Articles
MASUK DAN BERKEMBANGNYA GERAKAN TARBIYAH, STUDI KASUS: GERAKAN DAKWAH KAMPUS DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (ITB) 1983-1998
Arditya Prayogi
SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Vol 1 No 1 (2019): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (648.533 KB)
|
DOI: 10.31540/sdg.v1i1.204
Penelitian ini membahas tentang dinamika Gerakan Tarbiyah dengan studi kasus gerakan dakwah kampus di ITB pada era 1983 hingga 1998, dengan menekankan bahwa perkembangan dakwah berbasis kampus secara nasional dapat dikatakan dimulai dari kampus ITB. Penelitian dalam paper ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari 4 tahap yaitu heuristik, kritik, intepretasi, dan historiografi. Penelitian ini membahas muncul dan berkembangnya gerakan dakwah tarbiyah yang terpengaruh pemikiran Ikhwanul Muslimin. Gerakan Tarbiyah tumbuh dan berkembang dari gerakan dakwah kampus yang awalnya digagas oleh DDII melalui Bina Masjid Kampus yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh kader-kader tarbiyah melalui berbagai program. Masuknya pemikiran tarbiyah di ITB ditransformasikan menjadi Lembaga Dakwah Kampus GAMAIS secara kelembagaan internal di ITB dan KAMMI secara eksternal di luar ITB.
Ruang Lingkup Filsafat Sejarah dalam Kajian Sejarah
Arditya Prayogi
SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Vol 4 No 1 (2022): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31540/sindang.v4i1.1252
This article is intended to describe the scope of the philosophy of history in historical writing. The birth of the philosophy of history as part of historical studies is closely related to human curiosity about the meaning of historical events. This article tries to discuss the philosophy of history and its scope in historical studies, both descriptively and analytically. From the results of the review, it is known that the philosophy of history contains at least two main scopes. First, history which seeks to ensure a common goal that manages and controls all events and the entire course of history or is known as speculative/contemplative philosophy of history. Second, history which aims to examine and appreciate the methods of historical science as well as the certainty and assessment of the results of the analysis and conclusions of a historical work or known as critical/analytical philosophy of history.
Sikap politik surat kabar fadjar asia: Respon politis atas isu pergerakan nasional 1927-1930
Arditya Prayogi;
Ardiyan Darutama
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v12i2.9656
Artikel membahas sejarah dan sikap politik surat kabar Fadjar Asia dari tahun 1927 sampai 1930. Permasalahannya mengenai respon politik Fadjar Asia dalam menghadapi beragam isu politik pada masa pergerakan nasional Indonesia kurun masa terbitnya. Artikel bertujuan menggambarkan respon surat kabar menanggapi berbagai isu di seputar surat kabar tersebut. Surat kabar Fadjar Asia yang berhaluan Islam merespon fenomena nasional dalam paradigma Islam. Implikasinya sudut pandang Islam sejatinya dapat dibawa dalam merespon berbagai persoalan nasional yang muncul pada masanya. Artikel disusun menggunakan metode sejarah, ialah heuristik berupa penelusuran sumber sejarah, terutama surat kabar Fadjar Asia itu sendiri. Proses selanjutnya kritik terhadap berbagai sumber yang dikumpulkan hingga melalui tahapan interpretasi, atau proses penafsiran terhadap data sejarah yang dihasilkan, selanjutnya melalui tahapan terakhir yaitu penulisan sejarah surat kabar Fadjar Asia. Hasil penelitian menunjukkan sikap politik Fadjar Asia berpihak pada pergerakan nasional dengan tetap berpegang teguh pada ideologinya. Hal ini tetap tidak berubah sampai surat kabar ini ditutup karena para pengurusnya kekurangan modal produksi. Sehingga menjadi keterbatasan penelitian ini, yang mana pembahasan terbatas pada masa terbit hingga berakhirnya surat kabar Fadjar Asia.
