Articles
In-depth and Comprehensive Analysis of Divorce Cases Due to Domestic Violence from a Family Law Perspective
Tarina, Dwi Desi Yayi;
Syarief, Rose Esperahanna Tiara;
Salamah, Ajeng Prameswari;
Aulia, Saffira
JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Vol 6, No 3 (2024): JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jihad.v6i3.7063
Domestic violence is one of the reasons that can be used to file for divorce in family law in Indonesia. However, the process of proving violence often poses a huge obstacle and becomes a very serious problem for the party applying for divorce. In this article, we will analyze in depth, thoroughly and comprehensively a divorce case based on domestic violence from the perspective of family law in Indonesia. We will examine in detail, in detail and in great detail the evidence presented, the legal basis used, and the judge's considerations in deciding this case. Apart from that, we will also look at the impact of this decision on the development of family law in Indonesia in a very deep, thorough and comprehensive manner. In its considerations, the panel of judges stated that based on the evidence presented, it was legally and convincingly proven that the Defendant had committed physical and psychological violence which was categorized as "cruelty or serious abuse that endangers the wife" in accordance with Article 116 letter (g) of the Compilation of Islamic Law and violates the provisions of Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence.
Legal Perspective on Copyright Controversy in the Song "Arjuna Looking for Love"
Salsabilasyah, Firyal Nur;
Karren, Karren;
Nadapdap, Cindy Debora Bestaida;
Tarina, Dwi Desi Yayi
JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Vol 6, No 2 (2024): JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jihad.v6i2.6941
Copyright is one form of important aspect in the occurrence of material law in Indonesia. Legal protection of copyright in this context refers to efforts to protect the rights of creators from acts of infringement committed by irresponsible individuals. Legal protection efforts for song copyright in the Copyright Law consist of two forms, namely repressive and preventive protection. Repressive protection is a solution through a license agreement, while preventive protection is a solution through the application of criminal and civil sanctions against song copyright violators. Through this journal, we aim to educate about the importance of copyright protection and applicable and binding laws. This type of research uses normative juridical methods, in other words, researching with library materials or secondary data. Our group uses a legal approach and a conceptual approach. In the case of the song "Arjuna Looking for Love" by Dewa 19, there was an allegation of copyright infringement against Yudhistira Anm Massardi's work. After a legal debate, Dewa 19 decided to change the title of the song to "Arjuna" as a solution to the violation case. This case of plagiarism of Yudhistira's novel has been resolved in a non-litigation manner because it was resolved by simply changing the title of the song. The various challenges experienced in enforcing copyright emphasize us as a society regarding legal awareness as a very important effort in enforcing copyright.
Decision Analysis on the Default Lawsuit Against the Tri Handayani Boutique Investment Contract, Supreme Court Decision NO. 13/PDT.G/2023/PN LGS
Zammara, Aurel Meidina;
Suprobo, Farrel Rajendra;
Lubis, Yasmin Arinda;
Tarina, Dwi Desi Yayi
JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Vol 6, No 2 (2024): JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jihad.v6i2.6942
Cases of default in an investment contract are an event that often occurs in Indonesia. Default is a condition where one party in a contract cannot fulfill some or all of the provisions stated in the contract. Default events require a more in-depth explanation so that we can easily understand all aspects of a default event. In Decision No. 13/Pdt. G/2023/PN Lgs, it is clear that incidents of default still occur frequently in Indonesia. Default can cause losses in both material and immaterial forms to the victim. Therefore, the author's aim in conducting this analysis is to provide an in-depth understanding of default in Indonesia.
ANALISIS HUKUM PELANGGARAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KETENAGAKERJAAN PT DGI (DISTRIBUTOR GADGET INDONESIA)
Naufal Farros Friyadhi;
Nurloise Viano;
Mexi Christian Simamora;
Daffa Adam Putra Pammuji;
Dwi Desi Yayi Tarina
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54783/jser.v6i1.435
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsekuensi hukum yang dihadapi PT DGI (Distributor Gadget Indonesia) sebagai akibat dari pelanggaran peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan, khususnya terkait absennya Peraturan Perusahaan (PP). Dalam konteks ini, penelitian mengeksplorasi dampak pelanggaran tersebut terhadap hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan serta efektivitas sistem penegakan hukum ketenagakerjaan dalam menangani pelanggaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literature untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari sumber-sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran peraturan perusahaan oleh PT DGI dapat menyebabkan ketidakpastian hukum bagi karyawan, penurunan motivasi dan kesejahteraan karyawan, serta kerugian reputasi dan finansial bagi perusahaan. Selain itu, efektivitas sistem penegakan hukum ketenagakerjaan dalam menangani pelanggaran peraturan perusahaan tergantung pada regulasi yang ada, pemahaman terhadap hak-hak karyawan, proses hukum yang adil, dan penindakan yang konsisten terhadap perusahaan yang melanggar.
