Articles
Pengembangan Bahan Ajar Singkatan dan Akronim Berbasis Kontekstual untuk Siswa Sekolah Dasar
Afandi, Ahmad
Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54371/jekas.v2i2.902
Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar berbasis kontekstual untuk topik singkatan dan akronim dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini adalah minimnya paparan eksplisit terhadap unsur linguistik mikro dalam buku ajar konvensional serta kurangnya keterhubungan materi dengan konteks kehidupan siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dirujuk dari Thiagarajan et al. (1974). Uji coba terbatas dilakukan pada 15 siswa SDN Sumbersari 02 Jember dengan pendekatan purposive sampling. Validitas bahan ajar dievaluasi oleh dua ahli dengan cakupan isi materi, keterpaduan visual, dan keterkaitan dengan capaian pembelajaran, memperoleh skor rata-rata 90% (kategori sangat valid). Kepraktisan diperoleh dari hasil observasi guru menggunakan lembar skala Likert terhadap empat indikator utama, menghasilkan skor 96%. Efektivitas diukur dari hasil posttest berbasis indikator kompetensi dasar, menunjukkan bahwa 73% siswa mencapai atau melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan kontekstual pada pembelajaran linguistik mikro efektif meningkatkan pemahaman konseptual siswa melalui keterhubungan antara bahasa dan realitas sehari-hari. Kontribusi utama studi ini terletak pada inovasi pengembangan bahan ajar berbasis CTL dalam ranah linguistik mikro, topik yang selama ini kurang dikaji serta menyarankan perlunya pengembangan lanjutan dalam skala lebih luas dan melibatkan aspek afektif serta psikomotorik.
Development of 'EduGame Mathematics' Gamification-Based Application to Enhance Learning Interest of Elementary School Students in 3T Regions
Muhajir, Muhajir;
Afandi, Ahmad;
Husain, Husriani;
Sappaile, Baso Intang;
Karmila, Mila
International Journal of Community Service (IJCS) Vol. 4 No. 1 (2025): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55299/ijcs.v4i1.1072
Background: The digital divide in Indonesia's underdeveloped, frontier, and outermost (3T) regions creates significant challenges for mathematics education in elementary schools. Traditional teaching methods often fail to engage students, resulting in low learning motivation and poor academic outcomes. Objective: This study aims to develop and evaluate the effectiveness of 'EduGame Mathematics,' a gamification-based mobile learning application designed to enhance learning interest among elementary school students in 3T regions. Methods: A quantitative experimental research design was employed using a pretest-posttest control group design. The study involved 120 elementary school students (grades 4-6) from three schools in 3T regions, randomly assigned to experimental (n=60) and control (n=60) groups. Data collection instruments included learning motivation questionnaires, mathematics achievement tests, and application usability assessments. Statistical analysis was conducted using independent t-tests and paired t-tests with SPSS 25.0. Results: The experimental group demonstrated significantly higher learning motivation scores compared to the control group (M=85.4, SD=8.2 vs M=68.7, SD=9.1; t(118)=10.45, p<0.001). Mathematics achievement scores showed substantial improvement in the experimental group, with a mean increase of 24.3 points (from 62.1 to 86.4), while the control group showed minimal improvement of 5.2 points (from 61.8 to 67.0). The application received high usability ratings (M=4.31/5.0) and demonstrated strong acceptance among students and teachers. Conclusion: The EduGame Mathematics application effectively enhances learning interest and achievement among elementary school students in 3T regions. The gamification approach successfully addresses educational challenges in resource-constrained environments, providing a scalable solution for improving mathematics education quality in remote areas of Indonesia.
OPTIMIZING EMPLOYEE PERFORMANCE IN ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS: THE INTERPLAY OF LEADERSHIP, MOTIVATION, AND WORK DISCIPLINE
Afandi, Ahmad;
Rahmayati, Rahmayati;
Rowiyah, Rowiyah
Proceeding International Seminar of Islamic Studies INSIS 7 (February 2025)
Publisher : Proceeding International Seminar of Islamic Studies
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3059/insis.v0i0.22608
This study examines the relationship between early childhood English language acquisition and Islamic education, emphasizing the benefits and difficulties present in this dynamic learning environment. The need for English language proficiency among young students in Islamic educational settings has significantly expanded as a result of growing globalization. According to this study, cultural views, disparities in teacher ability, and a lack of resources are some of the main obstacles that can prevent effective English language instruction. However, it also draws attention to significant chances to incorporate Islamic principles into English language instruction strategies in order to improve students' involvement and contextual awareness. This study intends to provide information on efficient teaching techniques that are in line with both Islamic teachings and contemporary language learning techniques by using qualitative approaches such as interviews and classroom observations. The findings of the study indicate that early childhood students enrolled in Islamic education can greatly increase their English proficiency with a well-rounded approach that honors cultural context while implementing cutting-edge teaching techniques. This study offers useful suggestions for educators and legislators who want to establish more inclusive and productive learning settings, as well as contributing to the current conversation on multilingual education.
Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Kedisiplinan dan Kemandirian Anak Usia Dini di TK Labschool IKIP PGRI Jember
Agustin, Sherly Dwi;
Widiatsih, Asri;
Afandi, Ahmad
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55583/jkip.v6i3.1459
Manajemen kelas sangat menentukan keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen kelas dalam meningkatkan kedisiplinan dan kemandirian anak usia dini di TK Labschool IKIP PGRI Jember. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya tingkat kepatuhan anak terhadap aturan kelas serta kurang berkembangnya sikap kemandirian dalam aktivitas belajar sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengambilan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data berdasarkan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek utama manajemen kelas, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dimulai dari guru merancang kegiatan pembiasaan yang bertujuan membangun sikap disiplin dan kemandirian. Pada tahap pelaksanaan guru melakukan integrasi antara strategi pedagogis, komunikasi dengan orang tua, serta sistem pengawasan institusional. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui pencatatan waktu kedatangan siswa dilakukan setiap minggu dan disajikan dalam bentuk grafik sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kelas yang dirancang secara sistematis dan melibatkan kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua mampu meningkatkan kedisiplinan serta kemandirian anak usia dini secara efektif dan berkelanjutan.
Efektivitas Pelatihan Dasar CorelDRAW dalam Meningkatkan Keterampilan Desain Grafis OSIS SMKN 1 Arjasa
Afandi, Ahmad;
Rofiq, Ahmad Tahqiq;
Fatah, Zaehol
Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): July
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/nuras.v5i3.518
Basic CorelDRAW training aimed to improve vector-based graphic design skills for OSIS students at SMKN 1 Arjasa. This activity was motivated by students' low proficiency with design software and their reliance on external parties for the creation of organizational promotional media. The training was conducted over two days using an active learning approach through interactive lectures, demonstrations, group discussions, and hands-on practice, involving 18 participants from active OSIS members. This activity was also supported by the OSIS advisor and the school as partners in the implementation. Evaluation results showed a 35% increase in participants' technical skills based on pre- and post-training scores, as well as increased confidence in producing pamphlets and posters independently. This activity not only supported OSIS operational efficiency but also equipped students with essential competencies in the digital technology-based workplace. This training is the first step in developing a digital skills strengthening program for the era of Industry 4.0 and Society 5.0.
Is Impulsive Buying for Muslim Fashion Products Invariably Followed by Post-Purchase Regret? The Role of S-O-R Theory
Hasibuan, Abdul Nasser;
Afandi, Ahmad;
Windari
Journal of Islamic Monetary Economics and Finance Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Bank Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21098/jimf.v11i3.2074
The growth of e-commerce has not only expanded the Muslim fashion industry but also fostered impulsive buying among customers. This article analyses the behaviour of Muslim customers using the S-O-R model to detect impulsive buying and subsequently post-purchase regret. In the analysis, we consider the role of religiosity in the link between the two. We collect data via self-administered questionnaires from 312 Muslim respondents and apply Partial Least Square structural equation modelling (PLS-SEM) to analyse the data using AMOS version 24.0. The results suggest that scarcity cues, fear of missing out, and live commerce have a significant influence on impulsive buying. Additionally, scarcity cues can lead to fear of missing out, based on their positive worth. The impulsive buying also invariably culminates in post-purchase regret. However, religion weakens the link between impulsive buying and post-purchase regret. Religiosity also reduces post-purchase regret. The results of our study can help authorities in understanding purchasing behavior of Muslims and consequently crafting initiatives to encourage purposeful purchase of fashions by Muslims.
Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa pada Materi Turunan Fungsi Setelah Diterapkan Metode Student Facilitator and Explaining
Nufus, Hani Hayatun;
Hamid, Hasan;
Afandi, Ahmad
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i1.9514
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam materi turunan fungsi setelah diterapkan metode Student Facilitator and Explaining (SFAE) di kelas XI IPA 4 SMA Negeri 2 Kota Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan 36 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diterapkan metode SFAE, terdapat perubahan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa sebelum dilakukan penerapan metode Student Faciliator and Explaining. Siswa mampu melakukan analisis yang lebih mendalam, evaluasi yang kritis, dan bahkan menciptakan solusi untuk masalah yang kompleks. Hal ini dapat dijelaskan berdasarkan pedoman, dimana pada indikator menganalisis keseluruhan subjek memenuhi syarat yang tertera pada pedoman pemberian skor, yaitu dapat memeriksa, menjabarkan informasi dengan benar dan memformulasikan masalah dengan baik, dimana subjek dapat menelaah informasi yang didapatkan dalam soal dengan baik, dapat merincikan hal yang diketahui dan hal yang akan dicari dari soal tersebut.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Keaktifan Belajar Siswa
Rudy, Raihana Ariska;
Afandi, Ahmad;
Saidi, Soleman
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i1.9510
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis dan keaktifan belajar siswa MAS Alkhairaat Ternate setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, 2) Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis dan keaktifan belajar siswa MAS Alkhairaat Ternate setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Desain penelitian menggunakan Pretest Posttest Only Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MAS Alkhairaat Ternate. Sampel adalah siswa kelas XI MIPA yang terdiri dari 32 siswa. Data penelitian ini dikumpulkan dalam bentuk tes dan nontes. Hasil penelitian menujukkan bahwa: 1) Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, hasil uji normalitas data diperoleh signifikansinya (sig) 0,002 untuk uji normalitas kolmogorov-smirnov, signifikansinya (sig) maka kesimpulan data tidak berdistribusi normal. Pengujian hipotesis dengan wilcoxon signed ranks test diperoleh sig 0,001 dengan 0,05 maka 0,001 0,05. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Sedangkan pada keaktifan belajar siswa menunjukan sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw diperoleh rata-rata 64,69 dengan kategori kurang baik. Kemudian setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw diperoleh rata-rata keaktifan belajar siswa meningkat menjadi 84,37 yang berada pada kategori baik. 2) Peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yaitu 0,59 yang diinterprestasikan sedang, sedangkan peningkatan keaktifan belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw meningkat pada kategori baik.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa
Alwi, Sitinur;
Nani, Karman La;
Afandi, Ahmad
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i3.10752
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan pencapaian kemampuan penalaran matematis siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing; 2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing; 3) mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Kota Ternate. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII-J yang terdiri dari 24 siswa yang ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan instrument tes bentuk uraian yang terdiri dari 2 butir soal untuk pretest dan 2 butir soal untuk posttest pada materi persamaan garis lurus yang mengukur kemampuan penalaran dengan indikator 1) menyajikan pernyataan matematika secara tertulis, gambar dan diagram. 2) melakukan manipulasi matematika. 3) menarik kesimpulan dari pernyataan. Teknik analisis data menggunkan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan 1) kemampuan penalaran matematis siswa setelah pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing diperoleh 5 siswa (20,84%) dalam kualifikasi gagal, 2 siswa (8,33%) dalam kualifikasi kurang, 7 siswa (29,17%) siswa dalam kualifikasi cukup, 8 siswa (33,33%) dengan kualifikasi baik dan 2 siswa (8,33%) dengan kualifikasi baik sekali; 2) peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa dengan interpretasi tinggi 16 siswa (66,67%), interpretasi sedang 7 siswa (29,16%) dan interpretasi rendah 1 siswa (4,17%); 3) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa dalam mempelajari persamaan garis lurus.
Diversifikasi Produk Olahan Salak Pondok Desa Kutambaru, Kabupaten Karo
Nasution, Lita;
Afandi, Ahmad;
Ginting, Makhrani Sari;
Siregar, Muhammad Said;
Joseph, Jacqueline;
Sembiring, Desi Sri Pasca Sari;
Nadhira, Ahmad;
Siburian, Rikson Asman Fertiles;
Simbolon, Juliana;
Sipahutar, Bahagia Sibotolungun
Journal of Community Research and Service Vol. 9 No. 2: July (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jcrs.v9i2.68305
Sejak Tahun 2010 hingga saat ini terjadi letusan abu vulkanik dan lahar dingin Gunung Sinabung yang merusak sebagian besar tanaman kopi, buah naga dan jeruk dan melanda desa Kutambaru. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini telah dilaksanakan di Desa Kutambaru, Kabupaten Karo dengan GPS koordinat Latitute 3,16459 N 309’52,5360, Longitude 98,36436 E 98021’51,708’ pada bulan Maret sampai April 2025. Kegiatan ini diikuti oleh tiga puluh lima orang peserta berasal dari Kelompok Tani Jaya Lestari dan Kelompok Sadar Wisata Goa Mante yang berjumlah tiga puluh lima orang. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Tahap 1 yaitu Sosialisasi dan Pelatihan terkait Diversifikasi Produk Olahan Salak Pondoh menjadi Keripik Salak, Selai salak, Pia salak dan coklat Salak. Tahap 2 Pelatihan Membuat Website, E-commerce untuk pemasaran diversifikasi produk olahan salak. Mengembangkan Website pemasaran produk secara digital. Kegiatan Pengabdian dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada anggota Masyarakat yang berjumlah 35 orang. Pelatihan terkait pembuatan Diversifikasi Olahan Produk Salak dan Membuat website dan E-commerce berjalan lancer. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan keberhasilan yang ditandai dengan keaktifan para peserta dalam mengikuti pelatihan membuat diversifikasi olahan Produk Salak dan membuat website E-commerce untuk pemasaran.