This Author published in this journals
All Journal Kertha Patrika Lex Jurnalica (Ilmu Hukum) Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Rechtsidee Jurnal Daulat Hukum Unram Law Review Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat DE LEGA LATA: Jurnal Ilmu Hukum JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune DE'RECHTSSTAAT Jurnal Hukum Magnum Opus NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Unes Law Review Jurnal Yuridis DOKTRINA: JOURNAL OF LAW JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Asia Pacific Fraud Journal JURNAL HUKUM dan KENOTARIATAN PALAR (Pakuan Law review) Jurnal Justitia : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Borneo Law Review Journal JUSTISI UNTAG Law Review SABDAMAS JURNAL USM LAW REVIEW Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences LEGAL BRIEF Jurnal JURISTIC (JuJUR) Journal De Facto JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi INTELEKTIVA Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Law Development Journal Jurnal Interpretasi Hukum Journal Of Human And Education (JAHE) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Syiah Kuala Law Journal Journal of Social And Economics Research Journal of Law, Poliitic and Humanities Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Indonesian Research Journal on Education Jurnal Hukum Indonesia Madani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Innovative: Journal Of Social Science Research Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Socius: Social Sciences Research Journal Notary Law Research Student Research Journal Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Indonesian Journal of Law and Justice Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan VISA: Journal of Vision and Ideas Jurnal Inovasi Global Jurnal Multidisiplin Indonesia MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora Media Hukum Indonesia (MHI) Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, Dan Kebijakan Publik journal of social and economic research Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

Kepastian Hukum Sertifikat Hak Milik sebagai Dasar EKsekusi Lelang Hak Tanggungan dalam Sengketa Waris: Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 2911 K/Pdt/2019 Ramadhandiko, Difqa Alvi; Rivaldi, Chika Aurel; Nurulhuda, Nada Syifa; Tarina, Dwi Desi Yayi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13587

Abstract

Tanah memiliki nilai strategis sebagai objek jaminan kredit karena memberikan jaminan kepastian hukum dan stabilitas nilai bagi kreditur. Namun, dalam praktiknya, sering muncul permasalahan hukum ketika objek jaminan berupa tanah warisan dijaminkan tanpa persetujuan seluruh ahli waris. Penelitian ini membahas kepastian hukum Sertifikat Hak Milik (SHM) sebagai dasar eksekusi lelang Hak Tanggungan dalam sengketa waris berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 2911 K/Pdt/2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Agung menilai SHM No. 01035 atas nama salah satu ahli waris tetap sah karena tidak terbukti diterbitkan secara melawan hukum. Oleh karena itu, pembebanan Hak Tanggungan dan pelaksanaan lelang eksekusi yang dilakukan oleh pihak bank dinyatakan sah menurut hukum. Putusan ini menegaskan bahwa selama sertifikat kepemilikan tanah tidak cacat hukum, maka seluruh perbuatan hukum yang bersumber darinya, termasuk jaminan dan lelang, memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Kesimpulannya, SHM berfungsi sebagai instrumen utama kepastian hukum dalam peralihan hak atas tanah dan memberikan perlindungan hukum bagi pihak ketiga yang beritikad baik.
KEWENANGAN HAKIM MENILAI PENYALAHGUNAAN KEADAAN (MISBRUIK VAN OMSTANDIGHEDEN) DALAM PERJANJIAN (STUDI KASUS: PUTUSAN MA 1072 K/PDT/2002 PERIHAL SENGKETA STATUS KEPEMILIKAN TANAH LADANG) Akbar, Muhamad Aria Torik; Imani, Yashinta Nurul; Permana, Fatur Rezqy; Tarina, Dwi Desi Yayi
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 5 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum perjanjian merupakan instrumen fundamental dalam sistem hukum perdata Indonesia yang menjamin kepastian hukum bagi para pihak. Prinsip kebebasan berkontrak sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata memberikan ruang luas bagi para pihak untuk menentukan isi perjanjian, namun kebebasan tersebut tidak bersifat mutlak. Dalam praktik, sering terjadi ketidakseimbangan posisi yang menimbulkan penyalahgunaan keadaan (misbruik van omstandigheden), di mana pihak yang lebih kuat memanfaatkan kondisi lemah pihak lain untuk memperoleh keuntungan yang tidak adil. Walaupun KUHPerdata tidak secara eksplisit mengatur doktrin ini, Mahkamah Agung melalui yurisprudensi telah mengadopsinya sebagai dasar penilaian keabsahan perjanjian. Artikel ini mengkaji kewenangan hakim dalam menilai adanya penyalahgunaan keadaan dengan fokus pada Putusan Mahkamah Agung No. 1072 K/Pdt/2002 mengenai sengketa kepemilikan tanah ladang. Penelitian menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan yurisprudensi. Analisis menunjukkan bahwa hakim tidak hanya berpatokan pada teks perjanjian, tetapi juga menilai kondisi faktual yang melatarbelakangi terbentuknya perjanjian, termasuk adanya tekanan, ketidakseimbangan posisi, dan indikasi cacat kehendak. Putusan tersebut menegaskan peran hakim sebagai penegak keadilan substantif yang melindungi pihak lemah dari perjanjian yang tidak wajar. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya kewenangan hakim dalam mengoreksi ketidakseimbangan kontraktual melalui penerapan doktrin misbruik van omstandigheden. Dengan demikian, konsep ini berfungsi sebagai instrumen korektif terhadap asas kebebasan berkontrak, sekaligus memperkuat prinsip keadilan dan itikad baik dalam hukum perjanjian Indonesia. Kata kunci: Kewenangan Hakim, Penyalahgunaan Keadaan, Perjanjian. Abstract Contract law is a fundamental instrument within Indonesia’s civil law system that ensures legal certainty for the parties involved. The principle of freedom of contract, as stipulated in Article 1338 paragraph (1) of the Civil Code, grants broad autonomy for parties to determine the content of their agreements. However, this freedom is not absolute. In practice, imbalances often occur that lead to abuse of circumstances (misbruik van omstandigheden), where the stronger party exploits the weaker party’s condition to gain unfair advantage. Although the Civil Code does not explicitly regulate this doctrine, the Supreme Court through jurisprudence has adopted it as a basis for assessing the validity of contracts. This article examines the authority of judges in evaluating the existence of abuse of circumstances, with a focus on Supreme Court Decision No. 1072 K/Pdt/2002 concerning a dispute over ownership of agricultural land. The study employs a normative legal research method with statutory, conceptual, and jurisprudential approaches. The analysis reveals that judges do not merely rely on the written text of contracts but also consider factual circumstances surrounding their formation, including pressure, imbalance of bargaining positions, and indications of defective consent. The decision underscores the role of judges as enforcers of substantive justice who protect weaker parties from unfair agreements. The findings affirm the importance of judicial authority in correcting contractual imbalances through the application of the misbruik van omstandigheden doctrine. Thus, this concept serves as a corrective instrument to the principle of freedom of contract, while simultaneously reinforcing justice and good faith in Indonesian contract law. Keywords: Judicial Power, Abuse of Circumstances, Agreement.
Halal Certification Revocation and Market Withdrawal for Hazardous Food Products Salma Naila Wandani; Dwi Desi Yayi Tarina
Al-Risalah VOLUME 26 NO 1, MAY (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-risalah.vi.61847

