p-Index From 2021 - 2026
24.794
P-Index
This Author published in this journals
All Journal USU LAW JOURNAL Jurnal Mahupiki INDONESIAN JOURNAL OF CRIMINAL LAW STUDIES JUSTITIA JURNAL HUKUM USU Journal of Legal Studies Abdimas Talenta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Jurnal Hukum Samudra Keadilan JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH JURNAL MERCATORIA Unes Law Review Gorontalo Law Review Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-undangan, Ekonomi Islam Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa JURNAL ILMIAH ADVOKASI Res Nullius Law Journal JHR (Jurnal Hukum Replik) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Darma Agung ARBITER: Jurnal Ilmiah Magister Hukum Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Ilmiah METADATA Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum SOSEK: Jurnal Sosial dan Ekonomi Jurnal Hukum Lex Generalis JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana Law_Jurnal Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Locus Journal of Academic Literature Review Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) JURNAL JUSTIQA Jurnal Pengabdian Masyarakat Tjut Nyak Dhien Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) Journal of Comprehensive Science Jurnal Hukum dan Peradilan Jurnal Pencerah Bangsa Semarang Law Review Jurnal Hukum Pidana dan Kriminologi EduYustisia Jurnal Edukasi Hukum Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Mamangan Social Science Journal International Conference on Health Science, Green Economics, Educational Review and Technology (IHERT) JURNAL GOVERNANCE OPINION International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects) Jurnal Hukum Bisnis Recht Studiosum Law Review AL-SULTHANIYAH Lex Lectio Law Journal Mahadi : Indonesia Journal of Law Community: Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Gloria Justitia Jurnal Media Akademik (JMA) INSPIRING LAW JOURNAL Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Intelek Insan Cendikia GRONDWET Journal of Constitutional Law and State Administrative Law Asian Multidisciplinary Research Journal of Economy and Learning Neoclassical Legal Review: Journal of Law and Contemporary Issues Binamulia Hukum Jurnal Hukum Statuta Journal of International Islamic Law, Human Right and Public Policy International Journal of Law Analytic Jurnal Legislasi Indonesia ULJLS Indonesian Journal of Criminal Law Studies Dialogia Iuridica Jurnal Hukum Pidana Indonesia International Conference on Social Science
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbandingan Delik Obstruction Of Justice Dalam Hukum Pidana Indonesia Amerika Serikat Dan Belanda Frans Martin Sihotang; Mahmud Mulyadi; Edy Ikhsan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3238

Abstract

The offense of obstruction of justice has legal urgency because it aims to protect the justice and integrity of the criminal justice system. Actions that obstruct the course of the judicial process, such as manipulation of evidence or witness intimidation, can damage the fundamental principle of law, namely due process of law. Obstruction of justice can cause significant damage to the legal process, including a decrease in public trust and injustice to the parties involved. The research method used in this paper is a combination of normative legal research, with a descriptive analytical research nature. The research approach used is the statute approach and the historical approach and the comparative approach. Data sources in this study include primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection technique used in this study is a literature study (library research) with a document study data collection tool (documentary research). To analyze all the legal materials that have been collected, this study uses qualitative data analysis. It is important to identify aspects of the regulation of the offense of obstruction of justice in the United States and the Netherlands that can be integrated to improve and strengthen related legal regulations in Indonesia. The integration of these four aspects will strengthen the effectiveness of Indonesian criminal law in dealing with criminal incidents of obstruction of justice, while strengthening public trust in a fair, transparent, and integrity-based justice system. It would be better if the rules on the offense of obstruction of justice in Indonesian criminal law were expanded. Keyword: Comparison, Crime, Obstruction Of Justice, Criminal Law Abstrak: Delik obstruction of justice memiliki urgensi hukum sebab bertujuan untuk melindungi keadilan dan integritas sistem peradilan pidana. Tindakan yang menghalangi jalannya proses peradilan, seperti manipulasi bukti atau intimidasi saksi, dapat merusak prinsip fundamental hukum yaitu due process of law. Tindakan penghalangan peradilan dapat mengakibatkan kerusakan signifikan pada proses hukum, termasuk penurunan kepercayaan publik dan ketidakadilan terhadap kubu yang terlibat. Metode Penelitian yang dipakai dalam penulisan ini yaitu jenis penelitian kombinasi hukum normatif, dengan sifat penelitian deskriptif analitis. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan histori (historical approach) dan pendekatan perbandingan (comparative approach). Sumber data dalam penelitian ini meliputi bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi kepustakaan (library research) dengan alat pengumpul data studi dokumen (documentary research). Untuk menganalisis seluruh bahan hukum yang telah terkumpul, dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Penting untuk mengidentifikasi aspek-aspek dari pengaturan delik obstruction of justice di Amerika Serikat dan Belanda yang dapat diintegrasikan untuk memperbaiki dan memperkuat pengaturan hukum terkait di Indonesia. Integrasi dari keempat aspek tersebut akan memperkuat efektivitas hukum pidana Indonesia saat mengatasi peristiwa pidana obstruction of justice, sekaligus memperkuat rasa percaya publik terhadap sistem peradilan yang adil, transparan, dan berintegritas. Sebaiknya aturan tentang delik obstruction of justice pada hukum pidana Indonesia perlu diperluas. Kata kunci: Perbandingan, Delik, Obstruction Of Justice, Hukum Pidana
KONSEP PIDANA KERJA SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA KEIMIGRASIAN (STUDI PADA KANTOR IMIGRASI KELAS I KHUSUS TPI MEDAN) Steffy Suzani Meilina Gultom; Mahmud Mulyadi; Jelly Leviza
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3904

