Articles
Peran Guru Dalam Memberikan Motivasi Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran IPS Di SMPN 9 Kubung
Desi Rahmatika;
Muriani Muriani;
Merika Setiawati
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2022): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Yayasan Jompa Research And Development
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57218/jupeis.Vol1.Iss4.333
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran seorang guru dalam memberikan motivasi dalam penerapan kurikulum merdeka pada mata pelajaran IPS yang baik bagi siswa. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan metode wawancara. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Dalam penelitian ini terdapat landasan teori yang dapat menjadi pedoman agar terfokus pada penelitian yang sesuai dengan fakta yang ada dilapangan.Penelitian ini dilakukan di SMPN 9 Kubung dengan menjadikan beberapa guru menjadi subjek penelitian. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran seorang guru dalam memberikan pembelajaran ips dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran ips. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran seorang guru sebagai pengajar sudah terlaksana dengan baik dalam memberikan ilmu atau pengajaran dengan baik. Motivasi belajar seorang siswa dalam menghadapi tugas , menghadapi kesulitan dan belajar mandiri sudah terlaksana dengan baik.
Analisis Perubahan Kurikulum 2013 Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X Di MAN 1 Solok
Armi Febriani;
Yatul Azizah;
Merika Setiawati
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2022): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Yayasan Jompa Research And Development
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57218/jupeis.Vol1.Iss4.339
Beberapa masalah yang dihadapi guru dan siswa terkait perubahan kurikulum merdeka yaitu adanya pergantian kurikulum yang terjadi begitu cepat sehingga membuat guru kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran yang membuat siswa merasa bingung dengan pergantian kurikulum yang begitu cepat. Sejatinya perubahan kurikulum memang sudah ditentukan dan disesuaikan dengan tuntutan serta kebutuhan yang ada, namun sosialisasi yang kurang dan persiapan yang kurang matang biasanya menjadi penghambat dan tantangan dalam pelaksanaan kurikulum baru di sekolah. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan kurikulum 2013 terhadap hasil belajar peserta didik kelas X di MAN 1 Solok. Metode yang peneliti digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah jenis wawancara dan dokumentasi. Jenis wawancara yang digunakan yaitu jenis wawancara terstruktur dengan 12 pertanyaan yang diberikan kepada Guru kelas X di MAN 1 Solok dan dokumentasi berupa pengambilan foto dengan guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurikulum merdeka dapat membawa dampak positif bagi dunia pendidikan, yaitu Siswa diberikan kebebasan dalam memilih materi pembelajaran yang mereka sukai, sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetisinya. Guru juga diberi kebebasan memilih metode dan perangkat ajar selama proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.
Hubungan Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Dengan Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Kelas X DI SMA 1 IX Koto Sungai Lasi
Yesi Guspita Sari;
Bera Eka Putra;
Yulia Miranti;
Merika Setiawati
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2022): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Yayasan Jompa Research And Development
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57218/jupeis.Vol1.Iss4.375
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peningkatan motivasi belajar siswa dengan menerapkan kurikulum merdeka belajar kelas X di SMA 1 IX Koto Sungai Lasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan rumus Uji Lilifours Normalitas dan Analisis Korelasi Product Moment. Sampel penelitian ini berjumlah 40 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Uji korelasi product moment memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,97 atau 97% dengan nilai probalitas (sig) table 0,05 (0,2573). Jadi Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara dua variable didalam penelitian. Dimana terdapat dorongan yang tinggi dalam belajar dan siswa mau menyediakan cukup waktu untuk belajar sehingga peserta didik mampu meningkatkan motivasi belajar dalam penerapan kurikulum merdeka maka tingkat motivasi peserta didik dalam belajar akan semakin meningkat dengan baik dan memberi kemudahan dalam penerapan kurikulum merdeka belajar.