Abstract

This research discusses how to withdraw distribution permits and revoke halal certification for food products containing harmful chemicals through the case study of Roti Okko. This product was found to have banned extra ingredients, specifically sodium dehydroacetate, which breaks food safety laws and halal product guarantees. The study examines the legal aspects through statutory and conceptual methods, focusing on the dual enforcement by BPOM and BPJPH for food products with dangerous chemicals, using Roti Okko as a case example. The problem statement looks closely at how the two authorities responded to this double violation and its legal implications. The main findings show a clear division of authority. BPOM can withdraw distribution permits and remove products from sale due to food safety violations. At the same time, BPJPH can revoke halal certification when the ingredient composition does not match the registration details. This process is crucial for protecting consumers in terms of health and religious beliefs. The violation leads to serious legal consequences, including administrative penalties like the withdrawal or revocation of permits, civil claims for compensation, and possible criminal charges. Producers may also have to dispose of products in B3 waste facilities, highlighting the high costs of failing to comply. Practically, these findings suggest the need for better alignment of procedures and improved data sharing between BPOM and BPJPH for policymakers. They also stress the importance for producers to enhance their internal Quality Control systems to guard against various legal risks and to affirm consumer legal protection.
Business Actor Liability for the Misuse of Company Secrets Obtained Through Collusion: A Study of KPPU Decision No. 08/Kppu-L/2024 Irwan Bauw, Elirica Aliyah; Tarina, Dwi Desi Yayi
Al-Risalah VOLUME 26 NO 1, MAY (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-risalah.vi.61848

