Articles
Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Budidaya Jahe Dalam Sak (BUDIJASA) Pada Kelompok Tani Giri Mantep Di Desa Sidomulyo
Suyatno, Suyatno;
Nugroho, Dhimas Setyo;
Astuti, Budi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.580
Salah satu cara melakukan pertanian lahan terbatas adalah metode tanam dengan tabulampot. Metode ini merupakan metode tanam dengan lebih mengoptimalkan pengunaan pot. Metode yang tepat digunakan untuk memberdayakan anggota KTH “Giri Mantep” adalah memberdayakan anggota melalui pemanfaatan lingkungan. Pemanfaatan lahan ini untuk memberdayakan anggota KTH “Giri Mantep” adalah meningkatkan efektivitas pertanian melalui pengembangan pertanian lahan terbatas. Tahap awal dilakukan dialog dengan pimpinan dan anggota organisasi tentang kebutuhan jahe yang akan ditanam di media tanam dan diletakkan di pekarangan milik anggota KTH “Giri Mantep”. Setelah dialog selesai maka dilanjutkan dengan identifikasi kebutuhan jahe yang akan ditanam di dalam sak untuk peningkatan ekonomi masyarakat atau anggota KTH “Giri Mantep”. Setelah semua proses penanaman selesai baru kemudian dibagikan secara merata kepada seluruh anggota kelompok tani.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING PADA REMAJA SMK : DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Suyatno, Suyatno;
Setyowati, Sri;
Ratnawati, Ratnawati;
Supatmi, Supatmi;
Pranawati, Erma;
Kumalasari, Dian Novita
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/hjce.v6i1.1026
Stunting mengancam kehadiran generasi bangsa yang berkualitas. Kejadian stunting dapat dicegah sedini mungkin sejak remaja dengan pola hidup yang benar. Pengetahuan yang baik dapat menjadi upaya preventif kejadian stunting. Prinsip pencegahan stunting terdapat dalam Al-Qur’an Surat an-Nisa’ ayat 9 yang mana Allah memerintahkan untuk menjaga kesejahteraan anaknya. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi pencegahan stunting pada remaja SMK : dalam perspektif Islam. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SMK wilayah Temanggung. Kegiatan edukasi ini menggunakan metode ceramah yang dilakukan oleh pengabdi selama 50 menit. Pada tahap ini peserta diberikan materi tentang bagaimana Islam memandang tentang gizi dan pencegahan stunting. Sebelum pelatihan dilakukan penyuluhan dilakukan pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang pencegahan stunting sebelum edukasi. Pada tahap evaluasi yang dilakukan dengan membagikan kuesioner posttest untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang pencegahan stunting setelah edukasi. Hasil pengabdian menunjukkan usia remaja menjadi masa yang tepat untuk preventif pencegahan stunting. Edukasi memberikan dampak yang positif terlihat dari hasil pretest yang mayoritas tidak tahu tentang bahaya dan cara pencegahan stunting khususnya dalam perspektif Islam (90%). Sedangkan hasil postest menunjukkan 100% remaja mengetahui tentang bahaya dan cara pencegahan stunting khusunya dalam perspektif Islam. Melihat hasil ini maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dinyatakan berhasil dan memberikan dampak positif.
STUDI PERBANDINGAN KOSAKATA DASAR BAHASA MAKASSAR DIALEK BANTAENG DAN DIALEK TURATEA (SUATU TINJAUAN LEKSIKOSTATISTIK)
Tasniah, Siti;
Suyatno, Suyatno;
Supratno, Haris
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 3 No. 1 (2024): Third International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to describe the kinship relationship and the length of time of separation between the Bantaeng dialect and the Turatea dialect. The method used in this study both in data collection, analysis, and objective presentation of data is quantitative. This study focuses on objects without influencing or regulating natural phenomena regarding the basic vocabulary of the Bantaeng and Turatea dialects of the Makassar language. The results showed that (1) Two hundred of Moris Swadesh's vocabulary, 4 of which were excluded because they did not meet the requirements for further study, so that the words compared were 196 words left. From this data, it was found that there were 142 words or 72.44% of words that have identical pairs between Bantaeng dialect and Turatea dialect in phonemic correspondence, 5 words or 2.55%, phonetically similar 9 words or around 4.59%. (2) Makassar language with Bantaeng and Turatea dialects is a single dialect based on a standard error of 0.7 from the actual situation. From a comparison of Moris Swadesh's basic vocabulary, it is known that the Bantaeng dialect and the Turatea dialect are the only dialect at 171 years.
