Articles
Improving Critical Thinking Skills in Thematic Learning with the Help of Problem Learning Models
Evi Damayanti;
Reka Yuliyanti;
Mar’atun Najiah;
Lukman Nulhakim
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.3689
The low thinking ability of primary school students today is explained by the fact that teachers tend to use teaching models that are monotonous, boring and teacher-centered. Therefore, it is necessary to apply a model that will promote proper learning and stimulate the active role of students' critical thinking related to thematic learning. One of the correct models of learning is problem-based learning. Referring to this statement, the researcher is interested. Conduct a literature review to increase efforts. Critical thinking skills use a problem-based learning model. Thematic training. The results of this study indicate that the problem-based learning model can be effectively used in thematic educational activities. This model of problem-based learning can improve the process. By studying the nuances of life in the classroom, students will be activated and able to think critically and analytically improve students' thinking skills in thematic learning
Kinetika Slow-Released Pupuk Urea Terenkapsulasi Dalam Alginat
Suyatmo, Reviana Inda Dwi;
Nulhakim, Lukman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35965/eco.v22i3.1830
Pupuk urea merupakan komoditas yang penting di sektor pertanian. Pupuk urea yang digunakan petani seringkali terbawa air sehingga pelepasannya tidak efisien. Oleh karena itu diperlukan proses enkapsulasi pupuk urea agar pelepasannya dapat dikontrol. Alginat dapat digunakan sebagai pelapis berbagai material. Tujuan penelitian adalh untuk mengetahui diameter rata-rata hasil enkapsulasi urea dengan alginate dan hasil uji pelepasan pupuk urea terenkapsulasi dalam alginat dalam air. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan urea terenkapsulasi dalam alginat serta permodelan kinetika slow-release urea terenkapsulasi. Enkapsulasi urea dalam alginat menghasilkan butiran dengan diameter rata-rata 3,01 mm. Uji pelepasan urea dalam air masih terjadi setelah waktu 20 menit. Berdasarkan hasil permodelan diperoleh data nilai difusivitas efektif urea dalam butiran sebesar 5,2342 x 10-10 m2/s dan koefisien transfer massa urea dari permukaan butiran ke badan cairan sebesar 1,9684 x10-06 m/s. Urea fertilizer is an important commodity in the agricultural sector. Urea used by farmers is often carried away by water so that its release is inefficient. Therefore, it is necessary to encapsulate urea so that its release can be controlled. Alginate can be used as a coating for various materials. In this study, the preparation of urea encapsulated in alginate and slow-release kinetics modeling was done. The encapsulated urea in alginate produced granules with an average diameter of 3.01 mm. The urea release test in water still occurred after 30 minutes. Based on the modeling, the effective diffusivity value of urea in granules was 5,2342 x 10-10 m2/s and the mass transfer coefficient of urea from the surface of the granules to the liquid was 1,9684 x 10-06 m/s.
The Potency of The Google Classroom Application In Enhancing PAI Learning in SMP Negeri 20 Kota Tangerang During The Covid-19 Pandemic
Destiani Rahmawati;
Basuki Basuki;
Elly Purnamasari;
Yayat Ruhiat;
Lukman Nulhakim
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v12i03.4370
The learning process is carried out via online methods, such as IAIN Curup, to prevent the spread of Covid-19. Online learning has been used by SMP Negeri 20 Kota Tangerang since April 2020. The instructors employ a variety of online tools to facilitate effective learning while students are taking courses online. The goal of this study is to determine how well the Google Classroom application can enhance the educational experience of SMP Negeri 20 Kota Tangerang students during the Covid 19 pandemic. This study adopted a qualitative methodology, and its non-statistical methods of data analysis were qualitative in nature. Research information was gathered by observation, documentation, and interviews. This study demonstrates the effectiveness of learning with Google Classroom by using tactics including assignments and observations, problem-based learning models and field trips, evaluation in the form of questions, and product development. The ease of use, data savings for mobile devices, accuracy in task collection, and memory savings offered by Google Classroom are only a few of its benefits. Meanwhile, the drawback is that communication is not well established.