Abstract

This study analyzes the forms of business actors’ liability for the misappropriation of confidential information obtained through collusion under Article 23 of Law No. 5 of 1999, using the case of KPPU Decision No. 08/KPPU-L/2024 concerning PT Chiyoda Kogyo Indonesia as the focal point. The research employs a normative juridical method through statutory and case study approaches, applying a deductive–interpretative reasoning model to assess the consistency of legal norms and the construction of corporate liability in competition law enforcement. The findings indicate that the misappropriation of corporate secrets through collusion meets the elements of Article 23 under the rule of reason approach, as it generates anti-competitive effects such as lost sales, market structure distortions, and reduced competitive discipline. The KPPU panel applied identification theory and vicarious liability to attribute the actions of individuals to the corporation; however, the effectiveness of law enforcement is constrained by KPPU’s limited authority, which allows only administrative sanctions without personal liability. The novelty of this study lies in the integration of normative analysis, corporate liability theory, and a law-and-economics framework to assess the competitive impact of information collusion. The study has theoretical implications by reaffirming the position of corporate secrets as part of market structure and practical implications through recommendations for legal reform, including turnover-based fines and the expansion of KPPU’s authority to enhance deterrence and the effectiveness of competition law enforcement in Indonesia.
Perlindungan Hukum Bagi Penerima Gadai (Kreditur) Dalam Sengketa Perjanjian Gadai Rumah: Studi Putusan Nomor 20/Pdt.G.S/2024/PN Cjr Salampessy, Fauzan Hamzah; Nandita, Lufna; Azahra, Nawalia; Tarina, Dwi Desi Yayi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3696

Abstract

Perjanjian gadai merupakan salah satu bentuk jaminan kebendaan yang banyak digunakan masyarakat untuk memperoleh pinjaman, namun praktiknya sering menimbulkan sengketa ketika salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk wanprestasi dalam perjanjian gadai rumah serta bentuk perlindungan hukum bagi kreditur berdasarkan Putusan Nomor 20/Pdt.G.S/2024/PN Cjr. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan studi kasus terhadap putusan pengadilan yang dikaji bersama ketentuan peraturan perundang-undangan, KUH Perdata, asas-asas hukum perjanjian, serta doktrin para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tergugat selaku pemberi gadai telah melakukan beberapa bentuk wanprestasi, yaitu tidak mengembalikan pokok gadai sebesar Rp60.000.000, tidak melaksanakan kewajiban meskipun telah diberikan perpanjangan waktu, menunggak pembayaran sewa rumah, serta mengabaikan somasi yang dikirimkan oleh Penggugat. Majelis Hakim menilai perjanjian gadai tersebut sah menurut Pasal 1320 KUH Perdata, dan dengan demikian seluruh akibat hukumnya mengikat para pihak. Hakim menyatakan Tergugat terbukti melakukan wanprestasi dan menghukum Tergugat untuk membayar Rp59.000.000 sebagai pemulihan kerugian Penggugat. Meskipun permohonan sita jaminan ditolak karena tidak memenuhi syarat formil pembuktian, namun perlindungan hukum bagi kreditur tetap terwujud melalui pemberian ganti rugi sebagai bentuk pemulihan hak. Putusan ini menegaskan pentingnya kepastian hukum, keadilan, serta keseimbangan dalam hubungan perjanjian gadai. Selain itu, putusan juga memperlihatkan bahwa pengadilan berperan memberikan perlindungan hukum efektif kepada kreditur ketika debitur mengingkari kewajibannya.
TINJAUAN YURIDIS HAK GUNA BANGUNAN ATAS HAK PENGELOLAAN DALAM SENGKETA RUMAH SUSUN MANGGA DUA COURT Trasaenda, Resfa Klarita; Pramesti, Indira Yekti Widya; Sabrina, Amanda Feby; Insani, Gema Mutiara; Tarina, Dwi Desi Yayi
Lex Jurnalica Vol 22, No 3 (2025): LEX JURNALICA
Publisher : Lex Jurnalica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/lj.v22i3.10301

Abstract

Pertumbuhan urbanisasi di Indonesia mendorong pembangunan hunian vertikal, namun sering memunculkan sengketa hukum terkait status tanah, khususnya Hak Guna Bangunan (HGB) di atas Hak Pengelolaan (HPL). Penelitian ini menganalisis kedudukan yuridis HGB atas HPL dalam sistem hukum pertanahan Indonesia, dengan fokus pada sengketa kepemilikan di Apartemen Mangga Dua Court, di mana pembatalan perpanjangan HGB oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) menimbulkan ketidakpastian bagi pemilik unit. Dengan menggunakan metode yuridis normatif dan analisis kualitatif berbasis literatur, penelitian ini menemukan bahwa HGB atas HPL diakui secara hukum berdasarkan UUPA dan PP No. 18 Tahun 2021, namun bergantung pada persetujuan pemegang HPL sehingga berpotensi dibatalkan. Perlindungan hukum bagi pemilik rumah susun terhadap ketidakterbukaan status tanah oleh pengembang diperkuat oleh UU Rumah Susun dan UU Hak Tanggungan, yang mengakui Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (HMSRS) sebagai hak mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi regulasi dan peningkatan kesadaran hukum diperlukan untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan konsumen dalam pengelolaan tanah.
Perlindungan Hukum terhadap Hak-Hak Pekerja sebagai Wujud dalam Bela Negara Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Satino Satino; Citraresmi Widoretno Putri; Dwi Desi Yayi Tarina; Kayus Kayowuan Lewoleba; Yuliana Yuli Wahyuningsih
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i1.9588