PERANAN FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM PEMBENTUKAN MORALITAS SISWA
Wina Roza Fahira;
Yesi Guspita Sari;
Bera Eka Putra;
Merika Setiawati
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i1.1122
Filsafat merupakan hal yang penting dalam Pendidikan. Maka Pendidikan tidak terlepas dari akhlak para siswa. Pendidikan moral adalah pendidikan yang menerapkan prinsip integritas dengan pendekatan akhlak atau akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan filsafat pendidikan dalam pembentukan moralitas siswa. Di sini akan dibahas apa kaitan filsafat, pendidikan dan moral. Kemudian bagaimana pendidikan membentuk manusia lalu apa sebab timbulnya krisis moral pada siswa serta apa solusi dalam mengatasi krisis moral tersebut. Metode yang digunakan adalah literatur review jurnal yaitu sebuah pencarian literatur baik internasional maupun nasional yang dilakukan dengan menggunakan Google cendiakia, science direct dan proquest. Hasil dari penelitian ini adalah Untuk berhasilnya output dari proses pendidikan diperlukan terciptanya manusia yang bermoral. sehingganya pendidikan moral sangat diperlukan bagi kehidupan manusia karena dengan melalui pendidikan, perkembangan moral diharapkan dapat berjalan dengan baik, serasi, sesuai dengan norma, harkat martabat dan nilai-nilai manusia itu sendiri. Disimpulkan bahwa filsafat sangat berkaitan dengan pendidikan dan moral, peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan dalam membentuk moral serta mengatasi Krisis moral pada siswa.
HAKIKAT PESERA DIDIK DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN
Voni Nurhidayati;
Fitri Ramadani;
Fika Melisa;
Merika Setiawati
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i1.1125
Didalam pendidikan banyak pandangan yang mengesensikan peserta didik salah satunya filsafat pendidikan. Pada penulisan artikel ini penulis menggunakan metode literature review. Dimana metode ini berisi ulasan, rangkuman, dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka. Literatur review adalah sebuah metode yang sistematis, eksplisit dan reprodusibel untuk melakukan identifikasi, evaluasi dan sintesis terhadap karya-karya hasil penelitian dan hasil pemikiran yang sudah dihasilkan oleh para peneliti dan praktisi. Tujuan dari pembuatan artikel ini untuk mengetahui bagaimana hakikat peserta didik ini dalam pandangan atau perspektif filsafat pendidikan. Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam hakikat peserta didik dalam perspektif filsafat pendidikan, maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik merupakan seluruh makhluk yang secara khusus beriorientasi pada manusia. Dalam hakikatnya melekat pada tiap-tiap diri manusia sebagai individual yang memerlukan pendidikan agar dapat memelihara diri baik itu fisik maupun psikis, meraih ilmu dan menuntutnya untuk meneguhkan diri peserta didik serta mengaktualisasikannya. Peserta didik juga merupakan sasaran pendidikan maka peserta didik sebagai subjek yang berperan sangat aktif dan difasilitasi oleh sumber belajar termasuk pendidik. Didalam perspektif filsafat pendidikan islam pendidik dan peserta didik diartikan sebagai mekanisme dalam berpikir secara logis,kritis serta sistematis dalam seluruh kenyataan yang ada dan yang barangkali menjadi sikap dan keyakinan yang besar oleh subjeknya.
The Relationship between Thinking Patterns and Academic Achievement in the Subject of Social Sciences
Wina Roza Fahira;
Melliyati Putri;
Merika Setiawati
Journal of Islamic Education Students Vol 3, No 1: May 2023
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31958/jies.v3i1.6626
This study aims to investigate the relationship between students' thinking patterns and their academic achievement in the subject of Social Sciences. The research methodology involves conducting the Lilliefors Normality Test to ensure the data follows a normal distribution and the Product Moment Correlation Test to analyze the correlation between variables. The sample selection is based on random sampling technique using the Slovin Formula, resulting in a sample size of 32 students. The thinking patterns variable is measured using a questionnaire distributed to the selected students as research respondents, while academic achievement is obtained from the students' report card scores. The analysis results reveal a significant and strong positive relationship between students' thinking patterns and their academic achievement in the 8th grade at SMPN 3 Kota Solok. This finding suggests that students who exhibit favorable thinking patterns are more likely to achieve higher academic performance in Social Sciences. Therefore, it is recommended for educators to pay attention to fostering and enhancing students' thinking patterns to promote better academic outcomes. This study contributes to the existing body of knowledge by providing empirical evidence on the importance of thinking patterns in relation to academic achievement in the field of Social Sciences.Â
STRATEGI GURU TERHADAP PENDIDIKAN KRITIS DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR
Armi Febriani;
Yatul Azizah;
Noki Satria;
Merika Setiawati
Jurnal Binagogik Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61290/pgsd.v10i2.554
Pendidikan tentunya akan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu, setiap perubahan akan selalu ditampilkan sesuai dengan perkembangan zaman. Begitu pula dengan kurikulum yang terus berubah dari waktu ke waktu. Kurikulum merdeka belajar memang berbeda dengan kurikulum sebelumnya karena kurikulum merdeka lebih banyak menggunakan pembelajaran yang berdiferensiasi dan pengembangkan pelajaran melalui Proyek Penguatan Profil pelajar Pancasila. Dalam hal ini guru harus mampu membimbing siswa dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar sehingga menjadi kurikulum yang memiliki keunggulan tersendiri. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah literature review yang didukung dengan literature dari jurnal atau artikel. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa kurikulum merdeka belajar dapat memberikan kesempatan yang luas bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan minatnya. Selain itu, guru juga difasilitasi dalam kurikulum baru ini karena dapat menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dalam bentuk proyek (P5).