Pengembangan Video Animasi Berbasis Pendekatan SETS Untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP Kelas VII Pada Tema Bumiku Asri
Indrawati Mashfufah;
Lukman Nulhakim;
Mudmainah Vitasari
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpm.v13i3.1202
Kemajuan teknologi akan diikuti dengan kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya pada ilmu pengetahuan alam (IPA) dimana pada prosesnya pembelajaran IPA menstimulus siswa dalam penggunaan daya pikir untuk memecahkan suatu pemasalahan. Hal tersebut secara tidak langsung merangsang siswa dalam melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi salah satunya berpikir kreatif. Namun berdasarkan hasil wawancara disekolah didapatkan bahwa penerapan kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPA kurang optimal serta kurang diterapkan pada media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan dari pengembangan video animasi berbasis pendekatan SETS untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa SMP kelas VII pada tema bumiku asri. Manfaat dari penelitian ini sebagai media edukasi bagi siswa untuk mempermudah akses dalam belajar dan upaya dalam mengatasi pemecahan masalah yang dialami oleh siswa pada saat proses pembelajaran menggunakan pendekatan SETS dalam melatih kemampuan berpikir kreatif. Metode yang digunakan Research and Development (R&D) dengan model 4D meliputi define (pendefinian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran), namun pada penelitian ini terbatas sampai tahap develop. Hasil penelitian ditinjau dari uji validasi pengembangan video animasi berbasis pendekatan SETS dengan rata-rata penilaian sebesar 89,34% termasuk dalam kategori “Sangat Valid”, sehingga video animasi berbasis pendekatan SETS dinyatakan sangat valid untuk dilanjutkan pada tahap penelitian berikutnya yaitu disseminate (penyebaran) sebagai media pembelajaran dalam melatih kemampuan berpikir kreatif siswa SMP kelas VII pada tema bumiku asri.
Pengembangan Kurikullum PAI Berbasis Fiqh Anti Korupsi
Destiani Rahmawati;
Basuki Basuki;
Elly Purnamasari;
Yayat Ruhiat;
Lukman Nulhakim
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.626 KB)
|
DOI: 10.30868/ei.v1i01.16
Korupsi adalah tindak kejahatan luar biasa yang telah mengakibatkan kerugian bagi negara dan masyarakat. Di Indonesia tindak kejahatan korupsi telah sampai pada batas yang memprihatinkan. Hal ini terbukti dengan fakta dan data yang menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat atas negara-negara terkorup di dunia. Melihat fenomena seperti ini maka diperlukan adanya tindakan kursif dan prefentiv dalam rangka pencegahan regenerasi tindakan ini. Tindakan kursiv dapat dilakukan dengan cara memberikan hukum seberat-beratnya bagi para pelaku kejahatan korupsi tersebut. Sementara tindakan preventif dapat dilakukan dengan cara memberikan pendidikan dan pemahaman mengenai tindak kejahatan korupsi tersebut.Maka keterlibatan dunia pendidikan dalam upaya pencegahan korupsi memiliki kedudukan strategis-antisipatif. Dalam hal ini upaya pencegahan korupsi di masyarakat dapat dilakukan dengan mencegah berkembangnya mental korupsi pada anak bangsa Indonesia melalui pendidikan. Semangat antikorupsi yang patut menjadi kajian adalah penanaman pola pikir, sikap, dan perilaku antikorupsi melalui sekolah, karena sekolah adalah proses pembudayaan. Sektor pendidikan dapat berperan dalam memenuhi kebutuhan pencegahan korupsi.Langkah preventif (pencegahan) tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa pendekatan (approach), pertama: menjadikan peserta didik sebagai target, dan kedua: menggunakan pemberdayaan peserta didik untuk menekan lingkungan agar tidak permissive to corruption dan muatan materi antikorupsi dalam kurikullum pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kurikullum PAI yang berbasis kepada Fiqh Antikorupsi. Diawali dengan menampilkan model Pendidikan Antikorupsi dalam Pendidikan Agama Islam dan muatan-muatan Fiqh Antikorupsi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Pengembangan kurikullum yang dimaksud dalam penelitian ini adalah upaya mengintegrasikan antara Fiqh Antikorupsi dengan mata pelajaran PAI. Adapaun bentuknya berupa perluasan tema yang sudah ada dalam kurikulum dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada pembelajaran fiqh antikorupsi, yaitu dengan model Pendidikan Antikorupsi integratif-inklusif dalam Pendidikan Agama Islam. Untuk berpartisipasi dalam gerakan pemberantasan dan pencegahan korupsi ada dua model yang dapat dilakukan oleh sekolah dalam mengembangkan kurikulum berbasis fiqh antikorupsi yang integratif-inklusif pada Pendidikan Agama Islam. Pertama, proses pendidikan harus menumbuhkan kepedulian sosial-normatif, membangun penalaran obyektif, dan mengembangkan perspektif universal pada individu. Kedua, pendidikan harus mengarah pada penyemaian strategis, yaitu kualitas pribadi individu yang konsekuen dan kokoh dalam keterlibatan peran sosialnya. Model Pendidikan Antikorupsi yang integrative-inklusif dalam pendidikan agama Islam secara aplikatif lebih berkedudukan sebagai pendekatan dalam pembelajaran berbasis kontekstual.
