Articles
Trend Gaya Berhijab Remaja Milenial Menurut Pandangan Muhammadiyah
Sukmawati, Silviana Diah;
Maksum, Muh. Nur Rochim
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/irje.v4i2.571
Hijab adalah pakaian yang digunakan oleh wanita muslimah guna untuk menutupi seluruh auratnya kecuali telapak tangan dan wajahnya saja. Hijab menjadi parameter yang menggambarkan wanita itu taat dengan ajaran islam. Maka dari itu islam menwajibkan bagi umat musliamah untuk menutupu auratnya dengan menggunakan hijab. Wanita muslim yang menggunakan hijab dipandang masyarakat bahwa mereka termasuk wanita yang taat dengan ajaran agama islam,berperilaku baik, sopan dna santun sebagaimana fungsi hijab tersebut. Tetapi hal itu tidak bisa menjadi tolak ukur untuk kemajuan zaman saat ini. Banyak anak-anak remaja milenial saat ini menggunakan hijab hanya untuk menutupi dari sinar matahari agar tidak kepaansan. Selain itu mereka menggunakan hijab belum sesuai dengan aturan yang sudah dijelaskan dalam ajaran islam. Adanya berbagai macam model dan trend berhijab mereka menjadi tertarik untuk mnecobanya dan menghiraukan dengan syariat atau aturannya. Maka dari itu dengan adanya fenomena itu penulis menulis artikel ini dengan tujuan untuk mendiskripsikan kepada remaja milenial dan masyarakat umum tentang cara-cara menggunakan hijab dengan baik dan benar sesuai dengan syariat ajaran islam. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif dan menggunakan metode studi pustaka. Sumber data yang diperoleh dari berbagai buku tarjih muhammadiyah dan juga jurnal-jurnal baik tarjih muhammadiyah ataupun jurnal umum yang berkaitan dengan tema penulis. Hasil penelitiannya berupa data tentang syariat berhijab berdasarkan pedoman islami.
Eksistensi Ormas Islam Dalam Paham Radikalisme dan Intoleransi Perspektif Muhammadiyah
Aisyah, Aqiila Khairunisa Nur;
Maksum, Muh. Nur Rochim
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/irje.v4i2.572
Studi ini mengkaji dan analisis dan fakta empiris tentang Ormas Islam yang paling dipertaruhkan reputasinya dalam isu berkembangnya radikalisme yaitu Muhammadiyah. Padahal Muhammadiyah sendiri telah melakukan upaya untuk memerangi kelompok agama ekstremis, termasuk mengecam tindakan terorisme dan segala bentuk kekerasan. Hingga saat ini, kita masih terjebak dengan istilah ekstremisme, yang sering dikaitkan dengan gerakan pembersihan Islam seperti Muhammadiyah. Meskipun pemikiran Muhammad Abduh, Al Afghani, dan Rashid Ridha mempengaruhi kelompok Islam modernis seperti Muhammadiyah, Persis/Persatuan Islam atau Al Irsyad, namun masing-masing kelompok mempunyai orientasi dan gerakan yang berbeda.Wacana radikalisme dalam pengertian konvensional sampai saat ini didominasi oleh definisi Barat, dan perspektif Muhammadiyah pun semakin mendapat perhatian. Dari sudut pandang sosiologi dan antropologi, Muhammadiyah adalah gerakan kultural dan sosial keagamaan yang tidak mampu sepenuhnya meninggalkan identitas kejawaannya meskipun aqidahnya dipengaruhi oleh para pemikir Timur Tengah. Meskipun Muhammadiyah berhasil mencetak kader-kader kelas menengah dan mayoritas tinggal di perkotaan, tidak jarang adat istiadat masyarakat Jawa yang tetap dipraktekkan oleh Muhammadiyah yang tinggal di pedesaan.
Pemikiran Bunga Bank Menurut Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah
Azzahra, Kayla;
Maksum, Muh. Nur Rochim
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/irje.v4i2.576
Bunga Bank dalam persoalan fiqh muamalah muncul pengertian riba yang dihadapkan pada persoalan bunga bank. Oleh karena itu bunga bank juga dilarang oleh ajaran islam. Pada hakikatnya riba dalam bunga bank memberatkan pinjaman. Masalah riba dari sudut pandang hokum dan penafsirannya serta bunga bank dalam tinjauan hukum islam dan analisis dampaknya terhadap perekonomian. Bunga bank telah meninmbulkan pro dan kontra di kalangan umat islam, khususnya di Indonesia. Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama, 2 organisasi islam terbesar di Indonesia ini, yang dimana mengatakan keharaman bunga bank secara langsung. Muhammadiyah dalam Keputusan Majlis Trajih tidak berhasil menetapkan secara tegas keharaman bunga bank, walaupun dikatan bahwa bunga bank dengan sistem riba itu haram, tetapi majelis berpandangan bahwa bunga bnak yang diberikan oleh pihak bank-bank miliki negara kepada para nasabahnya atau sebaliknya yang selama ini berlaku termasuk perkara musytabihat (tidak tentu halal-haramnya). Dalam pandangan Nahdatul Ulama telah menjadi perasoalan yang signifikan, sehingga perlu mendapat perhatian yang cukup besar dari para ulama NU. Kaitnya dengan masalah bunga bank, Nu melalui forum kajian Bahsul Masailnya telah mengharamkannya, hal ini karna disamakan dengan gadai yang digunakan pada zaman. Metode yang digunakan yaitu metode paradigma penelitian kualitatif dan menggunakan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data yang diperoleh dari buku tarjih Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama dan jurnal jurnal yang bertentangan dengan dua organisasi tersebut. Hasil penelitian ini berupa data tentang bunga bank menurut dua organisasi islam.
