Articles
Gambaran Kebiasaan Jalan Kaki Masyarakat Kota Makassar Tahun 2023
Yadi Jayadilaga;
A.Ulfiana Fitri;
Wahyuddin Wahyuddin;
Samsiana Samsiana;
Irwandy Rachman
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/innovation.v2i3.2941
This study aims to examine the effect of walking exercise on the sleep quality of the community in Makassar City. This research is an observational analytic study with a cross-sectional study design. The population in this study was the community in Makassar City, with a sample of the community who accessed the Walking Park in Makassar City. The sampling technique used was non-probability sampling with the accidental sampling method. Out of a total of 399 respondents, it was found that the majority were women aged 21-30 years, unmarried, and had a good perception of their health condition. Most respondents walked 1-2 times a week with a duration of less than 30 minutes. The results of the univariate analysis showed that the majority of respondents were women aged 21-30 years, unmarried, and had a good perception of their health condition. The profile of the walking habits of the respondents shows that the majority do this activity 1-2 times a week with a duration of less than 30 minutes, while only a small portion regularly walk with a duration of 30 minutes or more.
Sosialisasi dampak Bulying di SMK 1 Enrekang
Sura’, Handayani;
Mulyadi, Mulyadi;
Junaedi, Muhammad;
Kamaria, Kamaria;
Firman, Musda;
Wahyuddin, Wahyuddin;
Elihami, Elihami
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 5 No 2 (2023): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Human social life cannot be separated from interactions with each other. The development of social interactions will increase with age. Improving behavior in children really depends on the family. The family has an important role in teaching children and daughters how to behave properly and correctly, but if the family environment is not involved in an individual's social development, it will have an unfavorable impact, one of which is bullying. Bullying is carried out by a certain person or group to hurt someone physically or psychologically and make the victim traumatized and depressed. In this activity we try to participate in preventing bullying among students at SMK 1 Enrekang. The school environment is an environment that is very vulnerable to bullying behavior, so we carry out activities to provide education to students about the impact of bullying. In this activity we also play games that teach how to work together, tolerate and respect each other
Karakteristik Prinsip Keadilan Sosial Dalam Hukum Positif Di Indonesia (Sebuah Tinjauan Pemaknaan Dan Relasionalitas)
Wahyuddin, Wahyuddin;
Rahmadani, Rahmadani
Jurnal Risalah Kenotariatan Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Risalah Kenotariatan
Publisher : Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/risalahkenotariatan.v3i2.76
Keadilan merupakan suatu gagasan yang selalu diperdebatkan, baik dari kalangan ahli filsafat, kalangan rohaniawan, politik maupun para ahli hukum. Diskursus keadilan yang demikian dapat dimengerti, dengan menilik kedudukannya di dalam masyarakat dan negara sangat penting karena pada dasarnya keadilan tidak hanya menyangkut personal seorang individu tetapi juga berhubungan dengan orang lain, dengan masyarakat, dan bahkan dengan Negara. Kendati pemaknaan konsep keadilan itu sendiri berada pada ruang diskursus yang tak bertepi. Akan tetapi dalam konteks kehidupan bernegara termasuk di Indonesia. Negara diperhadapkan pada satu keharusan untuk membangun rumusan keadilan dalam pembentukan hukum di Indonesia. Sebab selain prinsip keadilan sebagai ide hukum positif (Indonesia), juga sebagai pondasi moral untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tanggung Gugat Keperdataan Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Indonesia Dalam Peredaran Obat-Obatan Yang Menyebabkan Gagal Ginjal Akut Pada Anak
Mustafa Umami, Allan;
Hikmatiar Al Qindy, Fatria;
Alvina Satriawan, Hera;
Wahyuddin, Wahyuddin
Jurnal Risalah Kenotariatan Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Risalah Kenotariatan
Publisher : Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/risalahkenotariatan.v4i1.111
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui tugas dan tanggung jawab BPOM di dalam melakukan pengawasan terhadap distribusi obat-obatan dan makanan menurut peraturan hukum yang berlaku serta bagaimana tanggung gugat keperdataan BPOM terhadap munculnya kejadian gagal ginjal akut pada anak sebagai akibat dari peredaran obat-obatan yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan (PPBPOM), BPOM adalah lembaga pemerintah non kementrian yang menyelenggarakan urusan pemerintah dalam bidang pengawasan obat dan makanan. Dalam melakukan pengawasan terhadap obat-obatan dan makanan menurut Pasal 3 ayat (1) PPBPOM, BPOM memiliki fungsi mengeluarkan aturan dan kegiatan teknis. Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) M Syahril mengatakan, hingga 3 November 2022, tercatat sebanyak 323 kasus gagal ginjal akut terjadi pada anak. Jumlah total pasien meninggal akibat gagal ginjal akut meningkat menjadi 190 anak. Kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia mulai terpantau naik pada akhir Agustus 2022. Jadi dalam tulisan ini akan menguraikan bagaimana tugas dan tanggung jawab BPOM di dalam melakukan pengawasan terhadap distribusi obat-obatan dan makanan menurut peraturan hukum yang berlaku dan bagaimana tanggung gugat keperdataan BPOM terhadap munculnya kejadian gagal ginjal akut pada anak sebagai akibat dari peredaran obat-obatan yang mengandung bahan-bahan berbahaya.
PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI ILMU (Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi)
Wahyuddin, Wahyuddin
Inspiratif Pendidikan Vol 5 No 1 (2016): Inspiratif Pendidikan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/ip.v5i1.3470
In connection with this community, education meaningful cultural heritage of the older generation to the younger generation in order to remain sustainable community living in other words, society has cultural values or mores that want passed down to the next generation in order to remain preserved. This century has given great kakuasaan on humanity that has never happened in history. Progress and tremendous technological strength is easy to use and utilized by us today. How does one use these technologies rely on moral maturity is concerned. This was clearly stated by the historian Arnold Toynbee in his British Civilization on Trial reminds us that advances in modern technology requires an emphasis on the moral and spiritual dimensions.
FUNGSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM HIDUP DAN KEHIDUPAN MANUSIA (Manusia yang Memiliki Fitrah/Potensi dan sebagai Makhluk yang harus Dididik/Mendidik)
Wahyuddin, Wahyuddin
Inspiratif Pendidikan Vol 5 No 2 (2016): Inspiratif Pendidikan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/ip.v5i2.3574
Abstract: The most interesting studies in the philosophy of Islamic education is about people because of its unique personality and human nature itself is difficult to understand. Knowledge of human nature was necessary to help people get to know himself who delivered the real happiness. But these efforts failed, because people only know him at the boundaries of the instrument and not on the substance. Ignorance of human nature itself as a whole due to the limitations of human knowledge about him, especially in revealing spiritual things that are abstract. This limitation due to three factors: First, in the history of human life, he was more interested in investigating natural materials (concrete), than things that are immaterial (abstract). Secondly, the limitations of human reason are only able to think about things that are instrumental rather than things that are substantial and complex. Third, the complexity and unique human problems.
محاولات شوقي ضيف التجيديدية في تيسير النحو التعليمي / SYAUQI DHAYF'S RENEWAL EFFORTS TO SIMPLIFY THE ARABIC SYNTACTICAL PEDAGOGIC
Wahyuddin, Wahyuddin;
Hamid, M. Abdul
Jurnal Adabiyah Vol 21 No 1 (2021): June (Humanities)
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jad.v21i1a7
يهدف هذا البحث إلى: معرفة موقف شوقى ضيف من ثورة ابن مضاء على أصول النحو. وتحليل أسس تجديد النحو عند شوقي ضيف في ضوء نظرية النحو التعليمي. إن مدخل البحث المستخدم في هذا البحث هو المدخل الكيفي الوصفي، ومصدره هو كتب النحو والمجلات التي كتبها شوقي ضيف، والكتب والمجلات والبحوث العلمية المتعلقة به. وطريقة جمع البيانات المستخدمة فيه هي دراسة الوثائق، وفي تحليل البيانات استخدمت نظرية ميليس وحبورمان التي تشتمل على أربعة عناصر وهي جمع البيانات، واختيار البيانات المناسبة، وعرض البيانات والخلاصة. ونتيجة هذا البحث: اتفق شوقى ضيف على ثورة ابن مضاء على أصول النحو ويتأثر كثيرا بنظرية ابن مضاء. وأما نظرية ابن مضاء فهي: إلغاء نظرية العامل، وإلغاء العلل الثواني والثوالث، وإلغـاء القياس، وإلغاء التمارين غير العملية. الاستنتاج النظري لهذا البحث هو أن تبسيط قواعد اللغة العربية في المجال التعليمي يسهل على الطلبة إتقان النحو التطبيقي.الكلمات المفتاحية: المحاولات التجديدية، التيسير، النحو التعليمي.ABSTRACTThis research is aimed to know Syauqi Dhaif's views on Ibn Madha's revolution against ushul al-nahw and to analyze the renewal of Syauqi Dhaif's nahw in the perspective of pedagogic nahw theory. The approach used in this research is descriptive qualitative. The data sources are books written by Syauqi Dhaif, articles and relevant scientific researches. The data collection technique is a documentation study. Data were analyzed using Miles and Huberman's theory which include: Collecting data, selecting relevant data, presenting data and concluding. The results of this study are: Syauqi Dhaif agreed with Ibn Madha's revolution against ushul nahw and he was deeply influenced by Ibn Madha's theory. As for Ibn Madha's theory, such as: negating the âmil theory, negating the second and third illats, negating qiyâs and eliminating cumbersome exercises. The theoretical finding of this research is that pedagogically simplification of Arabic language rules makes it easier for students to master applicable nahwu.Key words: Reform Efforts; Simplify; Nahw PedagogicalABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan Syauqi Dhaif tentang revolusi Ibn Madh terhadap ushul al-nahw. Penelitian ini menganalisis pembaruan nahw Syauqi Dhaif dalam perspektif teori nahw pedagogik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data adalah buku-buku yang ditulis oleh Syauqi Dhaif dan artikel-artikel serta penelitian-penelitian ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data adalah studi dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teori Miles dan Huberman yang meliputi: Mengumpulkan data, memilih data yang relevan, memaparkan data dan menyimpulkan. Hasil penelitian ini adalah: Syauqi Dhaif sepakat dengan revolusi Ibn Madha terhadap ushul nahw dan ia sangat terpengaruh terhadap teori Ibn Madha. Adapaun teori Ibn Madha adalah: meniadakan teori âmil, meniadakan illat kedua dan ketiga, meniadakan qiyâs dan meniadakan latihan yang tidak praktis. Temuan teoritis penelitian ini adalah secara pedagogis simflikasi kaidah bahasa Arab memudahkan mahasiswa menguasai nahwu aplikatif.