Pengembangan E-Modul dengan Book Creator Tema Metabolisme Tubuh untuk Membantu Visualisasi Konsep IPA Peserta Didik Kelas VII SMP
Khusniawati Khusniawati;
Lukman Nulhakim;
Annisa Novianti Taufik;
M. Sutarno
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpm.v14i1.1497
Dalam pembelajaran IPA, beberapa bahan ajar yang digunakan di SMP bersifat teks book, belum dikemas secara terpadu dan animatif sehingga belum mendukung visualisasi konsep IPA dengan baik. Dari analisis masalah yang ada pada latar belakang maka dikembangkanlah bahan ajar berupa e-modul dengan book creator tema metabolisme tubuh. Tujun penelitian ini ialah menganalisis tingkat validasi e-modul dengan book creator tema metabolisme tubuh untuk membantu visualisasi konsep IPA peserta didik kelas VII SMP. Metode penelitian research & development (R&D) dengan model pengembangan 4D Thiagarajan yang meliputi bagian pendefinisian (define), bagian perancangan (design), dan bagian pengembangan (develop) sampai uji validasi ahli. Pada tahap develop instrumen yang digunakan pada uji validasi yakni lembar angket untuk validasi ahli materi, ahli media, dan ahli praktisi (guru IPA SMP). Dalam penelitian ini analisis data dilakukan secara kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Total nilai persentase rata-rata keseluruhan dari tiga ahli materi, tiga ahli media, dan tiga ahli praktisi (guru IPA SMP) yakni 89,28% dalam kategori “sangat valid”. Berdasarkan hal tersebut, maka e-modul dengan book creator tema metabolisme tubuh untuk membantu visualisasi konsep ipa peserta didik kelas VII SMP dinyatakan sangat valid dapat diaplikasikan dalam pembelajaran IPA.
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH ADIWIYATA SEBAGAI SARANA PENGUATAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN
Euis Rahmawati;
Lukman Nulhakim;
Sigit Setiawan;
Reksa Pribadi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2636
Pendidikan karakter peduli lingkungan perlu ditanamkan demi keberlangsungan segala makhluk hidup di masa yang akan datang. Namun pada kenyataannya saat ini tingkat kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan masyarakat masih sangat mengkhawatirkan dan sekolah memiliki peran yang signifikan untuk mengembangkan karakter peduli lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses pelaksanaan pemanfaatan lingkungan di sekolah adiwiyata, lalu mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pemanfaatan lingkungan di sekolah dan menganalisis implikasi penguatan karakter peduli lingkungan melalui pemanfaatan lingkungan sekolah adiwiyata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai alat ukur pengumpulan data. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah Adiwiyata sebagai sarana penguatan karakter peduli menggambarkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai lingkungan dalam kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah menciptakan landasan yang kokoh untuk pembentukan karakter peserta didik yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Lebih dari sekadar menjadi program Adiwiyata, pemanfaatan lingkungan di lingkungan sekolah menjadi sarana implementasi nilai-nilai peduli lingkungan dalam tindakan nyata sehari-hari.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA
Suhayati;
Syachruroji;
Lukman Nulhakim
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.3157
Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah kemandirian belajar peserta didik kelas V mengalami peningkatan setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah, serta mendeskripsikan bagaimana model tersebut diterapkan untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas V pada kelas IPA, dan mengetahui perbedaan kemandirian peserta didik antara kelas eksperimen yang mengikuti pembelajaran menggunakan model problem based kearning dengan kelas kontrol tanpa dilakukan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini memakai metode kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini kelas V SDN Margasari dengan sampel kelas VA sebagai kelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji N-Gain dan statisik inferensial. Hasil dinyatakan dengan uji N-Gain yang mempunyai nilai rata-rata 0,3581, selain itu nilai rata-rata skala akhir sebesar 81,75 pada kelas eksperimen dan 72,17 pada kelas kontrol. Hasil penelitian diperoleh dari uji-t pada tafar ?=0,05 diperoleh nilai Sig. (2- tailed) sebesar 0,000<0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemandirian belajar peserta didik kelas V pembelajaran IPA dengan menggunakan model problem based learning.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TEMA PEMANFAATAN GELOMBANG DALAM KEHIDUPAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Nurul Kholisoh;
Lukman Nulhakim;
Liska Berlian
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/.v6i1.4361
Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan efisiensi e-LKPD berbasis inkuiri terbimbing tema pemanfaatan gelombang dalam kehidupan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan (Research and Development) dengan model penelitian berdasarkan prosedur pengembangan yang dikembangkan oleh Sugiyono yang dimodifikasi berdasarkan kebutuhan peneliti yang dibatasi hanya pada tahap uji coba terbatas. Instrumen yang digunakan lembar angket ahli untuk uji kevalidan dan lembar angket respon siswa untuk mengukur tingkat efisiensi produk. Data analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan tingkat kevalidan secara keseluruhan hasil rata-rata sebesar 88,3% dengan kategori ”Sangat Valid” hal tersebut berdasarkan validasi ahli materi yang mendapatkan persentase nilai sebesar 89,3% dengan kategori “sangat valid”, validasi ahli media mendapatkan persentase nilai sebesar 86,3% dengan kategori “sangat valid” dan validasi guru IPA mendapatkan persentase nilai sebesar 89,3% pada kategori “sangat valid”. Hasil tingkat efisiensi produk e-LKPD mendapatkan persentase nilai sebesar 85,7% dengan kategori “Sangat Efisien’.