Abstract

Abstract: Immigration symbolises the exercise of power over the full sovereignty of a state, especially in relation to the state's right to control the movement of people in and out of the country and to regulate the provisions regarding foreigners in the country's jurisdiction. Indonesia already has an Immigration Law that regulates in such a way that not just any foreigner can stay in Indonesia so that only foreigners who have a positive impact, benefit and do not endanger security and public order are allowed to enter and be in the territory of Indonesia. The research method used in this writing is the type of normative legal research and the nature of analytical descriptive research. The research approaches used are statute approach and case approach. Data sources in this research include primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection technique used in this research is a library research with a documentary research data collection tool. To analyse all legal materials that have been collected, this research uses qualitative data analysis. Thus, there are comprehensive steps that have been taken by Immigration Enforcement for citizens who come and enforce the applicable law. Keywords: Criminal Offences, Immigration, Foreigners. Abstrak: Keimigrasian menggambarkan simbol pelaksanaan kekuasaan atas kedaulatan penuh suatu negara terutama yang berkaitan dengan hak negara dalam mengontrol lalu lintas masuk dan keluarnya orang serta mengatur ketentuan mengenai orang asing untuk berada di wilayah yurisdiksi negara tersebut. Indonesia sudah memiliki Undang-Undang Keimigrasian yang mengatur sedimikian rupa agar tidak sembarang orang asing yang dapat tinggal di Indonesia sehingga hanya orang asing yang memberikan dampak positif, manfaat serta tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum diperbolehkan masuk dan berada di Wilayah Indonesia. Metode Penelitian yang dipakai dalam penulisan ini yaitu jenis penelitian hukum normatif dan sifat penelitian deskriptif analitis. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Sumber data dalam penelitian ini meliputi bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi kepustakaan (library research) dengan alat pengumpul data studi dokumen (documentary research). Untuk menganalisis seluruh bahan hukum yang telah terkumpul, dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Dengan demikian, adapun langkah komprehensif yang telah dilakukan oleh Penegakan Imigirasi untuk warga negara yang datang dan penegakan hukum yang berlaku. Kata kunci: Tindak Pidana, Imigrasi, Orang Asing.
PENJATUHAN PUTUSAN BEBAS TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI STABAT NO. 679/PID.SUS/2019/PN.STB JO PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NO. 2241 K/PID.SUS/2020) Daniel Setiawan Barus; Mahmud Mulyadi; Fajar Khaify Rizky
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3907

Abstract

Children in law can be positioned as immature legal subjects (humans) so that it does not rule out the possibility of being involved with the law. This means that children can be both subjects and objects in a legal event. Children in the context of criminal offences can be positioned as perpetrators or victims. Therefore, the existence of children both as perpetrators of criminal offences and victims of criminal offences is given protection in the form of written rules. The research method used in this writing is the type of normative legal research and the nature of analytical descriptive research. The research approach used is statute approach and case approach. Data sources in this research include primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection technique used in this research is library research. To analyse all legal materials that have been collected, this research uses qualitative data analysis. Thus, as for the comprehensive steps that have been taken by the Victim (minors) for the criminal act of sexual abuse he experienced, the victim's family brought this case to the realm of the Stabat District Court up to the Cassation Level. Keywords: Crime, Child, Sexual Abuse. Abstrak: Anak didalam hukum dapat didudukan sebagai subjek hukum yang belum dewasa (manusia) sehingga tidak menutup kemungkinan terlibat dengan hukum. Artinya, anak dapat menjadi subjek maupun objek dalam sebuah peristiwa hukum. Anak dalam konteks tindak pidana dapat berposisi sebagai pelaku ataupun korban. Oleh karena itu, keberadaan anak baik sebagai pelaku tindak pidana maupun korban tindak pidana diberikan perlindungan dalam bentuk aturan tertulis. Metode Penelitian yang dipakai dalam penulisan ini yaitu jenis penelitian hukum normatif dan sifat penelitian deskriptif analitis. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Sumber data dalam penelitian ini meliputi bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi kepustakaan (library research). Untuk menganalisis seluruh bahan hukum yang telah terkumpul, dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Dengan demikian, adapun langkah komprehensif yang telah dilakukan oleh Korban (anak dibawah umur) atas tindak pidana pencabulan yang dialaminya, keluarga korban membawa kasus ini ke ranah Pengadilan Negeri Stabat sampai dengan ke Tingkat Kasasi. Kata kunci: Tindak Pidana, Anak, Pencabulan.
POLITIK HUKUM PIDANA DALAM MELINDUNGI HAK BERSERIKAT DARI TINDAKAN UNION BUSTING (PASAL 28 UU NO 21 TAHUN 2000) Ryan Fadly Ramadhan; Mahmud Mulyadi; Agusmidah Agusmidah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4123

