Articles
PERANCANGAN PRIVATE CLOUD STORAGE PADA UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI
santoso, santoso;
Tandy, Juliana;
Siagian, Saut;
Husni, Akhmad Faisal
JOURNAL V-TECH (VISION TECHNOLOGY) Vol 3 No 1 (2020): JOURNAL V-TECH (VISION TECHNOLOGY)
Publisher : LPPM Universitasdiwangsa Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35141/jvt.v3i1.640
Storage media evolve from time to time, from small capacity diskettes to large capacity hard disks. All adjust the needs, which is the development of software increasing storage space (storage) needed. But in this day and age the effectiveness and efficiency of using storage is the user's choice. Cloud storage has advantages in terms of scalability or the use of storage can be adjusted to the needs of the user side itself, besides that from the IT administration side because all activities are centralized on the server, adding storage capacity can be quickly, system improvements can be done easily and costs are far smaller than replacing hardware resources in many places. a service that is able to effectively and efficiently handle the need for cloud storage at Adiwangsa Jambi University. In this study the aim is to design cloud storage architecture at the Adiwangsa Jambi University using the waterfall method. The design is done by making a relational database system gives good results and is suitable for further development.
E-COMMERCE BUSINESS TO CONSUMERS SARANA BELANJA AMAN, NYAMAN DAN EFISIEN
Santoso, Santoso;
Kifti, Wan Mariatul;
Rahayu, Elly
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v1i2.834
Pengabdian Kepada Masyarakat adalah suatu kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Secara umum program ini dirancang oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia. Maksud dari kegiatan pengabdian ini adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai pengamalan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada siswa/i SMK Negeri 1 Kisaran serta memberi pemahaman kepada siswa/I SMK Negeri 1 Kisaran tentang e-commerce, sarana belanja dan menjual secara online , aman, nyaman, dan efisien. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi siswa/i untuk dapat mengenal dan memanfaatkan e-commerce untuk berdagang dan berbelanja secara online . Bentuk kegiatan dilakukan dengan penyampaian materi dalam bentuk presentasi dan praktek sehingga peserta dapat mencoba langsung untuk melakukan pemesanan suatu produk pada penyedia layanan belanja online. Hasilnya adalah Siswa SMK Negeri 1 Kisaran tidak hanya memahami bagaimana belanja secara online tetapi juga mengetahui jenis-jenis e-commerce, serta potensi keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan e-commerce sebagai sarana berdagang di era digitalisasi.
ANALISIS PERTUMBUHAN JUMLAH KAMAR HOTEL, JUMLAH WISATAWAN DAN MAHASISWA PERGURUAN TINGGI PARIWISATA PROGRAM STUDI PERHOTELAN
Santoso, Santoso
JURNAL MEDIA WISATA: Wahana Informasi Pariwisata Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36276/mws.v12i1.67
Pariwisata merupakan lokomotif penggerak ekonomi rakyat karena memiliki multiplier efek yang luas bagi masyarakat. Pariwisata diharapkan akan menjadi penghasil devisa utama mengingat besarnya potensi wisata dan luasnya wilayah Indonesia dengan berbagai keragaman alam dan budaya Oleh karena itu, peranan dari pemerintah dan industri pariwisata termasuk pramuwisata amat penting dalam upaya memajukan menyukseskan pembangunan pariwisata nasional. Salah satu langkah strategis adalah peran pendidikan pariwisata dalam rangka peningkatan kualitas SDM pariwisata. Seiring dengan perkembangan jumlah kamar hotel yang ada di Yogyakarta kebutuhan akan tenaga bidang perhotelan ini semakin tinggi dan oleh karenannya semakin agrtesif departemen personalian di berbagai hotel untuk melakukan kerjasama dengan pihak sekolah atau perguruan tinggi dalam rangka menjaring tenaga kerja yang profesional. SDM industri masih bermasalah dalam hal kualitas kompetensi. Hal ini tercermin dari kurangnya SDM pariwisata yang tersertifikasi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya profesionalisme pengelola objek wisata, kurangnya kualitas layanan usaha wisata, yang pada akhirnya dapat menurunkan citra pariwisata Indonesia. Dalam hal kuantitas, kapasitas penciptaan SDM pariwisata berkualitas perlu ditingkatkan. Pertumbuhan jumlah penciptaan SDM pariwisata berkualitas ini harus dapat mengimbangi pertumbuhan jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun Indonesia. Indikasi ketidakseimbangan ini terlihat dari kecilnya jumlah lulusan dantingginya daya serap lulusan pendidikan tinggi pariwisata binaan Kemenparekraf, berkisar 94%, dimana pendidikan tinggi pariwisata ini merupakan barometer penciptaan SDM berkualitas. Selain peningkatan kuantitas dan kualitas SDM, masyarakat di wilayah destinasi pariwisata belum optimal mendukung kepariwisataan. Masyarakat belum memiliki perilaku sapta pesona, belum menjadi pelaku utama usaha pariwisata di daerah setempat, dan belum cukup aktif dalam mendukung penciptaan keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan
Aplikasi Pengenalan Profesi pada Anak Usia Dini Berbasis Android
Kuswiyanti, Tanti Sri;
Santoso, Santoso;
Indriyani, Fitri
Academic Journal of Computer Science Research Vol 2, No 2 (2020): Academic Journal of Computer Science Research
Publisher : STMIK Bina Sarana Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38101/ajcsr.v2i2.288
Pengenalan profesi sejak dini sangatlah bermanfaat bagi anak untuk menambah wawasan mengenai profesi, sehingga orangtua bisa mengarahkan anak pada cita-cita di masa depan. Pengenalan profesi bisa didapat anak dari guru atau orangtua, namun tentu profesi-profesi yang diajarkan terbatas. Media pembelajaran yang biasanya digunakan hanya buku bergambar atau dengan lisan, sehingga anak mudah bosan dalam belajar. Smartphone Android bisa dijadikan sebuah media pembelajaran. Oleh karena itu, perlunya sebuah aplikasi pengenalan profesi pada anak usia dini berbasis android untuk mengenalkan profesi secara interaktif pada anak. Aplikasi ini didukung dengan desain gambar yang menarik, backsound serta animasi untuk memberikan informasi mengenai profesi. Sistem dibangun dan dirancang menggunakan Adobe Animate CC 2019 dan Adobe Illustrator sebagai pengolah desain.