Abstract

National defense is not only related to military defense, but also encompasses the active role of citizens in maintaining social and economic stability. Workers are a vital element in national development. Therefore, protecting workers' rights is an integral part of national defense efforts. This article aims to analyze the legal protection of workers' rights under Law Number 13 of 2003 concerning Manpower and relate it to the values ​​of national defense. The method used is a normative juridical approach through literature review. The results of the study indicate that labor regulations have regulated various workers' rights, but implementation challenges in the field remain high. The active role of all parties is needed to ensure legal protection is truly realized as a form of civil national defense. This indicates that legal protection for workers needs to be strengthened through the active roles of the government, employers, and workers themselves to create social and economic stability, which is an integral part of national defense. Therefore, an active role is needed from all parties, including the government, employers, and workers themselves, to realize optimal legal protection as a form of civil national defense that supports the sustainability of national development.
Konstruksi Hukum Badan Usaha dalam Sektor Perbankan Indonesia (Studi Kasus: Implikasi Bentuk Perseroan Terbatas terhadap Kredit Macet PT Bank BJB Syariah sebesar Rp 548 Miliar) Ravikah Amelia; Maulana Muhammad Akbar; Zefania Augustine Sirait; Leonard Roderick Situmorang; Dwi Desi Yayi Tarina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbankan merupakan sektor yang sangat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Sebagai lembaga intermediasi, bank bertanggung jawab menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit atau pembiayaan. Karena mengelola dana publik dalam jumlah besar, maka bentuk badan hukum bank diatur dengan ketat oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 jo. UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. UU Perbankan menentukan bahwa bank hanya dapat berbentuk Perseroan Terbatas (PT), Koperasi, atau Perusahaan Daerah. Dari ketiga bentuk tersebut, Perseroan Terbatas merupakan bentuk yang paling dominan dan paling sesuaidengan kebutuhan industri perbankan karena memiliki struktur organisasi yang jelas, pemisahan kekayaan yang tegas, dan mekanisme pertanggungjawaban yang profesional. Namun, kasus-kasus perbankan menunjukkan bahwa bentuk PT bukan berarti bebas dari risiko. Salah satu kasus terbesar adalah kredit macet PT Bank BJB Syariah sebesar Rp 548 miliar, yang melibatkan pelanggaran prosedur pembiayaan, penyalahgunaan kewenangan, dan kelalaian direksi dalam menerapkan prinsip kehati-hatian. Kasus ini menjadi relevan untuk dikaji karena memperlihatkan bagaimana bentuk PT mempengaruhi kewenangan dan tanggung jawab hukum direksi, serta bagaimana struktur perseroan dapat menjadi faktor pendukung maupun penyebab lemahnya pengawasan internal. Melalui studi kasus ini, penelitian berupaya menjelaskan konstruksi hukum badan usaha bank di Indonesia dan melihat bagaimana bentuk PT memberikan implikasi yuridis terhadap mekanisme pengambilan keputusan, governance, serta pertanggungjawaban hukum dalam praktik perbankan.
Analisis Konstitusionalitas Eksekusi Jaminan Fidusia Berdasarkan Pasal 15 UU 42/1999 dan Putusan MK 18/PUU-XVII/2019 Quratuainniza, Happy Sturaya; Sahwahita, Putri Nabila; Aristia, Adinda; Tarina, Dwi Desi Yayi
Notary Law Research Vol. 7 No. 1 (2025): Desember: Notary Law Research
Publisher : Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nlr.v7i1.3297

Abstract

Dalam pelaksanaannya, jaminan fidusia bisa dieksekusi dengan menggunakan sertifikat jaminan yang memiliki kekuatan hukum setara dengan putusan pengadilan yang sudah bersifat tetap dan mengikat. Namun dalam penerapannya, hal ini menimbulkan polemik karena adanya ketimpangan hukum, hingga terbitlah Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019. Penulisan ini membahas mengenai pengaturan kekuatan eksekutorial Pasal 15 ayat (2) dan (3) UU Jaminan Fidusia, baik sebelum maupun sesudah terbitnya Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019, dan implikasinya dengan menggunakan metode hukum normatif yang berlandaskan studi kepustakaan dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Hasil yang didapatkan adalah parate eksekusi yang dijalankan cenderung melanggar prinsip due process of law, sehingga terjadi pergeseran paradigma dari sistem eksekusi yang absolut menuju sistem eksekusi yang berkeadilan dan sejalan dengan prinsip negara hukum yang menjamin kepastian serta perlindungan hak konstitusional para pihak. Pergeseran tersebut menjadikan pembagian hak dan kewajiban antara debitur dan kreditur menjadi lebih adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip keadilan substantif.
Perlindungan Hukum Nasabah dalam Sengketa Gadai Syariah Terkait Pengembalian Barang Jaminan Azzahra, Esi Anindya; Desrina , Rania Adriane; Aurellia , Khaila; Tarina, Dwi Desi Yayi
Notary Law Research Vol. 7 No. 1 (2025): Desember: Notary Law Research
Publisher : Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nlr.v7i1.3298