Strategi Pelaksanaan Pembelajaran ABK di Sekolah Inklusif Selama Masa Pandemi Covid-19
Kriswanto, Didi;
Suyatno, Suyatno
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i4.5855
Sekolah inklusif memberikan dampak yang baik bagi ABK, namun kompleksitas pembelajaran ABK di kelas kurang diperhatikan khususnya selama masa pandemi Covid-19. Pembelajaran ABK di sekolah inklusif perlu mendapatkan perhatian khusus, karena banyak sekolah inklusif yang tidak mengakomodasi kebutuhan ABK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi pelaksanaan pembelajaran ABK di Sekolah Inklusif selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang bersumber dari database online yang dapat diakses secara gratis melalui DOAJ, google scholar, dan open knowledge maps. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pelaksanaan Pembelajaran ABK di Sekolah Inklusif Selama Masa Pandemi Covid-19, meliputi 1) Strategi Modifikasi Kurikulum yang meliputi adaptasi kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi perkembangan dan jenis kesulitan ABK serta menyediakan layanan khusus ABK; 2) Strategi Modifikasi Pembelajaran yang meliputi penerapan model pembelajaran Blended Learning yang dikolaborasikan dengan melakukan home visit secara individual, serta melakukan door–to-door dengan kelompok belajar siswa. Hasil temuan ini dapat menjadi alternatif solusi dalam menerapkan Strategi Pelaksanaan Pembelajaran ABK di Sekolah Inklusif khususnya pada tingkat Sekolah Dasar.
Pendidikan Karakter Religius di Sekolah Dasar Islam Terpadu
Fauzieyah, Lathifah Ummul;
Suyatno, Suyatno
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i1.7092
Karakter religius merupakan salah satu karakter penting yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter religius di SD IT Al-Ihsan Muntok Kabupaten Bangka Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data menggunakan tahapan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter religius di SDIT Al-Ihsan melalui 3 tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil. Tahap perencanaan dilakukan melalui identifikasi kegiatan, pengembangan, dan persiapan. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui penentuan dan pelaksanaan metode pembelajaran serta implementasi rancangan pembelajaran yang telah ditetapkan. Tahap evaluasi hasil meliputi penentuan kriteria keberhasilan belajar, pelaksanaan evaluasi hasil belajar, dan tindak lanjut. Temuan penelitian ini menekankan tentang pentingnya mekanisme perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam mendukung keberjasilan pendidikan karakter religius di sekolah dasar.
Inovasi Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Sekolah Dasar Muhammadiyah
Rahmadani, Noviana Dwi;
Suyatno, Suyatno
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i1.7206
Mata pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan merupakan penciri khas untuk membangun keunggulan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan di SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan mengumpulkan data penelitian melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan tahapan reduksi data, display data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SD Muhammadiyah Suronatan meliputi enam jenis inovasi yaitu inovasi konten pembelajaran, inovasi metode pembelajaran, inovasi media pembelajaran, inovasi pengelolaan pembelajaran, inovasi peran guru, dan inovasi strategi pembelajaran. Inovasi konten pembelajaran meliputi mengemas materi melalui resume dan powerpoint. Inovasi metode pembelajaran meliputi metode berkelompok dan permainan. Inovasi media pembelajaran meliputi penggunaan video interaktif dan powerpoint. Inovasi pengelolaan pembelajaran meliputi pemanfaatan fasilitas sekolah dan penempatan tempat duduk. Inovasi strategi meliputi pemberian apresiasi dan sanksi. Inovasi peran guru meliputi peningkatan kualitas guru melalui pelatihan serta sharing dengan sesama guru. Temuan penelitian ini menekankan tentang pentingnya inovasi di berbagai komponen pembelajaran al-Islam dan Kemuhammadiyahan agar pembelajaran dapat berjalan efektif
Relevansi Pendidikan Muhammadiyah dalam Menghadapi Era Smart Society 5.0
Suyatno, Suyatno
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7339
Pendidikan Muhammadiyah memiliki peran penting dalam menentukan arah kemajuan manusia di era Smart Society 5.0. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi apa saja tantangan yang dihadapi oleh pendidikan Muhammadiyah di era Smart Society 5.0 dan bagaimana relevansi pendidikan Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Peneliti mengadaptasi penelitian kualitatif dengan menggunakan sumber data sekunder dan data yang terkumpul dianalisis melalui deductive content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, ada tiga tantangan besar pendidikan Muhammadiyah di era Smart Society 5.0 yaitu dehumanisasi pendidikan, sekularisasi pendidikan, dan elitisme pendidikan. Kedua, relevansi pendidikan Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut terwujud dalam bentuk menghidupkan pendidikan berbasis bertauhid, paradigma pendidikan holistik integratif, dan mengukuhkan kembali spirit teologi al-Maun. Peneliti juga menawarkan teologi al-Alaq untuk memperkuat basis tauhid dalam praksis pendidikan Muhammadiyah. Ketiga hal ini menjadikan pendidikan Muhammadiyah tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan di era smart society. Temuan ini berkontribusi pada model dan karakteristik pendidikan Islam yang relevan dalam rangka menghadapi era Smart Society 5.0