PERIODISITAS PARASIT FILARIASIS DI DESA KARYA MAKMUR KABUPATEN OKU TIMUR TAHUN 2007
Santoso, Santoso
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 2 No 1 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Study on the periodicity of filarial larvae in Karya Makmur Village, Batumarta VIII Health Care East OKU has been conducted in 2007. The objectives of the study were to identify the prevalence of microfilaria rate (Mf rate), filarial larvae species and periodicity of filarial larvae. The number of people examined were 381 people and out of this number 4 people were mf positive. The Mf rate was 1.05%. Periodicity study was done in 5 positive persons. Blood was taken from each patient every 2 hours in 24 hours. The highest density was 8.95 per mm³ found at 21.00. According to the analysis it was found that the parasite was nocturnally periodic in 3 patients and not found in 2 patients.
RISIKO KEJADIAN FILARIASIS PADA MASYARAKAT DENGAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN YANG SULIT
Santoso, Santoso
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyakit Kaki Gajah (filariasis) adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria (microfilaria) yang dapat menular dengan perantaraan nyamuk sebagai vektor. Filariasis menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah penderita kronis yang dilaporkan sebanyak 6233 orang yang tersebar di 1553 desa, di 231 kabupaten dan di 26 Propinsi. Berdasarkan hasil survey tahun 2002-2005 jumlah penderita terbanyak ditemukan di Sumatera dan Kalimantan dengan 84 kabupaten/kota memiliki microfilaria rate 1% atau lebih, hal ini menggambarkan bahwa seluruh daerah di Sumatera dan Kalimantan merupakan daerah endemis filariasis. Akses terhadap pelayanan kesehatan yang rendah merupakan salah satu factor risiko peningkatan kasus filariasis sehingga perlu dilakukan analisis untuk mengetahui hubungan akses pelayanan kesehatan dengan kejadian filariasis. Analisis dilakukan terhadap data Riskesdas tahun 2007. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara akses pelayaan kesehatan terhadap kejadian filariasis yang meliputi: jarak dan waktu tempuh ke RS, PKM, Pustu, Dokter dan Bidan praktek, Posyandu dan Poskesdes; ketersediaan sarana transportasi ke sarana kesehatan.
PERBEDAAN GEJALA KLINIS DAN EFEK SAMPING PENGOBATAN PADA MALARIA FALCIPARUM DAN VIVAX
Santoso, Santoso;
Supargiyono, Supargiyono;
Wijayanti, Mahardika Agus
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Daerah endemis malaria terus meningkat yang diiringi dengan peningkatan kasus resistensi terhadap obat anti malaria. Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) merupakan salah satu daerah endemis malaria di wilayah Provinsi Sumatera selatan dengan Annual Malaria Insidence (AMI) tahun 2008 sebesar21,79 per mil. Jenis malaria yang sering berkembang menjadi malaria berat adalah malaria falsiparum dengan gejala umum yang sering dijumpai diantaranya demam, menggigil dan berkeringat. Gejala klinis ini sering tidak dijumpai pada penderita malaria vivak sehingga penderita malaria vivaks seringkali tidak ditemukan. Sesuai dengan kebijakan Depkes maka sejak tahun2004 pengobatan malaria falsiparum menggunakan obat baru kombinasi artemisinin. Sedangkan untuk pengobatan malaria vivaks baru dimulai tahun 2008. Kegiatan pengobatan malaria dengan menggunakan obat kombinasi artemisinin sering menimbulkan efek samping sehingga menimbulkan pengobatan malaria seringkali tidak sesuai dosis. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan gejala klinis dan efek samping pemberian obat anti malaria pada penderita malaria falciparum dan malaria vivax. Jumlah penderita malaria yang ditemukan sebanyak 35 orang, yaitu 23 penderita malaria falciparum dan 12 orang penderita malaria vivax. Gejala klinis yang ditemukan pada penderita malaria berupa menggigil, sakit kepala, pusing, anoreksia dan nyeri otot. Gejala klinis awal sebelum terapi lebih banyak ditemukan pada penderita malaria falciparum (91%) dibandingkan pada penderita malaria vivax (50%). Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara penderita malaria falciparum dengan penderita malaria vivax terhadap munculnya gejala klinis awal. Efek samping artesdiakuin yang ditemukan berupa gatal, pusing, mual, muntah dan nyeri lambung.