Wewenang dan Tanggungjawab Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) Dalam Perlindungan Hak Ekonomi Musisi Indonesia
Vira Nur Maharani;
Dwi Desi Yayi Tarina
Jurnal Interpretasi Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Interpretasi Hukum
Publisher : Warmadewa Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/juinhum.5.1.8545.881-888
Currently, there are many musicians who use songs without permission from their creators. This phenomenon of copyright infringement is increasing in the music industry, where industry players use music and songs owned by creators for commercial purposes without permission and without paying the rightful royalties. As a result, many disputes arise between musicians. One example of a case involving music royalties and licensing is the dispute between Ahmad Dhani and former Dewa 19 vocalist, Once Mekel. This conflict arises because Once Mekel is suspected of singing Dewa 19 songs without permission from Dhani and without permission from the Indonesian Collective Management Organization for Music (LMK WAMI). The case was resolved through non-litigation mechanisms by reaching a peaceful agreement between both parties. The agreement allows Once to sing only one Dewa 19 song titled "Cemburu," while Once states that he will not sing any other Dewa 19 songs until an unspecified time limit. This issue raises questions about the responsibilities and authority of the National Collective Management Organization (LMKN) as the institution managing musicians' royalties in Indonesia. In relation to this issue, LMKN has created the website lmknlisensi.id as a response to this controversy. This study uses a normative legal research method with a statute approach and data analysis technique in the form of descriptive analysis. This article is expected to serve as a reference for relevant parties to enhance understanding and protection of musicians' economic rights in Indonesia.
Dispensasi Rahasia Bank dalam Tindak Pidana Pencucian Uang Nasabah Bank CIMB Niaga
Azizah, Azizah;
Putri, Andi Sabila;
S, Tantri Nur Adtya;
Tarina, Dwi Desi Yayi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10687
Dispensasi pada rahasia bank merupakan hal penting guna menjaga privasi nasabah dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank. Rahasia bank merupakan salah satu kewajiban bank dengan tetap menjaga dan melindungi berbagai transaksi, kredit, tabungan, hingga penyimpanan nasabah pada suatu bank. Selain itu, hendaknya bank selalu berpedoman pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan terkait rahasia bank khususnya pada Pasal 40 hingga Pasal 53. Dalam jurnal ilmiah ini tidak hanya menelaah dan menganalisis terkait kronologi kasus serta menganalisis putusan kasus tindak pidana pencucian uang yang dilakukan nasabah dengan menjadikan bank CIMB Niaga sebagai wadah transaksi tindak pidana tersebut tetapi juga menganalisis secara yuridis terkait tindakan bank dalam kasus tindak pidana pencucian uang dengan sempat enggan mengutarakan rahasia nasabah yang merupakan rahasia bank dalam suatu pemeriksaan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menelaah, mengetahui, serta memahami secara jelas terkait bahaya penyalahgunaan narkotika serta pemberlakuan Undang-Undang Tentang Perbankan dengan pembahasan khusus berupa rahasia bank. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan yuridis-normatif yang sumbernya merupakan literatur seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, serta beberapa sumber bacaan lainnya. Hasil penelitian ini adalah upaya dispensasi rahasia bank yang seharusnya dilakukan pihak bank CIMB Niaga dalam kasus tindak pidana pencucian uang yang dilakukan nasabah dengan tetap berkesesuaian dengan Undang-Undang Perbankan di Indonesia serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Analisis Yuridis dalam Pemidanaan Pemalsuan Kartu Kredit sebagai Tindak Pidana Perbankan
Fibriana, Ainur;
Anggraeni, Destya;
Sihombing, Yohana Alexandra Goldine;
Tarina, Dwi Desi Yayi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10790
Kartu kredit merupakan alat pembayaran untuk pembelian barang atau jasa yang simpel. Namun, dalam penggunaannya kartu kredit memiliki resiko menjadi media tindak pidana. Hal ini sering terjadi dalam bentuk penipuan atau penyalahgunaan kartu kredit. Penelitian ini membahas terkait upaya perlindungan hukum dan proses penyelesaian tindak pidana penyalahgunaan kartu kredit. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif yang menggunakan analisis dari sumber hukum dan dokumen yang relevan dan terpercaya. Kejahatan menggunakan kartu kredit dapat dikatakan sebagai tindakan kriminal dan dapat dikenakan pasal-pasal dalam KUHP, UU Perbankan, dan UU TPPU. Upaya hukum yang dapat dilakukan dibagi menjadi 2 (dua), yaitu upaya represif dan preventif. Kesimpulannya adalah kejahatan dalam penggunaan kartu kredit meliputi penipuan, pencurian, hingga pemalsuan diperlukan peraturan perundang-undangan untuk menegakkan dan mempertegas hukum di Indonesia. Saran yang dapat dikemukakan adalah bank memerlukan pembaharuan sistem yang lebih kuat, sangat dibutuhkan peran dari otoritas pengawas, dan peningkatan pemahaman masyarakat terkait resiko penyalahgunaan kartu kredit.