Abstract

Penelitian ini membahas secara mendalam mengenai perlindungan hukum bagi nasabah dalam sengketa gadai syariah, khususnya yang berkaitan dengan pengembalian barang jaminan setelah pelunasan utang. Perkembangan industri gadai syariah di Indonesia yang sangat pesat menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan berbasis syariah. Namun, di sisi lain, dinamika ini juga memunculkan tantangan baru dalam aspek perlindungan konsumen, terutama ketika terjadi wanprestasi, kesalahan administrasi, atau kelalaian lembaga gadai dalam menjaga serta mengembalikan barang jaminan milik nasabah. Melalui pendekatan yuridis normatif dan studi kasus terhadap Putusan Pengadilan Agama Banjarmasin Nomor 1112/Pdt.G/2021/PA.Bjm, penelitian ini berupaya menganalisis bentuk tanggung jawab hukum lembaga gadai serta perlindungan yang seharusnya diterima oleh nasabah sebagai pihak yang dirugikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif hukum syariah, barang gadai (marhun) memiliki kedudukan hukum sebagai amanah yang wajib dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh pihak penerima gadai (murtahin). Apabila lembaga gadai lalai dalam menjaga atau gagal mengembalikan barang tersebut, maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai wanprestasi sekaligus pelanggaran terhadap prinsip keadilan dan hak-hak konsumen. Perlindungan hukum terhadap nasabah diatur dalam berbagai peraturan, antara lain Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta pengawasan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap lembaga keuangan syariah. Namun demikian, efektivitas implementasi peraturan tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti lemahnya pengawasan, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hak-haknya, serta minimnya mekanisme penyelesaian sengketa yang cepat dan transparan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan serta edukasi hukum bagi masyarakat agar prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kemaslahatan dalam transaksi gadai syariah dapat terwujud secara menyeluruh.
Co-Authors A, Amelia Abdallah, Raffi Ikzaaz Abidin, Fikri Rafi Musyaffa Abidin, Wiene Jasmine Abyan Hafizd Naufal Achmad Maulana M Adelia, Fransisca Lola Adfari, Tsabitah Rahmah Adhidarma, Pratama Setiaputra Adhito Martogi Natanael Siregar Adhiya Faisal Adhiya Faisal ADINDA ZAHRA ANDRIYANI ADINDA ZAHRA ANDRIYANI Adisty Aulia Rosadi Adityarahman, Dimas Adyuanas, Affan Afifa, Erina Nur Agustanti, Rosalia Dika Ahmad Khoiril Ahmad Khoiril Anam Ajrina, Denanda Zahra Akbar, Muhamad Aria Torik Akmal Zaki Alamsyah, Fiqih Dien ALFAREL ENDITO PUTRA Alfarisi, Rafi Alfionita, Serly Aliffia, Nayla Alkari, Rafi Oktario Mahdi Alrasyid, Cantika Khoerunnisa Amalia, Selma Dwi Amanda Fauziyyah Amanda Feby Sabrina Amelia Amelia Amelia, Ravikah Amelia, Sabina Putri Amina, Frahnaz Amira Hasna Humaira Amoro, Khoirotun Hisan Prameswari Dwi Andi Fitra, Taufiqur Rahman Andika, Nur Dwi Andita, Naufalia Angelica Anastasia Putri Angelina Dewi Permatasari Angelina, Sandra Laudya Anggie Febriani Anggraeni, Destya Anissa Shiva Shafira Anjani, Indira Emilia Anni Alvionita Simanjuntak Antasia, Pramudita Antonio Amabel Setiawan Anugrah Fitria Apriliana Dwi Harwanti Ar-Rahman, Faizal Arazea, Jingga Septira Ardiningtyas, Andi Tyara Ariefandi, Nayna Carissa Putri Ariq Fijaetullah, Muhammad Aristia, Adinda Aritonang, Christian