PERAN KEPALA DESA DAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP ELIMINASI FILARIASIS LIMFATIK DI KECAMATAN MADANG SUKU III KABUPATEN OKU TIMUR
Hapsari, Nungki;
Santoso, Santoso
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 3 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Program eliminasi filariasis merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah terkait, petugas kesehatan dan masyarakat. Komunikasi lintas program dan lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk keberhasilan program eliminasi filariasis. Prioritas program eliminasi ini tidak lepas dengan pengetahuan dan perilaku yang melibatkan masyarakat yang didorong dengan peran petugas kesehatan atau pun petugas lain yang memberikan informasi secara langsung kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran tokoh masyarakat dalam hal ini kepala desa, petugas kesehatan di Puskesmas serta pemegang program filariasis di Dinas Kesehatan terhadap program eliminasi filariasis limfatik di Kecamatan Madang Suku III Kabupaten OKU Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan jumlah informan sebanyak 7 orang. Informan penelitian ini adalah kepala desa, kepala Puskesmas dan Pemegang Program Filariasis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analsis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan kepala desa belum mengetahui tentang penyebab dan gejala akut filariasis. Pembinaan dan perhatian dari sektor kesehatan dalam hal ini dari Dinas Kesehatan kepada petugas kesehatan di Puskesmas dan pada masyarakat masih perlu ditingkatkan. Pelaporan yang dilakukan oleh Puskesmas Batumarta VIII kepada Dinas Kesehatan masih belum ada tindak lanjut yang nyata. baru sebatas pada pendistribusian obat serta buku-buku panduan yang diberikan oleh pihak Kementerian Kesehatan pada saat telahditemukannya penderita filariasis di Karya Makmur berdasarkan penelitian Santoso. Tidak adanya anggaran khusus untuk program eliminasi filariasis serta adanya anggapan tentang tidak urgentnya filariasis limfatik menyebabkan tidak berjalannya program eliminasi filariasis. Untuk itu perlu dilakukan komunikasi lintas program dari sektor kesehatan dan sektor lain untuk peningkatan program eliminasi fialariasis.
KERAGAMAN ANOPHELES DI DESA SUNGAI TUHU DAN DESA PURWODADI OKU TIMUR TAHUN 2012
Santoso, Santoso;
Taviv, Yulian
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Malaria in East OKU Regency remains a health concern. The number of cases as 980 clinical and 826 malaria positive. The highest number found in the Purwodadi health center with a number of 510 clinical cases (AMI =13.19 ‰ and API=8.37 ‰). One factor that may increase the risk of malaria infection is the presence of mosquitoes that are vectors of malaria, so we need a survey to know the vector species and its bionomic. Activity survey conducted in two villages in the district of East OKU, the Village and Village Purwodadi Tuhu River. Activities include the arrest of a 12-hour adult mosquito larvae and arrests around the houses. Results catching mosquitoes in the village of River Tuhu gained 15 Anopheles mosquitoes which consists of 7 species, namely: An.barbirostris, An.barbumbrosus, An. umbrosus, An.vagus, An.letifer, An.nigerimus and An.teselatus. Results catching mosquitoes in Purwodadi get 102 Anopheles mosquitoes which consists of 3 species, namely: An.barbirostris, An.barbumbrosus and An.vagus. Types of mosquito breeding sites are found in the form: the former pond, unused irrigation channels and rice fields.
PENENTUAN VEKTOR FILARIASIS DAN SPESIES MIKROFILARIA DI PUSKESMAS BATUMARTA VIII KABUPATEN OKU TIMUR TAHUN 2012
Pahlepi, R. Irpan;
Santoso, Santoso
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 3 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Filariasis or elephantiasis is a disease caused by infection with the filarial worm which is transmitted by mosquitoes and can affect all groups regardless of age and gender. Batumarta VIII Health Center is one of the areas that are endemic filariasis in the district East OKU and Mf rate of 1.05%. This study aimed to confirm filariasis vector and species of microfilariae in the District of Batumarta VIII Health Center East OKU. The research was conducted during eight months (April- November 2012). Community with collection of blood finger were done at night to 502 people. Microfilaria positive were 4 people (Mf rate of 0.8%) with species Brugia malayi and the average density 200 / mL. Results 3 times catching mosquitoes 2792 which consists of 5 genera and 21species. The results of surgery for 34 mosquitoes did not reveal any L3 larvae within the mosquitoes. The suspect of filariasis vectors that found were Mansonia annulifera, Ma. Uniformis and Anopheles nigerrimus. Need for filariasis mass treatment activities since found a new case and have not done mass treatment in the study area.