Bata beton geopolimer adalah batu bata beton yang pembuatannya menggunakan mortar geopolimer. Bata beton geopolimer yang dikaji dibuat dengan memanfaatkan botom ash sebagai agregat pengisi dan fly ash sebagai perekat pengganti semen yang direaksikan dengan NaOH dan Na SiO2 hingga terjadi polimerisasi yang memiliki sifat merekat. Disisi lain PLTU Tanjung jati merupakan pembangkit listrik cukup besar, menghasilkan limbah sisa pembakaran batu bara sebagai bahan energi berupa fly ash dan botom ash. Tiap hari volume limbah berupa fly ash dan bottom ash di PLTU Tanjung Jati kurang lebih 1.000 ton perhari dan limbah ini tergolong limbah B3.Upaya mengatasi masalah limbah fly ash dan bottom ash, salah satu alternatif yang di kaji dengan dibuat Bata geopolimer. Fly Ash dimanfaatkan sebagai bahan pengikat dan botom ash sebagai bahan pengisi, fly ash direaksikan dengan NaOH dan Na SiO2. menjadi binder kemudian ditambahkan bottom ash kemudian dicetak menjadi benda uji bata beton geopolimer. Bata sebagai benda uji dibuat dengan komposisi; 1 binder : 3 agregat dan 1 binder : 4 agregat, sedangkan untuk bindernya ada 2 variasi yaitu 16 molar dan 18 molar. Benda uji setelah mengeras dengan umur 28 hari kemudian dibakar dengan durasi pembakaran selama 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam, setelah proses pembakaran dilanjutkan dengan uji kuat tekan, uji kembang susut volume, dan uji perubahan bobot isi, simpulan dari hasil analisis yang dilakukan adalah: Kuat tekan maximum terjadi pada binder 18 M dengan campuran 1 Fs : 3 Ba memiliki kekuatan 83,5 Kg/cm2; Terjadi peningkatan kuat tekan akibat pembakaran pada semua tipe campuran; Pada campuran 1 fs : 3 Ba peningkatan kuat tekan maximum terjadi pada pembakaran 2 jam dan untuk campuran 1 fs : 4 Ba terjadi peningkatan kuat tekan maximum pada pembakaran selama 1 jam; Tidak ada beda bobot isi benda uji akibat pembakaran untuk semua jenis campuran; Terjadi pengembangan dan retak retak akibat pembakaran.