Latar belakang : Kondisi gawat darurat dapat terjadi secara tiba-tiba di lingkungan rumah tangga dan membutuhkan tindakan cepat serta tepat untuk mencegah kecacatan maupun kematian. Keluarga sebagai first responder memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan awal sebelum tenaga kesehatan tiba. Namun, tingkat pengetahuan yang rendah sering menjadi penyebab keterlambatan dan ketidaktepatan tindakan. Desa Buni Bakti merupakan wilayah semi-urban yang masih menghadapi keterbatasan edukasi kegawatdaruratan, sehingga kesiapsiagaan keluarga perlu ditingkatkan melalui intervensi yang terstruktur. Tujuan penelitian: Mengetahui dan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dan peran keluarga dalam penanganan awal gawat darurat di Desa Buni Bakti RT 010/RW 018 Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi tahun 2025, serta menilai efektivitas edukasi dalam meningkatkan kedua variabel tersebut.Metode penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan pre-test–post-test. Sampel berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan peran keluarga, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank karena data tidak berdistribusi normal.Hasil penelitian : Sebelum edukasi, tingkat pengetahuan keluarga berada pada kategori baik (46,8%), cukup (38,3%), dan kurang (14,9%). Setelah edukasi, kategori baik meningkat menjadi 80,9% dan tidak ada lagi kategori kurang. Peran keluarga sebelum edukasi berada pada kategori baik (46,8%), cukup (29,8%), dan kurang (23,4%), kemudian meningkat menjadi kategori baik (80,9%) setelah edukasi. Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan peran keluarga dengan nilai p < 0,001. Kesimpulan : Edukasi protokol penanganan awal gawat darurat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan peran keluarga. Keluarga yang memiliki pengetahuan lebih baik mampu bertindak lebih cepat, tepat, dan efektif dalam situasi darurat. Hal ini menunjukkan pentingnya program edukasi kesehatan berbasis keluarga.