Daniel Aritonang, Kaleb Otniel Arofah, Muhammad Nouval Arviela Maharani, Marsya Astri Dewi Setyarini Ati, Ditia Prabandari Laras Atik Winanti Audry Permatasarit Aulia Dwi Damayanti Aulia Fitriany Aulia, Saffira Aurellia , Khaila Aurelya Putri Alzahrah Ayzza Rachma Z Az-Zahra, Fatimah Azahra, Musdalifah Azahra, Nawalia Azizah Azizah Azmina, Fayza Azzahra Nadya Khairunnisa Azzahra, Esi Anindya Azzahra, Nabila Adifia Azzahra, Natasya Fhadyah Bagaskara, Muhammad Fadhil Baransano, Jeremia Bayu Nugroho, Aji Bhagaskara, Kevin Adwitiya Bintang, Citra Boantua M, Yuris Utrecht Boantua M., Yuris Utrecht Bramantyo, Rm Andreas Bramantyo, RM. Andreas Brian Bona T. Situngkir Budiman, Jodhy Farrel Busroni, Rania Syifa Cahaya Grace Roulina Caitlin Audrey Edelyne Calvin Philip Andrew Pangaribuan Camilla, Garneta Rizka Candy, Felicia Cantika Khoerunnisa Alrasyid Cantika Tresna Rahayu Carissa Nuramalia P Chaliva, Ireyna Chelsea Kairadinda Adam Chiquita Thefirstly Noerman Christiansen, Nicholas Cleo Patricia Joe Dafa, M Naufal Abiyi Daffa Adam Putra Pammuji Daniesa Danindra Zachrie Darmawan, Cinta Rizqareka DARRYL ANNE LANITA SIMANUNGKALIT DARRYL ANNE LANITA SIMANUNGKALIT Davilla Prawidya Azaria Davina Kheisya Alliyah Gumay Delyananda, Zahrah Rani’ah Delzanty, Kayla Denanda Zahra Ajrina Desrina , Rania Adriane Deswert, Daniel Justin Jeconia Desy Natalia Dewanti, Tyur Reggina Dewi, Patricia Citra Dewi, Tiwi Ayu Haresa Dhaniswara, Puandita Dian Ainun Jariah Dian Istimeisyah Rahmawati Dila, Nazwa Anvella Dilla, Nazwa Anvella Dinanti, Dinda Dori, Evan Dwi Febriani, Risma Dwi Syafi'i, Azhari Dwi, Aura Dwinanda M, M. Aryo Dzil Izzati, Inayatu Efriliani, Firial Tiara Eirene Eva Marta Sheila Elsa Maniari Elvira, Olga Emiliyanti, Nabilla Lutfiah Emri, Zaky Prasetio Fachruddin, Alilah Islamay Fahrian Herlianto Faisal, Adhiya Faizal Erick Lingga Wisnu Faizal, Muhammad Fadhla Faqih, Muhammad Zibran Farbadi, Mayla Putri Farhan, Fien Naufal Zaim Farid Wahyu Saputra Farid, Salsabilla Putri Kartini Farizka Okhtiara D Fatimah Cahya Amani Fatimah, Ghefira Nur Fatin, Kayla Alima FATUR REZQY PERMANA Fausta, Andhika Fauziyyah, Amanda Febrian, Matthew Fedira, Revania Ferdinan, Josua Fibriana, Ainur Fikri Rafi Musyaffa Abidin Firda Amalia Firdaus, Muhammad Bintang Fitri Amanda Futihah Ananda Khoirusiffa Gema Mutiara Insani Gian Muzakir Hayat Gumay, Davina Kheisya Alliyah Gunati, Saringah Gunawan, Clarissa Haikal, Ahmad Hakim, Muhammad Firman Hana Juwita Handoko, Ronaldindo Rifky Tri Hania, Sally Hanif N, Fakhri Happy Sturaya Quratuainniza Harahap, Atthiyah Naura Khalisah Hardiyanti, Lesha Hariyanto, Helen Hervinia Haryanto, Imam Haura, Tsaniyah Aqila Hayya, Aisya Anjani Nurul Hendrawin, Rasendriya Hera Aprillya Dwi Lestari Hermina , Hermina Heru Sugiyono Hisan, Yasmin Fakhira Khairatun Husnah Nur Laela Ermaya Hutajulu, Dian Anggi Rahayu Kurnianingsih Ilham Duata, Muhammad Ilyasa, Muhammad Diaz Imagrace Triamorita Tampubolon Imani, Yashinta Nurul Imaniyar, Nadhira Immanuel A.S, Laurentius Imtiyaz, Ahmad Rais Indira Yekti Widya Pramesti Insan Kamil, Surya Insani Kamil, Surya Insani, Gema Mutiara Iqlima, Syira Irgeuazzahra, Athilla Irwan Bauw, Elirica Aliyah Ismail, Umar Jafar Izazqi, Radhitya Jariah, Dian Ainun Jasmine Dameria Gultom Jasmine Fatiha Jamaila Jevon Alana Ibran Joenaedi, Farras Achmad Jusuf, Azareel Sulistiyanto Kamila, Arta Nanda Kamila, Fildza Nazhifah