TELAAH KONSEPTUAL PENDEKATAN KUANTITATIF DALAM SEJARAH
Arditya Prayogi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 1 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.8970
Pendekatan sejarah menjelaskan dari segi mana kajian sejarah hendak dilakukan, dimensi mana yang diperhatikan, unsur-unsur mana yang diungkapkannya, dan lain sebagainya. Deskripsi dan rekonstruksi yang diperoleh akan banyak ditentukan oleh jenis pendekatan yang dipergunakan. Termasuk penggunaan pendekatan kuantitatif dalam sejarah yang akan menghasilkan sejarah kuantitatif. Pendekatan kuantitatif sendiri adalah suatu konsep yang melibatkan diri pada perhitungan atau angka. Artikel ini menjabarkan bagaimana pendekatan kuantitatif digunakan dalam sejarah, serta karakteristik dan tanggapan terhadap pendekatan ini dalam penulisan sejarah. Artikel ini mencoba menjelaskan bagaimana pendekatan kuantitatif beserta karakteristiknya digunakan dalam penulisan sejarah. Artikel ini ditulis dengan metode deskriptif analisis yang didukung studi pustaka sebagai proses penggalian datanya. Dari hasil uraian diketahui bahwa karya sejarah juga tidak selamanya berisi kajian-kajian masa lalu masyarakat manusia dalam arti kualitatif semata tetapi juga dalam arti kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dalam sejarah dapat digunakan pada tema-tema tentang sejarah ekonomi seperti sejarah perusahaan, perdagangan, industri, koperasi, perbankan, transportasi, pertambangan, kependudukan, dan sebagainya. Pendekatan kuantitatif dalam penulisan sejarah utamanya hanya digunakan untuk berbagai kasus yang tidak dapat dijelaskan dengan baik oleh pendekatan kualitatif.
REKONSTRUKSI UU PESANTREN DALAM BINGKAI KEMANDIRIAN PESANTREN
Siraj Siraj;
Arditya Prayogi;
Moh. Rofiki;
Nawang Kalbuana
Jurnal Multidisipliner Bharasa Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasa
Publisher : Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (668.047 KB)
|
DOI: 10.56691/jurnalmultidisiplinerbharasa.v1i2.246
Pesantren in the annals of history plays an important role in the world of education, economics and politics. The economy of pesantren has fundamentally prepared itself as an organizational independence in maintaining its existence. The MORA regulation hints at the independence of pesantren with a roadmap of independence as the main guideline. Meanwhile, the Pesantren Law has not specifically mentioned this. This paper seeks to explain the implementation of the independence of pesantren and the need for reconstruction of the Pesantren Law in the perspective of the pesantren m andirian. This research uses a literature approach. The results of the study show the need for a discourse on the reconstruction of articles in the Pesantren Law in line with the pesantren independence program and the programs or technical implementations under it, starting from the funding of pesantren, the roadmap for pesantren independence, to technical guidelines for pesantren business assistance. Abstrak Pesantren dalam catatan sejarah memainkan peran penting dalam dunia pendidikan, ekonomi dan politik. Ekonomi pesantren pada dasarnya telah mempersiapkan diri sebagai independensi organisasi dalam mempertahankan eksistensinya. Peraturan Kemenag mengisyaratkan independensi pesantren dengan roadmap kemerdekaan sebagai pedoman utama. Sementara itu, UU Pesantren belum secara spesifik menyebutkan hal tersebut. Tulisan ini berupaya menjelaskan pelaksanaan independensi pesantren dan perlunya rekonstruksi UU Pesantren dalam perspektif pesantren m andirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan perlunya wacana rekonstruksi pasal-pasal dalam UU Pesantren sejalan dengan program kemandirian pesantren dan program atau teknis pelaksanaan di bawahnya, mulai dari pendanaan pesantren, roadmap kemandirian pesantren, hingga petunjuk teknis bantuan usaha pesantren
FILOLOGI SEBAGAI ILMU BANTU SEJARAH: TELAAH TEORITIS-PRAKTIS
Arditya Prayogi
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 2, No 2 (2021): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/swadesi.v2i2.48695
In general, philology is the study of various things contained in old texts. On the other hand, the science of history is the study of events in the past. The relationship between the two (including with other sciences) is reciprocal and requires each other. This article aims to describe theoretically and practically, the position of philology as an auxiliary science for other sciences. In addition, it also tries to discuss how philology is specifically used by the science of history as a science to help in uncovering various historical events that occurred in the past. This article was written using a descriptive analytic method with a qualitative approach, as well as literature research. In this article, it can be seen that the position of philology as an auxiliary science is realized by its function as a science that is able to process the content of manuscripts and texts to be easier to study, where philology provides text edits that can be used by various sciences based on the remains of the past. In relation to the science of history, philology helps to study the remains of the past in the form of manuscripts which are one of the historical sources.
SNACK BOUQUET MAKING TRAINING DURING THE COVID-19 PANDEMIC
Mukhafidoh Mukhafidoh;
Arditya Prayogi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1344.835 KB)
|
DOI: 10.47668/join.v1i1.412
Covid is a new disease caused by the SARS CoV-2 virus. This virus began to enter Indonesia in early 2020. This virus has an impact in various sectors, including in the economic sector in the form of a decrease in income. Business actors need the right and fast innovation to create new activities to ensure the sustainability of their business or to open up more innovative business opportunities. During a pandemic when everyone can’t get together and huddle, another alternative to celebrate a special moment is to send a bouquet. A bouquet is usually in the form of a flower bouquet, but now a new innovation has emerged by replacing flowers with a snack bouquet that is cheaper and affordable and can provide other benefits, not only for display but also for consumption.