Analisis Peran Otoritas Jasa Keuangan Terhadap Perbankan Sebagai Upaya Perlindungan Data Pribadi Nasabah Bank (Studi Kasus Kebocoran Data Nasabah Bank Syariah Indonesia)
Sinaga, Guna Gerhat;
Jusuf, Azareel Sulistiyanto;
Kornelius, Yusuf;
Tarina, Dwi Desi Yayi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11404
Pada era digitalisasi saat ini kebocoran data nasabah bank sangat mungkin terjadi, seperti kasus kebocoran data nasabah Bank Syariah Indonesia. Ketidakbertanggungjawaban pihak bank telah membawa kerugian bagi para nasabah. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan hukum yang timbul akibat peristiwa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersumber dari peraturan perundang undangan, jurnal, laporan, dan berita di media massa. Objek penelitian ini fokus pada perlindungan dan wewenang OJK dalam memberikan perlindungan bagi nasabah bank BSI. Teknik pengumpulan bahan hukum dengan cara studi pustaka dan teknik analisis data berupa analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Dasar Hukum Perlindungan Data Pribadi Nasabah yang Mengalami Kebocoran telah dijamin dan diatur dalam UU Perbankan dan POJK Nomor 1/POJK.07/2013, (2) OJK berwenang melakukan pengawasan, penyelidikan, pengenaan sanksi, dan penyelesaian sengketa. Dengan demikian, perlindungan mengenai data pribadi nasabah yang bocor ini telah diatur dalam peraturan perundang-undangan sekaligus telah diperkuat dengan keberadaan OJK sebagai lembaga pengawas pada sektor keuangan.
PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN BIG BRAKE KIT REKONDISI DI INDONESIA
Ariq Fijaetullah, Muhammad;
Yayi Tarina, Dwi Desi
Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum Vol 12 No 8 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/KS.2024.v12.i08.p07
Banyak konsumen di Indonesia yang masih tidak paham tentang hak dan kewajiban konsumen dan sebagian besar konsumen di Indonesia masih banyak yang ditipu oleh para penjual. Tujuan penelitian ini berupa perlindungan hukum konsumen BIG BRAKE KIT dan penyelesaian terhadap permasalahan yang ditimbulkan akibat penjual yang tidak memberitahukan spesifikasi dalam platform jual beli yang mereka pakai serta cara dan upaya untuk mencegah permasalahan tersebut. Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif karena sumber data utama penelitian ini adalah norma-norma yang berlaku di masyarakat, terutama norma hukum. Regulasi terkait perlindungan konsumen selain itu perlindungan konsumen terhadap permasalahan transaksi yang tidak transparan pada aktivitas jual beli juga bisa menggunakan dasar UUPK. Terdapat beberapa cara untuk mencegah terjadinya permasalahan dalam transaksi online di platform tidak resmi. Salah satunya adalah dengan mengenali ciri-ciri penjual yang bisa saja merupakan seorang penipu. Dengan ini diharapkan kepada masyarakat agar terhindar dari permasalahan ini. Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Permasalahan, BBK Refurbish
PERAN BANK INDONESIA TERHADAP KASUS FRAUD DALAM PERBANKAN
Aulia Dwi Damayanti;
Irgeuazzahra, Athilla;
Anugrah Fitria;
Dwi Desi Yayi Tarina
Jurnal de Facto Vol 10 No 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Universitas Balikpapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/jurnaldefacto.v10i2.167
Fraud merupakan tindakan dengan maksud mendapatkan keuntungan secara tidak sah dengan merugikan pihak lain. Seperti kasus pada bank Maybank pada tahun 2020. Kasus ini menjadi bukti minimnya integritas dan pengawasan di dalamnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana peran Bank Indonesia terhadap kasus fraud dalam perbankan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan deskriptif-kualitatif menggunakan sumber studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan BI sebagai bank sentral berusaha memitigasi fraud dengan mengeluarkan peraturan dan melakukan pengawasan terhadap bank-bank di Indonesia dengan aturan tertulis dalam Surat Edaran. Dalam rangka pencegahan, BI mendorong bank untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dan GCG. Maka Bank Indonesia memiliki peran penting dalam mencegah dan menangani kasus fraud ini dengan mengeluarkan peraturan, melakukan pengawasan, dan berkoordinasi dengan lembaga terkait. Namun, peraturan yang kuat hanya efektif jika dijalankan dengan baik oleh individu yang terlibat dalam sistem. Oleh karena itu, pengawasan yang efektif dan penegakan hukum yang kuat menjadi kunci dalam mengatasi kasus fraud perbankan.