Karimah, Nabila Karo, Erland Zuhdi Karo Karren, Karren Kasih, Osihanna Meita Kayla Fellicia Putri Kayla Namira Reiza Faris Balfas Kayus Kayouan L Kayus Kayowuan Lewoleba Kefianto, Kefianto Keren Shallom Jeremiah Khaerul Anam Khaerul Anam Khairunisa, Nabila Khairunnisa, Amanda Shofwa Kinanti, Puan Putri Klarisa, Agnes Widya Kornelius, Yusuf Kristina Simbolon Kristina Simbolon Kurniawan, Krisna Kusuma, Danny Permana Lani, Muhammad Ghiza Gema Laras Medina Pranitia Larasati Rahmadhani Larosa, Elisabeth Harazaki Leonard Roderick Situmorang Lesha Hardiyanti Lestari, Widya Tri Lubis, Achmad Raihansyah Lubis, Yasmin Arinda Lutfia Setiya Marsyalola Luthfi, Al Farel Omar Luthfi, Al Farell Omar M. Syahrul Ramdhani Maharani, Velissa Maharany, Chezia Mahardika, Agus Mahia Albar Ikwanto Makmur, Indira Nur Syahrani Manalu, Belina Sascika Manalu, Ronald Manalu, Yuris Utrecht Boantua Manohara, Safa Manurung, Rayhan Amri Margaretha Shintauli Marsyalola, Lutfia Setiya Marwant, Azy Haqtama Zakiy Maula, Putri Ni’matul Maulana Muhammad Akbar Megasari, Nomi Septi Melly Eunike Mexi Christian Simamora Mubarok, Rangga Wulung A’ Muh Rozi Asri MUHAMAD ARIA TORIK AKBAR MUHAMAD ARIA TORIK AKBAR Muhamad Hiroshi Ikhsan Muhammad Aby Rafdi Al Juhdi Muhammad Afif Muhammad Ahza Arroyyan Muhammad Aria Torik Akbar Muhammad Bintang Firdaus3 Muhammad Farhan Muhammad Fikri Muhammad Irfan Maulana Muhammad Naufal Ramadhan Muhammad Nur Alfatir Muhammad Rafli Muhammad Sunan Magribi Herlambang Munif, Sultan Athareza Zaheeruddawlah Munif, Sultan Athareza Zaheruddawlah Muthia Sakti N, Naomi Naadirah, Dika Fahmida Nabila Aulia Adek Putri Nabila Putri Syahrina Nada Syifa Nadapdap, Cindy Debora Bestaida Nainggolan, Ruth Hanna Nandita, Lufna Naomi M. G, Juniartha Gladys Naomi M. G., Juniartha Gladys Nasution, Najwa Haniyah Natasya Yadila Natasya, Amanda Mutiara Nathanael, Kevin Hizkia Nathaniella, Angelica Naufal Farros Friyadhi Naufal, Abyan Hafizd Nawawi, Fatkhurrohkman Nawawi, Mohammad Syafa Fatkhurrokhman Nawawi, Muhammad Syafa Fatkhurrakhman Nayla Putri Abdullah Nayla Yasmin Nazwa Fatimah Az-Zahra Nibraska, Muhammad Gagah Nina Fitria Sukma Nirwasita Zada Paramesti Noerman, Chiquita Thefirstly Novel, Samirah Novyana, Hilda Nugraha, Rifansyah Nur Najma, Siti Najla Nurbaety, Setia Nanda Nurjanah Nurloise Viano Nurulhuda Azhari Dwi Syafi`i Nurulhuda, Nada Syifa Octaviani, Eky Oktaviani, Risa Dewi Oremia Exilla Rafelina Sihombing Pakpahan, Firly Natasha Pane, Elisabet Nauli Pangaribuan, Kevin Angelo Pasaribu, Erika Esteria Pasha, Anindya Permana, Fatur Rezqy Permatasari, Angelina Dewi Pertiwi, Dian Eka Pinasti, Putri Podungge, Khalisyah Amara Prakosa, Reza Bintang Pramesti, Indira Yekti Widya Prananda, Mayang Talentasari Pranitiaz, Laras Medina Pratama Setiaputra Adhidarma Pridehan, Syahla Purba, Eugenia Priscilla Purba, Moses Frederick Purnama, Rendika Purwa, Rumi Alghozali Puspitasari, Syalaisha Amani Putra, Akasyah Rizwan Kurnia Putra, Rasyadan Dinov Putri, Alexandra Vandela Putri, Andi Sabila Putri, Andini Kantika Putri, Angelica Anastasia Putri, Audrey Rasya Novianto Putri, Cinta Aisyah Putri, Citraresmi Widoretno Putri, Danica Rizkya Putri, Fahda Putri, Lisa Angelie Putri, Nabila Aulia Adek Putri, Nasywa Awalia Putri, Sefrina Linda Adilla Putro, Alberto Muhammad Gusti Qhaira, Disya Soraya Quratuainniza, Happy Sturaya Rabiah, Salwa Rachman, Rheyna Reva Rachmita, Muniratri