Transformasi Pemikiran Dan Gerakan Islam Indonesia Kontemporer Menurut Muhammadiyah
Pahlevi, Muhammad Syahreza;
Maksum, Muh. Nur Rochim
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 4 No. 02 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37680/almikraj.v4i02.5486
Penelitian ini mengeksplorasi transformasi pemikiran dan peran Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif dan studi literatur, kami mengungkap evolusi pemikiran Muhammadiyah dan dampaknya dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan beradab. Temuan menyoroti komitmen Muhammadiyah dalam memadukan nilai-nilai Islam dengan kebutuhan praktis masyarakat modern, menjelajahi berbagai inisiatif dari pendidikan progresif hingga pelayanan kesehatan yang terjangkau. Peran sosialnya juga ditekankan melalui upaya pemberdayaan ekonomi dan advokasi hak asasi manusia, yang menandai kontribusi signifikan Muhammadiyah dalam pembangunan sosial di Indonesia.
Pengaruh Blended Learning terhadap Motivasi Belajar dengan Digital Literacy Sebagai Variabel Mediasi
Fitri, Anisa;
Shohib, Muhammad Wildan;
Maksum, Muh. Nur Rochim
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.886
Motivation is the main key to the success of the education and teaching process. Therefore, it is necessary to explore more deeply what are the important factors in fostering learning motivation. Learning motivation can be grown through things that are related or directly related to student interactions on campus, such as the friendship environment, digital literacy, or the learning methods used. The purpose of this study is to determine the effect of Blended Learning on Learning Motivation and the effect of Digital Literacy as a mediating variable between the independent variable and the dependent variable. In addition, this research is expected to add insight in the field of education in order to improve things that can affect learning motivation. This type of research is field research and uses quantitative methods. This study involved 100 respondents from Islamic Religion students at Muhammadiyah University of Surakarta. The results of this study indicate a positive and significant influence between Blended Learing on Learning Motivation, and also a positive and significant effect of the influence of Digital Literacy as a mediating variable between the independent variable (Blended Learning) and the dependent variable (Learning Motivation).
Partisipasi NU terhadap Agenda Politik di Indonesia
Maksum, Muh. Nur Rochim;
Leoninda, Maysriva Wahyu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Nahdlatul Ulama (NU), sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, telah memainkan peran penting dalam lanskap politik nasional sejak era kemerdekaan (Fealy, 2007). Menurut Bush (2009), keterlibatan NU dalam politik Indonesia telah mengalami berbagai transformasi, mencerminkan dinamika hubungan antara agama dan negara dalam konteks negara multikultur.Penelitian ini mengkaji partisipasi Nahdlatul Ulama (NU) dalam agenda politik Indonesia dari masa kemerdekaan hingga era reformasi. Dengan menggunakan metode analisis historis dan studi literatur, penelitian ini menyelidiki peran NU dalam membentuk lanskap politik nasional, transformasi organisasinya dari partai politik menjadi organisasi sosial-keagamaan, serta pengaruhnya terhadap kebijakan pemerintah dan dinamika politik kontemporer.
Pengembangan Mutu Sekolah Melalui Penerapan Ekstrakurikuler Berbasis Pendidikan Karakter Di Smp Kota Sragen
Nirwati, Nirwati;
Supriyanto, Eko;
Maksum, Muh. Nur Rochim;
Mustofa, Triono Ali;
Ramdhani, Deddy
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mandala Education (April)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jime.v9i2.4976
This research is purpose to describe a model for developing school quality through the implementation of character education-based extracurricular at Birrul Walidain’s Muhammadiyah Middle School and Integrated Islamic Junior High School’s Az-Zahro Sragen. The type of this research used Field Research, with a qualitative approach. The object of this research are Birrul walidain’s Muhammadiyah Middle School and Integrated Islamic Junior High School’s Az-Zahro Sragen. The subject of this research include the Headmaster, vise principal of student affairs, extracurricular coordinator and students. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. Data validity using triangulation. Data analysis was carried out in a qualitative descriptive manner.The result of the study show that the implementation of improving school quality through the implementation of character education-based extracurricular is carried out in the following steps (1) Making continuous improvement. School always make continuous improvement to unsure that all component of education providers can realize the vision, mission and goals of the school. (2) Setting quality standards. The intended quality standard is to determine the quality assurance of student’s character. Ownership of these character becomes specifications for student’s graduation which consists of object, aspect, and assessment instrument. (3) Carrying out cultural changes. The purpose of this concept is to form a school culture that respect quality as the orientation of all school stakeholder. (4) Changing the organization. This change concern the duties and authorities and responsibilities of teachers carried out through a decentralized approach. (5) maintaining good relations with customers to obtain customer satisfaction.The goal of extracurricular in character education is to integrated extracurricular materials with the noble values of the nation so it can be internalized into behavior that is manifested in student’s daily activities so it can become a habit. Keyword:education quality, extracurricular, and character education.