Pengaruh Olahraga Ringan Jalan Kaki Terhadap Kualitas Tidur Masyarakat Kota Makassar Tahun 2023
Wahyuddin, Wahyuddin;
Fitri, A Ulfiana;
Handayani, Meliana
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak. World Health Organization (WHO) mencatat pada tahun 2021 kurang lebih 18% penduduk dunia pernah mengalami gangguan sulit tidur. Diperkirakan terdapat 1 dari 3 orang mengalami insomnia atau kesulitan tidur menunjukan nilai yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan penyakit lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh olahraga ringan jalan kaki terhadap kualitas tidur masyarakat Kota Makassar tahun 2023. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif menggunakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional study. Penarikan sampel menggunakan metode accidental sampling. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 399 responden. Analisis univariat digunakan untuk menganalisis karakteristik responden yang meliputi jenis kelamin, umur, status dan kondisi kesehatan yang dirasakan. Selain itu, analisis univariat juga dilakukan pada setiap variabel yaitu olahraga ringan jalan kaki dan indikator kualitas tidur. Analisis bivariat digunakan untuk menganalisis pengaruh olahraga jalan kaki dan kualitas tidur masyarakat di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukan bahwa berjalan kaki di bawah 30 menit cenderung lebih berisiko memiliki kualitas tidur yang buruk dibandingkan dengan responden yang berjalan kaki di atas 30 menit sebesar 0,518 kali. Kata Kunci: Olahraga ringan, jalan kaki, kualitas tidur.
KHILAFAH, KESULTANAN, DAN KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Wahyuddin, Wahyuddin
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 4 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpk.v4i2.41061
Khilafah is one formof government that once existed in the historical and civilizational trajectory of Muslims in the world. Allah and His apostles, does not directly mention the model of government that must be formed by Muslims. Even after the death of the Messenger of Islam the Muslims in Medina at that time only committed them selves in determining who would replace the position of the prophet Muhammad as the head of the state of Medina, including the non-apostolic spiritual office he was in. However, in al-Qur'an and al-hadith found a number of designations for leaders such as the Khalifah, Malik, Wali, Shulthân, Ulil Amri, Imam, Ra`inand Amir. In al-hadith it self, the apost leclearly states the limits of obedience to the leader, there sponsibilities and functions of the leader and the people obligations towards the leader. This paper examines the sematters through content analysis, especially of text sabout ladership contained in the Qur'an and al-Hadith.
PEMBENTUKAN IDIOM DALAM KUMPULAN LAGU RACINE CARRÉE KARYA STROMAE
Larasari, Yayuk;
Wahyuddin, Wahyuddin
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34050/jib.v3i1.2374
Penelitian ini berjudul ―Pembentukan Idiom dalam Kumpulan Lagu Racine Carrée KaryaStromae (Suatu Tinjauan Semantis)‖. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan jenis-jenisidiom apa saja yang didapatkan, bagaimana perubahan makna leksikal ke makna sebenarnya danapa saja dampak yang diperoleh dari perubahan makna tersebut.Idiom dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu idiom penuh, idiom sebagian, idiom yangterdiri dari bagian tubuh, idiom yang terdiri dari kata indra, idiom nama warna, idiom namabenda alam dan idiom yang terdiri dari berbagai kelas kata (verba, nomina, adjektif dan adverba).Data yang terkumpul kemudian diteliti menggunakan teori perubahan makna. Perubahan maknayang dimaksudkan dalam hal ini adalah perubahan makna yang dialami kata-kata pembentukidiom setelah tergabung dalam sebuah idiom.Dari tigapuluh data yang diteliti diperoleh kesimpulan bahwa berubahnya makna pada katapembentuk idiom adalah syarat dari terbentuknya idiom. kemudian Stromae menggunakan idiomdengan caranya sendiri tanpa menghilangkan makna idiomatiknya sehingga terlihat bahwa idiomdalam bahasa prancis lebih fleksibel.Kata kunci : idiom, makna idiomatik, makna leksikal, makna sebenarnya, perubahan makna.