THE DYNAMICS OF ISLAMIC CIVILIZATION IN THE PERSIAN REGION: A HISTORICAL STUDY
Arditya Prayogi;
Lilik Riandita;
Singgih Setiawan
Jurnal Keislaman Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54298/jk.v5i2.3434
The chapters in the history of Islamic civilization by historians are divided into classical, medieval, and modern periods. Islamic civilization itself is a civilization that spread widely to various regions, including the Persian region. Persia in its history deviates many relics that show how Islam is dynamic in each era. This article was written using a qualitative descriptive approach by describing the literature study method. From the results of the discussion, it is known that Islamic civilization in Persia is dynamic, and most of the relics left by the Shafavid dynasty. In addition, in the later period, Persian identification with Shia (teachings) became attached to each other as a result of the dynamics of Islam in this region.
DINAMIKA ISLAM DI MALAYSIA : TELAAH SOSIO HISTORIS
ARDITYA PRAYOGI
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/etnohistori.v9i1.4942
Artikel ini ingin memberikan gambaran bagaimana identitas Islam dan Melayu Malaysia saling berdialektika sehingga memunculkan dinamika keterkaitan antar keduanya. Hal tersebut dilatarbelakangi dengan telah menyatunya identitas Islam dan Malaysia pada umumnya, sehingga penciptaan nilai-nilai Islam dapat mengglobal di semua lini kehidupan. Artikel ini disusun menggunakan deskriptif kualitatif yang ditunjang dengan metode pengumpulan data berupa kajian pustaka. Dari hasil telaah dapat diketahui bahwa terdapat keterkaitan erat antara identitas Islam dan Melayu di Malaysia –juga Negara Malaysia secara umum. Hal ini tak terlepas dari rentang panjang sejarah Islam di Malaysia, dimana Islam sejatinya juga berdialektika dengan budaya dan peradaban pra-Islam di Malaysia dan pada akhirnya berhasil menembus ruang-ruang sosial hingga politik masyarakat Malaysia melalui beragam pintu, baik asimilasi maupun akulturasi kebudayaan. Keterkaitan ini kemudian dipertegas dalam aturan Pelembagaan Negara Malaysia yang menyebut dengan jelas tentang bangsa Melayu dan Islam sebagai agama resmi negara yang di dalamnya menjelaskan tiga elemen penting bangsa Melayu. Ketiga elemen tersebut yaitu beragama Islam, bahasa Melayu menjadi bahasa penutur, dan adat istiadat Melayu menjadi dasar bermasyarakat. Kata Kunci: Islam, Melayu, Malaysia, Sejarah, Sosial
Partisipasi Sosial dalam Rangka Penguatan Tradisi Keagamaan Masyarakat Desa Rowokembu Kabupaten Pekalongan di Era Modernisasi
Moh. Farkhanur Rizqi;
Arditya Prayogi
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau (JPPM Kepri) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2, 2022
Publisher : STAIN SULTAN ABDURRAHMAN KEPRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35961/jppmkepri.v2i2.520
Tradisi merupakan salah satu komponen dari kebudayaan yang dimiliki oleh setiap kelompok masyarakat. Tradisi yang telah membudaya akan menjadi sumber dalam berakhlak dan berbudi pekerti seseorang. Kegiatan pengabdian kali ini berfokus pada upaya penguatan tradisi keagamaan/religi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada medio April-Juni 2022 dengan sasaran masyarakat desa Rowokembu secara umum. Metode yang digunakan yaitu metode partisipasi sosial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan agar tradisi keagamaan di Desa Rowokembu tetap lestari dan dapat menjadi benteng bagi para generasi muda desa Rowokembu agar kualitas akhlak dan budi pekertinya selalu terjaga. Dari hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa berbagai tradisi keagamaan masyarakat terus dikuatkan dengan keterlibatan simpul masyarakat. Selain itu dilakukan pula upaya promosi situs keagamaan yang ada di Desa Rowokembu. Hal ini diharapkan akan membantu masyarakat dan membentengi dari hal-hal negatif pada arus modernisasi. Meskipun, tantangan terbesarnya adalah mampukah generasi penerusnya mampu melanjutkan tradisi yang sudah di wariskan oleh leluhurnya.