Persepsi Guru Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Di SMK Negeri 1 Solok
Miftahul Rahmi;
Merika Setiawati;
Fajri Basyirun;
Hendri Irawan
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57218/jupeis.Vol2.Iss3.658
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai persepsi guru dalam implementasi kurikulum merdeka belajar di SMK Negeri 1 Solok. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Solok pada bulan Pebruari sampai April tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar di kelas X SMK Negeri 1 Solok dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh yang berarti semua anggota populasi digunakan sebagai sampel sebanyak 60 orang guru. Instrument dalam penelitian ini adalah lembaran angket yang sudah di uji coba. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Persepsi Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam kriteria sangat baik dengan persentase sebesar 83%, hal ini berarti implementasi kurikulum merdeka belajar di SMK Negeri 1 Solok menurut seluruh guru yang mengajar di kelas X bahwa kurikulum merdeka belajar di SMK negeri 1 Solok sudah diimplementasikan dengan sangat baik.
Dampak Hubungan Masyarakat Terhadap Konten Media
Neysha Amini Putri;
Nasywa Faiza Khairani;
Naura Naura;
Hanif Al Kadri;
Merika Setiawati
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 6 (2023): December
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v5i6.5798
Media adalah mitra humas yang harus dipandang sebagai kolaborator yang saling mendukung. Untuk memenuhi tugas dan peran tersebut, dibutuhkan manajemen humas yang dapat mempengaruhi konten media sehingga dapat terhubung dengan masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan media social yang menandai perkembangan teknologi diera digital saat ini. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak hubungan masyarakat terhadap konten media. Artikel ini menggunakan metode kajian literature atau studi pustaka dengan menganalisis artikel penelitian yang terdiri dari 11 artikel nasional dan 10 artikel internasional yang relevan. Berdasarkan hasil analisis artikel-artikel tersebut,ditemukan beberapa dampak hubungan dampak hubungan masyarakat terhadap konten media. Dampak tersebut diantaranya, (1) Membangun citra positif organisasi, (2) Menjadikan suatu kendali dalam mengatur arus informasi, (3) menjaga hubungan yang sehat dalam organisasi. Media sosial, yang awalnya digunakan untuk komunikasi dan hiburan, kini memiliki dampak signifikan dalam berbagai industri. Sebagai platform interaktif, media sosial memungkinkan humas pemerintah berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam menciptakan konten yang sesuai dan diminati oleh publik. Studi literatur menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial oleh pemerintah masih perlu ditingkatkan, dengan fokus pada strategi humas digital.Pentingnya hubungan yang sehat antara humas dan media dalam menjaga kredibilitas dan objektivitas pemberitaan menjadi inti dari materi ini.
Penggunaan Platform Merdeka Mengajar oleh Guru SMA Negeri 1 Lembang Jaya
Lidya Elviana;
Gustia Sainanda;
Merika Setiawati
Edu Journal Innovation in Learning and Education Vol. 1 No. 1 (2023): Edu Journal in Learning and Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55352/edu.v1i1.477
The background of this research is the development of teacher quality and quality which must be adapted to the times so that it is developed in the world of education. The independent teaching platform is used to assist teachers in preparing learning materials. The purpose of this research is to see how teachers use the independent teaching platform at SMA Negeri 1 Lembang Jaya. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this study indicate that the independent teaching platform has a display that is easy to understand and easy to access. The available features are in the form of student assessments, tools, self-training, community, proof of work, inspirational videos. The teaching tools provided still need to be developed so that they can be used more optimally in creating works for both teachers and students. The benefits of using the independent teaching platform can be felt reciprocally by teachers and students. So it can be concluded that the use of this independent teaching platform can improve the quality, skills, creativity and potential of each teacher.