Abstract

Abstract: The right to associate is a constitutional right. In the context of employment, the existence of trade unions is an important instrument in fighting for workers' rights. However, in practice, freedom of association is often disrupted by union busting, which is a systematic effort made by certain parties to prevent the formation or continuation of trade unions. Union busting is carried out in various ways that are detrimental to workers' right to associate Based on Article 28 of Law No. 21 of 2000. The method used in this writing is the normative legal research method, which is a method that refers to legal norms carried out by means of literature studies related to the problems studied, this research is descriptive in nature, and the data is analyzed qualitatively. criminal law policy needs to be directed to formulate policies with formulations against Article 28 of Law No. 21 of 2000 to be more comprehensive and cover various forms of actions to obstruct freedom of association that are increasingly complex and varied, in addition, there is a need to strengthen constitutional protection of freedom of association by increasing the capacity of law enforcement officers, clarifying the boundaries between the criminal and industrial realms, and strengthening labor supervision so that workers' rights are protected in accordance with the 1945 Constitution.Keyword: Criminal Law Politics, Right to Association, Union Busting Abstrak: Hak berserikat merupakan hak konstitusional. Dalam konteks ketenagakerjaan, keberadaan serikat pekerja menjadi instrumen penting dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Namun, dalam praktiknya, kebebasan berserikat kerap kali terganggu oleh tindakan union busting, yaitu upaya sistematis yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk menghalangi pembentukan atau keberlangsungan serikat pekerja. Union busting dilakukan dengan berbagai cara yang merugikan hak berserikat pekerja Berdasarkan Pasal 28 Undang-Undang No. 21 Tahun 2000. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian yuridis normatif, yaitu metode yang mengacu pada norma-norma hukum yang dilakukan dengan cara studi kepustakaan yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti, penelitian ini memiliki sifat deskriptif, serta data yang dianalisis secara kualitatif.  kebijakan politik hukum pidana perlu diarahkan untuk merumuskan kebijakan dengan formulasi terhadap pasal 28 Undang-undang No. 21 Tahun 2000 agar lebih komprehensif dan mencakup berbagai bentuk tindakan penghalangan kebebasan berserikat yang semakin kompleks dan variatif selain itu, perlunya memperkuat perlindungan konstitusional kebebasan berserikat melalui peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, kejelasan batas antara ranah pidana dan industrial, serta penguatan pengawasan ketenagakerjaan agar hak-hak pekerja terlindungi sesuai UUD 1945. Kata Kunci: Politik Hukum Pidana, Hak Berserikat, Union Busting
KONSTRUKSI TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN ANTARA DELIK PEMBUNUHAN BIASA (PASAL 338 KUHP) DENGAN DELIK PEMBUNUHAN BERENCANA Yoseanna Anastasya Simaremare; Mahmud Mulyadi; Wessy Trisna
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4229

Abstract

Abstract: This article analyzes the construction of criminal acts of murder, comparing ordinary murder (Article 338 of the Criminal Code) with premeditated murder (Article 340 of the Criminal Code), using the Ferdy Sambo case study (Decisions No.796/Pid.B/2022/PN Jkt.Sel, No.53/Pid/2023/PT DKI, and 813 K/Pid/ 2023). Criminal law imposes varied penalties; unpremeditated murder faces 15 years, while premeditated murder can result in death, life imprisonment, or 20 years. The Ferdy Sambo case, involving the murder of Brigadier YS on July 8, 2022, was charged under Article 340 of the Criminal Code. This research uses a normative descriptive analytical method. Ferdy Sambo was sentenced to death by the District Court and High Court, but the Supreme Court's cassation revised it to life imprisonment due to a dissenting opinion. Analysis shows the Judges inadequately considered subjective elements and lacked psychological expert opinion to assess the perpetrator's mental state for the "with prior planning" element of Article 340 of the Criminal Code. Additionally, no clear legal facts supported common intent (co-participation) between the defendant and RE as required by Article 55 Paragraph 1 Point 1 of the Criminal Code.Keyword: Premeditated Murder, Article 340 Criminal Code, Ferdy Sambo, Legal Analysis, Court Decision.Abstrak: Artikel ini menganalisis konstruksi tindak pidana pembunuhan, membandingkan delik pembunuhan biasa (Pasal 338 KUHP) dengan pembunuhan berencana (Pasal 340 KUHP), menggunakan studi kasus Ferdy Sambo (Putusan No.796/Pid.B/2022/PN Jkt.Sel, No.53/Pid/2023/PT DKI, dan 813 K/Pid/ 2023). Hukum pidana memiliki sanksi bervariasi; pembunuhan tanpa rencana diancam 15 tahun penjara, berencana dapat pidana mati, seumur hidup, atau 20 tahun. Kasus Ferdy Sambo, pembunuhan Brigadir YS pada 8 Juli 2022, didakwa dengan Pasal 340 KUHPidana. Penelitian ini menggunakan metode normatif deskriptif analitis. Ferdy Sambo divonis mati di PN Jakarta Selatan dan PT DKI, namun di kasasi MA diubah menjadi pidana penjara seumur hidup karena dissenting opinion hakim. Analisis menunjukkan Majelis Hakim kurang tepat mempertimbangkan unsur subjektif dan kurangnya pandangan ahli psikologi untuk mengukur kondisi mental pelaku dalam pembuktian unsur "dengan rencana terlebih dahulu" pada Pasal 340 KUHP. Juga, tidak ada fakta hukum jelas mengenai kesamaan kehendak (turut serta) antara terdakwa dan RE sebagai syarat Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP. Kata kunci: Pembunuhan Berencana, Pasal 340 KUHP, Ferdy Sambo, Analisis Hukum, Putusan Pengadilan.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM MELALUI DOUBLE TRACK SYSTEM Rima Melati Situmorang; Mahmud Mulyadi; Rosmalinda Rosmalinda
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4236

