Abstract: This study examines in depth the integration process using the "Tolu Sahundulan" philosophy in the topic of triangular angles and analyzes its influence on students' creative thinking skills. Creative thinking ability is an essential competency that needs to be developed in mathematics learning to equip students with innovative problem-solving skills. Conventional methods are often inadequate in stimulating student creativity. Therefore, this study explores the potential of the Tolu Sahundulan method which is assumed to offer a more active and exploratory learning approach. This study uses a qualitative approach with students involved in learning triangular angles using the Tolu Sahundulan philosophy. Data were obtained through classroom observations, in-depth interviews, and analysis of student work. The results of the analysis show that the integration of Tolu Sahundulan in learning triangular angles significantly encourages students to explore concepts more deeply, produce various solution strategies, and show improvements in thinking flexibility and originality of ideas. These findings confirm that Tolu Sahundulan can be an effective alternative learning method for improving students' creative thinking skills in mathematics. Implications of this research include recommendations for educators and curriculum developers to adopt student-centered and creativity-stimulating learning methods. Keywords: Tolu Sahundulan, Creative Thinking Ability in Mathematics, Triangle Angles Abstrak: Penelitian ini mengkaji secara mendalam proses integrasi menggunakan falsafah "Tolu Sahundulan" dalam materi sudut segitiga serta menganalisis pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Kemampuan berpikir kreatif merupakan kompetensi esensial yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika guna membekali siswa dengan keterampilan pemecahan masalah yang inovatif. Metode konvensional seringkali belum memadai dalam menstimulasi kreativitas siswa. Oleh karena itu, penelitian ini mengeksplorasi potensi metode Tolu Sahundulan yang diasumsikan menawarkan pendekatan pembelajaran yang lebih aktif dan eksploratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek siswa yang terlibat dalam pembelajaran sudut segitiga menggunakan falsafah Tolu Sahundulan. Data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dan analisis karya siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi Tolu Sahundulan dalam pembelajaran sudut segitiga secara signifikan mendorong siswa untuk mengeksplorasi konsep secara lebih mendalam, menghasilkan berbagai strategi penyelesaian, dan menunjukkan peningkatan dalam fleksibilitas berpikir serta orisinalitas ide. Temuan ini menegaskan bahwa Tolu Sahundulan dapat menjadi alternatif metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam matematika. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi bagi para pendidik dan pengembang kurikulum untuk mengadopsi metode pembelajaran yang berpusat pada siswa dan stimulatif terhadap kreativitas. Kata Kunci: Tolu Sahundulan, Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika, Sudut Segitiga