Rafeyfa, Debby Nauli Rafiki , Najla Rahmadhana, Radya Alluna Rahmadhani, Larasati Rahman, Facthur Rahman, Hafizh Aulia Rahman, Naila Kamila Rahman, Naziva Azahra Rajabi, Zalfa Rajagukguk, Elisabeth Rajagukguk, Elisabeth Immanuella Rama Ahmad Raja Maranay Ramadani, Reva Fitri Ramadhan Wardhana Ramadhan, Muhammad Naufal Ramadhandiko, Difqa Alvi Ramadhani, Dwi Aryanti Ramadhani, Isa Azizah Ramadhani, Sherlyta Ramadhani, Sinta Ramadhani, Tiara Putri Ramadhanti, Shaila Azalea Ramadhon, Daffa Charisma Putra Rambe, Fitri Rahmadani Rasyadan Dinov Putra Ratuolinka, Diandra Ravi Islami Adeza Ravikah Amelia Resfa Klarita Trasaenda Rianda Dirkareshza Ridanhus, Fariz Ridha Wahyuni Ridha Wahyuni Ridha Wahyuni, Ridha Risyadi, Mochamad Iqbal Rivaldi, Chika Aurel RIZKI RIVANDI ABDUL Rizkitiana, Ratu Amelia Rizky Johan Pattiasina Rizky Ramadhan Rizqareka D, Cinta Rizqathallah, Mohamad Rifqi Roberta R.P Situmorang Ronald Manalu Rosdiana, Hani Roulina, Elisabeth Julietha S, Suprima S, Tantri Nur Adtya Sabrina, Amanda Feby Sabrina, Aryuni Fajriah Safitri, Dheariani Safitri, Elis Sahwahita, Putri Nabila Salamah, Ajeng Prameswari Salampessy, Fauzan Hamzah Salma Agustina Salma Naila Wandani Salsabila, Zhafirah Salsabilasyah, Firyal Nur Sambarana, Ilyasa Laits Santika, Syahirah Rafah Saragih, Gracia Charlita Saragih, Maltha Malinda Thea Sarah, Keisha Alea Sashenka, Kendrapatya Grisha Saskia Dwi Rahmawati Satino Satino Satino Satya, Muhammad Naufal Sbastyan, Gathan Sedyo, Nastiti Respati Sefriyan Reynaldi Sembiring, Nirindah Daniella Shadilla, Muhammad Raihan Shafarina, Zahra Sheila, Eirene Eva Marta Shelomita Putri Amelia Sherly Angelina Siahaan, Kevin Samuel Ujuan Sianipar, Christiano Hosea Sianturi, Mouna Suez Sifana, Firdha Sihombing, Yohana Alexandra Goldine Sijabat, Rosa Refananda Aurianti Silalahi, Riovaldi Paruntungan Simamora, Tesalonika Amazia Simanjuntak, Max Doan Sinaga, Guna Gerhat Siregar, Andita Resia Raymond Sirigo, Talenta Ribka SITI NUR AMALIAH SITI NUR AMALIAH Situmorang, Leonard Roderick Steffanie, Josephine Stevani, Frisca Adelia Suhanda, Ariq Naufal Attalah Sukma, Nadira Fariza Sulthan Muhammad Al Ghifari Sumadibrata, Moira Shafeeya Suot, Glorya Meyhoa Suprima Suprima Suprobo, Farrel Rajendra Suryo, Angger Bagas Suyudi, Saskia Mediana Putri Syahirah Rafah Santika Syahla Pridehan Syahladin, Firny Ramadina Syahputra, Rifky Justicyo Syajidah, Hanna Alicia Syakur, Muhammad Zidan Asy Syalaisha Amani Puspitasari Syalsabillah, Hannatrie Syarief, Rose Esperahanna Tiara Sylvana Murni Deborah Hutabarat Talitha, Raisyha Tampubolon, Toby Samuel Tampubolon, Vernandito Tanjung, Salsas Bila Juniyanti Tiara Putri, Latricia Tobing, Vania Athalia Lumban Trasaenda, Resfa Klarita Trianjani, Suci Triyani, Rismaenar Tsaqif, Achmad Muflihuts Tyur Reggina Dewanti Ulfatun, Aiska Nur Velda Anastasia S Velissa Maharani Vira Nur Maharani Wibowo, Faiz Setyo Wicaksana, Dika Hikmah Widiarsono, Faiz Aryaputra Widiastiwi, Alisha Reva Wulandari, Hania Xaverius, Michael Franciscus Yadita, Devina Yankusy, Abror Jilan YASHINTA NURUL IMANI YASHINTA NURUL IMANI YASHINTA NURUL IMANI Yashinta Nurul Imani Yesica S, Shely Yoki, Nina Rahmadania Yuli Wahyuningsih, Yuliana Yuliana Yuli Wahyuningsih Yuman, Dara Aulia Zahra Awaliany Safitri Zahra, Nur Awalia Zahra, Salma Hauratu Zammara, Aurel Meidina Zefania Augustine Sirait Zevanya, Keisha Zidan, Muhammad Zulfariza, Alya Annisa