Abstract

Abstrack: The double track system is the use of criminal sanctions and disciplinary sanctions in the criminal justice system. The implementation of the double track system should be made more effective, especially with existing and clear regulations in the juvenile criminal justice system. However, in reality, there are still various cases of children who apply imprisonment for children. The formulation of the problem in this study is what is the philosophical basis for the birth of the double track system in the criminal justice system, how the double track criminal system applies to children in conflict with the law, and how is the legal analysis of children in conflict with the law in the criminal justice process. The method used in writing this thesis is a normative juridical research method, namely analyzing legal principles carried out through literature studies. This research is descriptive, and the data analysis method used is descriptive qualitative. Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System stipulates that children in conflict with the law must be treated specifically according to their age, by prioritizing the principle of protecting children's rights as regulated in the Convention on the Rights of the Child. Through the implementation of a double-track system, juvenile criminal law not only provides criminal sanctions but also provides opportunities for educational and rehabilitative measures, such as return to parents or foster care in social institutions. This approach reflects a shift from a punitive system to a rehabilitation and social reintegration of children, making juvenile criminal law in Indonesia more humane and future-oriented. Keywords: Legal Protection, Children in conflict with the law, Double Track System. Abstrak: Double track system atau sistem dua jalur adalah penggunaan sanksi pidana dan sanksi tindakan dalam sistem pemidanaan. Penerapan double track system sudah seharusnya diefektifkan apalagi dengan regulasi yang telah ada dan jelas pada sistem peradilan pidana anak. Tetapi pada kenyataannya, hingga saat ini masih terdapat berbagai kasus anak yang menerapkan pidana penjara bagi anak. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah alas filosofis lahirnya double track system dalam sistem peradilan pidana, bagaimanakah sistem pemidanaan dua jalur (double track system) terhadap anak yang berkonflik dengan hukum, serta bagaimanakah analisis hukum terhadap anak berkonflik dengan hukum dalam proses peradilan pidana. Metode yang digunakan di dalam penulisan tesis ini adalah metode penelitian yuridis normatif yaitu menganalisis asas hukum yang dilakukan dengan studi pustaka. Penelitian ini bersifat deskriptif, dan metode analisa data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak mengatur bahwa anak yang berhadapan dengan hukum harus diperlakukan secara khusus sesuai dengan usianya, dengan mengedepankan prinsip perlindungan hak anak sebagaimana diatur dalam Konvensi Hak Anak. Melalui penerapan double track system, hukum pidana anak tidak hanya memberikan sanksi pidana tetapi juga membuka ruang bagi sanksi tindakan yang bersifat edukatif dan rehabilitatif, seperti pengembalian kepada orang tua atau pembinaan di lembaga sosial. Pendekatan ini mencerminkan pergeseran dari sistem penghukuman ke arah pemulihan dan reintegrasi sosial anak, sehingga hukum pidana anak di Indonesia menjadi lebih humanis dan berorientasi pada masa depan.Kata kunci: Perlindungan Hukum, Anak yang berkonflik dengan hukum, Double Track                    System.
KEBEBASAN DAN KEMANDIRIAN HAKIM DALAM PARADIGMA HUKUM PEMILIHAN PENJATUHAN RESTITUSI PADAPERKARA PENGANIAYAAN DI INDONESIA Nida Syafwani Nasution; Rosmalinda; Mahmud Mulyadi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6386

Abstract

Regulations on restitution for victims of abuse in Indonesia are normatively available and reinforced through Supreme Court Regulation Number 1 of 2022. However, their implementation remains inconsistent, particularly in practice, such as at the Stabat Court, where judges tend not to optimally utilize their freedom and independence in imposing restitution and remain formalistic and cautious. This research applies a normative legal approach because, to address the formulated problem, the primary focus is on literature review or the use of secondary data. The normative legal approach places greater emphasis on the use of secondary data and identifies structural and cultural barriers, including a lack of coordination among law enforcement officials, difficulties in proving victims' losses, victims' low understanding of the right to restitution, and a judicial system that still emphasizes punishment of perpetrators rather than victim recovery. Restitution is a crucial instrument that serves not only as compensation but also as a means of comprehensive recovery. Therefore, strengthening its implementation and the active role of judges are necessary to achieve a more effective balance of justice between perpetrators and victims.
ANALISIS HUKUM TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN DAN DETEKSI PENCUCIAN UANG DALAM BISNIS ASURANSI BNI LIFE (Studi Putusan Nomor 740/Pid.Sus/2014/PT MDN) Nurul Qoedatul Khoiriyah Siregar; Mahmud Mulyadi; Abdul Aziz Alsa
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6683

