Apriliah Nurfadillah Nurfadillah Nurfadillah Nurfadillah Nurkhalishah Nurliana Nurliana Nurliana NURLIANA NURLIANA Nurman Said Nurmiani Nurul Hasanah Nurul Hasanah Nurul Istiqamah Ishaq Nurul Magfirah Nurul Mawaddah Nurul Rofika Nurwahida Ahmad Nurwahida Ahmad Nuscholis Azis Oktaviana, Wahidah Pahero, Usman Pajarianto, Hadi Pelani, Herman Puspa Sari Rachman, Wa Sree Galuatry Rahma Ashari Hamzah Rahmad Nur Hidayat Rahmat Justan Rahmat Justan Rahmat Nur Hidayat Rahmawati Ramli Ramli Ramli, Rahmawati Ramlianto Rasdiana Rasdiana Rasihun Ratna M. Razak, Abd. Rahim Razaq, Abd. Rahim Reski Amalia Reski Mei Revalina Almusawa Rezki Auliyah Syukri Rezki Siti Hajar Rieka Kartika Aulia Rahkmat Rijal, Tabhan Syamsu Risda Risda Rizki Ayu Amaliah Junaidi Rofia Masrifah Rosdiana Rubi Awalia Rusli Malli, Rusli Rusmin B, Muhammad S, Ramlah S, Sartika S, Siti Munawira s, syamsuddin Saiyed Mahmuddin Assaqqaf Salam, Ifriani Abdul Saleh, Syamsuddhuha Saleh, Syamsudduha Salito Samsuriadi, Samsuriadi Sari, Lilis Permata Sattu Alang Selfina Selfina Selfina, Selfina Selvi Hamriani Shabir U, Muhammad Siraj, Arifuddin Siti Munawira Siti Munawira S Siti Nurpaida Siti Rumaisha Sitti Muthmainnah Sitti Muthmainnah Sitti Muthmainnah SRI LESTARI Sri Mulyani Sry Nur Intan St Syamsudduha St. Radyah Bintang A St. Rosmi Subandi Subandi Suciyati, Nirwana Sudarni Sudarni Sumalo, Kadir Suriyati ., Suriyati Suriyati Suriyati Suryani, Aisyah Susdiyanto, Susdiyanto Susmihara Syahruddin Syamsiar, Syamsiar Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsudhuha Saleh Tang, Ambo Tiara Putri Aziza Titi Mildawati Trye Sunarti H Tuti, Hastuti Ulfa, Aina Mardhiyah Ulfiani Rahman Usman Usman, Abdurrahim Supardi Vera, Andi Ana Wa Ode Rohis Zauman Wahida Octaviana Wahida Octaviana Wahidah Oktaviana Wahyuddin Naro Wahyuddin Naro, Wahyuddin Wahyun, Wahyun WAHYUNI Wasania, Wasania Wasitah, Wasitah Witasari Y, Yulianti Yahdi, Muh. Zhalfa Luthfi Fauza Zikriadi Zuhdiah, Zuhdiah ZUL KIFLI, ZUL Zulqarnain Tajuddin ‘Aima, Nur