Peningkatan Kompetensi Guru PAI dalam Menerapan Metode Pembelajaran Aktif pada Proses Pembelajaran Guna Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Pesantren Muhammadiyah Se-Kabupaten Boyolali
Ibnu Rushd, Dartim;
Mohamad Ali;
Nurul Latifatul Inayati;
Muh. Nur Rochim Maksum;
Mahasri Shobahiya
Abdi Psikonomi Vol 4, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/psikonomi.vi.3928
Metode pembelajaran aktif atau Active Learning adalah urutan kegiatan proses pembelajaran yang sistematik dan berfokus terhadap keaktifan siswa, di mana guru memiliki posisi sebagai fasilitator yang membuat suasana belajar menjadi lebih ideal dan menghidupkan suasana agar peserta didik menjadi aktif. Pembelajaran aktif berprinsip bahwa yang belajar adalah siswa. Maka tugas guru adalah membantu siswa belajar dengan baik. Kurangnya tenaga pendidik yang ahli dalam metode pembelajaran aktif menjadi permasalahan tersendiri bagi kalangan akademisi. Terutama di lingkungan pondok pesatren yang menyebabkan siswa kurang termotivasi dalam belajar. Kenyataannya di dalam proses pembelajaran, baik di dalam pembelajaran nasional maupun pembelajaran yang bersifat agama cenderung banyak terpusat pada strategi pembelajaran klasik yang kurang adanya interaksi antara guru dan siswa. Di mana siswa hanya lebih banyak pasif sebagai pendengar. Maka penulis memberikan solusi sebagai bentuk kegiatan pengabdian: pertama, melakukan pelatihan dan sosialisasi berupa Workshop kepada para guru dan staff kependidikan Pesantren Muhammadiyah se-Boyolali mengenai strategi pembelajaran aktif. Solusi tersebut diharapkan mampu memberikan bekal pengetahuan dan skill mengenai pembelajaran aktif dan dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran sehingga dapat lebih maksimal dan berdampak pada semangat belajar siswa yang meningkat. Kedua, di sisi lain di saat yang sama melakukan pendampingan kepada para guru ketika menerapkan strategi pembelajaran aktif ketika mengajar siswa, harapannya ada feedback dan evaluasi terhadap strategi pembelajaran aktif yang sudah dilakukan sehingga dapat dilakukan perbaikan-perbaikan yang dapat menjadikan lebih baik lagi dalam proses pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran aktif.
Dinamika Politik Identitas Dalam Sumber Ajaran Islam di Indonesia : Studi Kasus Pemilu
Miftahul Huda N M;
Muh. Nur Rochim Maksum
Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 1 No. 3 (2024): September : Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62383/terang.v1i3.406
: Identity politics is political strategy that uses social identities such as ethnicity, religion, and gender to gain electoral support. This article explains how the phenomenon and influence of identity politics in Indonesia, the issue of identity politics in the 2024 elections and identity politics based on Islamic teaching sources. Identity politics can be positive or negative. Positive in nature means that it makes an impetus to recognize and accommodate the existence of comparisons, even to the extent of recognizing the predicate or privilege of a region or nation due to a basis that can be understood historically and logically. It is negative when there is a difference between one group and another, for example the domination between the majority and the minority. Identity politics grows over a social group that considers intimidated and discriminated against by government and state power in regulating government order, this condition which then becomes the basis for the birth of identity politics in state issues.
Pendidikan Multikultural dalam Al-Quran dan Hadits
Yaqin, M. Ainul;
Maksum, Muh Nur Rochim
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69896/modeling.v10i3.1915
Religious plurality anywhere in the world, except for certain places, is a reality that cannot be denied. Contacts between communities of different cultures are increasing. Indonesia is known as a pluralistic society, this can be seen from the existing social reality. Evidence of its plurality can also be proven through the motto Bhinneka Tunggal Ika. multicultural education is a solution to calm as well as a solution to education in Indonesia. This work was compiled based on data in the form of library research with a philological-phenomenological approach. From this study, it was found that the values of multicultural education can be found in the Qur'an and Hadith and can be implemented by implementing several things such as building an inclusive religious paradigm in the school environment, respecting language diversity in schools, building gender sensitive attitudes in schools, building critical understanding of social differences, building anti-ethnic discrimination attitudes, respecting differences in abilities, and respecting age differences.