Pengembangan Kurikullum PAI Berbasis Fiqh Anti Korupsi
Destiani Rahmawati;
Basuki Basuki;
Elly Purnamasari;
Yayat Ruhiat;
Lukman Nulhakim
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v1i01.16
Korupsi adalah tindak kejahatan luar biasa yang telah mengakibatkan kerugian bagi negara dan masyarakat. Di Indonesia tindak kejahatan korupsi telah sampai pada batas yang memprihatinkan. Hal ini terbukti dengan fakta dan data yang menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat atas negara-negara terkorup di dunia. Melihat fenomena seperti ini maka diperlukan adanya tindakan kursif dan prefentiv dalam rangka pencegahan regenerasi tindakan ini. Tindakan kursiv dapat dilakukan dengan cara memberikan hukum seberat-beratnya bagi para pelaku kejahatan korupsi tersebut. Sementara tindakan preventif dapat dilakukan dengan cara memberikan pendidikan dan pemahaman mengenai tindak kejahatan korupsi tersebut.Maka keterlibatan dunia pendidikan dalam upaya pencegahan korupsi memiliki kedudukan strategis-antisipatif. Dalam hal ini upaya pencegahan korupsi di masyarakat dapat dilakukan dengan mencegah berkembangnya mental korupsi pada anak bangsa Indonesia melalui pendidikan. Semangat antikorupsi yang patut menjadi kajian adalah penanaman pola pikir, sikap, dan perilaku antikorupsi melalui sekolah, karena sekolah adalah proses pembudayaan. Sektor pendidikan dapat berperan dalam memenuhi kebutuhan pencegahan korupsi.Langkah preventif (pencegahan) tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa pendekatan (approach), pertama: menjadikan peserta didik sebagai target, dan kedua: menggunakan pemberdayaan peserta didik untuk menekan lingkungan agar tidak permissive to corruption dan muatan materi antikorupsi dalam kurikullum pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kurikullum PAI yang berbasis kepada Fiqh Antikorupsi. Diawali dengan menampilkan model Pendidikan Antikorupsi dalam Pendidikan Agama Islam dan muatan-muatan Fiqh Antikorupsi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Pengembangan kurikullum yang dimaksud dalam penelitian ini adalah upaya mengintegrasikan antara Fiqh Antikorupsi dengan mata pelajaran PAI. Adapaun bentuknya berupa perluasan tema yang sudah ada dalam kurikulum dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada pembelajaran fiqh antikorupsi, yaitu dengan model Pendidikan Antikorupsi integratif-inklusif dalam Pendidikan Agama Islam. Untuk berpartisipasi dalam gerakan pemberantasan dan pencegahan korupsi ada dua model yang dapat dilakukan oleh sekolah dalam mengembangkan kurikulum berbasis fiqh antikorupsi yang integratif-inklusif pada Pendidikan Agama Islam. Pertama, proses pendidikan harus menumbuhkan kepedulian sosial-normatif, membangun penalaran obyektif, dan mengembangkan perspektif universal pada individu. Kedua, pendidikan harus mengarah pada penyemaian strategis, yaitu kualitas pribadi individu yang konsekuen dan kokoh dalam keterlibatan peran sosialnya. Model Pendidikan Antikorupsi yang integrative-inklusif dalam pendidikan agama Islam secara aplikatif lebih berkedudukan sebagai pendekatan dalam pembelajaran berbasis kontekstual.