Abstract

Abstract: Money laundering is a crime that can exploit various financial service sectors—including the insurance industry—as a means to disguise the origins of assets derived from criminal activity. The increasing complexity of insurance products and services heightens the risk of the sector being used as a vehicle for money laundering. This study aims to analyze efforts to prevent and detect money laundering within the insurance business, specifically focusing on Court Decision Number 740/Pid.Sus/2014/PT MDN, which involved a former agent of PT BNI Life Insurance Medan. The study employs a normative legal research method utilizing a statutory approach, supplemented by empirical data obtained through interviews. A descriptive-qualitative analysis was conducted on the relevant legislation, legal literature, and the court decision serving as the study's subject. The findings indicate that criminal acts in the insurance sector can take the form of insurance fraud, fraudulent claims, premium embezzlement, policy document forgery, and money laundering. In the case under review, the defendant was proven to have forged documents and misappropriated client investment funds, subsequently using those funds in a manner that disguised their origins. PT BNI Life Insurance’s efforts to prevent and combat money laundering are implemented through the application of "Know Your Customer" (KYC) principles, Customer Due Diligence (CDD), continuous transaction monitoring, the reporting of suspicious financial transactions to the Financial Transaction Reports and Analysis Center (PPATK), and the enhancement of human resource competence. Based on crime prevention theory, these measures are effective in narrowing the opportunities for money laundering and increasing the likelihood of criminal activity being detected. An analysis of the judicial decision reveals that the ruling upholds the principles of justice, legal certainty, and legal utility; however, from a restorative justice perspective, there remain shortcomings, as the restitution of the victim's losses has not been fully realized.  Keywords: Money Laundering, Insurance, Prevention and Detection, BNI Life Insurance, Judgment Number 740/Pid.Sus/2014/PT MDN. Abstrak: Tindak pidana pencucian uang (TPPU) merupakan kejahatan yang dapat memanfaatkan berbagai sektor jasa keuangan, termasuk industri perasuransian, sebagai sarana untuk menyamarkan asal-usul harta kekayaan yang diperoleh dari tindak pidana. Perkembangan produk dan layanan asuransi yang semakin kompleks meningkatkan potensi sektor ini menjadi media pencucian uang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pencegahan dan deteksi tindak pidana pencucian uang dalam bisnis asuransi, khususnya berdasarkan Putusan Nomor 740/Pid.Sus/2014/PT MDN yang melibatkan mantan agen PT BNI Life Insurance Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) yang didukung data empiris melalui wawancara. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta putusan pengadilan yang menjadi objek penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana dalam sektor asuransi dapat berupa penipuan asuransi, penipuan klaim asuransi, penggelapan premi, pemalsuan dokumen polis, dan pencucian uang. Dalam perkara yang diteliti, terdakwa terbukti melakukan pemalsuan dokumen dan penyalahgunaan dana investasi nasabah yang kemudian digunakan untuk menyamarkan asal-usul dana tersebut. Upaya pencegahan dan pemberantasan TPPU yang dilakukan oleh PT BNI Life Insurance diwujudkan melalui penerapan prinsip mengenali nasabah (Know Your Customer), Customer Due Diligence (CDD), pemantauan transaksi secara berkelanjutan, pelaporan transaksi keuangan mencurigakan kepada PPATK, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Berdasarkan teori pencegahan kejahatan, langkah-langkah tersebut efektif dalam mempersempit peluang terjadinya pencucian uang dan meningkatkan risiko terdeteksinya tindak pidana. Analisis terhadap putusan hakim menunjukkan bahwa putusan telah memenuhi prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan hukum, meskipun dari perspektif keadilan restoratif masih terdapat kelemahan karena pemulihan kerugian korban belum sepenuhnya terpenuhi. Kata Kunci: Tindak Pidana Pencucian Uang, Asuransi, Pencegahan dan Deteksi, BNI Life Insurance, Putusan Nomor 740/Pid.Sus/2014/PT MDN.
PENERAPAN ASAS ULTIMUM REMEDIUM SEBAGAI BENTUK PENYELESAIAN PERKARA PERBUATAN CURANG (FRAUD) PADA PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (STUDI DI BPJS KESEHATAN KEDEPUTIAN WILAYAH I) Hafizam Addini; Mahmud Mulyadi; Muhammad Ekaputra
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6882