The Effectiveness of Learning Basic Passing Techniques Under Volleyball Games for Class VIII Students of SMP Negeri 02 Martapura East OKU District
Suyatno, Suyatno;
Wardiah, Dessy;
Hermansah, Bambang
Journal of Social Work and Science Education Vol. 4 No. 3 (2023): Journal of Social Work and Science Education (Special Issue)
Publisher : Yayasan Sembilan Pemuda Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52690/jswse.v4i3.664
The purpose of this research is that volleyball is a type of game sport that is favored by the community and has been determined as a sport that is competed in various events at regional, national and international levels. The fact that based on observations shows that the ability to pass down in grade VIII students of SMP Negeri 02 Martapura, East OKU Regency is still very low on average. The purpose of this study was to determine the improvement of the learning ability of lower passing motion in students. The population of this study was all grade VIII students of SMP Negeri 02 Martapura and were taken to be sampled as many as 30 students. The research method used is follow-up assessment research, namely through exercise or treatment, in each action is in every cycle that has been determined. Tests are carried out at the beginning of the study and the end of the study. The data obtained through tests and observations are then analyzed descriptively using percentage techniques. The result is; 1. Initial test result success 0%, 2. First cycle test results success 6.67% (2 people), 3. Cycle II test results success 23.33% (7 people), 4. The results of the third cycle test were 63.33% successful (19 people). Based on the results of the research above, it can be concluded that onion passing learning can improve the ability to pass down in grade VIII students of SMP Negeri 02 Martapura, East OKU Regency.
Improving Learning Outcomes of Islamic Religious Education for Elementary School Students with the Application of the Talking Stick Learning Model
Wantini, Wantini;
Waharjani, Waharjani;
Wijayanti, Clara Shinta;
Suyatno, Suyatno
AT-TA'LIM Vol 30, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/jt.v30i2.808
This study aims to analyse the improvement of Islamic religious education learning outcomes for elementary school students by applying the Talking Stick learning model. A Achieving the target of learning is the main goal of an educator to his students. In fact, there are not a few educators who have not fully implemented how to learn effective and fun and still stick only with classical methods. There are quite a few choices of learning models, one of which is the Talking Stick. This research was conducted using the Systematic Literature Review method which was carried out by reviewing, analysing, and drawing conclusions based on relevant articles that were screened and selected systematically. In this study, we will discuss efforts to improve elementary school student learning outcomes by applying the Talking Stick learning model. Learning outcomes by applying the Talking Stick learning model, namely, the experimental class with the Talking Stick model immediately showed significant differences in learning outcomes in the first cycle compared to before the implementation of Talking Stick. Several other studies on the implementation of the Talking Stick model were carried out for 2 to 3 cycles and then there was a significant difference in results from before the implementation of the Talking Stick learning model.
Revitalizing Love and Compassion Values Education at Religious Education Learning in National Curriculum in Indonesia
Sukiman, Sukiman;
Suyatno, Suyatno;
Yap, Siti Nursheila Khairuddin
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 18 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/jpai.2021.182-07
Love and compassion values are taught in every religion. But the values have not been practiced in students' daily lives. This research aimed to analyze whether love and compassion values of each religion are included in the content of the religious education curriculum at schools, how the problems faced in instilling love and compassion values of love in students, and how revitalization efforts in the future. The research method used was literature research. The data collection technique was documentation. The data were analyzed using critically performed text analysis. The results showed: First, the curriculum of religious education at schools for all religions in Indonesia contained love and compassion values, although with different sequences. Second, the problem faced was that internalizing love and compassion values in students had not been realized well because of inappropriate methods. Third, the process of instilling love and compassion values in religious learning needs to be revitalized by applying more effective learning methods. Three effective methods for instilling love and compassion values in students were habituation, exemplary, and reflective learning.