Abstract

Fraud dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu permasalahan yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara serta mengganggu keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional. Penanganan fraud sering kali menimbulkan perdebatan mengenai penggunaan sanksi pidana atau sanksi administratif. Dalam perspektif hukum pidana modern, asas ultimum remedium menempatkan hukum pidana sebagai sarana terakhir setelah upaya hukum lain, terutama sanksi administratif, tidak lagi efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penanganan fraud JKN, penerapan mekanisme non-penal, dan implementasi asas ultimum remedium dalam penyelesaian perkara fraud pada BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I, khususnya wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Medan yang meliputi Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang didukung data lapangan, dengan sifat penelitian preskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penanganan fraud JKN di BPJS Kesehatan Cabang Medan dilakukan melalui mekanisme administratif yang sistematis, dimulai dari deteksi, klarifikasi, audit, verifikasi, hingga pemberian sanksi administratif. Selama periode 2023–2025 ditemukan 43 kasus fraud dengan nilai kerugian yang seluruhnya berhasil dipulihkan melalui pengembalian kerugian dan pembayaran denda administratif. Jenis fraud yang ditemukan didominasi manipulasi klaim pelayanan kesehatan, seperti upcoding, phantom billing, manipulasi diagnosis, dan penagihan yang tidak sesuai. Penerapan mekanisme non-penal dilakukan melalui sanksi bertingkat berupa teguran, pengembalian kerugian, denda administratif, hingga penghentian kerja sama dengan fasilitas kesehatan yang melakukan pelanggaran berat. Seluruh kasus diselesaikan melalui mekanisme administratif tanpa adanya pelaporan kepada aparat penegak hukum dan tidak ditemukan pelanggaran berulang oleh pelaku yang sama.
Co-Authors Abdul Aziz Alsa Abdul Aziz Alsa, Abdul Aziz Abdul Haris Abdul Munir Nasution Abul Khair Adhy Iswara Sinaga Adi Chandra Aditya Pranata Kaban Ady Ranto, Eko Afdhila, Sri Afrizal Chair Nawar Agus Kristianto Sinaga Agusmidah Agusmidah Agusta Kanin Agustami Lubis Agustining Agustining Agustining Ahmad Fadly Aldi Subartono Aldri Aldri, Aldri Alfi Syahrin Alfi Syahrin, Alfi Alimuddin Sinurat Almunawar Sembiring Alvi Syahrin Alvi Syahrin Alvi Syahrin Alvi Syahrin Alvi Syahrin Amru Eryandi Siregar Anditya, Ariesta Wibisono Andri Dharma Andriati, Syarifa Lisa Andrio Bukit Angeline Siahaan, Yohanna Anggi P. Harahap Anis Putri Miranda Daulay Annette Anasthasia Napitupulu Antonius Bangun Silitonga Antonius Leonard Tarigan Arfin Fachreza Arief Rezana Dislan Ariq Ablisar Arivai Nazaruddin Sembiring Armia Pahmi Aryandi, Aryandi Astri Heiza Mellisa Aulia Annisa Azizah, Hanifah Bambang Rubianto Barus, Daniel Setiawan Bella Azigna Purnama Bella Azigna Purnama Bismar Nasution Bismar Nasution Bismar Nasution Nasution Bismar Siregar, Bismar Bobbi Sandri Bornok Simanjuntak Brian Christian Telaumbanua Brunner, Emil Budi Bahreisy Budiawan, Sahala Valentino BUDIMAN GINTING Cardiana Harahap Cecep Priyayi Chainur Arrasyid Chairul Bariah Chandra Aulia Putra Chandra Purnama CHRISPO NATIO MUAL NATIO D. Shahreiza Dahlia Kesuma Dewi Danang Dermawan Daniel Clinton Daniel Setiawan Barus Daniel Siregar Darmawan Darmawan Dea Vony Nifili Zega Debreri Irfansyah Sembiring Dedi Harianto Delfiandi Delfiandi Delfiandi, Delfiandi Denny Reynold Octavianus Des Boy Rahmat Eli Zega DewiMaya Benadicta Barus Dikki Saputra Saragih Dimas B. Samuel Simanjuntak Dinda Dwi Andriyani Dinda Stevani Regar Dody Safnul Donny Alexander Donris Sihaloho Dwina Elfika Putri Dwina ELFIKA PUTRI Elfika Putri Edi Ikhsan Edi Suranta Sinulingga Edi Warman Edi Yunara Edi Yunara Edison Sumitro Situmorang Ediwarman Ediwarman Ediwarman Ediwarman Ediwarman Ediwarman Ediwarman Ediwarman Ediwarman, Ediwarman Eduward Eduward Edy Ihkhsan Edy Ikhsan Edy Suranta Tarigan Edy Yunara Edy Yunara Efraim Sihombing EKA ASTUTI Eka Supandi Lingga Eka Wijaya Silalahi Ekaputra, M. Ekaputra, Mohammad Eko Ady Ranto Eko Hartanto Elisa Yuliana Lumban Batu Elizabeth Purba ELLY SYAFITRI HARAHAP Elwi Danil Erick Jeremi Manihuruk Erman Syafrudianto Erwin Pangihutan Situmeang Ester Lauren Putri Harianja Fadilah Khoirinnisa Harahap Fahri Rahmadhani Fahrizal S.Siagian Faisal Akbar Faisal Akbar Nasution Faisal Akbar Nasution Faisal Rahmat Husein Simatupang Faiz Ahmed Illovi Fajar Rudi Manurung Farah Diba Batubara Ferdi Ferdy Saputra Ferimon Ferimon Ferimon, Ferimon Fernandes Edi Syahputra Silaban Fernando, Zico Junius Fickry Abrar Pratama Fitriani Fitriani Frans Affandhi Frans Martin Sihotang Fransiska Alemina Sembiring Fransiskus Xaverius Julanta Sinuraya Freddy VZ. Pasaribu FREDRIGK ROGATE Frendra AH AH Frima A Sitanggang Gibson Parsaoran Gilbeth Abiet Nego Sitindaon Giovani Giovani Gomgoman Simbolon Gultom, Steffy Suzani Meilina Gunawan Sinurat Gusmarani, Rica H. I. H, ferdinan Hady, Faisal Hafizam Addini Hafizhul Khair AM Hamdan, M Hanan Hanawi Aananda Putra Sitohang Hanifah Azizah Hanifah Azizah Hardy Primadi Hartono Hartono Hasim Purba HASIM PURBA Hasyim Purba Hendra Eko Triyulianto Heni Widiyani Henny Handayani Henry Sinaga Herbert Rumanang Herianto Herianto Herlina Sitorus Hia, Hipotesa Ibnu Afan Ibnu Affan Ibnu Affan Ibrahim Ali IBRAHIM, NURIJAH Iman Azahari Ginting Iman Rahmat Gulo Imanuel Sembiring Imanuel Sembiring Immanuel Colia Immanuel P Simamora Immanuel Simanjuntak INDRA PERMANA RAJA GUKGUK Iqbal Ramadhan Satria Prawira IRENE CRISTNA SILALAHI Irfan Santoso Irham Parlin Lubis Irwan Charles Sitompul Irzan Hafiandy Ismail Ginting Ismanto, Ade Jaya Ismawansa Ismawansa Isnaini Ivan Ghani Lubis Ivan Giovani sembiring Jamaluddin Mahasari Jefrianto Sembiring Jelly Leviza Jelly Leviza Jenda Riahta Silaban Jenggel Nainggolan Jeremia Sipahutar Jhon Leonardo Hutagalung Jhoni Fernando Sinaga Jhordy M.H. Nainggolan Jimmy Donovan Johannes Hutapea Joko Pranata Situmeang Jonathan Hasudungan Hasibuan Josia Suarta Sembiring Judika Atma Togi Manik Julanta Sinuraya, Fransiskus Xaverius Juliani Prihartini Julisman Julisman Junhaidel Samosir Juni Kristian Telaumbanua Jusmadi Sikumbang Kartina Pakpahan Kayaruddin Hasibuan Keke Wismana Purba Khairul Imam Khomaidi Hambali Siambaton Kondios Meidarlin Pasaribu Kristin Manurung Kumaedi Kuo Bratakusuma Leonard Pandapotan Sinaga Lisa Andriansyah Rizal Lisa Andrianti, Syarifah Liza erwina Lubis, Ivan Ghani Lubis, Yeti Meliany M Budi Hendrawan M Ekaputra M Ekaputra M Ekaputra M Hamdani M. Ainul Yaqin M. Eka Putra M. Ekaputra M. Ekaputra M. Hamdan M. Hamdan M. Hamdan M. Hamdan M. Harris Sofian Hasibuan M. Iqbal Asnawi M. Nur Hidayat Manurung M.Eka Putra M.Ekaputra M.Ekaputra M.Jalil Sembiring Madiasa Ablisar Madiasa Ablisar Madiasa Ablisar Madiasa Ablisar Madiasa Ablisar Madiasa Ablisar Madiasa Ablisar Madiasa Ablisar Madiasa Ablisar Madiasa Ablisar Madiasa Ablizar Madiasa Ablizar Madiasa Albisar Madiasa Albisar, Madiasa Maharany Barus, Utary MAHMUL SIREGAR Mahmul Siregar Malto S. Datuan Mangasitua Simanjuntak Manihuruk, Erick Jeremi Manik, Bisker Manurung, Eva Valentina Maria Marihot Tua Silitonga Mario Tondi Natio Marissa Hutabarat Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina, Marlina Marthin Fransisco Manihuruk Martina Indah Amalia Marudut Hutajulu Maryani Melindawati Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Maslon Ambarita Mhd Hamdan Mikael Gomgom Marisi Sihombing Mirza Erwinsyah Mirza Nasution Mirza Nasution Mirza Nasution Mohd Din Mohd. Din Muhammad Daud Siregar Muhammad Ekaputra Muhammad Ekaputra Muhammad Hamdan Muhammad Hamdan Muhammad Husairi Muhammad Hykna Kurniawan Lubis Muhammad Junaidi Muhammad Nuh Muhammad Ridwanta Tarigan Muhammad Tezar Emiral Muhammad Yusuf Siregar Muhammd Hamdan Mukidi, Mukidi Mulya Hakim Solichin Mustamam, Mustamam Naharuddin Naharuddin Naibaho, Kinski Vania Nainggolan, Rani Oslina Napitupulu, Bani Praseto Nara Palentina Naibaho Nasrun Pasaribu Nasution, Aulia Arif Natali Masita Nicholas Teo Pan Nida Syafwani Nasution NINGRUM NATASYA SIRAIT Nixson Nixson Novi Rahmawati Novia Masda Barus Nur Fadillah Rizky Nasution Nur Istiono Nurijah Ibrahim Nurmala wati Nurmala Waty Nurmalawaty Nurpanca Sitorus Nurul Amelia Nurul Efridha Nurul Qoedatul Khoiriyah Siregar Ocktresia. M. Sihite OK Saidin Oki Yudhatama Oloan Ikhwan Maruli Tua Sinaga Panca Hutagalung Panca Sarjana Putra Pane, Lorita Tupaida Panji Nugraha Pantun Marojahan Simbolon Pardede, Rendra Yoki Parlindungan Silalahi, Juliandi Parlindungan Twenti Saragih Pasaribu, Rizaldy Pasaribu, Theo Yose Pratama Pendastaren Tarigan Perdana Sani, Tantra Phio Tuah Reysario Sinaga Pranggi Siagian Putra, Panca Sarjana Putri Mauliza Fonna R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rabithah Nazran Rachmatullah Rachmatullah Rafidah Sinulingga Rafiqoh lubis Rahmadhani, Sylvia Ramadhan, Rinaldi Ramadhan, Ryan Fadly Ramlan Damanik Ramli Tambunan Rangkuti, Liza Hafidzah Yusuf Ranu Wijaya Rasina Padeni Nasution Regi Putra Manda Restu Y.S Zendrato Riamor Bangun Ricky Adryan Siahaan Rima Melati Situmorang Rina Melati Sitompul Rina Melati Sitompul Rinaldi Ramadhan Rio Nababan Ritonga, Fani Holidayani Ritonga, Muhammad Sacral Rizkan Zulyadi Rizki Dwi Putra Siregar Rizky, Fajar Khaify Robby Irsan Robert Robert Robert Valentino Tarigan Robert, Robert Robles Arnold L Rocky Marbun, Rocky Ronald F. C. Sipayung Roni Pardamean Gultom Ronny Nicolas Sidabutar Roro Vanesia Pandiangan Rosmalinda Rosmalinda Rosmalinda, Rosmalinda Rosnidar Sembiring Rosy, Deuis Rina Rozhi Ananda Sitepu Rumahorbo, Alberth Mangasi Runtung Runtung Rusdi Marzuki Rusdi Rusdi Ruth Gladys Sembiring Ryan Fadly Ramadhan Saidin Samandhohar Munthe Samuel Marpaung SAMUEL PEBRIANTO MARPAUNG PEBRIANTO Sandy, Mahmud Isyac Kurnia SANGGAM BILL CLINTON SIMANJUNTAK Sari Mariska Siregar Saur Sihaloho Sebayang, Dona Martinus Sebayang, Ekinia Karolin Secsio Jimec Nainggolan Sembiring, Debreri Irfansyah Sianturi, Senior Sihombing, Dedy Chandra Sihombing, Eka NAM Sihotang, Frans Martin Silvana Silalahi, Ririn SIMAMORA, DANIEL Simanjuntak, Delima Mariaigo Simaremare, Yoseanna Anastasya Sinaga, Dwi Natal Ngai Santoso Sinaga, Esron Sinaga, Oloan Ikhwan Maruli Tua Sipayung, Ronald Fredy Christian Sirait, Rara Pitaloka Sitepu, Yosua Prima Arihta Sitorus, Raja Pranata Situmorang, Rima Melati Sonya Airini Batubara Soritua Agung Tampubolon Spesio Panjaitan, Kevin Theodosus Sri Delyanti Steffy Suzani Meilina Gultom Sudarma Setiawan Sugeng Riyadi Sugirhot Marbun Suhaidi Suhaidi Suhaidi Suhaidi Suhaidi Suhaidi Suhaidi Sukarja, Detania Sunarmi Sunarmi Sunarmi Sunarmi Sunarmi, Sunarmi Supian Natalis Surbakti, Benny Avalona Surya Ari Wibowo Surya Sofyan Hadi Sutiarnoto Sutiarnoto Sutiarnoto Sutiarnoto Sutiarnoto Sutiarnoto Sutiarnoto Sutiarnoto Sutiarnoto Sutiarnoto Syafrddin Kalo Syafruddin Kalo Syafruddin S. Hasibuan Syafruddin Sulung Hasibuan Syafrudin Kalo Syahron Hasibuan Syamsul Arifin Syarifa Lisa Andriati Syarifah Lisa Syarifah Lisa Andriati Syarifah Tigris Syarifuddin Kalo Tambunan, Stephy Anggi Eliza Tampubolon, Christya Graceilla Putri Tan Kamello Tan Kamello Tanjung, Wiranti TANTRA KHAIRUL Tantra Perdana Tarigan, Vita Cita Emia Tarigan, Yos Arnold Taryono Raharja Taufik Siregar Taufik Taufik Teddy Lazuardi Syahputra Telaumbanua, Brian Christian Tengku Keizerina Devi A Thahir, Irfan Farid Themis Simaremare Theo Yose Pratama Pasaribu Timbul TM Aritonang Tito Travolta Hutauruk Tody Valery Tommy Aditia Sinulingga Tony Tony Topo Santoso Topo Santoso Triono Eddy Trisna, Wessy Tumanggor, Paian Tumpal Utrecht Napitupulu Tunggul Yohannes Ucox Pratua Nugraha Utari Maharany Barus Utary Maharany Barus Victor Ziliwu Viranti, Syahliza Vita Cita Emia Tarigan Vita Cita Emia Tarigan Wendell, Raynaldo Divian Wenggedes Frensh Weni Julianti S Wessy Trisna Wessy Trisna Wessy Trisna Wilson Bugner Pasaribu Wira Prayatna Wisjnu Wardhana Yakub Frans Sihombing Yana Armaretha Pinayungan Yetti Q.H. Simamora Yolanda Sari KS Yona Lamerossa Ketaren Yoseanna Anastasya Simaremare Yoyok Adi Syahputra Yudhistira Frandana Yuliani, Lisa Yulida, Devi Yunus Husein Yunus Husein Zikrul Hakim Zimtya Zora Zul, Muaz Zulfahmi Zulfahmi Zulfikar Lubis Zulhelmi Zulhelmi Zulhelmi, Zulhelmi